Naruto punyanya Bang Kishi

My FAT Girlfriend

CHAPTER 5


.

.

DICARI!

Seorang cewek untuk menjadi kekasih 'Uchiha Sasuke' (Direktur muda Sharingan Corp)
Persyaratan :
Berumur 20-24 tahun, cantik, langsing, sexy, montok, bahenol, virgin, berdedikasi dan berintelejensi tinggi, sabar, rajin menabung, cepat tanggap, pandai memasak dan menjahit, serta lihai membereskan rumah.
Kamu akan direkrut untuk menjadi kekasih cowok kaya, paling ganteng dan keren sejagad raja.

Berminat? Hubungi 08XXXXXXXXX

.

'Sreek…'

"Brengsek!"

'Sreek… Sreek…'

"Sasuke-teme, brengsek!"

'Sreek… Sreekk…'

"Berani-beraninya dia…"

Potongan-potongan kecil surat kabar yang dirobek berjatuhan ke lantai. Aura membunuh keluar dari sang pelaku perobekan.

Naruto,

Dia terlihat benar-benar sangat marah.

"Berani-beraninya dia memasang iklan seperti ini." Geramnya sambil meremas dan merobek-robek surat kabar yang ada di tangannya menjadi potongan-potongan kecil tak berbentuk. "Dasar pantat ayam! Akan ku cincang dan ku goreng kau!" Teriaknya emosi.

Awalnya Naruto hanya iseng membaca Koran untuk melihat berita tentang dirinya dan Kyuubi.

Tapi siapa sangka?

Di halaman pertama, bukan hanya berita tentang dirinya dan Kyuubi yang menjadi topik hangat dan panas. Tetapi juga berita tentang Uchiha Sasuke, sang Direktur Sharingan Corp, mencari kekasih.

Uchiha Sasuke mencari kekasih.

Lebih tepatnya : Uchiha Sasuke mencari kekasih pengganti dirinya. Oh My God! Rasanya kepala Naruto berkukus saking panasnya.

Sasuke telah berhasil menyiramkan minyak ke dalam api yang menyala. Naruto sudah benar-benar murka, dia MARAH!

Naruto melihat robekan-robekan kertas yang ada dibawahnya dengan tatapan nyalang sekaligus sinis. Dia menginjak-injak kertas itu sambil memberikan sumpah serapah kepada Uchiha Sasuke, belahan jiwanya, cintanya, kekasih... ralat : Mantannya. Cowok yang telah mencapakannya dengan alasan GENDUT. "Brengsek! Sasuke-teme brengsek!" Umpatnya kesal.

"Aku tau, aku sama sekali tidak cantik, aku ini jelek! Gendut! Bodoh! Ceroboh! Egois! Pemalas! Tidak bisa memasak, apalagi menjahit! Aku sadar, aku sama sekali tidak ada bagus-bagusnya!"

"Teme jahat! Teme jelek!"

"Tapi'kan aku ini montok! Aku ini empuk, enak dipeluk! Aku juga virgin dan rajin menabung!"

"Punya badan gendut seperti ini juga bukan karna kehendakku! Aku juga ingin jadi cewek cantik yang langsing! Aku ingin jadi langsing! Padahal aku sudah berusaha melakukan diet demi kamu! Supaya kamu makin sayang sama aku!"

"Apa kau tidak tau, kalau melakukan diet itu sangat susah! Sangat menyiksa! Aku sudah rela mengurangi porsi makanku, serta sering olahraga! Padahal aku sudah berjuang demi kamu!"

"Aku sudah berjuang dan berusaha menjadi kurus demi kamu! Tapi apa? APA? Kau malah mencapakanku begitu saja dengan alasan : Gendut?"

"Teme memang brengsek!"

"Padahal hari itu, aku sengaja mengajakmu makan di café, adalah untuk memberitahukanmu kalau berat badanku sudah berkurang 5 Kg. Aku ingin memberikan kejutan padamu kalau badanku sudah agak kurusan dikit! Meskipun cuman sedikit, tapi itukan kemajuan! Aku juga ingin bilang padamu kalau aku ingin melakukan diet untukmu. Tapi apa? Sebelum aku sempat memberitahukan semua itu padamu, kau malah bilang ingin putus denganku!"

"Hah… Hah… Hah…" Naruto ngos-ngosan, dia kehabisan nafas karena sejak tadi cerocos-cerocos.

"Dobe, aku ingin kita putus. Aku tidak tahan berpacaran dengan cewek gendut dan jelek seperti dirimu."

"Ta-tapi kenapa Sasuke? Apa aku punya salah?"

"Kesalahan terbesarmu adalah memiliki badan GENDUT."

"Jika kau benci cewek gendut! Kenapa kau menerima pernyataan cintaku dan mau berpacaran denganku, Sasuke?"

"Itulah… kesalahan terbesarku."

"Jadi kau menyesal pacaran denganku? Baiklah jika itu yang kau inginkan. Mulai sekarang kita putus! Liat saja! Aku pasti akan mendapatkan kekasih yang lebih baik dari pada dirimu, Uchiha Sasuke!"

"Kau pikir, kau bisa mendapatkan cowok yang lebih baik dari diriku, heh? Asal kau tau saja, aku adalah cowok paling sempurna di dunia ini!"

.

"Apa kau punya pacar?"

"Tidak ada. Aku baru putus dengan pacarku sekitar satu setengah jam yang lalu."

"Bagus! Baguslah kalau begitu. Apa kau mau jadi pacarku?"

.

["Hn?"]

"Sasuke, kau dimana?"

["Di kamar."]

"Hehehehe… Apa kau melihat berita gossip hari ini?"

["Tidak."]

"Hehehe… Coba buka TV-mu dan lihat berita gossip."

["Aku malas."]

"Lihat sebentar saja, kau pasti akan terkejut melihatnya."

["Aku tidak suka gossip."]

"Hehehehe… Kau kenal Kyuubi?"

["Kyuubi? Maksudmu rubah peliharaan Jiraiya?"]

"Bukan! Kyuubi si penyanyi ganteng, masa kau nggak kenal dia, Sasuke?"

["…"]

"Kau tau? Aku pacaran dengannya."

["… Oh.., Selamat, ya."]

.

"Ck! Selamat kau bilang? Selamat? Bisa-bisanya kau memberikanku 'selamat'. Bukan itu yang ingin aku dengar, Sasuke!" Naruto menghela nafas panjang, berusaha menetralkan emosinya yang meledak-ledak. "Padahal aku sangat berharap, jika aku jadian dengan Kyuubi, kau akan sadar betapa kau mencintaiku." Gumamnya dengan penuh harapan. " Aku sangat berharap… kau mengatakan kalau perkataanmu yang ingin putus dariku hanyalah kesalahpahaman atau kebohonganmu saja." Lirihnya. " Aku sangat berharap, kalau kau akan mengatakan… mencintaiku…"

Naruto melihat robekan-robekan kertas yang ada di bawah kakinya. Mata birunya terlihat berkaca-kaca. " Sialan! Kau malah ingin mencari kekasih baru? Pacar yang cantik dan sexy… Ck! Brengsek! Kau menyakiti perasaanku!" Geramnya emosi sambil menghapus bulir-bulir air mata yang berjatuhan di kedua mata sapphire -nya.

"Lihat saja, Sasuke! Akan aku buat kau menyesal memutusiku. Aku berjanji untuk membuatmu bertekuk lutut di hadapanku! Camkan itu!" Teriaknya seorang diri.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sedangkan di tempat lain…

"Hatchis…"

"Hm? Tidak biasanya kau bersin. Apa kau sakit, Sasuke?" Tanya Suigetsu yang duduk di sebelah Sasuke. Saat ini mereka berdua ada di dalam mobil sport hitam milik Sasuke. 'Kasian dia… Nampaknya dia jadi sakit-sakitan gara-gara ditinggalkan Naruto.' Suigetsu membatin miris dengan kehidupan nista Sasuke. 'Ck, ck, ck… Padahal kau sangat tampan, Sasuke. Tapi kenapa kau bisa kecantol sama cewek kayak Naruto? Si Kyuubi itu juga sama anehnya denganmu, mau-maunya dia berpacaran dengan Naruto. Apa semua cowok keren di dunia ini punya selera aneh? Rabun? Sakit mata?' Suigetsu geleng-geleng sendiri, merasa prihatin dengan cerita konyol bin aneh dan nggak logis yang dibikin Author. 'Untung aku terlahir waras di cerita ini. Meskipun berwajah pas-pasan, tapi setidaknya aku menyukai cewek cantik, langsing dan sexy.' Batinnya merasa kalau Author akan berbaik hati memberikannya cewek/ pasangan yang sesuai kriteriannya di fic ini.

Sasuke sama sekali tidak menanggapi Suigetsu yang geleng-geleng dan senyam-senyum sendiri kayak Orgil. Pikirannya melayang ke satu orang.

Dobe,

'Dia pasti kangen sama aku.' Pikir Sasuke dengan PEDE-nya.


Kyuubi mengeringkan rambut pirang kemerahannya yang basah dengan handuk – Doi baru selesai mandi. Sambil menggosok-gosokkan handuk di kepalanya, dia melihat cermin besar di depannya. Cermin itu begitu besar dan jernih hingga dapat memantulkan bayangan dirnya dengan sempurna. Kyuubi terdiam melihat bayangan dirinya yang terpantul di cermin itu.

Awesome…

Itu adalah kata yang terlintas di otak Kyuubi begitu melihat dirinya. Dia terlihat begitu eksotis dan sexy karena basah. Senyuman superior-pun terukir di bibir 'penggugah iman' miliknya. 'Aku memang charming.' Pikirnya, sambil menaruh jari telunjuknya di bibir merahnya yang basah dengan gaya seseksi mungkin. Seringai 'mengundang' menghiasi wajah tampannya. Dia tersenyum puas.

Narsis?

Itulah Kyuubi.

Kyuubi mempunyai hobby menatap diri di cermin (Berpose bak model P***boy). Dia bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mengagumi karya terindah ciptaan tuhan yang bernama dirinya (Kyuubi). Sebenarnya Kyuubi juga selalu membawa cermin kecil kemana-mana, demi menjaga agar dia tetap terlihat charming dan awesome. Cermin tidak pernah lepas dari dirinya, cermin adalah soulmate-nya.

"Ya ampun, aku terlihat begitu awesome!" Batinnya.

"Kenapa bisa-bisanya Ino lebih memilih Uchiha keriput itu dibandingkan diriku? Padahal kalau dilihat dari segi manapun, aku jauh terlihat lebih indah dan bening ketimbang si muka semen berkeriput itu." Gumamnya heran.

Ino…

Mukjizat bagi Kyuubi. Entah kenapa hati Kyuubi tidak sakit lagi begitu mengingat cewek itu.

Mood Kyuubi sudah benar-benar berubah 180 derajat sejak menerima telpon dari Uchiha sulung.

Mood-nya berubah baik jika mengingat cewek gendut dan jelek yang sekarang berstatus pacarnya.

'Namikaze Naruto.'

Oh…. Betapa beruntungnya Kyuubi memiliki Naruto sebagai kekasihnya.

Apakah itu artinya Kyuubi sudah benar-benar jatuh cinta pada Naruto? Jatuh akan pesona seorang Naruto?

'No… No… No… Never! Sampai matipun, hal itu tidak akan pernah terjadi.' Pikir Kyuubi mantab.

Naruto hanyalah 'alat' bagi Kyuubi. Alat yang akan digunakannya untuk membalaskan dendamnya kepada Uchiha Itachi. Sudah saatnya Kyuubi menghancurkan Uchiha sulung yang selalu mengganggunya sejak zamannya SMA.

Uchiha Itachi selalu menjadi parasit di kehidupan Kyuubi. Hama yang harus dimusnahkan.

Dan jika Kyuubi beruntung. Bukan hanya Uchiha sulung'lah yang hancur, tetapi juga adik tersayangnya. Jika bisa, Kyuubi juga ingin menghancurkan seluruh keluarga Uchiha. 'Hama memang harus dibasmi sampai ke akarnya.' Kyuubi membatin sadis.

Memangnya apa yang terjadi pada Kyuubi dan Itachi hingga hubungan mereka serumit ini? Bersediakah Author menjelaskannya, agar para Readers mengerti dan tidak penasaran?

Jawabannya : Sayang… Author tidak sebaik itu. Biarkanlah hubungan ItaKyuu menjadi salah satu misteri di dalam fic ini. Misteri yang akan terungkap seiring berjalannya waktu hingga menuju ke ending.

Kyuubi membuka lemari pakainnya, dia memilih baju di dalam lemari itu. Dia harus memastikan kalau penampilannya hari ini akan terlihat amazing dan awesome.

Hari ini adalah hari special. Hari dimana Kyuubi akan mengajak pacar barunya kencan. Catat : KENCAN!

KyuuNaru akan kencan. Oh Yeah! Membayangkannya saja sudah membuat jantung Kyuubi dag-dig-dug tak jelas saking exited-nya.

Nah, loh… kok gitu? Bukannya Kyuubi nggak cinta sama Naruto. Kenapa jantungnya jadi dag-dig-dug kayak gitu?

Itu semua karna Kyuubi sudah tidak sabar lagi untuk menjalankan aksi balas dendamnya. Dia akan mulai menjalankan rencana brilliant dalam menghancurkan Uchiha. Oh Yeah! Memikirkannya saja membuat Kyuubi ingin tertawa ngakak. Dia sudah memikirkan seribu satu cara dan akal untuk memulai permainan ini. Kyuubi akan menjadi orang yang mengontrol permainan ini. "Kita lihat, siapa yang lebih pintar di sini, Uchiha." Gumamnya sambil tersenyum licik.

Setelah memastikan penampilannya terlihat sempurna. Kyuubi mengambil handphone untuk menelpon kekasihnya a.k.a Naruto Ndoet.

["Halo."]

Terdengar suara serak-serak basah yang merdu di telpon yang digenggam Kyuubi. Itu adalah suara Naruto. Harus Kyuubi akui kalau suara Naruto itu sangat merdu dan enak didengar, rada-rada seksi gimanaaa gitu. 'Ck! Apa yang aku pikirkan, sih? Meskipun suaranya enak didengar, tapi percuma saja jika orangnya tidak sedap dipandang mata.' Pikir Kyuubi, jahat banget.

"Apa kau sudah siap?" Tanya Kyuubi to do point.

["Iya, aku sudah siap dari tadi."] Jawab Naruto.

"Aku akan segera menjemputmu." Kata Kyuubi

["… Hey, Kyuu."]

"Hm?"

["Apa kau serius berpacaran denganku?"]

Alis Kyuubi terangkat begitu mendengar pertanyaan tiba-tiba Naruto. Apa dia serius berpacaran dengan Naruto? Cewek gendut dan jelek itu… Sebuah seringai tercipta di wajah gantengnya. 'Serius, eh? Mungkin jawabannya 50:50.' Pikirnya. Seandainya dulu Kyuubi tidak pernah bilang kepada para wartawan kalau ciri-ciri kekasihnya adalah cewek bermata biru sebiru lautan dan memiliki rambut secerah mentari (Ciri-ciri Ino) maka Kyuubi pasti tidak akan pernah memilih Naruto. Saat itu, hanya Naruto'lah yang memiliki rambut dan mata seperti Ino, dia terpaksa memilih Naruto.

Tapi siapa sangka?

Kalau cewek gendut dan jelek yang dipilih Kyuubi secara terpaksa, ternyata memiliki hubungan dengan musuh bebuyutannya yang telah merebut kekasihnya (Uchiha Itachi).

["Yang ingin aku katakan adalah… jauhi Naruto."]

["Aku tidak tau, bagaimana caranya kau bisa mengenal Naruto, hingga sampai tersebar berita kalau kau menjalin hubungan dengannya. Tapi satu hal yang pasti, aku benar-benar tidak suka dengan berita itu."]

["Naruto adalah calon adik iparku. Jadi kuperingatkan padamu, jauhi Naruto."]

Seringai Kyuubi makin melebar begitu mengingat pembicaraannya dengan Itachi. Apapun yang berhubungan dengan Uchiha sulung itu, jika Kyuubi ingin menang dan mengalahkannya, maka Kyuubi harus serius. Dia harus serius dalam menjalankan peran dan rencananya.

So,

Kyuubi akan serius mengenai hubungannya dengan Naruto. Dia akan memastikan kalau adik Itachi benar-benar mencintai Naruto, tergila-gila dengan Naruto. Bagaimanapun juga, Kyuubi mengenal sifat seorang Uchiha dengan baik, adik Itachi pasti mirip dengan kakaknya. Uchiha tetaplah Uchiha. Uchiha adalah orang yang selalu penuh dengan ambisi, dia akan melakukan apapun untuk mengambil dan mengejar obsesinya, meskipun cara yang diambilnya akan melukai dan menghancurkan orang-orang di sekitarnya dan dirinya sendiri.

Kyuubi hanya perlu memastikan kalau Naruto akan di bawah 'kontrol-nya', dan adik Itachi hancur akan ambisinya untuk mengambil Naruto dari dirinya.

Oh, Yeaaah! Kyuubi akan menghancurkan adik tersayang Itachi. Dengan begitu Itachi juga akan tersiksa lahir dan batin karena melihat adiknya yang menderita. 'Wahahaha, balas dendam itu memang indah.' Batin Kyuubi sedeng.

"Tentu saja." Jawab Kyuubi pada akhirnya setelah sekian lama berkelut dalam pikiran nistanya.

["Cih! Menjawab seperti itu saja kau lama sekali."] Gerutu Naruto sebal.

Kyuubi cuman diam, nggak pengen ngomong apapun.

["Apa kau masih ingin melanjutkan hubungan ini?"]

Untuk kedua kalinya alis Kyuubi terangkat mendengar pertanyaan yang dilontarkan Naruto. "Apa maksudmu?" Tanyanya, mulai jengah menanggapi pertanyaan Naruto yang terkesan sok dan belagu banget. 'Jangan bilang kalau kau ingin putus.' Kyuubi membatin was-was. 'Bisa hancur rencanaku kalau seperti itu.'

["Jika kau serius ingin berpacaran denganku, dan tetap ingin melanjutkan hubungan ini, maka penuhi satu syarat dariku." Kata Naruto dengan PEDE-nya.

'TWITCH.'

Entah bagaimana caranya, muncul garis siku-siku di kepala Kyuubi setelah mendengar perkataan Naruto tadi.

Hancur sudah mood baiknya.

Sumpah! Dia kesel banget sama cewek gendut dan jelek yang belagu kayak cewek tercantik di dunia aja! Sok jual mahal banget! Syarat jadi pacarnya dia bilang? Cuih! Kyuubi merutuki Naruto di dalam hati.

Menghadapi cewek kayak Naruto memang perlu kesabaran ekstra.

"Syarat? Syarat apa? Bukankah aku sudah berjanji untuk memenuhi syaratmu, kalau aku tidak akan memeluk, mencium atau berbuat hal-hal mesum padamu." Tanya Kyuubi dengan suara ketus, dia berusaha keras untuk tetap bersabar menghadapi cewek nyebelin kayak Naruto. 'Ampun! Kenapa bisa-bisanya adik Itachi mencintai cewek kayak Naruto, sih? Apa otaknya konslet?' Kyuubi membatin miris dengan kehidupan nistanya yang harus berurusan sama cewek gendut yang belagu banget.

["Sudah, jawab saja pertanyaanku jika kau masih ingin berpacaran denganku."] Desak Naruto benar-benar merasa di atas angin.

Kyuubi benar-benar ingin membanting handphone yang ada di tangannya sekarang. Harga dirinya seakan diinjak-injak oleh Naruto. Seandainya Naruto bukanlah 'Kunci' untuk menghancurkan Uchiha sulung, maka dapat dipastikan Kyuubi tidak ingin berhubungan dengan Naruto, memandang wajah atau mendengar suaranyapun OGAH!

Kyuubi menghela nafas, untuk menetralkan emosinya. "Memangnya syarat apa lagi yang ingin kau ajukan?" Tanyanya sambil memijit-mijit pelipisnya yang terasa nyut-nyutan, karena tekanan darah yang tiba-tiba naik. 'Lama-lama bisa struck juga aku.' Batin Kyuubi.

["Aku… aku ingin…"] Suara Naruto tertahan.

"Ingin? Ingin apa?" Desak Kyuubi nggak sabaran.

["Aku ingin kau membuatku menjadi Kurus."]

"…"

["…"]

Kyuubi terdiam seribu bahasa.

Naruto pun nggak ngomong apa-apa.

"A-apa? Kau tadi bilang apa?" Tanya Kyuubi memastikan. Dia merasa perlu ke dokter THT sekarang.

["Jadikan aku Kurus."] Ulang Naruto.

"…" Kyuubi terdiam nggak bisa ngomong apa-apa saking syoknya.

["Aku ingin kau membuatku menjadi cewek yang cantik dan langsing."] Jelas Naruto.

Genggaman tangan Kyuubi pada handphone di tangannya mengendur. Dan dengan indahnya, handphone itu jatuh ke lantai.

Kyuubi cengo di tempat.

"Aku ingin kau membuatku menjadi KURUS."

"Jadikan aku KURUS."

"KURUS."

"KURUS."

"KURUS."

"Aku ingin kau membuatku menjadi cewek yang CANTIK dan LANGSING."

Suara Naruto terulang-ulang di otak Kyuubi. Menjadikan Naruto kurus? Cantik dan Langsing?

WHAT THE HELL?

"Mustahil." Gumam Kyuubi pelan nyaris tak terdengar.

"Mustahil…" Gumamnya lagi agak besaran dikit. "Itu benar-benar mustahil."

"MUSTAHIL!" Teriaknya emosi.

["Halo! Halo! Kyuubi! Hey, aku tau kau masih di sana. Jawab aku! Apa maksudmu dengan 'Mustahil' tadi?"]

Terdengar suara celoteh Naruto di handphone Kyuubi yang tergeletak di lantai.

Menghela nafas, Kyuubi dengan malas mengambil handphone itu.

["Halo! Halo! Halo!"] Naruto teriak-teriak di seberang telpon sana. ["HAAALLLLOOOOOO!"]

"Biasa aja ngomongnya, donk! Nggak usah pake teriak-teriak! Aku nggak budeg!" Seru Kyuubi emosi menanggapi teriakan cempreng Naruto. Sialan! Bisa gila juga aku kalau terus berhadapan sama cewek sinting ini! Batin Kyuubi.

["Kalau kau tidak budeg, kenapa dari tadi diam aja?"] Bantah Naruto nggak mau kalah. ["Dan tadi kenapa kau teriak-teriak 'Mustahil'?"]

"Mustahil! Aku bilang mustahil! Kau tidak akan mungkin menjadi cantik!"

["APA KAU BILANG?"]

"Aku bilang : Kau. tidak. mungkin. menjadi. cantik!" Ulang Kyuubi dengan menekankan setiap intonasi katanya. "Kalau jelek tuh, ya jelek aja! Terima apa adanya! Syukuri apa yang ada! NGGAK USAH BANYAK BERKHAYAL!" Tambahnya sadis.

["A–Apa? Brengsek! Berani-beraninya kau bicara seperti itu! AKU SAMA SEKALI TIDAK JELEK!"]

"Heh? 'Tidak jelek' kau bilang? Apa kau tidak punya cermin di rumah? Kaca tuh dipakai, bukan buat jadi pajangan!"

["CIH, SIALAN! POKOKNYA AKU TIDAK MAU TAU! KAU HARUS MEMBUATKU MENJADI KURUS!"]

"Kalau kau ingin kurus, pergi ke Rumah Sakit! Cari Dokter bedah! PINTA DIA UNTUK MENYEDOT DAN MEMOTONG LEMAK DI SELURUH TUBUHMU! JANGAN DATANG PADAKU!"

["AKU TIDAK INGIN OPERASI! AKU INGIN KECANTIKAN YANG NATURAL!"]

"Natural? NATURAL DARI HONGKONG!"

["Aku tidak mau tau. Sudah ku bilang AKU TIDAK MAU TAU! KALAU KAU TIDAK INGIN MENJADIKANKU KURUS, KITA PUTUS SEKARANG!"]

Mendengar kata 'Putus' Kyuubi terdiam seribu bahasa, mulutnya mangap-mangap karena tidak bisa menemukan kata-kata yang tepat.

Dia syok!

Dalam mimpi terburukpun, nggak pernah Kyuubi berfikir bakalan dicampakan oleh seorang cewek gendut dan jelek. Sialan! Dia itu adalah Mr Number 1! Si ganteng nomor satu, si jenius nomor satu, si suara emas nomor satu. Kalau dipikir-pikir, dia itu nggak punya kekurangan apapun! Punya fans dan duit segudang. Apa kurangnya dia coba?

SIALAN!

SIALAN!

SIALAN!

Kyuubi mengutuki Naruto di dalam hati, dia udah dongkol setengah mati sama cewek gendut yang satu itu.

Tapi… jika mengingat Itachi…

Kyuubi harus sabar.

Sabar…

Sabar…

'Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.' Kyuubi membatin.

"Tapi kenapa harus aku?" Tanya Kyuubi dengan nada suara yang melemah, nggak teriak-teriak kayak tadi. "Kenapa harus aku yang membuatmu menjadi kurus?" Tanyanya lagi.

["Karena kau adalah pacarku."] Jawab Naruto enteng dan nggak logis banget. ["Apa kamu nggak pengen punya pacar langsing dan cantik?"] Tanyanya.

Kyuubi cuman diam. 'Mau lo langsing atau kerempeng kayak bilah lidi, kek! Aku nggak peduli!' Pikir Kyuubi.

["Buat aku menjadi kurus dalam waktu satu minggu."] Kata Naruto, masih dengan suara entengnya.

Mendengar hal itu, mata Kyuubi langsung melotot nyaris keluar.

A –Apa? Satu minggu?

["Jika dalam waktu satu minggu kau tidak bisa membuatku kurus. Maka kita PUTUS."] Kata Naruto tanpa beban banget.

WHAT THE HECK?

Kyuubi nyaris pingsan di tempat begitu mendengar penuturan Naruto. 'Sa –satu minggu? Mana mungkin!' Batinnya menjerit, Kyuubi benar-benar pengen mewek sekarang.

["Bagaiman? Apa kau sanggup?"] Tanya Naruto.

Kyuubi terdiam, tidak bisa menemukan kata-kata yang tepat. Otak jeniusnya sama sekali tidak bisa berfikir jernih. Membuat Naruto kurus dalam waktu satu minggu? Biar dipikir seribu kalipun… That IMPOSIBLE!

["Sanggup tidak?] Desak Naruto. ["Kalau kau tidak sanggup, kita PUTUS sekarang."] Kata Naruto, benar-benar tidak berperasaan.

"… lan" Lirih Kyuubi.

["Hem, apa? Kau bilang apa tadi?"]

"Satu bulan. Beri aku waktu satu bulan untuk membuatmu kurus." Jelas Kyuubi.

["…"] Naruto terdiam, dia berfikir. ["Kelamaan!"] Jawabnya.

"Cantik itu perlu proses, bodoh! Tidak bisa langsung instan!" Sungut Kyuubi kesal.

["Cih, baiklah kalau begitu. Satu bulan." Jawab Naruto. "Oh iya..., kita jadi jalankan? Jemput aku. Aku tunggu."] Kata Naruto dengan nada suara yang terdengar sangat ceria.

"Hn." Jawab Kyuubi malas.

Sambungan telponpun terputus.

Kyuubi terdiam.

'CRACK!'

Kyuubi membanting handphone di tangannya ke dinding dan membuat handphone itu hancur berkeping-keping. "Sialan! Berani-beraninya dia… Berani-beraninya dia mengancamku seperti itu." Desis Kyuubi.

["Karena kau adalah pacarku. Apa kamu nggak pengen punya pacar langsing dan cantik?"]

Kyuubi tersenyum sinis begitu mengingat perkataan Naruto. "Karena aku adalah pacarnya, dia bilang." Gumamnya. "Dia pikir aku bodoh, hingga tidak mengerti jalan pikirnya." Mata merah Kyuubi melirik surat kabar yang ada di meja. Perlahan Kyuubi berjalan dan mengambil surat kabar itu.

.

DICARI!

Seorang cewek untuk menjadi kekasih 'Uchiha Sasuke' (Direktur muda Sharingan Corp)
Persyaratan :
Berumur 20-24 tahun, cantik, langsing, sexy, montok, bahenol, virgin, berdedikasi dan berintelejensi tinggi, sabar, rajin menabung, cepat tanggap, pandai memasak dan menjahit, serta lihai membereskan rumah.
Kamu akan direkrut untuk menjadi kekasih cowok kaya, paling ganteng dan keren sejagad raja.

Berminat? Hubungi 08XXXXXXXXX

.

Senyum licik mengembang di wajah tampan Kyuubi. "Menarik." Gumamnya sambil melihat iklan pencarian pacar itu. 'Ini semakin menarik…' Batinnya mulai edan.


.

.

.

"Sampai kapan kita harus berada di sini, Sasuke?" Tanya Suigetsu bosan kepada cowok yang duduk di sebelahnya. "Hoaamm~... aku mengantuk." Gumamnya sambil menguap.

Sasuke, orang yang duduk di sebelah Suigetsu cuman diam, tidak menanggapi perkataan atau keluhan cowok bergigi runcing itu. Mata onix-nya yang tajam memandang keluar, memperhatikan kerumunan orang di balik kaca mobilnya yang tertutup. Kerumunan para wartawan yang berdiri di sebuah apartement besar, apartement Kyuubi. Apartement itu dikelilingi oleh para Bodyguard-bodyguard berbadan besar untuk melindungi kediaman penyanyi terkenal itu dari para wartawan dan paparazzi yang nekat.

"Jika kau bertemu dengan penyanyi itu, memangnya apa yang akan kau katakan kepadanya?" Tanya Suigetsu lagi, matanya terlihat sayu karena tingkat kengantukan yang menguasainya.

"Entahlah." Jawab Sasuke nggak minat.

Suigetsu memutar kedua bola matanya mendengar jawaban Sasuke. "Sudahlah, aku ngantuk, aku mau tidur. Bangunkan aku jika terjadi sesuatu yang menarik." Katanya sambil menutup mata, bersiap menuju ke alam mimpi.

Sasuke cuman diam, dia melamun. Jujur, Sasuke tidak tau apa yang harus dikatakannya nanti kalau dia benar-benar bertemu dengan Kyuubi, dia harus memulainya dari mana? Apakah harus memukulnya terlebih dahulu? Karena Kyuubi telah lancang mencium bibir cewek yang dicintainya di depan semua orang, masuk TV pula.

Shit!

Emosi Sasuke membuncak begitu ingat adegan kissing KyuuNaru yang dilihatnya dengan mata kepalanya sendiri di dalam TV. Bibir merah Naruto disentuh oleh bibir lain selain dirinya, Naruto telah dicium oleh cowok lain selain dirinya. MY GOD! Sasuke benar-benar ingin merontokkan semua gigi Kyuubi sekarang. Sasuke tidak yakin, apakah dia akan sanggup mengontrol emosinya jika dia berhadapan dengan Kyuubi face to face. Dia pasti ingin langsung meninju bibir Kyuubi sampai pecah-pecah.

Tiba-tiba para wartawan yang berdiri di depan apartement Kyuubi menjadi ribut. Sasuke menoleh untuk melihat apa yang terjadi melalui kaca jendela mobilnya yang masih tertutup.

Garasi mobil apartement Kyuubi terbuka, para bodyguard-pun memperketat pengawalannya. Sebuah mobil sport mewah berwarna merah keluar dari garasi mobil tersebut. Para wartawan langsung berusaha mendekati mobil sport itu, tapi langsung dihalangi oleh para bodyguard. Para bodyguard-pun berusaha membuka jalan agar mobil sport itu bisa keluar dari kerumunan para wartawan.

"Kyuubi-kun, bisa luangkan waktu Anda sebentar untuk diwawancarai oleh kami?"

"Kyuubi-kun, bisakah Anda memberikan penjelasan tentang hubungan Anda dengan Namikaze Naruto?"

"Kyuubi-kun!"

"KYUUBI-KUN!"

Teriak para wartawan yang berusaha mendekati mobil sport merah itu.

Kyuubi, sang pengemudi mobil sport berwarna merah itu sama sekali tidak menghiraukan teriakan para wartawan yang mengerubungi mobilnya. Dia berusaha menjalankan mobilnya untuk keluar dari kerumunan wartawan-wartawan itu. Dengan bantuan para bodyguard akhirnya Kyuubi berhasil mengemudikan mobilnya keluar.

Kyuubi langsung mengendarai mobilnya dengan laju begitu tidak ada lagi wartawan yang menghalangi jalannya. Para wartawan langsung berlarian ke dalam mobil masing-masing untuk mengejar sang bintang. Sasuke-pun langsung menghidupkan mesin mobilnya, dan menjalankannya dengan kecepatan tinggi untuk mengejar mobil sport Kyuubi. Suigetsu yang lagi asyik-asyiknya tidur langsung terjungkal karena mobil yang ngebut secara tiba-tiba.

Terjadi aksi kejar-kejaran mobil seperti film laga action Hollywood.

Kyuubi memacu mobilnya dengan cepat dan lihai. Tidak perlu memakan waktu yang lama baginya untuk lolos dari kejaran para wartawan maupun paparazzi yang membututinya. Kyuubi melirik ke belakang mobilnya melalaui kaca spion, hanya tertinggal satu mobil yang mengejarnya. Sebuah mobil sport mewah berwarna hitam. 'Hebat juga dia.' Pikir Kyuubi. 'Kita lihat, sampai mana kemampuannya.' Kyuubi memacu mobilnya lebih kencang, meninggalkan mobil hitam itu jauh dibelakang, tapi dengan cepat mobil sport hitam itu menyusulnya, bahkan sekarang berada sejajar dengan mobil Kyuubi.

Mobil merah dan hitam saling membalap satu sama lain.

'Siapa dia? Dia bukanlah wartawan.' Pikir Kyuubi di tengah aksi balap membalapannya.

"AAAAAA…, SASUKE! HENTIKAN MOBILNYA, AKU TAKUTT…!" Suigetsu berteriak-teriak histeris dengan labaynya di dalam mobil Sasuke.

"Diamlah, bodoh! Kau mengganggu konsentrasiku!" Desis Sasuke kepada Suigetsu yang sejak tadi teriak-teriak gaje dengan volume suara yang menyakitkan di telinga Sasuke.

Suigetsu tiba-tiba terdiam, dia menutup mulut dan hidungnya. "Hoek… aku mau muntah…" Lirihnya.

"A-apa? Bodoh, jangan muntah di sini!" Teriak Sasuke tak terima, ingin rasanya dia menendang Suigetsu keluar dari mobilnya sekarang, tapi jika dia melakukan hal itu maka dapat dipastikan Sasuke akan kehilangan jejak Kyuubi. "Teguk muntahanmu itu. Awas saja jika kau sampai mengeluarkannya, akan ku bunuh kau!" Ancam Sasuke sadis.

Suigetsu tidak bisa berkata-kata, dia semakin erat mendekap mulutnya, dia nampak sangat tersiksa.

Secara tiba-tiba mobil merah yang ada di depan Sasuke melaju dengan cepat dan berputar 180 derajat hingga memblokir jalan Sasuke. Dengan cekatan Sasuke langsung menginjak rem untuk menghindari terjadinya tabrakan.

'CKIIIIIIIIITTTT…..'

Terdengar gesekan antara ban dan aspal yang sangat memilukan. Mobil Sasuke berhasil berhenti.

Sasuke memperhatikan lingkungan sekitarnya, jalanan tol saat ini sedang sepi, hanya terdapat mobil merah dan hitam. 'Dia… sengaja melakukannya.' Pikir Sasuke sambil menatap tajam mobil merah di depannya yang hanya berjarak sekitar 10 cm dari mobilnya.

Secara perlahan, kap atas mobil merah Kyuubi terbuka, menampilkan seorang cowok ganteng berambut pirang kemerahan yang memakai kacamata hitam kecoklatan, ekpresinya terlihat cool dan memancarkan aura arrogant yang sangat kuat.

'Dia menantangku, eh?' Sasuke menggertakkan giginya, dia tidak terima ada orang yang berpose sok cool di depannya.

Tidak mau kalah, Sasuke bersiap membuka kap mobilnya. 'Tu–Tunggu!' Teringat sesuatu, Sasuke menghentikan gerakannya untuk membuka kap mobilnya. 'Kacamata. Aku harus memakai kacamata dulu!' Pikir Sasuke, dia pun langsung mencari kacamatanya di dalam mobil. 'Aku tidak boleh kalah keren dari si Brengsek itu.' Sasuke memasang kacamata hitam kebiruannya, kemudian bercermin untuk menata rambut style chiken butt-nya. Sudah siap, diapun secara perlahan membuka kap mobil hitamnya. Sasuke berusaha untuk terlihat se-cool mungkin. 'Aku lebih keren darimu!' Sasuke membatin.

Dua mobil mewah yang keren.

Dan dua cowok ganteng yang keren.

Siapapun yang melihat mereka berdua pasti akan tercengang karena saking terpesonannya. Sayang, saat ini jalanan sedang sepi dan tidak ada seorangpun selain mereka.

Sasuke dan Kyuubi saling pandang di balik kacamata mereka. Ekpresi mereka berdua datar dan terkesan belagu (Sok keren).

Kyuubi memperhatikan cowok di depannya, otaknya bekerja untuk mengingat siapa cowok itu. 'Dia… Itachi?' Pikir Kyuubi dalam hati. 'Bukan, dia bukan si keriput itu. Tapi mereka sangat mirip, atau mungkin…' Seringai terukir di wajah ganteng Kyuubi. 'Tak ku sangka, dia datang secepat ini.' Pikirnya.

Sasuke memicingkan matanya tajam begitu melihat seringai terukir di bibir Kyuubi, ingin rasanya dia merobek-robek bibir Kyuubi begitu mengingat adegan ciuman KyuuNaru.

"HOOOEEEEEKKK…' Seakan tak tahu tempat dan waktu. Suigetsu baru saja mengeluarkan semua muntahannya di dalam mobil Sasuke.

Sasuke menatap Suigetsu horror.

Ingin rasanya dia menjitak kepala putih keunguan Suigetsu lalu memakinya habis-habisan. Tapi, dia tidak bisa bertingkah konyol sekarang. Saat ini, dia sedang berhadapan dengan Kyuubi. 'Sialan! Suigetsu sialan! Kau merusak citra cool-ku.' Rutuk Sasuke dalam hati.

"HOOOEEEEKK… HOOWWEEEEKK…" Muntah Suigetsu semakin menjadi-jadi.

Mau tak mau, Sasuke juga merasa mual begitu melihat orang muntah-muntah di dekatnya, belum lagi baunya yang tercium sangat menjijikan. "Hoek.." Tanpa disadari Sasuke, ada sesuatu yang ingin keluar dari mulutnya. Cepat-cepat dia menutup mulut dan keluar dari mobil hitam miliknya – Rusak sudah image cool-nya. "Hoeek.." Dia juga jadi pengen muntah.

"Kau tidak apa-apa?" Terdengar suara baritone yang merdu di samping Sasuke. Refleks Sasuke menoleh. Entah sejak kapan Kyuubi berdiri di sampingnya.

Sasuke mati-matian menahan muntahannya. Dia tidak menyangka akan bertemu dengan Kyuubi dengan kondisi senista ini. 'Akan ku bunuh kau, Suigetsu!' Batin Sasuke murka.

Bagaimana cara Sasuke menghadapi Kyuubi jika saat ini dia sedang ingin muntah? Bernafaspun rasanya sangat sulit. Suigetsu, kau benar-benar teman yang menyusahkan.


Bersambung...


Fic ini nggak ada perubahan dari chapter 1-5 (masih sama seperti sebelumnya). Akan tetapi, kemungkinan besar di chapter 6 bakalan aku ubah -yang sekarang lagi tahap pembuatan.

Aku ucapkan Terima kasih sudah membaca (^-^)v