Just A Game?
Pairing: Sasuhina
Gendre: Romance but not romantic
Rated: T
Warning: segala macam jenis warning berkumpul deh.
Disclaimner: Masashi Kishimoto of course
Balasan review:
Ika-chan: wahhh!ika-chan jadi reviewer pertama. :D *peluk ika-chan* gak ... gak bakal sad ending kok, tapi juga gak bisa dibilang happy ending nantinya. Ditengah-tengah gitu deh, ada yang happy ada juga yang kagak. :D
Indigo Mitha-chan: hehehehehehehe jadi malu... *ngais aspal* maaf gak bisa update kilat. Mitha-chan.
Evillysa: iya, ini emank udah hampir puncak banget dah. Gui gui sibuk ngerjain tugas kuliah say, sama gak ada mood mau nulis, makanya jadi lelet. Hehehehehehehe gomen... hahahahhahaha Gaara-nya? Gomen, tapi gui gui sengaja. Sengaja bikin kayak gitu biar stresnya gui gui sedikit hilang. :D *digiling gaara*. Iya itu Ino, bukan Sakura. Evilysa tertipuuuu! *loncat dari tebing* ok, gui gui bakal tetap semangattttt :D
Sugar Princess71: Huwaaa dapat hapee! *ngambil Hp-nya Su-chan yang dibanting* :p iya, semuanya dari yang merancang game itu adalah Ino yang jadi tunangnya Sasu, bukan Sakura lo ... hehehehehehehe
Anne Garbo: Bener donk, :D hehehehehehe Sasu dari dulu emank super kawai kayak gui gui *diiket* emmm... berarti gui gui berhasil donk bikin kejutan. :p
Zena Scarlet: Zena! *hapus background-nya Zena* Tu lah, Zena gak mau mampir, ketinggalan info kan jadinya. *?* hm ... gui gui jadi terharu deh Zen. Hehehehehe terharu banget baca review dari Zena. Sungguh... :D
Guest: arigatooo. :D
Chikuma yafa-DamselFly: Salam kenal juga, Chikuma-chan. makasih banget! :D errr ... kayaknya Chikuma-chan salah faham deh. Gaara biarin nyium Hinata ... emmm ...
Lily Orion Black: hehehehehehe Senang mendengarnya Lily. Gui gui bakal tetap bersemangat!
Lily purple Lily: hehehehehehe Iya donk putri. Kalo gak posesif gak seru. :D Whua ha ha ha ha ha ha Kita sependapat Putri, Sasu harus ngerasain ciumannya banci. Lho bingung. Kok bisa? *digiles*
Bonbon 0330: makasih! Ini udah dilanjutkan Bonbon. *oh my, i like your name. Bon bon. :D*
N: NNNN ... dirimu kemana? Kok udah lama banget gak mampir ke kotak reviewnya gui gui? :D aduh, gui gui jadi terharu deh, *colek N* shu ... senang banget dah N bilang Hurtnya kerasa. Gui gui senang bangettt. :D btw, N... minta alamat Fbnya donk... :D
Imouto:Terserah anggah donk dek. :p hehehehehehehehe
Little Claris-Chan: makasih udah dibilang seru, maaf ya gui gui gak bisa update cepat. lagi buntu ide soalnya. Hehehehehehe
Lizy94:makasih udah dibilang keren, ini kelanjutannya nih, maaf ya gak bsa update cepat...
Kirei Murasaki: ini udah dilanjut,semoga gak lagi penasaran ya? :D
Herlin-chan : Senangnya ada yang favoritin fic gui gui :D hehehehehe ini udah dilanjut Herlin-chan... maaf ya telat.
mini cent-pie : salam kenal juga... makasih udah dibilang menarik. Hehehehehehe
Guest : ini udah diupdate guest-san. Maaf telat...
Nivellia Yumie : gak apa-apa telat, yumie-chan udah sudi ngereview aja neechan udah sangat senang banget. Hehehehehe eh? Tunanganya Gaara? Yah, fic ini udah mau selesai, yumie-chan telat requestnya. Tunangannya Ino udah ada orannya tersendiri yumi-chan. Heheheheheheh gomenne... Narusaku mungkin jadian deh. Happy ending? Diusahakan! :D
Minna! Makasih bangettttt udah sudi ninggalin review buat fic gui gui yang satu ini. *nangis* makasih banget dah, i love kalian semua! Heheheheehehehe semoga gak nyesal ngebaca dan ngereview gic gui gui ya?
Karena review dari kalian semua, gui gui jadi bisa ngelanjutin fic ini. Soalnya habis baca review kalian baru semangat buat nulis kelanjutannya. :D
GUI GUI M.I.T
Wajah tampan itu begitu dekat, nafas yang keluar dari hidungnya mampu membuat tubuh Hinata tidak bisa bergerak sedikitpun. Tubuhnya Kaku, matanya melebar dan hanya mampu menatap lurus pada sepasang bola mata seorang Sabaku No Gaara yang telah membuatnya terpukau. Hanya tinggal sepuluh sentimeter lagi dan kedua bibir itu akan segera menyatu tanpa sedikitpun penghalang yang akan mengganggu.
"Sulit untuk menciummu jika mata besarmu itu tetap terbuka, Hime!" kata Gaara dengan senyum maut yang begitu menggoda.
"Eeh?" Hinata refleks menutup kedua matanya, membiarkan Gaara mendekat dan mengurangi setiap Inchi jarak diantara mereka.
"Hinata!"
.
.
.
"Hmphhh..." Bibir itu terasa begitu lembut, mampu membuat seorang Gaara tersenyum di sela-sela ciumannya. Semua mata yang menyaksikan pemandangan tidak lazim tersebut langsung menahan nafas dengan mulut yang tanpa sadar dibiarkan terbuka. Tidak akan ada yang percaya melihat pemandangan tersebut jika tidak melihatnya secara langsung.
Sasuke berdiri terpaku dengan mata yang terbuka lebar.
'Sial.' Pria itu membatin.
Hinata menahan nafasnya, mengikut jejak penonton yang mengelilingi mereka.
"G-Gaa ... Gaara-kun ..." gumam gadis itu pelan dan tanpa sadar menggigit telunjuk jari kanannya sendiri.
Tiga menit waktu berlalu dalam diam tanpa ada sedikitpun pengganggu, dalam hati Gaara bersorak riang, bangga karena akhirnya dia mampu mencium gadis yang selama ini selalau diimpikannya.
Waktu terus berlalu, jika bukan karena pasokan udara yang tidak bisa lagi membuatnya untuk terus bertahan, sudah pasti ciuman mesra tersebut akan terus berlangsung, tapi apakan daya... Pria berambut merah tersebut masih ingin hidup. Dengan berat hati Gaara melepaskan ciuman mautnya, berlahan-lahan kedua mata itu terbuka, tidak sabar ingin melihat bagaimana reaksi Si gadis tercinta setelah mendapatkan ciuman hangat darinya.
"Hm ... Seperti dugaanku, bibirmu jauh lebih manis dari bibir-bibir gadis lain yang pernah mendapatkan ci ..."
1 detik ...
Perkataan seorang Sabaku No Gaara berhenti tiba-tiba.
2 detik ...
Wajah yang tadinya terlihat berseri kini langsung berubah warna.
3 detik ..
Rasa mual itu langsung datang saat dirinya mengingat bagaimana cara dia mencium orang yang kini berdiri dihadapannya. Orang itu menatapanya dengan seringaian iblis dan tangan yang sudah mengepal erat, seakan-akan sudah siap untuk menghabisi hidupnya.
"Hn ... Dari dulu bibirku memang sangat manis, Setan merah!" Sasuke berkata dengan gaya khasnya, memperlihatkan senyum iblis yang bisa membuat siapa saja jatuh pingsan saat melihatnya.
Gaara tidak mampu berkata apa-apa, tangan kirinya menyentuh lembut bibir tipisnya dengan mata yang masih terus melebar.
5 detik ...
10 detik ...
"What the Fuck man! Kenapa aku bisa menciummu, PANTAT AYAM!"
Bruakkk ...
Tinjuan maut dari seorang Uchiha Sasuke langsung membuat Gaara jatuh terpelanting menabrak dinding belakangnya.
"S-Sasuke-kun!" Hinata yang tadinya jatuh terduduk akibat dorongan tiba-tiba dari Sasuke langsung bangkit dan mendekati Pria tersebut, akan tetapi langkahnya langsung terhenti saat dirinya mendapati sepasang mata Sasuke kini menatapnya tajam.
"Aku tidak menyangka kau bisa semurah itu." Kata-kata tajam yang dilontarkan oleh Sasuke langsung membuat Hinata terpaku dengan mata kosong. Apakah maksud dari perkataan Sasuke tadi adalah, dia gadis murahan? Tidak... Hinata sama sekali bukan gadis seperti itu.
"S-Sasuke-kun..." Gadis Indigo tersebut hanya mampu menggeleng pelan.
Aura mencekam langsung terasa keadaan mendadak berubah membuat penonton yang menyaksikan pertunjukan gratis tersebut langsung menahan nafas, takut dan terkejut.
"Sial!" Gaara bergumam pelan, menyeka darah yang keluar dari hidung dan bibirnya kemudian bangkit. Berdiri menghadap Sasuke yang masih menatapnya tajam, Pria itu tersenyum kesal dan kemudian ...
Brakkk ...
Dinding tidak bersalah yang tadi menjadi tempatnya bersandar secara paksa langsung menjadi korban kemarahan Gaara. Hinata lagi-lagi hanya bisa menahan nafas,tubuhnya sudah kaku membuatnya hanya bisa menjadi seorang penonton.
"Kau membuat semuanya kacau, brengsek!" Gaara mendekat pada Sasuke, menyentuhkan bahu kirinya dengan bahu kanan Sasuke.
"Heh, aku harus menyelamatkan Snow White dari pangeran palsu yang berniat jahat padanya." kata Sasuke dingin. Gaara yang mendengarnya hanya tersenyum geli, berusaha untuk tidak memukul pria didepannya dan tetap bersikap tenang seperti biasa.
"Aku bukanlah pangeran palsu, Uchiha Sasuke-sama!" Gaara menyindir.
Sasuke mengeram, mengepalkan kedua tangannya dan siap untuk memukul wajah sok berlagu di depannya.
"Aku tidak punya urusan denganmu!" Sasuke mendorong tubuh Gaara menjauh, mengalihkan pandangannya pada Hinata dan langsung menarik tangan gadisnya tersebt. Sasuke ingin segera membawa Hinata pergi dari ruangan menyebalkan tersebut.
"Kau harus memberiku penjelasan, brengsek!" kata Sasuke tajam. Hinata hanya bisa memejamkan matanya dan membiarkan tubuhnya terseret kasar. Saat ini menentang kehendak Sasuke bukanlah pilihan yang tepat. Sebutir air mata jatuh saat matanya tertutup sempurna, kenapa dia bisa jatuh cinta pada pria kasar dan menyeramkan seperti Sasuke?
" Sasuke!" Gaara tidak bisa mengejar pria brengsek yang mengganggunya tersebut. Saat ini tubuhnya sedang ditahan oleh hampir semua teman sekelas yang tidak mau menyaksikan ada pertengkaran di festival sekolah mereka.
GUI GUI M.I.T
Sakura berdiri terpaku, menatap penuh damba sosok pria yang kini sedang mendrable bola menuju sebuah ring didepannya. Saat ini gadis berambut merah muda tersebut berada di lapangan basket, menyaksikan bagaimana pria yang begitu dirindukannya selama ini sedang berlatih.
"Dia tetap keren seperti biasa," gumam gadis itu bangga. Disampingnya Ino hanya bisa tersenyum lembut, entah kenapa ada rasa aneh yang sekarang menganjal di benaknya.
"Forehead, aku keluar ya?" bisik Ino pelan, Sakura menoleh kearah sahabatnya dan langsung mengernyit tidak suka.
"Kau ingin meninggalkan aku sendirian, kenapa tega sekali?" Sakura cemberut, tidak suka jika Ino pergi.
"Kan kau sudah ketemu sama Naruto. Aku harus ketemu Sasuke," kata Ino.
"Sasuke, Kenapa?" tanya Sakura heran.
"Himitsu!" Ino menyentuhkan telunjuknya pada bibir tipisnya, menyeringai kecil dan langsung pergi meninggalkan Sakura.
"M-mengerikan..." gumam Sakura pelan, gadis itu hanya bisa melihat punggung sahabatnya yang semakin lama semakin menjauh. Ahhh... dia akan sendirian sekarang.
Duag...
Bruakk...
"Ittai!" Gadis itu merintih kesakitan saat dengan tiba-tiba saja sebuah bola basket mendarat ke kepalanya dan langsung membuat gadis itu jatuh tersungkur.
"I-Itaii..." Disudut matanya terlihat sebutir airmata yang hampir keluar. Dihantam dengan bola basket bukan hal yang tidak sakit lo... kini gadis itu terduduk sambil mengusap kepalanya yang mungkin sudah benjol.
"Ah, gomen..." Pemuda pirang yang tidak sengaja melemparkan bola basket tersebut berlari mendekat, merasa bersalah dengan apa yang barusan dilakukannya.
"Kau tidak apa-apa?" Pria tampan tersebut duduk didepan Sakura, menyentuh pundak Si gadis yang masih menundukkan kepalanya hingga wajahnya tersembunyi dibalik uraian rambut panjangnnya.
Deg...
Deg...
Deg...
Sakura sangat mengenali suara ini.
"Naruto..." Gadis itu mendongak, menatap mata shapire lembut yang kini menatapnya tidak percaya.
"S-Sakura-chan?" Sakura bisa melihat dengan jelas bagaimana reaksi kaget dan tidak percaya yang sekarang ditunjukkan oleh Naruto.
"Hm... aku menemukanmu, Baka!"
.
.
.
Brakkk...
Tubuh lemah tersebut menghantam dinding dengan keras, Sasuke terlihat lebih berang sekarang. Bagaimana tidak? Dia hampir saja melihat gadis incarannya berciuman dengan pria lain, bahkan dirinya saja belum pernah mencium gadisnya tersebut. Hanya orang yang tidak waras saya yang tidak akan marah dengan hal seperti itu kan?
"Sasuke-kun..." panggil Hinata pelan.
"S-Sakit..." sambung gadis itu lagi.
"Cih!" Sasuke membuang muka, sama sekali terlihat tidak peduli dengan rasa sakit yang mendera gadis didepannnya kini.
"Hatiku jauh lebih sakit!" Tangan kanan Sasuke mencengkram tangan mungil Hinata dan menyentuhkannya ke dadanya, tempat dimana rasa sakit itu bersarang. Sementara itu, tangan kiri Sasuke masih tetap mencengkram erat bahu Hinata. Gadis itu meringis pelan, tidak menyangka kalau pemuda ini bisa sebegitu kejamnya pada dirinya.
Hampir saja air mata itu jatuh jika dia tidak sadar akan satu hal, kenapa?
Kenapa pria itu begitu peduli padanya? Kenapa Sasuke-kun melakukan semua ini? Kenapa dia marah saat Gaara akan menciumnya, kenapa? Bukankah hubungan mereka sekarang tidak lebih dari sekedar teman biasa?
Muncul sebuah harapan besar dalam diri Hinata, apakah Sasuke melakukan itu semua karena pria itu suka padanya? Karena pria itu ingin memilikinya? Hinata bukan gadis bodoh, meski sedikit tidak peka tapi gadis cantik tersebut bisa sadar sekarang, semua sikap yang ditunjukkan oleh Sasuke bukanlah sikap yang pantas ditujukkan oleh seorang teman. Dia yakin, sangat yakin malah. Saat ini Uchiha Sasuke, siswa baru dikelasnya itu jatuh cinta padanya.
Seulas senyum tanpa sadar diperlihatkan oleh Hinata dan membuat Sasuke yang masih berusaha untuk menetralkan emosinya yang memuncak mengernyit heran. Gadis itu menggunakan sebelah tangannya yang terbebas untuk mengusap pelan wajah Sasuke dan menatap dengan tatapan yang bisa menyejukkan hati Seorang Uchiha Sasuke yang semula panas.
"Kau tau Sasuke-kun? Tingkahmu yang seperti ini membuatku berfikir satu hal." kata Hinata yang diiringi oleh sebuah senyuman tipis. Sasuke semakin tidak mengerti...
"Hn?"
"Entah kenapa aku merasa kalau aku dicintai olehmu." Wajah Hinata memerah saat mengatakannya, masih dengan senyuman tipis yang sekarang terkesan malu-malu... Hinata menunduk dan menurunkan tangannya dari wajah Sasuke. Gadis itu menunggu, ingin melihat bagaimana reaksi dari pria tersebut.
"Eh?" Tanpa sadar Sasuke sedikit menjauh, melepaskan semua pegangannya pada Hinata dan terlihat sedikit salah tingkah. Bagaimana tidak? Selama ini yang ada dipikirannya hanya Ino, hanya gadis itu yang mengisi pikirannya. Gadis itu yang selalu membuatnya jatuh cinta berkali-kali, jadi... bagaimana mungkin Hinata bisa berbicara seperti itu? entah kenapa wajah Sasuke memerah seketika.
"Jangan bercanda." Sasuke berusaha untuk tidak terbawa suasana, bagaimanapun juga... saat ini yang dicintainya hanyalah Ino seorang, tidak ada dan tidak mungkin ada yang lain.
"Kau terlalu percaya diri!" Pria tersebut semakin mundur hingga akhirnya menabrak sebuah kursi dan langsung terduduk diatasnya. Sasuke menggaruk kepalanya yang tidak gatal, memutar kepalanya kesegala arah dan terlihat sulit untuk bernafas seperti biasa. Jujur saja, saat ini jantungnya berdetak dengan sangat kencang.
"Bagaimana mungkin..."
Hinata semakin tersenyum geli melihat tingkah Sasuke, entah kenapa dimatanya kini Sasuke terlihat seperti orang yang salah tingkah akibat rahasia yang dipendamnya terbongkar. Hal itu semakin menambah rasa senang di hati Hinata, semakin membuatnya yakin bahwa apa yang dipikirkannya itu benar.
"Hm..."
Tanpa mereka sadari, sepasang mata shapire menatap mereka, mengintip dibalik dinding dan ikut tersenyum seperti Hinata, gadis tersebut sadar... cinta itu datang tanpa kita sadari, dan perasaan juga bisa berubah seiring dengan berjalannya waktu. Orang yang saat ini mencintaimu bisa saja berpaling dan mencintainya orang lain dikemudian hari. Melihat bagaimana wajah Sasuke yang terlihat begitu salah tingkah, gadis itu sudah tau pasti... Hati pria itu bukan lagi untuk dirinya.
"Kau lihat foto ini?" Ino menunjukkan selembar foto pada Sasuke yang baru saja mendudukkan dirinya diatas sofa empuk, pria itu baru saja pulang dari sekolahnya.
"kenapa dengan foto ini?" Sasuke terlihat tidak begitu tertarik dengan apa yang diperlihatkan Ino padanya. Didalam foto segiempat tersebut terdapat gambar seorang gadis cantik dengan rambut indigo dan mata lavender, sekilas Sasuke melihat sosok ibunya saat melihat foto tersebut.
"Bagaimana menurutmu, dia cantik kan?" tanya Ino terdengar begitu antusias.
"Katakan, apa maumu?"
Ino tahu, sejak dia memperlihatkan foto Hinata pada tunangannya waktu itu, Sasuke sudah sedikit tertarik pada Hinata. Dia tahu, Hinata mengingatkan Sasuke pada sosok ibunya yang sudah meninggal sejak lama. Ino mengerti, itu sebabnya dia memilih Hinata. Gadis itu jauh lebih pantas untuk Sasuke berbanding dirinya...
"Kita adakan permainan!"
"Permainan lagi? Sekarang siapa yang menjadi targetmu?" Sasuke terlihat malas menanggapi ucapan anak nakal disampingnya.
"Sasuke-kun, kali ini permainannya sedikit beda. Kau tau, aku punya satu ide... bagaimana kalau kau membuat gadis yang ada didalam foto ini jatuh cinta padamu, Seru kan?"
Ino bisa melihat wajah Sasuke yang terlihat sangat terkejut dan tidak percaya dengan apa yang diucapkannya.
"Jangan bodoh!"
"Ayolah... kau harus mau! Permainan ini akan berakir saat gadis ini mengungkapkan cintanya padam,u ya?"
"Ino..."
"Mau ya?" Gadis itu memelas, merayu Sasuke dengan jurus puppy eyes andalannya.
"Bagaimana kalau aku yang jatuh cinta padanya."
"Kau tetap akan mencintaiku!"
"Cih!"
"Ayo Hinata, ungkapkan perasaanmu!" gumam Ino pelan.
GUI GUI M.I.T
"Kau marah saat ada yang mengirim surat cinta untukku, k-kau juga semakin bertambah marah saat Gaara berniat untuk menciumku," kata Hinata sambil berjalan mendekati Sasuke dengan tetap memperlihatkan senyum bahagianya.
Sasuke menunduk, tidak mau Hinata mengetahui bahwa saat ini wajahnya memerah.
"Kau juga begitu perhatian, kau menjagaku saat aku mabuk di bis, hm... kau sering menggangguku d-dan selau b-bilang kalau a-aku menyukaimu!" Entah kenapa Hinata menjadi begitu gugup saat kini dirinya sudah duduk disamping Sasuke. Didalam hatinya gadis itu sudah memutuskan, Hari ini adalah saat yang tepat untuk bertanya pada Sasuke. Dia harus mengetahui alasan kenapa pria itu memperlakukannya berbeda dibandingkan dengan teman-temannya yang lain.
"Bodoh!" Sasuke mengangkat kepalanya tapi tidak menatap Hinata, pria itu menatap kearah lain.
"Apa kau mencintaiku?" Hinata memilih bertindak lebih dulu, gadis itu menangkup wajah Sasuke dan memaksanya untuk bertatapan dengannya.
Glek...
Sasuke menelan ludah, saat ini wajah mereka begitu dekat. Mata Hinata menunjukkan sebuah keyakinan yang sangat besar, dan wajahnya terlihat begitu bahagia.
Jantung Sasuke semakin berdetak dengan kencang, perasaannya tidak menentu. Dia tidak mengerti kenapa, tapi saat melihat wajah Hinata seperti ini membuatnya tidak bisa berfikir dengan jernih.
'Aku menyukai gadis ini? Tapi bagaimana dengan Ino dan g-game...'
Mata Sasuke membulat sempurna saat dia menyadari satu hal. Saat ini dia masih bermain dengan Game yang buat oleh Tunangannya, dan itu artinya...
'Aku tidak boleh terjerat pada pesonanya...'
"Sasuke-kun?" Hinata semakin tidak sabar untuk mendengar jawaban dari Sasuke.
"Kau benar-benar menyebalkan bocah! Sengaja melakukan hal ini biar aku tidak marah padamu iya kan?" Sasuke menyeringai seperti bisa.
"Hee?" Dan nyali Hinata perlahan semakin menciut.
"Sepertinya kau berharap sekali, apa kau ingin aku menjawab iya?" Sasuke sengaja mendekatkan wajahnya, pria itu malah semakin berani memeluk pinggang Hinata agar tubuh mereka saling berhimpitan.
Deg ...
Deg ...
Deg...
Hinata tidak menyangka akan seperti ini jadinya.
"S-Sasuke-kun... kau terlalu d-dekat?"
Sasuke semakin mendekat, kini jarak mereka hanya sebatas lima centimeter dan itu benar-benar membuat Hinata tidak bisa berfikir tentang apa-apa lagi, Sasuke berhasil memasuki seluruh pikirannya.
"Sekarang aku bertanya padamu, apa kau menyukaiku Hinata?"
Deg...
Deg...
Deg...
Hinata tahu, dia tidak bisa membohongi perasaannya. Entah sejak kapan, perasaannya pada Naruto menghilang. Kini hanya Sasuke yang ada di hatinya, tidak ada yang lain.
"A-Aku..." Kini Hinata menatap mata Sasuke dan tanpa sadar semakin menhapus jarak diantara mereka.
"Hn?"
"Daisuki...S-Sasuke-kun!"
"Aku mencintaimu, sangat mencintaimu!" Dan sekarang Sasuke kembali terdiam.
Hinata tidak bisa menahannya lagi, tanpa memperdulikan detakan jantung yang begitu mengganggu, dan tanpa peduli dimana mereka berada saat ini, Hinata memejamkan matanya dan menghapus jarak diantara mereka.
"Hi..."
Hinata tidak peduli apa yang terjadi setelah ini, lagipula dia sudah yakin bahwa Sasuke juga mencintainya kan? Gadis itu yakin, setelah ini dia pasti bahagia... Sasuke tidak akan menolak cintanya seperti Naruto, kan?
Akhirnya Gaara berhasil melarikan diri, saat ini dia tidak peduli akan akibat yang akan ditimbulkannya akibat ulahnya saat ini. Dia tidak peduli jika sekarang teman-temannya pasti pusing mencari pengganti putri salju dan pangeran, yang dipikirannya saat ini hanya Hinata. Walau bagaimanapun gadis itu harus tahu siapa sebenarnya Sasuke. Harus tau!
"Aku tidak akan membuatmu dipermainkan, Hinata!" gumam Gaara pelan.
.
.
.
Sakura begitu kaget? Tidak percaya dengan apa yang barusan didengarnya.
"Kau pasti berbohong kan, Naruto?"
"Aku tidak berbohong Sakura-chan," Naruto terlihat begitu yakin dengan semua perkataannya.
Brukk... Gadis cantik itu langsung terduduk, tidak menyangka akan apa yang barusan didengar oleh telinganya.
"Aku tidak tahu kenapa Sasuke bisa dekat dan terlihat sangat akrab dengan Hinata, tapi yang jelas..."
"Cukup, jangan katakan Naruto." Sakura menuntup mulutnya dan langsung menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ino..."
Hinata berhasil kembali meyakinkan hatinya, susah payah gadis manis itu menghilangkan kegugupannya dan kembali menatap Sasuke. Jarak mereka begitu dekat, dan Hinata bisa dengan jelas melihat bagaimana wajah Sasuke yang terlihat sedikit memerah.
"Aku tidak mencintaimu sejak pertama melihatmu, aku tidak tahu sejak kapan perasaan itu mulai muncul. Tapi yang jelas... aku sangat mencintaimu!" Hinata menatap Sasuke, tatapan mereka bertemu dan Sasuke mulai terbawa suasana. Pria tampan tersebut tersenyum tipis, dibelainya wajah cantik Hinata, diselipkannya rambut Hinata kebelakang telinganya, dan kemudian ditariknya tengkuk gadis itu agar jarak diantara mereka semakin menyempit.
"Hinata aku juga..."
Gadis itu memejamkan kedua matanya, siap dengan segala sesuatu yang mungkin akan terjadi setelah ini.
"Aku..." Nafas Sasuke berhasil menggelitik wajah Hinata. Detak jantung keduanya tidak lagi beraturan. Dibelakang mereka Ino hanya bisa mendekap erat tubuhnya dan terus berusaha untuk menahan isakan yang mungkin akan keluar.
"Aku mencinta..."
"Hinata, dia itu sudah bertunangan!"
Tanpa sadar Sasuke sudah menjauhkan dirinya dari Hinata, berdiri dan langsung menghadap kebelakang dengan wajah kaget dan pucatnya.
"Ee, N-nani?" Hinata seperti dihempaskan dari dunia mimpi. Tidak begitu yakin dengan apa yang barusan didengarnya, gadis cantik tersebut langsung membuka kedua matanya dan melihat Gaara yang kini berdiri didepan mereka dengan nafas ngos-ngosan dan wajah yang penuh keringat.
Sasuke ketakutan, sungguh dia tidak ingin rahasia terbongkar, dia tidak ingin Hinata mengetahui perbuatan busuknya, tidak ingin Hinata...
"Oi, jaga mulutmu Setan merah!" Sasuke menarik tubuh Hinata dan menekan kepala gadis itu di dadanya. Sasuke memberikan tatapan mautnya pada Gaara.
'Kenapa dia bisa tahu?'
Sementara itu Ino hanya bisa berdiri terpaku, tidak mampu dan terlalu syok untuk bergerak dan membantu Sasuke menyembunyikan permainan mereka agar tidak segera terbongkar.
Gaara tersenyum menyeringai saat mengetahui bagaimana wajah ketakutan Sasuke yang terpampang jelas didepan matanya. Perlahan-lahan pria itu mendekat dengan wajah sombongnya.
"Uchiha Sasuke, beberapa bulan yang lalu. Aku menghadiri pesta pertunanganmu yang di adakan secara kecil-kecilan. Kau hanya mengundang rekan bisnis dekat dan keluarga dekat saja kan?"
Deg...
Deg...
Deg... tubuh Hinata langsung jatuh lunglai, kakinya sudah tidak tidak mampu lagi untuk menompang berat tubuhnya. Susah payah gadis tersebut lepas dari dekapan Sasuke dan langsung mundur beberapa langkah hingga menabrak kursi dibelakangnya. Gadis itu menatap Sasuke tidak percaya, tidak ada ekspresi yang berarti. Gadis itu terlalu syok untuk menunjukkan bagaimana perasaannya saat ini.
"S-Sasuke-kun ..." Hinata hanya bisa memangil nama Sasuke dengan wajah datarnya dan kedua matanya yang kini tidak berhenti mengeluarkan air mata.
Sama halnya dengan Hinata, Sasuke juga terlalu syok. Kejadian ini begitu tiba-tiba, sama sekali tidak terprediksi sebelumnya. pria tampan tersebut berusaha mendekat secara perlahan.
"Hinata dengar," Susah payah mulutnya mencoba untuk memberi penjelasan. Hinata semakin mundur, tidak mau bersentuhan dengan Sasuke.
"Hinata..." Sasuke menghulurkan tangannya untuk menyentuh tangan Hinata.
Srekkk
Sia-sia... dengan langkah cepat Gaara langsung menarik tangan Hinata dan mendekap tubuh Sang Snow white dengan erat. Hinata yang masih kaget berat tersebut hanya bisa menurut saja, pasrah dengan semua tindakan Gaara.
"Dua minggu lagi pesta pertunangannya akan diadakan secara besar-besaran Hinata, kau belum tahu?" bisik Gaara ditelinga Hinata sambil menyeringai menatap Sasuke. Pupil mata yang tadinya terlihat kosong mulai menunjukkan sedikit cahaya.
"B-Besar-besaran? J-Ja ..." Air mata kembali mengalir deras, Hinata mengalami hal itu lagi, lagi-lagi cintanya harus kandas dengan cara yang begitu menyakitkan
"Hinata ..." Nada suara Sasuke begitu menyedihkan. Matanya dan ekspresi wajahnya begitu menunjukkan sebuah penyesalan yang begitu besar.
"Diam!" Hinata berteriak, semakin menyandarkan kepalanya pada dada Gaara dan memejamkan kedua matanya. Baju pangeran Gaara digenggamnya dengan begitu erat, berusaha untuk menyalurkan semua emosinya. Sungguh, mendengar suara Sasuke saja sudah bisa membuat dadanya begitu sesak. Hinata ingin pergi dari tempat itu, dia ingin menghilang dari sana.
"Sasuke Uchiha sudah bertunangan dengan Putri tunggal keluarga Yamanaka, dia adalah tunangan Yamanaka Ino!"
Detik itu juga, Hinata merasa hatinya kembali hancur, sakit, bahkan melebihi dengan apa yang sudah dialaminya dulu, Hinata tidak bisa berfikir apa-apa lagi.
"Hm ... j-jangan bercanda," Senyum kepedihan tercetak dengan begitu jelas, tidak... Hinata sudah tidak kuat lagi.
"Dan mereka akan..."
"Hentikan..." rayu Hinata dengan suara begitu memilukan bagi siapa saja yang mendengarnya, gadis itu akhirnya jatuh tidak berdaya, kegelapan menguasai dirinya. Dan gadis itu memilih untuk mengalah pada rasa pusing dan nyeri dikepalanya.
"Hinata!" Suara terakhir yang bisa didengar gadis itu sebelum jatuh pingsan dipelukan Gaara, pangeran yang selalu menginginkan kebahagiannya.
"Tidak..." Ino jatuh terduduk sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ini bukan akhir dari permainan yang selama ini aku rencanakan."
Brukkk...
gadis berambut pirang itu terjatuh dan ikut kehilangan kesadaran.
"Ino?" samar-samar dia bisa mendengar suara Sasuke yang memanggil namanya.
Tbc...
Minna! Maafin gui gui yang udah telat banget ngepublish fic ini. Udah lebih dari lima bulan kan? Hehehehehe maaf ya?
Gui gui sangat senang jika ada yang masih ingat dan menunggu fic ini.
Untuk su-chan, terima kasih udah bikin gui gui pd buat update fic ini. Love you!
Oke, chapter depan adalah chapter terakhir. Jadi jangan cuman jadi silent reader ya? hehehehehe soalnya nanti pas nulis chapter terakhir, terlebih dahulu gui gui pasti ngeliat reviewnya. :D
Gui gui kayak author yang gila review ya? tapi gak apa-apa deh. Semoga kalian suka ama chapter ini, semoga gak ada yang nangis, dan semoga semuanya pada minta sad ending, aminn! *kecup-kecup para pembaca* :D
Chapter depan:
"Mungkin ini adalah akhir yang terbaik."
"Aku mencintaimu Ino!"
"Jangan mengatakan hal seperti itu sementara kedua matamu menunjukkan sebaliknya."
"Apa ini adalah bagian dari game kalian lagi?"
"Kenapa harus aku yang jadi pilihan kalian?"
"Apa aku punya salah?"
"Aku kan tidak berbuat apa-apa,"
"Laki-laki semuanya sama, sama-sama menakutkan."
"Aku membencimu!"
