YOOO MINNAAAA! The most fabulous and awesome SHIROI KAREN balek lageeee~ Sori gue apdet lama.. Gak diijinin buka kompi sama bokap nyokap, padahal udah bikin 3 chapter...

Sori kalau beberapa chapter yang lalu ada adegan romance MikuoxRock lebay... Waktu itu gue abis nonton Maid-sama. Jadinya lagi gila sama pairing pairing gila... Tapi gue gak gitu tertarik sama romance kok.. Jadi genre cerita ini tetap terjaga aman sentosa (?). Pokoknya reader sekalian anggep aja Mikuo suka Rock. Tapi Rock cuma anggep kakak! Oke? Kasihan amat si Mikuo... XD

Yosh! Fic ini masih JAAUUHH dari tamat! Untuk beberapa chapter ke depan, rahasia rahasia akan terbongkar! Tapi rahasia utama fic ini belom kebongkar~ kishi shi shi~

Disclaimer : character bukan punya gue, tapi cerita nan ajaib ini punya gue!

ACTION!

The Memories of the VocalTree and the Black Road Forest

.

~Chapter 5~

.

.

Normal POV

Sementara Rin dan Len berperang, Kaito dan Gakupo hendak menemui Rock yang semula mereka biarkan di tanah di belakang tempat mereka berdiri, dan mencoba menghentikan darah yang mengucur deras dari tubuh Rock.

Namun suatu pemandangan yang membuat mereka berdua kaget.

Mikuo dengan perlahan mengambil tubuh Rock di tanah!

"A-Apa yang kau lakukan, PENGKHIANAT?! LEPASKAN SHOOTER!"

"Berisik! Aku akan membawanya kepada atasanku yang lain.. Yah, hitung hitung sebagai hiburannya. Toh ia juga akan mati nantinya, jadi untuk apa kalian mempermasalahkannya?" Kaito dan Gakupo naik pitam mendengar ucapan Mikuo yang blak blakan.

Mikuo menggendong Rock dan membawanya pergi secepat kilat. Kaito dan Gakupo mengejarnya, namun dihadang oleh Sierra (ular peliharaan Mikuo).

.

.

Black Rock Shooter POV

"Hahaha... Tidakkah kalian sadar bahwa pemilik ular itu adalah orang yang saat ini kau bela?"

.

.

"Rock... Kenapa kau..."

"Kenapa kau menyembunyikan ini dari kami?! Sejak kapan kau tahu hal ini?"

.

.

"Berisik! Aku akan membawanya kepada atasanku yang lain.. Yah, hitung hitung sebagai hiburannya. Toh ia juga akan mati nantinya, jadi untuk apa kalian mempermasalahkannya?"

Kalimat terakhir yang kudengar sebelum aku pingsan sepenuhnya telah menusuk hatiku. Aku tak percaya bahwa Mikuo lah yang mengatakannya. Kukira ia bisa dipercaya. Tapi sekarang...?

Pandanganku mulai terasa gelap. Aku merasakan seseorang mengangkat tubuhku dan membawaku lari.

"MIKUO! BERHENTI KAU!"

Suara Gakupo tadi terdengar menjauh. Dan akhirnya aku tak sadarkan diri.

.

.

.

.

.

.

.

.

"...k..."

"... ock!"

"ROCK!"

Aku terbangun ketika tubuhku diguncang dengan keras oleh seseorang.

Aku membuka mataku. Di mana ini? Apa aku sudah mati?

Sepertinya tidak. Aku masih melihat pepohonan di hutan BlackRoad ini. Aku bangun dan duduk. Perutku yang tertusuk pedang Len tadi sudah dibalut dengan perban. Lah? Perban dari mana? Di hutan gini ada rumah sakit? Sakti coy..

"Baguslah kau sudah sadar," samar samar aku mendengar suara perempuan.

Tapi... Hei? Mana Gakupo dan Kaito? Aku harus mencari mereka. Namun ketika aku berdiri, aku terjatuh lagi ke tanah.

Pantes aja... Kakiku dirantai ke pohon besar di dekatku. Tunggu... DIRANTAI?! Pasti kerjaannya si Mikuo nih! Mana orangnya? Mana orangnya?!

Aku melihat ke sekelilingku. Tampak Mikuo sedang duduk di dekatku, dan seorang perempuan berambut kuning diikat miring bersandar di batang pohon lain dengan kotak P3K di dekatnya.

Cewe... Rambut kuning... Diiket miring..

Loading...

5%

10%

50%

95%

Seratus per...-

"UGHYAAAAAAAAAAAAAA! Astaga lu ngapain di sini, AKITA-SAN?!" teriakku secara spontan..

Cewe yang kupanggil 'Akita-san' itu menoleh ke arahku dan terkejut setengah idup.

"Diam kau, Shooter. Sudah bagus aku mau menolongmu setelah kau berbuat jahat kepada adikku," ucapnya kesal.

HOIII! SEORANG AKITA NERU, cewe paling nyebelin yang pernah menimpuk kepala gue pake bola basket di chapter 1, ADA DI BLACK ROAD FOREST di jam pelajaran sekolah, DAN DIA MENOLONGKU?! Ni anak kesambet apa coba?!

"B-by the way, Mikuo-san. Kenapa aku diiket? Kayak kambing aja..." tanyaku penasaran.

"Tentu saja supaya kau tidak kabur, tahanan! Aku sengaja menyembuhkan lukamu agar Len dapat mempergunakanmu semaksimal mungkin," bentak Mikuo.

Tunggu? Membawaku kepada Len? Tadi 'kan dia...

"Hei Zatsune, aku jadi bingung sebenarnya kau berpihak kepada siapa..." ucap Akita-san dengan ketus, tapi seolah-olah menjawab pertanyaanku.

Chotto! 'Zatsune'? Makhluk apa lagi nih? Perasaan di sini cuma ada kita bertiga. Apakah Akita-san bisa melihat 'si-putih-putih-wihihihihihi' (?) ?

"Zatsune itu..."

"Zatsune itu nama lengkapku. Jadi namaku yang asli adalah Zatsune Mikuo. Aku memakai nama Hatsune Mikuo saat pertama kali berkenalan dengan kau, Kaito, dan Gakupo untuk mengikuti nama belakang Miku, Hatsune Miku. Jadi kalian akan percaya kalau aku adalah kakak Miku." terang Mikuo panjang lebar sambil memotong ucapanku dengan god speed ala Alsiel alias Ashiya dari 'Hataraku Maou-sama' di episode 1. Halah, author ikutan god speed -_-"

Oh.. Jadi Zatsune Mikuo itu dia...

'Jadi selama ini kau mendekati kami karena disuruh oleh Len?!'

'Berisik! Aku akan membawanya kepada atasanku yang lain.. Yah, hitung hitung sebagai hiburannya. Toh ia juga akan mati nantinya, jadi untuk apa kalian mempermasalahkannya?'

"Mi-Mikuo... Zatsune Mikuo." kepalaku pusing mengingat kejadia sebelum aku pingsan.

Mikuo... Orang yang selama ini kupercayai.. Orang yang selama ini kuanggap sahabat, bahkan seperti kakakku sendiri... Ternyata berpihak pada musuh, seorang pengkhianat, memanfaatkan kebaikanku untuk memperoleh informasi. Orang yang membunuh Miku-nee. Dia yang membuatku dituduh pembunuh oleh orang tua dan teman-temanku. Orang yang... Hampir membunuhku.

Kaito, Gakupo... Mereka berjuang mati matian melindungiku. Tapi aku?! Aku secara tidak langsung memberi kemudahan bagi musuh. Aku sungguh bodoh.. BODOH! Aku bodoh karena terlalu mudah percaya kepada orang lain. Aku terlalu ramah kepada orang yang baru kukenal. Karena apa?! Hanya karena dia berbuat baik padaku!

"Hei Rock.."

"Jangan cari muka denganku bila kau hanya menginginkan informasi VocalTree," balasku dingin.

Mikuo terdiam. Dari wajahnya, aku melihat bahwa sebenarnya dia tidak jahat. Ia seperti dipaksa berbuat jahat. Tapi, ekspresi bisa membohongi setiap orang, bukan?

"Hei Shooter. Jangan cepat emosi. Mikuo tadi membawamu ke sini untuk menyembuhkanmu karena kau sekarat," potong Akita-san.

"Lalu apa yang kau lakukan di sini?" tanyaku dengan dingin.

"Aku? Aku hanya berjalan jalan sekitar hutan, ketika melihat seorang pemuda meminta pertolongan pengobatan kepadaku. Kebetulan aku membawa P3K. Jadi, kulayani saja," jelas Akita-san (Author : Ah! Sebut saja Neru! Kepanjangan ngetik 'Akita-san'! | ? : Akhirnya kau sadar juga.. -_-")

'Berjalan di saat jam pelajaran sekolah, he? Lucu sekali alasanmu.' pikirku. Setidaknya ia telah menolongku, tidak ada salahnya aku mengampuninya untuk saat ini.

"Baiklah, Mikuo. Kau mau membawaku kembali kepada Len, 'kan? Ayo kita pergi. Aku mau lihat keadaan Kaito, Gakupo, dan Rin." ucapku.

"Hei, kau gila ya?! Mereka bisa membunuhmu bila melihatmu masih hidup." cegah Neru.

"Tak apa. Kujamin mereka tak akan membunuhku sebelum memperoleh informasi yang mereka butuhkan. Aku masih bisa menikmati sisa hidupku. Bukan begitu?" kataku sambil menatap tajam ke arah Mikuo.

"... Baik. Ayo ikut aku." kata Mikuo memasang tampang tegas dan berjalan pergi diikuti denganku dan Neru. Sebaiknya aku tidak melarang Neru ikut. Dia sudah berjasa denganku. Lagipula, berbahaya bila aku meninggalkannya sendirian di tengah hutan.

Aku juga heran kenapa Neru bisa langsung mengerti pembicaraanku dengan Mikuo dari tadi.. Heeeii, Mikuo kan bukan tipe orang yang suka berkoar-koar menceritakan seluruh kejadian rahasia pada orang yang baru ditemuinya, 'kan? Jadi, darimana Neru tahu tentang pertempuran yang sedang terjadi, dan soal Len? Aku.. Punya firasat aneh tentang soal ini... Namun kusimpan semua pertanyaan itu untuk nanti. Saat ini aku punya tugas tersendiri yang harus kuselesaikan, Ya. Aku sudah muak menjadi lemah. Aku tidak mau bersembunyi lagi.

Kami tiba di area VocalTree. Di mana Kaito dan Gakupo sedang membantu Rin melawan Len yang semakin menggila.

"Hentikan perbuatan konyol kalian semua!" teriakku.

Semua orang langsung menatap ke arahku. Kaito dan Gakupo menatapku tidak percaya, bagaimana mungkin aku sembuh secepat itu. Masih kaget dengan kehadiranku, saudara saudara?

"Hohoho.. Jadi si Sword Princess sudah sembuh rupanya. Kerja bagus Mikuo. Sekarang bisa mengorek informasinya dengan lebih mudah. Setelah itu, bunuh dia apapun yang terjadi. Ia terlalu berbahaya untuk hidup." Len menyerangku, namun dengan cepat aku membalas serangannya hingga ia terseret ke belakang beberapa meter menjauhiku. Hah, maaf saja, Tuan Kagamine. Aku bukanlah pengecut seperti yang kau kira. Aku sangat marah sekarang.

"Cih... Kuat juga kau rupanya. Menarik~" Len mengeluarkan senyuman psikopatnya, namun tidak membuatku takut, tapi bertambah marah.

"Len... Aku sebagai Sword VocalAzure, meminta penjelasan atas ketidakjelasan cerita dari chapter awal sampe sekarang." kataku.

"... Kalaupun kau mendengar cerita ini, kau akan tetap melawanku, 'kan?" Tiba-tiba ucapan Len terdengar lirih. Ada apa dengannya?

Flash Back~~

VocalTree adalah pohon besar misteri yang berdiri di tengah hutan. Asal usul berdirinya hanya diketahui oleh Para Azures, pelindung VocalTree. Menurut rumor, di bawah tanah area VocalTree terdapat harta yang melimpah. Ya. Itu memang benar. Tapi bukan itulah faktor penyebab VocalTree harus dilindungi.

Di bagian dalam VocalTree terdapat taman bunga yang indah dan luas dengan bunga putih yang bermekaran dengan indah. Bunga tersebut merupakan kebahagiaan tiap makhluk di bumi. Ketika bunga tersebut layu, kebahagiaan seseorang juga ikut hancur. Bahkan orang itu bisa hidup seperti zombie, hilang harapan hidup, dan bunuh diri. Karena itulah, para Azures juga bertugas menjaga agar bunga-bunga tersebut tidak layu, sehingga setiap orang tetap memiliki kebahagiannya.

Telah bertahun tahun para Azures menjaga dan memberikan kekuatan mereka untuk menghidupi VocalTree. Hingga pada suatu ketika, kekuatan para Azures habis. Banyak diantara mereka meninggal karena kehabisan kekuatan, sehingga tersisa Rin dan Len. Mereka tidak kuat lagi menyerahkan semua kekuatan mereka karena semakin banyak manusia yang semena-mena. Manusia menggunakan kekuasaan mereka untuk menindas yang lemah, mengambil hak dan kebahagiaan orang lain, dan mencari keuntungan untuk diri sendiri. Dah hal itu membuat semakin banyak bunga layu sehingga kekuatan Rin dan Len semakin menipis.

.

.

.

Hingga suatu saat...

Aku melihat ke sekeliling. Ah! Aku ingat tempat ini! Dulu Kaito menendang bola terlalu jauh, lalu jatuh di semak semak ini! Kemudian Miku mengambil bolanya dan melihat pohon besar di arah kirinya. Lalu kami berlari ke arah sini di balik semak semak ini ada.

"Ayo Kaito! Tendang bolanya!" teriak Gakupo.

"Diamlah Baka Nasu! Rock! Bersiaplah!" balas Kaito dengan bersemangat, disambut anggukan kepala Black Rock Shooter.

DUAK!

SRAK SRAK...

"Hei! Kenapa kau tidak menangkapnya?!" ucap Kaito kepada Rock.

"Kau gila?! Kau menendangnya terlalu tinggi! Mana mungkin aku bisa menangkapnya!" ujar Rock kesal.

"Sudahlah... Aku akan ambilkan bolanya." Miku berjalan ke balik semak semak untuk mengambil bola mereka.

...

...

...

"KAITOO! GAKU! ROCK! Coba kemari!" teriak Miku dari balik semak semak. Ketiga kawannya segera menyusul Miku dan tercengang dengan apa yang ada di hadapan mereka.

"Uaaahhhh! Pohon ini besar sekali! Kereeeennnnn!" ucap Kaito.

"Ayo kita lihat lebih dekat!" ajak Rock, dan diikuti dengan anggukan teman temannya.

Saat itu, Rin dan Len baru selesai memberikan kekuatan mereka pada bunga kebahagiaan tersebut. Ketika mereka beristirahat, mereka terkejut melihat 4 orang manusia menghampiri mereka. Mereka tidak punya kekuatan untuk melawan manusia saat ini, sehingga Rin dan Len mencoba berbicara baik baik dengan keempat anak di hadapan mereka itu.

"Hai anak manis! Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Rin tersenyum ramah.

"Eh? Di mana ini? Kami belum pernah ke sini sebelumnya." ucap Miku sambil melihat ke sekelilingnya dengan antusias, karena VocalTree sangat indah dan asri.

"Ini adalah VocalTree. Rumor kalian mengatakan kalau di pohon ini banyak terdapat harta melimpah." kata Len to-the-point , karena sudah memprediksi apa yang akan dilakukan manusia ketika mendengar kata 'harta melimpah'. Ujung ujungnya, Len akan mengusir mereka dari VocalTree. Jadi untuk apa menjelaskan panjang lebar?

"Wah! Hebat sekali! Dengan harta itu, kita bisa kaya raya!" bisik Kaito kepada Gakupo.

"Miku-san! Katakan kalau kita mau minta hartanya! Toh cuma sedikit. Mereka tidak akan keberatan." bisik Gakupo kepada Miku.

Rin mendengar bisikan kedua anak kecil di hadapannya dan tersenyum kecut, namun berusaha agar tetap sopan, "Ada apa, anak manis?"

"Ah! Tidak-tidak! Tadi kami sedang berdiskusi tentang harta itu." kata Kaito dan Gakupo tersenyum tanpa menyadari bahwa ucapan mereka telah mengecewakan kedua Azures di hadapannya.

"Kau... Menginginkan harta itu?" tanya Rin lesu.

Keempat sahabat itu saling berpandangan, hingga akhirnya Rock yang angkat suara, "Maaf, kami ke sini tidak untuk mengambil harta kok. Kami kan tidak sengaja ke sini saat bermain."

Rin dan Len spontan menoleh ke arah Rock dengan terkejut.

"Hah? Ada apa? Jarang loh ada yang mau menolak ini." kata Rin memastikan.

"Harta tidak membuat kami bahagia, malah membuat kami terbelenggu seperti orang tuaku dan Rock-chan. Kami hanya mau bermain. Itu lebih membahagiakan." jelas Miku sambil tersenyum.

"...!"

"Hei Miku-san! Rock-san! Kenapa kalian menolak hartanya?!" bisik Gakupo tidak terima.

"Gakupo, orang tua kita kan sudah punya uang. Kalau kita mau, tinggal minta kepada mereka. Tidak usah meminta dari sini." kata Rock.

"Tapi, Shooter..." Kaito agak keberatan.

"Hei, BaKaito! Kita ke sini untuk MAIN. Bukan untuk MENCARI HARTA KARUN!" tegur Miku.

"Huh.. Kau benar.. Baiklah kalau begitu.." jawab Kaito pasrah.

"Gakupo, gak apa-apa kan?" tanya Rock menanyakan soal keputusan yang diambilnya dari Miku.

"Gapapa lah... Yang penting aku bisa sama Kaito." kata Gakupo sambil mencium pipi Kaito. (? : Jiwa fujo Karen bangkit nih kayaknya XD)

"HUAPA?! Virus yaoi lu balik lagi?! Kabuuuuuurrrr..." canda Kaito. Kecil-kecil udah tahu yaoi... Author sesatya gak ketulungan.

"Oi BaKaito! Gakupo! Gak lucu tau main begituan!" bela Miku.

"Gomen ne, Miku-san."

"Ciee... Miku-nee cemburu yaaaahhhhhh?"

"Nnn-nani?! Cemburu apaan?!"

"Kamu ngebelain Kaito kaaaaannn?"

"D-d-diam!"

"Owwhhh... Miku-nee blushing!"

"E-Enggak! Aku cuma nggak tahan ngeliat mereka yaoi an! Makanya aku ngebelain Kaito!"

"Iya deh, Nee-san..." tawa Rock melihat candaan sahabat dan kakak kembarnya.

Sementara itu Rin hanya menatap kosong ke arah Miku dan kawan kawan sambil memikirkan sesuatu. Len dapat memprediksi pikiran Rin. Len manatap wajah keempat anak itu. Namun Len segera menyadari sesuatu dan membelalakan matanya.

"Jangan Rin! Tidak! Bukan mereka! Kita tidak bisa membiarkan kedua anak kecil yang lemah itu berkuasa!" cegah Len. Jujur saja, saat itu Len terlihat sangat takut. Sangat takut.

"Walaupun mereka anak kecil, hati mereka suci. Mereka mencintai kebahagiaan." jawab Rin membuat keputusannya.

"Saat kecil mungkin mereka tidak memikirkan harta. Saat sudah besar, mereka akan menumbangkan pohon ini! Sebaiknya aku saja yang menjadi VocalAzure. Aku lebih berpengalaman di sini!" kata Len mencoba mencari cara agar keempat anak itu segera meninggalkan VocalTree dengan berbagai alasan asal sebut saja.

"Kau terlalu khawatir Len. Aku yakin mereka bisa menjadi VocalAzure yang baik. Lihatlah, mereka tidak bertengkar meskipun anak itu diledek teman-temannya. Mereka malah tertawa bersama. Tidak ada perpecahan diantara mereka." ujar Rin sambil terseyum.

Len sedikit kesal dan takut dengan keputuan Rin.. Baginya keputusan itu akan mendatangkan malapetaka nantinya. "Ugh.. Baiklah, lakukan apa mau mu! Tapi 1 anak saja yang berkuasa!"

"Tidak.. 1 orang tidak akan kuat memimpin. Keduanya saja. Lagipula keduanya mencintai kebahagiaan. Mereka akan saling melengkapi dan menjadi VocalAzure yang baik, 'kan?"

"Tch.. Terserah!"

"Em, kakak? Apa kami masih boleh bermain di sini?" tanya Miku tiba-tiba menyela perdebatan Rin dan Len.

"Ah! Tentu saja boleh, anak manis, Kalau boleh tahu, siapa namamu?" tanya Rin dengan senyum ramah dan sedikit harapan di hatinya.

"Ah! Aku Miku! Ini Rock, Kaito, dan Gakupo. Salam kenal! Nama kakak siapa?" tanya Miku memperkenalkan nama teman-temannya.

"Namaku Rin dan ini Len! Selamat datang di VocalTree, Miku!" sambut Rin dengan senyum ramah, sedangkan Len segera meninggalkan lokasi mereka dengan kesal dan sedih.

Flashback off~

"Sudah kuduga.. Jadi kau mau membunuhku agar dapat menjadi pemimpin VocalTree, bukan begitu?" tanyaku sambil mempersiapkan senjataku, bersiap membunuh Len selagi ada kesempatan.

Len mendengus kesal, "Hahh... Sudah kubilang, 'kan? Walaupun aku ceritakan, kau tidak akan percaya. Untuk apa aku menguasai VocalTree? Aku tidak butuh itu.. Aku hanya.."

"JANGAN MEMBANTAH LAGI, LEN! Semuanya sudah jelas! Kau selalu sombong dan menganggap semua tindakanmu itu benar! Kau tidak ada bedanya dengan dirimu yang dulu, sebelum kita diubah oleh 'nya' menjadi Azure! Kau menewaskan semua orang demi kesenanganmu sendiri!" ... 'Sebelum mereka menjadi Azure?' pikirku. Tapi itu masalah nanti. Aku bisa menanyakannya kepada Rin kalau Len sudah dihabisi.

"Dengar ya! Aku melakukan semua ini demi kebaikan kalian! Kalian berada di pihak yang salah! Akulah yang benar! Kalau memang itu keputusanmu, silahkan! Aku tidak menanggung kalau suatu hari kau menyesali ini semua! Kau tahu, sekali kali kita harus banyak berkorban demi keselamatan bersama! Dan itulah yang aku lakukan!" bentak Len. Len kembali menyerang pelindung VocalTree dan merapal mantra mematikannya, dan kali ini dia melindungi diri sendiri dengan barrier agar sihirnya tidak bisa diganggu. A-apa yang harus kulakukan?! Kita semua akan mati!

Normal POV

"Rock-san! Lu udah sembuh, kan?! Kalo gitu, cepet buka pelindung VocalTree!" teriak Gakupo.

"Lu gila?! Itu sama saja bunuh diri! Lagian gue gatau cara ngebuka pelindungnya!" bantah Rock.

"Ya udah buka aja! Si Len mau nguasain VocalTree! Dia ngga mungkin ngancurin VocalTree! Makanya pelindungnya lu buka!"

"T-Tapi..."

"Udah buruan! Lama lu elah!" teriak Kaito frustasi.

"LU MAU NYURUH GUE BURUAN TAPI KALO GUE GATAU MANTRANYA GIMANE?! BANTUIN GUE BIKIN MANTRA!" teriak Rock ikutan frustasi.

"Yaudah! Kita membuat mantra! Biasanya kan mantra itu pake bahasa inggris biar kece. Jadi pikirin kalimat pake bahasa inggris yang kayaknya meyakinkan! (?)" kata Gakupo sambil berpikir.

"Coba 'From the courage of light and the evil of darkness, I command you to open the gate of fate'!" usul Kaito kepada Rock. Rock mengucapkannya, tapi tidak terjadi apapun.

Meanwhille in VocalAcademy

BRUAKKKK!

KepSek : *keluar* WEII! Satpam! Woles dong kalo buka gerbang sekolah! *marah-marah*

Satpam : M-Maap pak.. Tadi ada putih-putih-wihihihi (?) dateng, trus ngebuka gerbang sekolah dengan sangat 'woles' nya...

Balik lagi ke VocalTree~

"Salah mantra, ya? Kok gue ngerasa ada aura gelapnya KepSek dari sekolah kita?" tanya Kaito.

"Itu urusan nanti! Umm, sekarang coba 'Let light, fate, and darkness be released'!" usul Gakupo, dan segera diucapkan oleh Rock.

~VocalAcademy : *mati lampu (lho)*~

"Agghh! Gak berpengaruh apapun! Coba mantra 'Biggest fear will be un sealed, come and let all the power untied'!" usul Rin.

~VocalAcademy : KepSek ditangkep KPK (?) #nyambung-dari-mana?~

"Isshh! Coba 'I pray and plead for you to grow back, in the darkness and the light I ask, for the sake of the safety of all..' !" usul Mikuo ikutan greget.

~VocalAcademy : KepSek kekunci di gudang (?)

KepSek : *nangis* h-hiks.. hiks.. A-ak-aku takut gelap! Hueeee! *cengeng*

Malang amat KepSeknya...~ (? : Sungguh kasihan kau KepSek~)

"GRROOAARR! Coba pake 'May the power of the spell reveal your true indetity' !" teriak Neru ikutan frustasi.

~Gudang (?) : KepSek berubah jadi kecebong (?). Rupanya dulu KepSek adalah kodok calon korban pratikum Biologi yang sempet dicium siswi sebelum dibelek dan berubah menjadi KepSek. Jaman sekarang, kodok udah ber-evolusi jadi kecebong raksasa (?)~

"Aiisshhh! Kok gaada yang bisa sih?! Malah gue ngerasa aura membunuhnya kepala sekolah kita!" teriak Rock sambil nginjek kecebong terdekat (?)

"Kita punya usul!" teriak Kaito dan Gakupo.

"Apaan?"

"Let the justice of the light and the cruelty of the drakness, free and interrelated with each other. Forming a force that became the key to opened the gate of fate, at my command, open that gate and let all of the power detached!" teriak Gakupo.

"Oh great VocalTree, with this spell I say, the power of the water that always makes you big and heavy, whick makes firm the soil strength as well, I command you... Get up, let go of all your protector! Vocal Tree!" teriak Kaito.

...

...

...

"Eh buset... Gak kurang panjang tu mantra?" ujar Rock sweatdrop.

SYAAAAAAATTTTT!

"AAAAAAAAGGGHH!" Len berteriak kesakitan dalam barriernya. Efek sihir Len yang sudah tercampur sihir hitam terlalu kuat sehingga Len sendiri tak kuat menahan auranya.

"Hancurkan barriernya!" teriak Kaito lalu berubah dalam mode Kuroito ya dan menebas-nebas barrier Len. Tentu saja.. Walaupun Len adalah musuh, tapi Kaito paling dekat dengan Len di masa lalu. Bahkan Len paling mempercayai Kaito dalam segala hal.

"Rock! Cepat buka pelindung VocalTreenya! Sihir Len akan berhenti secara otomatis kalau pelindungnya hilang!" desak Kaito.

"Umm.. G-gimana kalo kita coba pake bahasa lain yang lebih elit?" usul Rock kebingungan.

"Ya apapun lah! Pokoknya kebuka! Coba 'Harperiost. Quefedum mos de frecuioz'!" usul Rin. Rock mencoba mantra itu, tapi tidak berefek apapun karena bahasanya tidak dikenali author (?).

"Che la luce, il destino, e le tenebre sciolto, il mondo e inghiottito da nessuno di questi. Niente e semplice, ma il segreto e rivelato da solo. Aprono, porte di crepuscolo." usul Gakupo.

"Aprire e rivelare i tuoi segreti, porte di luce ku!" teriak Neru.

"AAAIISHH! SETOP! DIEM LU SEMUA! GUE AJA GAK TAU ITU ARTINYA APAAN, MANA MUNGKIN DIJADIIN MANTRA?!" teriak Rock sambil lompat-lompat.

"Uughhh... G-GGYAAAA!" Len memegangi kepalanya, dan aura hitam mulai menyelimutinya.

"Rock! Cepatlah!" pinta Kaito sedikit mendesak.

"Grrr... APA SIH MANTRANYA?! Masa iya mantranya 'SERSAN, BUKA PINTU!' ?! Kan gak elit!" teriak Rock frustasi sambil mengucapkan mantra asal.

...

...

...

SLLLLAAAAASSSHHHHHH!

Pelindungnya kebuka!

Semua hadirin cengo luar biasa... Makanya.. Cinta bahasa Indonesia.. *bijaksana* (?)

Sinar terang memancar dari arah VocalTree yang terkurung selama 10 tahun. Barrier dan sihir Len terpecahkan dan Len jatuh terduduk lemas. Kaito menopang tubuh Len dan membantu Len berdiri.

Rock berjalan mendekati VocalTree. Perasaan familiar dan nyaman mengisi hatinya.

"K-k-kaito.. Bunuh Rock sekarang! Sebelum semuanya terlambat!..." pinta Len kepada Kaito.

"Kau gila, Len?! kalau si Shooter dibunuh, siapa yang akan memimpin VocalTree?!" kata Kaito.

Len mengeluarkan sihirnya dengan cepat ke arah Rock, hingga Kaito tidak sempat mecegahnya. Rock yang sedang melamun tidak sempat menghindar.

"AWAS SHOOTER!"

ZLASSHHHHHHH!

Rock kaget ketika ada sihir lain yang menangkis sihir Len sehingga kedua sihir itu beradu di udara dan menghilang. Sihir siapa itu?

"Hoooaaahmmm... Akhirnyaa... 10 tahun disekap sendirian sangat melelahkan..."

Mereka semua membelalakan mata dan menatap ke arah suara yang datang dari dalam VocalTree.

"K-kau..."

"Haaaaii minna! Lama tidak jumpa~" ucap orang itu saat wujud dirinya mulai tampak karena cahaya pelindung yang terang mulai meredup.

Rock terkejut melihat sosok orang di depannya itu.

"... O-onee...-chan?"

.

.

.

.

To Be Continued!

Yosh!

Inilah hadiah dari Karen bagi yang udah mau ngereview dan usul mantra! Semua mantra Karen pakai di sini XD buat yang gak usul mantra, nanti Karen kasih hadiah tersendiri di lain chapter XD

Bales reviewww~

Mitoshi Koro :

Ngga! VocalTree tu teratai! #plak! Teratai sakti yang lebih ajaib dari Titanic! #plak

Kaito oper lemet (?) nanti... Pas rahasia sesungguhnya terungkap... *spoiler* mungkin #plak XD

Yosh! Udah update! Please review! Arigatou buat reviewnya! XD

Minami no Hikari Kagamine :

Arigatou, Minami-saaann! XD usul anda Karen pake XD walaupun kata katanya gak persis seperti yang Minami-san usulin sih.. Hehehe XD tapi arigatou buat usul, review, dan telah bersdia baca cerita Karen XD mind to review? XD

VermieHans :

Gomen Verrrr! Update lama karena gaboleh buka kompi XD jadi baru update sekarang...

Yosh! Arigatou udah mau baca n' review! XD
Udah update~ Mind to review?

Michi Nichi-chi :

Sudah update XD Arigatou buat reviewnyaaaa~
Mind to review lagi?

rika tsukikoe :

Arigatou udah bilang fic Karen keren, Rika-saaaaann! XD

Wakakaka XD untunglah teriak teriaknya di mall.. Asal jangan teriak teriak di speaker yah... Nanti tuli semua XD #plak *canda*

Usul Rika-san Karen pake semua XD Arigatou buat usulnya.. Sudah update! Mind to review again? XD sekali lagi,, arigatouuuuuuuu! XD

KamikazeKurobara2301 :

Gapapa lah... Sekali kali ganti nama *digorok* jadi persatuan LyraKuruta404 dan KamikazeKurobara2301~ ((yuri dong?! #plak XD))

Arigatou udah review! Udah update! Review lagi dong XD

Yami no Alice :

Usulnya gak aneh kok XD Karen pake usulnya~ XD
Arigatou udah review! Udah update! Mind to review?

Dark Kuroi :

Hubungan Rin dan Len? Hanya Karen yang tau XD #plak
Hubungan itu akan dibahas sekitar 2 chap lagi! XD *spoiler*

Yoshhh! Arigatou buat reviewnya! Sudah update! Mind to review?

Byakko Hiyorin :

Wakakakka XD gapapa kok XD ini juga fic action Karen yang pertama, jadi gomen ne kalo aneh XD

Nope! Rock dan Miku adalah saudara kembar, tapi Miku meninggal saat melindungi VocalTree XD Tapi... baca aja #plak XD

Banyak rahasia yang belum terungkap! Dan akan segera terungkap XD Arigatou buat reviewnya n' mind to review again? XD

Yosh! Sekianacara bales membales review! XD

Karen berterima kasih juga buat author Yami no Ryou yang udah bersedia membantu mempublish fic ini, dan semua anggota grup WhatsApp yang memberikan dukungan dan usul supaya chapter ini selesai dibuat.

Karen gak memaksa, tapi mohon reviewnya ya~ Review dari kalian sangat mendukung mood Karen dan penghilang virus WB XD *bow*

Jadi...

REVIEW PLEASEEEEEEEE! XD

.

.

.

(? : Gila.. 90% fic ini mengandung tanda seru! Dan fic ini lumayan panjang. Sampe-sampe saya encok ngetiknya. XD)