.
Lalu suasana menjadi kembali hening.
" Aigis.. Kau ini keracunan apa sih sampe-sampe berpikiran seperti itu? Kau di 'cekok'in sama Junpei soal-soal 'itu' ya!? Jangan mau, Aigis! Itu bukanlah hal yang baik! "
Aigis terdiam. Raut wajahnya tampak seperti ia sedang memutar balik otak (Baca: Memory card) yang berada di kepalanya.
" Aigis? "
" .. Apa maksudmu Yukari-san? Aku tidak mengerti apa arti dari 'cekok' "
Yukari menghela nafas. " B-Bagaimana menjelaskannya ya.. Mungkin.. Kau bisa bilang kalau itu adalah nama lain dari dipaksa. "
Aigis mengangguk. " Aku mengerti. Aku sudah men-save nya di dalam otakku (Sekali lagi tolong dibaca: Memory Card) "
Yukari mengangguk lega. " Baguslah kalau kau mengerti. "
" ..Berarti maksudmu, aku 'dipaksa' untuk melakukan hal-hal yang b*kep sama Junpei-san kan..? " Ucap Aigis dengan mata berbinar (dan dengan inosen nya) karena ia YAKIN bahwa yang ia katakan benar.
Yukari floorface karena deskface pun tidak cukup untuk mengatasi 'konslet' nya Aigis.
" Yamagishi. Sebaiknya kau betulkan archive-archive Aigis dalam jangka waktu beberapa hari lagi.. " Mitsuru-senpai menambahkan keresahan hati dari Yukari.
" ..Betul. " ucap Akihiko sambil menutup wajahnya dengan majalah 'How-To-Be-A-Se*y-Man-In-20-Days' yang merupakan koleksinya sejak ia mulai memasuki SMP.
Mitsuru tiba-tiba berdehem. " Semuanya.. Aku menemukan sesuatu yang interesting. Cukup murah dan simple pula. Kalian tertarik..? "
" Apaan tuh? "
" Apa itu? "
" S-Simple..? "
" Simple.. Seperti bra? " Otak Aigis mulai ngawur.
" Exactly. "
Semua mata tertuju pada Mitsuru.
Mitsuru berdehem. " Err.. Tidak seterbuka itu tapi." Jawab Mitsuru singkat. " Lingerie**** lebih tepatnya. "
" L-Lingerie ya, Apa itu? " Tanya Akihiko dengan sangat terbuka.
Yukari menghela nafas kecewa. " Payah nih senpai. Masa sering di'kerubung'in sama perempuan-perempuan begituan, tapi gak pernah tau soal lingerie.. "
" 'Begituan'? Apanya yang 'begituan' eh? " Akihiko bertanya dengan polosnya.
" Yaaa, 'begituan'.. "
Akihiko masih terbengong—tidak mengerti dengan yang dibicarakan oleh Yukari.
" Oh, lupakan. Aku tidak pernah tau kalau Akihiko-senpai sepolos ini. "
Akihiko menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.
Mitsuru tertawa sebentar lalu membalikkan catalog majalah yang sedang ia baca agar Akihiko dapat melihatnya.
" Yang ini. " Ucap Mitsuru sambil menunjuk salah satu kolom kotak yang lumayan besar.
Yang berada di dalam kolom kotak itu adalah ; Lingerie putih-pink pastel yang panjangnya satu-setengah-jengkal diatas lutut, dengan tali tipis di setiap sisinya sebagai penahan agar ia tidak 'melorot' kebawah, bagian bawah dada sampai kebawah yang terlihat agak transparan karena memakai bahan tipis berwarna putih, dan renda-renda pink pastel yang cukup banyak (Tapi tidak menor pastinya) Yang memberi aksen menjadi lebih 'seksi' ketika dipakai. (Silahkan dibayangin sendiri lah ya XD *Ditimpukpakebatu*)
Akihiko stop dead in his track. Pemikiran liarnya (Akhirnya) keluar juga dari blok-blok otaknya.
" Akihiko..? "
" Akihiko-senpai.. "
" Ah, Minato. Kau sudah siap ya? "
" Akihiko-senpai..? "
" Aku.. Aku selalu siap kalau buat Akihiko-senpai sih.. "
" Ah, manisnya. "
" Lagipula, aku ini kan milikmu.. "
" Begitu ya? "
Minato mengangguk dengan imutnya.
" Minato aku.. "
" Ya, senpai? "
" Akihiko.. senpai? "
" Mitsuru-senpai, kenapa Akihiko-senpai..? "
" Entahlah aku tidak tahu. "
" Dapatkah aku memulai'nya' sekarang..? "
Minato di dalam bayangan Akihiko mengangguk pelan sambil menggenggam erat lengan Akihiko.
Akihiko mendekatkan wajahnya ke leher Minato (DI DALAM BAYANGANNYA) dan..
" A-Akihiko-senpai..! "
" AKIHIKO-SENPAI! "
" A-Ah, sabar Minato apa kau sebegitunya ingin 'itu' denganku..? Bahkan aku baru saja memulai forepl-"
Hening mencekam.
Akihiko baru tersadar setelah apa yang ia katakana di depan comrades nya.
" WH-WHA..! A-AKU TIDAK.. TIDAK BERPIKIR SEPERTI APA YANG KALIAN PIKIRKAN! H-HEI! " Akihiko menggeprek meja yang ada di depannya.
Semuanya masih hening.
Yukari membuka mulutnya. " Akihiko-senpai, aku .. tidak percaya bahwa ternyata senpai pernah memandang Minato seperti itu.. Aku juga—"
" OH, AYOLAH YUKARI.. ITU TIDAK SEPERTI YANG KAU PIKIRKAAAAN! " Akihiko menggelengkan kepalanya dengan kecepatan penuh yang memungkinkan kepalanya lepas dari tempatnya (?)
Yukari memalingkan mukanya.
" F-Fuuka! "
Fuuka juga memalingkan mukanya.
" Mitsuru.. Ya? Kau percaya kan..? Ya kan?! Kita sudah berteman mulai dari SD! Kau pasti tahu bagaimana sifatku! "
Akihiko memasang puppy eyes.
Mitsuru menjadi tidak tega. Tapi..
" Tidak. Ketiaktegaan-weleh-eleh-eleh.. (Sumpah, saya ngakak guling2 pas yang ini XDD) Lidah ku kepeleset. Gomennasai. Ketidaktegaan maksudku, ketidak tegaan hanya berujung pada sesuatu yang fatal. Jadi maaf Akihiko, Aku tidak yakin. "
Akihiko berusaha untuk menahan air mata kepedihannya.
" Lagipula, laki-laki terkadang tidak bisa ditebak.. "
" Betul sekali, senpai. " Timpal Yukari.
" Y-You guys.. " Akihiko melakukan 'whimper'.
Hening.
" Ah, gomen. Back to topic.. D-Dan ingat! Jangan beritahu Minato soal ini! L-Lagipula.. Se'Alim-alim' nya pikiran lelaki kan bisa melenceng juga! "
" Melenceng bagaimana Akihiko? "
" Ya, 'begitu'. Jangan belagak bego deh Mitsuru. " (*Author ditimpa meja*)
Mitsuru straightface.
" Ternyata Akihiko-senpai tidak sepolos yang kukira sih, Heahaha.. " Ujar Yukari.
Suasana (kembali) menjadi hening.
" Eh, Yukari-chan. "
" Heh? "
" Kalau tidak sengaja, waktu itu kau membeli stocking menor yang untuk cosplay itu kan? "
" Yang mana sih? "
" Yang.. Err, ada pita pink pastel sama putihnya itu? Yang sampai sepaha. Sepertinya sih 2 hari yang lalu deh kamu baru beli. "
" Hmm.. " Yukari berfikir. " ..Oh! Yang buat cosplay 'Kaichou Wa Maid-sama! Ntuh ya? Masih ada. Kenapa emangnya? "
Fuuka tersenyum licik. " Aku ada ide. "
Mitsuru dan Akihiko mengalihkan pandangannya ke arah Fuuka.
" Jadi, kalian tertarik. Heheh, baguslah. Bagaimana kalau kita padukan saja stocking itu dengan lingerie yang kita rencanakan itu? "
Hening lagi untuk beberapa saat..
" Apa itu tidak terlalu berlebihan..? " Tanya Yukari dengan khawatir.
" Menurutku tidak. Bagaiamana senpai? Setuju? "
" Yah, kalau menurutmu bagus, kali ini aku setuju, Yamagishi. "
Fuuka mengangguk senang.
" It settled then. Tapi.. dia tidak mungkin bisa memakainya sendiri. Berarti.. Ah! Akihiko-senpai, bantu Minato pakai bajunya ya nanti? "
Akihiko jawdropped.
" K-Kenapa harus aku!? "
" Karena dia laki-laki. Dan begitu juga kau. "
" Junpei yang ulang tahun. Kita tidak mungkin kan menyuruh dia. Ken-kun.. D-Dia.. dibawah umur. TIDAK MUNGKIN! Dan yah, satu-satunya yang dapat diandalkan ya Akihiko-senpai. "
Akihiko tertunduk pasrah. Ia merasa putus asa, tetapi di saat yang bersamaan; " Ajib, gue bakalan liat Minato pake boxer! Wohohohoo! ", " Gue mesti bawa tissue yang banyak neh. ", " Aduh, deg-degan gue jadinya. ", " Nanti gue pake baju apaan ya.. ", " Nanti dia ganti baju dimana ya? Kalau di kamar gue, nanti gue cari-cari kesempatan aja kali ya?", .. Dan semacamnya.
'Tlik.' Tiba-tiba listrik mati, Gelap gulita pun menyelimuti dorm. Rembulan yang semula berwarna putih dengan bercak abu-abu kini digantikan dengan bulan yang berwarna kuning dan bercak-bercak (Sumpah itu kata kagak enak bener ya buat ditulis._.) hijau.
" Oh. Dark hour.. "
" Ngomongin 'begituan' bener-bener ga kerasa ya.. "
'PANG!' Akihiko ditimpuk Mitsuru pakai cangkir teh yang tadinya ia pegang.
" Sudah cukup tentang 'itu'nya Akihiko. "
" M-Maaf.. "
Yukari tertawa ringan.
" Jadi berarti, semuanya sudah ya? Jadi tinggal begini.. Begitu.. "
" Lalu bagaimana dengan yang situasi ini..? "
" Kalau terjadi itu bagaimana..? "
" Begini saja, kalau yang ono terjadi, kita lakukan yang ene. "
" Lalu kalau unu terjadi kita akan pakai ana. Gimana? "
" Iya, betul-betul! Tapi berarti kita harus persiapkan kalau-kalau yang ononoh itu terjadi. "
Lalu perdebatan panjang pun terjadi..
.
Tadinya mau selesain langsung di chapter ini, terus Sabtu depan ngepost chapter ekstra. Heahahah, Tapi kemudian saya diingatkan oleh salah 1 review yang mengucapkan selamat berpuasa (Saya gak puasa, tapi makasih banyak! J Selamat berpuasa bagi anda juga!) buat saya. Tiba-tiba saya jadi seperti diingatkan untuk tidak mengepost chapter terakhir yang ini dulu, Bisa bikin batal puasa kata orang. Jadinya saya pikir mendingan saya tahan aja dulu, sampe nanti pas lebaran mungkin baru di post *digampar*. Well, saya sendiri pun gak tau kapan pastinya, kalau bisa secepatnya. Woke? ^^ Arigatou minna-san! Selamat berpuasa! Semoga fastingnya gak gagal yaa :DDDD
Note trkhir : rencananya di chapter berikutnya, saya mau upload gbr lingerie yang dipake sama Minato :P Tapi berarti nanti tunggu saya ngupdate lagi ya xDDD
