Tittle: Liar

Author: Park Chan Gyu

Main cast: Park Chan Yeol, Byun Baek Hyun

Other cast: cari lah sebisa anda/?

Genre: drama,romance, alur gaje (GS)

Disclaimer: cast miliki Tuhan keluarga agency dan para fans, tapi BaekYeol itu milik saya PROTES?

Warning: ini hanya fantasy belaka okeh, GenderSwitch , gajering banget deh

Summary: gadis beasiswa di SM high school selalu saja mendapat perlakuan yang tidak baik dari murid murid kalangan atas, tapi dia memiliki rahasia yang membuat banyak orang akan tercengang, apa itu?

….

….

Park… Chan… Gyu…

HAPPY READING~

.

.

.

Baekhyun memarkirkan sepeda tersayangnya di tempat parkiran umum. Matanya menatap was-was, ke arah parkiran yang khusus diperuntukkan penguasa sekolah. Bernafas lega saat tak melihat mobil mewah milik penguasa mengerikan itu. Perlahan, kaki mungilnya melangkah menuju kelas.

Sesampainya di kelas, banyak mata yang menatap tajam dirinya. Baekhyun menghela nafas dan berjalan menuju mejanya. Matanya membulat menatap meja yang kini penuh dengan tulisan, kata-kata cacian memenuhi mejanya dan matanya beralih ke bangkunya, tak berbeda nasib dengan mejanya hanya saja mengeluarkan bau amis

''heh beasiswa! Buang meja dan bangku sampahmu itu! mengganggu pemandangan'' caci salah satu siswi disana yang selalu saja membawa kipas tangan. Dengan pasrah siswi beasiswa itu menarik bangkunya untuk dibersihkan. Semua mata terus menatap tak suka termasuk Hanmi, dia mengeluarkan ponsel pintarnya lalu mengetik beberapa kata dan mengirimkannya pada seseorang disebrang sana

.

.

.

Dalam toilet siswi terdapat gadis tengah membersihkan bangkunya, dia adalah gadis yang sering sekali dibully oleh yang lain. Peluh memenuhi kening mulusnya, dengan telaten dia terus membersihkan semua kotoran yang ada dibangkunya

''kenapa baunya tidah mau menghilang!'' eluhnya saat dia merasa sudah lelah mencuci bangku yang sering ia gunakan untuk menopang tubuhnya ketika berada dikelas. Wajahnya terlihat frustasi, bau amis yang ada di bangku itu benar-benar membuatnya muak. Baekhyun menyandarkan dirinya di wastafel sekolah setelah dirasa tubuh dan pikirannya lelah.

Tanpa peduli, bangku itu mau wangi atau tidak yang terpenting bangku itu sudah bersih dari kotoran, Baekhyun membawa bangku itu menuju kelas.

.

.

.

Jam pelajaran biologi sudah selesai dan berganti jam pelajaran olah raga. Gadis bertubuh mungil berjalan menuju lokernya untuk mengambil seragam dan sepatu olahraganya. Pintu loker sudah dibuka dan…

''wah! Dia benar-benar mendapatkannya!'' teriak seorang siswa kepada murid-murid yang sengaja berkumpul disana

Baekhyun menatap bingung isi lokernya. Sebuah kertas merah dengan tulisan 'danger' membuatnya terbingung-bingung, matanya beralih menatap murid-murid yang kini tengah bersorak ria dan berhigh five. Tanpa piker panjang ia mengambil kertas itu dan menatap lekat

''seperti di drama bbf saja'' gumamnya membuang kertas itu, lalu ia mengambil seragam olahraga dan sepatunya. Hari ini, sahabatnya tidak hadir, jadi Baekhyun harus sendiri menghadapi semuanya. Dia sudah didalam toilet siswi untuk berganti pakaian. Ketika ia akan memakai baju olahraga, dirinya merasa ada yang janggal dan…

''bajuku!'' matanya terbelalak saat meliha baju olahraganya menjadi baju yang layak dijadikan lap/? Bajunya di robek dengan gunting dan juga celana olahraga yang panjang menjadi sangat pendek

''aku tidak mungkin memakai seragam olahraga seperti itu'' cicitnya menatapi seragam olahraga yang tak layak pakai. Baekhyun akhirnya memilih untuk tidak berolahraga, dia keluar dari salah satu bilik yang ada ditoilet siswi itu dan dia menemukan gadis yang selalu ikut dalam hal membullynya

''pulanglah'' suruh orang itu, Baekhyun mengernyit

''maksudmu?'' Tanya Baekhyun tak mengerti

''pulang sebelum kau mendapat hal yang lebih parah'' beritahu orang itu dengan nada dinginnya

''tapi…'' Baekhyun mencoba mengelak, dan tangannya langsung ditarik oleh orang itu

.

.

.

Baekhyun masih bingung dengan apa yang terjadi, salah satu dari murid kalangan atas yang selalu membullynya menyuruhnya untuk pulang dan kini orang itu mengantarnya untuk pulang. Ini sangat langka!

Mobil itu berhenti didepan rumah sederhana milik keluarga Byun.

''mungkin besok kau harus menyiapkan mental-mu'' saran orang itu dengan wajah datarnya, Baekhyun hanya terdiam dengan canggung ia membungkukkan tubuhnya tanda terima kasih, lalu ia keluar dari mobil itu dan mobil itu langsung melaju meninggalkan Baekhyun

Menghembuskan nafasnya, Baekhyun memilih untuk tidak memikirkan hal-hal yang terjadi hari ini dan memutuskan untuk masuk ke rumah mungilnya

''aku pulang!'' teriaknya, membuat seseorang langsung keluar dari kamar dan menatap heran kearah putri tercintanya

''kau sudah pulang?'' Tanya wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik, sang putri tersenyum manis

''iya umma, kelas dipulangkan dengan cepat'' bohongnya kepada sang umma

''oh, baekkie kau sudah makan?'' Baekhyun menggeleng pertanda ia belum makan apapun saat di sekolah, sang umma yang sangat perhatian dengan anaknya ini langsung membuatkan makanan yang pasti membuat Baekhyun semangat untuk makan

.

.

.

''aku sudah melakukan apa yang kau mau'' ucap seseorang via telefon, setelah percakapan mereka sudah selesai orang itu memutuskan sambungannya. Orang itu menatap keluar jendela dan memandang langit cerah…

.

.

.

.

''YAK! Kenapa dia pulang hah?! Siapa yang menyuruhnya pulang?!'' murka seseorang berbadan tegap menendang bangku kosong yang ada diruangan itu

''ma..maafkan kami, be..besok kami akan membuatnya menderita'' sesal salah satu pesuruh orang yang murka tadi

''SIAL! Aku rela menggunakan motor agar bisa melihatnya menderita'' desisnya menatap tajam bawahan tak bergunanya itu

''sudah lah hyung masih ada hari esok'' sang penguasa sekolah itu manatap sinis ke sosok yang juga memandangnya tak kalah sinis

''dia membuat mobil-ku terkontaminasi oleh jelatanya!''

''kau terlalu berlebihan hyung'' sindir seorang lelaki yang tengah mendengarkan music R&B dari earphone yang hanya ia pasangkan di telinga kirinya

''apa yang kau bilang?!'' Tanya penguasa besar itu tak terima

''sudah lah Park, hari esok akan menjadi hari special-mu'' ucap seseorang yang baru datang, membuat ketiga lelaki yang ada di dalam ruangan itu menatap orang tersebut, orang itu tersenyum miring dan melipat kedua tangannya didada

Dan lelaki yang dipanggil Park itu mengeluarkan seringai mengerikannya. Dia tak sabar untuk hari esok

.

.

.

.

.

Pagi ini gadis berambut sepinggang berwarna coklat tua itu tidak mengantarkan susu dan koran, hari ini ia izin oleh bosnya dan beruntung bosnya sangat pengertian. Seperti pagi biasanya, gadis manis itu berjalan sambil menuntun sepedanya didampingi oleh lelaki berkulit tan dengan rambut madunya

''nuna kenapa? Dari kemarin wajahmu terus di tekuk, nanti cantikmu bisa hilang nuna'' Tanya lelaki itu penasaran

''aku memang tidak cantik dari lahir'' ucap gadis itu terus menatap jalan

''ah nuna tidak seru! Aku kan hanya ingin menghibur nuna'' lelaki itu mempoutkan bibir tebalnya, dan saying itu tidak dilihat oleh nuna kesayangannya itu

''aku duluan'' sesampainya didepan gerbang sekolah SM High School, Baekhyun langsung menaiki sepedanya dan meninggalkan Kim JongIn sendirian. Lelaki itu menghembuskan nafas beratnya saat melihat nuna tercintanya

.

.

.

Ketika Baekhyun sedang menaiki tangga menuju ruang labotarium, tiba-tiba ada yang menimpuknya dengan telur busuk. Gadis itu jelas terkejut dan mencari sosok yang telah melemparnya telur. Baekhyun menggigit bibir bawahnya saat menyadari bahwa seragam sekolah yang ia kenakan bukan hanya kotor dan bau amis namun juga bau busuk.

Seragam Baekhyun agak basah akibat membersihkannya dari telur busuk yang baunya ampun-ampunan itu. Keluarnya dari toilet, kesialan kembali muncul. Kepalanya terasa basah dan lengket, saat menyentuh kepalanya, dia menatap ngeri telapak tangannya. Darah! Air yang jatuh ke kepalanya adalah darah, bau amis kembali menyeruak dan itu membuat Baekhyun harus kembali masuk kedalam toilet

.

.

.

.

Setelah kejadian itu Baekhyun hanya terdiam saja, menurutnya ini pembullyan yang cukup ekstrim dan membuatnya tak berhenti memikirkan kejadian itu

''Baekhyun kau baik- baik saja?'' Tanya lelaki berwajah kotak, dia khawatir dengan Baekhyun yang terlihat seperti mayat hidup

''ah aku baik baik saja, Jongdae-ie'' jawabnya cepat saat tersadar dari lamunannya

''akhir-akhir ini kau terlalu banyak melamun, kau tidak takut jika nilaimu turun nanti?'' Tanya Jongdae lagi, Baekhyun hanya menggeleng sambal tersenyum

Istirahat telah tiba, Baekhyun kembali menjadi budak siswa siswi dikelasnya. Beruntung Luhan sudah masuk dan bisa membantunya. Di perjalanan menuju kelas, kakinya di selengkat oleh salah satu siswa yang entah itu kebetulan atau sengaja lewat, membuat tubuh Baekhyun jatuh dan makanan yang ia bawapun ikut jatuh

''Aw! Appo'' lirihnya menahan nyeri di area dengkulnya, Luhan langsung membantu temannya untuk berdiri

''biarkan aku saja yang membawa semua makanannya untuk orang-orang sombong itu'' Luhan memungut makanan yang terjatuh dilantai

''tidak usah, nanti aku bisa mendapat masalah lagi'' tolak Baekhyun, dan Luhan menatap garang teman keras kepalanya ini

''bukankah kau mau mengambil buku Bahasa mu di loker? Sudah sana! Aku akan mengantarkan ini semua'' sebelum Baekhyun membalas, Luhan sudah berlari meninggalkan Baekhyun

Akhirnya Baekhyun memilih untuk mengambil buku bahasanya di loker. Ketika akan membuka pintu loker menggunakan kunci, ia merasa aneh, lokernya sudah tak terkunci dan dengan sikap penasarannya Baekhyun membuka loker itu. Baekhyun mundur beberapa langkah ketika melihat isi lokernya kali ini, menatap tak percaya dengan tangan kiri membekap mulutnya. Deru nafasnya tak beraturan…

Sebenarnya ada apa?

.

.

.

.

.

TBC

A/N: thanks buat yang udah review, tolong bersabar untuk chap selanjutnya ^^

Jangan lupa meninggalkan review ne!