(WARNING! BEBERAPA CHARA JADI AGAK OOC MULAI DARI CHAPTER INI! TERIMAKASIH!)
" KOK LU BUKA SIH PACKAGINGNYA!? " Seru Minato sambil hendak memukul Junpei sekuat tenaganya karena lancang buka barang orang sembarangan.
" Ah, berisik lu! Kayak babeh (bapak pake bahasa Betawi ene :3) gue aja di rumah! Ini gak boleh, itu gak boleh, ono gak boleh! WHY LIFE IS SO SUCKS!? "
Junpei mendudukkan kembali pantatnya di sofa dorm.
" Ergh, kayaknya yang idupnya kacau lu doang, dah Pei. Betewe.. Tadi lu sempet buka.. isinya apaan? " Tanya Minato malu-malu.
Junpei menahan emosi nya buat banting Minato.
" Lu tuh ye, Muna bener! Tadi marah-marahin gue gara-gara buka barang orang! Sekarang lu nanya juga! Gue banting lu! "
" Alaah, berisik lu. Isinya apaan!? " Suara Minato terdengar super serius.
Junpei Cuma garuk-garuk kepala.
" Woi! "
" Gue gak tau, asem! Lu tadi nyuruh gue tutup sih! Jadi ya gue gak sempet liaat! "
Muka Minato tampak agak menyesal.
" Nah kan, Nah kan. Muka apaan lagi tuh! Wanjrit lah, To! "
Minato tersipu malu.
" Err, gini aja deh. Kita ngulang scene pas lu iseng buka packagenya Mitsuru-senpai aja. Gimana? "
Junpei mikir.
" Gue gak ngerti siapa yang tolol disini, tapi gue pikir.. Ide lu mantep juga karena gue juga masih penasaran banget sama isi packagenya.. Woke lah. " Junpei mengambil posisi nya
Minato juga mengambil posisinya..
Lalu..
Junpei meraih packagenya Mitsuru lalu hendak membukanya- Tapi..
" WOI JUNPEI! NGAPA LU BUKA PACKAGENYA MITUSURU-SENPAI-"
" TOLOL! Katanya TADI LU SURUH GUE BUKA! "
Minato terdiam dengan begonya.
" T-TAPI KAN TADI GUE BILANG GUE NGUSULIN BUAT NGULANGIN ADEGAN PAS LU BUKA DALEMANNYA MITSURU-Eh. "
Junpei bengong.
Minato.. Tampaknya dia setengah sadar saat mengatakan hal ajaib-
" ARISATO MINATO! " Ucap seorang mak lampir berambut merah tua yang mengenakan blus putih dan high heels super tinggi berwarna hitam-
" APA YANG KAU MAKSUD DENGAN MEMBUKA DALAMANKU?! "
Hening.
" ... "
Hening mencekam.
" ... "
Situasi berubah menjadi hening mencekam menjadi sangat awkward-
Author mendehem.
(Semuanya tampak 'baru sadar')
Minato buru-buru angkat bicara karena takut terjadi kesalah pahaman yang cukup memalukan.
" Yang kami maksud bukan itu, senpai tapi..! "
Mitsuru menghentakkan kakinya menunggu alasan Minato.
" .. Tapi..! " Minato mengulang kata terakhirnya.
Mitsuru kini tampak menghentakkan kakinya sambil menaikkan alis kirinya.
" .. Tapi.. Um.. "
Mitsuru menatap mereka dengan tatapan membunuh.
" Tapi kita..! Junpei tadi kita-"
" Tadi kita lagi mau manggil senpai dari atas, tapi senpai gak muncul-muncul. Eh terus si Minato curious tentang isi packagenya, terus dia mau buka. Tapi aku cegat, soalnya takut kalo itu barang 'pribadi'nya senpai. . Tapi tadi lidahnya Minato 'kepeleset'. " Bantu Junpei dengan penuh kebohongan.
Minato menatap Junpei dengan tatapan 'WHAT-THE-HECK-IS-THAT-MEAN-' dan 'GUE-BAKALAN-BAKAR-BANTING-LIPET-JATUHIN-LO-KALO-G UE-SAMPE-DIEKSEKUSI'
Junpei Cuma bisa menjawab tatapan Minato dengan tatapan 'O' dan 'Terus-gue-harus-bilang-wow-gitu'
Mitsuru tampak agak tidak percaya dengan kata-kata yang diucapkan oleh Junpei tapi..
Mitsuru mengelus kepala botak Junpei.
" C'est manifique! (Eh buset, bener gak tuh!? Sumpah dah kalo salah, bilangin yak!-_-) Sungguh hal yang tidak bisa dibayangkan dari Junpei.. "
Mitsuru menganggukkan kepalanya dengan sok ngerti.
" Ternyata Junpei bisa begitu juga. Keep up da good work! "
Dan lagi-lagi mengelus kepala botak Junpei yang padahal terasa kasar. (Kenapa Mitsuru mau ya.. Padahal jauh lebih keren punya Aki kan?)
Junpei Cuma bisa mimisan pelangi (?)
Minato jawdropped bukan main.
Junpei nge'smirk'
Minato memberikan jari tengahnya.
'F'CK YOU!'
'HAHA.'
'JUNPEI, SIALAN LU!'
'O.'
' O. ANJRIT LU, YANG TADI BUAT APAAN, BIKIN-BIKIN CERITA SENDIRI!'
'Jangan salahin gue lah, To. Salahin Mitsuru-senpai. Jadi orang jangan tolol-tolol banget lah. Masa mau sih dibegoin sama orang secetek gue.'
'TAPI TETEP AJA LU BARUSAN-'
'LALALALA~'
'JUNPEEEI!'
(Yang pake tanda kutip (') itu artinya percakapan yang dikirim lewat telepati (?) mereka bersama)
Tampaknya Mitsuru agak sedikit.. Mengerti dengan percakapan mereka. Tapi ia hanya mengerti di bagian..'Salahin Mitsuru-senpai, jadi orang kok mau di begoin sama gue'
Kepala Mitsuru jadi panas.
Mitsuru membelah- (?) Oke salah. Memukul kepala Junpei dengan kekuatan-
'BLETAK!'
Junpei jatuh tersungkur ke lantai dengan darah yang berceceran dimana-mana.
Author banting meja kopi di depannya.
" WHAT THE HELL IS THAT SOUND!? MITSURU! LU NGAPAIN SI JUNPEI!? PANGGIL AMBULANS! PANGGIL AMBULANS! " Teriak Author secara tiba-tiba nyelonong dengan gaje nya ke daerah syuting fict.
Crew-crew lain ada yang nelfon 123 (Ini.. Kan, PLN..), 234 (Ini apaan ya, lupa.. Pemadam kebakaran kayaknya), ada yang nelfon pihak Tivi walau gak nyambung sama sekali sama perkaranya, dan ada satu orang pinter nelfon pihak rumah sakit.
" H-Hah..? " Mitsuru melongo dengan super tololnya.
Minato nangis darah.
" Pei..! Jangan mati dulu, Pei! Inget, Pei-chan! Anak di perut gue bapaknya siapa! JUNPEEEEIII! "
Minato ingusan.
Mitsuru sama author Cuma bisa saling pandang.
" Pei.. –chan..? "
" PEI, LU KAN UDAH JANJI AMA GUE PEI... KALO ANAKNYA LAHIR NANTI, KITA BAKALAN NIKAH, KITA BAKALAN HANIMUN KE PRIUK! "
Minato .. Meler.
" Anak..? Nikah..? Hanimun ke Priuk..?! "
" Mereka.. "
" Kok gue gak tau sih? "
" Jadi.. Suara aneh yang dari lantai bawah malem-malem itu mereka berdua-"
" ITU 'MOAN' (Atau kalau di Bahasa Indonesia biasa dibilang 'desahan' *authorditimpa*) NYA MINATO!? "
" Ih, gile.. "
" Gue kira gue doang yang denger.. "
" Tapi kok Minato bisa kebobolan yak.. "
" Iya ya, mereka gak pake proteksi- Hah. Tapi kan Minato cowok? "
Hening.
Minato melanjutkan kata-katanya; " TERUS KITA BIKIN ANAK YANG BANYAK! BIKIN KELUARGA BESAR! KITA HIDUP SAMPE TUA..! KITA.. HIKS! HIKS! NGABISIN WAKTU DI SPANYOL BARENG-BARENG.. MATI DI KANADA! DI KUBUR DI SINGAPUR! "
" .. Emang di Singapur ada kuburan ye? "
" .. Setau gue kagak. Gue udah bolak-balik kesono 24x.. Tapi tetep aja gak ketemu tuh ada kuburan disono.. "
" Aneh. "
Lalu.. Minato mukul-mukul lantai yang padahal gak bersalah sama sekali sama dia.
" PEI, BANGUN PEEII.. HAUHUAAAA... LU MASIH INGET GAK GOMBALAN LU YANG LU KASIH KE GUE!? "
Minato ngelap ingusnya.
Author sama Mitsuru merinding ngeri.
"LU GAK AKAN BERHENTI MENCINTAI GUE SAMA NINGGALIN GUE DULUAN.. S-SAMPE PANTAT LU MASUK ANGIN, KUPING LU KELUAR INGUS, PERUT LU PATAH, GIGI LU TUMBUH TUMOR, MAU KAKI LU KELELEP SAMA AER BANJIR , OTAK LU DIGIMBALIN?! " (?)
Author sama Mitsuru Cuma bisa natap Minato dengan tatapan jijik sambil mikir-mikir..
" Heh. Pantat masuk angin? "
" Gigi ada tumbuh tumor? "
" Otak digimbalin? "
" Tolol! "
" UDAH-UDAH! ENEG GUE NGEBAYANGINNYA! "
" iye bener! CUKUP-CUKUP! "
.
(Anggap aja scene ini dimana Minato udah dieksekusi mati sama Mitsuru, tapi diidupin lagi sama Igor pake kekuatan Elisabeth, karena Igor gak setuju Minato mati dengan tolol. "Mendingan mati gara-gara di armageddon sama Elizabeth" komentar Igor sambil ngelus idung panjang nya yang mulus dan seksi)
" Hmm.. Package apa ini- Oh. "
Minato dan Junpei saling pandang.
Mitsuru tersenyum jahat" Kebetulan sekali kalian berdua ada disini. Hohoho~ "
Perasaan Minato jadi tiba-tiba gak enak.
" Maksud senpai? "
" Minato Arisato, temui Akihiko di lantai 2..! "
" Hah? "
" Kau dengar kan yang barusan aku bilang? Cepat temui laki-laki berambut putih sialan itu diatas! " (*authorditinjuAkihiko*)
" Tapi Senpai, tadi Akihiko-senpai-"
" Cepat! "
" Senpai dengarkan aku dulu-"
" ATAU MAU KUEKSEKUSI MATI LAGI KAU!? "
Minato merinding.
Junpei cengar-cengir sendiri.
-Plesbek-
" Arisato Minato! " Teriak Mitsuru dengan suara mega.
" I-Iya, senpai? "
" KAMU ITU LAKI-LAKI ATAU PEREMPUAN SIH!? "
" Laki-laki.. S-Senpai.. "
" JANTAN DONG! "
" ... Siap.. Senpai. "
Mitsuru tertawa jahat.
" Sudah siap dengan hukumanmu? "
" Entahlah-"
" JANTAN, JANTAN! " Teriak Mitsuru sambil mukul pantat Minato.
" DA HELL IS DAT?! " (Teriakan hati Minato)
" Aduh! "
" JANTAAAN! " Teriak Mitsuru lebih sadis lagi sambil memukul pantat Minato lebih keras lagi.
" Aduh! Senpai apaan itu-! "
" JANTAN! JANTAN! JANTAN! " Mituru menyabet Minato pake gespernya.
" Ah! Sakit! Njir-"
" UDAH GUE BILANG JANTAAAAAAAAN! " Mitsuru ngecast mind charge terus siap ngebufudyne Minato (loh, apa hubungannya pantat sama bufudyne..? Author tolol.)
" ARGH! "
" KALO LU ITU LAKI-LAKI JANTAN DONG! KALO DIPUKULIN, TEGAK TEROS! KAYAK TIANG BENDERA! " Seru Mitsuru lebih gila lagi dari yang tadi.
" Buka celana lu! " Ucap Mitsuru lagi dengan tatapan kesal.
" H-Hah? Buat apaan senpai-"
" ALAAAAH, BERISIK LU! CEPETAN BUKA! "
" Enggak ah! Emang mau diapa-"
" CEPET WOI! ATAU MAU GUE YANG PELOROTIN!? "
'Deg!' Jantung Minato rasanya mau copot.
" H-Hah?! "
" Satu. "
" Tapi senpai... Aku emang-"
" Tiga! "
" Hah?! Kok abis satu tiga?! "
" Suka-suka abangnya dek! -Tujuh! "
" ARGHH-"
" Sembilan! "
(Rasanya Mitsuru bener-bener enggak lulus TK.. Kok bapaknya mau sih ngasih semua kendali sama warisannya ke Mitsuru?!)
" Senpai-"
Yaaah, Seperti yang kalian tebak.. Mitsuru akhirnya melorotin celana gakuran (seragam) hitam nya dan-
Junpei nganga, gak ngerti apa dirinya mesti ketawa ngakak, guling-guling di lantai, floorface, atau ngambil kamera buat foto keadaan yang 'sumpah-kacau'.
Mitsuru bingung 'Apa-gue-mesti-ketawa-apa-muntahin-makan-malem-gue ' sangking jijiknya sama Minato.
Minato Cuma bisa poker face gara-gara sangking malunya dan dia juga gak ngerti musti ngapain sekarang.
-Aibnya ketauan.
Junpei ngakak guling-guling di lantai dorm.
" WANJRITT HAHAHAHAHAHAHAHAHA, GILA MINATOO BUAHAAHHAHAHA-"
Junpei ngakak dulu sampe ileran.
" -GUE GAK PERNAH NYANGKA KALO-BUAHAHAHAHA-"
Lalu sekarang dia ngakak sambil nonjokkin lantai gara-gara udah gak kuat lagi.
" -KALO TERNYATA LU PAKE BOKSER-" (Sumpah itu tulisan boxer di indonesiain kagak nahan bener :v)
Junpei batuk darah gara-gara ketawa terlalu berat sama perut nya gak kuat nahan (?)
" -KALO TERNYATA LU PAKE BOKSER YANG ADA GAMBAR INUL DARATISTUAH NYA! AHBFUAAHAHAHAHAHA! "
Author sama Yukari yang ngumpet dibelakang stage ngakak guling-guling same ileran.
Akihiko yang udah daritadi siap-siap masuk stage sekarang malah nonjokkin dinding sebelh stage sampe ancur (?) sambil nahan ngakaknya.
Minato masih dengan ekspresi poker facenya.
.
.
Author's note Pt.2
Ah.. Lagi-lagi saya bikin lanjutan yang rada ngegantung ya... Maafkan saya semuanyaa!
Entahlah kenapa, sebenernya saya pengen masukkin scene Minato yang pake lingerie nya itu di chapter ini tapi...
Rasanya kurang pas gimana gitu ya.
Jadinya saya tetep ngelanjutin tapi (LAGI-LAGI) ngundurin scene itu lagi buat di chapter selanjutnya..
Tapi kemudian saya berpikir lagi buat chapter selanjutnya.
-Dan hasilnya menurut saya; scene Minato pake lingerie masih gak akan muncul sampe chapter selanjutnya.. Hm.
Maaf! *bows*
Ah, tapi kemudian saya juga minta maaf sedalam-dalamnya karena udah lama gak update cerita ini, saya sibuk abnget deh sumpah, ekstrakurikuler, tugas, istirahat pun saya masih kurang.. *sobs*
Tapi saya akan selalu berusaha untuk menyelesaikan chapter selanjutnya dengan lebih cepat..
Baiklah, terimakasih atas waktu yang kalian semua udah luangkan buat baca fict saya!
3!
