Hallo Minnaaaaa..

Gomen ne telat.

Balesan Rivew

Untuk KumbangBimbang dan Uchiha Lovers : Sebenarnya bukan fic nya salah, tapi Ocha-chan jujur saja. Karena Ocha-chan ini baru, jadi publish nya rada gimana gitu. Jadi waktu publish, eh malah di dalam fic malah ada kata-kata pada ngilang. Ocha-chan sih udah nanyain pada senpai-senpai. Masih nunggu jawaban nya. Oh iya, terima kasih kritikan nya, benar-benar sangat membangun. So, Ocha-chan udah mulai belajar .

Semuanya : Arigatou untuk semuanya.


Om Masashi Kishimoto punya Naruto

Om Masashi Kishimoto boleh pinjam Sasuke dan Hinata ya..#bungkuk-bungkuk

Warning : Typo(s), OOC, segala macam yang ada di dalam tulisan ,maupun cerita nya.

mohon di maafkan ya dan harap dimaklumi anak baru ini.#SenyumMemelas

#Canon#


I'm Always Behind You

Mentari yang tak kunjung datang mengawali pagi yang kelam ini. Entah kenapa tiba-tiba salju mnyelimuti jalan dan rumah-rumah penduduk. Seharusnya belum waktu yang siap untuk penduduk Konoha mengalami perubahan musim yang terbilang spontan ini. Entah mengapa di tengah malam turun salju yang belum waktunya. Ketika pagi menjelang, banyak penduduk yang kewalahan menggingat kondisi Konoha dalam masa pemulihan. Kecuali Hyuga yang sudah diperbaiki akibat kerja sama para bunkennya.

Pagi-pagi sekali ia terbangun dalam alam mimpinya dan langsung berendam air panas di kamar mandi nya. Ia butuh penenang pikiran nya tentang pemintaan Outosan meminta menikah, apalagi ia akan menikah dengan Uchiha Sasuke. Orang yang membuatnya tak bisa tidur.

'Apa yang harus ku lakukan' Hinata menghela nafas.

Di cuaca yang dingin ini, Hinata yang masih bertahan dengan berendam selama beberapa jam.

'Hiks..Hiks..Hiks..'

'Aku mencintaimu Naruto-kun' Mata yang sembab telah membasahi pipi Hinata lagi.


Di depan Mansion Uchiha ada seorang wanita yang berambut pink ingin mendatangi teman satu timnya dulu. Senyum yang bahagia dan bingung apa yang akan dikatakan saat bertemu sang pujaan hati, Sasuke.

Sakura POV

'Ku harap kau bisa menikah dengan Sasuke'

Sakura masih terngiang suara jelek Naruto yang memohon dan meminta menikah dengan Sasuke. Sakura tersipu malu menggingatnya.

"Tok..Tok..Tok.."

"Sasuke. Ini aku Sakura"

"Tok..Tok..Tok.."

'Apa Sasuke tidak ada?'

Sakura mengerutkan alis nya, meski mansion Sasuke selalu sepi, walau biasa nya Sakura berkunjung mansion Sasuke, selalu dengan jawaban "hn". Tapi kali ini, Ia tidak mendengar jawaban dari dalam Mansion tersebut.

'Aku merasakan cakra Sasuke di dalam. Apa Sasuke memikirkan masalah pernikahan itu?'

Sakura pun memberanikan diri untuk masuk dalam mansion yang ternyata tidak di kunci.

"Sasuke. Aku masuk." Taku Sakura dikira Maling oleh Sasuke.

"Sasuke" Ia memanggil Sasuke ditiap ruangan dan ia menuju ruangan yang tak boleh ia Kamar Sasuke,Karena Ia merasakan cakra Sasuke di dalam ruangan itu.

"Deg.."

Sakura merasakan jantung yang berdetak kencang saat tangan kanan nya mulai menyentuh pintu kamar Sasuke.

'Aku harus membukanya, bukan kah ini juga akan jadi kamar ku saat menikah nanti' Sakura yang mulai tersenyum.

Sakura End Pov

"Sreg.."

Sebelum Sakura menyentuh pintu, tiba-tiba Sasuke menggeser pintu.

"Sedang apa kau disini?" Sasuke yang tanpa ekspresi melihat Sakura yang terlihat Kaget.

"A-ku tadi berkun-jung. Te-tapi karena ti-dak ada jawaban dan aku mera-sakan cakra-mu dalam, jadi A-ku Ma-suk." Sakura yang gugup

Sasuke yang tak merespon jawaban Sakura dan masih di pintu.

"Sasuke, ada yang ingin aku bicarakan" Sakura pun menggenggam tangan sasuke dan membawa nya ke ruangan keluarga.

"Sasuke. Kamu Panas?" Sakura pun berhenti dan langsung menyentuh punggung tangan nya ke kening Sasuke.

"apa kamu sakit Sasuke?"

Sasuke yang sedari tadi diam hanya menurut dengan duduk di samping Sakura.

Sasuke memang merasakan suhu tubuhnya panas, Karena saat bertemu dengan wanita yang di tabrak sore itu, ia langsung ke pemakaman Klannya. Ia hanya melihat setiap pemakaman termasuk kaasan dan outosannya, kemudian diakhiri dengan pemakaman Itachi, yang ia bawa jasadnya saat ia bunuh, karna Itachi adalah Uchiha. Ia ingin kakaknya bisa bergabung dengan klannya dan Konoha.

Flashback

Saat Sasuke berdiam diri di depan pemakaman kakaknya entah berapa lama, salju mulai turun. Ia masih saja duduk di sela pemakaman Kakaknya dan Kaasan nya.

"Seharusnya aku yang mati." Sasuke yang setia memandang nisan kakaknya.

"Aku tidak ingin hidup lagi"

"aku tak tau apa yang akan ku lakukan sekarang." Butiran salju telah mulai menumpuk di rambut nya.

Ia teringat dengan perjodohan Sasuke di kantor Hokage.

"Mereka seenaknya saja mengatur kehidupan ku"Sasuke menghela nafas.

Sasuke yang merasakan dingin mulai menjalar ke kakinya. Ia langsung berbalik dan pulang,tiba-tiba sasuke berhenti dan menoleh ke pemakaman kakaknya, outosan dan kaasan nya yang sengaja Hokage bersampingan.

"Tapi, aku akan mewujudkan permintaan terakhirmu, Niisan"

"Dan akan membanggakan Kalian" Sasuke yang senyum lalu pergi.

Normal PoV

"Sasuke sebaiknya au di bawa ke Rumah Sakit Konoha"

Sasuke sebenarnya tak memperdulikan kesehatanya. Bukan kah saat ia menjadi Missing-nin, luka yang begitu parah bisa di sembuhkan dengan cepat. Apalagi ini Cuma suhu tubuhnya yang panas.

Karena Sasuke yang sedari tadi tidak merespon, Sakura menganggap Sasuke memikirkan masalah perjodohan.

"Sasuke, Aku sudah mengetahui dari Naruto " Sakura mulai tersenyum

'Mengetahui apa?'Sasuke pun mengerutkan alisnya tapi tidak di lihat oleh Sakura yang mulai menunduk

"Tentang Perjodohan itu, apa Sasuke menyutujuinya"

Yup. Benar, Perjodohan. 'Dasar Naruto yang mulut ember' benak Sasuke.

"Itu urusan ku"

"Tapi Sasuke, Kau Uchiha terakhir. Sebaiknya kau meneruskan generasi mu dan"

"Aku menyetujui nya"Sasuke yang memotong perkataan Sakura.

"Benarkah?" Sakura yang terkejut tidak percaya

"hn"

"Aku juga menyetujuinya" Gumam Sakura

Sasuke yang mendengarkan gumaman Sakura pun berpikir. Apakah Sakura yang akan mendampingnya. Tapi tidak apa-apa, bukan kah mereka berteman sejak kecil dan sasuke juga sedikit mengetahui tentang Sakura dibandingkan wanita tim Rookie yang Bukan kah Naruto Mencintai Sakura?

" kau ke Rumah Sakit, karena tidak ada yang memperhatikanmu di Sini. Bukankah Sasuke sebentar lagi akan menikah?" Sakura yang memeggang Sasuke dengan wajah yang senang.

Karena perkataan Sakura ada benarnya, Sasuke berpikir pada saat ia menikah ia dalam kondisi sakit. Apalagi ia akan menjadi ketua di kata dunia Ninja?.maka ia pun menuruti kemauan Sakura.


Di Dalam mansion Hyuga, terdapat calon Hieress yang berambut indigo. Ya dia adalah Hyuga Hinata. Seorang Wanita yang lemah lembut tapi seorang Konichi yang berani di posisi terdepan saat terjadinya perang yang masih di dalam kamarnya yang bukan sifatnya malas, tetapi ia memikirkan sesuatu. Ya,sesuatu yang telah membuatnya tidak bisa tidur dan membuat mata nya yang sembab.

Keputusan yang ia ambil saat bertemu dengan Outosannya semalam telah membuatnya tak ingin keluar dari kamarnya, Makan pun diantar oleh bunkennya, diletakkan di depan pitu kamarnya. Ia benar-benar tidak ingn di ganggu. Ia ingin menolak, tetapi ia sudah mengatakan pada -benar hatinya hancur. Apakah ia rela melihat Naruto sedih di tinggalkan Sasuke Mati. Naruto yang dari dulu bersusah paya menjadi kuat agar bisa membawa Sasuke Pulang ke Konoha, itupun Naruto tidak menghiraukan Hinata. Bagaimana Sasuke mati?.'Aaargh'. Benar-benar pilihan yang buruk.

'Kenapa Kami-Sama mempersulit Hidup ku?' benak Hinata

'Tok…Tok…Tok..'

"Hinata-Sama, Hiasi-Sama memanggil untuk menemui di ruangannya"Salah satu Bunken di depan pintu kamar Hinata

"Baiklah"

Hinata langsung mencuci mukanya dan merapikan pakaiannya, karena kondisi hinata sekarang benar-benar kacau.

'Kenapa Outosan memanggil, apakah masalah yang semalam?' benak hinata


Di Rumah Sakit Konoha, Si rambut kuning berteriak dan berlari membuka pintu ke tiap-tiap ruangan pasien yang ia lewati. Naruto yang selalu membuat gaduh, walau di medan perang dia selalu bersikap dewasa. Berbanding terbalik dengan kehidupan sehari-harinya.

"SASUKE" Naruto yang akhirnya menemukan Sasuke yang duduk di kasur pasien sedang bersama dengan Sakura yang disamping Sasuke

"Naruto" Sakura yang terkejut akibat teriakan orang yang masih diambang pintu.

"Kau Kenapa?" Naruto yang mulai khawatir mendekati Sasuke.

"Dia hanya demam, mungkin karena cuaca ini Naruto" Sakura menjawab

Sasuke yang masih diam, karena apa ayang ditanya Naruto pasti ada Sakura yang jawabnya.

"Kenapa kau kesini?" Sakura yang duduk di samping Sasuke

"Aku ingin bertemu dengan mu. Tapi kata Shizune, kau meriksa Sasuke makanya aku menyusulmu. Benar-benar susah mencari mu, karena rumah sakit ini besar" Naruto yang garuk-garuk kepala

"Naruto..! Baka..!"

'Buaagh' Sakura yang kesal atas jawaban naruto yang polos langsung meninju nya dengan cakra level rendah, karena tak ingin rumah sakit Konoha hancur oleh ulahnya.

"Kenapa kau memukulku sakura" Naruto yang telah di tinju Sakura hanya mengusap-ngusap pipinya

"Baka, kenapa kau tidak mengikuti cakra Aku atau Sasuke?" Sakura geram

"Oh iya, Aku lupa Sakura. Hehehee" Naruto yang polos nya tersenyum

"Sasuke kenapa bisa kamu demam? Aku baru tahu kamu bisa sakit juga?" Naruto mengalihkan pembicaraan karena aura Sakura terlihat marah.

"Naruto, Baka. Memang tidak boleh Sasuke sakit? Lagi pula ada aku yang akan menyembuhkan nya. Ya kan Sasuke?" Sakura menoleh kearah Sasuke langsung senyum lima jari.

"hn" Sasuke melihat Naruto yang kelihatan berubah jadi murung.

"Sakura, jika aku sakit apa kamu akan menyembuhkan ku?"Naruto yang memajukan bibirnya.

"Tidak,aku tidak mau. Ada shizune yang merawat mu"

"Aku tidak mau,Aku mau Sakura. Sakura ninja yang hebat dalam medic-nin."

"Kalau begitu, Hokage saja yang menyembuhkan mu"

"Aku tidak mau, Aku mau ."Naruto yang langsung melipatkan tangan nya di dadanya.

"Berisik" Sasuke yang sudah malas dengan perkelahian Sakura dan Naruto yang tidak di berhentikan.

"Ah, Sasuke. Gomen" Sakura yang tadi marah langsung memberikan senyum pada Sasuke

Naruto yang melihat tingkah laku Sakura yang lembut pada Sasuke langsung membuang muka. Lama mereka berdiam diri setelah Sasuke bicara.

"aku dan Sasuke telah bicara masalah perjodohan itu." Sakura yang membuka pembicaraan mulai bersemu merah di pipinya.

Naruto terdiam mendengar arah pembicaraan Sakura mulai menahan nafas,karena ia akan mendengar sesuatu yang membuat nya sakit,tapi ini untuk Sasuke,orang yang punya ikatan dengan dia.

"Dan Menyetujuinya" lanjut Sakura.

"Benarkah Sasuke?" Naruto mulai senyum

"hn"

Naruto langsung memeluk Sasuke
"Aku senang, aku tidak akan kehilangan mu lagi" Naruto yang bahagia walau hati yang terluka karena cinta nya tidak akan bersamanya tapi dengan sahabatnya.

Saat melihat Sasuke dan Naruto berpelukan, Sakura langsung keluar karena tidak ingin menggangu mereka.

" kasih." Naruto yang menoleh kearah Sakura yang mnuju pintu keluar.

Sakura yang menoleh langsung tersenyum dan pergi menutup pintu. Betapa bahagianya Sakura yang akan sebentar lagi akan berganti nama Uchiha bersama orang yang di cintainya selama ini.


'Tok..Tok..Tok..'

"Masuk"

Sang pemilik rambut bersurai indigo pun masuk, setelah mendengar jawaban dari pemilik ruangan. Hinata yang masuk dengan wajah kaget, karena di dalam ruangan tersebut disamping outosan nya da sang Hokage dan Shizune yang selalu menemani Hokage kemana pun dan yang tak kalah terkejut nya ada wanita tua yang banyak di kenal oleh penduduk Konoha, yaitu salah satu tetua Konoha duduk diantara Hokage dan outosannya.

Benar-benar Hinata tidak menduga, kenapa outosan nya menyuruh nya ikut dalam pertemuan yang terbilang langka. Hinata bingung pembicaraan apa yang akan di sampaikan, sehingga tetua Konoha ikut terlibat, karena ini pertama kalinya. Hinata pernah menjalani pertemuan yang sangat penting, pertemuan itu adalah pengangkatan ia menjadi calon Hieress. Itupun hanya ia, outosannya, para bunken, termasuk Neji dan Hiazi dan Hokage ke-3. Tapi ini beda, kenapa ada tetua Konoha. Hinata pun duduk di depan para petinggi konoha, seakan ia akan di sidang telah melakukan kesalahan.

"Hinata, Bagaimana keadaanmu?" Shizune yang memulai bicara karena melihat keadaan Hinata yang kurang baik.

"Ba-ik, Shi-zune-sama" Suara Hinata yang serak dan langsung senyum menutupi apa yang terjadi seharian ini.

Walaupun Hinata menutupinya, Tapi Sang Hokage yang ahli dalam Medic-nin sangat mengetahui apa yang terjadi dengan Konichi yang lemah lembut ini.

"Ehem" Tetua yang yang tidak sabaran yang memberi sinyal pada Hokage agar cepat memulai pembicaraan.

Hokage yang tahu langsung mempercepat bicara nya, karena ia tidak ingin di marahi oleh nenek-nenek yang masih sibuk dengan tanggung jawabnya sebagai Hokage.

"Kedatangan kami, membicarakan masalah perjodohan kamu dengan sasuke" Tsunade menghela nafas.

Bingo. Terjawab sudah kenapa Hinata ikut dalam pertemuan ini. Ya, ini tentang perjodohannya. Perjodohan yang membuat ia tidak bisa tidur semalaman.

" Karena aku mendengar Hiasi bahwa kamu menerima perjodohan ini, maka aku datang kesini langsung menemui mu." Tetua Konoha langsung melanjutkan perkataan Hokage.

"Ada yang ingin kau Tanya kan Hinata?" Hokage pun melihat Hinata yang dalam reaksi yang bingung.

"A-no, Ho-kage-Sama. Go-men, Ke-napa harus A-ku?"

Tsunade pun menghela nafas, karena ia tahu pasti Hinata akan mempertanyakan itu. Ia pun melihat Shizune.

"Hinata..! jangan bicara kurang sopan" Hiasi yang tanpa ekspresi membuat nyali Hinata makin menciut.

"Biarkan Hiasi." Tsunade tidak ingin Hiasi marah gara-gara Hinata akan mempermalukannya dengan pertanyaan yang polos.

"Langsung saja Hokage" Pinta tetua yang mulai tidak sabaran.

Untung saja Hokage masih sabar atas ucapan nenek yang sok pengatur. Sebelum datang ke Mansion Hyuga, Dikantor Hokage nenek itu selalu mengoceh nya. Dari masalah misi-misi yang harus di lakukan oleh Shinobi dalam cuaca yang tiba-tiba beku ini. Kata nya, misi adalah misi walau bagaimanapun keadaan nya. Tsunade pun tidak menurutinya, bukan nya membangkang. Tapi ia harus memprioritas nya dengan kondisi Shinobi. Bagaimana kalau semua shinobi menjalankan misa, kalau kondisi tubuh nya memburuk. Itu sama saja membunuh Shinobi. Bagaimana dengan keamanan Konoha. Untung saja dia Tetua. Kalau tidak, sudah dari tadi Hokage meninju beliau.

"Baik lah Hinata, sebenarnya pernikahan ini adalah Misi buat kamu" Hokage yang pertama kali melihat Hinata yang reaksi wajah menegang.

"Mi-si?"

TBC


Author Note :

Yups, Akhirnya nyampek juga chap ke-2. Kirain gak bakal nyampek..#Hihihihihiiiii

Oke..! mungkin sekarang Typo nya gak berantakan kayak sebelumnya dan masih mau di perbaiki lagi..

Kalau ada salah, Kritikan dan Sarannya ya….

Arigatou..

Jaa nee..