Waktu pun berlalu, dan secara tidak terasa..
Hari yang akan penuh dengan tragedi ini pun segera dimulai..

Iwatodai Dorm, Minato's Room, 6:89 AM (EMANG ADA WAKTU YANG BEGITU?)

" Sialan. " ucap Minato pada dirinya sendiri sambil menggaruk-garuk kepalanya yang terasa sangat ingin pecah.

" Gue mesti ngapain sekarang? " Ia merebahkan dirinya yang sudah berpakaian seragam Gekoukkan yang sebenarnya sudah siap pergi—Tapi kemudian dia baru ingat kalau sekolahnya masuk jam 8 hari ini.

" Gue keluar sekarang, sama aja kayak nyemplungin diri gue ke dalem laut yang isinya paus sama hiu semua—Sama aja cari mati. Tapi gue gak bisa disini selamanya sampe jam 8, gue bisa mati gara-gara kebosenan.." Minato menutup matanya.

Tiba-tiba bayangan dirinya memakai sebuah pakaian seksi menghantui dirinya.

Seperti.. Lingerie.

Lalu kemudian ia secara tidak sengaja memunculkan Akihiko di dalam khayalannya.

"Akihiko-senpai.. Kenapa kau—"

" Minato. "

" Y-Ya? "

" Aku.. "

" ..? "

" ? "

Minato yang berada di dalam khayalannya terbengong—bukan karena mengerti dan kaget dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Akihiko, melainkan ia tidak mengerti sama sekali karena kecepatan berbicara Akihiko terlalu cepat.

" Heh? "

" Aku.. sangatmencintaimu, Maukah kamu menjadipacarku? "

Minato didalam khayalannya straightface.

Baru saja si Minato (Dalam khayalan) ingin membuka mulutnya untuk berbicara, Minato (yang asli) malah tiba-tiba membuka matanya dan menggosok-gosokkan mereka dengan tangannya.

" goddammit! " Minato menggeram frustasi. " Dasar Junpei sialan! Gara-gara dia, gue jadi mikir yang enggak-enggak kan tentang Akihiko-senpai! "

Minato membanting laptop—Salah. Maksud author Minato membanting buku komputernya (Gaje beneran deh authornya, kali ini)

Akihiko P.O.V

Gue baru aja pengen ngetok pintu kamar Minato, tapi kemudian gue denger sesuatu yang bikin muka gue semerah sarung tinju gue;

" goddammit! Dasar Junpei sialan! Gara-gara dia, gue jadi mikir yang eggak-enggak kan tentang Akihiko-senpai! "

Gue Cuma bisa straightface setelah gue mendenger apa yang dia katakan di kamarnya.

Maksud gue..

Itu Minato kan? Bukan Minako? (-Salah tempat oon-_-)

Gue gak pernah tau dan gak pernah ngerasa kalo Minato bisa mikir in 'that' way tentang gue.

Apa gue se-hot itu?

Sampe-sampe cowok pun tertarik buat maho in gue?

Dude..

This is bad. Bad. Bad.(boy, kamu bad bad bad bad boy~ *author di armageddon sama Elisabeth*)

Gimana caranya gue bisa tatapan langsung sama Minato setelah gue denger yang barusan dia omongin? Jangankan liat matanya dah. Gue denger suaranya aja.. Ebuset. Ajegile!

Mampus gue.

Mati dah gue.

Apa yang harus gue lakukan sekarang?

..Sialaaan!

Malah si Yukari-tenonenot itu nyuruh gue kasih tau kalo GUE lah YANG AKAN BANTUIN DIA PAKE BAJU—Maksud gue lingerie SAMA.. SHORTNYA—STOCKINGNYA..

Jsadfhkjasgfkhasgfljgsuyk3qifhkwq! #$% !

Gue denger suaranya aja udah ajegile, ngeliat dia pas di mata bikin gue meleleh, Gimana kalau gue gak sengaja ngeliat 'ITU' NYA DIA!? (Yah elah, Ki, mirip juga sama punya lu-*authordijadiinsamsaktinjusamaAki*)

AZZZ

OHMAIGAD

OHMAIGAD

OHMAIGAD (Oke ini alay._.)

WHATTODOWHATTODOWHATTODO

Okay, back to the topic. *kibasponi* (Emang Akihiko punya poni? :v)

Akihiko.

Lu mesti mikir lurus.

Gak 'melenceng'.

Gak 'melenceng' ke 'sono'.

'Sono'?

'Sono' apaan?

'Sono' yang—

FOKUSFOKUSAKIHIKOFOKUS!

Gue.

Akihiko Sanada.

Will never.

Lost my.

Virginity. (*Author ngakak guling2 di sini*)

To.

M..

Minato..

A-Arisato..

J-Just never!

Gue.

Gak.

MAHO!

Gue..

Gak..

M-MAHO!

Gue..

MAH—GAK

MAHO!

-Ritual Akihiko pun selesai. (Sumpah saya gak tau ini lucu apa enggak, tapi yang pasti waktu saya tulis ini, saya sambil ngakak-ngakak. Sorri lah kalo gak lucu._.)

Akihiko menarik nafas yang dalam..

Keluarkan..

Tarik nafas yang dalam..

Keluarkan..

Tarik nafas—Oke cukup.

Akihiko membetulkan rompi merah nya lalu hendak mengetuk pintu kamar Minato tapi..

" S-SIALAAAN, GUE MAU KENCING! WANJIR, KEBELET! –" teriak Akihiko dengan super kencengnya sambil nahan pipis

"Eh, ta*! Jrit, gue lupa gue ada di depan kamar Minato! ..Aduh.. Gue.. Aduh, jangan sampe deh si Minato illfeel sama gue Cuma gara-gara gue tereak-tereak kebelet kencing! Tolol banget sumpah." Teriak Akihiko di dalam hatinya.

Akihiko megangin 'itu'nya sangking gak bisa nahan.

Tapi Akihiko..

Dilemma.

Dia dilemma.

Antara—

Apa gue harus ngetok pintu nya Minato langsung cabut terus numpang buang air di sekolaha apa di stasiun aja, apa emang dia ngacir ke WC sekarang terus bikin Minato ninggalin dia duluan dan gak punya waktu lagi buat ngomongin soal lingerienya dia..

..

Tapi, Akihiko udah gak bisa nahan lagi!

" AH SH*T! WOI MINATO! "

Akihiko nonjokkin kepalanya sendiri karena manggil Minato kayak begitu.

" S-SORI! GUE.. AKU.. AKU GAK SENGAJA SJDFHLSKAJHGAJHL GUE NGGAK SENGAJA MANGGIL LU GITU, SORI MAAPIN GUE—"

Saat itu juga, Pintu kamar dibuka oleh Minato.

" Minato, gue mau ke toilet dulu, gue udah kebelet—"

SFX : 'Curr...' (Apaan neh?! OAO;)

Akihiko..

" S-Senpai..? "

Minato melihat kearah bawah—

" Senpai.. Ergh.. Kok.. kencing—ngompol s-sih? "

Akihiko jawdropped.

Lalu nutupin bagian bawahnya yang 'sakral'.

" H-HAH!? B-BUKAN TO! JANGAN SALAH S-SANGKA! INI.. TADI.. TADI GUE MINUM.. MINUM TERUS TUMPAH AIRNYA KESINI! "

Minato Cuma bisa mengerutkan dahinya.

" Senpai minum apaan.. kok bisa warna kuning...? "

Keringat dingin mulai mengucuri (?) wajah dan tangan Akihiko..

Akihiko memutar balik otaknya untuk menjelaskan kepada Minato tentang adegan nya yang kencing di celana..

" L-LEMON TEA! LEMON TEA NYA.. NYA.. ERR.. ITU LOH! HOKBEN! HOKBEN! T-TAU KAN YA!? "

Akihiko agak SEDIKIT lega karena berhasil mencari alasan pertamanya.

" .. Tumpah semua ya, senpai? Banyak banget kayaknya.. Mau.. Mau dibersihin di tempat ku dulu nggak? "

" I-Iya, Eh! ENGGAK-ENGGAK! MAKASIH BANYAK! G-GUE KE.. KE.. KE TOILET LANTAI 4 DULU YAK! TUNGGUIN GUE DULU! KALO LU PERGI KE SEKOLAH DULUAN TANPA GUE, GUE TONJOKKIN BIAR SAMPE KE ARAB LU! "

Lalu Akihiko ngacir ke WC lantai 4 sangking begonya. Kenapa coba dia gak ke lantai 1 aja? Secara kan lebih deket? Idih, tolol bener.

Oke back to the story—

Minato Cuma bisa terdiam disitu, menatap Akihiko yang lari terbirit-birit ke lantai 4 gak tau ngapain.

" .. Akihiko-senpai weird. Perasaan disini kagak ada hokben dah. Lagian.. Hokben apaan cuy? " Minato garuk-garuk kepalanya karena kebingungan. " Yaudahlah gue masuk dulu aja—Hah. "

Minato mencium sesuatu yang berbaru aneh..

" Kok.. "

Minato berkacak pinggang.

" Kok bau pesing ya.. Masa.. Koromaru kencing disini sih? Perasaan yang tadi disini itu—Hah!? Jadi Akihiko-senpai itu ngompol beneran? "

Minato nutup idungnya terus buru-buru ngacir ke lantai 1.

" Mitsuru-senpaaaai! Woii, Siapa aja ayng ada dibawah! Kok diatas bau pesing sih!? "

.

.

" Ahh~ Lega juga gue.. " Ujar Akihiko sambil menutup resleting celananya—

" WOI WANJRIT, SAKIT! KKSAFKASHF! F-F**K! "

'Itu'nya Akihiko gak sengaja keikut keresleting. (Ini ide dari Calvin-kun.. *authorngeblush*)

Tangannya Akihiko terlalu lemah buat ngelepasin resletingnya yang 'nyangkut'.

" AH.. F-F**K.. "

" A-AH! "

(Mungkin kalo yang gak ngerti apa-apa bisa mikir yang enggak2 tentnang scene yang ini ya? Wuehehe)

.

.

" Hah? Bau pesing gimana lu, To!? " Ujar Junpei shock karena selama ini gak pernah ada kejadian ekstrem (?) kayak begini sebelumnya di Dorm.

" .. Y-Yah, gue juga gak ngerti, Pei. Jadi ceritanya gini.. Tadi si Akihiko-senpai datengin kamar gue, tapi gak tau mau ngapain. Terus pas gue buka pintu kamar gue, tiba-tiba gue liat celana Akihiko-senpai basah men! Terus warna kuning-kuning gitu. Katanya sih lemon tea! Terus dia ngacir ke lantai 4. Terus nah—"

" Lu terus-terus-terus mulu, nabrak nya kapan tolol?"

" Berisik lu. Terus—"

" Dibilangin jangan pake terus! "

" Ergh. Ter—AH ELLAH! ABIS ITU GUE NYIUM BAU PESINGNYA! Sialan lu, Pei. Bikin gue pusing aja. " Minato mengelus-ngelus dahinya.

Junpei ngakak tanpa sebab (?). Lalu berkata, " Bah, itu mah berarti Akihiko-senpai yang ngompol bego! Anak TK unyuk-unyuk, Kakek-kakek ngebreak dance, Nenek-nenek jago silat juga tau kalo itu si Aki-senpai lah yang ngompol! "

Mulut Minato ternganga karena kaget—kaget karena dia gak pernah menyadari hal itu, dan otaknya kalah pinter sama Junpei.

" Otaklu lagi dikemanain, To? Lu bisa ngerjain soal Fisika yang angkanya amit-amit cabang bayi, tapi lu gak punya logika. Pfft.. " ujar Junpei sadis.

Jleb. Nusukk. Hati dan perasaan Minato bagaikan ditusuk oleh tombak dan elucidator (kenapa pedangnya SAO nyasar ke sene neh?) .. Sakit..

Minato pundung.

" C-Cuy gue bercanda, Jangan di anggap beneran dong, "

" ..T-Tapi, kata-katamu telah menusuk relung hatiku, Junpei-kun.." Ujar Minato dengan 'unyu'nya dan.. dengan suara cewek yang menutupi suara laki-laki tulen (?) dengan sangat sempurnanya.

Junpei jadi merinding ngedengerin suara Minato.

" .. Lu.. Waria ya sob? "

" H-Heh!? " Suara Minato udah balik lagi ke semula. " Sialan lu siapa—"

Lalu saat itu juga, pintu dorm depan di ketuk.

SFX : 'DUK DUK DUK DUK DUK' (Ini suara bedug apa.. pintu diketok? Bah, author oon.)

" Meseee, special package buat Mitsuru—Wat. Muaap-muaap, maksud saya Nona Kirijo! "

Minato dan Junpei saling pandang.

" .. Hah? Kiriman buat Mitsuru-senpai? Emang Mitsuru-senpai beli paan..? "

" Bego, mana gue tau. Weii, Mitsuru-senpaaaaaaai! Special pekech ( Package versi Junpei) noh! "

Gak ada jawaban.

" Mitsuru-senpaaaaaaaaaaai~! " Ulang Junpei dengan nada yang sumpah deh, amit-amit banget.

Masih gak ada jawaban.

Pintu dorm kembali diketuk.

" WEII, LU ORANG YANG DI DALEM BUKAIN PINTUNYA DULU NAPA SIH! GUE PEGEL NJIRR! "

" Idih, udah tukang pos nyolot lagi, belom pernah gue agidyne sih tuh orang! "

" Baru agidyne gan (Author kok jadi kayak kaskuser nyasar di ..) , pernah ane mind charge sama ragnarok gak? Mampus-mampus dah si again, pulang-pulang bisa cuma jadi abunya doang. "

" Jadi maksud agan, skill ragnarok itu membakar dengan sempurna? "

" .. Bisa dibilang gitu. "

" Gilaaa.. Sadis—"

" WOII, BUKAIN TOLOL! Malah ngomongin agidain-agidain, kaskus, sama game online lu bocah, et dah! " Seru si tukang pos dengan sangat nyolotnya walau gak tau apa-apa soal dunia persona.

" Iya-iyaa! Berisik amat sih lu, tong! Gue bukain! Jadi jangan bacot lagi deh! Tunggu, gue nyari kuncinya dulu! "

" Nah, gitu dong, kan jadinya gue enak.. Eh yang satu, selagi yang satu nyari kunci, bikinin gue roti panggang, telor, ama kopi aja gih! "

" EMANG LU KIRA LU SIAPAAA WOI! " Ucap Minato sambil berjalan dengan penuh emosi ke arah pintu depan dorm.

" UDAH GITU NYURUH TEMEN GUE NYARI KUNCI, BUKAIN PINTU! LU SIAPE EMANGNYE CUYY! "

Minato nendang pintu depan dorm.

Dan pintunya jebol.

(Player Minato sudah level 98 disini.. Jadi Cuma buat ngerubuhin pintu aja kena damage sekitar 400 skill bash,)

((Dan ini gila.))

(((Apaan sih, authornya gak jelas banget sumpah..)))

Minato menarik kerah bagian atas dari tukang pos tersebut dan melihatnya face-to-face.

" Sekarang ane nanya ye bang. "

Tukang pos itu hanya bisa mengangguk sambil menelan ludah.

" Ente siape disini, ane jawaranya—"

" Gue dapet kuncinya, nih Min. Lu yang bukain—DUDE, What the hell is going on in here!? " Ucap Junpei sambil menjatuhkan kunci yang ia pegang supaya kelihatan dramatis.

" Dia ... "

.

.

" Argh, sialaaan.. Ini gara-gara gue cepet-cepet nyeletingin celana gue nih.. jksdfjsdfhj.. Untuk kagak nape-nape.. "

Akihiko ngegaruk kepalanya.

" Tapi.. "

Akihiko lagi-lagi ngegaruk kepalanya.

" .. Kok Minato bisa jatuh ke alesan gue yang tolol bin ajaib itu ya? Sumpah deh tuh anak.. "

Akihiko menggaruk kembali kepalanya—

Author : " SEKALI LAGI LU NGEGARUK KEPALA LU KI, GUE JADIIN LU MONYET DI FFN INI! "

" Ampun bang! Ane salah apa!? "

Author : " Wei, mas. Lu menuh-menuhin durasi! Kesian tuh yang mau baca! "

Akihiko berkacak pinggang.

" Sekarang gini aja deh.. Tadi gue menuhin durasi Cuma gara-gara ngegaruk pala gue doang. Lah, lu menuhin durasi karena ngajakkin gue ngomong disini, oon. "

Author ikutan garuk-garuk kepala juga.

Author : " B-Bener juga... "

" NOW GO! " Akihiko menonjok author sampai langit ke 7 (?!)

Author : " TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKK~~~! " *Jadi bintang* *Berkilau*

(-OOT Sori, Now back to the story...)

" Ergh, gue gak punya waktu buat mikirin tentang begonya Minato. Gue harus pergi ke sekolah—EH! SIEL! PASTI DIA UDAH NINGGALIN GUE! AISH! "

.. Lalu Akihiko ngacir ke lantai 1 secpeet mungkin.

.

.

" .. Eh, Min, buka dong pekech nya, buka buka.. " Ujar Junpei memelas supaya Minato membuka packagingnya.

" .. Gak ah. Bukan punya gue.. Siapa tau juga ini barang pribadinya Mitsuru-senpai? "

" Barang pribadi? "

" Yyep. "

Junpei berfikir sebentar.

" Kayak gimana cuy? "

" Yah barang pribadi—"

" Kayak daleman yak? "

Muka Minato memerah.

" Atau.. Lingerie.. Ituloh yang buat tidur malem-malem kalo udah nikah—"

Muka Minato semakin memerah karena mengingat hal yang baru saja ia bayangkan tadi pagi tentang Akihiko dan kemarin malam..

" Kenapa gue bisa akur sama Junpei ya sekarang.. Padahal semalem kan.. "

-Semalem kan Junpei minta yang aneh-aneh ama Minato, semalem Minato marah besar sama Junpei..

" Gue mau liat lu pake baju seksi! "

Kata-kata itu tiba-tiba kembali terngiang di telinga Minato..

" Gue mau liat lu pake baju seksi! "

" Gue mau liat lu pake baju seksi! "

" Gue mau liat lu pake baju seksi! "

" Gue mau liat lu pake baju seksi! "

" Gue mau liat lu pake baju seksi! "

" Gue mau liat lu pake baju—"

" TO! TO! LIAT DEH ISINYA, TO! "

Ngiangan (apaan ini) halusinasi (?) Minato terganggu karena..

" JUNPEI! "

Minato ternganga.

" KOK LU BUKA SIH PACKAGINGNYA!? "

.

.

.

kira2 isi packagenya buat Mitsuru itu apa yaa xDDD

MINNA! SORRI SAYA UPDATENYA KELAMAAAN!

..Saya baru tau kalo jadi anak SMP itu susah.. (Yah, jati diri author kebuka deh._.)

Tapi beneran!

Maap

Tapi, tapi, tapi..

Author tetep nulis kok! Beneran deh sumpah!

Gak percaya? :

Hasilnya fict ini yang author gak sangka2 setelah ditahan, 1 chapter bisa jadi 2000+ words.. Yeaay! *ditimpuk*

Dan.. ada sekitar 3-4 story baru khusus natal (oneshot) dan 1 story bersambung yg bakalan saya update buat natal sama tahun baru nanti._.

Percaya kan? ._.

Ya, ya, ya?

*digeprek*

Jadi ditunggu aja ya! :3

Arigatou-nee!