Tittle: Liar (sequel)
Author: Park Chan Gyu
Main cast: Park Chan Yeol, Byun Baek Hyun, Yoo Hanmi (OC)
Other cast: cari lah sebisa anda/?
Genre: drama,romance, alur gaje (GS)
Disclaimer: cast miliki Tuhan keluarga agency dan para fans, tapi BaekYeol itu milik saya PROTES?
Warning: ini hanya fantasy belaka okeh, GenderSwitch , gajering banget deh
Summary: Baekhyun dan Chanyeol sudah kembali bersama, tapi bagaimana dengan Hanmi, dan juga kehidupan setelah masa SMA mereka yang begitu rumit telah berakhir? Akankah bahagia? Atau sebaliknya?
….
….
Park… Chan… Gyu…
…
…
HAPPY READING~
###
###
###
Chanyeol terbangun saat sinar mentari mengganggu acara tidurnya, mata bulat yang tertutup perlahan terbuka. Ah dia masih mengantuk tapi kordeng kamarnya sudah dibuka
''kau sudah bangun?'' sapa seorang gadis yang tengah memunguti baju kotor pemilik kamar. Namja yang tengah mencoba kembali kea lam mimpi langsung terduduk dan memperlebar mata bulatnya
''kau disini?'' Tanya Chanyeol tak percaya, gadis yang sudah resmi berhubungan dengannya berada dikamarnya
''nde, selamat pagi Yeollie'' jawab gadis itu yang ternyata adalah Baekhyun
''kamarmu sangat berantakan, pantas ibumu tadi melarangku untuk masuk'' oceh Baekhyun mengangkat keranjang baju kotor tersebut
''Yeol, mandi lah, Tao umma bilang kita akan sarapan bersama'' ujar Baekhyun keluar dari kamar mewah itu menuju mesin cuci
Chanyeol masih mengumpulkan nyawanya, dirinya masih belum percaya kalau Baekhyun ada di rumahnya sekarang dan membereskan kamarnya. Belum menikah saja sudah begini, bagaimana kalau sudah menikah? Pikir Chanyeol bahagia dan ngacir ke kamar mandi
Di dapur, dua orang wanita berbeda umur tengah menyiapkan makanan untuk sarapan. Baekhyun membawa setiap makanan ke meja makan yang tak jauh dari dapur dan merapihkan setiap piring. Chanyeol menuruni tangga, tergesa memakai tas selempang yang memuat beberapa buku untuknya belajar di universitas.
''Chan, ayo sarapan dulu'' ajak sang umma, tak jauh dari sana tuan Park datang dan langsung duduk di bangku meja makan. Nyonya Park menghidangkan segelas kopi untuk sang suami
''ne umma'' jawab Chanyeol yang ikut duduk disana, Baekhyun tersenyum melihat kekasihnya
Keluarga kecil yang juga terdapat Baekhyun disana telah duduk untuk menyantap sarapan masing masing dengan sangat tenang. Hanya terdengar suara dari garpu maupun sendok
.
.
.
.
Setelah berjam-jam berada di pesawat, akhirnya Hanmi sampai di tempat tujuannya, Swiss. Gadis pendiam itu berjalan sembari menarik kopernya, matanya terus memperhatian papan maupun kertas yang dipegang oleh para pemandu. Bibir tipis itu tersenyum tipis saat mendapati namanya terpampang di tablet bertuliskan namanya yang dipegang oleh seseorang. Tanpa ragu, Hanmi berjalan
''Yoo Hanmi'' ucapnya, membuat orang yang nampak mulai bosan itu menatap gadis berwajah cantik dan manis dengan pakaian casual dan juga kopernya, rambut lurus yang dipotong sebahu dihias bandana polkadot
''kau Yoo Hanmi?'' Tanya orang itu menampakkan wajah terpesonanya. Hanmi hanya mengangguk dan tetap mempertahankan senyum manisnya. Orang itu mengelap telapak tangannya di celana jeans coklat miliknya. Dan menjulurkan tangannya berharap gadis dihadapannya mau membalasnya
''Jung Hoseok'' ucap orang itu yang ternyata seorang namja muda yang sepertinya seumuran dengan Hanmi, gadis dingin yang kini terlihat polos hanya menatap tangan itu, karna tidak sabaran Hoseok menarik tangan Hanmi yang bebas untuk menjabatnya
''tapi kau lebih baik memanggilku Jhope saja'' bisik Hoseok membuat Hanmi terkekeh, jabatan tu sudah dilepas oleh sang namja. Kini mereka berjalan keluar dari bandara
''hei, kau terlihat lebih manis daripada di foto'' jujur Hoseok menyikut pelat lengan Hanmi, gadis itu terkekeh lagi
''benarkah?'' Hoseok mengangguk polos
''bahkan kau sangat cantik, sayang rambutmu dipotong'' lagi lagi Hanmi dibuat tersenyum. Pria disampingnya ini cukup asik dan mampu membuatnya tersenyum bahkan terkekeh, ini hal terlangka ! padahal mereka baru beberapa menit lalu bertemu. Entahlah, ketika Hanmi melihat wajah pria tampan itu rasanya dia tidak bisa menyembunyikan senyumannya
.
.
.
.
''kita berangkat naik sepeda'' Chanyeol menggeleng tanda tidak setuju
''aku tidak mau mengendarai barang rongsokan itu'' jawab Chanyeol mendapat hadiah jitakan dari gadis manis dihadapannya ini
''aku tidak mau tau, aku mau kau memboncengiku!'' paksa Baekhyun, pria keras kepala itu akhrinya mengalah, berdebat dengan orang yang sama keras kepalanya hanya membuang waktu
.
Chanyeol mengendarai sepeda dan Baekhyun duduk di jok belakang. Mereka menuju Kyunghee university, beruntung mereka kalangan orang kaya dan juga tidak mengikuti orientasi alasannya mereka lulus masuk dengan nilai yang hampir sempurna. Pria jangkung itu memarkirkan sepeda milik Baekhyun, gadisnya menunggu di luar parkiran
''lelet'' ucap Baekhyun melihat kekasihnya menghampiri dirinya. Chanyeol tak membalas, dipikirannya saat ini adalah belajar dengan benar agar segera lulus, bekerja dan menikahi teman kecil sekaligus kekasihnya ini. Kau terlalu banyak pikiran Chan!
''kau harus belajar yang benar! Jika lulus nanti hharus menjadi dokter yang baik'' nasihat Chanyeol telah sampai di kelas Baekhyun sekedar mengantar, gadis manis itu hanya mengangguk
''kau juga, cepat lulus dan menjadi CEO menggantikan ayahmu'' balas Baekhyun, Chanyeol membungkukkan tubuhnya, menunjuk pipinya meminta dikecup. Baekhyun hanya tersenyum, lalu bibir mungil itu mencium pipi namja yang sudah lama menetap dihatinya
Chanyeol kembali menegakkan tubuhnya dan tersenyum cerah mendapati kekasihnya menuruti permintaannya. Setelah itu, Chanyeol pergi ke kelasnya yang cukup jauh dari kelas Baekhyun sebelumnya dia sudah pamit
.
.
.
.
''jadi kita satu Universitas'' Hanmi mengangguk kecil, mata musangnya tak berhenti memandang ke luar jendela, kini keduanya menaiki taksi menuju apartement yang tuan Yoo berikan untuk anak sematta wayangnya. Kepala Hanmi memutar menghadap Hoseok
''bisa antarkan aku ke supermarket?'' Tanya Hanmi
''untuk apa?''
''untuk berbelanja, apalagi?'' Hoseok hanya mengangguk tapi tidak melakukan apapun, Hanmi jadi geram sendiri
''kau tidak bilang pada supir?'' Tanya hanmi lagi, jika biasanya dia menggunakan nada dingin sekarang malah terdengar seperti merajuk. Aww Hanmi apa kau merasa dirimu sudah berubah?
Hoseok menepuk jidatnya merasa bodoh. Harusnya dia memberitahu supir yang hanya bisa berbicara menggunakan bahasanya. Segera pria tampan itu memberitahu tujuan yang Hanmi maksudkan
Taksi yang ditumpangi Hanmi dan Hoseok berhenti didepan supermarket yang cukup ramai itu. keduanya turun, sebelumnya Hoseok memberitahu agar supir itu mau menunggu selagi mereka berbelanja
Hanmi memasuki tempat itu, mengambil keranjang roda. Hoseok hanya mengikuti dari belakang. Gadis dingin itu berjalan ke tempat yang dipenuhi sayur-sayuran. Memilih sayur-sayuran yang masih segar dan bagus untuk dikonsumsi, setelah mendapatkan sayuran yang pas. Gadis itu berjalan menuju tempat daging
''kau tidak membeli yang instan-instan saja?'' Tanya Hoseok berjalan disamping Hanmi yang sedang melihat-lihat makanan mentah yang terpajang rapih ditempatnya
''yang instan memperburuk kesehatan'' jawab Hanmi memperhatikan daging sapi yang dibungkus plastik, dirinya lagi-lagi memilih daging mentah yang menurutnya bagus
''tapi aku selalu memakan mie instan, yaaa meski itu hanya makan malam saja'' hanmi yang mendengarkan itu membalikkan tubuhnya untuk mengahadp pria yang akan membantunya ketika dia berada di Swiss
''hanya? Lalu sarapan, makan siang?'' Tanya Hanmi dengan nada sengit, Hoseok menelan ludahnya kasar, gadis dihadapannya ini seperti sedang mengeluarkan aura gelap yang mengerikan
''hngg, aku memakan roti ya roti'' jawab Hoseok gagu, Hanmi mendengus kesal, kedua daging yang tengah dipegangnya langsung ia masukkan diranjangnya yang sudah setengah penuh itu dan pergi meninggalkan Hoseok sendiri. Entah kenapa, gadis itu meresa kesal jika ada orang yang tidak sayang pada tubuhnya. Mie instan dan roti!. Gumamnya dalam hati
.
.
.
.
Baekhyun baru saja keluar dari kelasnya dan menunggu kekasih tiangnya itu menjemput, sebelum keluar Baekhyun sudah mengirim pesan singkat pada Dobinya itu
''maaf Baek, aku ada sedikit pengarahan dari dosen'' Chanyeol setengah berlari menghampiri yeojanya yang masih setia menunggunya. Tadinya Baekhyun ingin marah, tapi dia malah tersenyum dan mengangguk. Chanyeol yang terlihat menyesal jadi merasa lega, ia kira yeojanya akan marah akan keterlambatannya
''Yeollie aku mau ice cream'' pinta Baekhyun menunjukkan mata berbinarnya, Chanyeol mennghela nafas, memang kekasihnya tidak marah tapi dia akan meminta sesuatu untuk balasannya
Chanyeol menggenggam lembut tangan Baekhyun, mengajak gadis itu pergi dari tempat mereka menimba ilmu setelah SMA. Chanyeol masih menggenggam tangan itu, bahkan saat dia menuntun sepeda dari parkiran. Baekhyun hanya diam, perlakuan manis Chanyeol membuatnya merona padahal ini sering dilakukan oleh setiap pasangan
Mereka telahh sampai di took Ice cream, mata sabit itu berbinar saat melihat banyak ice cream yang beraneka ragam rasa maupun ukuran
''aku mau yang ini'' tunjuk Baekhyun ke arah tempat berbentuk kotak berisi ice cream rasa strawberry, Chanyeol hanya mengangguk dan pergi ke kasir
''ini, Ice cream strawberry pesanan tuan putri sudah tiba'' Chanyeol telah berada disamping Baekhyun, gadis itu tersenyum sampai menunjukkan gigi mungilnya dan menerima Ice cream kesukaannya yang Chanyeol bawakan untuknya
Baekhyun memakan dengan hikmat, sedangkan sang pria hanya memandangi cara makan gadisnya yang terlampau kekanakkan. Namja itu tersenyum, taka da yang berubah, sekitar bibir Baekhyun akan belepotan ketika memakan Ice cream. Tangannya mengambil tissue dan membersihkan area bibir Baekhyun yang kotor akibat ice cream
''makan yang benar, lihat belepotan'' Chanyeol masih tersenyum, gadis yang diperlakukan seperti ini hanya terdiam dan kembali merona. Saking malunya, Baekhyun menundukkan kepalanya membuat Chanyeol jadi gemas dan berakhir mencubi pipi mulus gadisnya
.
.
.
.
Hanmi telah sampai di apartementnya yang ternyata sangat luas dan rapih. Dia sempat bertanya singkat pada Hoseok, gadis bermata musang itu ternyata masih marah pada Hoseok, padahal namja itu sudah berulang kali meminta maaf. Oh mereka seperti sepasang kekasih yang tengah bertengkar karna masalah sepele hihi padahal mereka baru bertemu
''sudah sana pulang'' usir Hanmi dengan nada dinginnya, hm dia sudah kembali menjadi dirinya yang berdarah dingin, ternyata. Hoseok memanyukan bibir tebalnya terlihat lucu
''Hanmi, aku minta maaf, aku berjanji akan makan nasi'' ucap Hoseok memelas, Hanmi yang sedang memasukkan semua belanjaannya ke kulkas yang sangat besar itu haya menghela nafas
''besok pagi datang ke apartement-ku'' suruh Hanmi yang tak lepas dari acara memasukkan belanjaannya, Hoseok mendekat perlahan
''untuk apa?'' Tanya Hoseok dengan mata melebar, gadis yang sedang marah itu menahan senyumnya
''aku akan membuatkanmu sarapan'' jawab Hanmi mencoba focus, Hoseok mengangguk lalu tersenyum lebar menunjukkan gigi keledainya, dia benar-benar seperti keledai jika seperti itu
''kalau begitu pulanglah'' ucap Hanmi mencuci tangannya setelah selesai. Hoseok mengangguk cepat
''aku pulang dulu, bye Himme'' Hoseok keluar dari apartement itu secepat kilat, Hanmi menegang dan membalikkan tubuhnya, dirinya baru saja ingin berteriak memanggil Hoseok, tapi namja itu sudah pergi
''siapa dia sebenarnya?'' gumam Hanmi
Apakah ada yang mengenali dirinya selain Chanyeol, Baekhyun, Jongin dan Jimin? Padahal semasa kecil dirinya hanya bermain dengan 4 orang itu dan Hanmi baru ingat kalau ada satu namja kecil yang pernah menghiburnya dan selalu membuatnya tertawa, apakah namja kecil itu adalah Hoseok? Tapi kenapa orang yang sudah lama menghilang, kembali lagi? Apa teka teki itu benar sudah selesai?
.
.
.
.
.
.
TBC
A/N: yeee aku udah update, maaf ya kalo di chap ini terlalu banyak di Hanminya hehe soalnya yang ada dipikiran aku itu Cuma Hanmi huhu chap depan mungkin akan balance /? Antara chanbaek dan HanSeok/? Dan maf juga kalo kurang momentnya T.T
