Tittle: Liar

Author: Park Chan Gyu

Main cast: Park Chan Yeol, Byun Baek Hyun

Other cast: cari lah sebisa anda/?

Genre: drama,romance, alur gaje (GS)

Disclaimer: cast miliki Tuhan keluarga agency dan para fans, tapi BaekYeol itu milik saya PROTES?

Warning: ini hanya fantasy belaka okeh, GenderSwitch , gajering banget deh

Summary: gadis beasiswa di SM high school selalu saja mendapat perlakuan yang tidak baik dari murid murid kalangan atas, tapi dia memiliki rahasia yang membuat banyak orang akan tercengang, apa itu?

….

….

Park… Chan… Gyu…

HAPPY READING~

Chanyeol kembali terbangun, wajahnya terlihat sangat terkejut dan pucat pasi. Menurutnya itu adalah sekelibat ingatan yang muncul dimimpinya dan cukup mengerikan. Dia ingat bahwa dulu ia pernah mengalami kecelakan yaitu kebakaran di rumah seseorang yang masih ia coba untuk ingat. Matanya menatap ke bingkai foto 3 orang anak kecil yang terlihat sudah usang

''Himme'' lirihnya menatap salah satu anak gadis berambut lurus sebahu. Sepertinya ingatannya hampir kembali

.

.

.

.

Gadis berumur 16 tahun mendengarkan perkataan ibunya dengan sangat serius

''jika kau bisa membuatnya untuk lupa pada masa lalunya, kau akan mendapatkan segalanya''

''kau hanya perlu menemukan anak ini, dia seumuran denganmu'' wanita paruh baya itu memberikan foto yang isinya 3 orang anak kecil tengah berpose. Wanita itu menunjuk ke anak kecil dengan rambut menjuntai kebawah sebahu

''jika aku menemukannya, apa yang harus ku lakukan umma?'' Tanya anak itu

''dekati dia, lalu bujuk dia untuk memberikan kunci itu''

''kunci?''

''ya, kunci berbentuk kalung, itu benda satu-satunya yang membuat Chanyeol mengingat segalanya termasuk gadis itu''

''dan juga suruh dia untuk tutup mulut, setau umma dia adalah anak yang sangat polos'' sang anak mengangguk dan mulai saat itu ia mencari tau siapa orang yang menjadi kunci dari segalanya

.

.

.

.

Chanyeol sedang bermain basket seorang diri. Pikirannya masih terpaku pada mimpinya. Belum lagi nama yang terus melayang diotaknya itu adalah 'himme', dia yakin orang itu berada di sekitarnya. Dan dia juga berfikir kalau gadis yang kini sudah seumuran dengannya selalu ada untuknya tapi dia tidak tau itu siapa. Chanyeol membanting bola basket itu, nafasnya berderu karna emosi yang tidak stabil

.

.

.

.

''Chan..yeol'' panggil seorang gadis didapan ruangan pribadi milik Chanyeol yang berada di sekolah. Tanpa izin, Wendy memasuki ruangan itu mencari sang pemilik. Matanya tertarik untuk melihat bingkai foto. Tangannya mengambil bingkai itu

''ini…'' dengan segera Wendy membawa pergi bingkai itu, dia harus membuang barang yang bisa membantu pria yang dicintainya mengingat masa lalu.

.

.

.

.

Di depan makan 'Park Ahri' Baekhyun berdiri. Matanya menatap gundukan itu dengan sendu. Penyesalan kembali muncul

''AHJUMMA, TOLONG GOGI! Uhuk..uhuk'' teriak seorang gadis yang terkepung oleh api dan kepulan asap hitam. Gadis kecil itu menutupi hidungnya, dadanya terasa sesak saat menghirup asap tebal itu. pandangannya buram

''GOGI!'' seorang wanita dengan keadaaan buruk, mencoba memasuki ruangan yang terdapat gadis mungil terjebak disana. Wanita itu menemukannya, ia menggendong gadis mungil itu. saat ingin keluar, sebuah kayu yang menghitam dan terdapat api disana jatuh tepat dihadapan wanita itu membuatnya terjatuh

''Gogi! Ohok..ohok.. cepat keluar'' titah wanita itu menuruni gadis mungil yang ada digendongannya tadi

''tapi ahjumma'' gadis mungil itu hampir menangis elihat ahjumma tersayangnya begitu menderita

''cepat lari!'' bentak wanita itu, gadis mungil itu menuruti permintaan ahjummanya dan dia bisa keluar dari ruangan itu. dadanya sesak, kepalanya pening, dia ingin kembali keruangan yang membuat ahjumma itu terjebak didalamnya, namun pandangannya menggelap. Terakhir sebelum ia pingsan, dia mendengar suara memanggilnya

''Dobi…''

Baekhyun menghapus air matanya yang entah sejak kapan sudah mengalir. Dadanya menyesak mengingat kejadian tragi situ, nyawanya terselamatkan tapi tidak untuk nyawa wanita yang selalu ada untuknya disaat orang tuanya selalu pergi entah kemana

''ahjumma, maafkan aku''

.

.

.

.

Seseorang memandang rapuh bingkai foto keluarga ukuran 5R. Foto keluarga yang sudah lama diambil itu. tangan lentiknya mengelus wajah sang ibu yang sudah tiada itu.

''ayo kita berfoto!'' pekik wanita dewasa menggendong putri cantiknya duduk di sofa, dan pria dewasa itu pun ikut duduk disebelahnya. Mereka berfoto menggunakan webcam yang ada di laptop milik sang ayah. Mereka berpose dengan sangat menggemaskan

''anak appa akan secantik dan sepintar umma dan appa, Ne!'' pria dewasa yang menyebut dirinya appa itu menggendong putri satu-satunya

''masa lalu tak akan merubah masa kini, umma''

''dan penyesalan tak akan merubah segalanya'' gadis itu menyimpan bingkai fotonya ke dalam tas, dan memilih untuk membaca buku di perpustakaan

.

.

.

.

Setelah mengunjungi makam, Baekhyun merapihkan pakaian yang ia pakai. Hari ini, dirinya tidak bersekolah karna yeah kita ketahui dia akan dipublish didepan umum melalui konferensi pers. Berkali-kali ia menghembuskan nafasnya mengurangi rasa gugupnya. Berjalan menuju ruangan tamu yang begitu luas, disana sudah dipenuhi oleh para wartawan. Meremas dress yang ia kenakan karna gugup telah menggerogoti sebagian kepercayaan dirinya.

Baekhyun tersenyum ketika para wartawan teralih kepadanya dan sedikit membungkuk untuk memberi salam. Berjalan menuju meja yang sudah terdapat kedua rang tua dan adik tersayangnya.

''bisa kita mulai, acara konferensi pers ini?'' Tanya Joonmyeon selaku pemilik acara itu. para wartawa sudah meyiapkan kamera mereka masing masing, dan juga sudah bersiap menyiapkan laptop maupun netbook untk mengetik

''jadi benarkah gadis yang ada di sebelah anda ini adalah anak pertama dari keluarga Kim yang disembunyikan itu?'' Tanya salah satu wartawan dengan kacama tebalnya memegak note untuk menulis jawaban maupun pertanyaan

''bukan disembunyikan, hanya saja dia tidak mau dipublish didepan umum'' jawab nyonya Kim menggenggam lembut telapak tangan putri pertamanya mencoba menenangkan

''bisakah nona memperkenalkan diri?'' pinta reporter di salah satu acara berita terkenal di Seoul

Baekhyun berdiri, membungkukkan tubuhnya lalu menegakkannya kembali

''Kim Baekhyun imnida, aku putri pertama keluarga Kim yang baru saja kembali dari China'' Baekhyun tersenyum manis didepan kamera-kamera yang tertuju kepadanya. Sejujurnya dalam hati ia tidak tersenyum sedikitpun

.

.

.

.

''APA?! Si jelata itu anak dari keluarga Kim yang sangat kaya raya itu?!'' pekik salah satu penguasa yang sedang berinternetan ria membaca situs berita yang cukup popular itu

''siapa?'' Tanya Yongguk dengan wajah sangarnya

''Baekhyun, si jelata yang selalu dibully, oh ternyata dibalik kemiskinannya dia sangat kaya, bahkan keluargaku kalah!''

Semenjak konferensi pers itu selesai dan berita langsung menyebar. Semua orang terkejut terlebih para murid kalangan atas yang selalu membully gadis beasiswa yang ternyata adalah anak dari orang terkaya kedua di Korea

''bagaimana ini?'' panic salah satu murid yang selalu membully, Minzy

''nasib Soojung?'' Hyeri menampakkan wajah bodohnya

''tentu saja dia langsung jatuh miskin!'' jawab Minzy, yeah semenjak investasi ditarik dan secara diam-diam keluarga Kim menarik semua investasi yang ada disemua perusahaan Jung tanpa sepengetahuan Baekhyun. Jelas membuat keluarga Jung bangkrut seketika dan Soojung yang malu memilih untuk keluar sekolah. Entah kini nasibnya bagaimana…

Semua murid SMHS heboh membicarakan Baekhyun dan bagaimana nasib jika keluarga Kim tidak terima anaknya dibully

Bisik-bisik, Hanmi mendengar perbincangan 3 orang murid yang berada tak jauh darinya. Mereka membicarakan Baekhyun, Hnmi tersenyum kecil menyadari rahasia gadis beasiswa itu sudah terbongkar

''akhirnya kau menyerah, Gogi''

.

.

.

.

Gadis bernama Wendy tengah menganalisis foto-foto yang ia dapatkan secara diam-diam dan juga dari orang bayaran

''umma bilang disudah kembali ke Korea, jika aku bertanya pada Baekhyun dia juga tidak akan tau siapa orang itu''

''Argh! Kenapa semasa kecil mereka menggunakan nama panggilan bukan nama aslinya!'' eluh Wendy

.

.

.

.

''Himme, Himme, Himme'' Chanyeol menimang nimang nama itu, rasanya tidak asing terlebih disetiap mimpinya hanya Himme yang menampakkan wajahnya dan Chanyeol bersyukur karna setidaknya wajah Himme mulai berbayang dan ia mulai mengenali Himme yang kini sudah besar itu. tapi ia masih ragu dengan itu. saat ingin melihat kembali foto yang ada di lemari kecil yang ada di sofa single dalam ruangannya. Dia tak menemukan apapun

''kemana bingkai foto itu?'' Chanyeol mencari bingkai foto itu ke semua sisi dalam ruangannya, seingatnya bingaki itu selalu di atas lemari kecil itu. saat sedang sibuk mencari, matanya meliki surat yang entah sudah berapa lama disana. Tangan kirinya mengambi surat itu dan membaca isinya

Sebuah alamat, isi surat itu menyuruhnya untuk ke tempat yang disebutkan disana. Segera ia menuju parkiran dan mengendarai tempat itu. dia berharap jika ada lagi petunjuk yang dapat membantunya

.

.

.

.

Pengirim surat itu sedang memainkan not piano. Kedua telinga di pasang earphone. Tangannya terus menari namun pandangannya keluar jendela yang ada diruangan itu, ia seperti menunggu kedatangan seseorang.

Chanyeol memberhentikan mobilnya didepan gerbang yang menutup rumah tua yang pernah Hanmi dan Baekhyun kunjungi diwaktu yang berbeda. Dia berdiri didepan gerbang dan dengan ragu membuka gerbang tersebut. Manatap lekat rumah tua itu, ia merasa tak asing dengan tempat itu. sepertinya dulu dia pernah kemari tapi entah itu kapan ia tak tau

Kakinya melangkah pelan menuju rumah tua yang dimaksudkan oleh pengirim. Memasuki rumah yang pintunya terbuka seakan menanti kedatangannya. Dia memandang kesemua penjuru di dalam rumah itu. alunan piano mengintrupsinya, kakinya dilangkahkan menuju suara itu. terlihat seorang gadis berumur 18 tahun tengah memainkan piano dengan sangat mahir. Tidak dia tidak melihat gadis itu sebagai gadis remaja tetapi gadis kecil yang sangat lucu menekan-nekan not piano. Gadis kecil itu di apit oleh dua anak yang sama kecilnya

Matanya tetap terfokus pada bayangan itu, dia mengenali gadis kecil yang sedang memainkan piano, juga mengenali namja kecil memakai kacamata dan berbadan gembul. Tapi keningnya berkerut saat tak mengenali siapa gadis kecil satunya lagi

Bayangan itu menghilang ketika gadis yang sedang bermain piano itu menyelesaikan lagu 'all of a sudden'. Gadis itu menatap datar namja yang sudah datang dan melihat permainannya

''annyeong!'' sapa gadis itu

''Hanmi?'' gadis itu tersenyum tipis, berjalan ke hadapan Chanyeol

''kau belum mengingatnya?'' Tanya Hanmi menatap tepat ke retina milik namja bermarga Park. Chanyeol terbelalak

''kau… Himme?''

Hanmi tersenyum puas, tangannya menarik tangan kanan Chanyeol dan memberikan sesuatu

''kau harus segera mengingatnya, maka teka-teki akan terpecahkan''

Hanmi pergi meninggalkan Chanyeol sendiri dalam kebingungannya. Chanyeol membuka telapak tangannya dan melihat benda yang diberikan Hanmi atau Himme. Matanya menatap tak percaya. Sebuah jepitan dengan hiasan bunga kering, dia ingat dulu dirinya pernah membuat itu dan memberikannya pada orang yang dia sukai

.

.

.

.

TBC

A/N: bagi yang gak ngerti sama ceritanya, nih aku jelasin, awal dari cerita ini tuh alurnya maju ya masa kini, setelah Baekhyun rahasianya terbongkar alurnya gak cuma maju tapi maju mundur/ mundur maju, masih gak ngerti juga? Itu nasib/?

Big Thanks buat yang udah review