Just A Game?
Pairing: Sasuhina
Gendre: Romance but not romantic
Rated: T
Warning: segala macam jenis warning berkumpul deh.
Disclaimner: Masashi Kishimoto of course
Selamat menikmati ...
Gui gui M.I.T
Seminggu sudah berlalu sejak kepindahan Sasuke ke sekolah Hinata, meski mereka belum banyak berbicara tapi sepertinya mereka sudah mulai akrab. Meski Sasuke masih tetap dingin pada Hinata dan meski Hinata masih sering malu dan takut padanya tapi, jauh di dalam lubuk hati Hinata yang paling dalam ... Gadis cantik itu merasa lebih tenang dan nyaman saat berada disamping pria es yang selalu menjahilinya tersebut.
"Oi!" Pria tampan itu memanggil Hinata tanpa mengalihkan pandangannya. Sasuke tetap terlihat serius memperhatikan guru yang menjelaskan di depan kelas.
"Eee?" Hinata yang semula melamun langsung menatap wajah Sasuke dengan raut wajah penuh tanda tanya.
"Nani, Sasuke-kun?" tanya Hinata pelan.
Sasuke tetap tidak mengalihkan pandangannya, pria itu tetap melihat ke depan dan kemudian mencatat apa yang ditulis oleh Kakashi-sensei.
"Baju dalam mu kelihatan!" kata Sasuke datar tanpa ekspresi yang berarti.
"Ee?" Untuk sejenak Hinata hanya bisa mengedip-ngedipkan kedua matanya, tidak mengerti apa maksud dari kata-kata Sasuke tadi.
"Dasar lola!"
Dahi Hinata berkerut , masih tidak mengerti maksud dengan perkataan pria yang duduk di sampingnya.
"Apa ada yang salah?" tanya Hinata penasaran.
"Haahhh!" Sasuke melepaskan pen yang dipegangnya dan langsung memijat dahinya yang terasa berdenyit, bosan dengan sifat Hinata yang menurutnya bisa disebut bodoh atau terlalu lola itu. Sasuke memandang mata Hinata dan kemudian membiarkan Hinata menyadari kalau pandanganya mulai mengarah ke bawah.
"Hinata ... Kancing bajumu no tiga dari atas itu lepas." Setelah melihat Hinata yang juga mulai mengalihkan pandangannya melihat apa yang tadi dilihatnya, Sasuke langsung kembali mengambil pen dan mulai menulis lagi.
"Oh ... K-Kancingnya lep ..."
1 detik ...
2 detik ...
5 detik ...
10 detik ...
"EEEEHHHH? Bajuku kebuka?" Hinata yang baru menyadari keadaannya langsung berdiri dari tempat duduk sambil menutupi bagian depan tubuhnya. Rona merah memenuhi semua wajahnya. Sasuke hanya bisa menghela nafas melihat sikap Hinata yang sudah jelas-jelas hanya mempermalukan dirinya sendiri.
Berpuluh-puluh pasang mata di kelas itu ditambah dengan sepasang mata guru yang mengajar di depan kelas menatap Hinata yang sudah berhasil mencuri perhatian mereka.
Glek ...
Hinata meneguk ludah dan langsung kembali duduk tanpa menyadari tatapan heran teman-temannya.
"Kenapa kancing nya bisa hilang?" gumam Hinata sambil membongkar seluruh isi tasnya untuk mencari benda apa saja yang bisa digunakan sebagai pengganti kancing sementara. Tidak mungkin kan gadis itu membiarkan bajunya terbuka dan mempamerkan baju dalamnya di muka umum. Sasuke mendengus menahan tawa saat menyadari kalau Hinata sama sekali tidak menyadari apa akibat dari tindakannya tadi.
"Kau benar-benar bodoh!" Kata Sasuke pelan.
"Eee? S-Sasuke-kun bilang a-apa?" tanya Hinata tanpa berani menatap wajah Sasuke saking malunya.
"Tidak!" kata Sasuke, pria tampan itu melemparkan sebuah pin bergambar kepala tengkorak kepada Hinata yang sepertinya tidak berhasil mendapatkan barang yang dibutuhkannya.
"Ee, ini untuk apa?" tanya Hinata polos atau mungkin lebih bisa disebut lola.
"Jadikan itu kancing sementaramu dasar gadis bodoh!" bentak Sasuke pelan, bosan dengan sikap Hinata yang sepertinya semakin bodoh.
"T-terima kasih Sasuke-kun, hm ..."
'Sial ... Kenapa Senyumnya manis sekali.' Sasuke langsung mengalihkan pandangannya kembali kedepan, memperhatikan guru yang masih setia menatap heran gadis disampingnya.
"Hyuuga-san, apa kau ada masalah?" tanya Kakashi-sensei
"Eee ... Tidak S-Sensei, tadi kancing baju saya lepas dan hilang saja , Hm ..."
"..."
"..."
'Bodoh.'
.
.
.
Jam istirahat adalah jam yang paling ditunggu-tunggu oleh semua siswa, waktu 15 menit yang diberikan pada mereka selalu dimanfaatkan dengan baik. Ada yang pergi ke kantin, ke perpustakataan, tidur dan ada pula yang makan bekal mereka di tempat-tempat tertentu.
"Hinata, Sasuke-kun ... Kita makan sama-sama yuk!" Gadis blonde dengan rambut dikucir ekor kuda tersebut berdiri di depan bangku Hinata dan Sasuke, mengajak mereka untuk makan bekal bersama -dengan dirinya dan teman-teman yang lain tentunya.
"Makan siang sama-sama?" tanya Hinata, rasa heran menyelimuti perasaan gadis cantik itu. Tidak biasanya Ino dkk mengajak dirinya untuk makan siang. Biasanya Hinata hanya akan makan sendirian di kelas tanpa ada seorangpun teman yang akan menemaninya. Dan sekarang, saat ada teman yang mengajaknya makan bersama, ada rasa tidak percaya yang muncul dalam dirinya.
"Iya, mau ya? Kiba, Shino, dan Lee serta Sakura juga akan ikut juga. Kalian mau ya?" Kali ini Karin yang mulai merayu Hinata dan Sasuke.
Hinata mulai memainkan telunjuk jarinya dan melirik sebentar pada Sasuke untuk melihat bagaimana reaksi pria itu.
"Kau m-mau i-ikut?" tanya Hinata
"Sepertinya menarik!" kata Sasuke sambil tersenyum tipis.
"Hinata, Sasuke juga mau ikut. Kau juga harus ikut ya?" kata Ino dengan senyum lebarnya.
"Eem!" Hinata mengangguk dan tersenyum tipis.
Diam-diam Hinata kembali melirik ada yang aneh, biasanya Sasuke selalu menghilang saat jam istriahat dan sama sekali tidak mau bergabung dengan dirinya atau yang lain, terus kenapa sekarang pria itu mendadak berubah?
Atap sekolah adalah tempat yang sangat pas untuk makan bersama tanpa banyak gangguan. Dan sekarang disinilah mereka berkumpul dan mulai memakan bekal masing-masing. Mereka tertawa dan bergurau, saling berbagi makanan. Hinata tidak bisa berhenti tersenyum, baru kali ini dia bisa bergabung dan merasakan bagaiman rasanya saat menghabiskan waktu dengan Ino dan teman-teman lainnya, ternyata bersama-sama itu lebih menarik dari sendirian.
"Lee, kalau makan jangan berlepotan seperti itu! Kau jorok sekali sih?" Terdengar suara Sakura yang mengomel, marah melihat cara makan Lee yang menurutnya sangat tidak baik. Lee yang terlalu bersemangat tidak peduli dengan mulutnya yang berlepotan.
"Hehehehehehehe aku sudah biasa seperti ini, Haruno-san!" kata Lee dengan senyum memikatnya. Sakura hanya bisa sweatdrop, gadis pingky tersebut mengambil sapu tangan di sakunya dan langsung memberikannya pada Lee.
"Bersihkan wajahmu sekarang juga atau aku akan menendangku Lee!" kata Sakura tajam.
"Hm ... Kau baik sekali padaku Haruno-san!" Lee yang lebay mendadak langsung mencucurkan air mata haru saat mendapatkan perhatian dari gadis yang memang sudah lama di sukainya diam-diam tersebut.
"Jangan lebay Lee!" kata Sakura yang sudah biasa dengan tingkah laku teman sebangkunya itu.
"Hahahahahahahahaha" Semuanya tertawa melihat reaksi teman sekelas mereka yang selalu di gosipkan punya hubungan tersembunyi tersebut.
"Lee-san dan Sakura-san pacaran ya?" tanya Hinata polos.
Semua pasang mata menatap Hinata termasuk Sasuke.
"M-maaf kalau salah!" Hinata menunduk dengan wajah memerah dan mulai melanjutkan acara makannya.
"Hahahahahahahaha" Semua yang ada di sana kembali tertawa kecuali pria raven yang tetap dengan reaksi datarnya.
"Aku memang menyukai Sakura-san dan ingin dia jadi pacarku!" kata Lee
"Tapi aku tidak menyukaimu tempurung kelapa!" kata Sakura sambil menjelirkan lidahnya.
"Sakura-san tega!" teriak Lee mulai lebay dan kembali membuat mereka semua tertawa, sementara Hinata? Gadis yang tidak pernah ambil tahu tentang apa yang terjadi di sekelilingnya hanya bisa memandang Lee dan Sakura bergantian dengan penuh tanda tanya.
'Sebenarnya mereka pacaran atau tidak,'
Seakan-akan bisa membaca reaksi wajah Hinata, Sambil tersenyum tipis Sasuke menyetil dahi gadis itu sehingga membuat perhatian Hinata sukses tertuju padanya.
"Nani, Sasuke-kun?" tanya Hinata sambil mengusap dahinya yang memerah karena sentilan dari Sasuke.
"Mereka berdua tidak punya hubungan apa-apa, Sakura hanya menganggap Lee Sahabat tidak lebih!" kata Sasuke pelan sehingga teman-teman yang lain tidak bisa mendengarnya.
"Eee? K-kenapa Sasuke-kun b-bisa tahu?" tanya Hinata penasaran.
"Himitsu!" jawab Sasuke sambil kembali menyentil dahi Hinata.
"Mou ... J-jangan menyentilku t-terus,Huh!" Sepertinya saat bersama dengan Sasuke sifat asli Hinata yang dipendamnya dalam-dalam mulai keluar, Sifat manja dan kekanak-kanakan. Gadis cantik itu cemberut dan menjelirkan lidahnya pada Sasuke.
"Aku menyentilmu agar kau bisa pintar." Kata Sasuke tanpa memandang Hinata, pria itu masih sibuk dengan makanannya. Dahi Hinata mulai mengerut, huh ... Sepertinya sejak bertemu dan mulai berteman dengan Sasuke, dahi Hinata semakin sering mengerut dari biasanya.
"Memangnya bisa berpengaruh? Hei ... Aku ini tidak bodoh." Dan sepertinya saat bersama Sasuke, cara bicara Hinata berlahan-lahan juga mulai berubah. Gadis itu sudah mulai menghilangkan kebiasaan gagapnya saat berbicara.
"Perasaan aku tidak pernah bilang kalau kau itu bodoh!" Kata Sasuke.
"?"
"Tapi kan ..."
"Hei ... Hei ... Kalian menganggap kami ini apa?" Tiba-tiba terdengar Kiba yang membuat Hinata dan Sasuke terdiam dan langsung menatap semua teman-teman mereka yang sejak tadi diam memperhatikan tingkah laku mereka.
Blush ...
"Ano ..."
" ... "
"Eee ..."
"Hahahahahahahaha, Kalian ... Jangan-jangan kalian ini ..." Ino si ratu gosip menatap mereka dengan tatapan jahil. Sepertinya gadis itu mulai memikirkan hal yang tidak-tidak untuk dijadikan gosip nantinya. Hinata mulai panik saat menyadari kalau ada yang tidak beres dengan cara Ino menatapnya.
"T-tidak, Ini bukan seperti apa yang kalian pikirkan!" Kata Hinata cepat sambil menggeleng-gelangkan kepala dan kedua tangannya dengan wajah memerah.
"Memangnya kau tahu apa yang aku pikirkan?" tanya Ino mulai jahil.
Blush ...
Tidak ada yang bisa Hinata lakukan selain diam dengan wajah memerah dan kembali melanjutkan makannya. Sementara Sasuke? Pria itu memilih untuk tidak memperdulikan mereka.
"Mou ... Ini-pig, jangan menggoda mereka. Kau ini ..." kata Sakura sambil tersenyum.
"Iya, Sasuke dan Hinata tidak mungkin pacaran." Kali ini Karin yang mulai berbicara. Dengan wajah cemberut gadis itu menatap Ino yang hanya nyengir tanpa dosa.
"Hehehehehehehe jangan marah Karin, aku hanya bercanda." Ino yang tahu Karin punya rasa lebih terhadap Sasuke berusaha untuk tidak membuat Karin cemburu dengan kedekatan Sasuke dan Hinata.
"Huh ... "
"Haah ... Dasar cewek!" Untuk pertama kalinya Shino bersuara setelah diam seribu bahasa.
Makan siang mereka sudah habis, dan sekarang mereka bersama berkumpul untuk mengistirahatkan perut mereka setelah diisi dengan makanan beberapa menit yang lalu.
"Ne Kiba, bagaimana keadaan Akamaru?" suara Ino memecahkan keheningan yang tercipta. Kiba yang duduk disamping Ino langsung tersenyum lebar, ya ... Beberapa hari yang lalu Akamaru si anjing kesayangannya terluka akibat diserempet motor, kaki kanan bagian depannya terluka cukup parah.
"Akamaru masih tidak bisa berjalan, tapi keadaannya sudah cukup baik dari kemarin."
"Syukurlah ..."
"Terima kasih sudah menemaniku untuk membawanya ke rumah sakit Ino!" kata Kiba dengan wajah memerah.
"Tidak apa-apa, lain kali kalau butuh bantuan jangan sungkan-sungkan minta bantuan ku lagi ya? hm ..."
"I-Iya," Kiba menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Tanpa mereka sadari teman-teman lain terus memandang mereka sambil tersenyum, meski ada diantara mereka yang tetap datar wajahnya dan aja juga yang masih bengong. Yah ... Hinata yang baru pertama kali berkumpul dengan mereka masih terus berusaha untuk mencoba mengerti akan situasi dan keadaan yang terjadi di sekelilingnya.
.
.
.
Pelajaran kedua dimulai. Sepertinya hari ini Kurenai-sensei tidak akan memberikan materi pelajaran. Hari ini sang wali kelas hanya akan menyampaikan sebuah pengumuman yang mungkin akan mengembirakan hati semua anak muridnya.
"Minggu depan sekolah kita akan mengadakan acara study tour ke sekolah lain dan semua siswa kelas satu wajib untuk ikut ya anak-anak!" Suara lembut Kurenai-sensei yang menyampaikan pengumuman untuk acara minggu depan berhasil mengukir sebuah senyuman di wajah seluruh anak muridnya kecuali Hinata. Mendengar kata-kata Kurenai-sensei barusan Hinata langsung berubah murung. Gadis cantik itu langsung menunduk dan memainkan pen miliknya, tatapannya kosong dan raut wajahnya jelas terlihat kalau gadis itu sedih.
"Eeehhh? Benarkah?" kata semua siswa di kelas serentak. Aura kegembiraan mulai terlukis dengan indah.
"Iya, kita akan ke Suna dan berkunjung ke sekolah paling terkenal disana!"
"Wah! Asyikkkk,"
"Hm ... Dan ingat, kalian diwajibkan untuk datang ya?"
"Baik!"
'Wajib datang ya?'
Sasuke sedikit heran dengan perubahan raut wajah Hinata, disaat semua siswa lain tertawa dan mulai merencanakan apa yang ingin mereka bawa saat study tour nanti, Hinata malah terlihat sebaliknya?
'Ada apa dengannya?'
"Kyaaaa! Saat study tour nanti aku akan pakai baju seksi agar Sasuke-kun tergoda padaku!" Pria dengan rambut pantat ayam yang tadinya tenang-tenang saja langsung menoleh kebelakang dan menatap ngeri seorang gadis yang berdiri dari bangkunya sambil memasang gaya seksi, mungkin untuk menggoda sang Uchiha bungsu agar tergoda dengan bentuk tubuhnya.
"Heh!" Pria itu langsung menggeleng-gelengkan kepalanya
"Shion, aku akan berpakaian lebih seksi darimu. Princess sok imut!" Kali ini giliran Karin yang berdiri dari tempat duduknya dan memasang wajah horornya pada Shion, gadis yang tadi mencoba untuk menggoda Sasuke.
"Kalau kalian ingin tampil seksi aku juga mau!" Kali ini gadis-gadis lain mulai ikut-ikutan.
"Aku juga!"
"Sasuke-kun pasti akan tertarik padaku!"
"Aku akan jadi yang paling seksi!"
"Aku akan jadi yang paling imut!"
Akhirnya seperti biasa, hampir seluruh siswa di kelas akan heboh sendiri. Sepertinya kehadiran Sasuke memang bisa membawa bencana, semua gadis-gadis liar itu tidak akan pernah mau mengalah.
"Teman-teman ... Kita berusaha bersama untuk menarik perhatian Sasuke-kun!" Teriakan Ino membuat semua siswa yang tadinya heboh langsung terdiam sejenak.
"What?"
Glek ...
Wajah Sasuke langsung pucat pasi membayangkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi padanya.
'Jangan jadi gila!'
"Kyaaa! Ino benar, kita harus bersaing secara sehat!" teriak semua gadis centil dan liar itu serentak.
"Dan kita juga harus mendukung siapa saja nanti yang akan jadi pilihan Sasuke-kun ya?" Sakura yang tadi hanya diam mendengarkan kata-kata temannya turut andil dalam 'pertandingan' resmi yang mungkin akan terjadi minggu depan.
Sasuke yang tidak mau masuk campur langsung kembali duduk seperti semula.
'Anak naka! Kau harus terima balasannya nanti. Heh!'
Pria itu melirik Hinata sebentar, senyum sinis muncul diwajahnya. Sasuke mendapatkan sebuah ide yang baginya cukup menarik.
'Akan ku buat kau menyesali perkataanmu dan semua idemu anak nakal!'
Seringaian melebar dan Hinata yang masih tidak menyadari bahwa sebentar lagi hidupnya akan jadi bahan permainan seseorang hanya termenung. Hinata yang saat ini sedang memikirkan hal lain masih tetap menunduk, gadis itu tidak yakin dia akan diijinkan untuk ikut study tour minggu depan. Gadis itu adalah anak sulung kelurga Hyuuga, seluruh keluarganya selalu melarang Hinata pergi jauh tanpa pengawasan dari salah satu keluarga ataupun pengawal yang bisa menjamin keselamatannya.
"Kenapa wajahmu jadi hodoh seperti itu?"
"Eee?" Sasuke memutar matanya bosan, si gadis itu selalu saja memberikan reaksi yang paling tidak disukainya. Sungguh!
"Tidak adakah reaksi yang lebih buruk dari itu?" tanya Sasuke datar.
"M-maaf," Kali ini giliran Sasuke yang mengerutkan dahinya, Hinata memang pemalu dan pendiam tapi rasanya reaksi yang Hinata berikan saat ini benar-benar terasa bukan seperti diri Hinata. Setidaknya itulah yang dipikirkan oleh Sasuke.
Hinata menunduk dan kembali melamun.
"Buat lagi wajah seperti itu dan aku yakin kau akan jatuh cinta padaku!"
"Ha? J-Jatuh c-cinta? A-apa hubungannya?"Hinata yang baru saja melamun langsung kembali tersadar, gadis itu memandang Sasuke penuh tanda tanya dengan wajah memerah.
"Kau melamun tentangku kan?"
"Eeehhh? J-Jangan salah faham, Kau t-terlalu percaya diri, Sasuke-kun!" Hinata menggelengkan kedua tangan dan kepalanya cepat-cepat, rona merah di wajahnya semakin terlihat dengan sangat jelas.
'Kembali seperti semula kan? Hm ...' Pria itu membatin dan tersenyum dalam hati. Hinata memang mundah sekali untuk dipancing.
"Bodoh, mengaku saja!"
"Aku tidak memikirkan S-Sasuke-kun, Aku memikirkan tentang a-ayahku!" kata Hinata dengan wajah cemberut.
"Ha?"
"Ayahku pasti tidak akan mengijinkanku untuk ikut study tour, dia tidak pernah mengijinkanku untuk pergi ketempat yang jauh-jauh tanpa adanya pengawasan!" kata Hinata hampir menangis. Sasuke senang, umpannya untuk membuat Hinata menceritakan apa yang sekarang sedang dipikirkannya berhasil.
"Kan pergi sama teman-teman dan guru!"
"Ayahku berbeda! Dia ..."
"Jangan katakan," Sasuke memotong kata-kata Hinata.
"Ee ... Kenapa?"
"Aku tidak tertarik!" Benar-benar kata yang menusuk, Hinata yang cemberut langsung kembali menunduk dan pura-pura menulis tanpa menghiraukan Sasuke sama sekali.
'Sasuke-kun bodoh!'
Dan Sasuke pun menyeringai lagi tanpa sepengetahuan Hinata.
"Pergi bersama-sama dengan teman sekelas pasti menyenangkan!" kata Sasuke sengaja untuk memanas-manasi Hinata.
"Aku tidak peduli!" kata Hinata tanpa memandang wajah Sasuke.
"Memangnya aku bicara padamu?"
Blush ...
Wajah Hinata memerah karena malu, ya ... Gadis itu tahu kalau sebenarnya kata-kata itu ditujukan padanya, hanya saja si pria pantat ayam itu tidak mau mengakuinya. Itulah yang ada dipikiran Hinata.
"Aku mau keluar saja!" Sepertinya angin Hinata benar-benar sedang buruk, dia tidak berniat untuk beragrumen disaat hatinya sedang tidak tenang, Hinata bangkit dari kursinya dan langung pergi meninggalkan Sasuke tanpa peduli dengan pria yang menatapnya heran Hinata yang aneh dari biasanya sedikit membuat pria Uchiha tersebut khawatir, dia tidak suka Hinata yang seperti itu.
'Dia mungkin sangat ingin pergi study tour,'
.
.
.
Sejak TK sampai sekarang Hinata tidak pernah mengikuti kegiatan sekolah, tidak pernah ikut organisasi apapun dia tidak pernah bisa bebas.
'Alasan apa yang harus aku berikan pada pihak sekolah?'
Hinata duduk di taman sekolah sendiran, melihat kupu-kupu terbang dan menghisap madu segar dari bunga-bunga yang tumbuh di taman yang tidak begitu besar itu. Gadis itu tersenyum, kupu-kupu dengan beragam warna itu benar-benar menarik.
'Apakah di sekolah yang akan dikunjungi nanti akan ada taman yang punya banyak bunga dan kupu-kupu ya?' Hinata membatin sambil membayangkan taman sekolah yang mungkin ada di sekolah lain.
Tanpa disadarinya, Sasuke sedari tadi terus memperhatikannya, melihat betapa manisnya yang akan dijadikannya bahan percobaan tersebut. Hinata yang duduk di taman dengan dikelilingi oleh bunga-bunga berbagai warna dan kupu-kupu yang beragam benar-benar membuat hati Sasuke tenang dan menghangat.
'Kalau benar kau ingin pergi maka aku akan membuatmu pergi!'
.
.
.
"Sasuke-kun, Sepertinya dari tadi kau melamun terus!" Gadis itu membuka pintu rumah mereka dan mulai membuka sepatu sekolahnya diikuti oleh Sasuke yang tadi ada di belakangnya.
"Tidak juga!" jawab Sasuke singkat. Gadis cantik itu langsung cemberut, menjelirkan lidahnya dan dan langsung menjewer telinga Sasuke membuat orang yang dijewer langsung meringis kesakitan.
"Oi! Sakit anak nakal, lepaskan!" Sasuke berusaha untuk melepaskan telinganya dari genggaman sang gadis cantik pujaan hatinya.
"Em ... Berani mencoba bersikap dingin padaku, heh?"
"Cih! Aku hanya kesal, puas?" Setelah telinganya bisa lepas dari ngengaman sang gadis, Sasuke beranjak pergi dan beranjak pergi ke ruang tamu. Menghempaskan tubuhnya di kursi sofa dan langsung memejamkan kedua matanya seperti biasa. Sementara itu sang gadis langsung menuju dapur, memasang celemek warna hijaunya dan mulai bersiap-siap untuk memasak.
"Sasuke-kun, kau ingin makan apa?" teriak si gadis cantik sambil mengeluarkan peralatannya yang akan digunakan untuk memasak.
"Aku tidak mau makan!" Sepertinya mood buruk Hinata juga menjangkit pada Sasuke, entah apa yang terjadi tapi yang jelas pria itu sedang berada dalam kondisi mood yang benar-benar cukup buruk. Si gadis langsung mendatangi calon tunangannya dan duduk disampingnya.
"Sepertinya aku ada salah ya?" tanya si gadis sok polos.
"Heh ... Jangan pura-pura tidak tahu," Sepertinya alasan kenapa mood Sasuke jadi buruk sekarang berlahan-lahan mulai terungkap.
"Hm ... Cemburu?" tanya si gadis menggoda.
"Ditambah kesal." Sasuke langung menarik gadis itu agar lebih dekat denganya, memeluknya dan berbisik padanya. Si gadis tersenyum dan langsung membalas pelukan sang calon tunangan.
"Percaya padaku, tidak ada orang lain yang akan bisa menggantikan tempatmu dihatiku Sasuke-kun. Aku sudah terlanjur menyukaimu!"
"Aku tahu," gumam Sasuke. Pria itu memeluk si gadis lebih erat, seakan-akan tidak ingin membiarkan si gadis menjauh darinya.
"Kau akan mendapatkan balasan atas apa yang kau lakukan padaku hari ini."
Si gadis tidak bisa lagi menyembunyikan senyumnya, gadis cantik itu tahu apa yang membuat Sasuke kesal bukan hanya karena kejadian yang terjadi di atas atap sekolah tapi juga apa yang telah diucapkannya di kelas tadi.
"Aku menantikan balasanmu. Hm ..."
"Anak nakal menyebalkan!"
"Terima kasih, aku menyayangimu Sasuke-kun!"
Sasuke tersenyum.
"Dan aku membencimu!"
"Jadi bagaimana dengan Hinata?"
"Hinata dia ..."
.
.
.
Sejak pulang sekolah tadi Hinata terus mengurung dirinya di dalam kamar, tidak mau makan siang dan hanya duduk meringkuk di ranjang. Sudah beberapa orang yang mencoba memujuknya untuk makan tapi sama sekali tidak berhasil. Hinata benar-benar keras kepala, bahkan saat matahari sudah terbenam dan tiba waktunya makan malam si gadis mungil itu sama sekali tidak mau keluar dari kamar.
Tok ...
Tok ...
Tok ...
"Nona, ayolah makan dari tadi siang Nona belum makan sama sekali!" Pelayan cantik itu kembali berusaha untuk memujuk Nona sulungnya untuk makan malam.
"Aku tidak lapar Shizune-nee," kata Hinata tanpa membuka pintu kamarnya.
"Nona, apa Nona ada masalah?" tanya pelayan bernama shizune khawatir.
"Tidak apa-apa, aku hanya tidak ada mood!"
Beginilah sikap Hinata yang tidak diketahui orang lain selain keluarganya, jika gadis itu ada masalah maka dia akan mengurung diri dikamar dan tidak mau keluar selama seharian penuh. Gadis itu tidak akan mau menceritakan apa yang mengganggu pikirannya pada siapapun. Hinata benar-benar anak yang aneh, itu lah yang selalu pelayan katakan tentangnya
Jam sudah menunjukkan angka 08.00 malam dan Hinata masih tetap tidak mau membuka pintu kamarnya, ayah Hinata sedang ada diluar kota bersama dengan adiknya. Tingkah laku Hinata membuat seluruh pelayan rumah menjadi Khawatir. Berbagai cara sudah digunakan tapi tidak kunjung berhasil.
.
.
.
"Saya akan menjaga anak tuan dan saya jamin dia akan selamat!"
"Anda boleh menghukum saya jika hal itu terjadi."
"Saya adalah keturunan Uchiha. Melanggar janji dan berbohong bukan cara kami, tuan tahu sendiri kan?"
"Dia akan pergi?"
"Terima kasih tuan."
"ya, kita akan bertemu besok malam jika tuan masih tidak percaya kalau aku adalah Sasuke Uchiha!"
"Selamat malam!"
Pria itu meletakkan gagang teleponnya dan kembali duduk disamping kekasih tercintanya yang sedang menonton TV.
"Sudah selesai?" tanya si gadis.
"Hn ..."
"Hm ... Hinata pasti akan senang kan?"
"Entahlah itu sama sekali bukan urusanku!"
"Dasar Sasuke-kun, hm ... Aku tidak sabar menunggu minggu depan!"
'Minggu depan nanti aku yakin kau akan cemburu berat, dasar anak nakal!'
Tbc ...
Balasan review:
n: iya, apa yang n bilang emank benar. Hehehehehehe makasih udah suka ama fic gui gui. :D hurtnya gui gui usahain buat bikin yang nge hurt, tapi gak yakin bakal berhasil atau kagak. *semoga berhasil* habis baca review dari n percaya atau kagak gui gui langsung ngetik chapter duanya lo. Hehehehehe kalo Sasu cocok ama cewek kayak gitu, berarti ni fic bisa jadi sad ending? Hm ...
Evilysa: makasih udah dibilang bagus, hm... Segini udah bisa dibilang cepat kagak? :D insyaallah gui gui emank ada rencana mau bikin, tapi tunggu fic ini atau fic gui gui yang lain tamat satu ya. hm...
Rosecchi : iya nih, kayaknya Sasuke emank semakin membuat Hinata menderita deh kayaknya. *plak* ini udah gui gui update, maaf kalau kelamaan. :D
Widdy: gui gui ikutan speechless. :D ini udah yang paling kilat yang gui gui bisa.
jenaMaru-chan : makasihhhh! Sakura bukan ya? kasih tau gak ya? *plak* hehehehehe nanti lama-lam a pasti tau cewe itu sakura atau bukan *double plak*
Minami Eika: kekasih Sasuke itu cewe* dibantai* hm ... siapa ya? di chapter ini ada clue tuh siapa ceweknya. Udah bisa nebak kan? Hm... alasan kenapa udah disinggung dikit di chapter satu. :D kalau nanti akhirnya mau sad ending kayaknya bakal iya deh minami-san. :D gak apa-apa kok panjang, gui gui malah lebih suka review yang panjang. Hm ... Ini udah update terkilat yang bisa gui gui buat.:D
Salam kenal juga!
Gece : hallo juga ... Sakura gak ya? hm ... Gui guj berencana untuk buat cewenya Sasuke itu misteri dikit yang mudah ditebak. Hm ...
Lily purple lily: halo juga putri! :D makash udah dibilang lucu . Hm...ini udah kakak update nih. :D
Valeria lucifer: aduh, gui gui harus ngomong apa ya? makasih aja deh ya udah mau nambahin jumlah review gui gui. :D
Indigo Mitha-chan: ini udah diupdate, maaf gak bisa cepat-cepat Sasuke bisa di tebak kan siapa? Hm ... Hinata mau di jadikan bahan permainan!
Meriika chan: satu kata juga deh buat dirimu meriika chan, MAKASIH!:D Ini udah di update. Hm ...
Sugar Princess: makasih! :D kayaknya Hinata emank bakal trauma lg deh kalau akhirnya Sasu gak suka ama dia kan? *dibantai Hinata FC* :D dari ceritanya kayaknya sama kan? Tapi entahlah, pacar Sasu and Naru belum dikenalin nih ke gui gui. *plak* gui gui senang deh princess penasaran, hehehehehehe
Nilafishy94: Makasih! :D hahahahahaha iya itu emank cuman rencana Sasu ama pacarnya doank Nila, *sok akrab* semoga aja Hinata kuat ya kalau harus patah hati dua kali. *plak* tentang pacar Sasu itu gui gui juga gak tau, masih belum dikenalin nih. Cuman dikasih hints doank, Nila bisa nebak gak? *plak*
Hime no rika: Sakura bukan ya? hehehehehehe gak tau uga deh nih, kenapa bisa tau?chapter depan guigui kasih penjelasan dikit ya, XD
Qyoca sunzlove: ini udah di update ... XD maaf gak bisa cepat, guigui baru pulang dari liburan soalnya. Tentang cewe misterius bisa ditebak dichapter ini gak? hehehehehe
Chapter ke dua emank membosankan banget, gak tau deh kenapa *gak mau ngasih alasan* disini guigui cuman ingin ngasih hints tentang siapa cwenya Sasuke aja. Chapter depan baru dibikin banyak Sasuhina ya ...
Minna! Makasih banget udah sudi ninggalin review untuk fic gui gui yang ahhh ... Gak tau deh harus bilang apa, pokoknya makasih dah! :D untuk chapter dua ini, maaf kalo teman-teman gak puas. Hanya ini yang bisa tulis dengan otak gui gui yang benar-benar pas-pasan.
Read and review lagi ya?
Arigatoo gozaimasu!
