Tittle : Love At First Sight (chapter 2)
Author : Young Mao aka DaeJae Sweet
Genre : School Life, Romance, Hurt/Comfort
Main Cast : Jung Dae Hyun, Yoo Young Jae
Rated : T (14+)
Couple : DaeJae, BangHim, JongLo, HunHan (Boy X Boy)
Warning : TYPO BERTEBARAN, EYD ANCUR, AUTHOR RADA, OOC, OOT, DAN KEKACAUAN LAINNYA *capslock bocor (?)* THIS IS YAOI FANFICTION! DLDR!
.
.
.
You can click close button now if you dislike my story^^
No More Coments
Happy Reading~~~
.
.
.
.
.
Junhong sedang berjalan menuju kelasnya. Ini masih pagi sekali. Tapi dia berjalan dengan tergesa-gesa. Tiba-tiba saat dia melewati kelas X-2, dia berpapasan dengan namja yang kemarin berperang(?) dikantin dengannya. Moon Jong Up! Batinnya.
Jong Up's POV
Choi Jun Hong.. kemarin aku belum minta maaf padanya. Dia pasti masih marah padaku. Aku bisa tau itu dari caranya melihatku. Apakah aku harus minta maaf sekarang? Tapi bagaimana caranya?
Saat dia melihatku aku pun mencoba untuk tersenyum padanya. Mungkin dia sekarang tengah bingung melihatku tersenyum padanya. Bagaimana tidak? Kemarin aku berkelahi dengannya dan sekarang aku tersenyum ramah padanya . Tapi aku tidak peduli. Aku hanya berharap rasa marahnya padaku sedikit berkurang. Saat dia benar-benar sudah lewat dihadapanku, aku hanya bisa menatapi punggungnya yang semakin menjauh. Tubuhnya tinggi. Bahkan lebih tinggi dariku.
Jong Up's POV end
.
.
.
.
.
Himchan dan Youngjae terlihat tengah berjalan bersama. Himchan yang menuju kantor, dan Youngjae yang menuju kelasnya. Mereka bisa dibilang cukup akrab sebagai seorang murid dan wali kelas.
Dari arah yang berlawanan, terlihat Daehyun juga sedang berjalan bersama Sehun. Daehyun sedikit tersentak kaget ketika melihat Youngjae dan Himchan berjalan bersama dari arah yang berlawanan. Dia teringat akan pesan singkatnya tadi malam yang tidak dibalas Youngjae. Dia pasti sengaja tidak membalas pesanku tadi malam.. lirihnya dalam hati.
"Aku tidak boleh menyerah..", gumamnya namun masih bisa terdengar oleh Sehun walaupun tidak terlalu jelas.
"Hah? Kau bilang apa barusan?", ujar Sehun dengan memasang ekspresi yang bertanya-tanya.
"Tidak papa.. Kau duluan saja sana. Aku ada urusan dulu", jawab Daehyun seraya mengalihkan pandangannya ke arah Youngjae yang semakin dekat dengannya. Sehun pun mengikuti arah pandangan Daehyun.
"Ooh.. aku mengerti. Baiklah semoga sukses!", Sehun mengangkat kepalan tangannya, memberi semangat untuk Daehyun. Daehyun hanya menanggapinya dengan senyuman.
"Hai manis..", sapa Daehyun pada Youngjae. Kini dia sudah benar-benar berhadapan dengan namja manisnya itu. Youngjae menghentikan langkahnya. Himchan yang sedang berjalan bersama Youngjae pun ikut menghentikan langkahnya. Daehyun sebenarnya cukup terganggu dengan adanya Himchan, tapi dia berusaha untuk tidak peduli.
Daehyun merasa hatinya berdenyut nyeri saat tidak mendapat balasan atas sapaannya. Tapi lagi-lagi dia tidak menyerah.
"Kemarin kenapa kau tidak membalas pesanku hm?", dia mengangkat tangannya untuk mencoba menyentuh pipi halus Youngjae. Nekat sekali memang. Tapi lagi-lagi dia tidak peduli. Dia hanya mengikuti kata hatinya. Namun, sebelum tangannya benar-benar menyentuh pipi Youngjae, Himchan berdehem. Daehyun pun menarik kembali tangannya. Sudah ku duga pasti dia akan mengacaukan urusanku! Batinnya.
"Maaf Daehyun~ssi.. a-aku tidak melihat pesanmu tadi malam, aku baru mengetahuinya pagi tadi", bohong youngjae.
"Baiklah, tidak apa Youngjae~ah.. tapi lain kali jangan tidak dibalas ne?", Daehyun tersenyum lembut pada Youngjae. Sedangkan Youngjae hanya membalasnya dengan senyuman yang sedikit dipaksakan.
Apa dia bilang?! Enak saja dia mengaturku sesuka hatinya! Memangnya aku siapanya dia?! Ck! Menyebalkan sekali! Batin Youngjae.
Himchan yang melihat bagaimana tatapan Daehyun pada Youngjae merasa bahwa Daehyun mungkin menyukai Youngjae. Namun tiba-tiba Himchan menampakkan seringaiannya. Seakan dia tangah mendapat jackpot dalam sebuah permainan.
"Baiklah kalau begitu aku permisi, aku ada piket kelas hari ini", Youngjae beralasan.
"Ne, sampai ketemu lagi. Jaljja..", Daehyun tak henti-hentinya tersenyum pada Youngjae.
Youngjae cukup kaget mendengar apa yang baru saja dikatakan Daehyun padanya. Dia melirikkan matanya ke arah Himchan. Takut kalau Himchan mengira bahwa dia dan Daehyun pacaran.
Himchan sebenarnya juga kaget mendengar ucapan Daehyun. Sebelumnya dia tidak pernah melihat Daehyun selembut ini pada seseorang. Dia jadi semakin yakin bahwa adik dari sahabatnya itu menyukai Youngjae. Jung Daehyun, siswa paling bandel seantero MSB-HS menyukai Yoo Youngjae, sang anggota OSIS yang terkenal rajin dan disiplin. Itulah kesimpulan dari Mr. Kim Himchan.
.
.
.
.
.
"Aku juga tidak tau Himchan Seonsaengnim..", Youngjae memasang wajah malasnya dihadapan Himchan. Bagaimana tidak? Wali kelasnya ini dengan kejamnya merampas waktu istirahatnya hanya untuk mengintrogasinya tentang hal yang menurut Youngjae sangat absurd. Padahal Youngjae sekarang benar-benar lapar karena seluruh tenaganya terkuras untuk mengerjakan ulangan fisika dadakan dari Son Seonsaengnim. Huh! Hari ini sama menyebalkannya dengan hari kemarin! Batinnya.
Himchan yang mendengar jawaban tidak memuaskan dari Youngjae pun hanya bisa mendengus sebal.
"Tapi aku yakin dia pasti menyukaimu. Ya! Aku yakin sekali!", Himchan berargumen dengan semangat yang berkoar-koar.
"Katakan saja apa yang kau inginkan Saem..", Youngjae merasa perutnya semakin meronta. Dia tau pasti Wali kelasnya ini sedang menginginkan dia melakukan sesuatu untuknya.
.
.
.
.
.
Daehyun kini tengah berada di kantin. Dia terlihat sedang melamun. Padahal dihadapannya tersaji sepotong cheesecake dan segelas orange juice. Tidak biasanya dia mengacuhkan makanan favoritnya itu. Tiba-tiba dia merasakan ada seseorang yang menepuk pundaknya, dan tentu saja itu membuatnya segera tersadar dari lamunannya. Dia pun menoleh untuk bisa melihat siapa yang sudah berani mengganggu acara melamunnya.
"Wow! Apa sekarang bumi sudah kiamat? Aku tidak salah lihat kan? Kau tau? aku baru saja melihat Jung Daehyun, sang preman sekolah tengah melamun! Bhahahaha..", Sehun, dengan gaya lebaynya, mengejek Daehyun yang hanya menatapnya dengan ekspresi datar.
"Kau membuat mood ku semakin kacau!", kesal Daehyun.
"ck! Cuma karena seorang uke kau jadi seperti ini? Masih banyak diluar sana yang mengidolakan mu Jung.."
"Kau tidak mengerti..", suara Daehyun terdengar rapuh.
"Aku mengerti.. kau menyukainya dan dia menolakmu.", Cerocos Sehun.
"Tidak, aku tidak menyukainya. Tapi… yah.. mungkin mencintainya"
"Cinta? Bhahahaha.." Sehun tertawa terbahak-bahak. Daehyun hanya menatap datar padanya.
Aku bahkan belum mengutarakan perasaanku padanya. Tapi aku langsung mengambil kesimpulan bahwa dia menolakku. Apakah aku harus mengutarakan semua ini padanya? baiklah.. aku akan mencobanya. Dan aku siap atas apapun jawabannya.. batin Daehyun. Dia memang bukan orang yang mudah putus asa. Itulah kelebihan seorang Jung Daehyun.
.
.
.
.
.
Young Jae's POV
Ya Tuhan.. Aku benar-benar tidak mengerti apa yang ada dalam pikiran Himchan Seonsaengnim. Aku benar-benar drop setelah mendengar permintaannya padaku. Gila! Aku tidak bisa mengabulkan permintaannya. Tapi dia tetap berusaha membujukku dengan alasan ini demi kebaikan bersama. Apa? Kebaikan bersama? Yang benar saja? Disini aku adalah pihak yang dirugikan!
Tapi yang lebih gila lagi adalah, aku sudah mengatakan bahwa aku akan berusaha untuk melakukannya. Itu artinya aku sudah setuju. Aku bahkan sempat mengira bahwa aku sudah tidak waras. Aku merasa bahwa semua orang sudah memanfaatkan kebaikan hatiku untuk mengabulkan semua yang mereka inginkan.
Tapi aku tidak masalah selama permintaan mereka masih diambang NORMAL. Akh! Ingin rasanya aku membenturkan kepalaku ketembok hingga pecah lalu seseorang psikopat menemukan jasadku dan melempar tubuhku ke Sungai Han. Ok! Itu terlalu buruk. Lagipula aku masih sayang dengan nyawaku. Yoo Youngjae, Fighting!
Young Jae's POV end
.
.
.
.
.
Taeyeon terlihat sedikit bingung ketika melihat Himchan berjalan kearahnya dengan wajah yang berbeda dari biasanya. Kali ini terlihat berseri-seri. Ada apa dengannya? Batin Taeyeon.
"Hai, Taeyeon~ah", sapa Himchan ceria setelah dia sampai dihadapan Taeyeon
"Kau terlihat begitu bahagia, apa kau baru saja bertemu Yongguk?", Taeyeon mengisyaratkan Himchan untuk duduk disebelahnya. Kini mereka sedang ada di ruang musik. Ruangan yang biasa mereka gunakan untuk sekedar menggosip atau merumpi.
"Ish! Aku memang sedang bahagia sekali, tapi bukan karena itu. Ini tentang Daehyun"
Taeyeon terkejut mendengar penuturan Himchan. Yang benar saja? Daehyun membuat Himchan bahagia? Memangnya apa yang sudah Daehyun lakukan? Batinnya.
Himchan yang melihat ekspresi terkejut Taeyeon hanya terkikik geli.
"Begini,", Himchan menyamankan posisi duduknya, dia akan mulai menjelaskannya pada Taeyeon yang terlihat semakin bingung.
"Daehyun jatuh cinta!"
"Ohya?!", Taeyeon memekik kaget.
"Iya! Apakah kau memikirkan apa yang aku pikirkan?"
"Menurutmu?", Taeyeon menyeringai.
"Hahahaha.. bukankah ini yang kita tunggu-tunggu sejak dulu?", Himchan tertawa evil.
"Lalu siapa orang yang disukainya?", Taeyeon terlihat penasaran.
"Murid kesayanganku.. Nanti aku akan mengenalkannya denganmu"
"Apakah dia juga menyukai Daehyun?"
"Mola, tapi menurutku itu tidak penting. Lagipula dia sudah menyetujui ini" ujar Himchan bangga, entah bangga untuk hal apa
Taeyeon bahagia mendengar kabar baik dari Himchan ini. Tapi, dia sekaligus merasa tidak nyaman. Dia sangat menyayangi Daehyun. Daehyun adalah satu-satunya keluarga yang dia punya, karena orang tua mereka sudah meninggal sejak dia berumur tujuh belas tahun dan Daehyun berumur sepuluh tahun karena kecelakaan pesawat saat menuju Jepang. Dia tahu Daehyun sangat terpukul akan kejadian itu. Sejak saat itulah Daehyun berubah menjadi lebih nakal dan bandel.
Walaupun mereka berdua hanya tinggal berdua saja tanpa adanya orang tua, tapi syukurlah kehidupan mereka tidak terlalu buruk karena Taeyeon yang bisa terus bersekolah hingga lulus kuliah karena dia pintar dan mendapat beasiswa. Dia pun bekerja paruh waktu untuk mencari uang dan menyekolahkan Daehyun. Hingga kini dia sudah bekerja tetap sebagai seorang guru dan berpenghasilan cukup. Dia sangat berterimakasih kepada Tuhan karena Tuhan selalu memberkahi dia dan Daehyun.
"Taeyeon~ah, kau melamun?", Himchan menepuk bahu Taeyeon, berusaha menyadarkannya dari lamunannya.
Taeyeon hanya menanggapi dengan senyuman. Mengingat masa lalu kelamnya, dia jadi merindukan orang tua mereka.
.
.
.
.
.
Taeyeon baru saja sampai dirumah saat jam menunjukkan angka 8:30 malam. Dia tadi pergi berbelanja ke supermarket karena persediaan bahan-bahan dirumah sudah hampir habis. Daehyun pasti sudah sampai duluan.
Taeyeon memencet bel, lalu menunggu sang penghuni membukakan pintu.
#CEKLEK
Taeyeon tersenyum pada Daehyun. Daehyun pun membantu Taeyeon membawa masuk belanjaan kedalam.
"Noona, kenapa tidak minta ditemani? Ini lumayan berat, kasian noona", ujar Daehyun.
"Tidak apa.. Noona tau kau juga lelah", uajr Taeyeon seraya tersenyum hangat.
"Daehyunie~ noona ingin bertanya sesuatu boleh?", Taeyeon tiba-tiba bertanya pada Daehyun.
"Ne, noona mau tanya apa?", Daehyun menatap penasaran pada kakak perempuannya itu.
"Apa kau sedang jatuh cinta?", Taeyeon sebenarnya ragu untuk menanyakan ini, tapi dia benar-benar penasaran dan ingin mendengar jawaban langsung dari Daehyun.
Daehyun mengerutkan keningnya menandakan dia kurang paham dengan pertanyaan noona nya. Apa yang Taeyeon noona bicarakan? Apa mungkin… Batinnya.
" Kalau kau tidak mau menjawabnya, tidak apa Daehyunie~, kau terlihat lelah. Sebaiknya kau pergi tidur sekarang", Taeyeon tau Daehyun pasti tidak akan menjawab pertanyaannya.
Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun Daehyun langsung melesat menuju kamarnya. Setelah masuk ke kamarnya dia langsung menjatuhkan tubuhnya diatas single bed nya. Kini dia mulai memikirkan tentang Youngjae. Dia belum pernah seperti ini sebelumnya. Pikirannya dikuasai oleh semua tentang Youngjae.
Daehyun mendesah pelan. Dia sedang memikirkan bagaiamana dia mengutarakan perasaannya pada Youngjae nanti. Dan dia juga takut Youngjae akan menolaknya. Walaupun dia tau Youngjae kemungkinan besar akan menolaknya.
#DRTT DRTT
Daehyun merasakan ponselnya bergetar menandakan ada pesan masuk. Dia pun merogoh saku celananya.
From : Yoo Youngjae
Sealamat malam..
Daehyun hampir saja menjatuhkan ponselnya saking kagetnya melihat pesan tersebut yang ternyata dari Youngjae. Dia tidak percaya. Dia pasti salah kirim, pikirnya.
.
.
.
.
.
#TRIING
Youngjae segera membuka pesan yang baru saja masuk ke ponselnya. Ternyata balasan dari Daehyun.
From : Jung Daehyun
Youngjae~ah.. aku tau kau tidak bermaksud mengirim pesan itu padaku, tapi.. selamat malam juga..*smile*
What? Apa maksudnya? Apa mungkin dia mengira aku salah mengirim pesan padanya? tau diri juga dia.. Batin Youngjae.
Youngjae mulai mengetik pesan balasan untuk Daehyun.
To : Jung Daehyun
Kau mengira aku salah mengirim pesan padamu? Pesan itu memang untukmu.
.
.
.
.
.
Dae Hyun's POV
Aku segera membuka pesan yang baru saja masuk ke punselku ketika aku kembali merasakan ponselku bergetar. Pesan balasan dari Youngjae?
From : Yoo Youngjae
Kau mengira aku salah mengirim pesan padamu? Pesan itu memang untukmu.
Aku menganga lebar ketika membaca pesan itu. Ini bukan mimpi kan? Apa mungkin Youngjae memberi harapan untukku? Apakah aku sudah benar-benar berhasil menaklukkannya? Atau karena dia kasihan padaku? Atau mungkin karena dia hanya sedang iseng? Beribu-ribu pertanyaan seketika muncul di otakku. Jujur saja, aku sangat senang mendapat sedikit respon baik darinya.
Aku harap ini akan menjadi permulaan yang baik.
.
.
.
.
.
Youngjae baru saja akan memejamkan matanya ketika ponselnya bordering menandakan ada panggilan masuk.
Himchan Seonsaengnim? Untuk apa menelponku malam-malam begini? Batin Youngjae.
#PIP
"Ada apa Himchan Seonsaengnim?", Youngjae menunjukkan nada malasnya, dia tidak peduli kini dia sedang berbicara dengan Wali kelasnya. Di benar-benar merasa terganggu
'Hehehe.. maaf mengganggu Youngjae~ah, saem hanya ingin mengingatkanmu untuk melakukan tugasmu dengan baik, arra?' ujar Himchan disebrang sana.
"ne, ne, ne, hanya itu saja kan? Aku sudah mengantuk sekali saem?", rengek Youngjae.
'ahahaha.. ne, itu saja. Yasudah kau tidur sana'
#PIP
Tanpa sepatah kata pun Youngjae langsung memutus sambungan tersebut. Dia sudah benar-benar mengantuk.
Aku benci melakukan ini.
.
.
.
.
.
To Be Continue…
Review Please~
