Tittle: Liar

Author: Park Chan Gyu

Main cast: Park Chan Yeol, Byun Baek Hyun

Other cast: cari lah sebisa anda/?

Genre: drama,romance, alur gaje (GS)

Disclaimer: cast miliki Tuhan keluarga agency dan para fans, tapi BaekYeol itu milik saya PROTES?

Warning: ini hanya fantasy belaka okeh, GenderSwitch , gajering banget deh

Summary: gadis beasiswa di SM high school selalu saja mendapat perlakuan yang tidak baik dari murid murid kalangan atas, tapi dia memiliki rahasia yang membuat banyak orang akan tercengang, apa itu?

….

….

Park… Chan… Gyu…

HAPPY READING~

''hyung ada kiriman barang, nama pengirim dan alamat tidak diketahui'' Sehun datang keruangan milik Chanyeol yang berada di sekolah. Sang empu hanya diam mengangguk, Sehun menaruh bingkisan itu dimeja

''hyung, Wendy noona pindah kemari'' Chanyeol hanya membalas dengan gumaman

''kau tidak senang jika dia pindah ke sekolah-mu?''

''bisakah kau tak menganggu? Keluar'' belum dijawab tapi Sehun sudah diusir. Sehun dengan pasrah keluar dari ruangan itu

''Sehunnie! Ada chanyeol didalam?'' Tanya seorang gadis yang kita ketahui Wendy

''ada, tapi sedang tidak ingin diganggu'' jawab Sehun, dengan percaya diri Wendy memasuki ruangan itu tanpa mengetuk pintu

''Yeollie'' panggilnya dengan nada manja

''kau tak punya tangan? Keluar!'' Wendy terdiam, biasanya jika dia datang namja yang katanya masih menyukainya itu akan memperbolehkan masuk meskipun yang lain diusir

''Yeollie kenapa? Sedang ada masalah ya?'' Tanya Wendy memeluk pundak Chanyeol dari belakang. Chanyeol yang sedang konsentrasi melepaskan pelukan

''dengar tidak? Aku bilang KELUAR!'' bentak Chanyeol, membuat Wendy terkejut. Akhirnya gadis yang menurut Hanmi pengganggu itu pergi dari ruangan itu. chanyeol mengatur nafasnya, buyar sudah pikiran yang ada didalam otaknya. Matanya tak sengaja melihat bingkisan yang tadi Sehun taruh di meja. Tangannya terulur untuk mengambil. Merobek kertas yang membungkus bingkisan

Matanya terbelalak melihat isi bingkisan itu. Dengan gemetar tangannya mengambil benda tersebut

''bu..bukankah ini'' ucapnya tak percaya

Seorang anak lelaki berumur 8 tahun tengah merangkai sesuatu yang bahannya dari bunga yang hidup menjalar di pekarangan rumah. Sepertinya anak itu sedang membuat mahkota mainan. Setelah jadi ia berlari kea rah dua anak perempuan yang sedang bermain masak-masakkan

''Gogi'' panggil anak itu dan memakaikan hasil buatannya ke kepala anak perempuan berpipi gembul

''woah! Gogi eonnie seperti putri kerajaan saja!'' puji anak perempuan lainnya sambil menepuk tangan kagum

''gogi cantik bukan Himme?'' Tanya Dobi –anak lelaki- meminta pendapat kepada saeng tercintanya. Himme mengangguk dengan antusias dan memberi 2 jempol tangan

''Gogi eonnie sangat cantik!'' puji Himme lagi, yang dipuji tersenyum malu dengan pipi yang merona

''jika besar nanti Dobi oppa dan Gogi eonnie akan seperti umma dan appa ne!''

''apanya yang seperti umma dan appa, hmm?'' seorang wanita yang kita ketahui adalah ibu dari anak perempuan yang dipanggil Hanmi itu datang

''umma dan appa itu seperti raja dan ratu, jadi jika Dobi oppa dan Gogi eonnie sudah besar mereka akan seperti umma dan appa kan?'' ibu Himme tersenyum dengan gemas mencubit anak satu-satunya ini

''itupun jika mereka berjodoh sayang'' jawab sang ibu

Kepala Chanyeol tiba-tiba berdenyut sakit, dia bahkan meremas kepalanya untuk meredakan rasa sakit itu. sekelibat ingatan yang pernah hilang kini muncul walau hanya sedikit dalam memori namja bermarga Park

''Gogi, Himme, Dobi? Sebenarnya apa yang terjadi dimasa lalu!'' eluh namja itu masih mencoba dan berharap ada sedikit memori yang menghilang kembali ia ingat

.

.

.

.

Seorang gadis yang masih memakai seragam sekolah itu menatap rumah tua yang pernah Hanmi kunjungi. Membungkukkan kakinya memberi salam lalu membuka pintu rumah yang tak pernah dikunci itu. memandang ke seluruh penjuru, ada yang berubah tapi itu tak jadi masalah baginya karna yeah kenangan masa lalu lah yang tak akan pernah berubah

Kepalanya mendongak ke lantai dua, terlihat bayangan 3 anak kecil tengah saling berkejar-kejaran dan saling tertawa satu sama lain. Baekhyun ikut tersenyum miris melihat mereka, lalu bayangan itu menghilang seperti debu, matanya beralih dan berjalan ke arah pintu kaca yang menghubungkan halaman. Dia membuka pintu itu, lagi, bayangan itu kembali hadir.

''oppa aku juga mau itu'' tunjuk Himme saat melihat oppanya mengambilkan bunga untuk Gogi

''ambil sendiri'' jawab Dobi menahan tawa saat melihat adiknya hampir menangis

''oppa…''

''baiklah baiklah'' namja bertubuh gembul itu akhirnya mengambilkan bunga untuk yeoja cerewet yang sayangnya sangat manis

''ini'' Himme menerimanya dan mencium pipi Dobi

''oppa JJang!'' puji Himme lalu berlari ke arah eonnienya yang sedang bermain sendiri

Tangan kanan milik Baekhyun terulur mencoba menggapai bayangan itu namun bayangan itu kembali menghilang. Tubuhnya berbalik

''Gogi! Umma-mu sudah datang'' panggil ibu Himme merentangkan tangannya, dan anak kecil yang masih asyik bermain itu langsung berlari dan memeluk wanita yang ia panggil 'ahjumma' itu

''ahjumma aku pulang dulu ne'' pamit Gogi

''ahjumma…'' panggil Baekhyun ketika melihat bayangan seseorang yang begitu ia rindukan. Air matanya kembali tumpah ketika kenangan itu terus berputar di kepalanya, ia merasa rencananya gagal

.

.

.

.

Diruangan bernuansa putih, Baekhyun duduk di depan meja rias. Wajahnya sedang dirias, malam ini ia akan dipublikasikan sebagai anak pertama dari keluarga Kim JoonMyeon. Sebelumnya ia menolak untuk di publish, tapi suatu hal sudah membuatnya menerima permintaan sang umma.

Alasan kenapa dia memilih untuk memakai marga Byun untuk bisa merasakan bagaimana buruknya menjadi orang yang tidak mampu dan alasan utama untuk menebus kesalahannya pada seseorang yang pernah ia lukai di masa lalu. Jika ia tetap memakai marga Kim maka ia hanya mendapat kemewahan semata. Klise alasannya? Yeah memang hanya itu sih alasannya.

Kini Baekhyun tengah pemotretan untuk masuk ke dalam majalah yang akan membuat banyak orang tau bahwa anak perempuan yang begitu dirahasiakan oleh keluarga Kim adalah dirinya.

.

.

.

.

''darimana saja kau?'' Tanya pria paruh baya saat melihat anak perempuannya baru kembali setelah ia tau kalau anakanya ini membolos. Gadis itu hanya diam dan menaiki tangga menuju kamarnya

''dari tempat itu lagi?'' gadis itu menghela nafasnya

''bukan urusan appa'' jawab gadis itu dengan nada dingin

''kau tak takut jika itu akan membuatmu kembali sakit?'' Tanya pria itu yang ternyata adalah ayah dari gadis dingin itu

''yang membuatku sakit adalah appa sendiri'' ucap gadis itu memasuki kamarnya yang gelap dan sedikit membanting daun pintu berwarna jingga itu

Gadis itu menyandarkan tubuhnya dipintu tersebut, tatapannya memang dingin namun hatinya begitu rapuh dan kosong. Dan semua itu akibat masa lalu, haaahhh…

''Appa, kenapa kita pindah? Jika umma mencari kita bagaimana?'' Tanya anak kecil berumur 10 tahun dengan polosnya. Pria yang tengah membereskan pakaian dari koper ke dalam lemari sederhana hanya diam saja

Seminggu kemudian…

''Appa! Umma kemana? Kenapa belum datang?'' Himme mendatangi appanya yang sibuk diruang kerjanya, gadis itu menggemaskan ketika memeluk boneka rilakkuma ukurang sedang pemberian dari kakaknya

''umma sedang pergi, Himme'' jawab ayahnya tanpa mengalihkan tugasnya

Tangannya mengepal mengingat masa itu, pada kenyataannya ibunya tak pernah datang dan ia baru tau jika maksud dari 'pergi' yang sering ayahnya bilang adalah 'meninggal'

.

.

.

.

Wendy memandangi foto yang ia dapatkan secara diam-diam. Dia masih harus menyelesaikan teka-teki ini

''Chanyeol dan Baekhyun, aku sudah tau itu, tapi yeoja ini…'' Wendy mefokuskan diri ke anak perempuan berambut sebahu yang selalu membuatnya bertanya-tanya. Ia sudah tau hubungan ketiganya, tapi yang membuat teka-teki itu menyusahkan adalah yeoja itu yeoja yang menghilang dan entah sudah kembali atau belum

''dia bernama Chanyeol, ia mengalami hilang ingatan'' beritahu salah satu perawat saat salah satu pasien mereka bertanya tentang pasien yang baru saja datang

''bisakah kau membantunya memulihkan diri? Setidaknya membuat dia untuk tidak mengingat hal mengerikan yang membuat psikisnya terganggu?'' pinta perawat itu ke pasien bergender wanita berumur 12 tahun. Gadis kecil itu tentu saja mau dan langsung mengangguk

''Annyeong!'' sapa gadis kecil itu saat masuk ke ruang rawat pasien yang kita ketahui adalah Chanyeol. Kepalanya dibalut da nada infus di pergelangan tangan kanannya. Yang disapa hanya mengerjapkan mata

''aku Wendy, salam kenal ne!'' gadis kecil itu memperkenalkan dirinya dan menampakkan senyum manisnya

''Chanyeol'' balas namja kecil itu

''sudah lama jadi pasien?'' Tanya Wendy mencoba mencairkan suasana

''sebulan'' jawab namja kecil itu singkat. Wendy memajukan bibirnya karna merasa namja dihadapannya sangat sulit diajak berbicara

.

.

.

.

''terimakasih karna sudah membantuku'' ucap Jongin kepada yeoja dingin dihadapannya ini

''bukan masalah'' jawab yeoja itu datar. Ternyata yang meminta bantuan selama Baekhyun dibully adalah Jongin. Dan bukan hanya itu, tapi Hanmi juga lah yang mengirimkan foto rambut Baekhyun yang dipotong oleh soojung ke nyonya Kim. Oh jangan lupakan, kalau Hanmi termasuk penguasa SMHS…

''Hanmi, aku boleh bertanya?'' yeoja dingin yang dipanggil Hanmi hanya bergumam

''kau kah, orang itu?''

''apa maksudnya?'' alis Hanmi mengernyit

''kau kah masa lalu Chanyeol dan Baekhyun?'' ekspresi Hanmi berubah dan itu ditangkap oleh Jongin. Tangan gadis itu mengepal, emosinya kembali naik mendengar kata 'masa lalu'. Hanmi berdiri dan membungkukkan badannya, setelah itu ia memilih untuk pergi. Dan menurut Jongin jawaban itu berarti 'Ya'

Yeoja itu berjalan dengan telapak tangan yang terus terkepal. Entahlah emosinya meluap memang benar karna masa lalunya bersama Chanyeol dan Baekhyun, atau malah tentang masa lalunya dengan keluarganya

.

.

.

.

Chanyeol memandangi fotonya bersama yeoja yang masih berstatus kekasih. Mereka memakai seragam Junior High School, Chanyeol masih ingat mereka berfoto saat berumur 14 tahun. Ia sangat bersyukur saat ia sedang terpuruk dan orang tuanya selalu bepergian, gadis itu selalu berada disampingnya menghiburnya dan membuatnya melupakan segala hal termasuk masa lalunya. Pria itu juga ingat kalau mereka tidak sedang di korea tetapi di London.

Yeah, semenjak tragedy itu keluarga Chanyeol membawa anak mereka ke negri yang jauh dari tempat lahirnya. Chanyeol masih tidak tau apa alasannya, orang tuanya hanya bilang ini untuk kebaikannya dan semua orang

.

.

.

.

Gadis bermarga Yoo itu menatap liontin yang menurutnya bisa menjadi kunci dari segalanya. Tapi, dia masih akan memberikan banyak petunjuk ke pria itu. jika tidak berhasil juga barulah ia memakai cara terakhir…

''Gogi ini untukmu'' namja kecil yang sering dipanggil Dobi itu memberikan sesuatu yang menarik perhatian Gogi dan Himme

''wah kalung'' dengan tidak sopan Himme mengambil kalung dengan bandul berbentuk hati itu

''YAK!'' gertak namja kecil itu

''eonnie, huruf D dan G itu apa maksudnya?'' Tanya Himme ketika melihat ukiran 'G&D' di bandul itu

''D itu Dobi, G itu Gogi'' jawab Dobi

''oppa aku tak bertanya padamu'' ketus Himme

''eonnie, Himme pakaikan ya'' izin Himme memakaikan kalung cantik itu di leher jenjang milik sahabat kecilnya ini

''eonnie memang cantik'' puji Himme

.

.

.

.

''AHJUMMA, GOGI!'' teriak namja mungil menutup hidungnya agar tak mencium asap

Namja mungil itu melihat orang yang dicarinya itu dan segera menerobos kepulan asap yang semakin jadi

''GOGI!'' pekik namja kecil itu ketika melihat sahabatnya terbaring lemah, dengan segera ia membopong gadis kecil itu dan membawanya ke tempat yang lebih aman. Namja kecil itu tetap mencari ahjumma yang selalu menjaganya itu. sembari menunggu pemadam kebakaran datang. Kaki kecilnya ia langkahkan menaiki tangga, namun tangga yang licin danpandangan yang gelap karna asap itu membuat namja kecil itu terjatuh

Chanyeol kembali terbangun, wajahnya terlihat sangat terkejut dan pucat pasi. Menurutnya itu adalah sekelibat ingatan yang muncul dimimpinya dan cukup mengerikan. Dia ingat bahwa dulu ia pernah mengalami kecelakan yaitu kebakaran di rumah seseorang yang masih ia coba untuk ingat. Matanya menatap ke bingkai foto 3 orang anak kecil yang terlihat sudah usang

''Himme'' lirihnya menatap salah satu anak gadis berambut lurus sebahu. Sepertinya ingatannya hampir kembali

.

.

.

.

TBC

A/N: aku baca di reviews katanya ceritanya jadi berbelit? Maaf yah, aku emang begitu haha, tapi kayaknya aku lebih suka kamu jadi hantu deh, rahasianya nyaris kebongkar semua, ingetan Chanyeol udah sedikit kembali. Tentang hal tragis itu udah ketauan ya, dan mungkin ini kecepetan, doain aja aku bisa update cepet lagi karna mood-ku turun nih

Thanks For review^^