I do not own Naruto
My FAT Girlfriend
CHAPTER 3
Satu paket bunga mawar merah dan coklat, itulah yang saat ini digenggam oleh Uchiha Sasuke. Sasuke tidak menyukai bunga, dan dia juga sangat membenci coklat. Lantas kenapa dua benda yang tidak disukainya itu bisa ada di genggamannya?
Jawabannya gampang! Itu semua buat pacar tercintanya... ralat, maksudnya mantan tercintanya, yaitu Namikaze Naruto, si cewek gendut, jelek, bego, berisik, dan super annoying. Tapi entah kenapa, meskipun yang namanya 'Naruto' itu nggak ada bagus-bagusnya sama sekali. Kok, dia bisa kecantol dan pengen lengket terus sama Naruto, kayak perangko? Terkadang Sasuke berfikir, mungkin Naruto main dukun, catat: PELET!
Bagaimana mungkin? Cowok seperfect Sasuke yang selalu menginginkan kesempurnaan, bisa jatuh cinta ampe cinta mati sama cewek yang banyak kekurangan kayak Naruto? Itupun masih menjadi misteri bagi Sasuke sendiri. Mungkin benar kata orang, cinta itu emang nggak perlu alasan yang logis.
Saat ini Sasuke sedang ada di dalam mobil sport miliknya, onix hitamnya sibuk mengamati sebuah rumah bercat kuning (Rumah Naruto). Dalam hati, sebenarnya dia pengen masuk ke dalam rumah itu, tapi egonya yang kelewat tinggi itu melarangnya, karena sikonnya sekarang udah berubah 180 derajat. Dulu dia berstatus Pacaran sama Naruto, dan sekarang dia berstatus Mantan. 'Pacar dan Mantan' itu benar-benar kata yang berbeda, dan sukses bikin Sasuke sakit hati.
"Haaah.." Sasuke menghela nafas, perasaannya sekarang benar-benar lagi galau. Nggak pernah dia mengalami situasi kayak gini sebelumnya, otak jeniusnya sama sekali tidak bisa berfikir lancar (Macet), dia bingung harus melakukan apa? Apakah dia harus menjatuhkan harga dirinya di depan Naruto dengan mengatakan kalau dia mencintai Naruto dan tidak ingin berpisah dengannya? OMG, kalau Sasuke benar-benar melakukan hal itu, bukankah itu artinya sama aja dengan menjilat ludahnya sendiri? Bagaimanapun juga orang yang memutusi Naruto'kan adalah Sasuke sendiri.
Harga diri atau cinta?
Itu benar-benar pilihan yang sulit bagi seorang Uchiha Sasuke.
Lagipula, jika dipikir dan diingat-ingat. Selama enam bulan Sasuke pacaran dengan Naruto, dia tidak pernah mengatakan 'Suka' atau 'Cinta' kepada Naruto sekalipun.
Sasuke tidak pernah mengatakan kalau dia mencintai Naruto.
Sasuke tersenyum miris begitu mengingat satu hal lagi kesalahannya. Kesalahan karena tidak pernah mengakui perasaannya.
Jika dia mengatakan cinta pada Naruto saat ini, bukankah dia akan terlihat seperti orang bodoh? Terlebih, saat ini Naruto sudah memiliki pacar baru, yaitu artis terkenal : Kyuubi.
Sasuke melihat bunga dan coklat yang ada ditangannya. Dia bingung, kenapa dua benda konyol ini bisa ada di tangannya, kenapa dia membelinya? Bukankah selama ini dia tidak pernah memberikan barang seperti ini kepada Naruto?
"Ck!" Sasuke berdecak sebal lalu kembali melihat rumah Naruto. Alis Sasuke sedikit mengerinyit karena melihat rumah Naruto yang terlihat begitu ramai. Apakah ada pesta? Sasuke tidak tahu akan hal itu.
Rasa penasaranpun menguasainya, Sasuke bukan bermaksud untuk mengintip atau menjadi stalker. Dia hanya penasaran dan ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi di dalam rumah Naruto.
Sasuke keluar dari mobil sport miliknya, dengan cara mengendap-endap dan berharap tidak ada seorangpun yang melihatnya, dia berjalan memasuki halaman rumah Naruto. Dari balik kaca yang sedikit terbuka dia mengintip ke dalam.
Hal pertama yang Sasuke lihat di dalam rumah Naruto adalah foto Kyuubi yang terpajang di setiap dinding – Dia menggeram kesal begitu melihatnya. Sasuke tau, kalau calon ibu mertuanya itu (Kushina) sangat ngeFans sama Kyuubi, bahkan mungkin bisa dibilang terlalu terobsesi, dan itu merupakan WARNING tanda bahaya bagi Sasuke.
Kenapa bisa dikategorikan 'warning'?
Itu semua karena pasti Kushina bakalan jadi orang pertama yang mendukung hubungan KyuuNaru. Itu merupakan kerugian besar bagi Sasuke. Bagaimanapun juga Kushina adalah orang yang sangat berpengaruh di keluarga Namikaze-Uzumaki, keputusannya adalah mutlak. Jika Kushina bilang 'A', maka seluruh keluarga Namikaze-Uzumaki bakalan bilang 'A', jika dia minta 'B' maka 'B'lah yang akan terjadi. Dan jika Kushina bilang : Naruto harus nikah sama Kyuubi, maka seluruh keluarganya bakalan setuju akan pernikahan itu.
OMG! Hal itu nggak boleh terjadi, Naruto nggak boleh nikah sama Kyuubi!
Dan sekarang… Sasuke bukan hanya harus memikirkan bagaimana caranya bisa balikan sama Naruto, tapi bagaimana caranya mengambil hati Kushina dan berbalik membenci Kyuubi?
Dan hal itu pasti akan sangat sulit sekali…
Hal kedua yang dapat dilihat oleh Sasuke di dalam rumah Naruto adalah pernak-pernik pesta yang menghiasi seluruh ruangan. Dan hal ketiga yang dilihatnya adalah orang-orang yang berjoget a la india, sebelah alis Sasuke terangkat begitu melihat tarian aneh bin alay yang terpampang di depannya. Sasuke juga dapat mendengar suara musik dari dalam rumah Naruto.
Satu kesimpulan yang didapat oleh Sasuke, yaitu memang ada pesta di rumah Naruto. Tapi pesta apa? Kok dia nggak diundang?
"Saudara-saudara sekalian! Pertama-tama, izinkan aku mengucapkan terimakasih karena kalian sudah bersedia datang di acara kecil-kecilan kami."
Sasuke dapat mendengar sebuah suara dari dalam rumah Naruto, Sasuke mengenal suara itu, itu adalah suara Ibu Naruto (Kushina). Sasuke kembali mengintip ke dalam rumah Naruto, dia dapat melihat Kushina berdiri di depan semua tamu dan Naruto ada di sebelah Kushina. "Naruto…" Gumam Sasuke tanpa sadar, dia udah kangen berat sama Dobe-nya.
"Kami mengadakan pesta ini adalah untuk merayakan hari jadiannya Naruto dengan Kyuubi!" Seru Kushina dengan wajah berseri-seri yang menyiratkan kebahagiaan tiada tara.
JEDUEEERRR!
Seakan ada petir yang menyambar jantung dan hati Sasuke begitu mendengarnya.
Pesta merayakan hari jadian Naruto dengan Kyuubi?
WHAT THE HELL? Pesta apa itu? Nggak penting banget!
"Kyaaaa… Naruto, selamat ya!" Terdengar berbagai macam ucapan 'selamat' dari para tamu undangan untuk Naruto. Naruto cuman bisa nyengar-nyengir menanggapinya, dan hal itu sukses bikin Sasuke makin panas. Seandainya Sasuke punya kekuatan petir kayak Chidori seperti komik bikinan Masashi-sensei, maka dapat dipastikan Sasuke bakalan membumi hanguskan seluruh orang di dalam pesta ini, biar gosong semuanya! Tapi sayang… di dalam fic ini, Sasuke hanyalah seorang manusia biasa, nggak ada ninjutsu-ninjutsu'an.
Tidak ada kata yang pas untuk menggambarkan bagaimana rasa sakitnya hati Sasuke begitu mengetahui kalau ini adalah pesta perayaan jadiannya Naruto dengan Kyuubi. Kalau diingat-ingat, enam bulan yang lalu… saat Naruto dan Sasuke jadian, nggak ada tuh perayaan-perayaan kayak gini, semuanya biasa aja. Bahkan mungkin terlalu biasa…
Entah kenapa… nyali Sasuke jadi menciut buat mengetuk pintu rumah Naruto – Dia jadi nggak pede.
Dengan langkah lunglai Sasuke melangkahkan kakinya buat menjauh dari rumah Naruto, dia perlu menenangkan dirinya, dan mengatur strategi buat mendapatkan Naruto kembali.
"Setiap malam aku berjalan-jalan di suatu tempat. Kamu tau itu di mana?" Tanya si cowok pada cewek di sebelahnya.
"Di mana?" Tanya si cewek penasaran.
"Di hatimu…"
Si cewek tersipu malu mendengar jawaban si cowok.
"Tau nggak, kenapa malam ini nggak ada bintang?"
"Nggak tau. Kenapa, ya?" Tanya si cewek.
"Soalnya bintangnya pindah semua ke matamu.."
Si cewek terkikik geli mendengarnya.
"Sekarang aku gendutan gak sih?"
Si cewek tampak berfikir sambil mengamati si cowok. "Iya, sih." Jawabnya.
"Kamu tau gak kenapa?" Tanya si cowok.
"Kenapa?"
"Soalnya kamu udah mengembangkan cinta yang banyak di hatiku."
Sambil senyam senyum, si cewek mencubit pelan si cowok. "Kamu bisa aja, deh!" Katanya dengan nada manja yang dibuat-buat.
Si cowok menatap cewek di sampingnya dengan penuh perasaan. Si cewek merasa risih ditatap terus sama cowoknya. "Kamu kenapa natap aku kayak gitu sih?" Tanya si cewek.
"Sakit nggak?" Tanya si cowok nggak nyambung.
Si cewek bingung sama pertanyaan cowoknya. "Sakit kenapa?" Tanyanya.
"Bidadari kayak kamu jatuh dari langit, sakit nggak sih?"
Wajah si cewek memerah mendengar gombalan si cowok. Perlahan tapi pasti, si cowok mengeleminasi setiap jarak dirinya dan cewek di depannya. Si cewek menutup mata – Pasrah dengan apa yang akan terjadi. Mereka berdua memajukan bibir mereka satu senti.. dua senti… sampai menjadi monyong. Jarak bibir merekapun semakin mendekat…
Tinggal beberapa centi lagi maka niat merekapun akan tercapai, sampai akhirnya….
'TING TONG!'
Si cowok terlonjak kaget karena mendengar suara bel yang terdengar tiba-tiba. Ciuman mereka gagal. "Ck! Anjritt..! Siapa sih yang mencet bel, ganggu aja!" Gumamnya.
"Sepertinya ada tamu." Kata si cewek.
"Udah, cuekin aja. Palingan orang minta-minta." Jawabnya ngasal. "Kita lanjutin yang tadi, yuk!" Katanya dengan wajah mesum yang sangat kentara.
Mereka berdua pun kembali menutup mata, berniat melanjutkan hal yang tertunda tadi.
'TING TONG!' Lagi-lagi bunyi bel terdengar.
'TING TONG! TING TONG! TING TONG! TING TONG! TING TONG! TING TONG!" Orang itu mencetnya bersambung, bikin yang punya rumah jadi pusing mendengarnya.
"Sialan! Siapa sih? Brengsek banget tuh orang!" Umpat si cowok kesel, karena dari tadi acara cium-ciumannya gagal terus.
"Mendingan buka dulu deh, kali aja penting." Kata si cewek.
Dengan langkah berat dan males si cowok melangkahkan kakinya menuju pintu depan rumahnya, dia berjanji bakalan memaki habis-habisan orang nggak tau diri yang mencet-mencet bel rumahnya, kalau perlu dia bakalan menghajar orang itu habis-habisan.
'TING TONG! TING TONG!'
"Iya-iya, tunggu sebentar! Sabar dikit kenapa, sih!" Teriaknya.
Cowok itu membuka pintu rumahnya dengan kasar, dan bersiap memarahi siapapun orang yang ada di luar, SIAPAPUN! Siapapun, kecuali…
"Sa-Sasuke?" Dia sedikit menjengit kaget begitu melihat Sasuke di depan pintu rumahnya. Siapapun, kecuali Sasuke tentunya, dia nggak akan berani memarahi cowok stoic macam Sasuke.
"Kenapa kau lama sekali membuka pintunya?" Desis Sasuke marah, dia paling nggak suka kalau di suruh nunggu lama, apalagi sekarang moodnya lagi kacau balau seperti sekarang.
"Ma-maaf, tadi aku ada di kamar mandi." Kata si cowok berbohong, sambil menggaruk belakang kepalanya yang sebenarnya nggak gatel.
Tanpa meminta persetujuan dari yang empunya rumah, Sasuke langsung masuk ke dalam rumah.
"Sa-Sasuke!" Panggil si cowok pada Sasuke, dia nggak boleh membiarkan Sasuke memasuki ruang tengah, bisa gawat! Bisa gagal rencananya, dia nggak boleh mempertemukan gebetan barunya dengan Sasuke. Pokoknya nggak boleh!
"Suigetsu-kun, siapa orang yang ada di luar?"
Terlambat…
Tanpa diduga-duga si cewek gebetan keluar dari sarangnya. Si cewek dan Sasuke saling bertatapan, wajah si cewek tiba-tiba berubah menjadi merah alias merona – Dia terpesona akan ketampanan cowok di depannya. "Su-Suigetsu, siapa cowok ini?" Jeritnya histeris lebay.
Cowok berambut putih kebiruan dan bermata ungu yang dipanggil 'Suigetsu' cuman bisa sweetdrop melihat aksi centil cewek di depannya. 'Selalu seperti ini…' Batinnya sebal.
Setiap pacar atau gebetan barunya, pasti bakalan berpindah haluan kalau sudah melihat Uchiha Sasuke. Karena itulah, dia paling nggak suka kalau mempertemukan teman ceweknya kepada Sasuke, karena pasti ujung-ujungnya si cewek bakalan falling in love sama Sasuke. Punya teman kayak Sasuke itu makan hati, bisa jadi jomblo kuadrat sampai aki-aki.
"Kamu temannya Suigetsu-kun, ya?" Tanya si cewek, melancarkan aksi pendekatan pada Sasuke.
Sasuke cuman masang tampang stoic dan belagu kayak biasanya, nggak ada niat buat menanggapi cewek centil di depannya.
"Namamu siapa?" Tanya si cewek lagi.
"Rumahmu di mana?"
"Boleh minta nomor Hp'nya nggak?"
"Udah punya pacar belum? Kalau belum, boleh donk mendaftar jadi pacarmu."
Asli nih cewek kayak Om-om..
"Berisik!" Bentak Sasuke sebal, dia paling nggak suka sama cewek centil macam cewek di depannya ini. "Suigetsu, usir cewek ini!" Perintahnya kepada yang punya rumah, Sasuke sifatnya bossy banget.
Tanpa banyak cingcong Suigetsu langsung meminta si cewek pulang. Lagian dia udah nggak cinta lagi sama tuh cewek, mana mungkin dia bisa pacaran sama cewek yang menggoda Sasuke di depan mata kepalanya sendiri. Amit… amit… mendingan cari yang lain aja deh! 'Kapan aku bisa mendapatkan kekasih yang mencintaiku apa adanya?' Suigetsu membatin.
.
.
.
"Ada apa, Sasuke?" Tanya Suigetsu kepada Sasuke, sebenarnya dia paling malas menghadapi orang yang super belagu dan sombong kayak Sasuke, tapi apa boleh buat… itulah resikonya punya teman kayak Sasuke. 'Beruntunglah kau… mendapatkan teman sebaik diriku, Sasuke!' Batinnya bicara, merasa bangga dengan dirinya sendiri.
"Apa kau melihat berita gossip hari ini?"
WHAT? Pertanyaan macam apa itu?
Alis Suigetsu terangkat begitu mendengar pertanyaan Sasuke, dia ngerasa perlu ke dokter THT detik ini juga. "Gossip?" Suigetsu membeo.
"Hn." Jawab Sasuke.
"Tidak." Jawabnya jujur. Please deh, dia itu cowok! Ngapain juga dia ngeliat berita gossip?
"Apa kau mengenal Kyuubi?" Tanya Sasuke lagi.
Suigetsu benar-benar merasa aneh sama Sasuke hari ini, jangan bilang kalau Sasuke sengaja datang ke rumahnya, mengganggu kencannya, hanya untuk membahas gossip seputar selebritis yang sama sekali nggak penting itu. Serius, ini benar-benar nggak penting! "Maksudmu penyanyi terkenal itu?" Jawab Suigetsu masih berusaha menanggapi pertanyaan super nggak penting Sasuke, padahal dalam hati dia udah murka banget dan ingin mengusir Sasuke.
Sasuke terdiam, dia tampak berfikir dan menghela nafas. Suigetsu merasa ada yang mengganjal sama temannya ini. Tapi apa? Memang apa hubungannya Sasuke sama Kyuubi? Perasaan nggak ada deh!
"Memangnya ada apa?" Tanya Suigetsu penasaran.
"Sebaiknya kau melihat gossip dulu." Kata Sasuke sambil berlalu pergi entah kemana, yang pasti masih di dalam rumah Suigetsu.
Nggak pernah Suigetsu melihat Sasuke yang terlihat sekacau ini, emang masalahnya berat banget, ya? Kok Sasuke jadi kayak orang yang lagi patah hati?
Suigetsu pun langsung menghidupkan televisi-nya dan mencari berita tentang gossip seputar Kyuubi.
.
.
.
Suigetsu sangat focus melihat berita yang ada di depannya.
"Saya Kakuzu, wartawan dari Akatsuki Magazine. Saya ingin bertanya kepada Kyuubi-kun mengenai perihal tentang kekasih rahasia Anda. Dulu Anda pernah bilang kalau kekasih Anda memiliki bola mata sebiru langit, dan memiliki rambut secerah mentari. Apakah yang Anda maksud itu adalah Yamanaka Ino, seorang model dan artis holywood itu?"
Kyuubi langsung berdiri dari tempat duduknya begitu mendengar pertanyaan wartawan itu, dia berjalan meninggalkan area konfrensi pers. Para wartawan dan paparazzi-pun mengejarnya.
"Kyuubi-kun, apa benar Anda memiliki hubungan khusus dengan Yamanaka Ino?"
"Apa dia adalah kekasihmu?"
"Tapi bukankah Yamanaka Ino digossipkan telah menjalin hubungan dengan seorang pengusaha? Bagaimana pendapat Anda tentang gossip itu?"
Kyuubi masih bungkam, sama sekali tidak berniat menjawab berbagai pertanyaan yang terus dilontarkan.
Tiba-tiba, Yamanaka Ino, artis yang diduga menjalin hubungan khusus dengan Kyuubi muncul. Para wartawan-pun semakin menggila melihat kehadiran Ino.
"Yamanaka Ino, benarkah Anda memiliki hubungan khusus dengan Kyuubi?" Tanya salah seorang wartawan.
Ino hanya diam, dia memandangi Kyuubi.
Kyuubi dan Ino saling berpandangan. Entah kenapa, ekspresi Kyuubi terlihat tidak suka melihat kedatangan Ino.
"Dia!" Dan tanpa diduga-duga Kyuubi menunjuk seseorang. Awalnya semua orang mengira kalau orang yang ditunjuk Kyuubi adalah Ino, tetapi dugaan mereka salah total. Kyuubi melewati Ino begitu saja.
Kyuubi berhenti tepat di depan cewek gendut berambut pirang, cewek gendut itu tampak bingung dan salting.
"Cewek ini..." Kyuubi membelai rambut pirang si cewek gendut, tatapannya berubah menjadi lembut dan penuh dengan rasa kasih sayang. "Dia adalah orang aku cintai, dia adalah kekasihku." Dan detik itu juga, Kyuubi mencium si cewek gendut itu tepat di bibirnya.
Mulut Suigetsu terbuka lebar begitu melihat berita yang ada di depannya, matanya pun melotot. Busyeeett! Ini berita yang paling menggemparkan yang pernah dia lihat seumur hidup! Benar-benar BIG NEWS!
Dia langsung ngancir buat mencari Sasuke. Pantesan aja Sasuke keliatan galau dan sedih banget, ternyata pacarnya selingkuh sama artis!
Gila! Naruto yang gendut itu bisa-bisanya membuang Sasuke dan pacaran sama artis!
"SASUKE!" Teriaknya lebay.
Sasuke yang lagi tidur-tiduran di kasur Suigetsu cuman bergumam. "Hn?"
"Aku… sudah melihat berita." Kata Suigetsu, berusaha sehalus dan selembut mungkin supaya tidak menambah sakit hati Sasuke.
Sasuke cuman diam.
Suigetsu juga ikutan diam..
Mereka berdua diam…
"Aku sudah putus sama Naruto." Kata Sasuke memecah diam-diaman mereka.
"Sa-Sasuke, yang sabar ya." Kata Suigetsu berusaha menyemangati Sasuke. Bagaimanapun juga Suigetsu tau pasti gimana rasanya dicampakin sama cewek yang kita cintai demi cowok lain.
Itu.
Sakit.
Banget.
"Aku yang memutusinya."
Perkataan Sasuke tadi sukses bikin Suigetsu menjadi cengo. Apa maksud Sasuke kalau dia yang memutusi Naruto? Bukannya Naruto yang mencampakan Sasuke demi Kyuubi? Atau mungkin…
"Kau memutusinya karena tau kalau Naruto telah menduakanmu dengan Kyuubi?" Tanya Suigetsu dengan wajah polosnya.
Sebuah bantal melayang dan tepat mengenai jidat Suigetsu. "Aku sama sekali tidak diduakan!" Kata Sasuke.
"La-lalu kenapa?" Tanya Suigetsu takut-takut.
"Aku hanya ingin Naruto menjadi kurus."
"Hah?" Kata-kata Sasuke tadi sukses bikin Suigetsu tambah bingung. Apa hubungannya 'Putus' sama jadi 'Kurus'?
"Menurutmu apa yang harus aku lakukan, agar aku dan Naruto bisa balikan?" Tanya Sasuke.
Sasuke itu jenius, tapi tidak bisa dipungkiri kalau dia emang suck banget kalau urusan pacaran, makanya dia menemui Suigetsu buat konsultasi masalah cinta.
"Hah?" Dan yang ditanya cuman bisa ber'Hah-hah ria sejak tadi.
"Ck! Jawab pertanyaanku!" Geram Sasuke marah sama tingkah lemot Suigetsu.
"Ah, itu… kenapa kau tidak bilang saja kalau kau masih mencintainya?" Saran Suigetsu yang sebenarnya cuman ngawur dan asal-asalan. Lagian.. emang cara itu yang paling cepatkan?
"Apa kau bodoh? Mana mungkin aku melakukan tindakan konyol seperti itu!" Kata Sasuke.
Suigetsu sweetdrop mendengarnya, tindakan konyol apa maksudnya? Memangnya kalau kita mengatakan kalau kita mencintai orang, itu tindakan konyol apa? Oh, iya… Suigetsu lupa kalau Uchiha yang satu ini punya ego dan harga diri kelewat tinggi. Bisa dibilang ego Sasuke itu setinggi satelit-satelit yang terbang di luar angkasa mengelilingi bumi, singkat cerita harga diri Sasuke itu lebih tinggi dari pada langit.
"Lalu kau ingin seperti apa?" Tanya Suigetsu.
"Aku ingin Naruto sendiri yang datang padaku, mengemis cinta padaku."
WHAT THE FUCK?
Pernyataan Sasuke tadi benar-benar sulit dipercaya dan terlalu percaya diri. Apa Sasuke lupa kalau sekarang Naruto udah punya pacar baru, pacar barunya itu Kyuubi, KYUUBI! Siapa sih yang nggak kenal sama artis ganteng yang satu itu.
'Drrrttt… Drrrttt…!'
Tiba-tiba handpone Sasuke berbunyi. Sasuke mengambil Hp-nya dan melihat nama si pemanggil, ekspresi terkejut tersirat di wajah Sasuke begitu melihat nama yang tertera di layar Hp-nya.
My FAT Girlfriend 'DOBE!'
Sebuah seringaian terukir di wajah ganteng Sasuke. Puncuk dicinta wulanpun tiba, nggak nyangka kalau Naruto yang bakalan menghubungi Sasuke duluan, hahaha… Sasuke jadi merasa menang sekarang.
"Kau lihat, dia menghubungiku!" Kata Sasuke girang sambil memperlihatkan layar Hp-nya kepada Suigetsu, rasanya Sasuke mau joged sekarang. – Dia melupakan sikap kestoickannya.
"Ehem..ehem.." Sasuke berdehem beberapa kali sebelum mengangkat telepon. Suigetsu yang melihatnya cuman bisa sweetdrop melihat ke'OOC'an temannya ini.
Teleponpun diangkat.
"Hn." Jawab Sasuke, belagu dingin dan terkesan nggak minat ngangkat telepon, padahal pada kenyataannya luar biasa bahagia.
"Sasuke?"Terdengar suara dari handphone Sasuke, Sasuke tersenyum mendengar suara 'Dobe-nya' Suara Naruto benar-benar terdengar merdu di telinga Sasuke, Naruto emang nggak tergantikan dan nggak ada duanya.
"Kau di mana?"Tanya Naruto.
"Di kamar." Jawab Sasuke singkat.
"Hehehehe…. "Alis Sasuke mengerinyit begitu mendengar suara kekekan Naruto. Memang apa yang lucu? Apa mungkin yang menelponnya ini bukan Naruto, tapi kuntilanak? Ok, lupakan.. itu sama sekali nggak mungkin.
"Apa kau melihat berita gossip hari ini?"Tanya Naruto to do point.
WHAT THE HELL?
Keterkejutan melanda Sasuke begitu mendengar Naruto bertanya tentang berita gossip hari ini. Apa maksudnya coba? Apa Naruto mau pamer kalau hari ini dia masuk TV dan dapat pacar seleb? "Tidak." Jawab Sasuke berbohong, dia nggak sanggup kalau bilang emang udah liat.
"Hehehe…"Lagi-lagi Naruto tertawa. Sialan!
"Coba buka TV-mu dan liat berita gossip."Naruto menyarankan.
"Aku malas." Sasuke kesal setengah mati sekarang.
"Liat sebentar aja, kau pasti akan terkejut melihatnya."Kata Naruto dengan Pedenya.
"Aku tidak suka gossip." Jawab Sasuke ketus seketus-ketusnya.
"Hehehehe…"Lagi-lagi Naruto ketawa. Brengsekkk!
"Kau kenal Kyuubi?"Tanya Naruto kepada Sasuke.
Kemarahan Sasuke membuncak begitu mendengar nama Kyuubi. "Kyuubi? Maksudmu rubah peliharaan Jiraiya?" Tanya Sasuke membolak balikan fakta.
"Bukan! Kyuubi si penyanyi ganteng, masa kau nggak kenal sama dia, Sasuke? Lagian.. rubah peliharaan Jiraiya-jisan bukan 'Kyuubi' namanya, tapi 'Kurama'."Kata Naruto menjelaskan.
Sasuke cuman diam, nggak pengen ngomong apapun.
"Hehehe…"Lagi-lagi Naruto terkekeh, benar-benar Kurang asem!
"Kau tau? Aku pacaran dengannya." Kata Naruto benar-benar sinting, keliatan banget kalau dia mau pamer dapat pacar seleb sama Sasuke.
Sasuke yang kemarahannya udah mencapai tingkat maksimum, benar-benar ingin membanting hp-nya sekarang, tapi dia harus tetap mempertahankan emosinya, dia nggak boleh kelihatan cemburu, NGGAK BOLEH! "Oh.. selamat, ya." Kata Sasuke dengan nada yang diusahakannya sedatar mungkin, nggak ingin menunjukan ketidak sukaanya. Jujur lidah Sasuke terasa kelu saat mengucapkan selamat, dan hatinya terasa perih.
"Hehehe.."Naruto tertawa lagi, sakit hati Sasuke bertambah berpuluh-puluh kali lipat.
"Kau tau, aku bertemu dengan Kyu-"
"Naruto." Sasuke memotong perkataan Naruto, dia nggak tahan kalau harus terus-terusan di suruh mendengarkan cerita Naruto tentang pacar barunya.
Rasanya benar-benar sakit dan mengganjal.
"Aku lelah, aku ingin tidur." Kata Sasuke bermaksud mengakhiri pembicaraan.
"Oh.."Naruto terdengar kecewa. "Kalau begitu.. selamat tidur, have a nice dream.."Ucapnya.
Teleponpun terputus.
Have a nice dream?
Bagaimana mungkin Sasuke bisa bermimpi indah, jika hatinya sesakit ini?
"Sa-Sasuke, kau tidak apa-apa?" Tanya Suigetsu melihat Sasuke yang tiba-tiba berubah murung.
Sasuke hanya diam, dia tampak berfikir.
"Suigetsu." Katanya.
"A-apa?" Tanya Suigetsu.
"Carikan aku pacar."
Perkataan Sasuke sukses membuat mata dan mulut Suigetsu terbuka dengan lebar. Dia emang perlu dokter THT rupanya. Apa maksud Sasuke dengan 'Carikan pacar'? Apa Sasuke bermaksud melupakan Naruto? Semudah itukah Sasuke lupa dan menggantikan Naruto? Suigetsu memang tidak bisa mengerti jalan pikiran Sasuke.
Tanpa sepengetahuan Suigetsu, Sasuke menyeringai dengan licik.
'Lihat saja, kau pasti akan kembali padaku, Naruto!' Batin Sasuke edan.
Lanjut ke chapter berikutnya...
