"Kenapa bukan Itachi saja?"
Sasuke bertanya dengan sorot mata tajam nan menuntut. Ia menatap lekat-lekat satu persatu orang yang berada di sekitarnya, keluarganya -terlebih pada Itachi (kakaknya) yang sedang senyam-senyum gaje kekikikan di pojok ruangan sana, sungguh aneh nan mencurigakan orang itu -OOC parah- pasti ada sesuatu yang disembunyikannya. "Dia lebih tua dariku, aku tidak ingin melangkahinya." Ujar Sasuke mantab dan penuh kebijaksanaan.
Uchiha Fugaku beserta istrinya, Uchiha Mikoto -orang tua Sasuke- terdiam, mereka berdua saling pandang. Kemudian, Fugaku selaku kepala keluarga yang harus memimpin keluarga kecil nan harmonis ini berdehem beberapa kali -melancarkan tenggorokannya yang tiba-tiba terasa tercekat- Keringat dingin pun terasa membasahi tubuhnya. Rasanya ia tak sanggup mengungkapkan kenyataan yang merupakan aib bagi keluarga Uchiha, tapi masalah ini memang harus segera diselesaikan, biar clear dan tuntas semuanya. "Itachi tidak bisa..." Jawab Fugaku dengan mimik wajah kelewat serius plus tambahan bumbu horror yang mendramatisir suasana. "Kau tahu sendirikan orientasi seksual kakakmu itu seperti apa, dia itu menyimpang." Satu helaan nafas berat meluncur mulus dari bibir Fugaku. Ia memijit pelan pangkal hidungnya -merasa sakit kepala.
Pedih rasanya mengakui hal ini,
Pedih!
Fugaku membatin, miris, meratapi nasib nistanya yang entah karena mendapat azab apa sehingga menerima cobaan seperti ini.
"Kakakmu itu homo, HOMO!" Teriak Fugaku tiba-tiba -emosi, membongkar rahasia tabu yang tak ingin diberitahukannya oleh kalayak umum di seluruh dunia ini. Posisinya sekarang berubah, dari duduk menjadi berdiri sambil menunjuk-nunjuk anak sulungnya dengan jari telunjuknya. "HOMO! HOMO!" Seperti orang kesurupan, Fugaku meneriaki hal yang sama kepada Itachi, sifat cool atau stoic khas Uchiha yang selalu dijaganya dengan apik runtuh tak berbekas secuil-pun. "HOMO!"
Itachi, sang target utama kemurkaan Fugaku bersikap tak peduli -cuek- acuh tak acuh dengan segala omelan sang ayah. Baginya semua perkataan yang terlontar dari bibir Fugaku adalah angin lalu yang tak pantas untuk digubris. Dengan lekas Itachi mengambil headshet dan memasangnya di kedua lubang telingnya lalu menyetel salah satu lagu dari ratusan list lagu yang ada di hape-nya dan memainkannya dengan volume tertinggi untuk mencegah suara sang ayah masuk ke dalam indra pendengarannya. Sungguh, anak yang kelewat durhaka orang ini!
"Lihat! Lihat! Apa yang dilakukannya!" Fugaku makin panas melihat kelakuan Itachi yang menyumpal telinganya dengan lagu tak penting yang musiknya terdengar mengeluar dari telinga Itachi. "Anak ini semakin kelewatan!" Geram Fugaku -tambah mendidih. Tiba-tiba, ia memegang dadanya yang berdenyut-denyut -sesak nan sakit- tak karuan rasa. "A-aduh..." Keluhnya kesakitan, gejala serangan jantungnya kumat. "Ja-jantungku..." Gumamnya, sambil terduduk kembali di sofa yang ada di belakangnya.
"Sabar Pa, sabar... Istighfar." Mikoto langsung berantisipasi akan perubahan kondisi suami yang penyakitnya kambuh. Ia mengelus-elus lembut pundak sang suami, lalu menyodorkan segelas air putih kepada Fugaku.
Manik indah sang ibu beralih menatap lembut si anak bungsu. "Sasuke, dengarkan kami, ayahmu benar. Hanya kau yang bisa melakukannya." Bujuk Mikoto, kembali masuk ke inti pokok pembicaraan, ia berusaha meluluh lantahkan kekeras kepalaan Sasuke.
Wajah flat nan cool Sasuke sama sekali tidak berubah. "Ceh!" Ia berdecak kecil sambil membuang muka ke samping. "Kalian pikir ini zaman-nya Siti Nurbaya apa?" Ujar Sasuke -error- tiba-tiba teringat akan pilem/novel jadul yang mengisahkan perjodohan yang dipaksakan. "Aku tidak mau dinikahkan dengan Datuk Maringgi." Tambahnya -ngawur- semakin gila dan nggak waras.
Satu peluh sebesar biji jagung berteger di kepala Mikoto -sweatdrop- mendengar perkataan ngaco dan nggak rasional milik Sasuke. Ia menghela nafas. "Naruto itu gadis yang manis." Ucap Mikoto -mencueki perkataan Sasuke yang mengungkit-ungkit nama Datuk Maringgi- Ia ingin meyakinkah si anak bungsu akan rencana perjodohan Sasuke dengan putri keluarga sahabatnya (Namikaze Naruto). "Ibu mengerti... mungkin ini sulit bagimu, karena kamu belum mengenal ataupun melihat Naruto-chan. Tapi ibu yakin, kalian adalah pasangan yang serasi, saling melengkapi." Imbuh Mikoto, memberikan bumbu-bumbu bujukan yang sekiranya bisa membuat Sasuke patuh dan mau menerima perjodohan ini. "Kalian berdua akan menutupi kekurangan masing-masing hingga menjadi pasangan yang sempurna." Tambah Mikoto.
Mendengar perkataan ibunya, Sasuke jadi ingin tertawa. Apa ibunya bilang tadi? Saling menutupi kekurangan masing-masing? Che, seperti seorang Uchiha Sasuke punya kekurangan saja! Semua orang di suluruh jagad raya ini juga tahu, kalau Uchiha Sasuke itu adalah makhluk TERSEMPURNA di dunia ini, ia GANTENG, ia PINTAR a.k.a JENIUS, ia punya body yang HOT - SEKSI, pokoknya Sasuke itu MAHA AWESOME! Sasuke itu adalah manusia yang tak bisa ditandingi oleh siapapun atau apapun.
Apa kurangnya Sasuke?
Dengan bangga inner Sasuke akan menjawab : NGGAK ADA! Jadi -intinya- Sasuke tidak memerlukan orang lain untuk menutupi kekurangannya.
"Ayolah Sasuke..." Mikoto masih berusaha membujuk dengan sorot mata blink-blink memelas yang terkenal ampuh dalam menghadapi anak-anaknya. "Lagiankan kalian tidak akan langsung menikah, pelan-pelan saja, kalau sudah siap, baru kalian berdua menikah." Tambah Mikoto.
Sasuke mendesah, harus diakui, Sasuke memang paling lemah kalau berurusan dengan Mikoto, apalagi jika melihat ekspresi ibunya yang memelas seperti ini -tak tega melihatnya. Ibunya ini memang orang yang paling disayanginya. Tapi, masalah perjodohan atau pun pernikahan bukanlah masalah main-main yang bisa dilihat dengan sebelah mata, atau pun dipikirkan dengan separuh otak(?). Bisa dibilang ini adalah masalah seumur hidup! Memang tidak terlihat dari sikap Sasuke yang cuek dan dingin pada setiap wanita (seolah-olah tak memikirkan tentang pasangan hidup) tapi Sasuke adalah tipe lelaki pemilih, ia sangat spesifik dan teliti dalam memilih pasangan hidupnya kelak, ia tidak ingin salah pilih, dan berakhir dengan kegagalan! Istri masa depannya haruslah cantik dengan body yang bohai menggiurkan dan menggugah birahi keimanan seorang Uchiha Sasuke, harus memiliki otak cerdas, dengan sikap yang cermat dan teliti, jenius dalam segala hal. Pokoknya idealnya seperti Marry-sue (Sebuah penjabaran karakter wanita yang super duper sempurna, super dalam segalanya, pusat perhatian dunia, klise, dan terkesan nggak realistik bagi perempuan nyata -karena nggak punya kekurangan dan TERLALU sempurna).
"Apa Naruto itu seperti Marry-sue?" Tanya Sasuke pada akhirnya.
Mikoto tercengang mendengar pertanyaan tiba-tiba yang terlontar dari si anak bungsunya, begitu pula dengan Fugaku, mereka terdiam seribu bahasa. "A-apa?" Mikoto bertanya dengan suara yang sedikit tercekat, mulutnya mangap-mangap kehabisan kata-kata. "Ma-Marry Sue?" Tanyanya dengan gaya yang sedikit linglung dan nggak fokus, ia bukannya tidak mengerti seperti apa tipe wanita Marry-sue itu yang diungkit-ungkit Sasuke tadi, hanya saja Mikoto tak sanggup mengungkapkan fakta sesungguhnya yang terbalik 180 derajat, terpaksa ia harus berbohong. "Te-tentu saja, Sasuke!" Ucap Mikoto dengan senyum lebar yang kontran dipaksakan. "Haha... Naruto itu te-tentu saja seperti Marry-sue, hehe..." Mikoto menggaruk pipinya dengan pandangan mata yang tak sanggup bertemu dengan manik kelam Sasuke yang seolah-olah bisa membongkar semua kenyataan. "Ma-Marry-sue..." Gumam Mikoto -nggak jelas.
Alis Sasuke menaut dengan sorot mata elang khasnya. Ia akan membuka suara untuk menuntut penjelasan, tapi suaranya terhalang ketika mendengar suara Itachi yang tiba-tiba tertawa keras dan ngakak. "HAHAHA...!" Tawa Itachi menggelegar, begitu lepas dan tak mencerminkan sikap kalem nan cool Itachi biasanya -ketawa sambil memegangi perutnya- Nampaknya sejak tadi ia sudah mematikan lagu yang didengarnya dan diam-diam mendengarkan pembicaraan Mikoto dan Sasuke. Ia menatap Sasuke dengan pandangan yang mencomo'oh, seolah-olah Sasuke adalah badut ancol yang nyasar kekediaman Uchiha. "Yah... Yah.., seorang Garry-stu sepertimu mungkin memang pantasnya bersanding dengan Marry-sue." Itachi manggut-manggut sendiri sambil memegang dagunya -berpose sok detektif dengan mengelus-ngelus dagunya. "Yah.., aku yakin kalian akan mendapatkan title : The Best Couple in this Universe! Hahaha..." Itachi kembali tertawa, nampak sangat berbahagia dengan pertunangan adik semata wayangnya. "Aku tidak sabar melihat kalian bergandengan tangan dan berjalan beriringan, seperti angka sepuluh, HAHAHA. Sepuluh!" Itachi yang notebenenya pernah melihat kondisi fisik Naruto yang sesungguhnya -walaupun cuma sekali- tidak tahan untuk tidak menggoda adiknya. Ia sangat yakin, Sasuke akan sangat syok hingga kehilangan arwah begitu melihat wujud Naruto nanti. "Sepuluh!" Ujar Itachi, sambil membentuk angka 10 dengan jari-jari tangannya. Ibaratnya, angka satu itu adalah Sasuke yang tinggi dan langsing, sedangkan angka nol itu adalah Naruto yang bulat alias gemuk.
"Hah, sepuluh?" Sasuke menautkan alisnya. "Apa maksudmu?" Tanyanya bingung. Ia yakin ada yang tak beres di sini. Mungkinkah perempuan yang bernama lengkap Namikaze Naruto yang akan menjadi istri masa depannya nanti memilik wajah jelek atau dibawah standart rata-rata? Tidak-tidak! Itu nggak mungkin! Sasuke menggeleng-gelengkan kepalanya, menepis segala pikiran negatifnya. Ia harus berpikiran positif! Positive thinking! Bagaimana pun juga, dicerita mana pun, yang namanya tunangan pilihan orang tua itu pasti adalah jenis perempuan yang perfectionis! Lagian mana mungkin ayah ibunya tega memasangkan Sasuke dengan perempuan biasa-biasa saja, pasti perempuan yang ditunangan dengannya adalah perempuan yang luar biasa!
"Ehem! Ehem!" Fugaku yang sejak tadi berdiam diri, kini kembali membuka suara dengan berpura-pura berdehem sebanyak dua kali. Perhatian tiga orang bermarga Uchiha (Mikoto, Itachi, Sasuke) kontan teralihkan kepadanya. Mata hitam Fugaku menatap dengan penuh fokus dan keseriusan kepada Sasuke. Fugaku telah mengeluarkan aura 'sang pemimpin' yang tak bisa terbantahkan. Apa boleh buat kalau begini, aku harus mengeluarkan kartu trump As terakhirku. Batin Fugaku, berniat untuk melancarkan aksi terakhirnya yang diyakini mampu membungkam segala keegoisan atau pun kesombongan yang dimiliki Sasuke. "Jika kau tetap menolak untuk menikah dengan Naruto, maka aku tidak punya pilihan lain selain mencoretmu dari daftar ahli warisku!" Ungkap Fugaku dengan mantabnya, penuh keseriusan dan ketegasan yang sangat nampak dari raut wajahnya.
JEDDDEEEER!
Entah bagaimana ceritanya, Sasuke serasa mendengar background musik petir yang menyambar-nyambar dibelakangnya, bahkan setrumannya pun terasa menyengat-nyengat sekujur tubuhnya, ia mematung, Sasuke merasa jadi arang ditempat. "A-apa?" Sasuke mangap-mangap, tak percaya ayahnya bisa mengatakan hal sekejam ini. "Ta-tapi, Ayah..." Sasuke berusaha untuk mengklarifikasia semuanya. Bagaimana mungkin ayahnya bisa setega itu mencoret nama Sasuke dari ahli waris keluarga Uchiha. Ba-bagaimana ini? Tidak mungkinkah Sasuke menjadi gembel? Masa Sasuke si pangeran kaya harus jatuh miskin, menjadi pangeran miskin yang terbuang dan terasingkan! Aiiissh... Sasuke mengacak-acak kasar rambutnya, stress mendadak hingga merasa mau gundul!
Tunggu!
Sasuke jadi teringat sesuatu yang cukup penting.
Kalau memang benar Sasuke akan dicoret dari daftar ahli waris Fugaku, maka otomatis yang akan mewarisi segala kekayaan melimpah ruah dari keluarga Uchiha tidak lain dan tidak bukan adalah Itachi Uchiha, hanya Itachi seorang -kakaknya! OH NO! Batin Sasuke menjerit -frustasi, merasa dunia ini sama sekali tidak adil! Ia tidak rela! Nampaknya Fugaku memang sudah gila! Sasuke membatin, menghina ayahnya sendiri. "Ini tidak adil!" Sasuke tiba-tiba berdiri sambil menggebrak meja di depannya -keras. Ia tidak tahan dengan keputusan egois ayahnya. "Bagaimana bisa kau mencoret namaku dari ahli warismu hanya karena menolak acara perjodohan yang konyol ini! Tapi tidak dengan Baka-Aniki yang homo itu!" Tunjuk Sasuke geram dengan wajah sangar kepada Itachi -nggak sopan. "Harusnya ancaman seperti itu ditujukan kepadanya!" Protes Sasuke -keras.
Fugaku terdiam,
Mikoto bungkam,
Dan Itachi masih dengan ekspresinya yang sama, tersenyum dengan makna yang tak berarti -atau sulit untuk diartikan.
"Ehem!" Kembali, Fugaku melancarkan tenggorokannya yang terasa kering. Ia mengambil gelas air putih yang ada di atas meja, meminum air putih itu sampai habis. Lalu melonggarkan dasi yang ada di kerah bajunya. Terus terang, sekarang Fugaku merasa sangat terpojok akan timbal balik Sasuke. Jika dipikirkan dengan otak yang tenang, maka perkataan anak bungsunya tadi memang ada benarnya juga. Masa Fugaku bisa dengan mudah mendempak Sasuke hanya karena tidak mau menerima acara perjodohan, tetapi Fugaku dapat dengan mudah mengampuni Itachi yang sudah benar-benar menyimpang dari kodrat manusia -yaitu menjadi homoseksual. Ha-ah... Semakin dipikirkan, rasanya masalah yang sebenarnya cukup sepele ini menjadi memusingkan saja. "Aku tidak mau tahu!" Bentak Fugaku tiba-tiba, ia terlalu malas untuk berpikir. Saat ini Fugaku sudah menetapkan kalau dia hanya akan bersikap egois untuk saat ini, dengan kata lain apapun yang diinginkannya harus tercapai detik ini juga, tidak peduli benar atau pun salah tindakannya itu -tidak peduli adil ataupun tidak. "Katakan padaku apa kau masih menolak untuk menikah dengan Naruto?" Fugaku berdiri tegap, memandang Sasuke dengan mata berkilat-kilat tajam. "Kalau menolak-" Fugaku dengan sigap menunjuk pintu keluar yang berada di sebelah kanannya. "-segera keluar dari rumah ini!" Perintah Fugaku sadis, mengusir anak bungsunya semena-mena dan tidak berperasaan.
Mata Sasuke terbelalak -syok tingkat tinggi. "A-apa?" Ia tak bisa berkata-kata.
"Semua fasilitasmu akan aku ambil! Dan jangan harap aku akan memberikanmu uang sepersen pun padamu!" Ungkap Fugaku semakin semena-mena dan kejam, sungguh sikap yang tak wajar bagi seorang ayah.
Mulut Sasuke mangap-mangap. "A-ayah, kau tidak seriuskan?" Tanyanya ragu.
"AKU SERIUS!" Jawab Fugaku berteriak nyaring sambil berkacak pinggang -angkuh.
Sasuke tercekat dengan mulut yang menganga.
"Hu-huwaaa..." Tiba-tiba Mikoto menangis sesenggukan dengan lebay-nya atau bisa dibilang over akting -karena sebenarnya memang cuman akting. "Sasuke... Ibu mohon, penuhi permintaan ayahmu untuk menerima acara perjodohan ini..." Ujar Mikoto, kini ia sudah berdiri di samping Sasuke -berlinangan air mata buaya. Ia memegang tangan anaknya sambil menarik-narik lemah tubuh Sasuke -sikap khas membujuk. "Ya? Ya?" Bujuk Mikoto, meminta Sasuke meng-iya-kan permintaannya.
Sasuke nampak berpikir, ia menunduk -menatap lantai serta sepatu yang dipakainya. Waduuh... Bagaimana ini? Apa yang harus dilakukan Sasuke? Apa dia memang harus menuruti perkataan ayah-ibunya? Tapi, jika Sasuke menuruti atau patuh, bukankah itu sama saja artinya dengan Sasuke-lah yang kalah? Aiiisshh... Disaat genting, dimana mobil dan uang tabungannya terancam, Sasuke jadi benar-benar bingung dan galau tingkat internasional. Yasudahlah, jalani saja apa yang ada, pikir Sasuke pasrah. "Ok." Jawab Sasuke pada akhirnya, setelah beberapa detik berlalu akan aksi diam-diaman yang menegangkan (Bagi Sasuke seorang). "Ok, aku terima perjodohan ini, puas?" Tambah Sasuke, memperjelas Ucapannya.
Seketika, raut muka Fugaku yang sangar maupun akting sedih Mikoto yang alay berubah menjadi ekpresi kebahagian yang berseri-seri. "YES!" Tanpa sadar mereka berdua pun beryes-yes ria sambil meloncat kegirangan, kemudian berpelukan ala teletubies versi berdua layaknya Dypsi dan Lala. Sungguh aneh atau bisa dibilang super OOC, hingga membuat cerita ini menjadi super 'apa?' banget.
Sasuke yang melihat tingkah 'ajaib' orang tuanya merasa mual dan sakit mata mendadak. Sungguh, ia tidak pernah tahu kalau ayahnya yang pembawaannya tegas dan meyakinkan itu, atau pun ibunya yang lembut dan anggun bisa berprilaku konyol layaknya bocah-bocah ABG labil yang masih duduk di bangku SMP. Sasuke memutar bola mata hitamnya, ber-SWT ria. Sedangkan Itachi yang sejak tadi diam -hanya melihat- drama aneh yang dimainkan oleh keluarganya hanya bisa geleng-geleng kepala dan tersenyum kecil. Terus terang, ia merasa 'sedikit' bahagia melihat tingkah konyol ayah ibunya itu, karena itu membuktikan keluarga Uchiha bukanlah keluarga 'kaku' yang seperti orang bilang kebanyakan.
Fugaku dan Mikoto yang sudah kembali kerasionalannya, segera menghentikan acara peluk-pelukannya, terutama Fugaku yang langsung merasa salah tingkah dan lekas merapikan baju jas hitam bermereknya yang agak terungkap karena terlalu bersemangat memeluk sang istri tercinta. "Kau," Fugaku kembali memfokuskan dirinya kepada anak bungsunya. "Kau harus menepati janjimu, Sasuke." Katanya, mengingatkan Sasuke untuk tidak melanggar janji, atau pun membuat Sasuke berpikir kalau pembicaraan hari ini hanyalah sebuah omong kosong atau pun bualan belaka.
Sasuke menghela nafas dan mendesah singkat. "Hn." Jawabnya, yang dapat diartikan oleh Fugaku sebagai jawaban 'Iya'.
Fugaku tersenyum kebapak'an, sambil mengelus dagu alias jenggotnya yang masih licin karena habis dilarap. "Bagus... Bagus..." Gumamnya seorang diri.
'Tok, Tok, Tok.'
Tiba-tiba terdengar sebuah ketukan pintu yang membuat perhatian keempat orang bermarga Uchiha teralihkan. Mereka menatap seorang pelayan pria berjas hitam masuk dan menunduk -memberi hormat- kepada keluarga Uchiha. "Maaf mengganggu Tuan." Ucap si pelayan itu masih dengan posisi menunduk hormat. " Tuan dan Nona Namikaze telah datang dan ingin bertemu dengan Anda." Informasinya kepada majikan.
"Oh, oh, oh, mereka telah datang rupanya." Fugaku nampak girang menerima kabar kedatangan keluarga Namikaze yang merupakan teman atau sahabatnya yang sebentar lagi akan berubah menjadi besan. "Suruh mereka masuk ke sini." Perintahnya kepada pelayan berjas hitam tadi.
"Baik, Tuan." Kata si pelayan sambil berlalu pergi untuk melaksanakan perintahnya Fugaku.
Beberapa saat kemudian, setelah si pelayan pergi.
"Hahaha..." Tiba-tiba tanpa sebab dan alasan yang pasti Fugaku tertawa seorang diri, mata hitam turun temurun khas Uchiha miliknya menatap sang putra bungsu. "Sasuke, kau akan segera bertemu dengan mertuamu." Katanya dengan nada suara tenang tapi sangat kentara ada nada bahagianya di sana. Ia berjalan mendekati Sasuke, lalu menepuk-nepuk pundak sang anak dengan penuh bangga. "Bersikaplah yang sopan, Nak." Nasehatnya kepada Sasuke.
Mikoto juga tiba-tiba ikutan lengket sama Sasuke. "Aduuuh... Anak ibu akan segera bertemu dengan calon istrinya." Ujarnya bermaksud menggoda anak bungsu. "Ciye... Ciye..." Tambahnya semakin menjadi-jadi.
Sasuke mendengus, entah mengapa hari ini terasa sangat panjang dan berat baginya. Kelakuan orang tuanya hari ini benar-benar terkesan 'angin' berubah-ubah dalam kepersekian detiknya, sangat aneh dan terlalu out of character. Sasuke benar-benar tak tahan menghadapi ini semua, nampaknya Tuhan terlalu berat memberikan cobaan.
"Mikoto-chan!" Tiba-tiba terdengar suara perempuan yang memanggil ibunya Sasuke.
Mikoto menoleh. "Kushi-chan!" Balas Mikoto riang. Lalu, dua orang yang tadi saling menyerukan nama masing-masing lawan berlari -saling menghampiri- berpelukan dengan erat, dan tidak lupa cipika-cipiki khas ibu-ibu kanjeng arisan yang sering terjadi di rumah author. "Aduh... Sudah lama tidak bertemu." Kata wanita berambut merah yang tadi dipanggil sebagai 'Kushi-chan' oleh Mikoto.
Mikoto tersenyum. Ia menatap wajah Kushina, lebih tepatnya rambut merah Kushina yang terurai panjang hingga panjangnya melewati bokong, sungguh kelewat panjang bagi Mikoto hingga terbesit dipikirannya bagaimana ribetnya kalau Kushina tiba-tiba kebelet dan mau buang air kecil ataupun buang air besar di dalam wc, apakah dia harus mengepang rambutnya terlebih dahulu? Mengikatnya? Atau mungkin mengapitnya? Sehingga mengharuskan Kushina membawa ikat rambut kemana-mana selama 24 jam tanpa absen di kantong. Ck ck ck, sungguh terlalu ribet dan menyusahkan, apalagi jika kita sedang diare/mencret sehingga harus bolak-balik ke dalam wc, Mikoto jadi ngeri membayangkannya.
"Minato!" Fugaku juga tidak kalah heboh. Ia langsung berjalan dengan cepat menuju seseorang yang berada di belakang Kushina. "Minato!" Ternyata tak cukup sekali bagi Fugaku untuk menyerukan nama kawan lamanya yang sudah lama tak dilihatnya.
Lelaki berambut pirang yang dipanggil 'Minato' oleh Fugaku tersenyum ramah. "Fugaku." Balasnya. Lalu mereka berdua berjabat tangan khas bapak-bapak pejabat. "Bagaimana kabarmu, sehat sajakan?" Tanya Minato ramah tamah yang ditanggapi anggukan mantab dari Fugaku.
Sasuke yang menyaksikkan adegan yang tersaji di depannya hanya berdiam diri. Kini mata onix-nya memandang dengan penuh fokus kepada dua orang asing yang berada di hadapannya, seorang lelaki berambut pirang, dan seorang lagi wanita berambut merah panjang. Jadi... Mereka calon mertuaku? Sasuke mulai membatin, kini ia sadar kalau calon mertuanya sangatlah tampan dan cantik.
Pertama, Sasuke mulai mengamati setiap inci dari fisik Kushina -calon ibu mertuanya- Wanita berambut merah over panjang itu wajahnya sangatlah cantik. Bola matanya berwarna violet kehijau-hijauan, terlihat anggun dan sangat memukau. Hidung mancung, serta bibir seksi yang menggoda. Kulitnya putih bersih dan terlihat sangat mulus sekali. Body-nya bohai dengan ukuran dada dan bokong yang besar, terpenting perutnya kecil dan nggak buncit -pokoknya MANTAB!
Kedua, Sasuke beralih memandang lelaki berambut pirang yang diketahui bernama 'Minato'. Hmmm... Lelaki itu dibandingkan kata tampan jauh lebih pas kalau dia dibilang 'cantik'. Ya Minato itu tipe lelaki cantik. Oh ya, dan awet muda tentunya, karena menurut kisah Fugaku, ayahnya dan Minato memiliki umur yang sama, tapi lihat saja sekarang, perbedaan ayahnya dan Minato cukuplah kentara dan sangat besar : Fugaku sudah memiliki banyak kerutan-kerutan tanda tua di wajahnya, bahkan hubanpun sudah tumbuh di rambut hitam Fugaku, umur memang tidak bisa dilawan. Akan tetapi, pengaruh usia nampaknya tidak berpengaruh sedikitpun pada Minato, pria berambut pirang agak panjang itu masih terlihat begitu muda, saking mudanya Sasuke sempat berpikir kalau Itachi -kakaknya- dan Minato adalah seumuran. Ck, ck, ck, sungguh keawet mudaan yang bikin iri, Sasuke yakin, di dalam hati terdalam ayahnya : Fugaku pasti iri sama Minato. Ok, pikiran Sasuke sekarang mulai ngelantur nggak jelas, kini ia mulai kembali meneliti setiap inci kondisi fisik sang calon ayah mertua. Minato memiliki warna kulit sao matang khas orang-orang asia. Garis wajahnya tegas akan tetapi ada kesan baby face-nya. Lalu yang paling menarik perhatian Sasuke adalah bola mata Minato, warnanya biru cerah, mengingatkan Sasuke akan birunya samudra atau birunya langit cerah tak berawan. Yah, pokoknya Minato itu sangatlah 'sip'.
Satu kesimpulan yang dapat diambil oleh Sasuke :
Minato + Kushina = Naruto
Ayah cantik + Ibu cantik = Anaknya Pasti super cantik donk!
Yah, Naruto itu pasti cewek SUPER CANTIK!
Sasuke manggut-manggut, merasa puas dengan kesimpulan di dunia imajinasinya sendiri.
"Kau yang namanya Sasuke, ya?" Tiba-tiba pertanyaan seseorang membuyarkan imajinasi Sasuke akan Naruto versi cantik. Sasuke menoleh, mendapati Minato lah yang bertanya tadi. "Ah iya, om." Jawab Sasuke sambil membungkuk singkat.
"Ah... Jangan panggil aku 'om'." Kilah Minato, tak ingin dipanggil Om. "Kau-kan akan segera menjadi menantuku, langsung panggil aku 'Ayah' saja. Haha..." Kata Minato, sambil tertawa renyah, nampak raut kebahagian berseri-seri di wajahnya.
"Iya Nak, kau juga harus memanggilku 'ibu'." Kushina ikutan nimbrung. "Aaiiih... Dia tampan sekali." Ujar Kushina sambil mencubit pipi putih Sasuke dengan gemas, sampai-sampai pipi Sasuke memerah.
Aish! Jika bukan calon mertua sudah aku tampar dia! Pikir Sasuke, merasa sakit karena pipi porselennya yang super mulus menjadi sakit.
"Mana Naruto-chan?" Mikoto tiba-tiba menanyakan keberadaan calon menantu yang tidak kelihatan batang hidungnya.
"Ah, ya, dia masih di luar. Biasa... nampaknya dia malu untuk bertemu dengan calon mertua dan suaminya, hohoho..." Jawab Kushina sambil tertawa aneh. Kini mata violet kehijau-hijauannya menatap pintu -tempat dia masuk tadi. "Sayang, ayo masuk kemari!" Seru Kushina, meminta sang anak untuk segera masuk dan bertemu sapa dengan keluarga Uchiha.
Seumur hidup, baru sekarang Sasuke merasakan rasa penasaran. Ia menatap penuh minat akan pintu masuk.
DUK
DUK
DUK
Alis Sasuke menaut, ia merasa sepertinya bumi bergetar. Sasuke melirik sekilas pada gelas yang ada di atas meja.
Airnya bergetar,
Gempa bumi?
Pikir Sasuke, sudah mulai berantisipasi untuk berlari ke tanah lapang ketika gempa buminya semakin dahsyat saja.
DUK
DUK
DUK
Benar saja getarannya semakin menjadi-jadi dan terkesan mendekat. Tapi tunggu dulu, apa gempa bumi itu berbunyi 'Duk, Duk'? Aneh sekali... Seperti langkah kaki saja, tapi bukankah langkah kaki itu biasanya berbunyi 'Tap, Tap, Tap'? Kalau 'Duk, Duk' biasanya itu bunyi langkah raksasa.
Tiba-tiba mata Sasuke melebar.
Kata-kata Itachi beberapa menit lalu kembali terlintas di dalam pikirannya.
"Aku tidak sabar melihat kalian bergandengan tangan dan berjalan beriringan, seperti angka sepuluh, HAHAHA. Sepuluh!"
"Se-sepuluh..." Gumam Sasuke dengan suara kecil yang hanya bisa didengar olehnya.
A-astaga!
Ja-jangan-jangan...
Sasuke mulai menduga-duga dengan keringat dingin yang mulai berceceran dari dahinya.
Jeeeng jing jeeengg...!
Akhirnya Perempuan yang dinanti-nanti oleh semua orang, sang bintang utama di dalam fic ini menampakkan wujudnya.
Glek!
Sasuke meneguk pahit air liurnya. Background musik instrumental karya Beethoven symphony No 5 in C minor pun berkumandang khusus di telinga Sasuke, musik menegangkan itu semakin mendramatisir suasana. Seketika raut muka Sasuke yang 'keren abiz' berubah total menjadi horror dengan mata hitam yang membelalak sempurna -nyaris keluar, lubang hidung yang melebar hingga bulu-bulunya pun mengintip keluar, serta mulut yang menganga dengan rahang yang terjatuh dan tergeletak tak berdaya di atas lantai -diskripsi lebay. Intinya Sasuke syok berat hingga merasa rohnya mengeluar dan masuk ke dalam kerak neraka. "Mu-mustahil..." Lirih Sasuke tak berdaya. Miris tiada akhir begitu melihat seperti apa wujud tunangannya yang sebenarnya.
Namikaze Naruto memiliki fisik yang besar, alias bulat, alias bundar, alias bengkak, kelewat bengkak, bukan hanya gendut atau gembrot biasa. Tapi GENDUT YANG BENGKAK! Kebayang nggak orang gembrot yang bengkak itu kayak gimana? Mata Sasuke mau juling melihatnya. Terlalu... Kalau Roma Irama bilang.
Bukan hanya badan seberat 180 ton itu yang menjadi poin min kurang di dalam diri Naruto. Tapi juga wajahnya, dia nggak beautiful! Ugly kalau orang inggris bilang! Wajah Naruto penuh bintik-bintik merah yang diyakini sebagai jerawat yang meradang, catat : MERADANG! Terlebih kulit hitam atau berwarna tan yang semakin mendukung kekurangan pada diri Naruto.
Ciyuus itu tunangannya Sasuke?
Miapa?
"A-aduh... Aku sakit kepala." Ujar Sasuke tiba-tiba, berniat meniru sebuah iklan kartu prabayar di TV yang menceritakan : Jika tidak suka dengan si doi pura-pura sakit kepala aja dan langsung kabur. Alhasil, Sasuke pun dengan serta merta ingin melangkahkan kakinya alias kabur dari situasi nista ini.
"Eeits... Kau mau kemana?"
Niat Sasuke terhalang karena Mikoto keburu memeluk lengan kanannya hingga membuat Sasuke tak berkutik.
"A-aku sakit kepala, bu." Ujar Sasuke beralasan.
"Nanti ibu belikan obat. Terpenting, sekarang ayo sapa calon istrimu itu." Mikoto berkata sambil mendorong-dorong tubuh Sasuke kehadapan Naruto.
Gila!
Ini gila!
Sama sekali nggak waras!
Nampaknya otak ayah dan ibu sudah konslet!
Sasuke membatin super miris. Ia merasa menjadi Ann Darrow yang akan ditumbalkan kepada monyet raksasa di film yang berjudul 'King Kong'.
Sungguh terlalu... Bang Haji Roma Irama yang ingin jadi President lewat lagi.
Fugaku -sang ayah- tiba-tiba mendekati Sasuke. "Ingat Sasuke, ingat! Jika kau menolak perjodohan ini, kau akan aku coret dari daftar ahli warisku." Bisik Fugaku, sempat-sempatnya mengancam Sasuke tanpa sepengetahuan keluarga Namikaze-Uzumaki. Sukses, bikin arwahnya Sasuke yang berwujud 'casper menangis' mengeluar dari mulut Sasuke.
"Bagaimana Naru-chan, Sasuke anakku ganteng bukan?" Mikoto bersuara layaknya sales-sales yang memamerkan produk jualannya. "Dia ini masih fresh, belum tersentuh oleh wanita mana pun!" Dengan ibu jempol yang mengartikan kata 'TOP' Mikoto kembali melanjutkan promosinya. Alis Mikoto pun terangkat-angkat dengan anehnya.
Naruto yang sejak tadi belum dapat dialog apapun dari Author kini mulai beraksi. "Hehehe..." Ia tertawa, menampilkan deretan giginya yang ditutupi oleh kawat gigi berwarna hitam -sungguh warna yang tak lazim dan anti untuk dipilih, karena dapat disalah artikan sebagai karang gigi yang menghitam.
Astagfirullah…
Bulu kuduk Sasuke langsung merinding disko dengan hebohnya begitu melihat gigi Naruto yang dipenuhi aksesoris hitam-hitam layaknya orang nggak pernah sikat gigi selama sepuluh tahun (Padahal aslinya gigi Naruto putih kinclong).
"Good... Good..." Naruto mengangguk-anggukkan kepalanya sambil tersenyum aneh nan mesum. Di mata Sasuke Naruto itu persis seperti germo yang ingin membelinya dan merebut kepolosan atau kesucian Uchiha bungsu alias memperk*sa Sasuke dengan brutal. NAJIS! Jerit Sasuke di dalam hati.
Lalu…
Entah kenapa, tanpa sebab atau alasan yang pasti, mungkin karena kehendak Tuhan atau sudah skenario yang dibuat oleh Author. Tiba-tiba kaki Naruto terasa licin dan tergelincir ketika melangkah mendekati Sasuke dan kemudian dengan tragisnya meluncuuur hendak menimpa Sasuke.
"UWOOOO...!" Teriak Naruto ditengah aksi meluncurnya layaknya Superman yang baru belajar terbang.
"UWOOOO…!" Teriak Sasuke juga –nggak kalah heboh dari Naruto- karena merasa terancam (Hendak ditimpa gajah bengkak). Niat hati Sasuke ingin menghindar dengan gaya super keren kayak film-film Hollywood, tapi ternyata itu cuman niatan atau hayalan semata karena ternyata tubuh Sasuke tidak bisa bergerak, mematung di tempat saking syoknya.
Dan dengan gerakan slow motion seperti bullet time-nya Neo di The Matrix. Naruto mengambang di udara, sudut pandang readers pun berpindah-pindah dari Naruto ke Sasuke yang menampilkan wajah horror dengan mulut yang menganga semakin lebar dalam kepersekian detiknya.
Dan akhirnya…
BRUK!
Bagai ketiban gajah purba a.k.a Mammoth yang bernama Manny di film animasi berjudul Ice Age. Sasuke langsung gepeng ditempat.
Sasuke tepar dengan mulut yang berbusa, baca : pingsan.
Sungguh pengalaman yang sangat nista dan tak pantas untuk diingat oleh Uchiha Sasuke. Tutup buku sudah, Sasuke tidak akan mungkin mau mengenangnya.
Tapi ternyata… Kejadian ini hanyalah sebuah 'awal' lembaran baru bagi Uchiha Sasuke akan kehidupan barunya yang diwarnai dengan kehadiran Naruto. Beruntutan kejadian nista yang mencerminkan kesialan pun tak luput dari hidupnya. Tetapi siapa sangka, Sasuke yang terkenal sebagai Prince without heart pun akhirnya kepincut juga oleh pesona seorang Naruto.
Yah, Naruto memang punya sejuta pesona yang tak bisa dilawan meskipun kondisi fisiknya sama sekali tidak meyakinkan. Yah, seperti itulah Naruto yang akan diceritakan oleh Author cantik *narsis* di dalam fic yang berjudul My FAT Girlfriend ini.
Masih mau lanjut baca?
Silahkan…
Disclaimer : NARUTO © Masashi Kishimoto
My FAT Girlfriend © RedRabbit is Dead!
Pair : Sasu(fem)Naru or Kyuu(fem)Naru. Pilih yang mana?
Rated : T dan jangan harap untuk naik ke M.
Genre : Romance dan Drama.
WARNING!
- Di sini Naruto adalah CEWEK (FemNaru) bukan Naruko! Don't like it? Then don't read it!
- Semua karakternya aneh dan mungkin terlalu over OOC! Don't like it? Then don't read it!
- Typo bertebaran! Don't like it? Then don't read it!
- Jalan ceritanya semakin amburadul dan nggak jelas, KACAU! Maklum Author minim ide.
- Oh ya, sekedar info, cerita yang diatas itu adalah flashback awal mula pertemuan Sasu(fem)Naru.
CHAPTER 6
Lanjuuut…
Kisah ini adalah sambungan chapter lima kemaren, dimana menceritakan dua tokoh super ganteng kita, yaitu Sasuke dan Kyuubi (Dua kesatrianya Naruto) yang pada akhirnya bertatapan muka.
Tapi sayang, nampaknya dewi fortuna yang diyakini sebagai dewi keberuntungan di mitologi Yunani kuno tidak mendukung dan berada jauh di sisi Sasuke. Terbukti dengan nasib sial Sasuke yang sekarang sedang menderita –tersiksa- karena menahan rasa mual yang meledak-ledak ingin dimuntahkan. Sial! Ini gara-gara si Suigetsu! Sasuke membatin sambil keluar dari mobilnya. "Hoeek…" Ia ingin muntah hingga kedua kakinya pun terasa lemas, bergetar-getar ingin minta dijongkokkan.
"Kau tidak apa-apa?" Terdengar suara baritone yang merdu di samping Sasuke. Refleks Sasuke menoleh. Entah sejak kapan Kyuubi berdiri di sampingnya.
Sasuke mati-matian menahan muntahannya. Dia tidak menyangka akan bertemu dengan Kyuubi dalam kondisi senista ini. 'Akan ku bunuh kau, Suigetsu!' Batin Sasuke murka, berniat setelah masalah urusannya dengan Kyuubi hari ini kelar, ia akan langsung melancarkan jurus Katon : Goryuka no Jutsu (Serangan bola api naga yang sangat panas hingga mampu memanaskan atmosphir untuk menciptakan awan badai.) kepada Suigetsu, biar mampus tuh si gigi runcing hubanan! Biar gosong dan langsung mental ke neraka jahanam sana! Niat Sasuke sadis.
Kyuubi berdiri dengan poster cool-nya –kedua tangan dimasukkan ke dalam kantong celana- dengan senyuman miring so sexy khasnya yang membingkai wajah kelewat gantengnya. Oh awesome… rambut pirang yang dicat kemerah-merahannya pun berkibar-kibar dengan kerennya karena terkena angin sepoy-sepoy. Saat ini aku pasti terlihat sangat keren… Batin Kyuubi pede mampus, sempat-sempatnya berpikiran narsis.
Sasuke yang melihat wajah –sok kegantengan- Kyuubi semakin mual saja. Perasaannya campur aduk seperti rujak yang diisi dengan buah kemarahan dan sambel kecemburuan. Sumpah, saat ini sebenarnya Sasuke mau langsung meng-SmackDown Kyuubi dengan jurus combo : Rock bottom yang sering dipakai sebagai jurus pemungkas oleh The Rock (Pemain SmackDown sekaligus aktor barat). Cih, tapi sayang, saat ini ia tidak bisa bergulat karena untuk berdiri saja Sasuke sudah kewalahan dan mesti ditopang oleh badan mobilnya –bersandar.
"Sepertinya kau kurang sehat." Kyuubi kembali berkata, ia melepaskan kaca mata hitam kecoklatannya yang sejak tadi berteger dengan macho-nya di wajah Kyuubi. "Perlu bantuan?" Tawarnya, sok baik n perhatian banget.
Mendengar tawaran palsu dari Kyuubi, secara spontan mata hitam Sasuke yang ditutupi kaca mata berwarna hitam kebiruan memutar. Bleh! Pikir Sasuke, mengolok-olok Kyuubi di dalam otaknya. Sebenarnya, jika Sasuke bukanlah seorang Uchiha yang selalu menjaga image cool nan perfect tanpa kekurangan atau kecacatan suatu apapun. Sasuke berniat langsung menyemburkan muntahannya itu ke wajah Kyuubi, hahaha… biar maknyoss tuh si selebritis kampret! Biar wajahnya jadi petes! Akan tetapi, Sasuke adalah Sasuke yang tidak bakalan mungkin sudi melakukan aksi kekanak-kanakan seperti itu, hal seperti itu sama sekali tidaklah keren bagi Sasuke.
Ha-ah… menjaga image itu memanglah sangat sulit, Sasuke mendesah di dalam hati. Saat ini ia tersiksa lahir dan bathin : Hati menjerit untuk menghajar Kyuubi, tapi fisik tak memungkinkan untuk melakukannya. Aiissh… sampai kapan penderitaan Uchiha Sasuke yang sangat dicintai oleh para readers ini berlangsung? Ratap Sasuke dengan bumbu-bumbu narsis.
"Aku mengenalmu." Kyuubi yang tidak tahu kondisi fisik Sasuke –yang ingin muntah- masih tak henti-hentinya berusahan mengajak Sasuke mengobrol.
Sungguh membuat Sasuke semakin jengkel saja.
Eh, tunggu sebentar! Dia bilang mengenalku? Sasuke mulai memfokuskan perhatiannya kepada si penyanyi sumbang –khusus bagi Sasuke.
"Kalau tidak salah kau adiknya si kerip- maksudku Itachi kan?" Tanya Kyuubi to do point.
Alis Sasuke menaut dengan sorot mata elang yang tajam. Merasa tak enak rasa begitu mendengar nama baka-anikinya disebut-sebut oleh orang yang mengambil kekasih tercintanya (Naruto). Sialan kau Aniki! Ada hubungan apa kau dengan si brengsek ini! Pikir Sasuke, mulai menegatif thinking-kan kakaknya. Sudah obvious bagi Sasuke kalau yang namanya Uchiha Itachi itu adalah orang yang sangat menyebalkan, super annoying! Nggak guna sebagai kakak alias statusnya sebagai aniki-nya Sasuke cuman pajangan doank! Apa jangan-jangan semua ini adalah ulah Itachi? Prasangka liar Sasuke semakin menjadi-jadi terhadap Itachi.
Sudah menjadi rahasia umum bagi keluarga Uchiha yang dipimpin Fugaku, kalau Sasuke memiliki perjanjian dengan Fugaku, yaitu : Jika Sasuke tidak menikah dengan Naruto, maka Sasuke akan dicoret dari daftar ahli waris Fugaku alias menjadi gembel –Fakta ini menyakitkan, tapi inilah kenyataan! Dan otomatis seluruh kekayaan Uchiha akan jatuh ke tangan Itachi, dan fakta kedua ini sungguh benar-benar membuat hati Sasuke terpukul! Biar dipikir berjuta milliaran kali pun, ayah Sasuke yang bernama Fugaku itu sunggulah tidak adil dan terlalu pilih kasih, Sasuke serasa menjadi anak tiri, bukankah seharusnya anak bungsu itu yang paling disayangi, dimanjakan, kok ini malah kebalik!
Jadi kesimpulannya wajar saja jika Sasuke berpikir kalau Itachi memiliki niatan terselebung –musuh dalam selimut- untuk menyingkirkan Sasuke sebagai ahli waris Fugaku, jika dia memiliki sikap rakus nan tamak yang ingin menguasai harta kekayaan Uchiha seorang diri –seperti sinetron-sinetron TV kebanyakan (Cerita basi). Tapi sangatlah masuk akal bagi Sasuke sekarang. Baka-aniki, awas saja jika semua itu memang benar! Akan aku pastikan kau terlempar ke dasar neraka terdalam! Pikir Sasuke, sudah mulai siaga satu pada berbagai macam serangan serta kejutan-kejutan baru yang akan datang di masa depan kelak. AKU PASTI MENANG! Tekat Sasuke berkoar -bulat, ia begitu sungguh-sungguh untuk mempertahankan 'dua hal' yang begitu berarti di dalam hidupnya. Yang pertama adalah 'Naruto' cintanya, dan yang kedua adalah 'hak warisnya' moneynya…
'Ck, aku tidak akan kalah dari dirimu, Baka-Aniki!' Batin Sasuke, masih mencurigai sang kakak yang sebenarnya tidaklah punya niat untuk menguasai harta Uchiha seperti yang diduga oleh Sasuke.
Dasar Sasuke yang pikirannya sudahlah sangat error karena terlalu lama menahan muntah yang rasanya sudah mau sampai ke kepala.
Kelinci Merah
Di tempat lain, di waktu yang sama.
Sebuah mobil Lamborghini berwarna hitam berhenti di depan sebuah rumah / Mansion yang sangat mewah dan besar, seperti istana bergaya a la eropa. Puluhan pelayan dan maid berjejer rapi menyambut orang yang ada di dalam mobil itu, karpet merah terpasang dari pintu mobil sampai ke pintu masuk mansion. Layaknya seperti pangeran inggris, ketika pintu mobil terbuka, keluarlah seorang cowok tampan, berambut hitam dan bermata onix yang ditutupi oleh kaca mata hitam. Dia berjalan dengan dingin dan cool melewati pelayan dan maid yang membungkukkan badan ketika dia melewatinya.
"BAKAR! SEMUANYA BAKAR!"
Langkah cowok itu terhenti begitu mendengar teriakan seseorang – Dia kaget! Jantungnya-pun nyaris copot saking kagetnya mendengar teriakan itu.
Suara teriakan itu terdengar sangat kencang dan menggema ke seluruh penjuru Mansion, nampaknya sang peneriak menggunakan alat pengeras suara seperti toa untuk memperbesar volume suaranya.
"JANGAN SISAKAN SEDIKITPUN! BAKAR SAMPAI HANGUS!" Suara itu terdengar lagi.
Cowok berambut hitam a.k.a Uchiha Itachi, dia terdiam mendengar suara teriakan itu. Suara itu sangat familiar di telinganya. Suara itu seperti suara Ibunya (Mikoto). Tapi apa mungkin, Ibunya berteriak seperti itu? Seperti orang kesurupan? Kalau dipikir secara logis, nggak mungkin banget! Secara, Ibunya'kan terkenal dengan keanggunan dan kelembutan bak malaikat berhati emas, jadi nggak mungkin kalau ibunya berteriak kayak orang gila yang mau membakar rumah mereka sendiri. "Ada apa ini?" Tanyanya kepada salah satu pelayan yang ada di dekatnya.
"Nyonya besar meminta kami untuk mengumpulkan barang-barang yang berhubungan dengan Kyuubi, seperti : Foto, Poster, CD, VCD dan DVD yang ada di rumah ini. Kemudian membakar semua barang-barang itu." Jawab pelayan itu.
Alis Itachi mengerinyit mendengar jawaban pelayan itu. Dia nggak menyangka kalau ibunya akan melakukan tindakan seperti ini. Membakar seluruh barang yang berhubungan dengah Kyuubi? Bukankah ibunya adalah seorang Kyuubi HoLic (Sebutan bagi Fans fanatic Kyuubi) sama seperti Kushina (Ibu Naruto), tapi kenapa dia jadi berbalik membenci Kyuubi? Apakah semua ini ada hubungannya dengan berita yang mengatakan kalau Kyuubi berpacaran dengan Naruto?
Itachi pun melangkahkan kakinya menuju ke tempat ibunya berada.
.
.
"MUSNAHKAN BARANG-BARANG TERKUTUK INI!"
Itachi dapat melihat ibunya memerintahkan para maid dan pelayan untuk membakar foto-foto Kyuubi. Entah kenapa, Itachi merasa ibunya terlihat begitu sangar dan galak serta gahar, sangat berbeda dari sifat ibunya yang notebenenya adalah gadis terlembut di dunia. "Ibu…" Tegur Itachi hati-hati, takut kena semprot seperti para pelayan yang disuruh-suruh Mikoto.
Mikoto menoleh ke arah suara yang menegurnya. "Itachi…" Gumamnya begitu melihat anak sulungnya. Tiba-tiba, mata Mikoto berkaca-kaca seperti ingin menangis. "Huweeee…" Tangisannya-pun pecah dan dengan lebaynya Mikoto berlari ke arah Itachi dan memeluk anak sulungnya itu.
Itachi sweatdrop melihat tingkah aneh bin alay ibunya ini.
"Ada apa?" Tanya Itachi lembut sambil membalas pelukan ibunya.
"Hiks… hiks… Kyu-Kyuubi, Kyuubi merebut Naruto dari Sasuke! Dia merebut calon menantuku!" Kata Mikoto, mewek di dalam pelukan Itachi. "Ibu kecewa pada Kyuubi! Padahal selama ini, Ibu selalu memujanya, dan berharap kedua anakku akan sekeren dia!"
Itachi semakin sweatdrop mendengar perkataan terakhir ibunya. 'Berharap kalau Itachi dan Sasuke sekeren Kyuubi?' Please deh…! Memang mereka berdua kalah keren apa? Dari segi mananya mereka kalah? Itachi tersinggung mendengar perkataan ibunya, dan dijamin! Kalau Sasuke yang mendengarnya, dia pasti langsung meledak!
"Ibu tenang saja, Naruto pasti akan kembali pada Sasuke." Kata Itachi berusaha menenangkan Ibunya.
Mikoto melepaskan pelukannya dari anaknya. "Sasuke itu tidak bisa diharapkan!" Katanya dengan wajah cemberut. "Kau tahukan, kalau kau dan Sasuke itu sangat mirip seperti ayah kalian, sangat canggung dan tidak romantis sama sekali."
Itachi cuman diam menanggapi keluhan ibunya.
"Selalu bermuka datar, benar-benar membosankan." Keluh Mikoto. "Dan kau tau? Sasuke memasang iklan pencarian jodoh di Koran! Sebenarnya apa yang dipikirkan anak itu sih? Bukannya mencari solusi untuk baikan sama Naruto, dia malah menambah masalah!" Geramnya.
Itachi masih diam, nggak pengen komentar apapun.
"Itachi! Kau juga sangat tidak berguna!" Tunjuk Mikoto tiba-tiba kepada anak sulungnya.
Alis Itachi terangkat begitu mendengar perkataan ibunya. 'Tidak berguna?' Apa maksudnya? Memang dia salah apa? Yang salah itukan Sasuke karna tidak bisa menjaga pacarnya dengan baik.
Okey! Itachi memang mengakui kesalahannya karena telah merebut pacar Kyuubi (Ino) sehingga membuat Kyuubi patah hati dan mencari pacar baru untuk balas dendam, tapi tidak pernah terpikir sekalipun oleh Itachi, kalau pacar baru Kyuubi bakalan Naruto. Dalam mimpi terburukpun, tidak pernah terbayang kalau Kyuubi bakalan merebut pacar adiknya yang notebenenya adalah cewek gendut dan jelek. Itachi juga merasa kalau Sasuke itu bego banget! Masa menjaga Naruto agar tidak berpaling darinya aja nggak becus! Bisa-bisanya Sasuke ditinggalkan oleh Naruto yang gendut itu. Miris rasanya hati Itachi begitu memikirkan nasib adiknya, dicampakan sama cewek gendut! Bukan Uchiha banget gitu loeh!
"Mulai sekarang, aku akan membentuk kelompok 'AntiKU'!" Teriak Mikoto tiba-tiba, fokus Itachi refleks kembali pada ibunya.
"Antiku?" Itachi membeo. "Apa itu?" Tanyanya.
"AntiKU, singkatan dari 'Anti Kyuubi'!" Jelas Mikoto dengan semangat menggebu-gebu, niat banget menghancurkan karier Kyuubi sebagai selebritis papan atas di dunia. "Dia sudah merebut Naruto dari Sasuke. Itu artinya Kyuubi sudah mengibarkan bendera perang pada kita, keluarga Uchiha!" Kata Mikoto lagi.
"Dan kau, Itachi!" Mikoto menunjuk anak sulungnya. "Kau sudah terdaftar sebagai first member di group 'AntiKU' yang ibu buat!"
"What?" Itachi terkejut mendengarnya.
"Ayo kita bersama-sama, berkerja sama untuk menghancurkan Kyuubi!" Ucap Mikoto error sambil ketawa-ketawa gaje.
Itachi hanya bisa menghela nafas lelah melihat kegilaan ibunya. Dia memijit pelipisnya yang tiba-tiba terasa sakit. "Kenapa jadi seperti ini?" Gumamnya pelan.
Kelinci Merah
Ehem!
Glek!
Ehem!
Sasuke berdehem dan meneguk air liurnya untuk memperingan penderitaannya yang sedang di situasi ambang kritis dalam rasa mual yang harus tetap dipertahankan. Lalu –setelah agak mendingan- Sasuke memfokuskan tatapan tajamnya kepada Kyuubi. "Ada hubungan apa kau dengan Itachi?" Tanya Sasuke, setelah sekian lama berdiam diri alias tak bisa berbicara. Ia langsung menanyakan hubungan Kyuubi dan Itachi yang sangatlah mencurigakan bagi Sasuke. "Teman?" Tanya Sasuke lagi. "Atau mungkin musuhnya?"
"Heh!" Kyuubi langsung tersenyum menyebalkan. "Entahlah," Ujarnya sambil mengangkat kedua bahunya acuh. "Mungkin kau bisa bilang keduanya, atau mungkin juga bukan keduanya." Tambahnya aneh dan nggak jelas –terlalu bertele-tele.
"Cih!" Sasuke berdecak mendengar jawaban yang diberikan Kyuubi. "Terserahlah…" Gumamnya kecil, sudah tak minat untuk bertanya seputar kakaknya kepada Kyuubi yang notabenenya tak akan pernah mau menjawab pertanyaannya.
Terpenting, kini masalah Naruto –my lovely Dobe- harus diajukan! Pikir Sasuke.
"Kau artis yang sensional." Komentar Sasuke tiba-tiba dengan nada super sinis. "Terlalu mencari sensasi kurasa…" Tambahnya.
Kyuubi melirik sekilas pada Sasuke. "Kau berbicara tentang gossip terbaruku?" Tanggapnya yang sudah mengerti ke arah mana Sasuke mau berdiskusi. "Ah ya, aku memang punya kekasih baru yang fenomenal." Ujarnya, sukses bikin Sasuke tertohok mendengarnya.
'Kekasih yang fenomenal' dia bilang? KURANG AJAR! Sasuke membatin murka, tak terima Naruto-NYA diaku-aku sebagai kekasih orang lain, Sasuke itu terlalu possessive kalau berbicara mengenai Naruto si Dobe gembrot. NARUTO HANYA MILIKKU SEORANG! Proklamasi Sasuke di dalam hati. MILIKKU SEORANG! Di alam imajinatif Sasuke, beribu-ribu Sasuke sedang berdemo dengan hebohnya, membawa spanduk yang bertuliskan : 'I love Naruto!' Atau 'Naruto is Mine!' Dan tidak lupa foto-foto Naruto yang berpose bak model tersebar dengan bebasnya. "WE LOVE NARUTO!" Teriak beribu-ribu Sasuke serempak. "YEHAAAA!" Bahkan ada versi Sasuke yang berdandan seperti Hiruma Yoichi dalam anime atau manga tetangga yang berjudul Eyeshield 21, dimana mengharuskan Sasuke untuk menyewa gigi Suigetsu agar terkesan meyakinkan dalam ber-cosplay ria sebagai Captain Devil Bats tersebut. "YEHAAA…!" Sasuma (Alias Sasuke versi Hiruma) dengan mantabnya mengarahkan bazooka ke atas langit, dan membabi buta membomdir –menembak- ke atas langit, hingga peluru bazooka pun meledak-ledak dahsyat seperti kembang api yang semakin meramaikan dan memanaskan suasana saja. "UWOOOO….!"
Ck, ck, ck, sungguh kacau... Ayo, kita kembali ke dunia nyata saja.
.
~Hey girl, I'II continue being by yoir side~
~Hey girl, I will do whatever you want~
~Hey girl, I don't go after flirting with you~
~Hey girl, please accept my love~
Tiba-tiba, sebuah musik ringtone hape berbunyi (Handphone Kyuubi) Memperdengarkan sebuah suara merdu milik Kyuubi yang menyanyikan single miliknya yang berjudul 'Hey Girl' english version. Sebuah lagu yang menjadi ost You Are My Pet (film korea). *dituntut Andrew Nelson*
Kyuubi merogoh hape-nya yang ada di kantong celananya.
~Hey girl, I won't do anything to make you worry~
~Hey girl, I'm waiting for you to come~
~Hey girl, I will protect you~
~Hey girl, I look at you and only you~
Ringtone masih terus berlanjut, Kyuubi belum mengangkat telponnya. Ia melihat siapakah gerangan orang yang memanggilnya.
'Badak Gila calling!'
Oh, oh, oh, ternyata si badak gila yang menelpon, alias pacar ndutnya Kyuubi a.k.a Naruto, si mantannya Sasuke.
Kyuubi melirik Sasuke dari ekor matanya, ia menyeringai licik. Siapa sangka timing-nya Naruto menelpon bisa seperfect ini.
Ho ho ho...
"OW-OWH, PACARKU NELPON!" Seru Kyuubi tiba-tiba -sengaja berteriak nyaring- supaya memancing respon Sasuke. Terlalu over memang, tapi itulah Kyuubi.
Begitu mendengar teriakan Kyuubi. Seketika, telinga Sasuke menjadi berdiri. Siapa yang menelpon Kyuubi? Pacarnya? Apa itu artinya si Naruto? Owh shit! Sasuke jadi merasa tertohok dan SUPER IRI!
'Klik!'
Kyuubi menekan tombol hijau pada hape-nya. "Halo sayaaaang..." Sapanya, super lebay nan kentara sekali dilebih-lebihkan.
Sasuke langsung gigit jari mendengar Kyuubi memanggil Naruto-NYA dengan sebutan 'sayang' yang terlalu panjang a-nya. "CEH!" Decak Sasuke kesal, ingin langsung jadi maling dengan merebut hape yang ada di telinga Kyuubi.
Tapi,
Sabar...
Sabar...
Katanya orang sabar disayang Tuhan...
Sasuke membatin sambil mengelus-ngelus dadanya, mencoba meredakan emosinya.
"Kau kangen padaku ya~?" Kyuubi kembali bersuara dengan nada sing a song. Sukses bikin Sasuke berhenti ber-istighfar. "Grrrr...!" Sasuke meraung, layaknya kucing yang diselingkuhi oleh kekasih(?)
["Hah? Ada apa denganmu, kau stress ya?"] Ujar Naruto diseberang telepon sana menanggapi ucapan ngaco dari Kyuubi.
"Hmm... Aku juga kangen padamu." Jawab Kyuubi nggak nyambung.
["Oy! Otakmu kejepit dimana hingga bicaramu ngawur kayak gitu!"] Komentar Naruto ketus. ["Dasar gila!"] Hina-nya agak sedikit keteraluan.
Kyuubi tersenyum dengan background bunga-bunga mawar merah yang bertebangan (Khusus di mata Sasuke sebagai penonton). "Yah, aku memang gila karena cintamu." Ujarnya, gombal mampus. Sukses membuat Naruto mau muntah diseberang telpon sana. Dan Sasuke ayan di tempat.
"Hmm hari ini?" Kyuubi mulai berkicau seorang diri. "Kau tenang saja, aku sudah menyiapkan segalanya, aku sudah memesan tempat dimana tidak ada seorang pun yang akan mengganggu kita." Suara Kyuubi mengecil seolah-olah sedang berbisik dengan Naruto, hingga membuat Sasuke menautkan alis -penasaran. Sasuke memanjangkan antena telinga-nya (ingin mencuri dengar) Tapi sayang, tetap saja Sasuke tidak bisa mendengar suara-nya Naruto yang ada di dalam telepon.
"Kau pasti akan puas dengan pelayananku hari ini." Bisik Kyuubi yang masih bisa di dengar oleh Sasuke. "Aku sudah menyiapkan permen karet-nya loh... Kau suka dengan rasa jeruk bukan?"
Alis Sasuke menaut, otak jeniusnya masih belum mengerti sempurna arah pembicaraan KyuuNaru itu menjerumus kemana.
Tempat dimana tidak ada seorang pun yang akan mengganggu.
Pelayanan yang memuaskan.
Serta permen karet rasa jeruk.
A-ASTAGA!
Mata onix Sasuke membelalak sempurna. A-apakah permen karet itu maksudnya co-condom? Sasuke mulai berpikiran-pikiran negatif yang menjerumus ke rated M. "YAAAAAAK...!" Emosi Sasuke sudah tak terbentung. Peduli setan dengan sikap tenang ataupun cool dalam menghadapi segala cobaan, Sasuke mana mungkin diam saja seperti orang tolol ketika Naruto sang pujaan hatinya mau ditid*ri dan digrape-grape oleh lelaki lain.
Dengan serta merta dan kasarnya, Sasuke langsung merampas hape yang dipegang oleh Kyuubi. "HALO! HALO! HALO! APAKAH BENAR INI NARUTO!" Teriak Sasuke kalap, seperti orang gila yang kehilangan akal sehatnya begitu meletakkan hape Kyuubi ke telinganya. Sasuke tidak peduli jika tingkahnya sangatlah terlalu OOC.
["Hah? Siapa kau? JANGAN BERTERIAK-TERIAK DI TELPON, BRENGSEK!"] Balas Naruto di seberang telepon sana.
Sasuke terperangah begitu mendengar suara perempuan yang memang diyakini Sasuke sebagai suara Naruto. "Do-Dobe... Ternyata ini benar-benar kau..." Ucapnya lirih, merasa kecewa karena ternyata orang yang berbicara dengan Kyuubi memang benar-benar Naruto, padahal Sasuke sangat berharap kalau orang itu adalah orang lain. Sialan kau Naruto! Kau ingin membuatku menangis! Batin Sasuke -sakit hati.
Napas Naruto nampak tercekat begitu mendengar lawan bicarannya memanggil dirinya 'Dobe'. ["Sa-Sasuke? Kau kah itu?"] Tanyanya memastikan.
Sasuke menggeram -frustasi. "DOBE APA KAU SUDAH GILA?" Sembur Sasuke tiba-tiba. "BAGAIMANA MUNGKIN KAU MAU MELAKUKAN 'ITU' DENGAN SI RUBAH BULUK ITU!" Tambahnya masih dengan suara nyaring (berteriak). "KAU SUDAH GILA!" Ujar Sasuke lagi, mengulang-ngulang perkataannya karena saking emosinya.
["APA?"] Naruto nampak tak terima dikata-katai sebagai orang gila. ["BRENGSEK KAU TEME! KENAPA KAU JADI MARAH-MARAH SEPERTI INI HAH?"] Protes Naruto dengan suara yang nggak kalah nyaring dari sang mantan.
"Kenapa aku marah? Tentu saja aku marah karena dirimu!" Semprot Sasuke dengan suara mendesis tajam. "Apakah ciuman saja belum cukup?" Tanya Sasuke, bermaksud menyindir adegan kissing KyuuNaru di chapter satu dan dua dahulu. "CIUMAN SAJA BELUM CUKUP, HAH?" Teriak Sasuke, mengungkapkan betapa emosi dan cemburunya ia begitu melihat adegan yang menjadi mimpi buruk dalam hidupnya. "DAN SEKARANG KAU MAU TIDUR DENGANNYA?" Seru Sasuke semakin kalap. "KAU JANGAN KETERALUAN, NARUTO!"
Naruto terdiam -mencerna perkataan Sasuke.
["Sa-Sasuke.., apa kau... Jangan-jangan... Cemburu?"]
Mendengar pertanyaan tiba-tiba Naruto, mata Sasuke terbelalak. Sasuke kini sadar kalau tingkahnya tadi sama saja dengan mengungkap terang-terangan kalau Sasuke memang cemburu. Aiish... Ini memalukan! Pikir Sasuke, sempat-sempatnya memikirkan image cool-nya. Pipi putih Sasuke pun kini bersemu-semu merah -KAWAI~ "A-apa?" Sasuke kehabisan kata-kata. "Ce-cemburu? Mana mungkin!" Kilahnya berdusta. "Aku hanya tidak ingin kau ditipu oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab." Ujar Sasuke beralasan. "Kau kan bodoh." Tambahnya. Sukses bikin Naruto menggerutu di telinga Sasuke.
"Pokoknya dengarkan aku! Kau jangan mencium si rubah itu lagi, apa lagi tidur dengannya! Kau mengerti?" Perintah Sasuke sok bossy banget.
["Ceh!"] Naruto mendengus mendengar perintahnya Sasuke. ["Memangnya kau siapa hingga melarang-larang aku hah?"] Tantangnya. ["Dengar ya, Teme! Terserah aku mau mencium atau tidur dengan siapapun, kau nggak punya hak untuk melarangku!"] Ujarnya, hingga membuat Sasuke membuka tutupkan mulutnya.
["Lagipula, dibandingkan dengan mengkhawatirkan diriku, lebih baik kau gunakan waktumu yang berharga itu untuk mempersiapkan audisi pencarian jodoh yang akan kau selenggarakan besok!"] Naruto berujar dengan sinisnya, nampak nada kemarahan memenuhi setiap katanya. ["Aku yakin kau sangat sibuk karena terlalu banyaknya wanita cantik yang mendaftar."] Sindirnya.
Sasuke tak bisa berkutik, ia merasa dihakimi.
["Sekarang mana Kyuubi?"] Tanya Naruto tiba-tiba menanyakan keberadaan kekasih gadungannya. ["Serahkan hape-nya padanya!"] Suruhnya pada Sasuke.
"CIH!" Decih Sasuke kesal. "Ada apa kau mencari-carinya?" Tanyanya sinis, benar-benar tak suka jika melihat KyuuNaru bersama -meskipun cuman telponan.
["Ha-aH..."] Terdengar ditelinga Sasuke kalau naruto menghela nafas. ["Kyuubi itu pacarku, Teme..."] Ungkap Naruto.
"Ya! Ya, aku tahu!" Ketus Sasuke, benar-benar tak enak hati mendengar Naruto berkata langsung sebagai pacarnya Kyuubi. "Oy!" Panggil Sasuke kepada orang yang sedang asik bersandar di mobil sport berwarna merah (Kyuubi). "Nih!" Sasuke melempar hape Kyuubi tepat ke wajah sang artis layaknya melempar batu.
Hap!
Kyuubi berhasil menangkap hape-nya. "Sudah selesai bicara-nya?" Tanya Kyuubi kepada Sasuke.
Sasuke sama sekali tidak menjawab. Ia hanya menatap datar Kyuubi dengan mata Uchiha-nya.
"Ck!" Decak Kyuubi yang merasa dicuekin. Lalu, ia meletakkan hp-nya ketelinga -berniat melanjutkan pembicaraannya dengan Naruto.
Kali ini Sasuke tidak berminat untuk menguping pembicaraan KyuuNaru. Ia hanya menatap kosong jalanan -merasa hampa. Ternyata gini ya rasanya dicampakan... Sasuke membatin -miris. Jika Sasuke bukanlah Uchiha ia pasti sudah menangis meraung-raung. Hiks...
"Adiknya Itachi!" Tegur Kyuubi kepada Sasuke, kontan Sasuke menoleh. "Aku duluan ya!" Pamitnya sok akrab banget sambil berjalan ke pintu mobilnya. "Aku ada kencan~" Tambahnya sengaja memanas-manasi Sasuke.
Sasuke menggertakkan giginya.
Lalu...
Ngeeng...
Mobil sport Kyuubi pun melaju kencang meninggalkan Sasuke.
"SHIT!" Sasuke menendang penuh amarah ban mobil tak berdosa miliknya. "ARGHK!" Teriaknya frustasi kayak orang tak waras.
Apakah begini saja?
Apakah aku akan membiarkan KyuuNaru kencan?
Sasuke mulai membatin. Sasuke menggeleng-gelengkan kepalanya. "Tidak! Tidak! Ini tak boleh dibiarkan." Desisnya tajam. "Aku harus menghentikan semua ini sebelum semuanya terlambat!" Gumam Sasuke seorang diri. Aku harus mengejarnya! Batin Sasuke berniat untuk masuk ke dalam mobil sport-nya.
'Ceklek!' Pintu mobil terbuka. Sasuke ingin masuk, akan tetapi niatnya langsung menciut.
Astaga! Sasuke lupa kalau mobil mahal kesayangannya sudah dimuntahi Suigetsu, nggak layak pakai lagi sebelum disterilkan. Sasuke memandang penuh amarah kepada Suigetsu yang sepertinya sedang tepar alias pingsan karena kebanyakan muntah. "SUIGETSU KAU KEPARAT!" Raung Sasuke kepada temannya yang nggak guna itu.
"SIALAN!" Maki Sasuke frustasi sambil membating -menutup pintu mobilnya. Lalu, Sasuke menendang-nendang udara –stress- untuk meluapkan emosinya.
Kalau begini gimana caranya dia mengejar Naruto coba?
'TIT… TIT… TIIIT!'
Tiba-tiba, terdengar bunyi klapson kendaraan dari arah belakang Sasuke.
Otomatis Sasuke menoleh, dan mendapati sebuah motor vespa jadul tahun 70-an berwarna pink kubas bertuliskan 'Mengejar Cinta' tersaji dihadapan Sasuke.
"Naiklah!"
Sang pengendara/pemilik motor vespa bahari tersebut menyuruh Sasuke menaiki vespa-nya.
"Hah?" Dan Sasuke hanya bisa ber-hah-hah ria –bingung, karena tidak mengenal si pengendara yang mengendarai motor buntut berwarna feminime, tetapi memakai helm pembalap sekelas motoGP berwarna hitam yang sangatlah macho. Ck, ck, ck, sungguh sangatlah tak mecing!
Sasuke jadi heran, kapan orang ini berada tepat di belakangnya -Sasuke sama sekali tidak menyadari keberadaannya. Terlebih bukankah ini adalah jalanan tol yang khusus dibuat untuk roda empat saja, tapi sekarang kenapa vespa jadul beroda dua ini pun bisa sampai lolos ke tempat ini. Wah nggak beres nih Polisinya!
"Saya Nagato." Ucap cowok berhelm misterius itu –tiba-tiba memperkenalkan diri. Ia membuka kaca helm-nya, memperlihatkan wajah tampan yang menjadi aset berharganya, lalu tersenyum sok charming, bunyi 'Cling'-pun terdengar begitu ia memperlihatkan gigi putihnya yang bersinar bak pemeran iklan pasta gigi. Wow, silau Men! Ia lantas meraih dompet yang terselip di saku belakang celananya, bergaya ala agen rahasia di film-film Hollywood -FBI- begitu membuka dompet dan memperlihatkan KTP alias Kartu Tanda Penduduk miliknya kepada Sasuke. "Naiklah! Saya akan membantumu untuk mengejar cintamu." Ujarnya, cool. Sambil menunjuk moto tulisan yang tertera dengan jelasnya di badan motor vespa-nya, yaitu : Mengejar Cinta. "Ini adalah vespa cinta." Ujarnya sambil tersenyum charming ala Malaikat cinta.
Maut...
Sungguh narsis nan aneh orang ini, Sasuke pun sampai cengo parah dibuatnya. Terlebih, Sasuke sama sekali tidak mengenal pemuda di depannya ini, ia tidak pernah melihat batang hidungnya apalagi giginya yang bersinar 'Cling' itu. Tapi tunggu dulu, 'membantu Sasuke untuk mengejar cinta?' Jadi maksudnya si Nagato ini mau membantu Sasuke mengejar Naruto, memberi tumpangan gitu? Oh, ya, Sasuke memang sangat memerlukan hal itu sekarang.
Tapi nggak motor vespa tahun 70-an berwarna pink juga kaleee! Batin Sasuke menjerit.
Kalau sampai ada orang yang melihat Sasuke naik motor pinky, bisa jatuh harga dirinya, jatuh!
Tapi... Sikon saat ini sangatlah tidak mendukung bagi Sasuke untuk memilih-milih motor tumpangan, karena entah kenapa, sejak tadi (sejak acara balap-balapannya bersama Kyuubi di chapter lima kemaren) tidak ada satu mobil lain pun yang lewat, sungguh sangatlah aneh dan mencurigakan, padahal biasanya jalanan ini padat dan macet total (Layaknya kota Jakarta di Negara Indonesia). Author nampaknya sudah menyewa/menyuap pemerintah Negara Konoha untuk mengosongkan jalanan tol Konoha -khusus untuk hari ini.
Maklum, Author-kan orang kaya. Batin Author yang pengen minta disate oleh para readers.
"Ayo cepat, sebelum kita kehilangan jejaknya!" Seru Nagato, mengingatka Sasuke akan keberadaan Kyuubi yang semakin jauh -tak terkejar- jika Sasuke masih berdiam diri di sini.
Aiissh... Sasuke jadi galau tingkat internasional! Bagaimana ini? Apakah Sasuke harus menjatuhkan harga dirinya dan melanggar prinsip-nya yang anti menyentuh barang-barang berwarna pink. Karena bagi Sasuke, warna pink itu identik dengan warna cewek, dengan kata lain : Jika ada cowok yang memakai warna pink itu artinya cowok itu Banci!
Sialan! Sasuke bukan banci, dan ia tak ingin dianggap banci!
Tetapi...
Bayangan Sasuke akan sosok Naruto yang tersenyum manis muncul di benaknya. "Dobe..." Gumam Sasuke, terhanyut akan imajinasi indahnya sendiri. Lalu, entah kenapa, bayangan Dobe tercintanya semakin menjauh, menjauh dan menjauh. Sasuke berusaha mengejar Naruto seperti orang gila. "DOBE!" Teriaknya sekuat tenaga. Dan akhirnya, betapa terpukulnya Sasuke begitu melihat Naruto yang dikejar-kejarnya tadi, berciuman dengan seorang lelaki berambut pirang kemerahan yang dapat diketahui identitasnya sebagai Kyuubi. "TIDAAAAK!" Jerit Sasuke -lebay.
Tersadar akan khayalan buruknya -yang sebenarnya memang sudah menjadi kenyataan- Sasuke langsung melesat menuju vespa cintanya Nagato."TANCAP!" Ujarnya, setelah duduk membonceng di belakang Nagato.
Nagato tersenyum puas. "Sip Bos!" Ujarnya sambil menstater vespa cinta-nya.
'Klotok-klotok-klotok...' Bunyi vespa Nagato yang nggak bedah jauh dari bunyi kelotok alias perahu bermotor yang sering terdapat di sungai-sungai Kalimantan pun berkumandang dengan berisiknya.
Sasuke dan Nagato sudah siap tancap gas a.k.a Ngebut.
"OY! SETOP! SETOP! SETOP!" Tiba-tiba, si Suigetsu yang sejak tadi dilupakan oleh Author dan dikurung di dalam mobil Sasuke bersama muntahannya akhirnya mengeluar juga. Ia berdiri di samping Sasuke. "Kau mau kemana, Sasuke?" Tanyanya kepada sang kawan.
Sasuke menatap Suigetsu dengan memasang tampang ala Vic Zhou. "Aku akan mengejar cintaku." Ujarnya, berubah laga layaknya Romeo yang diperankan Leonardo DiCaprio.
Suigetsu pun mematung di tempat -tepar lagi (nggak kuat melihat Sasuke yang berlaga tampang Vic Zhou tadi).
Dan,
Nagato pun langsung menarik gas vespa-nya. Musik background thema : Mission Impossible karya Lalo Schifrin pun berkumandang saat motor vespa cinta Nagato melaju membelah jalanan Konoha.
"CETTTAAARR Membahana..." Ujar Syahrini ikut-ikutan nimbrung di dalam fic ini.
BERSAMBUNG.
Peringatan : Jangan lupa meninggalkan komentar sebelum menekan tombol 'Back' atau 'Exit'.
"Jadilah Readers yang budiman." Pesan dari Author #HAJAR!
Dan
Special THANKS for :*
*Narusaku20, Tori fondachi, Ashikage Akane, Azusa TheBadGirl, Rose, Hyde Sasunaru, Ndoek, Nakamura Nezumi, Ryoma-chan, Miki Hibiki, Yashina Uzumaki, Nasumi-chan Uharu, Namikaze Malfoy/Devil eye's, Kazuki NightNatsu, x-Eddreine-x, Imperiale Nazwa-chan, Vii no Kitsune, Higuchi keitaro, Mayyurie Zala, Dwidobechan, Shina, Aridomiki Kwizayu Ai Ru, Sea07, Kutu Salto, Utsukushii Haru, Namikaze Ika-chan, Akira Phantomthief, Sasunaru anatomy, Arif D Kuro Dragnell, Lady Spain, Hesty Sh, Ichaichakakashi, Naoru Hasayaka, Uchiha Hikari, 31 Sherry's, Darkmirraangel, Aoi ciel, EvilmagnaeMil, NonoUnnie, Subaru Abe, Farenhiet July, Aisanoyuri. *
