Tittle: Liar

Author: Park Chan Gyu

Main cast: Park Chan Yeol, Byun Baek Hyun

Other cast: cari lah sebisa anda/?

Genre: drama,romance, alur gaje (GS)

Disclaimer: cast miliki Tuhan keluarga agency dan para fans, tapi BaekYeol itu milik saya PROTES?

Warning: ini hanya fantasy belaka okeh, GenderSwitch , gajering banget deh

Summary: gadis beasiswa di SM high school selalu saja mendapat perlakuan yang tidak baik dari murid murid kalangan atas, tapi dia memiliki rahasia yang membuat banyak orang akan tercengang, apa itu?

….

….

Park… Chan… Gyu…

HAPPY READING~

Hanmi menyandarkan dirinya ditembok kamar miliknya. Lelah! Itu lah yang dirasakannya selama ini, tapi dia merasa lega, setidaknya bisa membantu oppa tersayangnya mengingat kembali masa lalu. Hazel coklat muda itu melirik ke luar jendela. Ruangan itu menggelap seiringnya matahari meredup di gantikan bulan. Ternyata Hanmi masih dirumah tua itu, dan Baekhyun telah pergi setelah menyelesaikan tangisannya

.

.

.

.

.

Chanyeol masih bernostalgia dengan melihat-lihat interior rumah tua yang selalu ada dalam mimpinya. Memori itu berputar layaknya kaset kusut yang lama tak di putar. Mata sapinya melihat seseorang menuruni tangga dengan perlahan

''Hanmi..'' panggilnya, gadis berdarah dingin itu hanya melirik, telapak tangan kanannya mengelus gagang tangga yang terbuat dari kayu berwarna coklat tua.

''kau kemari?'' Tanya Hanmi menjejakkan kakinya dilantai dasar, memandang datar sang kakak sepupu

''aku sudah mengingatnya'' jawab Chanyeol tak kalah dingin dan menggenggam liontin kiriman adik sepupu kesayangan Park Harabeoji. Hanmi tersenyum tipis mendengar perkataan cucu pertama keluarga Park

''apa yang akan kau lakukan selanjutnya, pada… Gogi-mu?'' terlihat pancaran mata sapi itu berubah dan Hanmi menyadari itu. Gadis itu hanya memasang wajah dingin lalu meninggalkan Chanyeol untuk pulang kerumah yang didiaminya bersama sang ayah

Chanyeol menatap kepergian Hanmi, dia tau yeoja dingin yang selalu menyendiri itu tak butuh jawaban karna yeoha Hanmi sudah mengetahui jawabannya, bagaimana bisa?

.

.

.

.

Baekhyun berjalan dengan tergesa-gesa, oh hari ini kelasnya ada pelajaran yang akan membahas tentang universitas dan ujian, dan Baekhyun terlambat lebih dari lima menit ugh! Saat dijalan, dia berpapasan dengan ketua penguasa, tangannya ditarik paksa oleh namja yang sudah lama ia sukai itu

''Yak! Apa yang kau lakukan?! Lepaskan!'' ronta Baekhyun mencoba melepaskan genggamann ketua penguasa yang sialnya sangat mengerikan dan juga rupawan. Bukannya melepaskan, namja berambut kelam itu mengeratkan genggamannya dan membawa Baekyun ke gudang

Mata Baekhyun memandang ngeri pintu yang terbuka akibat tendangan ketua penguasa itu. 'apa aku akan dihabisi disini' batinnya ketakutan. Dengan tidak elit Baekhyun dihempaskan ke tombok dan kedua lengan namja tinggi dan bergigi rapih itu memenjara gadis mungil dihadapannya ini

''katakan!'' bisik Chanyeol menatap tajam gadis mungil bermarga Kim. Baekhyun gemetar tidak mengerti apa yang Chanyeol inginkan

''apa maksudmu?'' Tanya Baekhyun dengan suara bergetar. Namja tinggi bak tiang itu menggeram dan tangan yang menyentuh tembok terkepal karna amarah yang sudah diujung tanduk

''kenapa kau meninggalkanku?!'' Tanya Chanyeol, Baekhyun menutup matanya karna takut melihat wajah mengerikan Chanyeol, tangannya ikut terkepal mencoba menguatkan dirinya. Apakah chanyeol benar-benar sudah mengingat masa lalunya? Pikir Baekhyun

''itu bukan kemauanku'' jawab Baekhyun dengan nada gemetar, matanya makin merapat namun setetes air mata tetap saja mengalir. BUGH! Tangan kiri Chanyeol memukul tembok yang ada didepannya tanpa mempedulikan rasa sakit yang mendera, menurutnya hati dan pikirannya lah yang lebih sakit

''kau tak tau! Ahri ahjumma merelakan nyawa berharganya hanya untuk menyelamatkanmu!'' gertak Chanyeol mesih mencoba menahan amarahnya yang akan membludak

''aku bahkan nyaris kehilangan nyawaku dan berakhir kehilangan ingatanku!''namja tampan bermarga Park itu mencengkeram erat pundak sempit ggadis yang selalu menghantuinya. Dan Baekhyun masih mencoba menahan isakannya dan menguatkan dirinya, walau rasa bersalah kembali menggerogotinya bahkan ini lebih parah

''umma mengatakan kondisi kalian baik-baik saja, aku selalu mempercayai ucapan umma!'' balas Baehyun dengan air mata yang semakin menderas, cengkraman itu melemah. Bagaimanapun Chanyeol tak akan pernah bisa membenci gadis didepannya ini, kecelakaan tragis itu bukanlah kesalahan gadis ini, tapi tetap saja ada rasa dendam pada yeoja tersebut

Ah ya, satu lagi alasan kenapa Baekhyun memilih tinggal dikediaman Byun setelah kembali dari China yaitu, ketika dia mengetahui bahwa kedua orang tuanya telah membohonginya tentang keadaan ahjumma dan Dobi yang baik-baik saja tapi ternyata kedua orang yang begitu ia sayangi tidak dalam keadaan baik-baik saja, bahkan ahjumma yang selalu menjaganya meninggal

Chanyeol menarik pundak sempit itu dan merengkuh tubuh mungil dari gadis yang sudah ia cinta sejak kecil bahkan sampai sekarang. Gadis yang dipeluk masih saja terisak, kenangan masa lalu kembali terulang dan penyesalan makin memenuhi pikiran gadis tersebut

''berhenti menangis, jika Himme melihatnya dia akan ikut bersedih'' ucap Chanyeol mencoba menghibur gadis ini, syukur isakan itu mulai mereda. Dengan berani, Baekhyun mendongakkan kepalanya menatap namja tinggi yang selalu ia rindukan. Chanyeol ikut menunduk dan menatap wajah cantik gadis ini, jemari panjangnya terulur untuk menghapus jejak-jejak air mata yang ada dipipi maupun mata sabit Baekhyun

.

.

.

.

Seorang gadis yang selalu memasang wajah dinginnya membaringkan tubuhnya direrumputan halaman belakang sekolahh SMHS. Mata musangnya memandangi langit, lebih tepatnya kea wan yang tengah bergerak sangat lamban

''kau disini, Yoo'' sapa seseorang yang begitu Hanmi kenal suaranya, gadis dingin itu menyeringai tanpa mengalihatkan pandangannya. Langkah kaki mulai terdengar dan mendekat

''dimana?'' Tanya gadis yang baru datang menjulurkan tangannya kehadapan Hanmi, gadis dingin itu hanya melirik dan kembali memandang langit

''ku bilang dimana?!'' Tanya gadis itu mulai kesal, Hanmi mendudukkan dirinya. Kepalanya menengok ke gadis yang selalu ia katakan sebagai rubah lucu berhati kancil

''apa?'' Tanya balik gadis dingin itu dengan nada datar, gadis –Wendy- itu menggeram dan mencengkram kerah seragam Yoo Hanmi

''kalung itu! cepat berikan padaku atau kau akan tau akibatnya'' pinta sekaligus ancam Wendy, orang yang diancam malah tertawa kecil lalu menatap tajam gadis hadapannya ini

''kau tau! Aku sudah memberikannya pada calon tunanganmu'' sesal Hanmi dengan nada yang ia buat semelas mungkin, padahal dalam hati dia sedang bersorak ria. Wendy mengeratkan cengkramannya

''kau mau aku melakukan hal yang buruk heoh?!'' ancam gadis yang hanya terlihat manis diluar tapi busuk didalam. Bibir Hanmi mendekat ke salah satu telinga milik Wendy

''kau dan ibumu dari dulu sudah melakukan hal buruk pada-ku'' bisik Hanmi dengan nada yang err aku tidak bisa menjelaskannya, tapi yang jelas itu membuat gadis dihadapannya ini menengang dan perlahan melepaskan cengkramannya. Yeoja bermarga Yoo merapihkan kerah yang sedikit kusut

''kau yang akan tau akibatnya telah mempermainkan keluarga Yoo'' kini giliran Hanmi yang mengancam Wendy lalu meninggalkan gadis malang itu sendiri

.

.

.

.

.

Malam ini, keluarga Park dan Son kembali melakukan makan malam keluarga. Membahas pertunangan Chanyeol dan Wendy

Ketiga anak yang memiliki marga berbeda dan juga raut wajah mereka sangat berbeda tetapi gadis yang memiliki keturunan keluarga Park tetap memasang wajah dinginnya dan dia menikmati makan malam yang sudah dihidangkan. Kali ini dia tidak akan kabur, karna yeah dia memiliki rencana, waw apa itu?

''ku rasa pertunangan harus dipercepat'' pinta nyonya Son menatap nyonya Park

''aku tidak keberatan, asalkan keduanya juga mau'' jawab nyonya Park dengan lembut

''bagaimana denganmu Wen?'' Tanya sang ibu menatap Wendy, gadis manis itu tersenyum dan mengangguk

''aku ta keberatan'' jawabnya

''tapi aku keberatan'' sela Hanmi dengan cepat, semua yang ada disana menatap Hanmi

''yang ingin bertunangan, Chanyeol dan Wendy'' sindir sang nyonya Son. Gadis berdarah dingin itu berdiri dan menatap tajam ke dua wanita yang memiliki marga sama, Son.

''kau tak malu? Masih mau berhubungan dengan oppa-ku setelah membuatku seperti ini?'' balik sindir Hanmi, membuat kedua orang itu sangat terkejut. Yeah mereka sangat tau bagaimana masa kecil Hanmi, bahkan terlampau indah tapi mereka menghancurkannya hanya demi keuntungan mereka sendiri

''apa yang kau katakan, Hanmi?!'' Tanya Tuan Park mengangkat bicara, semua orang menjadi bingung kecuali ketiga orang tersebut

''kebakaran itu…disengaja'' ucap Hanmi menatap kedua orangg yang masih shock, dan kini semua orang terkejut mendengarnya, bahkan Chanyeol sangat terkejut

''kenapa kau bisa berkata seperti itu, Yoo Hanmi!'' nyonya Par berdiri menatap tak percaya keponakannya yang yang begitu disayang. Hanmi mengedikkan bahunya

''cepat atau lambat kebenaran terkuak''

''HANMI! Harusnya kau bisa menerima kematian ibumu! Itu sudah beberapa tahun yang lalu!'' bentak Tuan Kim. Hanmi membalikkan tubuhnya

''detektif kang memberitahuku seperti itu, keluarga Park maupun Yoo tak mau membantu, kalian sama piciknya dengan keluarga Son'' sindir Hanmi lalu pergi meninggalkan acara makan malam yang menjadi ricuh ini

.

.

.

.

.

''jadi Hanmi mengatakan hal itu di acara makan malam?'' Tanya Baekhyun tak percaya, namja yang kini sudah kembali dari gejala gegar otak itu menganggukkan kepalanya

''dia mengatakan bahwa keluarga Park maupun Yoo sama saja, tak ada yang membantu'' ujar Chanyeol memandang keluar jendela, mereka berdua sedang berada di ruangan milik Chanyeol yang ada disekolah elit ini, sebelumnya Chanyeol menarik paksa Baekhyun untuk ikut dengannya

''setauku Hanmi bukan orang pendendam, benar juga jika dipikir-pikir dia berubah bukan hanya karna ibunya meninggal, pasti ada factor lainnya''

''dia dibohongi ayahnya bertahun tahun''

Baekhyun menangkap raut sedih dari wajah tampan namja disampingnya ini. Dia tau, namja ini merindukan sosok adik sepupunya yyang begitu periang dan tipe orang yang tak mudah berubah. Dengan berani tangannya menggenggam erat telapak tangan Chanyeol mencoba menguatkan. Sedangkan namja itu hanya tersenyum, rasa benci, amarah, kesal dan presepsi buruk sudah menghilang dari dirinya

.

.

.

.

.

Hanmi mengenggam dua benda di masing-masing tangannya. Membawa benda itu ke suatu tempat.

''ini bukan bukti kuat yang kau inginkan?'' Tanya Hanmi melempar kedua benda itu ke orang yang ditemuinya. Orang itu dengan cepat menangkapnya, mengamati benda itu dengan seksama

''ku rasa ditambah benda ini, kau bisa mendapatkan yang kau mau'' Hanmi tersenyum mendengarnya, senyuman yang sudah lama menghilang dari wajahnya semenjak kejadian itu

''apa yang akan kau lakukan sebelum mereka lebih menderitta lagi?'' Tanya orang itu, Hanmi berjongkok memandangi seekor kucing Persia berwarna puutih halus

''melakukan hal yang dilakukan keluarga Kim pada keluarga Jung'' jawab Hanmi mengeluarkan smirknya

''dengan cara?'' Hanmi berdiri dan menatap orang itu

''kau tau aku cucu kesayangan keluarga Park maupun Yoo, sudahlah urusi itu sampai selesai''

Hanmi meninggalkan tempat yang dia pakai untuk pertemuan dengan orang yang selalu membantunya, Detektif Kang.

.

.

.

.

.

Seminggu kemudian, berita tentang bangkrutnya perusahaan Son ramai diperbincangkan. Seseorang yang mendengar berita itu tersenyum begitu lebar. Rencananya menjatuhkan keluarga Son secara perlahan kini telah terselesaikan. Hari ini hari terindah baginya, bisa favoritnya tanpa harus memikirkan hal-hal yang selalu membuatnya tak bernafsu

''selanjutnya, silahkan nikmati apa yang aku hidangkan Son''

.

.

.

.

BRAK! Wanita tua bermarga Son yang ia dapat dari suaminya menggebrak meja yang berada diruangan miliknya

''kau membalas dendam, Yoo?'' desis wanita itu, amarahnya diujung tanduk mendengar berita tersebut. Tapi tak sadar kah kau? Kau yang menanam maka kau juga yang harus memetiknya. Haha!

.

.

.

.

.

Suara gesekan biola terdengar dari rumah tua yang selalu dikunjungi Hanmi. Yap! Gadis itu lah yang memainkan biola tersebut, nada yang keluar terdengar begitu nyaman ditelinga dan menghangatkan jiwa. Sudah sekitar 2 minggu dia tidak mengunjungi rumah ini karna ujian kelulusan. Bersyukur dia bisa melewati itu. pengunguman kelulusan akan diumumkan esok hari…

Matanya tertutup dan bibir tipis itu tersenyum, tugasnya sudah selesai. Chanyeol sudah mengingat masa lalunya, sudah bisa menerima kembali Baekhyun yeah karna sampai kapanpun Chanyeol hanya mencintai cinta pertamanya. Baekhyun sudah kembali ke keluarganya yang sebenarnya. Mengenai kematian ibunya dan kecelakaan itu dia juga sudah menyelesaikannya. Jadi hatinya sudah sangat lega, tak ada beban lagi yang begitu berat dipundaknya

Setetes air mata mengalir, tapi dia masih memainkan biola itu. isakan lolos dari bibir tipisnya, dia sudah menyelesaikan urusannya disini jadi dia akan mengurus urusannya selanjutnya. Hanmi berencana melanjutkan kuliahnya ke luar negri.

.

.

.

.

''YAK! KITA LULUS SEMUA!'' teriak seorang yeoja dengan penuh semangat saat melihat madding yang berisikan pengumuman kelulusan. Semuanya ikut bersorak gembira, terkecuali yeoja yang selalu diam dan terlihat dingin. Mata musangnya melirik sepasang yang datang untuk menyelamati kedua kakak mereka yang juga lulus

Menatap sendu adik dari gadis bermarga Kim yang sudah dari dulu menjadi cinta pertamanya. Tapi kini cinta pertamanya sudah bersama gadis bermarga Do yang menurut Hanmi lebih pantas untuk namja berkulit tan, teman masa kecilnya. Hanmi lebih memilih menjauh dari kerumunan, dia sudah tau hasilnya, lulus dengan nilai yang sangat terbaik deretan ke-2, dan yang tertinggi adalah Chanyeol

''aku baru melihatmu dan membantumu tapi aku harus segera pergi, Kkame'' gumamnya menuju tempat yang selalu menjadi favoritnya.

Oh oh! Tunggu, apakah selama ini Hanmi membantu Jongin karna pria itu cinta pertamanya? Jawabannya benar, tapi itu alasan kedua.

''Gogi eonnie dan Dobi oppa, hiduplah dengan bahagia, kau juga Kkame'' ucapnya menengok kebelakang memandang 4 orang yang sedang berbincang dengan serunya. Gadis itu kembali melanjutkan jalannya. Dia harus mempersiapkan dirinya sebelum benar-benar pergi dari tempat ia lahir

.

.

.

.

Di waktu bersamaan, wanita tua yang kita ketahui ibu dari gadis yang tidak jadi dijodohkan oleh anak pertama keluarga Park sedang di sidang. Kalian sudah tau pasti perkaranya apa bukan? Kalian benar! Dia sidang karna ketahuan menjadi pelaku utama kebakaran yang terjadi sekitar sepuluh tahun yang lalu. Dia di vonis penjara selamanya tanpa ada denda sedikitpun, Hanmi lah yang memintanya pada kejaksaan dan diterima

.

.

.

.

''Gogi… bagaimana kalau besok kita kencan?'' ajak Chanyeol memanggil gadis mungil yang tengah melamun

''apa?!'' Tanya Baekhyun mengerjapkan mata sabitnya. Yang ditanya tersenyum lebar menampakkan giginya yang putih dan rapih

''baiklah besok kita kencan'' pasrah gadis itu, Chanyeol tersenyum. Baekhyun mana bisa menolak, sejak dulu namja tinggi ini tak bisa ditolak permintaannya

.

.

.

.

FIN….

A/N: aaaaahhhhhhh maaf reader aku telat nih updatenya, netbook-ku dibawa terus sama saeng hehehe, aku gak bisa bales reviewnya karna aku juga sibuk banget sama semuanya. Aku juga lupa nih kalo mau bales review hehe yang terpenting review kalian bikin aku semangat banget! Udah End nih :3 tapi aku berencana buat bikin ChanBaek moment walau wordsnya dikit. Disini yang ngenesin itu bukan Chanbaek, tapi Hanmi menurut aku hehe. Kalo kalian minta sequel aku bakal bikin kok '-')7

BIG THANKS FOR REVIEW ^^