Tittle: Liar
Author: Park Chan Gyu
Main cast: Park Chan Yeol, Byun Baek Hyun
Other cast: cari lah sebisa anda/?
Genre: drama,romance, alur gaje (GS)
Disclaimer: cast miliki Tuhan keluarga agency dan para fans, tapi BaekYeol itu milik saya PROTES?
Warning: ini hanya fantasy belaka okeh, GenderSwitch , gajering banget deh
Summary: gadis beasiswa di SM high school selalu saja mendapat perlakuan yang tidak baik dari murid murid kalangan atas, tapi dia memiliki rahasia yang membuat banyak orang akan tercengang, apa itu?
….
….
Park… Chan… Gyu…
…
…
HAPPY READING~
Baekhyun berjalan melewati koridor sekolah dengan mata focus ke gelang berwarna pelangi yang berada ditelapak tangannya. BRUGH! Lagi-lagi Baekhyun menabrak seseorang yang memiliki postur sama, membuat gelang yang yang ia pegang terjatuh ke lantai. Tanpa sengaja namja yang ditabraknya melirik gelang itu, Baekhyun menyadarinya dan segera mengambil gelang itu
''maaf!'' lalu berlari meninggalkan namja yang Nampak berfikir keras
''aku pernah melihat benda itu, tapi… dimana?'' namja bernama Chanyeol itu berusaha memutar otaknya,namun gagal. Ia memilih untuk memikirkannya lagi, nanti ketika dirinya selesai belajar didalam kelas
.
.
.
.
''kau pernah melihat anak kecil difoto ini?'' Tanya yeoja kepada namja paruh baya di rumah pria itu. pria tua itu Nampak sangat serius melihat foto anak kecil yang terlihat sudah using
''aku hanya mengenalnya ketika ia masih kecil saja, nona'' jawab kakek itu
''tak bisa kah kau mengingatnya? Setidaknya postur tubuhnya jika ia sudah besar'' desak Wendy
''aku tak punya gambarannya nona, setelah kejadian tragis itu, anak kecil ini tak pernah menampakkan batang hidungnya'' jawab kakek itu menunjuk ke foto bergambar anak kecil umur 8 tahun. Wendy menyerah, ia tak tau harus mencari tau kemana lagi tentang status anak kecil yang ada di foto
''aku harus cepat menemuinya, ia adalah kunci bagi segalanya, jika aku mendapatkannya semua akan menjadi milikku'' Wendy menampakkan senyum liciknya ketika membayangkan apa yang selama ini ia dambakan benar menjadi miliknya
.
.
.
.
Seseorang yang dicari-cari oleh Wendy tengah duduk di kursi goyang sembari memainkan liontin. Matanya memandang lurus ke depan, tapi pikirannya melayang entah kemana
''mencariku? Haha'' tanyanya entah pada siapa dan tawanya begitu mengerikan
.
.
.
.
''dimana sebenarnya foto itu disimpan''
Seorang pria berkulit tan tengah membuka satu persatu laci maupun buku yang ada diruangan milik kakak perempuannya
''ah ini dia!'' Bingo! Ia mendapatkan yang dicari-cari. Ternyata diselipkan dibuku ensiklopedia, CK!
Jongin memandangi dengan serius foto itu, matanya terhenti ke anak perempuan dengan rambut lurus sebahu dan menampakkan eyesmilenya. Dia merasa tak asing jika melihat dengan seksama
''dia…'' matanya terbelalak, sungguh di luar dugaan…
.
.
.
.
''Chanyeol kau harus makan yang banyak''
''kenapa kau kemari? Sekolah kita berbeda Wendy''
''memang tidak boleh? Yasudah aku tidak akan datang lagi!''
''bukan maksudku seperti itu hanya saja ada baiknya jika pelajaran sudah selesai kau baru kemari''
''tapi aku merindukanmu''
Para penguasa lain menampakkan wajah bosan, mereka terlalu malas mendengar celotehan penting dari sepasang kekasih ini
''jika ku pikir-pikir kau sekarang lebih banyak diam yeol, ada apa?'' Tanya Yongguk, Chanyeol hanya mengedikkan bahunya tidak tau. Sebenarnya ia diam karna berusaha untuk mengingat sesuatu yang orang lain tidak mengerti.
.
.
.
.
Baekhyun membuka lokernya berniat untuk mengambil kamus bahasanya, namun matanya melirik sesuatu yang membuatnya penasaran
''apa ini sama seperti dulu?'' gumamnya mengambil kotak kecil itu, ketika ia buka betapa terkejutnya melihat isi kotak itu. Cincin!
''ini, cincin…'' matanya berair manatap cincin yang memiliki ukiran 'G&D', kepalanya menengok ke kanan dan ke kiri berharap menemukan petunjuk. Punggung tangannya menghapus jejak air mata yang sempat jatuh.
.
.
.
.
Chanyeol kini sedang berada di ruangannya. Matanya tertarik untuk melihat kotak kecil di meja kaca dekat sofa yang tengah ia duduki sendiri. Tangannya terulur untuk mengambilnya, dengan penasaran dibukalah kotak itu. Dia sama terkejutnya seperti gadis itu. merasa janggal saat membaca ukiran 'G&D' di cincin tersebut
.
.
Sepasang mata musang mengintip dari celah-celah yang ada di luar ruangan itu. Dia tersenyum puas
''misi kali ini berhasil, sekarang rencanaku yang berjalan'' ucap gadis itu lalu pergi menghilang
.
.
.
.
Hari minggu, hari yang special bagi keluarga Do dan Kim karna mereka akan menjadi keluarga yang lebih erat karna hari ini kedua putra putri mereka akan bertunangan. Tapi tidak untuk Baekhyun, ia malah dipusingkan tentang cincin itu, cincin yang memiliki kenangan indahnya…
''apa mungkin Himme telah kembali'' lirihnya menggenggam erat cincin itu.. ia harap-harap cemas jika itu terjadi
''tunggu, jika aku mendapatkannya berarti, Chanyeol…'' matanya membola
.
.
.
.
''ini pasti ada hubungannya dengan masa lalu'' ucap pria yang sedang menatap cincin misterius didalam kegelapan kamar. Sejak cincin itu ada di meja dan dia bawa, Chanyeol tak henti-hentinya memikirkan hubungan cincin itu dengan masa lalunya
''dan juga berhubungan dengan cinta pertamaku…'' pria itu mengehla nafas, ia tak tau harus bagaimana lagi
.
.
.
.
Seorang gadis memandang sedih gundukan didepannya. Tangan kirinya mengenggam bunga mawar, tangannya terulur untuk menyentuh batu nisan yang bertuliskan 'Park Ahri'
''umma, aku datang'' sapanya dengan suara bergetar. Mendongakkan matanya saat merasa matanya berair
''aku tak menyalahkan siapapun atas kematian umma…''
''tetapi mereka tetap saja pergi, hiks'' adu gadis itu dan air mata yang terus ia tahan akhirnya keluar juga
''aku harus bagaimana umma? Aku tidak tau yang ku lakukan benar atau tidak'' gadis itu merentangkan tangannya mencoba memeluk makan sang ibu. Gadis itu menghapus air maa yang sialnya tidak mau berhenti. Matanya tertutup lalu di buka kembali. Matanya itu sudah kembali seperti biasanya. Datar dan dingin. Kakinya meninggalkan makam yang sudah lama tidak ia kunjungi
Gadis itu –Hanmi- mengendarai mobil yang ia curi dirumahnya sendiri tanpa izin kepada ayahnya. Mobil itu terhenti di depan rumah tua yang sudah tak berpenghuni. Keluar dari mobil dan berjalan dengan tenang menuju rumah tua itu. tanpa ragu, Hanmi membuka pintu besar. Menghembuskan nafasnya, melangkahkan kaki langsingnya memasuki rumah itu
Mata musangnya menatap bingkai foto ukuran 10R yang terpajang di ruang tamu
''Dobi, siapa yang kau suka?'' Tanya seorang wanita dewasa berjongkok tepat di hadapan anak lelaki berumur 7 tahun. Mata bulat milik anak itu mengerjap lucu, dan matanya memandang kedua anak perempuan yang seumuran dengannya
''Gogi!'' jawabnya cepat, wanita dewasa itu terkekeh
''lalu Himme?'' Tanya wanita itu lagi
''dia adikku yang paling aku sayang'' jawab anak itu polos. Kedua anak perempuan itu hanya mengerjapkan mata mereka karna bingung
Hanmi tersenyum kecil. Lagi, lagi memori masa dulu terngiang dikepalanya. Matanya teralihkan ketika melihat ruangan tamu itu. sekelibat bayangan 3 anak kecil tengah asyik bermain boneka maupun robot
''Himme, itu milik Gogi, balikkan!'' anak perempuan dengan dress baby bluenya mempoutkan bibir tipisnya
''tapi oppa aku kan hanya ingin pinjam'' melas Himme tapi ia tetap mengembalikan boneka milik anak yang sering ia panggil eonnie itu
Hanmi menutup matanya seolah ia terlalu larut ke masa lalu. Yeoja bermarga Yoo itu berjalan dan menaiki tangga. Dihadapannya kini adalah ruangan yang penuh kenangan bersama ibunya selama masih hidup. Membuka pintu itu dan memandang ke sekeliling ruangan gelap itu. kakinya melangkah ke lemari kaca yang isinya adalah boneka kesukaannya.
''Himme suka shippo ya?'' Tanya seorang anak bertelinga caplang menatapi lemari kaca itu
Himme hanya mengangguk
''kalau Gogi menyukai spongebob''
''shippo lebih lucu, kirara juga'' Himme membuka lemari itu dan mengambil boneka ukuran mini yang berbentuk kucing putih dengan mata bak bola pingpong dengan garis hitam ditengahnya
''menurut Dobi, Gogi lebih lucu!''
''oppa selalu saja bilang Gogi eonnie lucu! Himme tidak pernah'' protes Himme menampakkan wajah kesalnya
''hei ada apa ini, hm?'' wanita dewasa itu memasuki kamar milik anak perempuannya ketika ingin melongok anak dan keponakannya
''Dobi oppa selalu memuji Gogi eonnie, eomma!'' adu bocah itu menunjuk namja kecil yang hanya diam
''HImme anak baik, tidak boleh?''
''tidak boleh bersikap buruk pada orang lain'' jawab Himme dengan nada lucu. Namja kecil yang selalu dipanggil Dobi itu tertawa mendengarnya
Hanmi membuka lemari kecil yang terbuat dari kayu jati. Tangannya terulur mengambil benda yang juga memiliki kenangan tersendiri. Menggenggamnya, dan menatap bingkai foto yang berada di atas lemari kecil itu
''teka-teki ini harus tetap berlanjut, sampai dia mendapatkan jawabannya''
.
.
.
.
Baekhyun duduk diam di bangku halaman belakang rumahnya. Acara sudah selesai, namun pikirannya tetap pada cincin itu. haruskah ia menanyakan tentang cincin itu kepada ketua penguasa? Kepalanya menggeleng ketika merasa ide itu sangat lah buruk. Berdiri dari duduknya dan masuk kembali ke rumah mewah itu. ia ingin menemui ibunya untuk menanyakan suatu hal yang penting
''umma!'' panggil Baekhyun saat melihat ibunya sedang merajut baju hangat. Ibunya menengok dan tersenyum lembut. Baekhyun sedikit berlari menuju sang nyonya Kim
''umma, tau kabar Himme?'' Tanya Baekhyun berjongkok, kepalanya mendongak menatap ibunya yang duduk di sofa single
''Himme? Semenjak kejadian itu, umma tak pernah mendengar kabar tentangnya, ada apa?'' jawab sekaligus bertanya
''bukankah keluarga Park dan Kim berhubungan baik?'' Tanya Baekhyun mengerutkan keningnya
''tidak untuk keluarga Yoo, sayang'' jawab Yixing dengan nada lembut
''hubungan keluarga Kim dan Yoo sangat buruk?''
''bukan begitu, hanya saja tak seerat keluarga Park'' jelas sang umma.
.
.
Baekhyun membanting tubuhnya ke kasur king sizenya. Cincin itu masih berada digenggamannya
''lihat, ahjumma punya apa?!'' ketiga anak kecil yang tengah asyik bermain itu tertarik untuk mendekat ke wanita dewasa yang selalu menjaga mereka ketika orang tua mereka sedang tidak dirumah
''apa itu ahjumma?'' yeoja kecil dengan mata sipitnya menunjuk benda yang ada di genggaman yeoja dewasa itu
''ini untuk Dobi dan Gogi ne'' yeoja cantik diumurnya menginjak kepala 3 memberikan kalung yang juga terdapat cincin disana. Yeoja dan namja kecil yang dipanggil itu mengambil benda itu masing-masing satu. Yeoja kecil yang merasa diacuhkan itu mendekat dan menarik-narik lengan pendek baju yeoja dewasa itu
''untuk Himme mana, umma?'' pinta anak itu dengan nada manja, yeoja yang dipanggil umma itu mengeluarkan sesuatu dari saku bajunya
''ini untuk anak umma yang paling manis'' sebuah gelang tangan yang sepertinya dirajut sendiri oleh sang pemberi. Himme menatap gelang berwarna pelangi yang sudah berada di telapak tangannya
''kenapa Himme hanya diberi gelang umma?'' protes Himme, sepertinya yeoja mungil dengan mata musang ini sangat suka protes dan cerewet!
''Dobi oppa menyukai Gogi eonnie, jadi umma membuatkan kelang plus cincin itu untuk mereka berdua'' sang ibu memberika pengertian kepada anak hypernya ini. Himme memasang wajah cemberutnya, membuat ketiga orang itu tersenyum maklum melihat yeoja mungil yang paling muda itu terlihat tak terima dengan barang yang diberikan
Memori itu berputar dikepalanya, ia memiringkan tubuhnya yang tengah berbaring itu. Dirinya mengeluarkan gelang rajutan dengan warna pelangi dari saku celananya. Mengelusnya secara perlahan
''Himme…'' lirihnya menatap sendu gelang milik teman masa kecilnya
.
.
.
.
Tengah malam hari, dalam kamar yang luas nan gelap itu seorang pria tampan tertidur. Namun dari raut wajahnya ia seperti sedang bermimpi buruk tapi entahlah. Pria itu terbangun dari mimpinya, matanya mengerjap dan nafasnya tak beraturan
''mimpi apa itu, kenapa aku bermimpi sangat buruk'' gumamnya mengusap keringat dingin yang keluar dari pori-pori wajahnya. Ternyata ia bermimpi kebakaran di rumah yang tak kalah mewah dari rumahnya, di mimpi itu ia melihat beberapa orang berteriak dan menyelamatkan diri. Dan satu lagi, ia seakan mendengar banyak orang yang memanggil nama panggilan yang tak asing baginya
Karna tidak mau ambil pusing lagi, pria itu memilih untuk melanjutkan tidurnya yang sempat terputus. Namun mimpi itu kembali muncul bahkan muncul beberapa anak kecil yang begitu asing baginya. Dan hal yang membuatnya terbangun ketika dimimpi itu dirinya disaat masih kecilpun muncul
''sebenarnya apa maksud mimpi itu'' pria itu menutup wajahnya frustasi. Ia menghembuskan nafasnya kasar. Pikirannya terus tertuju pada mimpinya dan… cincin!
Tangannya terulus ke brangkas sebelah Kasur king sizenya guna mengambil cincin misterius itu
''aku harus mencari petunjuk, aku harus bisa mengingat semuanya'' tekadnya semakin kuat, pria itu –Chanyeol- merasa bahwa mimpi itu termasuk petunjuk untuk mengingat kembali masa lalu yang selalu menghantuinya. Dia tak peduli konsekuensi yang didapat jika sudah mengingat masa lalunya
.
.
Diwaktu yang bersamaan, gadis berambut lurus sepunggung menyandarkan kepalanya pada pembatas yang berada di balkonnya. Mata sendunya memandang foto yang isinya sepasang yeoja dan namja memakai seragam Junior High school tengah berpose. Kedua tangannya menyentuh ujung foto itu, lalu merobeknya menjadi dua. Matanya berubah menjadi tajam saat melihat potongan foto yang terdapat yeoja dengan senyum manisnya
''bagiku senyum itu adalah senyum palsu!"
.
.
TBC
A/N: selamat membaca ya, chap kemarin menurut aku gaje banget, banyak yang gak ngerti. Oh iya yang aku miringin/? Itu tentang masa lalu ya hehe. Semoga chap ini bisa membayar rasa penasaran kalian/? Ini udah agak panjangan mungkin/?
Thanks for review ^^
