Disclaimer: I own nothing but the plot.

a/n : terima kasih buat semua review-nya, juga terima kasih buat kalian yang sudah sekedar mampir atau membaca. *smile*


Remember

by nessh


Teddy


Kepala Hermione terasa sangat berat dan pusing ketika ia membuka matanya pagi itu. Ia berusaha bangkit tapi sakit kepalanya malah semakin menjadi-jadi, membuatnya kembali menghempaskan dirinya dan berbaring telentang.

Hermione kembali menginap di rumah Ron dan Luna. Kali ini bukan karena Ron memaksanya untuk tinggal, tapi karena Hermione terlalu mabuk untuk pulang hingga akhirnya ia terkapar di sofa ruang tengah. Ia berusaha mengingat-ngingat apa yang terjadi semalam, karena hal terakhir yang ia ingat adalah ketika Hermione mengobrol dengan Ron yang sedang menikmati Wiski Api yang baru dibelinya.

"Hermione! Kau sudah minum terlalu banyak!" tegur Ron, berusaha melepaskan botol Wiski Api dari tangan Hermione.

"Ayolah Ronald—hik—sedikit lagi—hik—saja—hik!" Hermione mempertahankan botol Wiski Apinya.

"Berikan botol ini padaku Hermione!" Ron merebut paksa botol itu dari tangan Hermione. "Bloody Hell—"

"Ronald! Perhatikan bahasamu," tegur Luna.

"Whoops, maaf love," Ron nyengir polos, "Anyway Hermione, apa yang membuatmu sampai menghabiskan dua botol Wiski Api-ku? Kau kan gampang sekali mabuk!"

"Dua botol? Hik! Aku kira aku hanya—hik—minum sedikit—hik!"

"Ronald, darling, sepertinya kau tidak mungkin menginterogasinya malam ini. kenapa tidak kau tanya Hermione besok pagi saja?" usul Luna melihat Hermione yang sudah melempar dirinya di atas sofa dan menggulung di sana.

Ron menghela nafas, ia khawatir melihat sahabatnya. "Mungkin kau benar Luna. Apa sebaiknya kita tinggal dia di sini?"

"Sepertinya begitu, Hermione terlihat nyaman tidur di sofa kita,"

Ron terkekeh, "Aku ambilkan selimut untuknya,"

Hermione ingat Ron menegurnya karena ia minum hampir dua botol Wiski Api. Benarkah? Dua botol? Hermione bahkan tidak tahan meminum Wiski Api lebih dari tiga gelas.

"Selamat pagi Hermione,"

Hermione menoleh, Luna tersenyum padanya dengan secangkir entah-apa di tangannya. "Pagi Luna. Maaf aku merepotkanmu lagi,"

Luna menggeleng, ia duduk di samping Hermione. "Tidak apa-apa. Minum ini Hermione, ini akan membantu mengurangi sakit kepalamu,"

Hermione mengambil gelas itu dari tangan Luna, "Terima kasih Luna, aku memang membutuhkannya," Hermione menenggak ramuan dalam gelas itu sampai habis lalu menyerahkan gelas itu pada Luna lagi. "Terima kasih," ucap Hermione lagi.

Luna bangkit dari sofa, "Aku akan membangunkan Ronald, bagaimana kalau kau mandi dan menyegarkan dirimu? Ada beberapa pakaianmu di lemari di kamar tamu,"

Terdengar pintu diketuk.

Hermione bangkit dari sofa, "Biar aku yang buka, kau pergi bangunkan Ron," ujarnya pada Luna.

Luna mengangguk, ia menepuk pundak Hermione sebelum kembali ke kamarnya di lantai dua. Ramuan yang diberikan Luna ternyata cukup efektif mengurangi sakit kepala Hermione, kepalanya kini tidak terasa seberat tadi, mungkin sisa dari sakit kepala ini akan berkurang setelah Hermione berendam dengan air hangat mungkin?

Hermione menghampiri pintu depan, ia mengintip dari celah pintu dan yang bisa ia lihat hanyalah rambut pirang pucat yang membuat Hermione langsung mengenali siapa yang datang. "Pagi Draco," sapa Hermione ketika ia membuka pintu.

Draco terlihat terkejut karena pintu terbuka tiba-tiba. Juga karena Hermione yang membukakan pintu, bukan Luna atau Ron yang merupakan pemilik rumah. "Hermione? Apa yang kau lakukan di sini?"

"Kau tidak mau tau," gumam Hermione sambil menyingkir dari mulut pintu, memberi ruang pada Draco untuk melewatinya.

Draco mengangkat alisnya, penasaran dengan apa yang dilakukan Hermione. Tapi sebelum Draco sempat menginterogasi Hermione lebih jauh, terdengar suara dari perapian.

"Ron? Luna?"

Hermione segera menghampiri perapian. Terlihat wajah Andromeda Tonks yang terkejut melihat Hermione, "Oh Hermione? Syukurlah! Kau sudah lama ada di sini?"

Hermione mengangguk, "Aku menginap di sini semalam. Ada apa Mrs Tonks?"

"Pantas aku tidak bisa menemukanmu di flat-mu. Aku harus pergi hari ini dan Teddy hanya ingin bersamamu atau Ron, dia tidak mau ke The Burrow. Jadi, apa kau ada keperluan hari ini? Kalau iya aku akan—"

"Tidak, tidak. Aku tidak akan pergi kemana pun hari ini, aku bisa menjaga Teddy," potong Hermione. Dia selalu senang bermain dengan Teddy, dia mengingatkan Hermione pada Tonks, Remus dan Harry di saat yang bersamaan.

Andromeda menghela nafas lega, "Teddy pasti senang sekali. Aku akan mengantarkannya ke situ satu jam lagi. Terima kasih banyak Hermione, aku berhutang padamu,"

"Tidak apa-apa Mrs Tonks, aku senang bermain dengan Teddy,"

Andromeda mengucapkan terima kasih sekali lagi sebelum menghilang dari perapian bersamaan dengan itu, Ron dan Luna turun. Rambut Ron terlihat masih acak-acakan dan dari wajahnya terlihat sekali bahwa ia masih mengantuk tapi sepertinya Luna berhasil memaksanya bangun.

"Hiapa hitu Er-My-Knee?" tanya Ron sambil menguap, "Hey Hraco. Hengapa hau hada hi hini?"

Draco dan Hermione terlihat bingung dengan kata-kata Ron yang terdengar tidak karuan. Keduanya tidak menghiraukan pertanyaan Ron barusan dan memilih untuk menemui Luna di dapur sementara Ron kembali terkapar di sofa tempat Hermione tidur semalam.

Luna tersenyum, "Mau sarapan Draco?" tanyanya ketika melihat Hermione dan Draco memasuki dapur.

Draco menggeleng, "Tidak terima kasih, aku kemari hanya ingin menyerahkan ini dan—" Draco menyerahkan sebuah botol kecil pada Luna dan merogoh kantongnya, mengeluarkan sebuah bungkusan yang Hermione kenali sebagai hadiah yang ia dan Draco beli kemarin. "—sedikit hadiah untukmu. Selamat untuk kehamilanmu ngomong-ngomong,"

"Oh ya, terima kasih banyak Draco. Kau tidak perlu memberiku apa-apa," Luna menyimpan botol itu di sebuah rak yang berisi berbagai macam ramuan dan membuka bungkusan itu, "Cermin serba guna? Terima kasih banyak Draco,"

"Sama-sama Luna,"

"Aku juga punya sesuatu untukmu, ingatkan aku untuk mengambilnya nanti. Ramuan apa itu?" tanya Hermione, menunjuk botol yang tadi di bawa Draco.

"Ramuan untuk mengurangi pusing akibat mabuk. Ron membutuhkannya," Luna tersenyum penuh arti. Wajah Hermione bersemu, tentu saja Luna membutuhkan ramuan lagi karena dosis terakhir ia berikan pada Hermione.

Menyadari wajah Hermione yang memerah, Draco bertanya, "Kau mabuk Hermione?"

"Tidak," jawab Hermione agak terlalu cepat. Ia memalingkan muka, "Aku tidak mabuk,"

Draco melongo, "Kau mabuk. Merlin! Hermione Granger mabuk?"

"Hentikan Draco," sahut Luna dan Hermione bersamaan, hanya saja nada bicara Hermione lebih ketus dari Luna.

"Ngomong-ngomong Hermione, siapa yang tadi ada di jaringan Floo?" tanya Luna.

"Mrs Tonks, dia ingin menitipkan Teddy pada kita. Katanya ada keperluan," jawab Hermione.

Luna terdiam, ia menatap Hermione lama. "Kau tidak ingat?"

"Ingat apa?" dahi Hermione berkerut.

Luna tersenyum kecil, "Molly memintaku datang ke The Burrow hari ini untuk membicarakan hal-hal tentang kehamilan dan Ron akan langsung pergi bersama Oliver untuk latihan setelah mengantarku. Kami memberitaumu kemarin sebelum kau mabuk,"

Hermione berkedip. Ia sama sekali tidak ingat Luna atau pun Ron memberitaunya tentang hal itu. Tapi memang banyak hal yang tidak ia ingat dari kejadian kemarin.

"Mungkin kau bisa membawa Teddy ke The Burrow?" usul Luna.

Hermione menggeleng, "Teddy tidak begitu suka di The Burrow, dia pasti akan menolak," Hermione tersenyum, "Tidak apa-apa, aku akan membawanya ke flat-ku, mungkin kita bisa menemukan sesuatu untuk dikerjakan,"

Luna tampak khawatir, bagaimana pun Hermione tidak pernah menjaga Teddy seorang diri. Dulu Harry selalu bersamanya, setelah kepergian Harry, minimal Luna atau Ron ada di dekatnya. Luna khawatir Hermione akan kewalahan menjaga Teddy yang sudah masuk usia aktif.

Draco berdeham, "Bagaimana kalau aku menemanimu? Aku tidak ada kegiatan apa pun hari ini," usul Draco.

"Itu ide yang bagus!" sahut Luna, terdengar lega.

"Kau yakin? Teddy bisa merepotkan kadang-kadang," kata Hermione.

Draco menggeleng, "Kurasa tidak akan begitu merepotkan kalau ada dua orang yang menjaganya,"

"Itu benar Hermione. Biarkan Draco membantumu hari ini, itu akan membuatku sedikit tenang. Ya?" desak Luna.

Hermione menghela nafas sebelum mengiyakan. Luna memeluk Hermione erat lalu berterima kasih pada Draco.

Draco mengibaskan tangannya, "Tidak masalah. Ngomong-ngomong, kapan kau akan berangkat ke The Burrow?"

"Sekitar satu jam lagi. Sebaiknya aku bersiap-siap,"

"Jangan lupa bangunkan Ron," Hermione nyengir. Suara dengkuran Ron terdengar jelas sampai di tempat mereka, Luna menghela nafas dan pergi meninggalkan Draco serta Hermione.

Mata cokelat Hermione kembali bertemu dengan mata kelabu Draco. Keduanya saling memandang tanpa mengucapkan sepatah kata pun, seakan mereka sedang mendalami tatapan masing-masing, mencari sesuatu yang tersembunyi di mata orang yang ada di hadapannya.

Tok. Tok. Tok.

Draco dan Hermione melompat kaget, langsung menarik jarak di antara mereka yang ternyata sempat menipis dalam aksi tatap-menatap mereka tadi. Hermione meninggalkan Draco dengan wajah memerah, jantungnya berdebar kencang. Hermione membatin, sudah lama jantungnya tidak berdebar sekencang itu. Tidak ada orang yang mampu membuatnya berdebar sekencang itu setelah kematian Harry.

Hermione menggeleng cepat, menghilangkan dugaan itu dari benaknya. Ia menarik kenop pintu dan melihat Andromeda bersama seorang anak berambut biru.

"Mynee!" seru Teddy riang dan langsung menghambur ke pelukan Hermione yang balas memeluknya erat-erat. Teddy, di usianya yang hampir menginjak empat tahun, belum bisa mengucapkan 'Hermione' dengan benar, ia malah menyebutnya 'Her-my-oh' atau 'He-mi-ni' dan itu membuat Hermione teringat pada Viktor Krum yang juga kesulitan mengeja namanya. Jadi Teddy selalu memanggilnya 'Mynee' atau 'My-Oh-Nee' dan Hermione tidak keberatan selama Teddy tidak memanggilnya 'Hermy' atau 'Herms'.

"Teddy-O! Aku merindukanmu," Hermione memeluk Teddy erat-erat dan memberinya ciuman di kedua pipi Teddy, membuatnya terkiki geli. Hermione mendongak, "Kalian tiba lebih awal,"

Andromeda tersenyum, "Aku harus pergi lebih awal. Dan Hermione, sepertinya aku baru akan pulang besok pagi jadi aku harus meminta bantuanmu lagi untuk menjaga Teddy untuk semalam,"

Hermione mengangguk, "Tidak masalah Mrs Tonks. Bagaimana kalau aku mengantarnya ke rumahmu besok? Setelah makan siang?"

"Tidak perlu, aku akan segera menjemputnya begitu urusanku selesai, kau tidak perlu mengantarnya ke rumahku Hermione,"

"Tidak apa-apa, aku ingin menghabiskan waktu lebih lama bersama pria favoritku," Hermione mencubit pipi Teddy lembut, "Aku akan mengantarnya ke rumahmu," Hermione bersikeras.

Andromeda menghela nafas kemudian mengangguk. "Terima kasih Hermione, aku benar-benar menghargai bantuanmu," Andromeda memeluk Teddy sekali lalu mencium keningnya, "Jangan nakal oke? Jangan membuat Mynee-mu kerepotan,"

Teddy mengangguk, ekspresinya terlihat serius. "Tentu, aku berjanji! Hati-hati Nana," Teddy kembali mengalungkan tangannya di leher Andromeda, memeluknya sekali lagi sebelum kembali memeluk kaki Hermione.

"Sampai besok Hermione,"

Hermione mengangguk, "Sampai besok,"

Andromeda ber-Dissapparate dan Hermione membawa Teddy ke dalam rumah.

"Aku ingin ke taman bermain!" ujar Teddy dengan semangat. Hermione mengangkat kedua alisnya. "Kau tau, tempat dimana ada rocoster!" tambah Teddy, tangannya bergeraik naik turun menirukan Roller Coaster dan bibir mungilnya menambah efek suara.

Hermione tertawa kecil, "Maksudmu Roller Coaster? Aku tidak yakin Teddy,"

"Apa itu Teddy Lupin?" terdengar suara Ron yang bernada terkejut, pura-pura terkejut sebenarnya.

Teddy menoleh dan segera berlari menghampiri salah satu orang favoritnya setelah Harry dan Hermione. "Ron-Ron!" Teddy mengalungkan tangannya di leher Ron yang segera mengangkatnya dan memutar Teddy di udara.

Teddy tertawa keras.

Hermione menggigit bibir untuk menahan tawanya. Teddy selalu memanggil Ron dengan 'Ron-Ron' setelah sebelumnya ia memanggil Ron dengan 'Ruwon'. Harry sampai berguling-guling di lantai dan Hermione sampai menangis ketika Teddy memanggilnya 'Ron-Ron', tentu saja Harry dan Hermione langsung teringat 'insiden' Ron dengan Lavender yang selalu memanggilnya 'Won-Won'.

Luna mengecup kedua pipi Teddy, "Kau tambah besar," ujarnya.

Ron yang masih menggendong Teddy mengangguk, "Dan tambah berat juga. Kau sudah menjadi pria kecil sekarang,"

Teddy terkikik, "Aku hebat kan?"

Ron dan Luna tertawa. "Kau memang hebat Teddy. Aku harap bayiku juga akan hebat sepertimu," kata Luna, menjawil pipi Teddy lagi.

"Luna punya bayi?" tanya Teddy, terlihat terkejut dan bersemangat.

"Luna dan Ron-Ron akan punya bayi. Sekarang bayi itu masih berada di perut Luna, kau akan bisa bertemu dengannya beberapa bulan lagi," jawab Ron. Hermione sedikit terkejut melihat cara Ron memperlakukan Teddy, perlahan ia tersenyum, Ron memang sudah siap menjadi orangtua.

"Aku harap itu laki-laki jadi aku bisa bermain bola atau Quidditch dengannya," ujar Teddy penuh harap.

Sudah cukup lama Draco berada di ruangan yang sama dengan Hermione, Ron, Luna dan Teddy. Sudah lama juga ia memperhatikan sikap Ron dan Luna dalam menghadapi Teddy, ia tersenyum, temannya itu terlihat tidak canggung sama sekali. Ron bahkan terlihat menikmatinya.

Draco menoleh, matanya kembali bertemu dengan mata Hermione. Keduanya tersenyum, terlihat menyadari hal yang sama.

Teddy baru menyadari kehadiran Draco di ruangan itu, ia langsung meminta Ron untuk menurunkannya dan berlari menyongsong Draco. "Drakie!"

Draco tertawa, ia mengangkat tubuh Teddy dan memeluknya. "Wow Teddy, Ron benar, kau berat sekarang pria kecil,"

Ron dan Luna menoleh padaku, "Kami akan berangkat sekarang. Kau yakin tidak ingin ikut ke The Burrow? Mum bisa membantumu di sana dan Ginny juga akan ada di sana hari ini," kata Ron.

Hermione menggeleng, "Aku yakin tidak akan apa-apa. Lagipula Draco akan membantuku hari ini,"

Luna memeluk Hermione, "Berjanjilah kau akan datang ke The Burrow begitu kau merasa kerepotan,"

"Aku berjanji Luna, aku berjanji," kata Hermione begitu Luna melepas pelukannya.

Ron dan Luna berpamitan pada Teddy dan Draco setelah Ron berjanji pada Teddy kalau dia akan membawanya menaiki sapunya akhir minggu ini. Teddy girang sekali, Luna dan Hermione memandang Ron tidak setuju, tapi Ron tidak memperdulikan atau tidak menyadari tatapan keduanya.

Mereka pergi menggunakan Floo ke The Burrow.

"Drakie, aku ingin ke taman bermain," kata Teddy setelah Ron menghilang dari perapian.

Kedua alis Draco naik lalu ia menoleh pada Hermione, "Apa itu taman bermain?"

Dagu Hermione jatuh berguling-guling di lantai.

.

Tentu saja Draco tidak tau apa-apa tentang taman bermain, dia seorang Darah-Murni dan seorang Malfoy. Lucius tidak akan pernah membiarkan Draco menyentuh hal-hal berbau Muggle atau membiarkannya bergaul dengan Muggle atau Kelahiran-Muggle.

Jadi setelah Teddy membujuk Hermione untuk mengajaknya ke taman bermain, dengan bantuan Draco yang juga terlihat penasaran tentang taman bermain, akhirnya Hermione menyerah dan membawa mereka ke taman bermain siang itu juga.

Draco ternyata terlihat sama antusiasnya dengan Teddy. Mereka berdua menaiki hampir seluruh wahana yang ada di sana, kecuali beberapa wahana yang memang tidak memperbolehkan anak seumuran Teddy untuk menaikinya. Tapi untuk Draco, dia memang menaiki semua wahana yang ada di sana. Terkadang Hermione sampai harus menyeret Draco menjauh dari satu wahana, walau begitu Hermione merasa sedikit kagum melihat cara Draco menghadapi Teddy.

"Merlin! Itu sangat menyenangkan, apa namanya tadi?" Draco menoleh pada Hermione. Dia baru saja turun dari wahana Jet Coaster untuk kedua kalinya.

"Jet Coaster, Draco," Hermione menahan tawanya.

"Ah ya Jet Coaster. Aku tidak tau Muggle bisa membuat permainan-permainan seperti tadi, kita harus sering-sering datang kesini. Aku ingin tau apa Ron pernah naik Jet Coaster," gumam Draco.

Hermione terbahak, "Ya Draco, Ron pernah kesini. Kami mengajaknya dan Luna datang ke sini di hari ulangtahunnya tahun lalu," mata Hermion menerawang, mengingat tingkah Ron yang mirip sekali seperti Draco sekarang, kagum pada semua wahana yang ada.

"Kami? Maksudmu, kau dan Harry?" tanya Draco hati-hati.

Hermione mengangguk, senyumnya sempat memudar sesaat dari wajahnya. Hanya beberapa detik, tapi Draco menyadarinya.

Syukurlah Teddy kembali mencairkan suasana. "Mynee, aku lapar," Teddy menarik-narik baju Hermione.

"Oh memang sudah waktunya makan malam," kata Hermione setelah mengecek jam tangannya, "Kau mau makan apa Teddy?"

"Pizza!" seru Teddy semangat.

"Pizza?" kata Draco dan Hermione bersamaan. Nada Draco tentunya berbeda dengan nada Hermione.

Perlahan Hermione menoleh lagi pada Draco, "Kau tidak pernah makan Pizza?"

Draco menggeleng, "Tidak. Kau tau ayahku tidak akan membiarkanku menyentuh apa pun yang berhubungan dengan Muggle. Aku tidak pernah tau ada tempat seperti ini sampai sekarang dan tentu aku tidak tau apa itu Pizza,"

"Drakie juga mau Pizza kan?" tanya Teddy penuh harap.

Draco nyengir, "Tentu aku mau Pizza,"

Teddy memekik girang dan kembali menatap Hermione, "Please, Mynee?"

Hermione menghela nafas, "Tentu,"

Mereka bertiga berjalan menuju sebuah restoran Pizza yang berada satu komplek dengan taman bermain. Draco menikmati perjalanan mereka ke sana, seperti Teddy, ia melihat ke kiri dan kanan memperhatikan setiap wahana yang mereka lewati sampai akhirnya mereka sampai di tempat yang mereka tuju.

"Teddy, habiskan dulu yang ada di piringmu baru ambil lagi," tegur Hermione ketika Teddy mengambil satu slice Pizza lagi sementara di piringnya masih ada setengah yang belum ia habiskan.

Teddy, tentu saja, berlaku seperti anak seumurannya. Merajuk. "Aku tidak menyukainya,"

"Kemari, biar aku yang makan," Draco langsung menyomot sisa Pizza di piring Teddy.

"Draco!"

"Apa? Sayang kan kalau tidak dimakan," kata Draco.

Hermione mendengus, "Teddy bisa manja kalau kau terus memperlakukannya seperti itu,"

"Ayolah Mynee, tidak setiap hari kita berada di tempat seperti ini," ujar Draco dengan nada menggoda. Bibirnya tertarik membentuk seringai lebar dan matanya berkilat jahil.

Hermione memutar mata, "Tetap. Tidak baik memanjakan Teddy,"

"Tenanglah Hermione,"

Teddy mengangguk, "Tenanglah Mynee,"

Hermione melotot, ia menatap Draco dengan tatapan Lihat-Apa-Yang-Kau-Lakukan-Malfoy. Draco tidak berusaha menahan tawanya, ia tertawa keras dan mengacak-acak rambut Teddy yang duduk di samping Hermione. Teddy ikut tertawa walau tidak mengerti apa yang sebenarnya Draco tertawakan.

"Maaf," gumam Draco setelah tawanya sedikit mereda. Cengiran lebar masih menghiasi wajahnya.

Hermione menggerutu, ia melanjutkan makannya dalam diam, memperhatikan Draco dan Teddy yang semakin asyik mengobrol dan bercanda. Tanpa sadar seulas senyum kembali mengembang di wajah Hermione.

Tidak lama setelah mereka selesai makan, Teddy mulai menguap. Ia terlihat sudah mulai mengantuk.

"Kau mengantuk Teddy?" tanya Hermione lembut.

Teddy mengangguk, ia menelungkup di atas meja.

Hermione tersenyum, "Bisa kau pegang dia Draco? Aku mau mau ke kasir dulu,"

Draco mengangguk, "Tentu, aku tunggu di luar,"

Draco memperhatikan Hermione yang melangkah menuju kasir. Matanya terpaku pada sosok Hermione. Ia berpikir, sejak kapan Hermione menjadi semenarik itu? Draco menggeleng, ia tidak boleh memikirkan hal itu. Dia sudah memiliki Astoria. Tunangannya. Dan mereka akan segera menikah.

"Hey pria kecil. Ayo, kita tidak boleh tidur di sini," bisik Draco, meraih tubuh Teddy dan mengangkatnya. Teddy menggumam tidak jelas, ia mengalungkan tangannya di leher Draco dan kembali memejamkan matanya.

Tubuh Teddy terasa hangat di pelukan Draco dan Draco menyukainya.

"Pulang?" tanya Draco begitu Hermione keluar dari restoran itu.

Hermione mengangguk, "Ya. Gunakan Apparate, lebih cepat,"

"Pulang ke flat-mu?"

Hermione berhenti melangkah. Pulang ke flat-nya? Dia tidak pernah membawa Teddy ke flat-nya, lagipula tidak ada ruangan lagi untuk Teddy. Selama ini jika dia pergi bersama Teddy, Harry selalu ikut dan mereka akan berakhir di Grimmauld Place.

"Kau mau pergi ke rumahku?" tanya Draco lagi, menyadari ekspresi Hermione yang berubah-ubah.

Hermione menggeleng, "Aku kira itu tidak pantas Draco. Maksudku—Astoria—"

"Oh ya, Astoria," Draco tampak berpikir, "Jadi kemana kita membawa Teddy?"

"Hmm…rumah orangtuaku?"


Thank you for reading :)