Just A Game?
Pairing: Sasuhina
Gendre: Romance but not romantic
Rated: T
Warning: segala macam jenis warning berkumpul deh.
Disclaimner: Masashi Kishimoto of course
Balasan review:
Mirablle: Hai, salam kenal juga... :D gak apa-apa kok baru review sekarang, asal chapter terakhir ini jangan lupa review ya? hehehehehehehe. Iya nih, chapter ini chapter terakhir. Tentang fic 'senja' maaf ya? fic itu udah gui gui hapus. :D
Silver Beach : iya nih, akhirnya Sasuke ketauan... sepertinya Gaara harus dikasih hadiah nih kan? XD hehehehehe... udah hobi nih bikin Sad ending, susah diubah. Emmmm... semoga gui gui gak salah, apa ini akunnya yang dulu namanya. 'akun rusak' hehehehehehe gomen kalau salah.
Diane Ungu : makasih udah mau menunggu fic gui gui...
eL-Uchiha Himechan : wah... Hime-chan maksa gui gui... emmm ini termasuk happy ending gak ya? semoga hime-chan gak nangis pas baca chapter ini ya, :D
Malila Hyuga : malila! Gui gui setuju seratus persen ama malila. :D gui gui benar-benar berharap kalau chapter ini bakal memuaskan malila, maafin gui gui ya kalo endingnya gak sesuai ama yang malila harapkan. :D
Guest : iya...
ika chan: iya, udah mau selesai nih. Chapter ini bakal jadi chapter terakhir. Arhhh... ika-chan, bunuh gui gui please... bunuh gui gui karena gui gui senang saat mengetahui ikachan nangis... bunuh gui gui! *digantung*
Bonbon 0330 : hola bonbon... hehehehehe jangan malu-malu gitu donk, nama bonbon benar-benar gui gui suka... :D kyaa! Senangnya gui gui. Bon bon satu-satunya reviewer yang bahas tentang trap itu lo... gui gui senang banget, soalnya gui gui benar-benar ingin tahu gimana pendapat reviewer saat membaca adegan trap itu... *terharu, ngelap ingus* gui gui akan selalu berusaha dengan penuh semangat! :D
Mikha : Namanya Mikha? Apakan ini adalah mikha X-factor? *histeris* hehehehehe, terima kasih udah suka, Mika-chan.
Coccoon : iya ini Zen, narusakunya dikit banget. Soalnya kalo banyak-banyak, takutnya nih fic gak bakal bisa selesai di chapter tujuh. Hehehehehe iya nih, Hinata emank kasian banget. Gara-gara Sasuke nih... emmm happy end? Errr... gui gui gak bisa janji ya Zen, wah... tambah satu lagi orang yang ngasih komentar tentang adegan sasugaara. Hehehehehe senangnya saat tau kalo zena ngakak. Gui gui jadi ikutan ngakak nih. :3
aeni hibiki: salam kenal juga, makasih udah dibilang seru dan mau menunggu kelanjutan fic ini. Semoga endingnya memuaskan ya?
herlin-chan: hmmm... kirain gui gui gak bakal ngelanjutin fic ini ya? iya, Hinata kasian bangettt.. *nangis*
lavenderchia: gui gui juga senang lo Sasuke sakit hati. :3 gui gui juga berharap Sasuhina tetap bersatu. Amin...
Guest: Hinata ama Gaara ya? semoga aja kesampaian ya, Sasuke nyesal itu sih udah pasti, kalau dia gak nyesel mah minta digorok tuh anak satu. Hehehehehe *digorok duluan*
N: Semoga keinginan N jadi kenyataan. N gak ush manggil gui gui dengan panggilan senpai donk, gui gui masih baru... :3
FP GUDANG FANFIC SasuHina-Indo: gui gui mah no comment aja deh.
mayyasarri: emmm... semoga endingnya happy deh ya, gui gui gak bisa ngomong apa-apa hehehehehehe... semoga tetap sasuhina! :D
n: owh... gak ada ya? yah... sayang sekali, padahal gui gui mah pengen kenalan, ngobrol-ngobrol gitu, :3
indigohimeSNH: Iya, Hinata emank kasian banget... gui gui juga jadi nangis nih. *gakusahdipercaya*
Briesies: alasan pertunangan sasuino batal itu karena hal di luar fic ini. Gui gui cuman ngasih sekilas info gitu deh. Yang jelas ada permasalahan dalam keluarga dan perusahaan mereka gitu deh.
PM: emmm... menyedihkan gak ni ya? kayaknya gak terlalu deh, yang ada feelnya gak terasa nih. *pudung*
Retno: maaf ya updatenya lama, hehehehehe senangnya pas tau ada yang suka ama apapun ending yang bakal gui gui bikin.
Naomi JA: ini udah gui gui lanjutkan...:D
Ageha haruna: #puk puk ageha :D *ikut meluk Hinata*
Date: sekarang udah lanjut. ^_^
Lily Purple Lily: Wah, putri pengen nonjok Sasuke? Kasian Sasukenya... *peluk-peluk Sasuke* beneran nih? Putri beneran rela kalo endingnya Gaahina? :3
dlestari152: gui gui jadi malu... hehehehehe ini chapter tujuhnya udah keluar ni... :3
Lv2 : Gui gui kehilangan ide untuk bikin endingnya makanya lama gak di update. Hountoni gomenasai...
Amu: hehehehehehehe
RVioletta93: Maaf... gui gui bingung mau bikin endingnya kayak gimana... *mewek* makanya telat.
hinatauchiha69: gui gui udah berusaha untuk update
mitsuka sakurai: maaf, gui gui gak bisa lanjutin fic ini secepatnya. Gomenne...
Nurmalinda: terima kasih udah mau menunggu, maaf guigui bikin nurmalinda harus nunggu lama. Hehehehe
Fii-chan: Hountoo? Beneran nih bakal dikasih Fic? #matablingbling. Ini udah dilanjutinnn... ficnya nee tunggu ya? :3
ika chan: gomen... gui gui telat bikin endingnya.
Minnaaa! Terima kasih udah sudi ninggalin review untuk fic ini. Terima kasih! Hountoni arigatooo! :D
GUI GUI M.I.T
Selama ini Hinata selalu berusaha untuk menjadi anak yang baik, tidak menyakiti dan tidak menyusahkan orang lain. Dia hanyalah seorang anak pendiam, anak sekolah biasa yang tidak terlalu terkenal, selama ini dia tidak pernah membuat masalah dengan siapapun, dia pikir dia sudah berhasil menjadi anak yang baik. Tapi, kenapa masih ada orang yang mau mengerjainya sampai seperti ini? Dia tidak pernah menyakiti perasaan Ino, sebelum ini hubungan mereka seperti teman sekelas yang tidak pernah saling mengenal. Sebelum Sasuke pindah ke sekolah mereka, Hinata tidak pernah mengenal Sasuke, bertemu dengannya saja tidak pernah apalagi berkenalan dengannya.
Jadi sekarang, katakan... atas alasan apa mereka dengan tega mempermainkan Hinata seperti ini?
Gadis itu mengunci diri di dalam toilet, tidak mau berhadapan dengan sesiapapun. Dia ingin menyendiri dan melupakan semuanya, menganggap bahwa kejadian tadi hanyalah sekedar mimpi belaka. Ia duduk di kloset, dan menutup kedua telinganya rapat-ratap, menolak untuk mendengar setiap patah kata yang keluar dari mulu Gaara yang saat ini berada diluar.
"Hinata, Keluarlah..." Pria berambut merah tersebut mengedor salah satu pintu toilet dengan sedikit keras. Sesekali ia akan menendang pintu tersebut untuk menghilangkan kekesalannya. Benar-benar sial, Gaara tidak bisa menghalangi Hinata saat gadis itu berlari masuk ke toilet.
"Hinata! Oi... percuma saja kau mengunci diri didalam sana. Hei keluarlah..."
Hinata semakin menutup rapat kedua telinganya. Bukannya membuatnya tenang, suara teriakan Gaara justru semakin membuatnya terpuruk.
"Hinataaaa... aku mohon keluarlah, jangan melakukan hal yang sia-sia. Kau bodoh jika menangisi pemuda brengsek seperti dirinya. Hei!"
"Gaara-kun, diamlah! Biarkan aku sendiri." Gaara langsung terdiam.
Wajah Sasuke terlihat sangat berantakan. Wajahnya pucat, dan kedua matanya terlihat kosong. Tidak ada yang tahu apa yang sedang dipikirkan oleh pemuda tampan tersebut, yang jelas... sesuatu berhasil menganggu pikirannya.
Didepannya, berbaring Ino. Pacar sekaligus tunangan yang tadi ditemukannya dalam keadaan pingsan, Sasuke tidak pernah melepaskan genggaman tangannya sejak Ino dibawa kesini, pemuda itu terus mengenggam tangan kekasihnya dengan sangat erat. Sungguh... dia tidak mau sesuatu yang buruk terjadi pada orang yang paling dikasihinya tersebut.
"Sasuke, Aku ingin bicara." Saat Naruto menepuk pundaknya dan memanggil namanya. Sasuke langsung menoleh kebelakang dan menatap Naruto penuh tanda tanya.
"Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu." sambung Naruto dengan wajah datar, sungguh... saat ini Naruto benar-benar kesal dengan teman baiknya tersebut.
"Ino belum sadar, aku tidak bisa meninggalkannya sendiri." jawab Sasuke sambil melepaskan tangan Naruto dari pundaknya dan kembali menatap Sang kekasih. Naruto mengeram kesal dan kembali menyentuh pundak Sasuke.
"Aku akan menyuruh Sakura untuk menjaganya. Aku ingin bicara!" Nada bicara Naruto menjadi sedikit lebih tinggi. Sasuke seolah tuli, pemuda tersebut mengacuhkan Naruto dan sama sekali tidak bergeming.
"Aku ingin bicara soal Hinata!" sambung Naruto dengan kesal.
Sontak, genggaman Sasuke pada Ino langsung terlepas. Pemuda pantat ayam tersebut langsung mendecih kesal dan kemudian membuang mukanya ke samping.
"Semuanya sudah berakhir, Hinata sudah mengetahui permainan kami. Sekarang... Game over!" kata Sasuke dengan nada datarnya seolah-olah dia tidak sedikitpun merasa bersalah.
"Sasuke-kun..." Sakura yang berdiri disamping Naruto menatap Sasuke dengan wajah tidak percayanya. Sungguh, kenapa pria itu begitu kejam?
"Kuso..."
Brakk...
Naruto meninju lemari obat yang ada disampingnya, membuat hampir semua isi didalamnya jatuh berantakan. Sakura terlihat kaget, tapi pada akhirnya gadis itu memilih untuk diam merapikan semua benda-benda yang berjatuhan ke lantai.
"Kalau kau tidak mau berbicara diluar, baiklah! Kita berbicara disini saja. Sekarang katakan apa yang sebenarnya terjadi?" Naruto terlihat tidak sabar menunggu jawaban dari Sasuke.
"Hm..." Sasuke hanya tersenyum tipis dan kemudian membelai lembut wajah cantik kekasihnya.
"Aku harus menjelaskan apalagi? Saat aku ingin mencoba menjelaskan, dia memilih untuk lari dan pergi meninggalkanku. Jadi sekarang, anggap saja bahwa selama ini aku memang mempermainkan dia. Sekarang permainan telah tamat, Game over!" kata Sasuke dengan nada angkuhnya.
Sretttt...
Naruto langsung menarik kerah baju Sasuke dan memaksanya untuk berdiri, berhadapan dengannya.
"Sekarang dia mencintaimu Teme!"Naruto benar-benar kesal.
"Kau pikir, sudah berapa lama aku mengenalmu! Sejahat-jahatnya kamu, kau tidak akan pernah mau menyakiti hati seorang gadis baik seperti Hinata. Ayo katakan terus terang!" Naruto terlihat benar-benar marah, dan Sasuke mengerti hal itu. Pemuda itu memilih untuk tidak menatap mata teman masa kecilnya itu.
"Sejak dulu, aku dikenal sebagai pembuat masalah, jadi..."
"Cukup!" Naruto menarik nafas panjang, memejamkan matanya sejenak, melepaskan cengkramannya pada kerah baju Sasuke dan berusaha untuk menenangkan pikirannya.
"Semua ini pasti karena Ino kan? Dia yang memaksamu, iya kan?" Naruto sudah berteman sejak lama dengan Sasuke dan Ino, jadi sudah tidak aneh lagi jika dia bisa dengan mudah mengerti apa yang terjadi.
"Apa anak nakal itu yang memaksamu untuk membuat permainan ini?" tanya Naruto dengan wajah datarnya.
"Jangan libatkan Ino dalam masalah ini!" Sungguh, Sasuke tidak ingin sesiapapun di dunia ini menjelek-jelekkan orang yang paling dicintainya.
"Permainan ini tidak akan berhasil jika dia tidak mengetahuinya. Kau mempermainkan Hinata, kau mendekati gadis itu, berbuat seolah-olah kau menyukainya tapi pada akhirnya... kau, Kuso... Kalian benar-benar kejam Sasuke!"
Sasuke mengeram kesal, dia memang menyesal telah mempermainkan Hinata. Dia juga tidak tahu bahwa akhirnya akan jadi seperti ini. Tapi semuanya sudah terlanjur, apalagi yang bisa dilakukannya?
Setelah merapikan semua obat-obatan yang berjatuhan, Sakura kembali berdiri disamping Naruto, merangkul tangan pemuda tersebut dan menatap Sasuke dengan wajah datarnya.
"Sebelum kau muncul, Hinata sangat tertutup, dia selalu hidup menyendiri dan tidak pernah sekalipun bergaul dengan teman sekelasnya. Tapi meskipun begitu, tidak ada satu orangpun diantara kami yang membencinya, Meskipun suka menyendiri dan merupakan seorang yang pendiam, Hinata selalu tersenyum pada sesiapapun, dia selalu baik pada semua orang, dia... tidak pernah sekalipun menyakiti perasaan teman-temannya." Sakura akhirnya mulai berbicara, meluahkan semua yang dipendamnya pada Sasuke.
Sasuke terdiam, kembali duduk didepan Ino dan mengenggam tangan gadis itu dengan erat.
'Aku tahu itu.'
"Tapi saat kau datang, Hinata secara perlahan berubah. Dia semakin terlihat lebih hidup dan bersemangat, tanpa sadar dia juga menunjukkan sisi konyolnya pada kami semua. Dia mau bergaul dengan kami dan ikut bercanda. Dia menjadi pribadi yang berbeda saat bersama denganmu, dan kami benar-benar menyukainya." Sakura menggigit bibir tipisnya dan meranggul tangan Naruto dengan erat.
"Aku pikir, kau benar-benar ikhlas menjadi temannya, aku juga berfikir bahwa kau benar-benar jatuh cinta dengannya. Tapi... Sasuke, aku kecewa denganmu dan juga Ino!"
"Kau boleh kecewa padaku, tapi jangan bawa-bawa Ino. Dia tidak salah!"
Brakkk...
Sasuke langsung tersungkur ke lantai dengan bibir berdarah. Naruto meninjunya dan kemudian.
Brukkk...
Menendang perutnya dengan kuat.
"Dari dulu sampai sekarang, sifatnya tidak akan pernah berubah. Ayo pergi Sakura!" Naruto langsung menarik tangan Sakura dan mengajaknya untuk segera pergi meninggalkan Sasuke dan Ino sendirian.
"Hm... sial, ini benar-benar sakit!" kata Sasuke sambil mengusap bibirnya yang terluka.
GUI GUI M.I.T
Sakura tidak bisa menghentikan air matanya yang terus keluar, saat membayangkan bagaimana perasaan Hinata saat ini, bagaimana sakitnya perasaannya saat ia tahu bahwa selama ini dia telah dipermainkan, Sakura tidak bisa untuk tidak menangis.
"Hiks..." Sakura masih saja menangis saat Naruto menarik tangannya dan membawanya pergi dari hadapan Sasuke.
"Sudahlah, berhenti menangis. Sekarang kita lihat bagaimana keadaan Hinata," Naruto mencoba untuk menangkan Sakura, Saat ini menangis tidak akan bisa menyelesaikan masalah.
"Hinata, kau mau kemana?" Naruto dan Sakura sontak melihat
Gaara terlihat berusaha untuk menghentikan Hinata yang mencoba untuk pergi dari sekolah. Naruto dan Sakura langsung berpandangan dan memutuskan untuk membantu menahan kepergian Hinata.
"Hinataaa!" Gaara menarik tangan gadis itu, memaksa Hinata untuk berhenti dan membalik tubuh Hinata agar berdiri menghadapnya.
"Nani?" tanya Hinata dengan wajah datarnya. Gaara bisa melihat jejak airmata Hinata, Sasuke benar-benar membuat Hime-nya menangis.
Glek...
Gaara gugup, seumur hidup dia tidak pernah melihat wajah Hinata yang seperti ini. Sekarang gadis didepannya bukanlah gadis yang selama ini ada dipikirannya. Kini Hinata menatapnya dingin, dengan mata tajam penuh kemarahan yang berusaha untuk dipendam.
"Jangan p-pergi," kata Gaara sedikit gugup, wajah Hinata tetap datar.
"Jika aku tidak pergi sekarang, kau ingin menyuruhku bagaimana? Terus ada disini, tertawa dan menikmati acaranya, begitu?" tanya Hinata dingin. Sungguh, gadis itu benar-benar berusaha untuk tegar. Hinata tidak mau sesiapapun melihatnya menangis dan sedih.
Gaara terdiam,dia benar-benar tidak tahu harus berkata apalagi.
"Hinata..."
Deg...
Hinata mengenal suara ini...
"Hinata," Gadis itu menoleh saat Naruto memanggil namanya.
"Naruto-kun?" tanya Hinata.
"Lama tidak bertemu,Hinata." Naruto mencoba untuk memberikan senyum terbaiknya pada Hinata, berharap Hinata yang sekarang terlihat seperti patung hidup akan tersenyum padanya.
"Aku pergi..." Hinata tidak merespon Naruto, gadis itu langsung menarik kopernya dan mulai melangkahkan kakinya keluar sekolah.
"Hinata!" Kali ini dia bisa mendengar suara Sakura.
Hinata berbalik melihat ketiga teman-temannya dan tersenyum tipis.
"Aku mohon,jangan mencoba untuk menghiburku, jangan mencoba untuk perhatian padaku, jangan mencoba untuk bersikap baik padaku. Jika kalian ingin membantuku, cukup tinggalkan aku sendiri!"
Ketiga orang yang tadinya berniat untuk melangkah maju dan menghentikan Hinata kini diam tidak berkutik. Hinata kembali melanjutkan langkahnya, kini air matanya tidak lagi bisa dibendung, Hinata kembali menangis dalam diam.
'Saat ini, aku tidak bisa percaya pada siapapun...'
Saat ia sudah hampir melangkah keluar melewati pintu gerbang...
Drttt...
Langkahnya kembali terhenti saat dia mendengar ponselnya bergetar,petanda ada pesan yang baru diterimanya.
GUI GUI M.I.T
Lewat jendela kaca didepannya, Sasuke bisa melihat gadis itu pergi meninggalkan sekolah. Tangan Sasuke mencoba untuk menggapai Hinata, merengkuh gadis itu agar kembali kepelukannya. Sayang... tangannya hanya sampai pada jendela kaca, jarak mereka benar-benar sudah sangat jauh. Sasuke tidak akan pernah bisa menggapai Hinata.
"Nani, Sasuke-kun?"
Sasuke bisa mengingat dengan jelas, bagaimana konyolnya sifat Hinata,
"Ee?"
Bertapa lambatnya gadis itu dalam merepon perkataanya,
"EEEEHHHH? Bajuku kebuka?"
Bagaimana tingkah konyol gadis itu,
"T-terima kasih Sasuke-kun, hm ..."
Bagaimana senyum gadis itu saat mengucapkan terima kasih padanya, senyum itu adalah senyum termanis yang pernah dilihatnya.
"Eee ... Tidak S-Sensei, tadi kancing baju saya lepas dan hilang saja , Hm ..."
Betapa jujurnya gadis itu, hingga kadang dia terlihat seperti gadis bodoh.
"Lee-san dan Sakura-san pacaran ya?"
Betapa lucunya gadis itu saat dia bertanya hal yang konyol,
"M-maaf kalau salah!"
Wajah malu gadis itu saat mengetahui dirinya salah, Sasuke bisa mengingat dengan jelas bagaimana tingkah Hinata. Semuanya terekam di otaknya, dari awal Sasuke sudah benar-benar menyukai Hinata.
Sasuke tahu, dia benar-benar sudah sangat keterlaluan, dia menyakiti perasaan Hinata mengecewakan gadis itu dan mungkin memberikan sebuah trauma pada gadis sebaik Hinata.
Tapi mau bagaimana lagi? Memberi penjelasan juga tidak ada gunanya. Apalagi yang harus dijelaskannya pada Hinata, disini sama sekali tidak ada kesalahfahaman. Dia salah, benar-benar salah... tidak ada bisa dilakukannya selain membiarkan Hinata pergi darinya dan membiarkan gadis itu untuk terus membencinya.
From: Uchiha Sasuke
To: Hinata Hyuuga
Message: Gomen...
Sasuke hanya bisa minta maaf.
Shuuu... Hinata menarik nafas panjang. Gadis itu mengenggam erat ponselnya, melampiaskankan kemarahanya pada ponsel tidak berdosa yang kini ada dihadapannya.
"Maaf? Hm..." Gadis itu tersenyum saat membaca pesan yang baru saja diterimanya.
"Maaf?" ulang gadis itu, saat dirinya merasa begitu menyedihkan.
Hinata benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukannya sekarang. Apa saat ini dia harus memaafkan Sasuke dan menganggap semua yang terjadi hanya sebagai angin lalu?
"Hiks..."
Saat melihat Taksi sudah berhenti didepannya, gadis itu langsung menghapus air matanya dengan kasar, tersenyum kecil dan langsung masuk kedalam mobil yang akan membawanya pergi dari tempat menyeramkan itu.
Maaf? Apa dia akan menerima permintaan maaf Sasuke?
"Hm... Sasuke no baka!"
Brakk...
Ponsel mahal keluaran terbaru itu terlempar keluar, dan langsung hancur berantakan saat sebuat truk lewat dan melindasnya. Hinata langsung menutup jendela mobil menyembunyikan wajahnya dibalik kedua lutut. Sekarang, hanya itu yang bisa dilakukannya.
"Hiks... Sasuke no baka!"
From: Hime
To: Uchiha Sasuke
Message: Hm... Daijoubu. Terima kasih untuk semuanya Sasuke-kun... Hountoni arigatoo.
Pesan terkirim sesaat sebelum ponsel mati terlindas.
Sasuke hanya bisa diam terpaku menatap pesan yang baru saja diterimanya.
'Hinata dia memaafkanku?'
Senyum terukir di wajah pria tampan pujaan hati semua gadis tersebut, Sasuke memasukkan ponselnya dibalik kocek celananya dan kembali duduk, menunggu sang pujaan hatinya sadar.
'Terima kasih sudah memaafkanku,Hinata..." Senyumnya terukir, tapi entah kenapa hatinya menangis, seakaan-akan gadis itu sedang menyayat hatinya dan menorehkan luka mendalam untuknya.
"Kau sudah sadar Ino? Hinata memaafkan kesalahan kita. Itu artinya, masalah kita selesai!" kata Sasuke sambil mengenggam erat tangan gadis cantik yang kini menatapnya dengan air mata berlinang.
"Gomen ne, Sasuke-kun..."
"Daijoubu, kau tidak salah Ino."
Semuanya selesai... bukankah ini adalah akhir yang terbaik. Anggap saja permainan ini hanya sebuah angin lalu penghilang rasa bosan. Jangan pikirkan perasaan gadis itu dan tetaplah hidup tanpa ada rasa bersalah Sasuke... Semoga kau bahagia.
OWARI
Minaa!Silakan Bunuh guigui!
Gui gui tahu, endingnya bakal super duper mengecewakan. Gui gui tahu, setelah ini bakal banyak yang protes ke gui gui soal endingnya. Gui gui tau...
Maka dari itu. GUI GUI MINTA MAAF!
Gui gui siap membaca setiap patah kekecewaan yang akan minna berikan pada fic gui gui yang hancur ini, gui gui siap.
Gui gui benar-benar bingung harus bikin akhir yang gimana e...
TERIMA KASIH UNTUK SEMUA ORANG YANG UDAH MENUNGGU FIC INI, YANG NGEFOLLOW DAN NGEFAVORITE, YANG UDAH NGEREVIEW DAN KEPADA SILENT READER SEMUA, HOUNTO NI ARIGATOOO! :D
Untuk chapter terakhir ini, minna mau ngereview fic gui gui lagi? Hehehehehehe
Tanggapan dari minna akan guigui tunggu. :D
