Umbrella X Sword (OkiKagu Drabbles)
by Collaboration of Shiroyasha Shena & D.N.A. Girlz
Gintama by Sorachi-sensei
We just own this fic, the prompts are from the OkiKagu Event on LINE & FB. The disclaimer belongs back to its own.
Warning: Fourth chap—NEED SOME LOVE, SILLINESS, AND DUMBASS OOC!
Pairing: Okita X Kagura 4EVER (+ Kondo & Hijikata as the side charas)
Rating: T+
Genre (this chapter): Romance/Comedy/Random
Asli dari pemikiran author. Jika iya, itu dikarenakan oleh ketidak sengajaan, mohon dimaklumi. Kalau ada typo, kritik dan saran, tolong bilang ya~
Long Live Gintama Fandom and be creative in any supporting way ^_^
Suka tapi mau review? Yah silahkan review x3
Suka tapi gak mau review? Silahkan Fav~ :D
Gak suka tapi mau review? Ampun jangan flame xC
DLDR! WDGAF LOL
Happy reading guys~
BGM for this Chapter: Seventeen – Adore U
.
.
.
Apa yang akan kalian lakukan kalau salah satu orang yang kalian kenal tiba-tiba berubah sifatnya?
Seperti yang sebelumnya cuek dan dingin—tiba-tiba menjadi riang, atau pun sebaliknya.
Kalau diberi pilihan, reaksi apa yang akan kalian pilih?
Menerimanya begitu saja—atau malah ketakutan karena perubahan drastis itu lalu menjauhinya?
Setiap orang pasti memilih hal yang berbeda.
Tetapi untuk masalah yang ditimpa, Kagura lebih memilih pilihan yang kedua.
Gadis Yato berambut jingga tersebut sedang merasakan rasa takut sekaligus bingung—karena Sadist yang dikenalnya bersikap aneh akhir-akhir ini.
Setiap bertemu di jalan, Kagura pasti langsung melesat dan berlari sejauh mungkin untuk menghindari Sougo. Dia tidak mau bertemu Sougo selama orang itu masih bersikap aneh.
Terus apa yang dimaksud Kagura kalau Kapten Divisi 1 Shinsengumi itu bersikap aneh?
Apa Sougo tiba-tiba menjadi seorang masokis alias M? Atau dia justru jadi menyukai Hijikata Special?
No. Nein. Non. Nada.
Tidak—Bukan. Bukan itu.
Yang dimaksud Kagura adalah; perubahan sikap Sougo yang tidak pernah lagi mengajaknya bertarung, mengejeknya, atau pun menjahilinya.
Dia akhir-akhir ini selalu menatap Kagura dengan tatapan yang tidak bisa dijelaskan apa artinya.
Orang itu selalu tersenyum—bukan senyum licik seperti biasanya; melainkan senyum bodoh yang sangat tidak cocok untuknya.
Aneh, bukan?
Aneh sekali.
Kagura merasa geli—maka karena itulah, dia sudah menghindari Sougo selama lebih dari seminggu.
Dia itu kenapa sih, pikirnya sambil terus menelusuri jalanan Edo bersama anjing kesayangannya, Sadaharu.
Kagura terus berjalan bersama anjing piaraannya sambil mengemil Sukonbu kesukaannya. Dia sekali-kali mengelus kepala Sadaharu dan bermain kejar-kejaran bersama. Secara tidak sadar kini dia malah berjalan di depan markas Shinsengumi.
Gadis Yato itu berhenti di tempat sebelum memperhatikan ke sekeliling—berharap kalau Sougo sedang tidak ada di dekat markas. Setelah memastikan bahwa si Sadist yang dia maksud tidak ada, Kagura menghela nafas lega.
Dia berniat untuk kembali—sebelum suara yang sangat familiar terdengar dari belakangnya.
"China."
Kagura seketika bergidik.
Tanpa menoleh ke belakang, gadis itu langsung menaiki sang piaraan—memerintahkan Sadaharu untuk berlari.
Namun sialnya, baru saja Sadaharu berlari beberapa langkah—Sougo melemparnya dengan katana—yang masih ditutup sarungnya—tepat dikepalanya.
Kagura terjatuh dari atas sang anjing—dengan kepalanya mendapatkan hadiah sambutan dari jalanan di bawahnya alias terbentur.
Double hit on the head.
"Arghh! Sialan! Kenapa ini terjadi kepadaku-aru?! ringisnya sambil berguling-guling di tanah dengan tangan menyentuh kepalanya yang sakit.
Sougo melangkah mendekatinya.
Dia menatap Kagura datar.
Kagura pun membalas tatapan Sougo.
Mereka saling tatap menatap—entah berapa lama. Kagura sedikit sweatdrop, curiga kalau pemuda Sadist itu akan melakukan sesuatu yang aneh.
Firasatnya mengatakan hal itu akan terjadi tak lama lagi.
Hal aneh apa yang akan dia lakukan?!
Batin Kagura dalam dilema—antara lari atau menonjoknya habis-habisan.
Sougo berjongkok, dia masih tetap menatap Kagura datar. Senyuman kecil terukir di wajah tampannya.
Rasa bimbang dan gelisah mulai dirasakan Kagura.
Apa lagi ini? Apa yang akan dia lakukan?
Firasat buruk yang dirasakan Kagura bertambah besar.
Dan benar saja, dalam detik ini pembaca membacanya—terjadi sebuah hal yang sangat, sangat tidak masuk akal.
"Apa kau terjatuh dari Surga, China? Karena wajahmu terlihat begitu kacau." Sougo berkata dengan senyuman sok manis—seperti gula batu—yang sangat tidak cocok dipakai oleh pangeran Sadist.
CRACK
Kagura bisa merasakan tubuhnya retak semua karena perkataan yang baru saja keluar dari mulut Sougo.
Heh?
Dia kenapa?
Apa kepalanya terbentur sesuatu?
Sepertinya aku harus bertanya ke Toshi dan Gorila-aru, pikirnya.
Kagura menatap Sougo heran. Dia tepuk keras pipi Sougo dengan kedua tangannya.
"ADUUHH—Sakit, dasar bodoh!" protes Sougo sambil melepaskan tangan Kagura dari wajahnya.
"Sadist, apa kau sehat?" tanya gadis itu datar.
Yang dimaksud malah memiringkan kepalanya bingung, tidak mengerti kenapa Kagura bertanya seperti itu.
Sougo berdiri dan mengambil katananya yang sebelumnya dia lempar.
"Tentu saja aku sehat." jawabnya singkat sambil mengulurkan tangannya ke Kagura.
Gadis Yato berambut jingga itu menerima uluran tangan Sougo dan berdiri, membersihkan baju orientalnya yang kotor sebelum menatap lurus manik rubi Sougo.
"Sadist, apa Toshi dan Gorila ada di dalam? Aku ingin menanyakan sesuatu kepada mereka-aru."
"Untuk apa kau bertemu mereka, China? Dan aku pikir mereka masih berpatroli."
Kagura terdiam sejenak. Mungkin dia bisa datang lagi nanti.
Yosh.
"Begitukah? Kalau begitu aku pulang. Gin-chan dan Shinpachi pasti mencariku-aru."
Kagura berbalik dan berniat untuk pulang ke Yorozuya, namun Sougo menarik leher baju Kagura dari belakang kuat—membuat sang empunya sedikit tercekik.
"Ughh—Apa yang kau lakukan, Sadist?! Kau mau membunuhku, haa?!" teriak Kagura yang masih ditarik bajunya oleh Sougo.
"Kau pikir kau mau kemana, China? Temani aku hari ini." ucap Sougo dingin.
Dia menggeret Kagura masuk ke markas Shinsengumi, membawa gadis Yato itu ke ruangannya—sebelum melempar tubuh Kagura yang terbilang kecil itu ke atas tatami dengan kasar.
"Oi, sadist! Sialan kau, ya! Sudah mencekikku, menggeret, terus melemparku. Apa mau mu, haaa?!" Kagura menarik baju pemuda Sadist itu dan menatapnya kesal.
Dia emosi. Siapa juga yang tidak akan emosi kalau diperlakukan kasar seperti itu?
"Aku hanya ingin bersamamu, China." Sougo menjawab sambil menyentuh lembut tangan Kagura.
"Suara di kepalaku memberitahuku untuk berbicara denganmu." sambungnya dengan wajah memelas seperti tak biasanya.
BLUSH!
Kagura membelalakkan mata birunya, semburat merah terlihat di wajah.
Sebenarnya dia geli mendengar Sougo berkata sok romantis seperti itu—tapi di sisi lain, hati kecilnya pun bahagia. Tidak biasanya seorang Okita Sougo—mengucapkan gombalan-gombalan seperti sekarang ini? Kata kata yang selalu keluar dari mulut pangeran Sadist sebelumnya hanyalah ejekan dan godaan yang selalu membuat Kagura kesal.
Dia mencoba untuk memalingkan muka ke arah lain, namun Sougo menangkup pipinya dengan kedua tangan, membuat Kagura menatap sang pemilik manik rubi. Perlahan dia dekati wajahnya dan menatap lurus manik safir itu dari dekat.
"Matamu biru seperti laut, China. Aku bisa terus tenggelam di dalamnya."
AAAAAHHHHHH! HENTIKAN SEMUA INI!
Kagura mendorong dada pemuda itu sambil tersedak dan batuk tanpa henti.
Sudah dia duga kalau Sadist yang sekarang ini benar-benar aneh!
Pasti sesuatu terjadi!
Gadis Yato itu makin mendorong dada Sougo agar pangeran Sadist itu menjauh darinya.
Aku harus menanyakannya langsung ke Toshi dan Gorila-aru, batin Kagura. Dengan cepat, dia melesat keluar dan menjelajahi semua ruangan disana. Ia hiraukan tatapan bingung para anggota Shinsengumi karena Kagura asal membuka ruangannya.
"Gorilaaaaa! Toshiiiiii!"
Teriakan Kagura bergema di setiap sudut koridor—berharap salah satu orang yang dia sebut namanya menyahut atau muncul di hadapannya.
Beruntungnya Kagura, si penggila Mayones dan Gorila Stalker muncul tak jauh dari belakangnya—baru pulang dari patroli.
"Wah! Kenapa kau ada disini, China Musume?" tanya Kondo sambil menghampiri Kagura.
Gadis Yato itu menoleh sambil bermuka harap, bersyukur karena Dewi Fortuna berada di pihaknya.
Kagura menepuk pundak bidang milik Komandan Shinsengumi itu dengan keras.
"Gorila, orang Sadist itu kenapa-aru?! Dia aneh. Sangat aneh! Dia mengatakan hal-hal yang tidak masuk akal-aru." ucap Kagura panik. Dia guncangkan tubuh Kondo dengan tenaga dalam—uhm,maksudnya dengan cepat.
Dia tidak akan berhenti sampai ada yang memberitahunya alasan kenapa Sougo menjadi seperti itu.
"Tenanglah, China Musume. Kita bicarakan ini di ruangan Kondo-san." sahut Hijikata, mencoba menenangkan gadis Yato itu.
Kagura berhenti mengguncang-guncangkan Kondo dan menatap serius Hijikata. "Kau tahu sesuatu, Toshi?"
Hijikata mengangguk singkat dan mengisyaratkan Kagura untuk mengikutinya ke ruangan Kondo.
.
.
.
[Ruangan Kondo…]
Kagura duduk berhadapan dengan Kondo dan Hijikata. Ruangan itu hening sampai Kondo membuka pembicaraan.
"Jadi, kau bilang Sougo bersikap aneh, China Musume?"
Kagura mengangguk.
"Bisa kau jelaskan sikap aneh Sougo itu?" tanya Hijikata sambil menghisap Mayoboronya.
"Ya… Akhir-akhir ini si Sadist itu aneh sekali-aru. Dia sudah mulai tidak pernah mengajakku untuk bertarung, mengejek—atau menggodaku pun tidak sama sekali."
"Hee… Jadi kau ingin Sougo menggodamu? Aku tidak menyangka kau akan mengatakan itu." Hijikata merespon dengan senyuman jahil.
Wajah Kagura seketika memerah—mendadak salah tingkah.
"B-bukan itu maksudku, Toshi! Yang aku m-maksud—Sadist tidak bersikap seperti biasanya!" Kagura menunduk malu sambil mempermainkan jarinya. Dia salah bicara.
Ya ampun, jadi malu!
"Hmm… Tapi, bukannya bagus Sougo tidak menjahilimu lagi? Mungkin dia ingin dekat denganmu, China Musume—"
"TIDAK BAGUS SAMA SEKALI-ARU!" sergah Kagura dengan cepat; tanpa ada jeda titik dan koma. Dia menggebrak keras tatami ruangan Kondo, membuat barang barang milik Kondo berjatuhan.
"Dari reaksimu itu bisa dikatakan kalau kau memang ingin di goda Sou—"
"Berisik Toshi!"
Kagura memotong perkataan Hijikata dan menggebrak tatami sekali lagi.
Alhasil pintu shoji ruangan Kondo lepas dari tempat seharusnya. Kondo dan Hijikata menatap pintu yang malam itu sweatdrop.
Sebegitunyakah responnya terhadap perlakuan aneh Sougo pada Kagura?
Entahlah, Hijikata dan Kondo Cuma bis berdo'a mereka akan baik-baik saja. Senior yang baik.
"Aku geli dengan sikap Sadist yang sekarang-aru… Dia terus mengatakan kata-kata gombalan dan bersikap sok romantis. Membuatku ingin muntah. Bleghh..." kata Kagura sambil mengeluarkan lidahnya, tanda jijik.
"Benarkah? Kau geli—atau malah menyukainya?" goda Hijikata.
Sepertinya sifat tengil Gintoki dan Sougo sudah menular kepadanya.
"Sudah, sudah, Toshi—Jangan menggodanya." Kondo menghela nafas panjang dan menatap serius Kagura.
"China Musume, Sougo bersikap seperti itu dikarenakan dia dihipnotis oleh Amanto; yang menjadi tersangka perayuan serta pelecehan para perempuan di Edo. Dua minggu kemarin, Shinsengumi bertugas untuk menangkap Amanto tersebut." jelas Kondo panjang lebar memulai penjelasannya.
.
.
.
FLASHBACK…
Malam itu, Shinsengumi tengah berpencar dan mencari pelaku pelecehan yang sudah meresahkan para warga di Kabukichou, khususnya perempuan. Dengan sigap, Divisi 1 Sougo bergerak dan berhasil mengepung pelaku pelecehan tersebut.
Anak buah Sougo menahan kedua tangan Amanto yang dimaksud agar tidak lepas lagi.
"Heh, kau terlihat bodoh sekali, Tuan Tersangka. Apa kau sebegitu inginnya mendapatkan perempuan bumi, ha?" sahut sang kapten dengan senyuman jahat, berdiri tegap di depan Amanto itu dan menatapnya dingin.
"Sialan kau, Okita Sougo! Aku akan membalasmu!" Amanto itu berteriak dan sedikit memberontak dari genggaman anak buah Sougo.
"Lakukan saja." Sougo menjawabnya singkat tanpa ada rasa takut sedikit pun.
Okita Sougo takut? Hahaha tidak mungkin, bukan?
Amanto itu berhenti berontak dan tersenyum licik. Dia tatap mata Sougo dengan pandangan kuat—cahaya terang bersinar dari matanya.
Seketika kepala Sougo sedikit terasa berputar, seperti dia mendengar suara di kepalanya.
'Kau akan menjadi perayu, Okita Sougo. Kau akan terus merayu orang yang kau sukai sampai perempuan itu membalas cintamu'
DEG
Sougo memegang kepalanya sejenak dan tersenyum sadis ke Amanto di hadapannya, "Aku tidak akan terpengaruh oleh kata- kata sampahmu itu." ujarnya dengan sangat yakin.
Dia tidak tahu—kalau perkataan Amanto itu akan berpengaruh besar di dalam kehidupan sehari-harinya.
FLASHBACK END
.
.
.
"Sougo hanya menceritakan kalau dia dihipnotis saja kepadaku, China Musume. Dia sangat yakin, hipnotis Amanto itu tidak akan berpengaruh kepadanya. Aku juga mempercayai itu karena Sougo masih bersikap seperti biasanya kalau di depan kami."
"Tapi, sepertinya dia sendiri tidak menyadarinya Kondo-san." sela Hijikata yang masih menghisap rokoknya.
"China Musume, hipnotis itu berpengaruh kepada Sougo karena dia tertarik padamu."
DEG
Pernyataan Hijikata membuat Kagura terbungkam.
Sougo tertarik kepadanya? Itu tidak mungkin.
Aku dan Sadist hanya menganggap satu sama lain sebagai rival, mana mungkin begitu, batin Kagura.
Tetapi apakah itu benar?
Kagura pun tak tahu. Hatinya memang terkadang berdetak cepat ketika bersama Sougo—tapi bukanya itu hanya karena Kagura bersemangat?
Dia tidak menyukai Sougo, 'kan?
Itu tidak mungkin. Pokoknya tidak mungkin!
Selagi Kagura sibuk berdebat dengan perasaannya sendiri, orang yang dari tadi menjadi bahan pembicaraan mereka muncul.
"China, kenapa kau ada disini? Aku mencarimu." sahut Sougo yang baru datang sambil bersandar di tiang pintu yang sudah rusak.
Semuanya menoleh ke arah sumber suara.
"S-Sadist?! K-kenapa kau ada disini?!" pekik Kagura dengan kagetnya. Dia bergeser dari tempatnya duduk dan menciptakan jarak yang lumayan jauh dengan Sougo.
"Karena ketika aku lewat, ada suatu bau yang terhirup oleh hidungku—ternyata itu kau, berbau seperti sampah. Bolehkah aku mengambilmu?" kata Sougo datar.
.
.
.
Hening.
Hijikata menatap Kondo dengan muka bengong.
Kondo menatap Hijikata dengan muka cengo.
Sougo menatap Kagura dengan datar bak papan triplek.
Kagura menatap tatami dengan muka warna kepiting rebus.
Sementara Author menatap layar hp. #slap
Oke kembali ke cerita.
"PFFT—"
Seketika ruangan itu dipenuhi dengan tawa Kondo dan Hijikata yang tertawa terbahak-bahak hingga berguling di lantai karena perkataan Sougo.
Kagura menunduk malu dan wajahnya sepenuhnya memerah.
Dia sangat malu.
"BERHENTI TERTAWA, KALIAN BERDUA! GORILA! TOSHI!" teriak Kagura keras kea rah mereka. Dia menutup wajahnya dengan tangan.
"Hahahahaha… A-Aku tidak menyangka—kalau Sougo akan berkata seperti itu!" ucap Kondo di sela tawanya. Pria paruh baya itu memgang perutnya yang mulai terasa sakit akibat tertawa tidak berhenti.
"Hahahahaha—Kau benar, Kondo-san! Se-Seharusnya kita rekam perkataan Sougo tadi!" Hijikata tertawa hebat sambil memukul-mukul tatami tak henti-hentinya.
"Berhenti tertawa! Kalian lihat kan?! Sadist sangat aneh-aru! Aku sudah bilang 'kan dari awal!" Kagura menunjuk Sougo, membuktikan kalau perkataannya tentang Sougo bersikap aneh adalah benar.
Yang bersangkutan malah menatap Hijikata dan Kondo heran.
"Hijikata-san, Kondo-san, kenapa kau tertawa seperti itu? Apa ada hal aneh yang terjadi disini?" tanyanya yang tak biasanya bernada polos—membuat Hijikata dan Kondo tertawa lebih hebat lagi.
Ingat, Sougo tidak menyadari kata-katanya.
"Toshi, Gorila, bantu aku-aru!~ Bagaimana cara aku mengembalikan si Sadist ini seperti semula?"
Kagura bertambah bingung. Dia harus mengembalikan Sougo seperti semula secepatnya.
Kalau tidak, dia bisa mati karena sudah tidak tahan akan kegelian serta gombalan menjijikan pangeran Sadist tersebut.
Hijikata dan Kondo perlahan-lahan berhenti tertawa selang beberapa belas detik kemudian. Mereka menarik nafas sebelum menjawab pertanyaan Kagura.
"China Musume, mungkin kau harus membalas kata-kata romantis Sougo, hah? Seperti yang dibilang Kondo-san—mungkin itu satu-satunya jalan." ujar Hijikata sambil menahan agar tidak tertawa lagi.
Kondo mengangguk, setuju dengan perkataan wakil komandannya. "Hehe… Toshi benar. Coba kau balas kata-kata Sougo, mungkin dia akan kembali normal seperti semula—dan kalian bisa bertarung lagi."
Gadis berdarah Yato itu menghela nafas. Tidak ada cara lainkah? Kalau memang hanya itu caranya, mau tidak mau, dia harus melakukannya.
Kagura beranjak dari tempatnya dan berjalan mendekati Sougo.
Dia tatap manik rubi terang Sougo dengan sedikit serius.
"Ada apa, China?" Sougo menatap balik manik safir bening Kagura.
Di belakang mereka, Hijikata dan Kondo diam-diam memperhatikan mereka berdua—seperti paparazzi yang tidak ingin ketinggalan kesempatan emas mendapatkan pemandangan artis yang sangat langka.
Sepertinya J-dorama baru akan segera rilis—berjudul 'Cintaku Bagaikan Gombalan Garingmu'. Tayang di saluran TV Kabukichou setiap hari weekend. Segera!
Oke, lanjut.
Kagura melirik kedua atasan Shinsengumi itu dari ujung matanya.
Aku tidak bisa mengatakannya disini!
"Sadist, kita ke ruanganmu lagi saja." ajak Kagura sambil menarik Sougo menjauh dari ruangan Kondo. Dia menghiraukan teriakan kecewa dari paparazzi yang tidak mendapatkan pemandangan yang mereka inginkan.
Saat berjalan, Sougo hanya terdiam sambil menatap punggung Kagura—yang terbungkus pakaian merahnya, terlihat seksi di mata rubinya.
Aku ingin menyentuhnya, pikir Sougo.
Maksud hati ingin memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai—Maksud hati ingin memelik sang pujaan hati, apadaya jaraknya kejauhan.
Eaa.
Setelah berjalan sekitar dua menit, mereka berdua sampai di ruangan Sougo.
Kagura duduk di tatami sambil menatap Sougo yang masih berdiri.
Dia mengisyaratkan Sougo untuk duduk dan pemuda itu pun mengikutinya.
"Tadi kau kabur dariku, dan sekarang kau yang mengajakku kesini?"
Sougo duduk di hadapan Kagura—dan tanpa melepas pandangannya dari gadis Yato yang ada di hadapan.
"Hmm... S-Sadist, boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Kagura sambil menunduk memainkan jarinya terus-menerus karena gugup.
"Tanya saja... Aku akan mendengarkan."
"A-apakah... kau me-... menyukaiku, Sadist?"
Kagura terbata-bata, wajahnya memerah sampai ke telinga.
Sougo mengerjap-ngerjapkan matanya, mencoba untuk mencerna pertanyaan Kagura di kepalanya, sebelum tersenyum dan mengangkat dagunya dengan lembut.
"Dengarkan aku China, aku hanya akan mengatakan ini sekali."
Sougo menarik nafas panjang.
"Meskipun di bumi ini tidak ada gravitasi, aku akan tetap jatuh cinta padamu."
DEG
Kagura terpaku menatap Sougo dengan wajah terbelalak.
Eh apa? Apa tadi? Apa dia baru saja menyatakan perasaannya kepadaku?
Batin Kagura berteriak dengan kekagetan yang membahana dalam sanubari—
bahwa rivalnya menyatakan perasaannya dengan kata-kata romantis seperti itu?
Apa dia benar-benar si Okita Sougo? Meskipun itu karena hipnotis dari Amanto, seharusnya itu tidak akan berpengaruh kalau Sougo membencinya—
—tapi Sougo malah terpengaruh dan menyatakan perasaannya seperti sekarang.
Apa dia benar-benar mencintaiku?
Kagura memalingkan muka ke arah lain, berusaha sekuat tenaga agar detak jantungnya tidak terdengar oleh Sougo yang menatap intens.
Bodohnya dia karena sudah salah tingkah karena pernyataan cinta Sougo.
Tapi mau bagaimana lagi? Jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, Kagura pun sebenarnya menyimpan perasaan ke pangeran Sadist yang selalu mengganggunya itu.
Karena itulah, Kagura harus segera mengembalikan Sougo seperti semula.
Itu semua agar keseharian mereka yang diisi dengan pertengkaran dan adu mulut bisa kembali.
Agar Kagura merasa tenang.
Dengan membulatkan tekad, Kagura akan mengungkapkan perasaannya juga—berharap kalau pemuda Sadist yang dicintainya itu akan kembali seperti semula.
Ya, dan dia akan melakukannya.
"S-Sadist, mungkin aku tidak akan bisa membalas kata-kata romantismu itu-aru... Tapi aku bisa menjadi yang terbaik untukmu."
Uhukkk.. Uhukk.. Author mendadak batuk.
Oke lupakan.
Kagura mengatakannya dengan wajah yang sudah persis seperti warna kepiting yang direbus dengan air panas.
Merah semerah-merahnya.
SIIIIIINNNNGGGG
Hening beberapa detik.
Sougo mengedip-ngedipkan matanya. Dia seperti baru tersadar dari sesuatu.
Huh? China? Kenapa dia memerah seperti itu?
Pikirannya bingung karena situasi yang baru dia ketahui.
Kagura melirik Sougo sesekali, ingin mengetahui bagaimana reaksi pemuda bersurai coklat pasir itu.
Saat itu juga, ia mencoba untuk menyimpulkan situasi saat ini didalam kepalanya.
Posisi Sougo yang mengangkat dagu Kagura, jarak mereka yang tidak terlalu jauh satu sama lain, dan Kagura dengan wajah yang memerah...
Aha!
Satu kemungkinan muncul di kepala Sougo.
Hipnotis itu mempengaruhikukah? Begitu. Aku sudah sadar. Itu berarti aku sudah mengutarakan perasaanku dan China sudah membalas perasaanku. Situasi yang menarik, batin Sougo dalam hati—entah mengapa puas akan kejadian seperti ini.
Dengan senyuman licik, Sougo mencengkram pipi Kagura dan memaksanya untuk menatap matanya.
"China, aku tidak mendengar perkataanmu tadi. Coba kau katakan sekali lagi."
Huh? Dia sudah kembali?
"A-aku tidak akan mengatakannya lagi-aru! Kau sudah sadar, Chihuahua? Seharian ini kau benar-benar menjijikan-aru, terus menggombal tanpa henti." ejek Kagura—yakin kalau pangeran Sadistnya ini sudah kembali seperti semula.
Lihatlah senyuman licik itu. Hanya Okita Sougo si Sadistlah yang akan membuat senyuman itu.
"Hmm, menggombal kah? Kalau begitu..."
Sougo mendekati telinga Kagura dan berbisik seduktif, "Bibirmu terlihat kesepian, apa dia mau bertemu dengan milikku?"
Kagura seketika membelalakkan matanya. Dia mencoba untuk mendorong Sougo menjauh, namun tak bisa.
"A-apa maksudm—Mmph!..."
Omongan Kagura terpotong karena Sougo sudah membungkam bibirnya dengan ciuman. Sensasi lembut dan juga hangat terasa di bibir Kagura.
Otto... Kagura tidak akan menyerah begitu saja, pembaca sekalian.
"Mmm-Fuahh!.." Kagura mendorong dada Sougo sekuat tenaga, alhasil tautan bibir mereka berhasil terlepas.
"Apa yang kau lakukan, dasar bodoh! Jangan melakukan itu tiba-tiba tanpa ijin dariku."
Oops. Kagura salah bicara.
Mati aku!
Sougo menyeringai dan menahan kedua pergelangan tangan Kagura. Dia segera menindih tubuh Kagura yang ramping di atas tatami.
"Jadi, kalau aku meminta ijin darimu—maka aku boleh melakukannya, hm?" tanya Sougo dengan senyuman jahat khas dirinya.
Kagura gelagapan, tidak tahu harus menjawab apa. Dia berpikir, berpikir lagi, dan terus berpikir—sampai kepalanya kebul karena asap.
Ide pun muncul di kepala jingganya.
Kagura balas menyeringai, dengan gesit Kagura berpindah posisi jadi di atas pemuda berseragam formal tersebut.
"Sadist, aku akan membalas gombalanmu."
Sougo hanya tersenyum karena responnya—agak terhibur dan menunggu kata-kata apa yang akan keluar dari mulut China tercintanya.
"Rambutmu yang berwarna coklat pasir itu sangat menarik, Sadist. Kau tahu kenapa?"
Sougo menggelengkan kepalanya singkat.
"Itu karena..." Kagura perlahan-lahan berdiri sambil terus menatap Sougo.
Kapten Divisi 1 Shinsengumi itu memiringkan kepalanya, penasaran dengan apa yang akan dikatakan selanjutnya oleh Kagura.
"Aku bisa menganggapnya sebagai kotak pasir yang bisa diinjak!"
STOMP!
Kagura dengan cepat menginjak kepala Sougo, membuat sang empunya meringis kesakitan.
Hancur sudah mood romantis mereka.
Itu semua berkat gombalan khas Kagura yang sangat indah.
"Bwahahahaha! Apa kau kira aku akan mengatakan kata-kata romantis? Jangan mimpi." Kagura mengeluarkan lidahnya, mengejek Sougo dan langsung berlari dari ruangannya.
Sougo yang geram langsung berdiri dan mengejar Kagura dari belakang. Dia akan balas dendam!
Pada akhirnya, begitulah keseharian Pangeran Sadist dan Gadis Yato kembali seperti semula.
Keseharian yang penuh dengan pertarungan akan menyambut mereka lagi.
Mereka berdua tidak membutuhkan kata-kata romantis untuk menyatakan seberapa besar rasa cinta mereka untuk satu sama lain—karena ejekan dan godaan pun sudah cukup untuk mereka berdua.
.
.
.
- END-
Thank you for reading~
===Shiroyasha Shena===
HEY HEY HEY! *Ala Bokuto.
Shena desuuuuuu~~~~~
Aaaahh akhirnya ff buat OkiKagu Week Day 4 selesai...
Jujur aku ga ngerti awalnya apa itu Bad Pick-up Lines...
Setelah cari di internet dan baca-baca di Wattpad, akhirnya aku ngerti apa maksud dari Prompt hari ini...
Garing ya candaannya? MAAFKAN AKU! *dogeza*
And BTW, aku kebanyakan mengambil Bad Pick-up Lines nya dari internet dan Wattpad... Jadi aku hanya meminjam kata-kata mereka... Credit tetap milik mereka yang membuat kata-kata itu.. ^^
Ahh, kalau candaan indah Kagura di akhir itu murni aku yang bikin yaa~~~~~
Kagura aja geli ngeliat Sougo kaya gitu, apalagi aku.. :D
Geli ngebayanginnya... Pfffffttttt..
Dia Out of Character banget ya... Tapi aku menikmati saat saat sewaktu mengetik ff ke 4 ini...
Buat yang udah review, favorite, dan baca ff kami berdua, TERIMAKASIH BANYAK!
Kata kata kalian begitu berharga untuk aku dan Shinju...
Dan aku tidak menyangka penyelenggara OkiKagu Week mampir juga ke ff kami...
TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR DAN MEREVIEW FF KAMI, KAKA PENYELENGGARA~~ LOVE YOU~~~
Tetap tunggu ff kami berdua untuk Prompt selanjutnya ya~~~~
OKIKAGU THE BEST!
Kalau begitu, sampai disini saja A/N tidak jelas dariku...
Sampai bertemu besok~~~~ Bye Bye ~~~
.
.
.
===D.N.A. Girlz===
Haiiiii~~~ Ketemu lagi dengan Shinju dan Shena~
Jangan tawa gitu napa Shen, salah fendem woi =w=" lmao #apaan
Jadi kali ini prompt-nya tentang Bad Pick-up Lines—dan jujur, jadi ngakak karena disini Okita sangat OOC dan terlalu manis wkwkwkw #anjer
Lalu untuk yang soal edit2 dan tetek bengek, saya puas melihat reaksi Hiji dan Kondo yang terlalu kejam pada Kagura padahal sebenarnya mereka menikmati reaksi OkiKagu wwwww #kejamnya
Ditambah lagi comedy partnya dan memang sangat menguras tenaga juga tawa. Semoga para pembaca terhibur akan chapter ini yak!~
Sayasuka endingnya begitu Sangat OkiKagu *tawa ala maniak* Shena, good job buat cari gombalannya! #thumbsup
Sekian bacotan saya di AN. Makasih buat semua dukungan dan semangat yang menular pada kami—sampai ditanyain kapan update nya wkwkwkw gomen ne~~
Nantikan chap kelima alias Time Skip 2 Years Later ya!~
Thanks for all of your supports and advices for both of us!~
Dan untuk yang baca, LOVE YOU FULL!~~~
Regards,
D.N.A. Girlz
.
.
.
JANGAN LUPA REVIEW YAK BUAT KRISAR~ THANKS!~
Love,
Shena & Shinju
