Title : All is Lie
Cast : KyuMin Slight KyuWook, GS for Uke
Chapter : 3 of ?
.
.
.
Manusia selalu mengagung agungkan rasa Cinta, seolah semuanya dapat bahagia dengan hanya Cinta. Bagiku memang iya, Cinta dapat menyatukan perbedaan, memusnahkan kebencian, memberikan kenyaman tapi Cinta juga dapat menghancurkan segalanya dengan mudah bagai merobek sebuah kertas, seperti ombak yang terus menggerus batu karang.
- Kyuhyun Sungmin -
.
.
.
Kyuhyun melepaskan pelukannya pada Sungmin dan memandangnya sendu. Seolah tatapan itu mampu berbicara dan mengatakan kalau dia juga merasakan sakit yang sama seperti yang Sungmin rasakan. Bibir bergetarnya kini mengatup sempurna, sepertinya tak ada kata kata yang bisa ia keluarkan sekarang. Sama halnya dengan Sungmin, dia masih terus diam dan memalingkan wajahnya ke arah jendela yang terbuka lebar, tak ingin berlama lama larut dalam keadaan.
"Mianhae" akhirnya ada kata yang Kyuhyun keluarkan, sepertinya mengatakan kata itu cukup sulit untuknya. Tapi Sungmin tak bergeming dan terus memalingkan wajahnya, dia sangat tidak ingin untuk melihat wajah Kyuhyun saat ini karena akan menambah luka hatinya.
Lagi lagi tangan Kyuhyun terarah menyentuh kedua tangan Sungmin, dan membuat Sungmin sedikit tersentak dengan gerakan tiba tiba itu. Sungmin akhirnya menyerah, dia memalingkan wajahnya untuk melihat Kyuhyun. Tatapan mata sendu langsung menyambutnya, bola mata Sungmin bergerak melihat lagi ke arah memar di pipi Kyuhyun.
'Apa yang telah terjadi Kyu' batin Sungmin.
Sungmin sebenarnya bingung, dalam keadaan seperti ini apa yang harus dia lakukan, apa dia akan terus mempertahankan egonya dan selamanya membenci Kyuhyun yang notabene adalah namja yang begitu di cintainya. Atau dia menyerah dan memaafkan Kyuhyun yang sudah membuatnya merasakan rasa kecewa dan sakit hati.
"Ku mohon Min beri aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya" kata Kyuhyun dengan lancarnya dan menggenggam tangan Sungmin dengan erat.
"Apa yang harus aku dengarkan Kyu? Aku sudah cukup paham apa posisiku dimatamu sekarang" kata Sungmin sambil menahan air matanya untuk tidak keluar saat mengucapkan kata kata itu.
"Banyak Min, kalau kau sudah sadar posisimu pasti kau akan mendengarkan namja yang kau cintai ini Min, karena kamu adalah istriku, istri yang sangat aku cintai Min" Kata Kyuhyun mencoba meyakinkan, Sungmin terdiam cukup lama. Hatinya bimbang, apa yang harus dipilihnya, kenapa begitu banyak pilihan yang harus dia pilih.
"Ku mohon" desak Kyuhyun kemudian. Sungmin menutup matanya perlahan dan menghembuskan nafasnya berat lalu perlahan membuka matanya dan mengangguk. Kyuhyun tersenyum tipis melihatnya dan akan mulai menjelaskan semuanya.
Kyuhyun hendak membuka mulutnya namun terhenti ketika pintu kamar rawat Sungmin mulai terbuka perlahan. Semuanya langsung menengok ke arah pintu itu, dan betapa kagetnya Sungmin saat melihat seseorang di ambang pintu sambil menatap tanpa ekspresi ke arahnya. Dengan sekali hentakan Sungmin langsung melepaskan tangan Kyuhyun dari tangannya dan memalingkan wajahnya.
"Pergilah Cho Kyuhyun, kurasa istri dan anakmu sudah mencarimu" kata Sungmin dengan datarnya setelah melihat seseorang itu dan membuat kedua orang tuanya terkaget kaget dengan apa yang barusan mereka dengar, lalu dengan segera mereka melihat ke ambang pintu dan terkejut mendapati seorang yeoja tengah menggendong seorang bayi. Yah dia adalah Kim Ryeowook dan bayi yang ada di gendongannya. Kau datang dalam situasi yang sangat tidak tepat Kim Ryeowook.
"Min jebal beri aku kesempatan menjelaskannya sekarang" kata Kyuhyun mencoba untuk meyakinkan Sungmin lagi, tapi sayang sekali Sungmin tak mau lagi untuk mendengarkan kata kata Kyuhyun. Rasa bencinya telah kembali mendominasinya.
"Ku rasa cukup Cho Kyuhyun" kata Sungmin lagi dengan nada dingin. Kyuhyun terus mendesak Sungmin, namun Sungmin tetap bertahan dengan posisinya. Bahkan Ryeowook pun hanya terdiam melihat itu, tapi berbeda dengan Appa Sungmin. Dia langsung berjalan menuju ke Kyuhyun dan menariknya keluar, tentu saja Kyuhyun terus berontak tapi dia terlalu lemah untuk melawan Appa Sungmin.
"JANGAN KEMBALI LAGI CHO" teriak Appa Sungmin dengan emosi menggebu gebu, tak peduli saat ini dia berada di mana, tapi hatinya terlalu sakit untuk menerima kenyataan pahit bertubi tubi.
Kyuhyun menggedor gedor pintu kamar rawat Sungmin yang langsung di kunci oleh Appa Sungmin. Beberapa orang mendatanginya untuk menenangkan tapi tak dihiraukan oleh Kyuhyun hingga akhirnya dia merosot ke bawah dan masih terus menggedor gedor pintu kamar itu, semakin lama semakin lambat.
"jebal buka Min jebal" kata Kyuhyun dengan lirih, Ryeowook segera datang dan mencoba menenangkan Kyuhyun. Tapi Kyuhyun tetap di sana tak mau beranjak dari tempatnya, membuat semua orang membicarakannya.
.
.
.
Sungmin masih di sana dan mendengarkan gedoran pintu yang semakin lama semakin lambat. Seandainya saja keadaannya berbeda, pasti dia akan segera keluar dan merengkuh tubuh lemah Kyuhyun ke dalam pelukannya. Tapi memang kenyataan berkata lain, walau tak dapat ia pungkiri rasa khawatirnya semakin besar sekarang, di dalam pikirannya selalu saja terlintas memar yang ada di pipi Kyuhyun. Apa yang telah terjadi padanya, apa yang ia tidak tahu sekarang, semuanya hanya menjadi pertanyaan tak terjawab di dalam pikirannya.
"Sungmin, kenapa kau tak mengatakannya pada Appa Umma kalau Kyuhyun punya istri lagi" Sungmin hanya memandang sayu ke arah kedua orang tuanya, bagaimana ia ingin menjelaskan semuanya sekarang. Dia saja baru tahu beberapa hari lalu tentang semua itu, kalau bukan karena seseorang yang tidak ia kenal memberitahunya.
'orang itu' kata Sungmin dalam hati sambil matanya bergerak gerak gelisah. Kenapa tak ia pikirkan sejak awal, siapa orang yang telah memberitahunya dan kenapa orang itu memberitahunya. Sejak awal dia hanya menerima sebuah pesan singkat tentang semua perselingkuhan Kyuhyun, bahkan ia mendapat alamat lengkap yeoja dan bayinya itu. Tapi ia sama sekali tak mencari tahu siapa si pemberi informasi itu.
Sungmin segera menatap ke arah ponselnya yang berada di meja sebelah tempat tidurnya. Dengan cepat di ambilnya dan dibukanya beberapa pesan yang ia terima beberapa hari lalu. Segera ia mencoba untuk meneleponnya.
Tut Tut Tut
Sungmin terdiam lagi, pikirannya melayang kemana mana. Diliriknya lagi pintu yang masih terdengar gedoran dan ricuh di luar kamarnya. Apa yang ia lakukan sekarang benar, apa dia harus mendengarkan semua penjelasan Kyuhyun tentang semuanya. Tapi buat apa dia dengarkan, dia sudah kehilangan seluruh kebahagiaannya.
"Appa" panggil Sungmin.
"Ne Minnie" jawab Appanya.
"Bisakah Appa mencari tahu nomor telepon ini" kata Sungmin sambil menyodorkan ponselnya ke Appanya dengan perlahan sang Appa mengambil ponsel itu dan melihatnya.
"Sepertinya bisa Min, tapi untuk apa?" tanya Appanya kemudian.
"Penting Appa, kumohon cepat, bisakah saat ini juga aku tahu" kata Sungmin dan membuat kecurigaan yang cukup kentara di wajah kedua orang tuanya. Tapi mau bagaimana lagi, akhirnya ia mengangguk dan mengiyakan permintaan anak semata wayangnya.
Dengan segera ia menguhubungi salah satu sahabatnya yang berada di kepolisian untuk mencari tahu nomor telepon itu. Sungmin memainkan tangannya gelisah dan khawatir menunggu kabar yang memang sangat ingin dia dengarkan. Hingga tak lama kemudian dering telepon membuyarkan pikirannya.
"ne yeoboseyo" jawab Appanya.
"aku sudah dapatkan infonya, nomor itu terdaftar dengan nama Kim Jongwoon"
"Kim Jongwoon? Bisa kau cari tahu tentangnya?" jawab Appanya lagi, tapi Sungmin langsung kaget ketika mendengar nama itu karena nama itu cukup familiar untuknya.
"ne, sebentar. Ah ya, Kim Jongwoon, hanya satu orang dengan nama itu di Korea Selatan dan dia masuk dalam daftar pencarian orang, tapi sejak 2 tahun yang lalu jejaknya tak ada lagi seolah lenyap"
"Mwo? Kau yakin?" Jawab Appa Sungmin dengan kaget.
"Ne sangat yakin, tapi nomor telepon ini sudah tidak dapat dihubungi lagi, sebentar aku akan coba melacak terakhir kali nomor ini di gunakan" jawab orang dari seberang sana lalu mematikan teleponnya.
Sungmin memandang Appanya dengan rasa khawatir yang semakin menjadi, mungkihkah semua ini hanya permainan orang itu saja karena ingin menghancurkan dirinya dan Kyuhyun. Karena Kyuhyun pernah mengatakan kepadanya bahwa ia begitu membenci orang yang bernama Kim Jongwoon itu karena dia telah membunuh Hyungnya. Tapi apakah ini hanya kebetulan semata. Apakah orang yang bernama Kim Jongwoon ini memang ingin membantu dirinya dengan mengatakan tentang perselingkuhan Kyuhyun, tapi untuk apa. Pertanyaan baru muncul lagi di otak Sungmin, tapi lagi lagi itu hanya berakhir menjadi sebuah pertanyaan karena dirinya sendiri tak bisa menjawabnya.
"Minnie, bagaimana bisa seorang buronan menghubungimu" tanya Appanya langsung pada Sungmin. Tapi Sungmin hanya bisa diam, dia bingung mau menjelaskan apa pada kedua orang tuanya.
"Jawab Appa Minnie" desak Appanya kemudian.
"Dia menghubungi Minnie dan mengatakan tentang perselingkuhan Kyuhyun" jawab Sungmin kemudian karena hanya itu yang ada di pikirannya sekarang.
"Apa urusan seorang buronan dengan perselingkuhan Kyuhyun, apa maksud semua itu Minnie, apa yang Appa tidak tahu tentang kalian?" tanya Appanya lagi seolah tidak puas dengan jawaban dari putrinya itu. Tapi Sungmin juga tidak tahu tentang itu, karena sejak tadi ia pun mempertanyakan itu dalam hatinya.
"Minnie tidak tahu" kata Sungmin lirih sambil menunduk. Appanya diam dan menghela nafas berat, kenapa persoalan keluarga ini benar benar rumit.
Tak lama dering telepon yang berasal dari ponsel Appa Sungmin membuyarkan ketegangan yang ada. Diliriknya id caller yang ada di layarnya, dengan tergesa gesa ia pun mengangkat telepon dari orang yang memang sudah di tunggunya itu.
"Aku sudah dapat lokasinya, dan itu berada di perusahaan yang cukup besar milik eksekutif muda bernama Kim Yesung"
"Tapi apakah mungkin Kim Jongwoon berada di sana? Bagaimana bisa dia berada di perusahaan besar tanpa ada seorang pun yang tahu?" tanya Appa Sungmin bertubi tubi.
"Mungkin dia menyamar menjadi orang lain, atau mungkin mengubah dirinya agar tak ada yang tahu jati dirinya, sebentar aku akan coba cari tahu tentang perusahaan itu, tak perlu tutup teleponnya karena aku tak akan lama" kata orang dari seberang sana.
Appa Sungmin mengerutkan dahinya bingung, bagaimana mungkin seorang buronan yang telah hilang jejaknya muncul begitu saja di sebuah perusahaan besar. Bila memang dia mengubah dirinya kenapa dia tetap menggunakan nama Kim Jongwoon di data ponselnya. Apakah mungkin itu orang lain dan hanya menggunakan nama Kim Jongwoon untuk menutupi jati dirinya sebenarnya.
"yeoboseyo, yeoboseyo"
"ne ne aku masih di sini, bagaimana?" tanya Appa Sungmin.
"Perusahaan itu baru saja di buka sekitar satu setengah tahun yang lalu, dan pendirinya bernama Kim Yesung, dia orang korea tapi tinggal di Jepang. Dan dia datang dari jepang 2 tahun lalu tepat seminggu setelah Kim Jongwoon dinyatakan hilang tanpa jejak" Jawab orang di sana.
"ne gomawo atas infonya" jawab Appa Sungmin sambil menutup teleponnya.
"Dia berada di perusahaan milik Kim Yesung Min" kata Appanya pada Sungmin.
Sungmin mengerutkan dahinya setelah mendengar nama Kim Yesung, bukankah dia orang yang telah membantunya dan membawanya ke rumah sakit saat itu. Apakah mungkin bila seorang buronan berada di perusahaan itu. Sungmin terus memeras otaknya memikirkan ini semua, dia masih begitu aneh dengan kejadian ini. Untuk apa Kim Jongwoon melakukan ini semua, apa dia masih begitu dendam dengan Kyuhyun. Tapi bukankah dia membunuh Jungmo dan untuk apa dia datang lagi. Apakah dia ingin menghancurkan seluruh keluarga Cho. Kalau memang iya berarti nyawa Kyuhyun terancam.
"Appa bukakan pintu itu ku mohon" kata Sungmin kemudian, bagaimanapun juga kalau memang benar nyawa Kyuhyun yang terancam ia tak bisa hanya diam. Dengan mengesampingkan rasa sakit hatinya Sungmin terus mendesak Appanya untuk membuka pintu kamar rawatnya itu.
Appa Sungmin segera membuka pintu kamar itu, dan yang pertama kali dilihatnya adalah Kyuhyun yang bersimpuh di bawah kakinya serta seorang yeoja tengah memegang bahu Kyuhyun. Rasa marah kembali menyeruak di hati Appa Sungmin, dengan segera di tariknya Kyuhyun masuk ke dalam kamar Sungmin dan meninggalkan Ryeowook di sana.
"Min biarkan aku jelaskan sekarang, waktu itu aku . . ." kata Kyuhyun dengan segera saat berhadapan dengan Sungmin.
"aku tak butuh penjelasan mu sekarang Cho Kyuhyun" jawab Sungmin begitu saja tanpa peduli dengan penjelasan Kyuhyun, karena baginya itu tak penting. Kyuhyun langsung terdiam dengan deru nafas yang terengah engah.
"bereskan dirimu dan antarkan aku ke suatu tempat" kata Sungmin dengan cepat lalu melepas dengan paksa selang infusnya, membuat semua yang berada di sana langsung terkaget kaget.
"Min apa yang kau lakukan"
"Cepat Kyu" kata Sungmin kemudian.
.
.
.
Drrt Drrt
Getaran di ponsel Yesung kembali mengganggu kegiatannya hingga ia sedikit mengacuhkannya karena pekerjaannya masih begitu banyak. Tapi sepertinya itu telepon yang cukup penting hingga ponselnya terus bergetar. Dengan sedikit kesal akhirnya diangkatnya telepon itu.
"..."
PIP
Hanya satu kalimat yang ia dengar dan ponsel itupun mati. Seringai tampak menghiasi wajah malaikatnya, sepertinya ia bukan lagi malaikat melainkan seorang iblis yang telah dihinggapi kebencian dan juga rasa dendam. Seorang iblis yang haus akan kekuasaan untuk menghancurkan orang lain.
Yesung menatap layar di ponsel touchscreennya, kini saatnya melanjutkan rencananya. Setelah satu persatu apa yang ia inginkan terwujud. Kini hanya tinggal satu langkah lagi dan seluruh keluarga Kyuhyun akan benar benar hancur. Sama seperti yang telah terjadi pada keluarganya.
"Selamat menikmati kehancuran kalian Cho" Kata Yesung sambil memainkan ponselnya lalu bersandar di kursi besarnya, ia tak lagi peduli dengan pekerjaannya yang sangat menumpuk itu. Ia masih ingin menikmati kesenangannya kini seolah ia memang sudah benar benar menang.
Tok Tok Tok
Yesung terlonjak kaget ketika suara ketukan pintu itu masuk ke telinganya dan membuyarkan semua kesenangannya. Dengan sedikit tidak ikhlas ia mempersilakan seseorang itu masuk.
"Mianhae sajangnim, saya tidak mengabari dulu tapi mereka berdua terus mendesak untuk bertemu dengan anda segera" kata sekretaris Yesung dengan takut takut karena telah mengganggu bosnya itu. Tapi Yesung segera memperlihatkan senyum tipisnya dan menggangguk seolah mengatakan tidak apa apa.
"baik bawa mereka masuk" kata Yesung kemudian.
Tak lama muncullah Kyuhyun dan Sungmin. Yesung tampak tak lagi terkejut dengan kedatangan dua orang itu, seolah dia telah tahu bahwa mereka akan datang. Sekretaris Yesung segera keluar setelah itu dan kini tinggallah mereka bertiga.
"Sepertinya kamu sudah sehat sekarang" kata Yesung berbasa basi.
"ne gamsahamnida sudah menyelamatkanku waktu itu Yesung~ssi" jawab Sungmin, sambil mendekat ke arah Yesung yang kini telah berdiri dari duduknya dan berjalan menuju ke arah mereka berdua.
"Kalau hanya ingin mengucapkan terimakasih pasti kalian tidak perlu repot repot untuk mendatangiku di kantor dan memaksa masuk kan" kata Yesung setelahnya.
"Ne, sebenarnya ada yang ingin kami tanyakan Yesung~ssi"
"tentang?" tanya Yesung sambil bersandar di depan meja besarnya.
"apa kau tahu tentang Kim Jongwoon" tanya Sungmin hati hati. Yesung tampak mengerutkan dahinya seolah bingung, lalu berfikir sejenak.
"memangnya ada apa?" Yesung berbalik tanya kemudian.
"Dia adalah buronan dan terakhir kali kontaknya berada di perusahaan ini, pasti anda akan tahu siapa saja yang keluar masuk ke kantor ini Yesung~ssi" Kata Sungmin menjelaskan pada Yesung.
"ne memang aku sangat tahu siapa saja yang keluar masuk di sini, tapi aku tak pernah tahu kalau ada buronan masuk ke sini" jelas Yesung kemudian.
Kyuhyun tampak tak percaya dengan omongan Yesung, firasatnya mengatakan kalau ada sesuatu dengan orang ini. Saat pertama kali ia melihatnya tadi, perasaannya langsung tidak enak seperti akan terjadi sesuatu yang sangat buruk. Mata Kyuhyun menatap menyelidik ke arah Yesung. Terutama ia melihat ke mata Yesung, semakin lama ia menatapnya semakin ia merasa begitu familiar dengan orang ini.
"Dan lagipula, siapapun yang mau berurusan dikantor ini harus menyerahkan tanda pengenalnya, tapi sepertinya kalian tidak melakukannya kan kalau begitu mian aku tidak bisa membantu apa apa" jawab Yesung santai.
Kyuhyun tampak jengah dengan orang yang berada di hadapannya kini. Kalau memang semua yang Sungmin dan Appanya ceritakan tadi benar, pasti kemungkinan besar Kim Jongwoon memang berada di sini. Dan mungkin saja orang yang bernama Yesung ini mengetahuinya atau menyembunyikannya.
Drrt Drrt
Sungmin sedikit tersentak ketika merasakan saku bajunya bergetar. Dengan segera diambilnya ponsel itu dan dilihatnya siapa orang yang meneleponnya.
"Appa" kata Sungmin sedikit kaget kenapa Appanya tiba tiba meneleponnya sekarang. Dengan segera diangkatnya telepon itu.
"yeoboseyo?"
"Cepat keluar dari sana Min"
"Mwo? Waeyo Appa?"
"Cepat"
"Tapi Ap . . ."
Tanpa dikomando Yesung langsung mengambil ponsel Sungmin dan mematikan sambungan teleponnya.
"Aku lupa memberitahu kalian ya, di sini tidak boleh menerima telepon dari siapapun"
"Peraturan macam apa itu, cepat kembalikan ponselnya" Kata Kyuhyun setelahnya.
"Ini perusahaanku dan siapapun disini harus menuruti peraturan yang kubuat Cho Kyuhyun" kata Yesung kemudian, Sungmin langsung kaget, bagaimana mungkin Yesung tahu nama suaminya ini. Bukankah dia tidak pernah menyebutkan nama Kyuhyun di hadapannya.
Kyuhyun pun sama terkejutnya dengan Sungmin, pasalnya baru tadi dia bertemu dengan Yesung dan bahkan dia tidak pernah menyebutkan siapa namanya selama di sini.
Drrtt Drrtt
Ponsel milik Sungmin kembali bergetar, Yesung melihatnya lalu kembali mematikannya. Setelah itu ia matikan ponsel Sungmin dan secara tidak terduga dia melempar ponsel itu ke dinding hingga ponsel itu pecah berantakan. Sungmin langsung menutup mulutnya kaget ketika peristiwa pelemparan itu terjadi.
"APA YANG KAU LAKUKAN HAH" teriak Kyuhyun sambil bersiap akan menerjang Yesung, tapi langkahnya langsung terhenti ketika sesuatu tepat mengarah ke kepalanya.
Kyuhyun langsung diam sambil matanya bergerak gelisah. Sungmin pun tak tinggal diam, dia segera mendatangi Yesung tapi ternyata Yesung pun melakukan hal yang sama dengannya. Sungmin juga terdiam, kakinya serasa tidak bisa ia gerakkan sekarang.
"maju selangkah, kalian akan mati" kata Yesung kemudian, masih dengan menodongkan kedua pistolnya tepat di kepala Kyuhyun dan Sungmin.
"SIAPA KAU" teriak Kyuhyun.
"Aku, Kau pasti sangat mengenalku Cho Kyuhyun" Kata Yesung. Kyuhyun membelalakan matanya sempurna melihat manik mata Yesung, dia baru ingat siapa pemilik kedua mata itu.
"Ya Aku adalah Kim Jongwoon" Kata Yesung bersamaan dengan bunyi tembakan yang cukup keras.
TBC
Akhirnya chapter 4 berhasil author selesaikan, setelah berjuang diantara jadwal yang semakin padat.
Buat yang udah ngeriview author mengucapkan banyak banyak terimakasih ne, Mian kalau ggak bisa author bales satu persatu tapi author baca kok. Dan mungkin jawabannya bisa kalian temukan di chapter 4 ini.
Mianhae ne kalau ceritanya jadi semakin ggak terarah, soalnya author juga sedang mentok ide. Sulit mencari inspirasi. Bagaikan mencari kutu diantara rambut kribo. Hehe
Sekian cuap cuapnya, sekali lagi Gamsahamnida redeardeul :)
- Shu Qiao Lian -
