Is that you?

By : Chocolate Bubbletea

Disclaimer : Semua karakter disini bukan milik saya. Saya Cuma numpang pinjam nama.

Pair : Kaihun. Taohun. Slight! Kray.

Rate : T

Warning : Boys Love, OOC, Typo, dan masih banyak lagi.

oOo

Chapter 7

oOo

Jantungnya berpacu dengan cepat. Keringat dingin mulai bercucuran. Perasaan gugup dan takut semakin lama semakin membesar. Tanpa Sehun sadari ia telah menggenggam erat tangan besar partnernya dan dapat Sehun rasakan partnernya itu juga menggenggam erat tangannya. Mendekatkan tubuhnya pada tubuh Sehun dan berkata "Tenanglah." Dengan suara beratnya yang terdengar sangat lembut dan seperti apa kata partnernya itu, ia merasa sedikit lebih tenang sekarang.

Semuanya terasa begitu hening, hanya suara musik pengiring yang menegangkan yang terus terdengar. Semua orang yang berada di dalam ruangan besar itu pun hanya dapat menahan nafasnya begitu sang pembawa acara perlahan membuka kertas amplop berwarna hitam di tangannya. Tak terkecuali Sehun dan juga partnernya –Jongin- yang semakin mengeratkan genggaman tangannya dan terus berdoa dalam hati.

"Dan pemenangnya adalaaah..." sang pembawa acara menjeda ucapannya dan semakin menambah ketegangan yang semua orang rasakan. "XXX HIGH SCHOOL*sorry, mohon reader pikir sendiri nama sekolahnya*"

Sehun dan Jongin menghela nafasnya kecewa. Sekolah mereka harus menelan pahitnya kekalahan dalam kategori double dance. Sehun merasa sangat kecewa, ia terus berfikir jika kekalahan mereka adalah salahnya. Harus ia akui beberapa kali ia melakukan kesalahan saat performnya tadi, masih beruntung Jongin dapat menyesuaikannya.

Sehun merasa matanya terasa panas dan pandangannya mulai kabur. Oh ayolaah... ia bukanlah seorang namja cengeng. Ia tidak seperti sahabat kecilnya Tao. Ia harus kuat. Ia tidak boleh terlihat lemah di hadapan Jongin.

"Sudahlah, tidak apa. Setidaknya masih ada lomba lainnya dan masih ada tahun depan kan?" lagi-lagi suara berat Jongin yang menyemangatinya membuat hatinya lebih lega. Tapi walau bagaimana pun ia merasa tidak berguna karena bukannya ikut menyemangati Jongin, malah ia yang terus diberi semangat oleh namja tan itu.

Setelah penyerahan trofi untuk juara pertama, kedua dan ketiga akhirnya semua peserta turun dari atas panggung dan meninggalkan sang pembawa acara untuk menutupnya. Semua teman-teman Jongin dan Sehun telah menunggunya dengan sabar di bawah panggung, termasuk kakak Sehun. Dan kembali Sehun rasanya ingin kembali menangis begitu melihat wajah seniornya, ia merasa telah mengecewakan salah satu senior kesukaannya itu.

Di lain pihak Jongin harus menelan ludahnya keras karena Kris terus menatapnya tajam semenjak ia dan Sehun turun dari panggung tadi. Oh ayolah, apa salahnya? Ia hanya menurut saja pada pujaan hatinya saat namja manis itu terus menggenggam tangannya, bahkan saat setelah mereka turun dari panggung.

"Hyung... mianhae." Ucap Sehun lemas saat ia dan Jongin telah berdiri di hadapan teman-temannya itu.

Lay tersenyum padanya dan mengusap pelan surai kecoklatan Sehun lembut. "Tidak apa-apa, kau sudah berjuang keras. Lagipula masih ada lomba lainnya, dan masih ada tahun depan kan?"

Sehun mengangguk dan tersenyum manis pada senior kesukaannya itu. Jongin sendiri masih belum dapat berkutik dari tempatnya, terlebih dengan dua tatapan tajam yang mengarah padanya. Sebenarnya ia tidak masalah dengan tatapan tajam namja panda di samping sepupunya itu, yang menjadi masalah adalah tatapan tajam dari *ehem* calon kakaknya. Tidak bisakah namja tinggi dengan tatapan mengintimidasi itu menerimanya sebagai calon adiknya karena ia yakin Sehun pasti akan menjadi miliknya.

Sehun yang sepertinya mulai menyadari tatapan tajam hyungnya dan gerak tidak nyaman Jongin pun mulai mengikuti arah kemana tatapan Kris tertuju. Dan betapa terkejutnya ia karena tanpa ia sadari ia terus saja menggenggam tangan Jongin semenjak di panggung tadi. Dengan cepat Sehun melepas genggamannya dan wajahnya berubah merah padam. Ia benar-benar malu.

"Tapi Sehunnie, kalian berdua tadi sangat keren! Benar-benar kompak. Kupikir kalian cocok." Ucap Taemin yang diikuti oleh senyum jahilnya.

Wajah Sehun semakin memerah saja mendengar perkataan Taemin yang terkesan sangat blak-balakan tersebut. Jongin sendiri menyeringai –lebih tepatnya pada rivalnya-, sepupunya itu benar-benar mengerti dirinya. Tapi di lain pihak Tao dan Kris menatap tajam pada Taemin. Kekesalan Tao pada namja manis bersurai coklat itu semakin besar saja, dan bagi Kris... dalam hatinya ia memasukan nama Lee Taemin dalam daftar 'blacklist'nya setelah Jongin dan sederet nama lainnya.

"Baiklah, karena ini sudah malam sebaiknya kita pulang. Yixing, apa kau akan ikut denganku dan Sehun?" tawar Kris pada Lay yang mendapat tatapan bingung dari seluruh namja yang berkumpul bersama mereka.

"Tidak usah repot-repot Yifan hyung, aku akan pulang bersama Chen saja. Lagipula rumah kami dekat." Tolak Lay

Sehun sedikit bingung, sejak kapan Hyungnya itu memanggil Lay dengan nama aslinya? Dan kenapa juga Lay memanggil Kris dengan nama chinanya? Sejauh apa sebenarnya hubungan kedua namja itu? teriak Sehun dalam hati. Sedangkan namja sisanya merasa bingung karena mereka belum pernah mendengar nama asli Lay dan nama China Kris –selain Tao dan Sehun tentunya.

Dan setelah itu kedua bersaudara itu pun berpamitan dan berjalan pergi meninggalkan kelima namja yang masih terbengong di tempatnya –terkecuali Lay yang melambai-lambaikan tangannya ke arah kedua bersaudara itu. Setelah Sehun dan Kris pergi, Chen yang merupakan orang yang cukup dekat dengan Lay bertaya pada namja manis dengan satu lesung pipi itu.

"Hubungan hyung dengan hyungnya Sehun itu sebenarnya apa sih? Kelihatannya dekat sekali."

Lay tersenyum malu, terlihat jelas rona merah di kedua pipinya. "Um... kurasa kau bisa menyebutnya sebagai... my boyfriend?"

.

.

.

Selama perjalanan Sehun terus saja cemberut. Kali ini bukan karena sedih akan hasil pertandingannya tadi, namun ia kesal karena sepertinya hyungnya itu telah menyembunyikan sesuatu darinya. Dan ia tidak suka itu.

"Kau kenapa Sehunnie?" tanya Kris tanpa mengalihkan fokus pandangannya dari jalanan. Ia tentunya tidak ingin mengalami kecelakaan, terlebih ia tengah memakai mobil barunya yang telah menjadi salah satu mobil kesukaannya. Bugatti veyron keluaran terbaru dengan cat merah *mobil impian*

Sehun masih terlihat cemberut. Ia semakin mengerucutkan bibirnya kesal. "Hyung menyembunyikan sesuatu dariku ya?" tanya Sehun penuh selidik.

Kris menggelengkan kepalanya. "Aku tidak menyembunyikan apapun darimu Sehunnie." Jawab Kris santai.

"Lalu, kenapa kau dan Lay hyung terlihat akrab begitu? Padahal kan dulu tidak seperti itu. Dan lagi aku juga sering melihat hyung bersama dengan Lay hyung." Tutur Sehun.

Kris diam seketika, ia terlihat gugup dalam kursi kemudinya. Sepertinya ia melupakan fakta bahwa dongsaeng manisnya ini paling tidak suka jika ia menyembunyikan sesuatu darinya. "Sudah kubilang aku tidak menyembunyikan sesuatu, aku baru akan mengatakannya padamu Sehunnie." Jelas Kris walaupun sebenarnya ia berniat menyembunyikan fakta ini dari dongsaenya itu.

"Kalau begitu katakan!" tuntut Sehun.

Kris menghela nafasnya, percuma saja melawan Sehun yang sedang bad mood saat ini. "Arrasseo arrasseo. Um... kurasa kau bisa menyebutnya sebagai... my boyfirend?"

Huh? Boyfriend katanya? Sehun terdiam sejenak, mencoba mencerna informasi yang rasa-rasanya janggal disini. Tadi yang hyungnya itu katakan itu my boyfriend kan? Seingatnya boyfriend itu artinya bisa menjadi... tunggu dulu, itu berarti-

"KALIAN BERPACARAN!?"

.

.

.

Hari ini Sehun benar-benar merasa sangat lemas. Selain karena hasil pertandingannya yang cukup mengecewakan itu, ia juga harus di kejutkan dengan informasi bahwa hyungnya itu telah berpacaran dengan senior favoritnya. Walaupun sebentar lagi liburan musim panas akan dimulai, tetap saja Sehun merasa lemas. Terlebih ia memang tidak pernah begitu menyukai musim panas yang akhir-akhir ini selalu sangat panas.

Sepulang sekolah Tao mengajaknya pergi berjalan-jalan ke mall. Namja panda itu mengatakan ia menemukan sebuah jaket dan topi yang bagus tempo hari. Tanpa menunggu jawaban dari Sehun, ia langsung menyeret namja manis itu ke dalam mobilnya –walaupun sebelumnya Taemin sudah berteriak dan tidak mengizinkan Tao membawa Sehunnienya-.

"Bagaimana menurutmu?" tanya Tao sembari memperlihatkan jaket putih berstip hitam dan bercorakan kepala serigala pada Sehun.

"Bagus." Harus Sehun akui jaket itu terlihat bagus dan memang selera sahabatnya itu bisa di bilang sangat bagus, dan ia menyukainya.

Mendengar pendapat Sehun, tanpa ragu Tao pun segera berjalan ke mesin kasir dan membeli jaket tersebut. Dan ia pun tersenyum pada Sehun. "Karena kau sudah mau mengantarku, akan aku traktir bubbletea."

Mendengar kata bubbletea, Sehun pun langsung sumringah dan ia pun dengan cepat menyeret Tao ke kedai bubbletea terdekat. Sehun memesan chocolate bubbletea kesukaannya dan Tao membeli taro bubbletea. Mereka duduk di kedai itu untuk mengistirahatkan kaki mereka yang terasa pegal karena pelajaran jasmani di sekolah tadi.

"Sehunnie!" Panggil Tao.

Sehun menatap sahabat kecilnya itu. "Ne?"

"Minggu depan aku akan mengikuti pertandingan wushu." Tutur Tao, entah mengapa Sehun merasa bahwa namja china itu terdengar ragu saat mengucapkannya.

"Kurae? Kalau begitu semangat lah!" ucap Sehun berusaha menyemangati sahabat kecilnya itu. Ia tersenyum manis pada Tao dan namja itu pun ikut tersenyum melihatnya.

"Kalau begitu... kau mau kan melihat pertandinganku nanti?" tanya Tao. Sehun mengangguk semangat dan Tao pun merogoh kantung kemejanya. Ia mengeluarkan sebuah tiket dan menyerahkannya pada Sehun. "Itu tiket khusus untukmu, kau harus datang ya!"

Sehun kembali mengangguk dan mengambil tiket bertuliskan V.I.P tersebut. Mereka pun kembali manikmati bubbletea mereka dan berbincang tentang kegiatan mereka di kelas tadi.

.

.

.

Sehun rasa ini adalah akhir pekan terburuknya setelah sekian lama ia tidak mengalami kejadian mengerikan ini. Mengapa ia mengatakan kejadian mengerikan? Tentu saja karena hari ini ia harus terdiam dan menurut di saat stylish eommanya itu mengaplikasikan make-up pada wajahnya. Ia tidak keberatan jika yang di aplikasikan adalah make-up untuk namja, tapi tidak jika yang kini tengah di aplikasikan pada wajah tampan *walaupun sebenarnya manis* miliknya itu adalah make-up yeoja.

Tapi mengapa kejadian ini bisa terjadi? Mari kita flashback terlebih dahulu

~FLASHBACK

Seperti kebanyakan hari-hari di musim panas lainnya, hari ini pun cuaca begitu panas. Dan parahnya pendingin ruangan di kamarya harus rusak di saat cuaca benar-benar panas seperti ini. Karena itulah ia lebih memilih untuk mendinginkan tubuhnya di ruang televisi dengan hanya berbalutkan kaus pendek tanpa lengan dan celana pendek di atas lutut. Lagipula kapan lagi ia dapat berpakaian bebas seperti ini di luar kamarnya selain hari ini?

Biasanya jika ada eomma atau hyungnya, kedua orang itu akan langsung memarahinya dan menyuruhnya untuk segera berganti pakaian. Dan sekarang kedua orang itu tengah pergi dan ia bebas. Eommanya mengatakan bahwa ia akan pergi ke Fashion week dan hyungnya sedang pergi berkencan dengan pacarnya –atau dalam kasus ini adalah senior favoritnya-.

Namun kebahagiaan dan kebebasan Sehun hanya berjalan sebentar karena tak lama, sosok eommanya yang terlihat kacau itu masuk ke dalam ruangan dengan tergesa. Ia terlihat panik dan... mengerikan. Dengan rambut panjangnya yang tidak tertata rapi dan make-upnya yang terlihat tidak begitu rapi itu membuatnya seperti seseorang yang baru saja dipecat dari pekerjaannya. Karena penasaran, akhirnya Sehun pun bertanya.

"Eomma kenapa?"

Bukannya menjawab, yeoja paruh baya itu justru menangis di hadapan putra bungsunya itu. "Hueeee... Sehunnie~" rengeknya pada Sehun.

Sontak hal itu membuat Sehun benar-benar keheranan. Ia memang terbiasa melihat eomma nya merengek seperti ini pada appa atau hyungnya, tapi tidak padanya. Sepertinya eomma tengah dalam masalah besar kali ini. "Ada apa? Kenapa eomma menangis seperti ini?" tanya Sehun sembari memeluk tubuh kecil eommanya.

"Hiks... bantu eomma Sehunnie... eomma benar-benar bingung harus bagaimana lagi..." rengekan eommanya semakin menjadi saja dan karena pada dasarnya Sehun tidak terbiasa di rengeki *?* oleh eommanya itu, tanpa pikir panjang ia langsung menyetujui permintaan eommanya itu.

"Tentu saja eomma, Sehunnie akan membantu eomma sebisa Sehunnie!" ucap Sehun mantap tanpa melihat kemungkinan yang akan terjadi nantinya.

"Jinjja?" tanya eomma Sehun mencoba memastikan dan Sehun pun mengangguk mantap.

~END OF FLASHBACK

Dan setelah itu Sehun tidak pernah menyangka bahwa kejadian ini akan terjadi. Ia merutuki kebodohannya sendiri. Kenapa juga ia tidak dapat melihat motif kotor dari eommanya ini. Tahu begini Sehun lebih baik mengurung diri di kamarnya yang panas itu daripada harus terdiam di tempat yang sesak di penuhi oleh model-model yang juga tengah bermake-up dan mempersiapkan pakaian yang akan mereka pakai nanti. Ia lebih baik mati dehidrasi daripada harus mati karena rasa malu karena saat ini ia tengah di pakaikan baju yeoja oleh eomma kejamnya. Bagaimana jika ada seseorang yang mengenalnya?

'Oh Sehun. Positif. Kau harus berfikir posisif. Ini adalah event papan atas, tidak mungkin ada teman-temanmu yang akan mau masuk ke dalam acara konyol ini hanya untuk melihat sekumpulan yeoja dan namja yang berlenggak-lenggok di atas panggung hanya untuk menunjukan pakaian yang mereka pakai.' Pikir Sehun.

Namun seketika bayangan Tao muncul dalam pikirannya. Walau bagaimana pun sahabat kecilnya itu adalah seorang fashion holic dan orang yang berkelas. Ia pasti rela masuk ke tempat konyol ini hanya untuk melihat model-model itu. Terlebih dengan fakta bahwa sahabatnya itu tidak pernah sekali pun melihat Sehun memakai pakaian yeoja akan membuatnya semakin merasa malu.

'Oh Sehun. Positif. Kau harus berpikir positif. Ingat! Tao akan ada pertandingan minggu depan. Itu berarti ia akan sibuk latihan. Tidak perlu panik.' Pikir Sehun kembali mencoba untuk positif.

Tapi walaupun begitu perasaan panik itu sama sekali tidak menghilang dari dalam pikirannya. Bagaimana ini? Bagaimana ini? Kenapa eommanya itu begitu kejam?

"Sehunnie~ sebentar lagi giliranmu turun." Panggilan eomma itu semakin membuat Sehun panik saja.

Dengan langkah lemas Sehun berjalan ke arah pintu masuk panggung, sebelumnya ia menatap gerang pada yeoja bersatus eommanya itu. "Aku benci eomma."

"Aku juga mencintaimu sweetty~"

Beberapa saat setelah model di depannya menaiki panggung, giliran Sehun untuk masuk dan berjalan di atas panggung.

.

.

.

Jongin menatap tiket masuk bertuliskan V.I.P di tangannya dengan heran. Eomma Sehun pagi-pagi sekali tiba-tiba datang ke rumahnya dan memberinya dua tiket bertuliskan 'International Fashion Week' tersebut padanya. Yeoja paruh baya itu –dengan nada yang jelas adalah nada mengancamnya- mengatakan pada Jongin bahwa ia harus datang dan setelah itu pun ia pergi dengan tergesa-gesa menuju ke dalam mobil audi hitamnya.

Sebenarnya Jongin merasa senang karena sepertinya eomma Sehun itu menyukainya, tapi apa yang membuatnya heran adalah 'Darimana ia tahu alamat rumah Jongin?' Seingatnya, yang mengetahui rumahnya hanya Sehun, Kris dan supir pribadi Sehun, Yoon ahjussi. Dan yang mengantar nyonya Oh tadi jelas bukan Yoon ahjussi ataupun Kris dan tidak mungkin itu Sehun.

Tapi Jongin dengan cepat menepis semua pemikiran negatif tentang eomma Sehun tersebut. Ia harus berpikir positif. Walau bagaimana pun itu adalah calon mertuanya. Ia harus selalu berpikir positif.

Kini Jongin menatap dua tiket itu bingung. Harus dengan siapa ia pergi ke tempat itu? Seketika pikirannya melayang pada Sehun. Baru saja ia akan menelpon namja manis pujaan hatinya itu, sebuah pesan dari nomor tak dikenal masuk. Dalam pesan itu tertulis

Jangan ajak Sehunnie. Ajaklah temanmu yang lain, hari ini Sehunnie pasti akan sibuk.

Oh Minri *maaf saya rada ngasal ngasih namanya*

Baiklah, Jongin benar-benar merasa bingung saat ini. Sekarang darimana yeoja paruh baya itu mengetahui nomor handphonenya? Tapi Jongin segera menghilangkan pikiran negatif itu. Mungkin Sehun yang memberitahunya.

Jongin kembali menatap dua tiket di tangannya. Sekarang dengan siapa ia harus pergi? Dan tidak lama nama sepupunya melintas dalam pikirannya. Seingatnya Taemin menyukai acara-acara seperti ini dan ia juga pernah mengatakan pada Jongin bahwa ia ingin pergi ke festifal fashion seperti ini. Dengan cepat ia menelpon sepupunya itu dan tak lama kemudian Taemin pun mengangkatnya.

Sepupunya itu terdengar sangat senang dan mengatakan bahwa ingin ikut dengannya. Dan setelah mereka menentukan akan memakai pakaian apa karena Taemin terus saja bersikeras bahwa mereka harus terlihat luar biasa akhirnya telpon pun di tutup.

Setelah cukup lama Jongin berdandan dan berdebat dengan noonanya tentang pakaian apa yang akan ia kenakan karena noonanya itu melihat tiket yang ia bawa, akhirnya pilihannya jatuh pada kemeja biru dan celana jeans abu-abu miliknya. Ia pun memakai sepatu hitam yang diberikan eomma Sehun padanya saat itu. Dan ia benar-benar terlihat perfect.

Tak lama Taemin pun datang menjemputnya. Dan tanpa Jongin kira sepupunya itu akan meminta appanya yang tengah berlibur itu untuk mengantar mereka.

"Maaf merepotkan ahjussi." ucap Jongin pada pamannya itu.

"Tidak sama sekali. Aku justru senang dapat mengantar kalian berdua."

Begitu sampai di mall yang terbilang sangat besar itu, Jongin dan Taemin berjalan dengan gugup beriringan dengan orang-orang yang terlihat sangat berkelas itu. Appa Taemin telah pulang sesaat setelah ia mengantar Jongin dan Taemin, padahal Jongin berharap ia dapat mengantar mereka sampai ruangan dimana acara itu berlangsung.

"Aku benar-benar gugup Kai." Tutur Taemin. Jongin disampingnya terlihat tak jauh gugup dari Taemin.

Mereka berdua pun duduk di bangku paling depan yang telah di tunjukan oleh staff disana. Mereka memandang orang-orang di sekitar mereka yang seolah berteriak 'aku-adalah-orang-berkelas' dengan setiap gaya pakaian mereka. Jongin juga dapat melihat designer-designer ternama duduk tak jauh dari mereka. Oh... Jongin benar-benar gugup dan pesimis sekarang. Kenapa juga ia datang ke tempat yang berteriak 'kelas atas' ini?

Tak lama setelah semua orang berkumpul, pertunjukan pun di mulai. Para model mulai berjalan di atas panggung, melenggak-lenggok dengan cantik dengan setiap pakaian elegan yang mereka kenakan. Dan harus Jongin akui semua model yeojanya sangat cantik, tapi tak ada yang secantik dan semenarik Sehunnya.

Semuanya terlihat asing dan membosankan bagi Jongin, berbeda dengan Taemin yang terlihat sangat ceria dan bersemangat. Sangat membosankan sampai muncul satu model yang mampu membuat Jongin terus memperhatikan model yeoja itu dari awal ia muncul sampai ia masuk kembali ke belakang panggung. Entah mengapa yeoja itu terlihat sangat manis walaupun ekspresiya sangat datar dan terkesan kaku. Dan entah mengapa yeoja itu terlihat sangat menarik, seolah Jongin pernah melihatnya di suatu tempat. Sangat menarik, hampir semenarik Sehunnya.

Riuh pikuk tepuk tangan penonton pun terdengar sesaat setelah acara itu selesai. Dengan terburu-buru Jongin berjalan keluar dari ruangan mewah itu, tak lupa ia juga menyeret sepupunya yang terlihat enggan keluar dari sana. Di sepanjang perjalanan Taemin terus mengoceh tentang bagaimana kerennya semua pakaian yang dikenakan para model itu. Jongin sendiri hanya bisa terdiam dan mendengarkan saja.

Tiba-tiba langkah Jongin terhenti tat kala ia melihat seseorang yang rasa-rasanya pernah ia lihat sebelumnya. Dimana ya? Seketika ingatannya tentang model yeoja yang menarik perhatiannya itu terbersit dalam otaknya.

Itu adalah model yeoja itu.

Tanpa pikir panjang, Jongin segera berjalan ke arah yeoja yang terlihat sangat manis itu. "Hei!" panggil Jongin.

Yeoja itu terlihat panik saat melihat Jongin. Ia terlihat menyembunyikan wajahnya di balik kerah bajunya yang cukup tinggi. Begitu Jongin sudah sangat dekat dengan sang yeoja, entah mengapa ia merasa pernah melihat wajah manis itu. Tapi dimana?

"Kau yang tadi menjadi model itu ya?" tanya Jongin mencoba berbasa-basi terlebih dahulu. Yeoja itu mengangguk.

Karena penasaran, Jongin semakin melihat dengan dekat wajah yeoja manis itu. Dan perasaan familiar itu muncul. Entah mengapa Jongin merasaka jantungnya berpacu cepat saat matanya sekilas menatap iris hazel sang yeoja, seperti yang ia rasakan saat ia melihat Sehun.

"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Jongin. Yeoja itu semakin menundukan kepalanya. Menyembunyikan wajah manisnya.

.

.

.

Hari ini benar-benar hari sial Sehun. Selain karena ia harus kembali berpakaian seperti yeoja, ia juga harus lupa melepaskannya disaat ia akan pergi ke toilet tadi. Jadilah ia terpaksa masuk ke toilet yeoja karena tidak mungkin ia masuk ke toilet namja kan?

Sepertinya sang dewa tengah membencinya hari ini karena tanpa ia duga Jongin dan Taemin datang ke festifal itu. Ia harus bersusah payah bersikap biasa di saat ia benar-benar ingin berlari kabur saja. Dan sekarang... ia harus bertemu dengan Jongin dan Taemin dalam keadaan seperti ini? Hell no!

"Kau yang tadi menjadi model itu ya?" tanya Jongin.

Sehun hanya bisa mengangguk sembari terus berusaha menutupi wajahnya di balik kerah bajunya yang lumayan tinggi itu. Jangan sampai Jongin mengenalinya. Tapi sepertinya doanya tidak terkabulkan karena namja tan itu justru semakin mendekatkan wajahnya dan semakin memperhatikannya.

"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?"

Damn! Pertanyaan itu! Apakah ini akhirnya? Apakah ini akhir dari seorang Oh Sehun?

"Sweety, kau ada disini rupanya! Aku mencari-carimu kemana-mana."

Bagai seruan penyelamatan, seruan dari suara seseorang yang begitu ia kenal membuat Sehun bersyukur dalam hatinya. Tak lama setelah itu seorang namja yang lebih pendek darinya itu merangkulnya mesra, tapi Sehun tidak keberatan karena tentu saja ia tahu bahwa itu hanya akting untuk menyelamatkannya.

"Maaf, jika tidak keberatan aku akan membawa kekasihku pergi. Permisi." Dan setelah itu namja yang lebih pendek dari Sehun itu menuntunya kembali ke ruangan fashion week itu tadi berlangsung. Begitu sampai di dalam ruangan pribadinya itu, Sehun pun langsung memeluk namja manis yang jauh lebih kecil darinya itu.

"LULU HYUUUNG! GOMAWOOO!"

Namja manis itu hanya tertawa mendengar penuturan namja yang ia anggap sebagai dongsaengnya itu. "Tentu. Lagipula sebagai hyung yang baik, aku akan selalu menolongmu Sehunnie."

Sehun tersenyum manis pada namja yang ia sebut sebagai Lulu hyung itu. "Ngomong-ngomong Luhan-hyung kapan kemari? Kok tidak memberi tahuku?" tanya Sehun penasaran.

"Aku baru sampai tadi pagi. Mianhae ne? Aku hanya ingin membuat kejutan untukmu. Dan lagi...kenapa kau berpakaian seperti ini lagi?"

Sehun merasa ingin menangis saja mengingat kejadian mengerikan tadi. "Eommaku~"

Luhan pun kembali tertawa bahkan sebelum Sehun menjelaskannya secara detail. Ia sudah paham betul dengan tingkah laku bibinya itu.

.

.

.

Tanpa terasa sudah seminggu lamanya semenjak kejadian dirinya yang kembali di dandani seperti yeoja oleh eommanya sendiri. Dan sudah seminggu lamanya ia berusaha untuk tidak terlalu dekat dengan Taemin terutama Jongin. Ia butuh waktu agar kedua namja itu melupakan kejadian itu.

Dan Sehun rasa hari senin nanti ia akan mulai bersikap seperti biasa lagi. Lagipula jika terus-terusan seperti itu bisa-bisa kedua sepupu itu akan semakin mencurigainya

Hari ini ia berniat pergi ke tempat pertandingan sahabat kecilnya itu. Ia sudah berjanji pada Tao bahwa ia akan mendukung Tao dengan semangat di barisan paling depan –karena memang tempat itulah yang Tao berikan padanya. Sehun sudah rapi dengan kaus putih dan jaket biru miliknya. Baru saja Sehun akan mengatakan pada Yoon ahjussi untuk mengantarnya ke tempat pertandingan Tao tiba-tiba telponya berdering. Nama Taemin tertera disana.

"Yeoboseo?"

"SEHUN-AH! JONGIN KECELAKAAN!"

oOo

TBC

oOo

Sorry fot the late upadate -_-

Dan saya juga minta maaf karena gak banyak moment kaihunnya karena well... feel kaihun saya akhir-akhir ini menghilang entah kemana. Soo... my other kaihun fic is abandoned too

Saya gak tahu kapan update lagi, berharap saja feel kaihun saya cepet baliknya.

Saya udah baca setiap reviewnya. Dan saya sangat menghargainya. Saya benar-benar senang membacanya. Semua review itu selalu memotivasi saya. So please... untuk meningkatkan semangat saya, mohon reviewnya.

For last

If you don't mind

Review please?