"Mengambil Mentor dari Luar Negeri dan Asisten dari Luar Pulau, Apa Kau tidak Keterlaluan Zam… memangnya Guru dari sini tidak cukup Baik bagimu ??!"
Kata kata dari Kepala Panitia masih terngiang di Telingaku. Rasanya baru kali ini, mendengar Orang terang terangan bilang Tidak suka.
Tapi entah kenapa Aku merasa Semua Kebencian dan Rasa Tidak Suka itu lebih ditujukan kepada Pak Zam daripada kepadaku.
"Maaf ya Reya, tadinya Aku ingin mengenalkanmu sebagai bagian dari Tim Kita, tapi Kamu harus mendengar semua ini!!"
"Ga papa kok Pak, Saya yang merasa tidak enak, karena Bapak harus mendapat masalah karena Saya!"
"Jangan khawatir, Ini bukan Salahmu!!... Kalau begitu Ayo, Aku akan mengenalkanmu secara Resmi kepada Anak anak!"
"Baik semuanya, perkenalkan ini Reya, Dia akan jadi asisten Bapak dan Laoshi!!"
Jadi laki laki aneh itu dipanggil Laoshi disini..
"Sudah ada satu Cewek merepotkan, kenapa nambah satu lagi sich Pak!"
"Apa maksudmu Dirga, siapa yang Kau maksud Cewek merepotkan!"
"Menurutmu ada berapa Cewek disini??!"
"Kurang ajar!!"
"Sabar Sabar Desyca!!" Ben menahan Desyca yang hampir saja mencakar Dirga.
"Dirga, jaga bicaramu, Bu Reya disini sama seperti Bapak dan Laoshi, jadi Kamu harus menghormatinya!"
Dirga menatap Tajam ke arahku.
"Neko!" Tanpa sadar Aku menggumamkan kata kata itu.
"Apa, Neko??" Dirga mengulangi.
"Itu artinya Kucing dalam bahasa Jepang!" Juna menjelaskan.
Dirga membelalak "Memang Benar Aku Neko, Aku sangat suka dengan Om Om, memang kenapa??!"
Aku Tersenyum "Kawaii!!"
"Eeh??!"
"Apa… Apa artinta Kak Juna??!" Desyca penasaran.
"Itu artinya… Cute!!"
Semua Mata membelalak..
"Bu Reya umur berapa??? Yakin bukannya masih anak SMA, soalnya bu Reya manis banget!!"
Wuah… Aku sampai bergidik mendengarnya… Ini rayuan jaman sekarang ya ???... Otak kolotku tidak sampai untuk mencerna…
"Baik cukup!!"
Tiba tiba Laoshi berdiri sedikit di depanku "Cukup sampai disini perkenalannya, Kau ikut Aku!!" Dia sedikit menengok ke belakang menatapku.
"Yach Laoshi… Aku belum selesai Bertanya !!"
"Reihan cukup, sekarang Kita akan mulai pelajarannya!!" Pak Zam mengambil alih.
Aku berjalan keluar bersama Laoshi.
"Kau ini kenapa bicara seperti itu pada Bu guru!!"
"Karena Bu Guru benar benar Manis, Wajahnya yang bersemu Merah … Lucu!!"
Wuaahhh… Tidak bisa ya mereka mengatakannya setelah Aku Keluar… Benar benar.
Aku tahu Aku bukan Guru Resmi ataupun Pembimbing asli… Aku hanyalah Asisten… tapi Aku harus tetap menjaga wibawa sebagai seorang Guru kan… paling tidak Aku harus bersikap sesuai Umurku.
"Aduh!!" Aku berhenti karena wajahku menabrak sesuatu. Aku mendongak dan Melihat Laoshi menatap Marah padaku.
"Segitu Senangnya dipuji sampai tidak melihat Jalan di depanmu… Tch!!"
Tanpa sadar, Kami sudah sampai di ruangan praktik.
"Ini !!"
Begitu Kami masuk ke dalam Dia menyerahkan selembar kertas.
"Ini adalah bahan yang akan dipakai habis ini, Siapkan, dan Aku akan mengawasi bagaimana Kau Bekerja!!"
Aku mengambil kertas itu dan membacanya dengan Teliti.
"Apa Kau baru Belajar Membaca, Kenapa begitu saja Lama sekali, Apa Kau pikir peralatannya akan melayang sendiri ke Meja, Ayo cepat!!"
Aku menyipitkan pandangan padanya, yang sudah Duduk dengan menyilangkan satu kaki dan mengamatiku seperti Raja mengamati Budaknya.
Aku menarik nafas 'Sabar… Sabar!!' Aku selalu mengingatkan diriku.
Aku mengamati Rak dan mencari bahan bahan yang dibutuhkan.
"Pak Zam sudah menceritakan apa yang terjadi barusan, Kau….. tidak apa apa??"
Sepertinya Dia susah menanyakannya, terlihat bagaimana Dia mengambil Jeda cukup lama… Apa ini yang dimaksudkan Simpati rekan Kerja… atau Pak Zam memintanya untuk menanyakan keadaanku… Karena sepertinya Dia bukan Orang yang Peduli… Dia bahkan terlihat Membenciku…
"Hei…"
"Kenapa ???... Kenapa Mereka Tidak suka pada Pak Zam ??"
"Apa ??"
"Saya tahu Mereka mengatakan semua itu karena Mereka tidak Menyukai Pak Zam, jadi apapun yang berhubungan dengannya jadi masalah!"
Dia Diam dan tidak menjawab pertanyaanku. Mungkin Dia berpikir Aku lancang.
"Itu masalah intern, Kau tidak perlu Tahu!" Nadanya dingin. "Kalau belum menjawab pertanyaanku, Kau tidak apa apa??"
Aku berbalik dan menaruh semua yang ada di daftar di meja sambil menjawab "Ini adalah masalah intern Saya, Anda tidak perlu Tahu!"
"Kau !!" Dia terdengar menahan Amarah. Dengan segera Dia bangun dan berbalik.
"Laoshi ??!"
"Apa!" Dia berteriak geram.
"Anda tidak akan mengecek pekerjaan Saya??!"
Dia mendesah dan berbalik berjalan mendekat, merampas kertas di tanganku dan melihat semua bahan di meja sekejap. Dia kemudian meremas kertasnya dan berbalik "Kau membuang buang waktuku!!" Dia melemparkan kertasnya ke dalam tong sampah di dekat pintu keluar dan pergi.
Aku berjalan ke tong sampah dan mengambil kembali kertas itu, kemudian berjalan kembali ke meja. Masing masing bahan untuk 7 orang. Jadi aku membagi baginya. Setelah selesai, Aku bermaksud untuk ke ruang kelas tapi Aku melihat sebuah nampan berisi makanan dan minuman. Aku berdiri di depannya, Ada sebuah notes kecil tertempel disana.
*Makan !!*
Hanya satu Kata itu tertera disana. Rasanya pernah melihat tulisan itu. Aku menengok ke arah kertas yang Aku bawa. Mengangkat dan melihatnya kemudian berpaling ke Kertas di nampan…. Sama !!!
'Dia Baik ya ternyata ???!... Aku tidak mengerti apa yang Dia pikirkan!!'
Aku mengambil kursi dan duduk di depan nampan dan menatapnya. Apa boleh kumakan ???... walaupun tulisannya sama, mungkin hanya kebetulan, tidak ada namaku disana… bagaimana kalau ini diperuntukkan untuk orang lain ???... Aku bawa Uang sich kalau seandainya Aku harus menggantinya, tapi… Cukup ga ya ??!
*Knock… Knock !!*
"Masuk!!"
Aku membuka pintu dengan kesusahan, untungnya pintu di buka dari dalam oleh Ben.
"Bu Reya??" Dia melihat nampan di tanganku.
"Terima Kasih!!" Aku berjalan melewatinya. Berdiri menghadap ke Laoshi "Maaf mengganggu, Itu…!" Aku melihatnya melirik ke arah nampan di tanganku dan terlihat terkejut dan penuh tanda tanya.
"Bu Reya apa itu??!" Reihan bertanya
Aku berpaling padanya "Ini, Nampan ini di taruh di ruang percobaan, karena Aku tidak tahu ini milik siapa dan Aku tidak yakin untuk memakannya, jadi Aku membawanya Kemari!!... Untuk Kalian saja!!" Aku menaruhnya di meja depan mereka.
"Kami sedang di tengah Pelajaran, Kenapa Kau malah membawa Makanan??!" Suara Laoshi terdengar menahan Amarah. Semua Murid jadi mengerut.
"Ah Maaf!" Aku mengambil nampannya kembali, melihat sekitar dan menemukan ada meja kosong di samping. Aku menaruh nampan disana "Aku akan menaruhnya disini, Kalian bisa memakannya nanti!"
Tiba tiba Laoshi berjalan mendekat dan berdiri tepat di depanku.
"Bawa kembali !!!"
"Eeh ???"
"Aku bilang bawa kembali ke Lab!!"
"Tapi.."
"Tapi apa ??!!!"
Dia mendesah melihat keraguanku.
"Makanan itu ditaruh disana kan, jadi pasti itu untukmu!!"
"Darimana Anda Tahu ???"
"Tentu saja Aku Tahu, karena Aku….!!" Setelah Dia Berteriak dan Berhenti mendadak suasana jadi hening.
"Terserahlah !!!... Mau Kamu makan atau Buang bukan Urusanku… Cepat Keluar, Kau mengganggu pelajaran!!"
"Maaf!" Aku berjalan keluar.
"Hei!!" baru beberapa langkah Dia memanggilku.
"Ya??" aku menengok.
"Kau… benar benar tidak akan memakannya??" Dia menunjuk ke arah nampan.
Entah kenapa… Aku merasa Aku sudah Rabun… Karena Aku tidak yakin dengan yang Kulihat… Aku rasa Aku Salah… tapi Aku melihat Kekecewaan di Matanya.
Saat itu tiba tiba rasa Bersalah mulai menguasai. Aku berjalan kembali. Mengambil Jus Jeruk dan Meminumnya dalam sekali Teguk.
"Haah!!" Aku menaruh gelasnya kembali ke nampan.
"Aku tidak suka Makan Sendiri, Terima kasih!"
Apa yang Aku lakukan, Kenapa Aku menjelaskannya padanya… Memangnya Dia mau Mendengarkan… Paling Dia hanya akan Berteriak dan Marah marah seperti biasanya… tapi Tidak… bahkan sampai Aku Keluar… Dia Diam…
'Apa Aku telah Mengatakan sesuatu yang Salah…. Entah kenapa saat Dia Diam saja… itu malah membuatku Khawatir!!'
Aku berhenti tiba tiba 'Tunggu… Kalau memang Makanan itu darinya… bukankah, seharusnya Aku memberikan sesuatu sebagai gantinya???... Ucapan Terima kasih ???... Tapi bagaimana kalau Aku salah… bukankah Dia akan salah paham… Rasanya tidak perlu memperburuk hubungan diantara Kami yang sudah tidak Terselamatkan… Tapi entah kenapa Hati Nuraniku tidak bisa melepaskan hal ini begitu saja… Hmmm ???!!!
"Reya!!"
Aku berbalik "Pak Zam!!"
"Apa yang Kau lakukan disini??"
"Aah itu…" Tunggu dulu "Pak Zam sibuk ??"
"Hmm ??" Dia terlihat bingung.
"Saya mau minta tolong !"
Yanjie POV
"Hari ini, Laoshi lebih seram dari biasanya kan???"
"Reihan Aku mendengarmu!!"
"Bagaimana Dia bisa mendengarnya??"
"Aku masih bisa mendengarmu, Apa Kau minta Tugas Tambahan???"
"Tidak, Tidak Laoshi!!" Dia menggeleng dengan Keras.
Ini semua kesalahannya… Kenapa Dia selalu saja membuatku Kesal… padahal Aku mengkhawatirkannya, setelah mendengar Dia mendapat kata kata Tajam dari kepala Panitia… tapi Dia malah tidak mempedulikanku…. Kenapa juga Aku mengkhawatirkannya…
Dan kenapa Dia harus Tersipu malu malu ketika Reihan menggodanya… Huuaahh… Menyebalkan… Kenapa Aku harus Sebal sich… Aku ini Bodoh ya ???
"Kenapa Kau Senyam senyum Des??"
"Tadi, waktu Aku kembali dari Toilet, Aku melihat Pak Zam dan Bu Reya bersama, Suasanya… hmmm… sepertinya ada sesuatu diantara mereka!!"
*BRAAK !!*
Semua Murid langsung Diam dan menegang.
"Apa latihan ini terlihat seperti Main main bagi kalian, sehingga kalian sempat untuk menggosip??"
Desyca menggeleng.
"Kalau begitu cepat kerjakan!!!"
"Ya Laoshi!!"
Kenapa ???... Apa yang mereka Lakukan Berdua ???… Kenapa Aku Peduli ???... Bukan urusanku.
"Baik, Kita istirahat dulu, Ayo Makan Siang!!"
"Baik Laoshi!!"
Kami semua keluar dari Ruangan. Dan Aku Terkejut ketika melihat Pak Zam dan Reya di depan ruangan kami.
"Ooh, Kalian Mau Makan Siang??"
"Ya Pak Zam, Kencannya sudah Selesai Pak??"
"Kencan ???... Kencan apa???"
"Tadi Aku lihat Kalian Berdua??!" Desyca menunjuk bolak balik antara Pak Zam dan Reya.
Aku tidak mau mendengar jadi Aku berjalan duluan, tapi…
"Bukan… Aku hanya membantu Bu Reya membeli sesuatu!!"
"Aah… awalnya kan begitu!!"
Aku meninggalkan Mereka di belakang.
"Laoshi!!"
Aku berbalik dan melihat Reya berdiri di belakangku. Dia berjalan mendekat kemudian menyodorkan sesuatu padaku… Cokelat ???
"Apa ini??"
"Hmm… Ucapan Terima Kasih!!"
"Untuk apa ??"
"Untuk Makanan tadi"
"Aku tidak mengerti maksudmu"
'Bagaimana Dia tahu Makanan itu dariku ??'
Seakan menjawab pertanyaanku, Dia mengeluarkan sesuatu dan menunjukkannya padaku.
"Tulisan nya sama !!" Dia mengangkat Dua kertas di hadapanku.
Mataku membelalak… memangnya Dia Detektif… tapi Kenapa Aku Merasa Bahagia ????
"Kenapa Kau menyimpan hal hal seperti itu ??"
"Kebetulan saja, jadi Terima Kasih!!" Dia mendekatkan Cokelatnya.
"Kau bahkan tidak memakan Makanannya!!"
Tunggu dulu… Kenapa Aku Merajuk.
"Karena Aku tidak Yakin itu dari Anda… tapi sekarang Saya Tahu!!"
"Apa… jadi Kau!!" Dia menjebakku.
"Kau tidak memakannya, bagaimana Aku bisa menerimanya!!"
"Tapi Aku terlanjur membelinya… Aku bahkan merepotkan Pak Zam untuk membantuku!!"
"Jadi itu bukan Kencan??"
"Kencan??"
"Desyca melihatmu bersama Pak Zam tadi… itu karena Kau ingin Membeli ini .?!"
"Iya!!"
Aku langsung mengambilnya "Lain kali jangan minta tolong pada Pak Zam, Kalau Kau membelikan untukku, seharusnya Kau membelinya bersamaku, kan Aku yang lebih tahu seleraku sendiri, Tidak, bahkan jika Kau Mau membeli apapun, Aku bisa membantumu, Seleraku itu Bagus, jadi pasti Tidak Salah!!"
"Tapi Anda sama sama Turis disini seperti Saya, lagipula Rasanya jika mengikuti Selera Anda, Rasanya Saya Tidak akan bisa membeli apa apa!!" Dia melihatku dari atas ke bawah.
"Haish… Aku juga bisa menyesuaikan Levelmu Tahu!!"
"Level Saya ya??" Dia berjalan melewatiku.
"Hei Aku belum selesai bicara, Kau mau kemana… Apa Kau tidak tahu Sopan Santun !!... Hei!!"
Malam Harinya
Aku memegang Cokelat yang Dia berikan dan Tersenyum… Aku benar benar Bodoh..
Tapi omongannya waktu Makan siang tadi cukup menggangguku…
"Benda apa yang Aku Sukai??"
"Ya??... Sesuatu yang tidak Cepat Habis!!"
"Kau mau memberikan sesuatu lagi padaku??... Apa ini belum cukup??"
"Saya Rasa, Saya masih Berhutang satu hal lagi pada Anda??"
Apa yang Dia maksudkan dengan Satu Hutang lagi ????
"Hey Jie !!"
"Ya!!" karena Terkejut, Aku Berteriak, melemparkan Cokelat itu masuk ke dalam Tas dan berdiri dengan Tegak menghadap Pak Zam.
"Kau Mau Mandi Sekarang??.. Apa yang Kau lakukan sampai Terkejut seperti itu??... Nonton Bokep ya??"
"Tidak !!... Ya Saya Mandi!!"
"Oh ya Jie!!"
"Ya??"
"Aku tidak Menyangka bahwa Kau akan bilang bahwa Kau yang merekomendasikannya untuk Bekerja disini"
"Apa maksud Bapak???... Saya tidak mengatakan apa apa??"
"Eeh ??... Kalau begitu tadi Siang??"
"Mau memberikan sesuatu untuk Jie??"
"Iya, Saya berhutang Terima kasih padanya!"
"Jadi Anda Tahu??"
"Ya!"
"Bagaimana Anda Tahu bahwa Jie yang merekomendasikan Anda pada Saya ??? Saya fikir Dia tidak akan pernah mengatakannya ??!"
"Laoshi yang merekomendasikan Saya??"
"Ya!"
Aku menepuk jidatku 'Jadi itu yang dimaksudkan !!'
"Hey Jie, Apa Aku mengatakan yang Salah ??"
"Tidak Pak… Bapak tidak Salah… Begini juga Tidak Buruk!!"
"Eeh??"
"Terima Kasih Pak!!" Aku menepuk pundaknya dan berjalan melewatinya.
"Sama-sama!" Dia menggumam Bingung.
