? POV

JLEB!

Aku sangat terkejut melihat sebilah pedang yang menancap di perut si Shooter. Shooter pun terkapar di tanah dengan tubuh dibanjiri darah.

Sebenarnya aku kasihan padanya. Tapi.. Untuk apa aku mengasihaninya? Toh dia akan menjadi pengganggu apabila ia masih hidup. Lagipula letak pohon itu telah ditemukan, jadi aku tidak akan membutuhkannya lagi.

Sekarang tinggal menunggu saat yang tepat agar aku dapat merebutnya dari si shota honeyblonde itu...

Len POV

Aku melihat Mikuo hanya terdiam dan menuruti perintahku, walau dalam hati kecilnya pasti ia ingin menghampiri Rock yang sekarat dibelakangnya.

Aku memandang ke depan. Sebuah pohon besar dengan taman bunga yang layu disekelilingnya. Tampak sangat tidak terurus dan berantakan.

Flashback~

"Gumi! Hentikan ini! Kau sudah terlalu jauh!" Kataku dalam telepati saat Gumi sedang melawan Mikuo dan Rock. Melihat keaadaan mereka berdua, aku segera menghentikan peperangan antara Gumi dan Mikuo pada malam hari itu.

"Tapi dia..."

"Aku memang menyuruhnya! Aku tidak belum memberitahumu tugas nya padamu. Tadinya aku tidak melarangmu untuk melihat apakah dia benar benar bisa melakukan tugasnya dengan baik atau tidak. Sekarang biarkan mereka pergi!"

"Baiklaaahhhh... Kau sangat tidak asyik," jawab Gumi asal sambil memutuskan sambungan telepatinya.

Aku mendengus kesal.. Dasar anak ini... Keras kepala sekali. Tapi setidaknya ia sudah membantu tugasku.

Aku menunggu beberapa saat sampai Kaito, Rock, dan Gakupo tertidur, sehingga aku bisa bertelepati dengan Mikuo.

"Baiklah! Apa yang mau kau laporkan hari ini?" ucapku memulai telepatinya denganku.

Mikuo terdiam, tidak berbicara. Lalu ia mendengus, membuatku agak curiga padanya.

"Tidak ada. Aku tidak mendapat info hari ini," kata Mikuo

Aku tersenyum licik. Ternyata benar. Rock dapat mengubah siapapun yang berteman dengannya, bahkan Rin sekalipun. Bukan mengubah dalam arti sebenarnya. Tapi, Rock mampu mengubah hati dan sikap seseorang. Tidak pernah Mikuo berani membohongiku. Tau dari mana dia bohong? Buktinya dia tidak melaporkan kejadian pertempurannya dengan Gumi. Biasanya kan dia paling heboh kalau sedang bertengkar dengan Gumi.

Aku merasa bahwa Mikuo mulai tidak bisa dipercaya, jadi aku membuntuti mereka dalam perjalanan di pagi hari.

SREK SREK

Aku merasa Rock mulai mendekati semak semak didekat pohon tempatku bersembunyi. Dengan cepat aku mencari tempat persembunyian lainnya agar tidak ketahuan.

Lalu samar samar aku mendengar suara Rock...

"Harusnya... Disinilah tempatnya..."

Aku terkejut. Ini? Di tempat inilah ada VocalTree? Aku sering mengutus anak buahku kesini, tapi hasilnya nihil. Aku juga tidak menyangka kalau VocalTree ada disini. Tapi dimana? Tidak ada tanda tanda pohon besar disini. Yang ada hanyalah pepohonan rimbun layaknya hutan biasa.

Aku mulai mengintip keadaan Rock. Ia berteriak kesakitan, dan samar samar aku melihat mata kirinya mengeluarkan api berwarna biru kehijauan. Jadi, semua ini ulah Miku yah? Dasar bocah itu...

Perlahan udara disekitar kami mulai berubah. Tempat itu diselimuti kabut tipis berwarna hijau tosca dan dari kejauhan aku melihat lahan VocalTree.

Ah.. Sudah lama sekali aku tidak melihatnya... Jadi kangen.. Hahaha...

Aku mulai mendengar Rock jatuh dan pingsan, sedangkan Kaito, Gakupo, dan Mikuo mulai mendekati lokasi ini.

Dengan segera aku menghampiri Rock dan menjepit lehernya dengan lenganku sehingga ia tercekik.

"ROCK! Ada apa?!" teriak Gakupo yang baru saja datang.

"Lama tak jumpa, Kamui-chan!" sapaku.

Gakupo sedikit kaget melihatku. Kaito dan Mikuo yang baru datang juga tampak sedikit terkejut.

"Apa yang kau lakukan pada Rock, Len?!" tanya Kaito.

"Hei hei, Kaito-chaaann? Sejak kapan kau menjadi sedingin ini?" ucapku tersenyum miris

"Ugh.. Berhenti memanggilku begitu!" kata Kaito geram.

Aku hanya tersenyum melihat tingkahnya yang sama sekali tidak berubah dari dulu. Ya, manusia yang egois dan munafik.

Lalu aku mulai melihat ke arah Mikuo yang sejak tadi diam saja. Ia mulai mundur, dengan raut ketakutan di wajahnya. Haha.. Aku sangat menyukai pemandangan ini

"Oh, hai Mikuo! Apa saja KABAR nya kemarin?" tanyaku sambil menekankan kata 'Kabar'

Mikuo mulai terlihat pucat.. Haha, kebohonganmu akan terbongkar!

"A-apa maksudmu? Kabar apa? Sudah kubilang aku tidak mempunyai berita untukmu!" kata Mikuo dengan dingin.

"Jangan bohong!" ucapku dengan tegas.

Tanpa kusadari, Rock sudah terbangun dan menggerak gerakan tubuhnya. Aku segera mencekik lehernya lebih erat dan menodongnya dengan pedangku.

End of Flashback

Dasar Rock.. Baru saja terbangun, tapi kembali tertidur untuk selamanya.. Haha!

Setidaknya aku harus berterimakasih padanya. Berkatnya, aku bisa menemukan VocalTree semudah dan secepat ini.

Aku mulai berjalan mendekati area VocalTree

TUK!

Aku merasa kaki ku terantuk sesuatu. Aku sedikit terkejut. Aku menyentuh udara didepanku. Aku merasa adanya dinding yang menghalangi jalanku. Dinding berwarna biru muda dan transparan, sama seperti warna api di mata Rock.

Aku sedikit kesal memandang dinding penghalang itu. Dasar pengganggu...

"Mikuo! Hancurkan dinding ini!" perintahku pada Mikuo

Dengan berat hati, Mikuo menyerang dinding itu dengan rantainya. Dalam 2 kali serangan saja, dinding itu sudah hancur. Aku tersenyum, tidak menyangka dinding itu bisa hancur dengan cepatnya dengan kekuatan Mikuo yang paling sederhana.

Namun, tak lama kemudian dinding itu kembali menutup dengan sendirinya. Huh... menyebalkan. Aku kembali menyuruh Mikuo untuk menghancurkan dinding itu. Tapi sekali hancur, dinding biru tembus pandang itu kembali merekat dan membentuk dinding baru.

Aku menjadi geram. Aku mengeluarkan cahaya berwarna kuning terang dengan sedikit garis berwarna hitam. Itu kekuatanku, light magic. Mengapa ada garis hitam dalam cahayaku? Aku tidak tau soal itu. Yang jelas, warna hitam itu terus menambah tiap harinya akhir akhir ini, dan aku tidak memperdulikannya. Malah 'warna hitam' itu menambah kekuatanku.

DUAARRR!

Cahaya itu mengenai dinding tersebut dan menimbulkan kerusakan parah. Aku tersenyum penuh kemenangan, dan dengan cepat berlari masuk, takut pintunya tertutup kembali.

KCCIIIIIIIITTTT... (?)

Aku berhasil memasuki area terlindungi itu. Namun saat dinding itu kembali tertutup, aku merasa sekujur tubuhku tersetrum listrik. Aku berteriak kesakitan, dan akhirnya aku terhempas keluar dari area itu lagi

U-ugh... Sialan... Sihir perlindungan macam apa ini? Siapa yang mengajarkan padanya? Bukankah yang mengajari sihir adalah aku dan Rin? Aku tidak pernah mengajarkannya... Berarti...

Rin... Dasar kau makhluk jahanam... Sama saja dengan manusia itu...

Tapi, sekuat apapun seorang Rin, dia tidak akan melebihi kekuatanku! Lihat saja ini!

Aku menyiapkan serangan gabunganku.

"Light Explosion! Light Pillar! Arrows of Light! Burning Light! Atta-"

"HENTIKAN!"

Kaito POV

Len akan segera meluncurkan serangan ganda nya. Sejak dulu, serangan ganda Len tak terkalahkan. Tidak banyak orang yang bisa memakai serangan ganda seperti itu.

Tamatlah riwayat kami semua... Serangan Len tidak akan hanya mengenai pelindung VocalTree. Bahkan mungkin akan menghancurkan VocalTree dan kita semua yang berada disini, kecuali Len, karena ia mempunyai perlindungan atas sihirnya sendiri.

"HENTIKAN!"

Aku mendengar suara seorang perempuan berteriak menghentikan mantra Len sebelum selesai dibacakan. Siapa itu? Apakah Gakupo yang transgender? (#plak)

Aku menoleh ke arah Gakupo... Tidak kok. Dia masih cowo. Jadi siapa yang teriak tadi? Author kah? Tapi jelas gak mungkin... Author kan sinting... Mana mungkin teriak begitu?

Author : eh! Kurang ajar banget! Ta' timpuk loh! *ambil posisi angkat barbel dengan epic failed nan mempesona*

Kaito : 'paan sih lu thor! ngerusak POV gue!

Author : thar thor thar thor! Gini gini gue punya nama!

Kaito : yaudalah, mbak author! Banyak maunya lu! Pegi pegi! Ngerusak suasana aja...

Balik ke topik!

Okeh. Kita mulai lagi suasana memilukannya. Siapkan air mata Anda dan menangislah #plak

Aku mencoba mencari asal suara tersebut. Siapa yang berteriak tadi?

Siapapun itu, bila bertujuan untuk membantu kami, aku akan sangat bersyukur, karena saat ini nyawa Rock sudah terancam. Bila kami terlambat menghentikan darah yang terus mengalir keluar dari tubuhnya, kupastikan Rock akan menyusul Miku diatas sana.

Aku melihat Len sedikit terkejut, namun ia kembali tenang.

"Yare yare... Ada lagi yang mau ikut permainan bodoh ini, ya? Tunjukkanlah dirimu.. Jangan jadi pengecut," kata Len menantang balik.

Di salah satu dahan di pohon didekat VocalTree, aku melihat bayangan seorang perempuan berambut honey-blonde sebahu dengan pita putih panjang didekat telinga kirinya.

"Ego mu sudah berlebihan, Len!" Perempuan itu meloncat turun dari atas pohon dan mendarat didepan kami.

"Kau tak usah ikut campur urusan orang lain, Rin! Kau tidak cukup bijaksana mengatur VocalTree! Dasar PENGECUT!" kata Len pada cewe di pohon itu yang kita ketahui bernama Rin. Kagamine Rin.

"Sekarang, buka pelindung bodoh ini, Rin. Kita tidak bisa lagi membiarkan VocalTree terlantar selama 5 tahun. Kita harus memerintah dengan cara baru. Cara yang lebih bijaksana! CARA KITA!"

"Hehe.. Jangan bodoh, Len. Gw aja kaga tau cara buka pelindung itu,"

...

...

...

...

...

...

...

*krik*

*krik*

"HAPAH?!" teriak kita semua, kecuali Rock yang sekarat (iyalah!) dan Rin, karena Rin udah tau hal itu. Jadi kalau Rin ikutan teriak, kesannya kayak orang autis (?)

Haisshhh! Author penghancur moment moment berharga! Lanjot lah!

Ehe ehe eheemm... Okeh.. Saat ini kita lagi berpesta ke-cengo-an, namun semua berubah saat negara api menyerang, eh- maksudnya, Rin membuka pembicaraan.

"Satu satunya yang bisa membuka pelindung ini adalah Miku. Tapi, Miku sudah mati ditanganmu. Apa boleh buat? Kita sama sama dirugikan! Dan semua ini karena KAMU!" bentak Rin pada Len.

"Dirugikan? Aku tidak merasa dirugikan.. Aku malah merasa beruntung! Bukankah dengan begitu, VocalTree akan layu? Kebahagiaan tiap orang bisa hilang."

"T-tidak.. Hentikan.."

"...Dunia ini akan menjadi dunia zombie.. Tanpa perasaan. Hanya duka dan penyesalan! Dan aku lah yang menguasain dunia tersebut! Dunia yang menyakitkan! Dunia yang..."

"HENTIKAN!" Rin menutup rapat telinganya. Ia jatuh terduduk. Kelihatannya ia muak mendengar seluruh ucapan Len yang penuh penyesatan dan cercaan.

"Baiklah, kita hentikan permainan ini sekarang juga, Rinny~" Len pun mengeluarkan Light Magic dari tangannya, demikian juga Rin.

Pertempuran dimulai. Rin dan Len selalu menyerang secara bersamaan dengan jenis serangan yang sama, sehingga serangan mereka tidak berarti apa apa. Aku juga heran, mengapa mereka bisa melakukan gerakan yang sama dalam bertarung.

Kembar? Mungkin saja. Tapi seidentiknya kembaran, mereka tidak akan terus menerus melakukan gerakan yang sama, kan?

Sebaiknya aku menyembuhkan Rock dengan kekuatan Miku. Semoga saja bisa...

Aku melihat kearah Rock dibaringkan.

Dan pemandangan ini membuatku dan Gakupo terkejut setengah mati!

~TBC~

Kaito : eh! Author sedeng! Lanjutin ficnya! Readers penasaran tuh!

Karen : ogah ah~ Karen pengen buat readers penasaran.. Silahkan Readers menebak apa yang terjadi pada Black Rock Shooter!

Gomen ne kalo chapie sebelumnya gaje! Karen udah ngantuk, jadi ngomongnya suka ngelantur kemana-mana XD

Maaf juga kalo update chap ini lama. Karen lagi fokus ke fic yang "Vocaloid at Biscuit Land" dan "Sleeping Beauty ala Kingdom Hearts".

Terima kasih buat KamikazeKurobara404, CoreFiraga, Kaisar Rikudo, KAI, Kagami Juci-sama, Vhi, MikuAddict, akanemori, Dark Kuroi, Guest, dan LyraKuruta404 yang udah mau mereview fic ini. Walaupun beberapa belum sempat Karen balas, tapi Karen akan berusaha menyempatkan waktu buat bales. Jujur, Karen sangat menghargai kalian karena mau mereview.

Tolong yah, reader mereview... Jangan jadi silent reader.. Nge-flame juga gapapa.. Karen tahan banting kok XD walaupun cuma sekedar bilang "hello, bye" juga gapapa... Yang penting mereview, Karen udah seneng banget XD

Oh iya! Karen juga lagi bingung buat mantra untuk membuka pelindung VocalTree. Udah ada beberapa usulan sih. Yaitu dari :

-Dark Kuroi : From the courage of light and the evil of darkness, I command you to open the gate of fate!

-CoreFiraga : Let light, fate and darkness be released

-KamikazeKurobara404 : Harperiost. Quefedum mos de frecuioz

-Katou Ayumu : Biggest fear will be un sealed, come and let all the power untied

Ada lagi yang mau usul lagi? Apapun diterima kok! Atau silahkan vote dari antara keempat usul itu? Silahkan!

Oke deh! Review please!