Remember
By
nessh
New Life
Hermione tersenyum, matanya berkaca-kaca. Di tangannya, Harry Arthur Weasley, tertidur nyenyak. Rambutnya masih pirang dan kedua matanya masih biru layaknya bayi baru lahir pada umumnya. Hermione mengira-ngira, apa nanti rambut pirang itu akan berubah merah seperti trademark Keluarga Weasley atau pirang seperti Luna? Apa mata biru itu akan tetap biru seperti Ron atau kelabu seperti Luna?
Hermione berharap Harry masih disini untuk melihat 'keponakan'nya.
"Dia sangat tampan." Bisik Hermione, tidak ingin membangunkan Luna yang sedang tertidur. Kelelahan setelah terjaga selama hampir dua puluh empat jam untuk melahirkan Harry kecil.
Ron tersenyum, dia terlihat bangga pada putranya yang baru berusia dua jam. "Tentu, dia punya aku sebagai ayahnya." Guraunya.
Hermione memutar matanya dan pelan-pelan menidurkan Harry kecil kembali ke tempatnya. Ia mengusap pipi lembut Harry kecil, setitik airmata meluncur menuruni pipinya.
"Hermione, kau benar-benar tidak keberatan kami menamainya Harry? Karena aku bisa mencari nama lain—"
Hermione menggeleng cepat. "Tidak, tidak. Harry sudah sempurna untuknya."
"Terima kasih." Ron menarik Hermione ke pelukannya. Hermione menyandarkan kepalanya di bahu Ron. Dia selalu menganggap Ron sebagai saudaranya sendiri. Dia, Luna dan keluarga Weasley sudah seperti keluarga kedua bagi Hermione.
Hermione melepas pelukannya dan mengusap kedua bahu Ron perlahan. "Aku akan pulang sekarang. Besok aku kembali lagi."
Ron mengangguk. "Tentu. Terima kasih sudah menemani kami sejak kemarin."
Hermione tersenyum dan mengecup pipi Ron sebelum keluar dari kamar, meninggalkan keluarga kecil itu sendirian.
Di luar St Mungo, angin dingin mulai bertiup. Sudah masuk minggu terakhir musim panas. Minggu depan Hermione akan memulai karirnya di Hogwarts. Hermione menarik nafas panjang dan berjalan menyusuri jalanan. Dia bisa saja ber-Apparate, namun entah kenapa dia ingin sekali berjalan kaki.
Ron sudah memulai kehidupannya sebagai orangtua bersama Luna dan Harry kecil. Dulu, Hermione sering membayangkan anaknya bersama Harry bermain bersama anak Ron dan Luna. Mereka akan tumbuh sebagai 'saudara' seperti Harry dan Ron. Mungkin membentuk geng Marauders baru seperti yang Sirius dulu harapkan. Sekarang semua itu menjadi sekedar mimpi yang tidak akan menjadi kenyataan. Nama Potter mati bersama Harry.
Hermione berhenti di sebuah taman. Sebuah playground dengan ayunan dan perosotan juga jungle gym. Dia menghampiri ayunan dan duduk disana. Sesekali mengayunkan tubuhnya. Matanya menatap kosong ke kejauhan. Hermione mendongak, melihat langit cerah bertaburan bintang tanpa cahaya bulan.
"Apa yang harus aku lakukan, Harry?" bisiknya pada kegelapan.
Hanya desau angin yang menjawab pertanyaannya itu.
0oooo0oooo0
Luna pulang dua hari kemudian, membawa Harry kecil ke kamarnya yang sudah dipenuhi berbagai hadiah dari Keluarga Weasley, Draco, Oliver Wood dan Hermione sendiri. Mrs Weasley seperti biasa sudah membuatkan sweater khas Weasley dengan warna biru dan emas, sesuai dengan warna Gryffindor dan Ravenclaw, lengkap dengan kaus kaki dan topi. Draco dan Astoria membawakan boneka beruang yang ukurannya lima kali lebih besar dari Harry kecil. Ron malah sudah membelikan Nimbus Junior untuk Harry kecil, Luna melotot dan menyuruhnya menyimpan sapu itu di loteng sampai Harry kecil berusia minimal lima tahun. Hermione memenuhi rak buku di kamar Harry kecil dengan buku cerita bergambar dari dunia Muggle dan sihir, buku Tales of Beedle The Bard serta Hogwarts: A History.
"Kau tahu, jika Harry kecil ternyata tumbuh seperti Ron, dia tidak akan pernah membaca buku itu." Kata Luna ketika melihat deretan buku di rak buku.
"Karena itu aku berdoa pada Merlin agar Harry kecil lebih mirip sepertimu." Sahut Hermione. Keduanya tertawa, Ron cemberut.
Tanpa terasa, musim panas berakhir.
Tanggal satu September, Hermione sudah berada di kastil sejak pagi atas permintaan Minerva. Dia menyukai kamarnya sekarang, jauh lebih luas dari kamar Ketua Murid dan memiliki kamar mandi sendiri. Anak-anak baru tiba menjelang malam, jadi Hermione memutuskan untuk berjalan-jalan mengelilingi kastil.
Rasa nostalgia langsung menjalari Hermione. Dia ingat dirinya dan Harry duduk di tepi danau, mendiskusikan apa yang harus Harry lakukan di Turnamen Triwizard atau ketika Harry memeluknya saat mereka kelas enam, saat Hermione melihat Ron dan Lavender berciuman. Dia teringat bersorak untuk Harry setiap kali pertandingan Quidditch atau hanya membaca buku sambil melihat Harry berlatih. Dia teringat Viktor Krum mengajaknya pergi ke Yule Ball di perpustakaan dan ciuman pertamanya dengan Viktor di bawah Mistletoe. Dia ingat merasa ketakutan ketika Harry jatuh dari ketinggian ratusan meter karena dementor di tahun ketiga mereka. Dia ingat menaiki Buckbeak bersama Harry dan Sirius. Dia ingat tertidur di bahu Harry di depan perapian Ruang Rekreasi. Dia ingat mengunjungi Hagrid bersama Harry dan Ron. Dia ingat semuanya.
Ron sempat khawatir ketika Hermione mengunjunginya sebelum dia ber-Apparate ke Hogsmaede.
"Kau yakin kau akan baik-baik saja di Hogwarts? Maksudku—ini Hogwarts." Ron tidak perlu menjelaskan apapun, Hermione tahu maksud Ron. Sangat banyak memori yang Hermione alami bersama Harry disana. Ron takut Hermione akan terpuruk lagi.
"Aku tidak bisa menghindari tempat itu selamanya, Ron. Aku harus bisa menghadapinya." Hermione tersenyum lirih. "Aku berjanji, jika aku tidak sanggup melakukannya, aku akan kemari."
"Jangan melakukan hal bodoh lagi, berjanji padaku?"
"Ya Ron, aku berjanji."
Ron memeluk Hermione erat-erat, seakan enggan untuk melepas Hermione ke Hogwarts. Baginya sendiri, tempat itu memiliki terlalu banyak kenangan tentang Harry dan terkadang, itu menyakitkan. Dia takut dia akan kehilangan Hermione lagi.
Tidak hanya Ron yang khawatir. Mrs Weasley juga mewanti-wanti Hermione untuk menghubunginya jika dia butuh sesuatu, siang atau malam. Ginny juga meminta Hermione untuk tidak ragu mengganggu kelas atau tidur Neville saat Hermione butuh sesuatu. Dia juga mewanti-wanti jika Hermione melakukan sesuatu yang bodoh Ginny sendiri akan datang ke Hogwarts dan mengutuk Hermione sampai dia sadar.
Oliver juga datang pada malam hari. Dia bilang akan berusaha sesering mungkin mengunjunginya. Hermione tertawa dan mengatakan itu tidak perlu, bahwa dia akan baik-baik saja. Namun Oliver bersikeras.
"Kau pacarku, aku berhak khawatir!" kata Oliver malam itu.
Entah kenapa, Hermione tidak merasa nyaman. Tidak seperti sewaktu Harry mengatakan akan selalu melindunginya, saat itu, perasaan hangat segera menjalari setiap inci dari tubuh Hermione. Kali ini, dia tidak merasa seperti itu dengan Oliver. Hermione menggeleng, meyakinkan dirinya itu karena dia belum benar-benar terbiasa dengan Oliver. Akankah dia terbiasa dengan Oliver? Hermione sendiri tidak tahu.
Sorting ceremony dilakukan oleh Neville. Hermione memperhatikan satu persatu anak masuk ke asrama yang berbeda. Neville adalah Kepala Asrama Gryffindor yang juga mengajar Herbologi. Miles Bletchley, mantan Keeper Slytherin, menggantikan Slughorn sebagai pengajar ramuan dan Kepala Asrama Slytherin. Septima Vector, pengajar Aritmanchy, menggantikan Flitwick sebagai Kepala Asrama Ravenclaw. Justin Finch-Fletchley mengajar Muggle Studies dan menjadi Kepala Asrama Hufflepuff.
Sorting ceremony berakhir dengan Kaya Zander masuk ke Ravenclaw.
Minerva memulai dengan pidato yang sama seperti Dumbledore. Mengenalkan Hermione sebagai pengajar mantra yang baru, mengingatkan mereka untuk tidak masuk ke Hutan Terlarang dan tidak keluar setelah jam malam.
"Bagaimana sejauh ini?" tanya Neville yang duduk di samping kiri Hermione.
"Baik-baik saja. Tapi aku sedikit gugup untuk besok." Hermione menyuapkan kentang tumbuk ke mulutnya dan mulai mengunyah.
Neville tertawa kecil. "Aku ingat pertama kali aku mengajar, aku hampir muntah."
"Bukan hampir." Sambar Justin Finch-Fletchley yang duduk di samping kanan Hermione. "Longbottom benar-benar muntah."
"Diam Justin!" Neville menggerutu, wajahnya memerah.
Hermione tertawa. "Aku percaya tidak seburuk itu. Benar, Neville?"
"Yaahhh…." Justin menyeringai lebar, membuat Neville semakin sebal pada rekan kerjanya itu.
Hermione memutar matanya, boys will be boys.
0oooo0oooo0
Hermione mendapatkan surat penyemangat dari teman-temannya di pagi hari. Dari Ron dan Luna (juga Harry kecil), Ginny, Oliver dan Draco. Luna bahkan mengirimkan gelang yang, katanya, untuk mengusir Wrackspurt yang akan mengganggunya. Hermione tertawa kecil, tapi tetap mengenakan gelang itu demi Luna. Draco juga mengirimkan surat singkat yang membuatnya tertawa;
Selamat pagi Professor Granger,
Semoga hari pertamamu mengajar lancar dan menyenangkan. Jangan lupa untuk menghadiahi Slytherin 100 poin dan mengambil 1000 poin dari Gryffindor, Ravenclaw dan Hufflepuff.
Draco
Ps: Slytherin rule!
Hermione menyimpan surat Draco di samping dan mulai membuka paket dari Oliver. Sebuah pena bulu dan tintanya. Hermione membuka surat Oliver;
My dear Hermione,
Ini adalah pena bulu yang bisa mengisi ulang dirinya secara otomatis selama botol tintanya berada dalam radius lima meter di sekitar pena.
Semoga sukses untuk hari pertamamu. Aku menunggu suratmu malam ini, aku ingin mendengar semuanya darimu. Bagaimana kalau kita makan malam di Hogsmaede akhir pekan ini?
Menunggu jawabanmu.
Love,
Oliver Wood.
Hari pertamanya mengajar lancar-lancar saja. Kelas pertamanya adalah Gryffindor dan Slytherin kelas empat. Tidak seperti pada masa Hermione masih sekolah, sekarang Gryffindor dan Slytherin terlihat sangat beradab satu sama lain. Hermione bahkan melihat seorang siswa Slytherin masuk ke dalam kelas sambil menggandeng tangan siswi Gryffindor. Neville memang sempat bilang kalau sekarang, persaingan antara Gryffindor dan Slytherin hanya terlihat saat Quidditch.
Kelas keduanya adalah gabungan kelas tujuh Ravenclaw dan Slytherin. Suasananya lebih tegang dibandingkan kelas pertama. Mungkin karena mereka sudah level NEWT, dimana masa depan mereka ditentukan di tahun ini. Ketua Murid tahun ini, seorang siswa dari Slytherin dan siswi dari Ravenclaw, terlihat sangat serius dan sangat pintar. Keduanya sempat mengajukan pertanyaan tingkat tinggi yang membuat Hermione sedikit terkejut, tapi tentu saja bisa dia jawab dengan baik.
Kelas ketiga dan terakhirnya hari itu adalah kelas satu gabungan Hufflepuff dan Gryffindor. Sejauh ini, kelas ini adalah kelas paling berisik yang Hermione ajar. Untuk pertama kalinya dia menarik poin masing-masing 10 dari Hufflepuff dan Gryffindor karena masih berisik setelah Hermione menegur mereka dua kali berturut-turut. Sebagai hukuman tambahan, Hermione memberikan tugas pertama untuk mereka. Essai sepanjang satu meter tentang mantra Wingardium Leviosa. Kelas kembali gaduh. Hanya ancaman Hermione untuk mengambil poin dan detensi yang bisa meredakan kegaduhan itu.
Neville tertawa ketika Hermione menceritakan itu saat makan malam.
"Memang seperti itu kelakuan anak kelas satu. Terutama Gryffindor, mereka selalu jadi yang paling ribut. Slytherin adalah yang paling tenang. Tapi tenang saja, seiring waktu mereka akan diam kok."
Hermione berharap seperti itu. Karena dia bisa migrain kalau setiap kali mengajar kelasnya seribut tadi. Sekarang dia mengerti kenapa Minerva sering sekali mengurut dahinya dulu.
Malam itu, Hermione menulis surat untuk banyak orang.
Pada Ron dan Luna, juga Harry kecil, untuk berterima kasih atas gelangnya. Dia juga memberitahu Luna bahwa tidak ada Wrackspurt yang mengganggunya hari ini dan menyampaikan salam kecup untuk Harry kecil.
Pada Ginny, menceritakan hari pertamanya dan menanyakan kabar Ginny.
Pada Oliver, juga menceritakan hari pertamanya dan mengiyakan untuk bertemu dengannya di akhir pekan. Di Three Broomstick lebih tepatnya.
Setelah mengirim surat terakhirnya pada Draco, mengatakan padanya kalau Hermione benar-benar menarik poin dari Gryffindor dan Hufflepuff. Namun Hermione tidak hanya menghadiahi Slytherin dengan poin, Ravenclaw juga. Hermione terlelap dengan cepat.
Untuk pertama kalinya, Hermione bisa tidur dengan benar-benar tenang.
Aku pulang, Harry, pikir Hermione sebelum tidur menghampirinya.
