Tittle: Liar
Author: Park Chan Gyu
Main cast: Park Chan Yeol, Byun Baek Hyun
Other cast: cari lah sebisa anda/?
Genre: drama,romance, alur gaje (GS)
Disclaimer: cast miliki Tuhan keluarga agency dan para fans, tapi BaekYeol itu milik saya PROTES?
Warning: ini hanya fantasy belaka okeh, GenderSwitch , gajering banget deh
Summary: gadis beasiswa di SM high school selalu saja mendapat perlakuan yang tidak baik dari murid murid kalangan atas, tapi dia memiliki rahasia yang membuat banyak orang akan tercengang, apa itu?
….
….
Park… Chan… Gyu…
…
…
HAPPY READING~
Baekhyun menidurkan dirinya dilantai ketika lagu sudah selesai. Dia merasa cukup sudah menghilangkan rasa kesalnya, walau pada akhirnya dia akan kesal lagi. Merasa sudah selesai, Baekhyun keluar dari ruangan dance, bajunya basah akibat pembully, ditambah dengan keringat. Oh! Dia membutuhkan kamar mandi sekarang, dengan cepat ia berjalan menuju toilet siswi.
Wanita beasiswa itu sudah menyelesaikan acaran mandi bebeknya(?). saat ingin keluar, pintunya terkunci.
''apa ada orang diluar? Tolong! Aku terkunci!'' teriak Baekhyun menggedor pintu utama toilet.
''sial, lagi lagi terkunci. Huft'' dumalnya, dan…
BYUURR!
Seseorang menyiram tubuh Baekhyun dari atas. Baekhyun hanya membuka mulutnya akibat terkejut, dia dapat mendengar tawa jahat dan saat ia mendongak…
''hai baby'' sapa seorang gadis dengan senyum manisnya membuat Baekhyun mual
''bagaimana jatah kami hari ini hmm?'' Tanya gadis lainnya yang memegang ember berisikan air biasa. Baekhyun hanya menghela nafas, ia melupakan ke empat gadis menyebalkan ini, biasanya ke empat wanita itu akan memberi 'jatah' pada Baekhyun
''ya terimakasih atas 'jatah' kalian yang sangat menyenangkan ini, aku sangat tersanjung'' ucapnya pelan dan disambut dengan tawa yang teramat memuakkan
''sampai jumpa lagi baby baek, ah ya jika kau pulang dengan baju basah itu akan lebih baik bukan kkk''
Ke-empat wanita menyebalkan itu telah pergi
''YAK! Bukakan dulu pintunya!'' teriak Baekhyun, salah satu dari kawanan gadis itu mendengarnya. Dengan wajah datar dia memperlihatkan kunci pintu toilet pada Baekhyun, membuat mata gadis berbadan mungil itu membola. Baekhyun terduduk karna lelah berdiri terus dan lagi pakaiannya benar benar basah, dia juga merasa kedinginan
.
.
.
.
Gadis berwajah datar yang selalu bersama dengan ke-tiga gadis sombong itu kini tengah sendiri. Dia bernama Yoo Han Mi. Mata tajamnya memperhatikan siswa siswi yang ada di kelas, lalu matanya melihat ke luar jendela.
''Hanmi kau melihat Baekhyun?'' Tanya seorang gadis bermata rusa, yang dipanggil mengambil sesuatu dari saku jaket sekolahnya, lalu memberikannya pada gadis berambut pirang itu
''bukalah pintu toilet'' ucapnya dingin, tanpa disuruh dua kali gadis rusa itu mengambil kunci yang diberikan oleh Hanmi dan berlari menuju toilet siswi.
CKLEK
Pintu toiletpun terbuka saat Luhan membukanya, dan nampaklah seseorang yang sedari tadi dicarinya
''Baekhyun!'' panggil Luhan –si gadis rusa-
Luhan sangat khawatir akan keadaan sahabatnya ini, wajahnya sangat pucat dan bibirnya membiru akibat kedinginan. Luhan harus mencari pertolongan karna dia tidak bisa membawa sahabat mungilnya ini sendirian. Saat keluar dari toilet ia melihat siluet yang ia kenali, tanpa ragu dia memanggilnya
''Park Jimin!'' teriaknya, namja bermata sipit itu menengok. Luhan berlari kearah Jimin –juniornya di club-
''bisakah kau menolongku? Temanku sedang sakit'' ucapnya, belum sempat menjawab tangan Jimin sudah ditarik duluan oleh gadis keturunan china itu
Mereka berdua sudah sampai di kamar mandi siswi, mata Jimin terbelalak saat melihat gadis tak berdaya tergeletak diubit yang basah nan dingin. Tanpa disuruh, ia langsung menggendong Baekhyun dengan ala bridal style menuju UKS, Luhan mengikuti dari belakang harap harap cemas semoga sahabatnya baik-baik saja…
Mereka telah sampai di UKS, Luhan dengan sigap membukakan pintu untuk Jimin, dan yeah adik kelasnya ini segera membawa Baekhyun ke Kasur yang disediakan di ruang UKS.
''aku sangat berterima kasih padamu Min, seandainya aku tak mlihatmu pasti kondisi Baekhyun akan semakin memburuk'' ucap Luhan membungkukkan badannya, Jimin hanya tersenyum lalu matanya beralih ke gadis yang sedang terbaring lemah
''bukan masalah apa apa noona'' jawab Jimin
''noona aku punya urusan penting, aku pergi dulu ne''
Seperginya Jimin, Luhan merawat Baekhyun dengan telaten. Mengganti pakaian basah yang dikenakan Baekhyun dan menyelimuti tubuh dingin milik gadis beasiswa itu. Sejujurnya Luhan bukan lah anak beasiswa melainkan siswi pertukaran pelajar dan juga dia dari Kalangan menengah atas sehingga dia tidak menjadi korba bully teman temannya
.
.
.
.
.
Hari beranjak sore, Baekhyun mulai mendapatkan kesadarannya. Tangan kananya terasa berat, namun saat ia melihat ke sisi kanan Baekhyun tersenyum lemah mendapati sahabatnya tertidur dan menjadikan lengan kurusnya sebagai bantalan. Matanya melihat jam dinding yang terpasang di tembok sisi kiri Kasur yang ia tempati. Dengan spontan badannya terbangun membuat gadis yang tengah tertidur ikut terbangun.
''ada apa?'' Tanya Luhan dengan suara paraunya
''maaf aku telah membangunkan-mu, terima kasih sudah mau merawat-ku, aku harus bekerja paruh waktu'' ucap Baekhyun menampakkan wajah paniknya
''tapi kau belum sembuh'' Luhan mencoba mnghentikan jalan Baekhyun yang ingin pergi
''aku akan minum obat, aku akan cepat sembuh ini hanya demam biasa. Aaahh waktu adalah uang!'' panic Baekhyun semakin menjadi saat waktunya tinggal sedikit
''bye Luhan!'' teriak Baekhyun berlari dengan sangat cepat meninggalkan Luhan sendiri, gadis rusa itu hanya mendengus kesal melihat temannya seperti itu. Memang sih kalau dipikir-pikir hanya Baekhyun yang terlihat paling sederhana dan tidak mampu itu sebabnya Baekhyun sering menjadi bahan olokan murid murid kalangan atas
Baekhyun masih terus berlari, beruntung para murid sombong itu sudah pulang jadi Baekhyun dengan leluasa berlari menuju parkiran untuk melanjutkan aktivitasnya sehabis sekolah. Dengan terengah-engah ia mendekati sepedanya, namun ia merasa ada yang aneh pada sepedanya. Dan benar saja, bannya kempes! Sungguh sialnya nasibmu Byun…
''argh! Kenapa harus juga dikempesin! Aku bisa telat, sial'' eluhnya memandang kesal kea rah sepeda yang tak bersalah itu. Dengan berat hati, Baekhyun menuntun sepedanya yang kempes itu. Dia benar-benar dikejar waktu sekarang, namun sepertinya kesialan tetap berlanjut karna…
''hai jelata! Kenapa dengan ban-mu haha barang rongsokan seperti itu harusnya kau buang!'' caci seseorang yang menyumbulkan kepalanya dari jendela mobil mewah yang ia naiki. Telapak tangan Baekhyun mengepal gagang stang itu penuh emosi. Sepertinya ia tau siapa pelaku pengempesan sepeda kesayangannya ini!
Tanpa memdulikan cacian pemuda itu, Baekhyun terus berjalan melewati mobil mewah itu. Sepertinya akal Baekhyun memang patut dipertanyakan karna yeah dengan berani ia menendang bagian pintu supir mobil itu. membuat sang pemilik langsung keluar
''Yak! Apa yang kau lakukan heoh!'' bentak lelaki itu, Baekhyun yang kembali dari alam kesadarannya langsung menyadari apa yang dilakukannya. Tanpa pikr panjang dan kata maaf Baekhyun langsung kabur karna takut menjadi bulan-bulanan para sang penguasa yang sialnya masih berada dilingkungan sekolah
Baekhyun berhenti untuk mendapatkan nafas, dia memukul kencang kepalanya
''Bodoh! Kau membuat hyena terbangun dan esok dapat dipastikan aku tidak akan selamat dari terkamannya, huweee kenapa nasib-ku begitu sial!'' gumamnya merutuki kejadian yang ia lakukan tadi
.
.
.
.
.
Keesokan harinya, seperti halnya tiap pagi baekhyun akan mengantarkan susu dan koran ke rumah-rumah. Namun hari ini ia tak sesemangat hari biasanya, ternyata dia masih memikirkan kejadian kemarin, ah kau benar-benar malang Baek..
Baekhyun tetap memasang wajah suramnya, membuat lelaki disampingnya sedikit mlirik ke arahnya
''wajah-mu kenapa noona? Kau sedang tidak ada uang heoh?'' Tanya lelaki itu, Baekhyun menggelengkan kepalnya
''Ah! Atau keperawananmu sudah direnggut ya!'' seru lelaki yang lebih muda itu, gadis yang lebih tua dengan cepat menendang tulang kering bagian kiri lelaki berkulit tan tersebut, membuat sang empu berteriak kesakitan
''kau fikir aku apa heoh?!'' gertaknya menatap tajam lelaki yang masih meringis dan mengelus tulang kering yang menjadi korban 'kasih sayang'
''sudah sana ke sekolah-mu, belajar yang benar! Aku duluan'' pamitnya menggunakan sepeda yang sudah di perbaiki oleh appanya
Lagi, Jongin menatapi gadis yang sering ia panggil noona itu dengan tatapan rindu namun setelah sadar waktu sudah mendekati jam masuk, dengan cepat ia berlari menuju sekolah yang tak jauh dari sekolah Baekhyun..
.
.
.
.
.
TBC
A/N: mian kalo kemarin aku lupa bangt ngeditnya sampe ada yg ngingetin huhu, iya sih pasti ngerasa keganggu banget ya karna itu ancur banget u.u tapi sekarang aku membawa update-annya dan ini udah lebih baik kok dari sebelumnya ^^ thanks juga yang udah review, jangan lupa review lagi ne '-')/
