Tittle: Liar

Author: Park Chan Gyu

Main cast: Park Chan Yeol, Byun Baek Hyun

Other cast: cari lah sebisa anda/?

Genre: drama,romance, alur gaje (GS)

Disclaimer: cast miliki Tuhan keluarga agency dan para fans, tapi BaekYeol itu milik saya PROTES?

Warning: ini hanya fantasy belaka okeh, GenderSwitch , gajering banget deh

Summary: gadis beasiswa di SM high school selalu saja mendapat perlakuan yang tidak baik dari murid murid kalangan atas, tapi dia memiliki rahasia yang membuat banyak orang akan tercengang, apa itu?

….

….

Park… Chan… Gyu…

HAPPY READING~

''umma tidak mau tau, nuna-mu harus keluar dari sekolah itu!'' Jongin terdiam, membuat seseorang yang tengah berbicara dengannya menengok

''kau tidak mendengarkan ucapan umma?'' Jongin tersadar dan menatap mata umma tercintanya

''dia tidak akan mau keluar umma'' balas Jongin, sang ibu mengernyit

''dia ingin membuat seseorang mengingatnya lagi'' jelas Jongin, Yixing semakin bingung

''siapa?'' Tanya Yixing to the point

''itu rahasia, umma tidak boleh tau'' jawab Jongin dan ibunya hanya mendengus

''terserah, asalkan dia tidak diganggu lagi oleh Jung itu'' balas Yixing menyesap teh hangatnya

Ternyata kedua orang itu berbincang di coffe yang begitu terkenal dan tentu saja coffe itu milik mereka

.

.

.

.

Baekhyun memasuki rumah kediaman Byun. Dia melepaskan sepatunya, dan matanya melihat sepatu lain. Kakinya melangkah cepat ke ruang tamu yang begitu sederhana namun nyaman

''Daehyun!'' pekik yeoja itu memeluk erat adik tersayangnya

''nuna! Kau membuatku kaget'' omel Daehyun saat mendapati nunanya memeluk dirinya begitu erat

''kapan kau pulang? Kenapa tidak menghubungiku'' Baekhyun mempoutkan bibir ranumnya, sang adik yang memiliki marga sama itu terkekeh

''dia baru saja sampai baekkie'' jawab sang ibu membawakan segelas minuman untuk anak lelakinya yang baru saja kembali dari Belanda

''bagaimana Belanda? Bagus tidak?'' Tanya Baekhyun penasaran, lihatlah mata pussynya sangat lucu saat berbinar

''tentu saja bagus nuna, terimakasih sudah mau membiayaiku'' ucap Daehyun menunjukkan senyum tulusnya

''hihi biasa saja, kau akan meneruskan study dimana? Seoul?'' Tanya lagi Baekhyun, Daehyun mengangguk

''jadi nuna, kembali lah'' pinta daehyun membuat gadis yang berbeda satu tahun dengannya terdiam

''kau mengusirku?'' Tanya Baekhyun dengan mata melasnya

''bukan begitu Baekkie, orang tua-mu pasti ingin putri tersayangnya kembali, kau tidak kasian dengan saeng-mu? Daehyun sudah kembali, umma tidak akan kesepian lagi dan kau tak perlu bekerja keras demi membiayakan kehidupan kami'' jelas sang umma yang sedari tadi hanya diam mengangkat bicara

''tapi umma…''

''umma benar nuna, saeng-mu juga sering cerita kepada-ku, dia iri padaku karna nuna selalu memperhatikan orang yang bahkan bukan adik kandungnya''

''yak baiklah baiklah aku akan pulang ke rumah itu, tapi Daehyun harus bekerja di perusahaan keluarga Kim'' Baekhyun menyerah, dia mana bisa mengalah dari keluarga kecil yang selalu memberi kehangatan padanya, namun nanti setelah ia keluar dari kediaman Byun pasti ia tak lagi bisa merasakan itu semua

.

.

.

.

Seorang gadis yang hanya memakai baju sederhana dan koper ukuran besar menatapi gerbang yang menutupi rumah mewah bernuansa khas kerajaan modern. Gadis itu menghelas nafas, tangan kananya membuka gerbang itu dan menarik kopernya menuju rumah itu. Matanya terus memandangi rerumputan dan pepohonan rindang yang berada di samping kanan kiri jalan besar yang ia lewati menuju rumah megah tersebut. Sesempainya di pintu besar utama, gadis itu menghela nafas dan mengetuk pintu besar itu

Pintu itu terbuka, menampakkan 2 maid yang tadi bertugas membuka pintunya.

''nona muda?'' salah satu maid itu menatap tak percaya kepada tamu yang baru datang

''aku kembali'' sapa orang itu menampakkan eyesmilenya

.

.

.

.

Malam hari, di ruang makan yang begitu mewah terdapat keluarga kecil yang sedang menikmati makan malam mereka

''selamat datang, nuna'' gadis itu hanya tersenyum kecil

''appa senang kau telah kembali''

''aku juga senang bisa berkumpul dengan kalian'' jawab gadis itu memakan makanan yang cukup mewah itu

''mulai besok jangan masuk ke sekolah itu lagi'' larang sang ibu manatap anak perempuannya yang kini telah kembali

''aku tidak bisa umma, aku sudah mau lulus sayang jika pindah'' tolak gadis itu secara lembut, sang ibu kembali mendengus, dia menyerah jika harus membujuk anak perempuannya

''kalau begitu besok jangan berjalan kaki!'' larang ibunya

''sudah lah yeobo'' sang ayah mengelus pundak istrinya berharap istrinya mau mengerti anak perempuannya yang sama keras kepalanya

''umma, masalah penarikan investasi pada perusahaan Jung, ku mohon jangan lakukan'' gadis itu mengganti topic dan perbincangan menjadi cukup serius

''umma sudah terlanjur menarik investasi di butik Jung''

''appa?''

''appa belum menariknya, kenapa Baekkie?''

''ku mohon jangan ya'' sang appa hanya mengangguk kecil, membuat gadis yang di panggil 'Baekkie' itu tersenyum cerah

''Jongin, kapan kau akan mengajak Kyungsoo makan malam disini?'' Tanya gadis yang ternyata adalah Baekhyun

''mungkin sabtu malam'' jawab Jongin asal, dia terlalu focus dengan sajian yang ada dihadapannya

''huh! Kau bilang jika aku sudah kembali kau membawanya!'' raut wajah Baekhyun menjadi cemberut, Jongin sedikit melirik kea rah nunanya yang sudah kembali kerumah

''haha, bercanda nuna, lusa aku akan membawanya'' dan perkataan Jongin tadi membuat sang kakak tercinta tersenyum manis, marngkul pundak lebar milik sang adik

.

.

.

Baekhyun sudah berada di kamarnya yang begitu luas, dia berdiri di balkon kamar yang sudah lama tak ia tempati. Matanya memandang langit malam yang dipenuhi oleh bintang-bintang

''dia sudah kembali, kesempatan untuk membuatnya mengingat-ku akan sulit, haaahh… Jongin benar,aku hanya memiliki kesempatan lima puluh persen saja'' gumamnya yang kini memandangi halaman yang dipenuhi oleh bunga-bunga cantik.

Gadis itu memilih masuk ke kamarnya dan tidur untuk melanjutkan aktivitas esok harinya.

.

.

.

.

''aku berangkat!'' teriak Baekhyun berlari keluar rumah dengan terburu-buru, sebenarnya ia menghindari sang ibu yang memaksanya untuk memakai kendaraan mewah tetapi Baekhyun menolak dan memilih kabur. Dasar Baekhyun!

Baekhyun menggunakan subway sebagai transportasi menuju sekolah. Dia merengut menyadari bahwa statusnya bukanlah gadis miskin lagi, biarpun teman sekolahnya hanya tau kalau ia tetap berstatus anak jelata. Tapi gadis beasiswa itu tersenyum bahagia menyadari bahwa marganya belum berubah. Lebih singkatnya Baekhyun itu adalah anak pertama dari Kim joonMyeon dan Kim Yixing yang artinya gadis itu kakak dari Kim Jongin, lagi marga Baekhyun adalah Kim bukan Byun. Kalian bingung kenapa baekhyun menggunakan marga Byun? Aku akan menjelaskannya nanti…

Gadis itu sudah sampai di sekolahnya yang elit, pandangannya teralihkan saat melihat sepasang namja dan yeoja itu kembali memadu kasih. Kepalanya tertunduk dan tetap berjalan menuju kelasnya, menggigit bibirnya ketika jantungnya berdenyut, sakit itu belum menghilang rasanya sama seperti kemarin. Ini masih pagi tetapi Baekhyun sudah seperti ini

''lebih baik aku dibully daripada harus melihat mereka berdua'' gumam Baekhyun, tanpa ia sadari namja yang sedang bersama yeojanya

Dikoridor, banyak sekali siswa siswi yang tengah berkumpul, mereka seperti tengah melihat sesuatu yang menarik perhatian yeoja mungil yang baru saja sampai.

BRUGH! BUGH! BUAGH!

Terdengar sekali pukulan itu, gadis yang selalu menjadi korban saja merinding sendiri mendengarnya

''itu salahnya sendiri yang mencari masalah pada penguasa dipagi hari'' bisik seseorang yang Baekhyun ketahui bernama Ilhoon. Baekhyun sedikit mengintip dari celah, dan matanya terbelalak saat melihat temannya lah yang menjadi korban pemukulan, tubuh mungil itu menerobos

''yak hentikan!'' pekik Baekhyun berlari mendekati sang kawan yang sudah berlumuran darah di area pipinya

''Jongdae, kau tak apa?'' tanyanya menatap miris kawannya yang terbaring lemah

''kenapa kau memukuli orang yang lemah?!'' bentak Baekhyun pada salah satu penguasa yang terkenal Bengal, penguasa itu bernama Bang Yongguk. Namja itu berdecih dan memilih untuk pergi, ia cukup puas sudah memukuli korbannya sampai babak belur

Beruntung Jongdae cukup kuat jadi Baekhyun tak kesulitan untuk membopong kawannya sendirian dan lagi Luhan pasti sedang bersama salah satu penguasa bermarga Oh itu. baekhyun dengan telaten mengobati luka yang diakibatkan oleh pukulan Yongguk

''kau membuat masalah?'' Tanya Baekhyun membersihkan darah kering yang ada di pinggiran bibir tipis milik Jongdae

''aku hanya tak memberi salam, ah!'' jawab Jongdae meringis merasakan alcohol yang gadia dihadapannya gunakan untuk mengobati lukanya

''bodoh! Sudah tau Jimin dan Yongguk itu gila hormat!'' umpat Baekhyun yang masih focus mengobati Jongdae di UKS.

''aku terburu-buru, aku mau mengerjakan tugas dan mengambil buku di perpustakaan'' Jongdae membela dirinya

''tetap saja, jika ada penguasa kau harus memberi salam'' Baekhyun mengingatkan Jongdae dan membereskan obat-obatan itu ke dalam kotak p3k, menaruhnya ke tempat semula

''lain kali kau jangan seperti itu lagi, Dae-ie'' saran Baekhyun, namja bermarga Kim itu mengangguk paham

.

.

.

.

Di ruang yang dikhususkan hanya untuk ketua penguasa, terdapat seorang namja yang memandangi bingkai foto, didalamnya ada 2 orang anak kecil yang berbeda gender yang sedang berpose. Terlihat dari sorotan matanya menatap rindu ke arah anak gadis berumur 8 tahun yang tengah tersenyum manis dengan rambut kepangan manambah kesan lucu belum lagi dress selutut motif bunga berwarna soft pink. Namja itu tersenyum kecil namun matanya memperlihatkan kesedihan yang mendalam

''kenapa aku tak bisa mengingatmu'' lirihnya menyentuh foto itu

.

.

.

Di taman yang berada dibelakang sekolah elit milik keluarga Park, terdapat yeoja tengah menidurkan dirinya direrumputan. Beruntung kini sedang jam istirahat, matanya menerawang langit namun pikirannya entah kemana. Mata sabitnya tertutup, memori bersama orang yang ia cintai kembali terulang di otak pintarnya. Raut wajah itu menjadi muram

''gadis itu lebih cantik daripada aku'' gadis itu –Baekhyun- tersenyum miris menyadari bahwa orang yang dicintainya pasti memilih yang lebih baik darinya. Lagipula, ini salahnya sendiri jadi ia tak harus menyesal atau menyalahkan siapapun

''rencanaku tetap harus berjalan, walau nanti statusku akan terbongkar'' gumamnya mendudukkan diri. Lagi-lagi sepasang mata musang yang selalu muncul itu menatap tepat ke arah gadis bermarga Byun itu dengan tatapan datarnya

''yeoja itu memang sampah!'' ucapnya dengan nada sinis

.

.

.

.

TBC

A/N: yeah rahasia Baekhyun udah kebongkar, dan kalian benar kalo jongin dan Baekhyun adalah adik kakak XD tapi di cerita ini gak Cuma rahasia Baekhyun aja tapi ada banyak RAHASIA yang bikin kalian bertanya-tanya kan, tentang si mata musang, siapa yang nolong, siapa yg minta tolongin/? dan juga yeoja yg baru datang di korea? Hihi tenang aku ngebongkarnya bertahap kok. Tapi udah ketauan dong yah alasan kenapa nyonya Kim marah besar sama Soojung? Pasti tau dong XP

Dan tolong deh buat hantu-hantu yg nyata/? Tampakkan dirimu walau kalian gak begitu penting buat aku kkk. Oh iya 1 review dari kalian bikin aku semangat buat ngupdate kilat FF ini ^^