Title : All is Lie
Cast : KyuMin Slight KyuWook, GS for Uke
Chapter : 5 of ?
.
.
.
Kebenaran memang selalu akan menyakitkan, tak peduli seberapa kerasnya kau menyangkal, rasa sakit itu akan terus berada di sekitarmu. Menghantui setiap harimu dan akan merengkuhmu masuk ke dalam lingkaran penuh api kematian. Membuatmu merasakan apa itu rasa sakit yang sesungguhnya.
- Kim Yesung -
.
.
.
Kyuhyun tersentak ke belakang ketika sebuah peluru melesat dan menerobos masuk ke dalam lengan sebelah kirinya. Reflek tangan kanannya langsung memegangi lengan kirinya yang terus saja mengeluarkan darah segar itu. Keningnya mengerut dan tangan kirinya terus mengepal, dia merasakan rasa sakit yang begitu hebat sekarang. Matanya terkadang menutup lalu terbuka kembali, bahkan deru nafasnya tak lagi setenang tadi. Tapi Kyuhyun harus tetap kuat, dia tidak ingin terlihat lemah saat ini, walau rasa sakit ini begitu mengganggunya tapi dia tidak boleh berhenti di sini. Dia harus mengakhirinya sekarang atau dia tidak akan punya kesempatan lagi.
"KYU" teriak Sungmin sambil memegangi kedua bahu Kyuhyun, Kyuhyun terus mencoba berdiri, mengabaikan rasa sakitnya itu dan sekarang matanya menatap tajam Yesung yang hanya tersenyum meremehkan. Sepertinya dia sangat menikmati permainan yang ia buat.
Kyuhyun tahu, mungkin ini akan menjadi hal yang terakhir ia lakukan bila ia tak akan selamat di sini. Walau ia belum cukup mengenal siapa Kim Jongwoon tapi dia tahu bahwa Jongwoon adalah orang yang berbahaya. Kyuhyun sedikit tidak menyangka akan bertemu dengan Kim Jongwoon di tempat seperti ini. Ia tak menyangka Kim Jongwoon sepintar ini, mengganti seluruh identitasnya dan menutupi semuanya dengan membuat sebuah perusahaan besar bahkan siapapun tidak tahu identitasnya yang sebenarnya. Kim Jongwoon bermain terlalu rapi dengan semua ini, dan Kyuhyun tahu pasti Jongwoon sengaja menggunakan nama aslinya di data ponselnya hanya saja dia terlalu bodoh untuk menyadarinya. Dan sekarang yang menjadi pertanyaannya adalah untuk apa dia melakukan itu semua.
"TOLONG" teriak Sungmin berulang kali, tapi tak ada siapapun yang datang untuk menolongnya. Yesung masih terus memperhatikan Sungmin yang terus berteriak minta tolong, sesekali ia geleng geleng kepala karena merasa Sungmin terlalu bodoh saat ini.
"Hentikanlah, tak akan ada yang mendengarmu" kata Yesung kemudian setelah jengah mendengar Sungmin terus berteriak. Sungmin menatap Yesung emosi, jantungnya berdetak dengan sangat cepat, dia merasakan sesuatu yang sangat buruk akan terjadi setelah ini. Insting bertahan hidupnya menyuruhnya untuk segera pergi dari sini, tapi sepertinya itu tidak akan bisa dengan mudah ia lakukan. Apalagi dengan kondisi Kyuhyun yang seperti ini, pasti akan sangat sulit. Lagipula Yesung punya senjata dan mereka berdua tak membawa apapun.
"Seluruh ruangan ini sudah kubuat kedap suara sejak kalian datang, aku sangat pintar kan" kata Yesung sambil bangkit dari bersandarnya di meja kerjanya. Dia menatap kedua orang itu dengan pandangan penuh kebencian dan dendam, begitu pula Kyuhyun dan Sungmin.
Yesung berjalan perlahan mengelilingi Kyuhyun dan Sungmin, Ia seperti seekor singa yang tengah mengepung mangsanya. Tapi dia bukanlah lagi seeokor singa, dia adalah seorang iblis yang siap mencabut nyawa. Tiba tiba Yesung berhenti tepat di belakang Kyuhyun dan Sungmin.
"Bagaimana rasanya tertembak Kyu?" kata Yesung kemudian, rahang Kyuhyun mengeras emosinya tampak begitu kentara sekarang, rasa bencinya semakin bertambah setiap detiknya. Walau seluruh wajahnya sekarang penuh dengan keringat karena menahan rasa sakitnya sendiri. Sungmin memandang Yesung sebentar lalu memandang khawatir Kyuhyun yang tampak begitu kesakitan, apakah ini memang akhir dari semuanya.
Yesung kembali berjalan dan sekarang dia tepat berhadapan dengan Kyuhyun dan Sungmin. Sesekali Yesung melihat ke arah kedua kaki Kyuhyun yang tampak gemetar seolah tak kuat lagi menahan bobot tubuhnya. Yesung semakin merasa menang sekarang, karena nyawa mereka berdua ada ditangannya.
"Kalian kira aku akan sebegitu bodohnya menggunakan nama asliku di data ponselku, aku menggunakanannya untuk memancing mu ke sini Cho Kyuhyun, dan . ." Kata Yesung menggantungkan kalimatnya, lalu dengan cepat dia memperlihatkan pistol yang ada di tangan kanannya pada Kyuhyun. Kyuhyun memandang Yesung sekilas lalu melihat ke arah pistol hitam bernoda merah yang ia yakini adalah darah dan sebuah kalung emas yang menjuntai disana.
"kau pasti sangat familiar dengan ini kan Cho Kyuhyun" kata Yesung lagi, kali ini dia memperjelas pistol itu dengan semakin mendekatkannya pada Kyuhyun. Semula Kyuhyun tampak masih belum begitu jelas melihat kalung itu, sampai saat Yesung mendekatkannya baru ia bisa melihatnya dengan jelas. Entah ini suatu kebetulan atau memang tidak, Kyuhyun sangat tahu siapa pemilik kalung itu dan tentu saja bandul berbentuk persegi dengan sebuah lambang pyramid timbulnya. Itu kalung milik keluarganya, dan satu satunya orang yang dipercaya memakai kalung itu adalah Hyungnya. Tapi Hyungnya pernah bercerita padanya kalau ia kehilangan kalung itu.
"Ini adalah pistol yang aku gunakan untuk membunuh hyung tercintamu Cho Kyuhyun" Kata Yesung dengan lancarnya, seolah tanpa dosa ketika mengatakan pengakuan itu. Walau itu bukan lagi sebuah pengakuan karena memang Kyuhyun telah tahu itu semua.
Tapi tiba tiba Kyuhyun terdiam, bukankah namja ini akan membunuhnya waktu itu dan bukan Hyungnya. Kyuhyun menatap wajah Yesung yang terlihat begitu puasnya, ia selalu muak melihat wajah itu sejak tadi. Tapi Kyuhyun harus mencari kebenaran yang sesungguhnya dari balik wajah iblis Yesung. Ia terus mengerahkan otak jeniusnya untuk berfikir, hingga akhirnya sebuah jawaban telintas dipikirannya.
"Kau tak pernah berniat akan membunuhku kan Kim Jongwoon karena sejak awal kau menggunakanku untuk membuat Jungmo Hyung datang dan ia yang terkena tembakan itu" Kata Kyuhyun dengan penuh penekanan di setiap kata katanya walau sekarang bibirnya sendiri tampak bergetar hebat dan memucat. Yesung tersenyum penuh arti ketika kata kata itu keluar dari mulut Kyuhyun.
"Sepertinya aku tak perlu menjelaskannya lagi kan Cho Kyuhyun, kau sudah dapatkan jawabannya" kata Yesung kemudian. Kyuhyun menggeram marah, dia akan bersiap untuk menghajar Yesung saat itu juga tapi lagi lagi kecepatan tangan Yesung menghentikannya, karena sekarang kedua pistol itu terarah tepat ke kepalanya.
"Aku belum selesai bicara Tuan Cho" kata Yesung masih dengan menodongkan pistolnya itu. Kyuhyun terpojok sekarang, dia tidak bisa melakukan apa apa. Bila ia salah langkah sedikit saja, nyawanya dan Sungmin akan melayang saat itu juga. Mereka semua masih terdiam cukup lama, bahkan Yesung pun masih terus diam dan menatap Kyuhyun dan Sungmin.
"Akh" tanpa sadar Kyuhyun mengerang kesakitan, rasa nyeri kembali mengusiknya lagi hingga ia menggigit bibirnya sendiri. Tangan kanannya mencengkeram semakin erat lengannya yang masih mengeluarkan darah segar itu, hingga darahnya semakin mengalir deras. Yesung yang melihatnya kembali menyeringai, nyawa Kyuhyun memang sekarang ada di tangannya.
"Sakit ya Kyu?" kata Yesung mengejek, mendengar ejekan itu emosi Kyuhyun kembali meluap, tapi ia tetap berusaha untuk menahannya disela sela rasa sakitnya.
"Kau ingin tahu sebuah rahasia Cho, mungkin rahasia ini bisa membuatmu semakin merasakan sakit" kata Yesung dengan memainkan pistol yang ada di tangan kanannya itu.
"Kau sangat tahu kalung ini kan Cho Kyuhyun, kau memang seharusnya tahu karena kalung ini milik Hyungmu, bahkan aku tak sudi untuk menyebut namanya, kau ingin tahu kenapa Cho, karena hyung yang selalu kau banggakan itu tak lebih dari seorang namja hina" kata Yesung sambil berjalan menuju ke meja kerjanya dan kembali bersandar di meja kerjanya itu. Tatapan matanya penuh dengan rasa dendam yang begitu dalam.
"dan pistol ini juga yang ia gunakan untuk membunuh dongsaengku dan bayinya, membuang mayatnya di pinggiran kota, pasti kau sangat tahu berita itu kan Cho Kyuhyun. Berita yang begitu membuat geger seluruh Seoul, karena dongsaengku dibunuh secara keji" kata Yesung dengan mata penuh kilatan api amarah, Kyuhyun hanya diam. Dia bingung sekarang, antara ia harus percaya dengan omongan namja yang notabene telah membunuh Hyungnya atau dia tidak mempercayainya. Tapi dia sangat tahu tentang berita pembunuhan itu yang sampai saat ini tidak diketahui siapa pembunuhnya.
Kyuhyun menatap lagi Yesung, menelisik ke dalam mata penuh amarah Yesung. Mencoba mencari kebenaran dari setiap kata kata yang terucap dari mulut iblis yang telah merenggut nyawa Hyungnya itu. Tapi semuanya terasa masih abu abu, dia tidak bisa melihatnya dengan jelas. Yesung juga masih diam dan menatap Kyuhyun. Dia tahu Kyuhyun pasti tidak akan percaya dengan semua kata katanya.
"bohong" sebuah suara lirih masuk ke dalam indra pendengaran Yesung. Tebakannya memang benar, Kyuhyun tak akan semudah itu percaya padanya.
"KAU PEMBOHONG KIM JONGWOON" teriak Kyuhyun kemudian, matanya tampak melotot dan merah. Sungmin mencoba menenangkan Kyuhyun yang begitu emosi itu, tapi Yesung masih diam dan menyaksikan Kyuhyun yang terengah engah karena teriakannya sendiri. Hingga akhirnya dia bangkit lagi dari bersandarnya dan menuju ke balik mejanya, sepertinya dia akan mengambil sesuatu. Tapi sebelumnya ia memasukkan kedua pistolnya ke dalam saku jasnya.
Tak lama sebuah kepingan cd muncul beserta beberapa foto di tangan Yesung. Dia menatap Kyuhyun sekilas lalu melangkah menuju ke sebuah lcd tv yang tak jauh darinya. Mata Kyuhyun masih melihat Yesung yang tengah sibuk di sana dengan kepingan cdnya, hingga rekaman video yang diputar itu membuatnya jatuh terduduk, seolah kakinya sudah tak kuat lagi untuk menahan berat tubuhnya. Sungmin pun tak jauh beda, dia sudah sejak awal jatuh terduduk bahkan kedua matanya masih ia pejamkan hingga sekarang. Air mata yang begitu derasnya mengalir menghiasi pipi seputih saljunya.
Yesung segera mematikan rekaman video yang berisi tentang pembunuhan yang dilakukan oleh Jungmo dan beberapa rekannya beberapa tahun lalu. Yesung sendiri terkadang masih menyalahkan dirinya karena tak bisa menolong dongsaengnya. Tapi ia juga berfikir, jika ia menolongnya pasti ia juga tidak akan selamat saat itu dan ia tak akan bisa membalas semuanya saat ini.
"Aku ada di sana Cho Kyuhyun dan aku melihat semuanya" kata Yesung setelahnya, kemudian diam cukup lama.
"KAU PASTI TAHU RASANYA KEHILANGAN KAN CHO" teriak Yesung kemudian, sungguh ia sangat ingin menumpahkan air matanya sekarang ketika ingatan tentang masa lalunya itu kembali berputar di pikirannya. Tapi ia tidak bisa, ia sudah sampai sejauh ini dan ia tidak ingin terlihat lemah di hadapan dua orang yang akan hancur di tangannya kini.
Yesung berjalan dengan cepat menuju ke arah Kyuhyun dan Sungmin, ia kembali mengeluarkan pistol yang ada di sakunya lalu dengan cepat mencengkeram kerah kemeja Kyuhyun dan mengangkatnya untuk berdiri. Kyuhyun sedikit kaget dengan gerakan tiba tiba itu, ia ingin melawan tapi rasanya seluruh tenaganya sudah habis. Bahkan tangan kanannya jatuh bebas karena tak kuat lagi untuk mencengkeram lengan kirinya. Lumuran darah segar tampak menghiasi tangan kanan Kyuhyun.
"Kau sudah membunuh Hyungku, kau bahkan sudah menghancurkan keluargaku apa itu juga belum cukup, apa lagi yang kau inginkan Kim Jongwoon" kata Kyuhyun datar, mendengar itu Yesung hanya tersenyum meremehkan.
Sungmin langsung membuka matanya dan mendongak ketika ia mendengar Kyuhyun mengatakan itu. Tak lama tatapan matanya turun dan melihat kedua tangan Kyuhyun yang penuh dengan lumuran darah. Sungmin menggigit bibir bawahnya dengan keras, seolah ikut merasakan nyeri yang dirasakan oleh Kyuhyun. Perlahan, Ia mulai bangkit dan menatap Yesung.
"Kau lemah Cho Kyuhyun" kata Yesung sambil melepaskan cengkraman tangannya di kerah kemeja Kyuhyun kemudian berjalan mundur dengan menodongkan pistolnya ke arah Kyuhyun. Matanya menatap Kyuhyun tajam dan menusuk seolah tatapan itu mampu membunuh Kyuhyun saat itu juga.
"Kau yang lemah Kim Jongwoon" Kata Kyuhyun membalas ucapan Yesung. Kening Yesung mengerut seolah tak mengerti dengan maksud Kyuhyun. Sekarang gantian Kyuhyun yang tersenyum meremehkan, sepertinya jiwa namjanya telah kembali.
"Kau terlalu lemah hingga rasa dendammu telah menguasaimu dengan mudah" Kata Kyuhyun sambil berjalan maju mendekat ke arah Yesung hingga sekarang ujung pistol itu tepat menempel di dadanya. Kedua tangan Kyuhyun mengepal dengan erat.
Tapi Kim Yesung masih tetaplah Kim Jongwoon, dia masih tetap namja dengan 1001 cara untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Bahkan sekarang otaknya terlalu cepat untuk berfikir hingga ia tak mudah termakan oleh omongan Kyuhyun. Seberapapun cepatnya kau berfikir Cho Kyuhyun, kau akan tetap kalah dengan Yesung.
Perlahan pistol itu ia turunkan dan ia masukkan lagi ke dalam saku jasnya. Kedua tangannya ia silangkan di dada dan sekarang ia yang tersenyum meremehkan. Bola mata Kyuhyun bergerak gerak gelisah, dia masih belum bisa menebak apa yang akan dilakukan oleh Yesung. Dia masih belum bisa menerka jalan pikiran namja dihadapannya itu.
Perlahan mata Yesung menatap Sungmin yang sejak tadi terdiam membisu, ia menatap datar Sungmin tak kala ia mengingat saat menolong Sungmin saat itu. Tentu saja ada alasan dari sikap baiknya saat itu, seorang Kim Jongwoon atau sekarang telah berganti menjadi Kim Yesung itu tak akan pernah tulus dalam menolong keluarga Cho. Dia akan tetap menjadi iblis yang bersembunyi di balik wajah malaikatnya.
Tapi saat ia bilang Sungmin telah kehilangan bayinya itu memang sebuah kenyataan, karena sekarang bayinya ada di tangannya. Bayi yang ia sebut sebagai putranya saat ia berada di rumah sakit waktu itu, itu adalah bayi Sungmin. Bayi yang sekarang berada di bawah penanganan serius para dokter itu karena ia nekat membawanya kabur dari inkubator tempat Sungmin di rawat saat itu. Tapi ia punya maksud dengan semua yang ia lakukan itu.
"Kau masih ingat dengan anakmu Cho Sungmin atau kau sudah melupakannya setelah ia meninggal" Kata Yesung setelahnya. Mungkin kata kata Yesung disaat yang tidak tepat bahkan mereka berdua pun tak menyangka Yesung akan mengatakan hal itu di saat seperti ini.
Sungmin terdiam, ia teringat lagi dengan anak yang sudah ia kandung dan jaga selama 8 bulan itu setelah tadi ia sedikit melupakannya karena kejadian tiba tiba yang menimpa hidupnya baru saja. Kedua tangannya mengepal dengan sangat erat, seolah ia salurkan seluruh emosinya di sana. Sungmin menatap Yesung tajam tapi dia berfikir untuk apa Yesung membicarakan hal itu sekarang. Apa urusannya dengan Yesung.
Lagi lagi Yesung merasa dirinya menang, dia merasa bahwa siapapun tak ada yang bisa mengalahkannya. Bahkan kedua mangsanya ini terlihat begitu lemahnya dihadapannya.
'kau bertemu dengan malaikat palsu Cho Sungmin' batin Yesung sambil tersenyum meremehkan lagi.
.
.
.
Seorang yeoja tampak berjalan dengan langkah perlahan menyusuri setiap koridor di dalam rumah sakit besar itu. Beberapa orang tampak melihatnya sekilas lalu kembali mengalihkan pandangannya lagi. Tak lama setelah ia berjalan akhirnya dia sampai di sebuah ruangan khusus yang hanya berbatah kaca tabal, tapi ia masih bisa melihat apa saja di dalamnya. Matanya bergerak gerak mencari sesuatu, tapi keningnya sedikit berkerut ketika tak ia temukan sosok yang ia cari. Hingga tak lama seorang dokter bername tag Kim Junsu keluar dari ruangan dan melihat yeoja yang tengah kebingungan itu.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Dokter Kim Junsu itu. Yeoja itu sedikit terlonjak kaget ketika mendengar suara di samping kirinya itu.
"Ah mianhae kalau saya mengagetkan anda, tapi sepertinya anda butuh bantuan" Kata Dokter Kim Junsu itu lagi.
"Ne gwencana, saya hanya bingung, aku ingin menengok keponakanku yang katanya ada di rumah sakit ini, dia berada di inkubator kata Appanya" Kata yeoja itu pada Dokter Kim Junsu.
Dokter Kim tak perlu lagi berfikir siapa saja yang bayinya berada di dalam inkubator karena memang hanya ada satu bayi di sana yaitu putra dari Kim Yesung.
"Oh, bayi itu sekarang tidak ada di sini, kami merawatnya di ruangan lain karena kondisinya sudah semakin baik walau dia masih tetap harus berada di dalam inkubator, kalau anda ingin melihatnya mari ikut saya" Kata Dokter Kim pada yeoja itu.
Yeoja itu langsung tersenyum dan mengangguk pada dokter yang ada di hadapannya kini lalu mengikuti langkahnya menuju ke ruangan tempat bayi itu di rawat. Tapi tak lama senyumnya berubah menjadi seringai, ternyata selalu ada jalan untuknya tanpa harus bersusah payah.
Tak lama langkah kedua orang itu berhenti pada sebuah ruangan rawat yang tertutup dan hanya ada satu pintu di depannya. Dengan perlahan dokter itu membuka pintu itu dan nampaklah seorang bayi mungil yang masih berada di dalam inkubator bersama dengan seorang dokter lain yang merawatnya. Ketika dia akan masuk ke dalam, tiba tiba Dokter Kim menghalangi langkahnya. Yeoja itu tampak cemas dengan perlakuan dokter itu padanya.
"Anda harus memakai ini semua sebelum melihatnya" kata Dokter Kim pada yeoja itu lalu menyerahkan sebuah penutup kepala dan sebuah pakaian rumah sakit. Dengan segera yeoja mengambilnya dan langsung memakainya. Setelah semua terpakai baru ia melangkah mendekat ke arah bayi yang tampak lemah itu.
"Kondisinya sudah cukup stabil, detak jantungnya normal" kata seorang dokter itu padanya, yeoja itu hanya tersenyum seolah lega mendengarnya.
"Ah saya permisi sebentar saya ingin mengabari Appanya kalau kondisinya semakin baik" kata yeoja itu sambil melangkah keluar dari dalam sana dan segera mengeluarkan ponselnya,. Ia mengetikkan beberapa angka lalu menekan tombol memanggil.
Cukup lama ia menunggu panggilannya di angkat oleh orang di seberang sana. Tapi sepertinya orang yang ingin ia hubungi sedang sibuk hingga tak sempat mengangkat teleponnya. Namun tak lama setelahnya, sebuah suara dari orang yang sangat ia kenal itu menyahut.
"Kau sudah di sana?" tanya orang dari seberang sana.
"ne aku sudah di sini, kondisi bayi itu malah semakin baik" Kata yeoja itu sambil mendengus tak senang, sepertinya kau punya rencana lain selain untuk menengok bayi itu.
"kau tetap di sana sampai urusanku di sini selesai, baru setelah itu akan ku beri tahu langkah berikutnya" kata seseorang itu lagi, lalu tak lama sambungan telepon itu terputus. Yeoja itu kembali merengut, kalau bukan karena orang yang ia telepon tadi adalah suaminya, ia tak ingin berlama lama mengikuti semua permainannya.
.
.
.
Yesung mematikan sambungan telepon itu sambil tersenyum atau mungkin lebih tepatnya menyeringai lalu menatap ke arah dua orang yang ada di hadapannya. Kyuhyun dan Sungmin tadi sudah cukup jelas mendengarkan apa yang Yesung bicarakan di telepon, tapi mereka masih belum menangkap maksud kata kata yang Yesung ucapkan.
"Aku punya kabar yang sangat bagus untukmu Cho Sungmin" kata Yesung sambil menaruh dengan kasar ponselnya.
"Bayimu masih hidup" kata Yesung kemudian, Kyuhyun dan Sungmin tercengan kaget mendengar pengakuan tiba tiba dari Yesung itu. Mereka selalu saja dibuat terkejut dengan apa yang Yesung katakan atau lakukan.
"tapi ,, kau ,," kata Sungmin terbata bata, seolah ia tak lagi bisa merangkai kata apapun saat ini.
"Aku memang berkata padamu bahwa bayimu meninggal, bahkan aku menyuap rumah sakit besar itu, tapi kau seharusnya percaya padaku Cho Sungmin setelah apa yang kalian alami selama di sini" kata Yesung meyakinkan.
"kembalikan anakku, kembalikan, KEMBALIKAN" teriak Sungmin sambil ia berlari menuju ke arah Yesung dan memukuli namja tampan itu dengan kedua tangannya. Tapi dengan cepat tangan Yesung menangkap tangan Sungmin dan langsung menghempaskannya hingga Sungmin jatuh terduduk di lantai. Kyuhyun tak tinggal diam, dia langsung menuju ke arah Yesung dan menghajarnya dengan kekuatannya yang tersisa. Tak dipedulikannya peluru yang bersarang di dalam lengannya.
Satu pukulan di terima Yesung tepat mengenai wajahnya, tampak darah segar mengalir di sudut bibirnya. Yesung terdorong kebelakang dan akhirnya menabrak meja kerjanya sendiri, Kyuhyun terus saja memberikan Yesung pukulan pukulannya, hingga Kyuhyun berhenti dengan nafas terengah engah.
Tapi Yesung masih bisa berdiri, disekanya perlahan darah di sudut bibirnya lalu menatap Kyuhyun yang ada di hadapannya itu. Lagi lagi Yesung tersenyum meremehkan ke arah Kyuhyun yang sepertinya sudah kehabisan tenaganya. Tanpa di duga Yesung langsung mengambil ponselnya di meja kerjanya dan meredial nomor yang baru saja menghubunginya. Tak perlu waktu lama hingga panggilannya diangkat.
"bunuh bayi itu"
TBC
Annyeong, mianhae jeongmal mianhae updatenya kelamaan. Soalnya baru nemu idenya sekarang, tapi kalau ceritanya makin berantakan mianhae lagi ne. Semoga chapter ini tidak mengecewakan ne, Author sudah berusaha buat cerita yang alurnya tidak kecepeten. Kalau kurang panjang, kayaknya Auhtor masih sulit bikin yang agak panjang nih, jadi segini dulu ne. Tapi ini udah tak panjangin dikit kok :)
Oh ya, Author juga sengaja sih buat Yesung di sini jadi berubah dari karakter aslinya, kan sekali kali lihat Yesungnya nakal, Hehehehe. Kalau Siwon kan udah sering, karakter jahatnya udah sering author baca. Tapi kalau Yesung kan jarang gitu. Apalagi dia kan tidak ada tampang tampang jahat.
Buat My Lord Highness : Saya sangat mengerti kok, kalau seandainya ada penghapusan massal terjadi lagi, ya sudah tinggal tunggu waktu saja. Mungkin saya kurang mengerti dengan fungsi Ffn dan hanya numpang ikut-ikutan bikin fanfict. Tapi saya masih merasa kalau tanpa fanfic seperti ini, Ffn kurang ramai. Buktinya #maaf loh kalau salah, berdasar survey sendiri# cerita di Screenplay lebih banyak dibanding dengan yang lain.
Terimakasih buat yang udah baca, sekali lagi mian ne kalau kelamaan banget updatenya :)
- Shu Qiao Lian -
