Tittle : Love At First Sight (chapter 4)

Author : Young Mao aka DaeJae Sweet

Genre : School Life, Romance, Hurt/Comfort

Main Cast : Jung Dae Hyun, Yoo Young Jae (DaeJae)

Rated : T (14+)

Couple : DaeJae, BangHim, JongLo, HunHan (Boy X Boy)

Warning : TYPO BERTEBARAN, EYD ANCUR, AUTHOR RADA, OOC, OOT, DAN KEKACAUAN LAINNYA *capslock bocor (?)* THIS IS YAOI FANFICTION! DLDR!

.

.

.

You can click close button now if you dislike my story^^

No More Coments

Happy Reading~~~

.

.

.

.

.

#CEKLEK

Taeyeon membuka pintu kamar Daehyun lalu masuk tanpa izin dari sang pemilik kamar, karena sang pemilik kamar tengah terlelap di tempat tidurnya. Ini memang sudah menunjukkan pukul 11:00 pm. Tapi Taeyeon belum tidur.

Taeyeon berjalan mendekati Daehyun. Ditatapnya wajah damai Daehyun. Dia tau Daehyun hari ini sangat bahagia karena dia kini sudah resmi berpacaran dengan namja yang sangat disukainya. Walaupun dia juga tau bahwa namja itu sebenarnya tidak membalas perasaannya.

"Noona tidak yakin bahwa ini adalah yang terbaik untukmu Daehyunie~, tapi noona juga bahagia jika kau bahagia", Taeyeon berusaha untuk tersenyum, walaupun ia hendak menangis, entah menangis untuk apa dia juga tidak tau.

.

.

.

.

.

Pagi yang indah dikota Seoul. Kesibukan yang tidak pernah berhenti selalu menghiasi kota yang indah ini.

Youngjae kini tengah sibuk menata penampilan hingga dia mendengar ponselnya berdering menandakan ada pesan masuk. Dia segera membuka pesan tersebut dan kemudian mendesah pelan saat mengatahui pesan tersebut ternyata dari 'pacarnya'.

From : Jung Daehyun

Selamat pagi cantik.. mau berangkat sekolah bersama? Aku akan menjemputmu.. *smile*

Youngjae tidak membalas pesan itu, karena dia tau apapun jawabannya Daehyun tetap akan menjemputnya. Dia pun dengan segera menata bukunya dan memasukkannya ke ranselnya. Namun, tiba-tiba sesuatu yang terselip dibukunya jatuh kelantai. Dia segera memungutnya. Ternyata sebuah foto. Foto dirinya yang dirangkul seorang namja saat masih berseragam Junior High School.

"Kau belum menepati janjimu padaku.. tapi aku yakin kau akan segera kembali dan menepati janjimu itu..", gumam Youngjae seraya memandang intens foto itu.

.

.

.

.

.

Daehyun terus menggenggam tangan Youngjae. Dia bahkan menggenggamnya dengan sangat erat. Sedangkan Youngjae merasakan tangannya mulai gerah, tapi dia memilih untuk membiarkannya saja. Kini mereka tengah berjalan berdua menuju sekolah.

"Jung, kenapa kau tidak memakai dasi mu?", Youngjae membuka pembicaraan untuk sedikit menghilangkan rasa kesalnya karena dari tadi Daehyun terus memandanginya.

"Aku memang sengaja meninggalkannya dirumah", jawab Daehyun seraya tersenyum manis kearah Youngjae.

"Kenapa?"

"Karena aku tidak suka memakainya"

Youngjae mendesah pelan mendengar jawaban Daehyun.

"Tapi kau harus memakainya Jung, karena itu peraturan sekolah"

"Itu akan membuatmu terlihat rapi, dan kau tau? Aku suka namja yang rapi", lanjut Youngjae dan tersenyum tipis kearah Daehyun. Daehyun terdiam lalu kemudian dia membalas senyuman Youngjae.

"Baiklah, mulai besok aku tidak akan lupa untuk memakai dasi ku", Daehyun tersenyum pada Youngjae, dan Youngjae juga membalas senyumannya. Namun senyum Youngjae memiliki arti lain.

Baiklah.. satu masalah sudah selesai.. Batin Youngjae.

.

.

.

.

.

Sehun sudah tidak heran lagi melihat Daehyun terus tersenyum sumringah hari ini. Ini pasti karena dia sudah resmi berpacaran dengan Youngjae.

"Cih! Jangan terus-terusan tersenyum seperti itu. Bisa-bisa orang-orang mengira kau sudah gila", cibir Sehun.

"Aku memang sudah gila. Gila karena Yoo Youngjae.", kini senyuman Daehyun terlihat semakin lebar.

"Kau tau? Aku benar-benar tidak percaya saat pertama kali mendengar bahwa Yoo Youngjae menerimamu. Sampai sekarang aku masih ragu bahwa dia benar-benar tulus menerimamu. Kau tidak curiga jika dia bermaksud lain dibalik semua ini?", Sehun menatap Daehyun dengan serius.

"Apa maksudmu bicara seperti itu?", Daehyun menatap sinis pada Sehun.

"Hahh.. lupakan saja..", Sehun tidak mau terlalu ambil pusing, toh bagaimanapun dia menjelaskan maksud ucapannya pada sahabatnya itu, dia tetap tidak akan mengerti karena otaknya sudah tertutup oleh Yoo Youngjae.

.

.

.

.

.

Youngjae sesekali mencuri pandang pada Luhan. Dari pagi Luhan tidak menyapanya. Dia tau Luhan sedang marah, tapi tidak pernah semarah ini, sampai-sampai Youngjae menyapa pun tidak dihiraukan. Youngjae hanya mendesah pelan mengingat bahwa ternyata Luhan menyukai Daehyun. Dia tau Luhan marah karena telah menganggap dirinya merebut Daehyun darinya. Astaga.. kalau bukan karena tugas sialan ini aku tidak akan mau pacaran dengan tuan Jung itu.. batin Youngjae.

Tapi Youngjae tau dia harus menjaga rahasia tentang ini, dari siapapun, termasuk sahabatnya sendiri.

#DRTT, DRTT

Youngjae merasakan ponselnya bergetar menandakan adanya pesan masuk. Ck! Pasti Jung Daehyun! Batin Youngjae kesal. Ya, siapa lagi yang berani mengirim pesan padanya saat jam pelajaran kalau bukan Jung Daehyun?

Youngjae membuka pesan itu sembunyi-sembunyi.

From : Jung Daehyun

Baby.. aku lapar.. temani aku ke kantin ne?*smile*

What?! Jung Daehyun, apa kau sudah gila? kau memintaku menemanimu kekantin saat aku sedang mengikuti pelajaran dikelas ku? Hell~no, aku belum pernah membolos, dan tidak akan pernah! Batin Youngjae emosi membaca pesan itu.

To : Jung Daehyun

Daehyunie~, aku sedang mengikuti pelajaran di kelasku, kau mungkin bisa pergi bersama Sehun saja, maaf ne?*puppyeyes*

Youngjae melirik kearah Son Seonsaengnim, lalu ke arah Luhan. Apa? Luhan sedang menatapnya. Youngjae pun tersenyum manis pada Luhan. Tanpa membalas senyuman dari Youngjae, Luhan kembali membalikkan wajahnya dari Youngjae. Youngjae hanya mendengus kesal. Bukan kesal pada Luhan, Ck! Ini semua gara-gara tugas sialan itu! Sahabatku sendiri jadi membenciku..

.

.

.

.

.

Daehyun sedikit kecewa setelah membaca pesan singkat dari namjachingu nya. Dia pun memutuskan untuk membatalkan niatnya pergi kekantin bersama Youngjae dan fokus pada pelajaran.

"Sudah kubilang Youngjae itu tidak tulus, Jung..", Sehun tiba-tiba berucap tanpa memandang Daehyun.

"Tidak.. dia sedang mengikuti pelajaran dikelasnya, aku mengerti..", Daehyun mengelak perkataan Sehun walaupun entah kenapa sebenarnya dia merasa perkataan Sehun itu sangat mengena.

"Jadi seme itu jangan terlalu mudah dibohongi oleh pesona seorang uke, Jung. Cobalah selidiki, siapa tau dia menyembunyikan sesuatu dari mu", Sehun berucap masih tanpa memandang Daehyun.

Daehyun hanya diam saja kali ini. Entah kenapa dia merasa ucapan sahabatnya itu ada benarnya juga.

.

.

.

.

.

Yongguk yang sedang sibuk dengan berkas-berkas yang berserakan dimejanya dikejutkan oleh bunyi ponselnya sendiri.

Im Jae Bum?

Dia pun dengan segera menekan pad hijau dilayar ponselnya.

'Hyung! Kau tidak menjemputku eoh?', Jaebum yang ada disebrang sana setengah berteriak dan itu membuat Yongguk mendelik kesal kearah ponselnya.

"Sopanlah sedikit bocah! Aku sedang sibuk sekali, jadi aku tidak bisa menjemputmu. Tapi aku sudah menyuruh Himchan untuk menjemputmu."

'Aaa.. Himchan seonsaengnim ya.. ngomong-ngomong apakah kau sudah jadian dengan Himchan seonsaengnim, hyung?', Jaebum mencoba untuk menggoda Yongguk.

"Berisik! Yasudah! Kututup dulu, aku sibuk!", Yongguk menghindar namun dia sempat mendengar kikikan geli dari Jaebum. Dasar bocah! Batinnya.

.

.

.

.

.

Himchan sudah sampai dibandara. Dia pun segera menyusuri bandara itu untuk menemukan Jaebum. Ya, tadi dia ditugaskan Yongguk untuk menjemput adik sepupunya itu yang baru pulang dari Amerika.

Aa! Itu dia!

Himchan segera menghampiri Jaebum. Walaupun sudah tidak bertemu selama empat tahun, tapi Himchan masih bisa mengenali wajah adik sepupu dari namja tercintanya, Yongguk.

"Yak! Himchan hyung! Kenapa lama sekali?", cerocos Jaebum saat kini dia sudh berhadapan dengan Himchan yang hanya bisa memasang wajah datar.

"Kau kira jarak yang harus kutempuh itu dekat eoh? Pulang dari Amerika bukannya jadi pintar malah tambah bego!", ujar Himchan ketus.

"Hah.. yasudahlah.. berdebat denganmu tidak akan selesai seharian hyung, cepat antar aku ke apartemenku, aku ingin istirahat", Jaebum berlalu mendahului Himchan.

Himchan hanya bisa pasrah melihat kelakuan namja itu. Dia pun segera menyusul Jaebum dan mengimbangi langkah Jaebum.

"Ohya, hyung, bagaimana keadaan Youngjae?", Jaebum mulai membuka pembicaraan.

Youngjae? Akh! Ini akan jadi masalah besar! Aku berharap anak ini sudah lupa dengan Youngjae, ternyata tidak.. Batin Himchan resah.

"Y-youngjae? Dia baik-baik saja..", jawab Himchan dengan gugup.

"Emm.. aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengannya. Kenapa kau tidak ajak dia untuk ikut menjemputku, hyung?", Jaebum kembali bertanya dan pertanyaan itu tentu saja membuat Himchan bingung ingin menjawab seperti apa.

"E, tadi dia sibuk dengan kegiatan OSIS, jadi dia tidak bisa ikut", bohong Himchan.

Jaebum yang mendengar jawaban Himchan hanya ber-oh ria.

.

.

.

.

.

Youngjae terlihat sedang mematut dirinya didepan cermin. Ya, malam ini dia akan berkencan dengan Daehyun. Sebenarnya dia malas sekali keluar malam, tapi ya mau bagaimana lagi.

Tiba-tiba Youngjae mendengar ponselnya bordering. Pasti Jung Daehyun, Batin Youngjae.

Youngjae mengernyitkan keningnya saat melihat bukan Daehyun yang menelponnya.

Nomor tidak dikenal? Siapa? Batin Youngjae heran.

#PIP

"Yeoboseo?"

'Youngjae~ah.. ini aku, Im Jaebum"

.

.

.

.

.

Setelah selesai makan malam di kafe, Daehyun mengajak Youngjae untuk jalan-jalan ketaman dekat rumah Daehyun. Dan disinilah mereka sekarang duduk dirumput yang dingin ditaman yang sangat sepi.

"Youngjae~ah, aku punya sesuatu untuk mu", Daehyun terlihat merogoh saku jaketnya.

Setelah menemukan benda yang dicarinya, dia pun meraih tangan Youngjae. Dengan hati-hati dia memasangkan sebuah cincin kejari manis Youngjae. Sangat pas. Dia pun tersenyum.

"Aku juga memakainya", Daehyun memperlihatkan jari manisnya.

"Kau suka?", lanjut Daehyun.

"Hm, ini bagus", jawab Youngjae seraya mengamati cincin dijari manisnya dengan seksama, ternyata ada ukiran nama Daehyun.

"Apa milik mu juga ada ukiran namanya?", tanya Youngjae.

"Tentu saja"

#Tes

"Eh? Hujan?", Daehyun yang merasakan ada yang menetes ditangannya segera menatap kelangit. Mendung. Kini rintik hujan itu berubah menjadi hujan.

.

.

.

.

.

Youngjae kini ada di rumah Daehyun. Hujan masih sangat lebat jadi dia tidak bisa pulang.

"Youngjae~ah, mandilah dengan air hangat, noona sudah menyiapkannya untukmu", Taeyeon menghampiri Youngjae dan menyodorkan sebuah handuk kearahnya.

"Terimakasih noona", Youngjae menyambut handuk itu dan segera menuju kamar mandi.

Taeyeon hanya mengangguk dan tersenyum manis kearah Youngjae.

Setelah Youngjae sudah masuk kekamar mandi, Taeyeon melihat Daehyun baru turun dari kamarnya, dia terlihat celingukan.

"Mencari Youngjae?"

"Ne, dimana dia noona?"

"Dia sedang mandi", jawab Taeyeon singkat.

"Nanti pinjamkan dia baju mu Daehyunie~, bajunya basah", lanjut Taeyeon.

"Ah, ne, aku ambilkan dulu"

Daehyun pun kembali naik keatas untuk mengambilkan baju untuk Youngjae.

Daehyun turun dengan membawa kaos lengan pendek berwarna kuning dan celana selutut berwarna abu-abu.

#CEKLEK

Youngjae membulatkan matanya saat keluar dari kamar mandi dan melihat Daehyun berjalan kearahnya. Daehyun pun sedikit shock saat melihat Youngjae. Bagaimana tidak? Youngjae hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya. Namun dia berusaha terlihat biasa saja.

"I-ini aku pinjamkan baju untuk mu, maaf kalau kebesaran"

"Terimakasih, aku akan memakainya", Youngjae menyambut baju itu dengan cepat dan kembali masuk kekamar mandi.

Daehyun masih terpaku ditempatnya berdiri. Pikiran kotornya mulai bekerja. Tapi dia berusaha untuk menepisnya.

Hah.. kau pasti sudah gila Jung Daehyun! Batinnya seraya memukul-mukul kepalanya sendiri.

.

.

.

.

.

"Sepertinya hujannya tidak akan reda dalam waktu dekat, ini juga sudah terlalu malam, sudah tidak ada bus yang lewat, menginap saja Youngie~", Taeyeon menatap Youngjae berharap namja manis itu mau menginap.

"Lagipula besok kan hari minggu, besok pagi Daehyun mengantar pulang, ya kan Daehyunie~?", lanjut Taeyeon,

"Ne", jawab Daehyun singkat.

"Emm.. baiklah, maaf kalau merepotkan noona,", Youngjae akhirnya memutuskan untuk menginap saja.

"Aah.. tidak, tidak apa-apa, kami justru senang, ya kan Daehyunie?"

Daehyun hanya mengangguk. Sedangkan Youngjae hanya menatap kesal pada Daehyun. Cih! Mencari kesempatan.. Batin Youngjae.

"Yasudah kalau begitu, ini sudah malam kalian pergi tidur sana, noona juga mau tidur", setelah mengatakan itu Taeyeon pun segera melesat meninggalkan Daehyun dan Youngjae yang masih terdiam.

"Jadi aku tidur sekamar dengan mu?", Youngjae menatap Daehyun yang kini terlihat bingung. Mereka kini sudah ada di kamar Daehyun.

"Kau tidur saja di tempat tidurku, aku tidur di sofa", jawab Daehyun seraya menunjuk sofa yang terletak tak jauh dari single bed miliknya.

"Emm, baiklah", Youngjae pun segera naik ke tempat tidur Daehyun dan membaringkan tubuhnya, dia sudah sangat mengantuk rupanya. Sedangkan Daehyun masih diam ditempat, dia memperhatikan setiap gerak-gerik Youngjae. Aku beruntung sekali punya kekasih semanis dia.. Batin Daehyun.

"Dae, kau tidak tidur?", tanya Youngjae.

"A-ah, n-ne", jawab Daehyun terbata. Dia pun berjalan menuju lemari dan mengambil sebuah selimut lalu dia bersiap juga untuk tidur.

"Youngjae~ah,"

"ne?"

"Selamat tidur, Saranghaeyeo.."

Youngjae tidak membalas ucapan Daehyun, dia hanya tersenyum tipis lalu mulai memejamkan matanya. Tak lama setelah itu Youngjae sudah benar-benar terbang ke alam mimpi. Namun, Daehyun ternyata masih terjaga.

"Youngjae~ah, kau sudah tidur?", tidak ada jawaban, Daehyun pun bangkit dan berjalan ke arah Youngjae. Dia berlutut disamping single bed nya yang kini tengah ditiduri oleh seorang malaikat. Dia memperhatikan setiap inci wajah manis Youngjae sambil tersenyum tidak jelas. I go crazy because of you, Yoo Youngjae.. Batinnya. Ehtah setan apa yang kini tengah merasukinya dengan perlahan dia mendekatkan wajahnya ke wajah Youngjae yang tertidur lelap, semakin dekat, semakin dekat, dan..

.

.

.

.

.

Sebuah taksi berhenti tepat di depan sebuah rumah dengan pekarangan yang cukup luas. Penumpang taksi yang ternyata adalah Youngjae dan Daehyun itu pun segera turun dari taksi itu. Mereka pun segera masuk ke pekarangan rumah itu yang ternyata adalah rumah Youngjae. Namun..

"Youngjae?", seorang namja yang tidak asing oleh Youngjae berdiri di depan pintu rumahnya dna menatap terkejut pada Youngjae.

"J-jaebum?", Youngjae lebih terlihat terkejut dari namja yang ternyata Jaebum itu.

"Siapa dia Youngjae~ah?", tanya Daehyun dengan nada yang dingin.

Youngjae membeku. Dia tidak tau harus berkata apa dan berbuat apa.

.

.

.

.

.

To be Continue…

.

.

.

Review Please~~