Title : All is Lie

Cast : KyuMin Slight KyuWook, GS for Uke

Chapter : 6 of ?

.

.

.


Sejauh apapun kaki kecil ini akan melangkah, sejauh apapun mata ini akan memandang dan selebar apapun tangan ini akan merentang. Hati ini akan tetap terus terpaku pada satu nama, hanya akan menyebut satu nama, dan akan terus mencintai satu nama. Nama yang selalu aku rindukan setiap detik, dan itu adalah namamu CHO SUNGMIN.

- Cho Kyuhyun -


.

.

.

Nyawa Sungmin seolah melayang begitu saja ketika mendengar Yesung mengatakan hal yang sangat membuatnya kaget. Ingin rasanya ia menulikan telinganya dan berharap tak mendengar apapun sekarang, berharap apa yang dialaminya cuma mimpi buruk. Tapi sayangnya semua itu tak bisa ia lakukan, karena sekarang namja di hadapannya kini seolah telah menjadi Tuhannya dan takdirnya kini berada di tangannya. Sungmin sangat tahu bahwa Yesung tidak pernah main main dalam melakukan sesuatu, dia tidak pernah ragu untuk melakukan hal yang sangat jahat dan tidak manusiawi sekalipun. Sungmin merasa begitu bodoh sekarang, kenapa bisa semudah itu terjebak dalam permainan orang yang sama sekali tak ia kenal. Dan Ia juga sangat menyesali karena menyeret Kyuhyun untuk ikut serta dengannya menemui Yesung.

Bibir Sungmin bergetar perlahan, air matanya lagi lagi menetes keluar. Dunia memang begitu kejam untuknya, tapi mau bagaimana lagi semua harus ia jalani. Mata Sungmin menatap kosong ke arah Yesung yang tengah berdiri dan memandangnya dari atas. Seringai tipisnya tampak begitu ketara, sekali lagi dia merasa telah menang.

"Kau benar benar bukan manusia Kim Jongwoon" Desis Kyuhyun sambil mengepalkan tangannya dengan sangat erat. Emosinya benar benar sudah memuncak sekarang, dia tak bisa lagi menunggu, dia tak bisa lagi kalah dari seorang Kim Jongwoon. Kyuhyun bersiap akan memukul Yesung lagi tapi sebuah tangan menghalanginya hingga ia kembali terkejut.

Di sampingnya kini Sungmin telah berdiri dan memegangi tangannya dengan erat, air matanya kini tampak memenuhi wajah pucatnya. Pandangan Kyuhyun menyendu saat dia menatap yeoja yang sangat ia cintai itu, dia tahu pasti Sungmin merasakan rasa sakit yang berkali kali lipat lebih darinya. Sungmin telah banyak merasakan sakit karenanya.

Sungmin menggeleng perlahan lalu melepaskan pegangan tangannya pada lengan Kyuhyun. Dengan langkah perlahan Sungmin melangkahkan kaki gemetarnya menuju ke arah Yesung yang terus memandang remeh ke arahnya. Mata Sendu Sungmin langsung bertemu dengan pandangan remeh Yesung. Sedikit terhenyak dengan pandangan sendu Sungmin, membuat Yesung merasa iba. Hatinya seolah terbagi menjadi dua sekarang, sosok jahat dan penuh rasa dendam dari Kim Jongwoon dan sosok namja berhati malaikat yang selalu ia gunakan untuk menutupi dirinya yang sebenarnya.

Tiba tiba Sungmin merosot ke bawah dan berlutut di kaki Yesung, membuat Yesung sedikit terkejut dengan gerakan tiba tiba darinya. Kyuhyun yang berada di belakangnya juga merasa begitu kaget, untuk apa Sungmin sampai berlutut di hadapan Yesung.

"Jangan bunuh anakku kumohon Yesung~ssi, aku tahu apa yang pernah kau rasakan pasti hal yang sangat buruk, kau bisa bunuh aku tapi jangan bunuh anakku" Kata Sungmin sambil terisak, kedua tangannya memeluk kedua kaki Yesung berharap namja di hadapannya ini luluh.

"Minnie!" Panggil Kyuhyun, dia lalu berjalan mendekati Sungmin dan menariknya untuk berdiri. Kyuhyun tidak mau Sungmin sampai menjatuhkan harga dirinya seperti itu. Kalau ada yang harus jatuh itu bukan mereka berdua tapi Yesung, pikir Kyuhyun.

"Cepat bangun Minnie" ajak Kyuhyun terus menerus, tapi Sungmin malah memberontak dari Kyuhyun.

"Lepaskan aku Kyu, biarkan aku menyelamatkan anakku, ku mohon Yesung~ssi aku akan lakukan apapun asal kau membebaskan anakku, jangan bunuh dia" kata Sungmin lagi. Yesung hanya diam menatap Sungmin yang terus memohon di kakinya, rasa ibanya kembali menyeruak tapi rasa dendamnya juga tak mau kalah.

Memori Yesung kembali berputar, ia sangat familiar dengan kejadian ini. Yah, tentu saja dia sangat familiar karena kejadian ini sama seperti yang terjadi pada dongsaengnya saat itu. Dongsaeng yang begitu ia sayangi itu harus berlutut dan menyembah Jungmo untuk menyelamatkan dirinya dan anak yang dikandungnya. Saat itu Kim Jaerin, nama dongsaeng Yesung memang tengah hamil anak Jungmo dan meminta pertanggung jawaban dari namja tampan itu. Tapi bukannya pelukan hangat yang Jaerin terima tapi malah penyiksaan yang ia dapatkan. Jaerin terus memohon dengan memar di seluruh wajahnya, tapi Jungmo tak mau mendengarnya dan malah berakhir dengan membunuh Jaerin.

Yesung menatap Sungmin dalam, tak kala ia ingat kejadian itu membuat sosok jahat dan penuh dendamnya menang. Hingga tanpa diduga Yesung menendang Sungmin hingga ia terjengkang ke belakang. Tapi ternyata Sungmin sosok yang tak mudah menyerah, dia kembali mendekap kaki Yesung hingga membuatnya sedikit oleng.

Kyuhyun tak tinggal diam, dia langsung menarik kerah kemeja Yesung lagi dan menjauhkannya dari Sungmin. Ponsel yang ada di tangan Yesung terjatuh tepat di depan Sungmin. Sementara Kyuhyun terus memukul Yesung, dan tentu saja Yesung membalas pukulan itu.

Drrt Drrt

Tanpa diduga, ponsel Yesung bergetar. Sungmin menatap deretan nomer yang tertera di layar touchscreennya. Yesung yang sadar bahwa ponselnya bergetar mencoba melepaskan diri dari kungkungan Kyuhyun yang terus menghalanginya. Sungmin tahu ini adalah kesempatan untuknya, dengan segera diambilnya ponsel itu dan mengangkatnya.

"yeoboseyo Yesung~ssi, saya Dokter Kim Junsu dari Seoul International Hospital, saya punya kabar buruk Yesung~ssi, ada seorang yeoja yang sangat mencurigakan dan dia mengatakan kalau akan menengok putra anda, semula saya mengijinkan dan mengantarkannya menuju ruang rawat putra anda, tapi saya takut dia melakukan hal yang buruk, dari gelagatnya sudah sangat aneh" Jelas Dokter Kim panjang lebar tanpa tahu bahwa orang yang mengangkat telepon itu bukan Yesung.

Jantung Sungmin berdebar dengan sangat cepat setelah mendengarkan hal yang cukup membuatnya kembali terkaget. Omongan Yesung memang tidak bisa dianggap main main, semua yang namja itu katakan memang benar.

"yeoboseyo Yesung~ssi . . . Yeoboseyo?" panggil Dokter Kim berulang ulang karena tidak mendapat jawaban, namun Sungmin langsung mematikan ponsel itu dan menatap Yesung yang terengah engah di tangan Kyuhyun.

Sungmin meremas ponsel milik Yesung saat getaran di ponsel itu kembali bergetar, namun dengan segera ponsel itu ia masukkan ke saku bajunya.

"kembalikan ponselku CHO" teriak Yesung yang masih berada di tangan Kyuhyun dan terus berontak sambil meninju Kyuhyun tepat di lengannya yang terkena luka tembak. Kyuhyun menggigit bibirnya karena merasakan ngilu yang sangat ketika Yesung terus meninju lengan Kyuhyun. Tangannya mengepal dengan erat, rasanya ia ingin menyerah tapi bayangan tentang anaknya dan Sungmin membuatnya kembali kuat. Sungmin menengok ke sana kemari untuk mencari sesuatu yang bisa menolong Kyuhyun, hingga matanya menangkap sebuah patung kayu milik Yesung yang berada di atas meja kerjanya.

Sungmin mengambil dengan segera patung itu dan langsung memukulkannya ke arah kepala Yesung. Rasa nyeri langsung menyambut Yesung ketika hantaman itu tepat mengenai kepalanya. Dia langsung limbung dan jatuh ke bawah. Pandangannya mengabur, Ia tak bisa melihat dengan jelas.

"cepat Kyu, kita harus pergi dari sini" kata Sungmin sambil melemparkan patung itu ke arah badan Yesung. Yesung masih tersadar saat itu tapi pening di kepalanya benar benar mengganggunya Bahkan darah segar tampak mengucur dengan lancarnya.

Kyuhyun dan Sungmin bergegas menuju ke pintu, semula mereka berfikir pintu itu terkunci tapi ternyata tidak. Sungmin membukanya perlahan, mencoba melihat siapa yang berada di lantai itu. Keberuntungan sedikit berpihak padanya, di sana hanya ada sekretaris Yesung yang tampak sibuk dengan pekerjaannya.

Sebelumnya Sungmin melepaskan jaketnya dan memberikannya pada Kyuhyun lalu menghapus air matanya, karena tak mungkin mereka keluar dengan keadaan seperti ini. Sungmin membuka sedikit lebar pintu ruang kerja Yesung, hingga menarik perhatian sekretaris Yesung.

"Gamsahamnida Yesung~ssi, saya pamit dulu ne, annyeong" monolog Sungmin lalu ia keluar dari ruangan itu. Baru setelah itu Kyuhyun keluar dari sana dengan menggunakan tubuh Sungmin untuk sedikit menutupinya.

"Gamsahamnida Ha Neul~ssi sudah mengijinkan kami masuk, oh iya tadi Yesung~ssi berpesan padaku untuk mengatakan padamu kalau dia tidak bisa di ganggu dulu sampai nanti sore, sepertinya dia benar benar namja yang sangat sibuk ne" jelas Sungmin sambil mencoba bersikap biasa pada sekretaris Yesung ini.

Ha Neul sedikit menaruh curiga pada dua orang yang ada di hadapannya ini, setelah tadi memaksa masuk dan sekarang keluar seolah tidak terjadi apa apa. Mata Ha Neul melihat ke arah Kyuhyun yang berkeringat dengan deras dan wajahnya memucat, setelah itu ia melihat lagi ke arah Sungmin yang matanya terlihat merah seperti habis menangis.

"Ne cheonmaeyo, Kim Sajangnim memang namja yang sangat sibuk" kata Ha Neul menanggapi.

"Tapi sepertinya kalian sedang tidak baik baik saja ne?" kata Ha Neul setelahnya, wajah Kyuhyun terlihat semakin memucat mendengar penuturan Ha Neul. Sungmin mencoba untuk tetap tenang dan tersenyum semanis mungkin.

"Kami baik baik saja, hanya saja suamiku ini sedang sakit, makanya setelah ini kami akan ke rumah sakit" kata Sungmin setelahnya, Ha Neul mencoba untuk percaya walau sebenarnya sulit untuk mempercayainya. Tapi setelahnya dia hanya tersenyum.

"Ne, kalau begitu cepat sembuh ne, silakan" kata Ha Neul lagi.

Kyuhyun dan Sungmin segera berpamitan dengan Ha Neul lalu berlalu dengan santai, hal ini cukup sulit bagi Kyuhyun. Karena dia harus menahan rasa sakit dari tembakan pistol Yesung dilengannya. Apalagi sekarang kakinya serasa melemas, detak jantungnya tak beraturan dan nafasnya sedikit sesak.

.

.

.

Junsu memperhatikan dengan rasa curiga yang tidak begitu kentara ke arah yeoja yang tengah melihat sekeliling seolah akan melakukan sesuatu yang buruk. Dia sempat yakin bahwa yeoja ini pasti bukan kerabat dari Yesung. Bahkan ia sampai menelepon Yesung namun sepertinya namja itu tidak bisa membantunya sekarang. Pikiran pikiran buruk kembali hinggap ke dalam otak Junsu, hingga ia tak berniat ingin meninggalkan ruangan rawat ini sampai semuanya jelas.

"Sepertinya anda sedang tidak sibuk ne Dokter Kim" Kata yeoja itu saat melihat Junsu tengah duduk di dalam ruangan rawat yang sama dengan dirinya sambil memegangi beberapa laporan.

"kebetulan saya tugas jaga di sini emm, saya bisa memanggil anda siapa?" tanya Junsu kemudian. Yeoja itu tampak tersenyum namun seperti dipaksakan, sepertinya actingnya kurang begitu memuaskan. Junsu semakin curiga dengan yeoja di hadapannya kini.

Belum sempat yeoja itu menjawab, pintu kamar rawat itu terbuka perlahan. Dan nampak seseorang yang berpakaian sama dengan Junsu, sepertinya dia salah satu dokter di sini. Dia masuk perlahan dan berjalan ke arah Junsu yang menatapnya.

"Junsu~ya, kau itu kemana saja, Dokter Jung mencarimu sejak tadi, kajja ikut aku" kata Dokter itu.

Junsu berfikir sejenak, kalau ia keluar dari ruangan ini bisa saja hal buruk akan terjadi dan ia akan terlambat untuk melakukan sesuatu. Perlahan Junsu melihat ke arah yeoja yang tampak menatapnya juga dengan senyum yang terlihat begitu senangnya.

"Kajja Junsu~ya, bisa bisa Dokter Jung memarahiku kalau kau tidak ikut" kata Dokter itu lagi dengan memaksa.

"Ne ne Jae, ya sudah kajja" akhirnya Junsu bangkit dari duduknya dan menghembuskan nafasnya perlahan. Junsu menatap yeoja itu lagi rasanya dia begitu enggan untuk pergi dari sana. Tapi sebelum ia berkata apa apa lagi, Dokter yang bernama Jaejoong itu menariknya keluar dari ruang rawat.

Yeoja itu tampak tersenyum puas lalu menatap bayi yang tengah menutup matanya itu. Membunuh seorang bayi lemah memang terlalu mudah untuknya, bahkan hatinya tak merasa sedih untuk melakukan itu. Seolah hatinya sudah ikut membeku sama seperti yang suaminya rasakan.

"Selamat menemui Tuhanmu anak manis" kata yeoja itu sambil berusaha membuka kotak inkubatornya.

.

.

.

Kyuhyun dan Sungmin sekarang sudah berada di dalam mobil, tapi kelihatannya Kyuhyun sudah tak sanggup lagi untuk memegang kemudi, luka di lengannya terlihat semakin parah sekarang. Hingga akhirnya Sungmin mengambil alih kemudinya.

Sungmin mengemudi seperti orang kesetanan, sama seperti dengan yang Kyuhyun lakukan tadi. Puluhan klakson ia terima tapi tetap saja kecepatannya tak ia turunkan sedikitpun. Sungmin merasa sesuatu yang buruk sedang terjadi pada anaknya sekarang. Ditambah lagi sekarang Kyuhyun tengah sekarat di sampingnya, ia dapat merasakan deru nafas Kyuhyun yang begitu sesaknya. Sesekali Sungmin melihat ke sampingnya, terus melihat kondisi Kyuhyun dan berharap Kyuhyun dapat bertahan beberapa saat lagi karena sebentar lagi mereka akan sampai ke Rumah sakit.

"bertahanlah sebentar lagi Kyu" kata Sungmin mencoba menguatkan.

Beberapa menit kemudian mereka akhirnya sampai ke Rumah Sakit karena memang Rumah sakit itu tak terlalu jauh dari kantor Yesung, saat pertama kali menginjakkan kakinya di dalam Rumah Sakit jantungnya sudah berdetak dengan sangat cepat. Masih dengan memapah Kyuhyun yang sudah nampak tidak kuat lagi, Ia tahu kalau sepertinya mereka datang cukup terlambat.

Beberapa orang suster datang menolong mereka berdua dan membawa Kyuhyun untuk segera di obati. Sungmin memandang sekeliling setelah membiarkan Kyuhyun di bawa. Dia berjalan menjauh dari tempat Kyuhyun di obati berusaha dengan cepat mencari tahu tentang anaknya dan berharap semuanya belum terlambat.

"Permisi" sapa Sungmin ketika melihat seorang Dokter melintas.

"Ne, ada yang bisa saya bantu?" tanya Dokter itu dengan senyum ramahnya.

"Anda tahu Dokter Kim Junsu?" tanya Sungmin.

Dokter itu akan membuka mulutnya, namun sesuatu langsung menarik perhatiannya. Sungmin yang sadar ada sesuatu yang tidak beres, segera mengikuti arah pandang Dokter itu dan melihat seorang yeoja yang tengah di bawa paksa oleh beberapa Dokter. Mata Sungmin membelalak sempurna, ketika ia melihat dengan jelas siapa yeoja itu.

Sontak Sungmin langsung berlari untuk menghampiri mereka, Dokter yang berada di hadapan Sungmin tadi juga ikut berlari mendekat. Seketika itu juga Sungmin langsung menghentikan langkah para Dokter dan yeoja itu. Hingga membuat mereka kaget dengan kehadiran Sungmin di sana.

"KAU" teriak Sungmin begitu kerasnya tak peduli ia berada di mana sekarang. Yeoja itu tampak terkaget melihat Sungmin ada dihadapannya sekarang.

"APA YANG TELAH KAU LAKUKAN HAH!" Bentak Sungmin lagi, sekarang semua orang memandang heran ke arahnya.

"hei hei, agashi tenang, ini di Rumah Sakit" kata salah seorang Dokter.

"Apa anda mengenalnya agashi?" tanya Dokter lain lagi.

"Ne, saya sangat mengenalnya, apa yang telah ia lakukan Dokter?" tanya Sungmin dengan nafasnya yang menderu menahan emosinya.

"Dia berusaha membunuh bayi putra Kim Yesung" jelas Dokter itu pada Sungmin.

Dunia Sungmin seolah berputar begitu saja, dia yakin itu pasti putranya dan bukan putra Yesung. Walau dia begitu kaget dengan yeoja yang sangat ia kenal melakukan itu semua, yeoja yang telah menghancurkan hidupnya hingga ia harus kehilangan segalanya. Yeoja yang berstatus sebagai istri kedua dari suaminya itu yang Ia tahu bernama Kim Ryeowook dan seorang namja buronan yaitu Kim Yesung, Sungmin tak tahu apa hubungan mereka berdua. Tapi batin Sungmin mengatakan kalau mereka berdua punya suatu hubungan.

"dimana anakku sekarang Dokter, dimana dia?" tanya Sungmin setelah diam cukup lama.

"Anda Istri Kim Yesung, saya sudah berulang kali menghubunginya tapi tidak dia angkat?" tanya Dokter yang bernama Kim Junsu itu pada Sungmin.

"Dia bukan suamiku, dia orang telah menculik bayiku" kata Sungmin lirih, Junsu terkejut mendengar pengakuan dari Sungmin itu, termasuk beberapa Dokter yang tengah menangani yeoja yang bernama Kim Ryeowook itu.

"Mari ikut saya" Ajak Junsu begitu saja lalu menarik tangan Sungmin.

"Bawa yeoja itu ke kantor polisi" kata Junsu begitu saja, sejak semula memang ia sudah begitu ragu dengan kedatangan yeoja itu di sana. Dan semuanya terbukti ketika ia kembali lagi ke ruang rawat bayi itu dan mendapati yeoja itu membuka kotak inkubatornya. Siapapun pasti tahu, dengan melihat apa yang Ryeowook lakukan pada kotak itu pasti dia berniat akan membunuh bayinya.

Ditambah lagi sekarang dia mengetahui bahwa namja yang mengaku sebagai appa dari bayi itu ternyata hanyalah seorang penculik bayi. Sejak awal Ia memang sedikit ragu dengan namja tampan itu.

Junsu membawa Sungmin menuju ke ruang rawat bayi yang kondisinya kembali kritis itu, kalau saja Junsu tak datang lagi pasti nyawa bayi kecil itu melayang. Sungmin menatap bayi yang sedang ditangani beberapa dokter itu dari balik kaca. Air matanya menetes sambil ia memegangi kaca di depannya. Hatinya begitu sakit sekaligus lega mendapati anaknya masih hidup dan sayangnya kondisinya tidak baik.

Junsu menatap Sungmin dan mengelus punggungnya, kali ini Junsu yakin kalau ia tahu bahwa yeoja yang di sampingnya ini berkata sesungguhnya. Hati kecilnya ikut sedih melihat Sungmin yang sekarang menangis semakin deras.

"dia akan baik baik saja, sejak awal aku tahu bayi itu sangat kuat" kata Junsu mencoba memberi kekuatan pada Sungmin. Dengan segera di rengkuhnya tubuh lemah Sungmin ke dalam pelukannya.

.

.

.

Mata Yesung sudah mulai normal sekarang, tapi nyeri diluka kepalanya masih begitu ia rasakan. Dengan perlahan ia mencoba untuk berdiri, dan ketika ia melihat sekeliling dia tidak mendapati siapapun di sana.

"SIIIAAALLL" jeritnya sambil tangannya menyapu apapun yang ada di meja kerjanya hingga semuanya jatuh berantakan di lantai. Rencananya yang terakhir telah gagal.

Tapi kemudian senyum tipisnya kembali terlihat, setidaknya ia sudah melihat keluarga Kyuhyun hancur. Dan mereka tak akan punya apa apa lagi karena perusahaan besar itu sudah bangkrut. Biarpun ia akan dipenjara setelah ini, tapi setidaknya apa yang ia rasakan dulu, sekarang mereka sudah merasakannya. Rasa kehilangan yang pernah Ia rasakan hingga membuatnya nyaris bunuh diri karena tidak kuat lagi.

Tangan Yesung mengepal dengan erat, dia nampak berantakan sekarang. Pikiran jahatnya kembali datang, Dia bukanlah seorang namja yang bodoh dan sebegitu cepatnya hancur. Dulu dia bisa lolos dari tangkapan polisi, dan mungkin saja dia bisa lolos lagi kali ini.

Yesung mencari kunci mobilnya yang sudah jatuh bersama dengan beberapa barangnya tadi di meja. Sedikit kesulitan mencari benda kecil itu di antara puluhan kertas dan barang barang yang lainnya di lantai.

"Sial, kemana kunci mobil itu" kata Yesung masih dengan mengobrak abrik barangnya dilantai. Hingga tak lama akhirnya dia menemukan kunci itu, dengan segera ia mengambilnya dan berjalan cepat keluar dari ruangan kerjanya.

Pintu besar itu ia buka dengan tergesa hingga membuat sekretarisnya terkejut lalu berdiri dari duduknya dan mendekati Bosnya itu. Sedikit terkejut dengan wajah tampannya yang terlihat memar memar serta darah dikepalanya.

"Astaga sajangnim, apa yang terjadi" kata Ha Neul terkejut.

"bukan urusanmu, kalau ada yang mencari, bilang saja saya meeting diluar kota" kata Yesung tak lagi ramah, malah terkesan membentak. Ha Neul kembali terkejut dengan sikap bosnya yang begitu berbeda dari biasanya, tapi seperti biasa Ha Neul hanya bisa mengangguk mengiyakan permintaan bosnya itu.

Segera saja Yesung berjalan dengan tergesa menuju ke lantai bawah, lebih tepatnya ke parkiran untuk mengambil mobilnya. Tak perlu waktu lama hingga Ia sampai di dalam mobilnya dan segera menyalakan mobil mewah nya itu.

Tapi tiba tiba pintu mobil itu langsung dibuka dengan paksa oleh beberapa orang dan menodongnya dengan pistol. Mata Yesung bergerak gerak gelisah, kenapa begitu bodohnya dia sampai harus tertangkap sekarang.

"Cepat tangkap dia, aku tak mau lagi melihatnya menyakiti keluargaku" tanpa di duga, seorang namja paruh baya datang dan menatap Yesung sengit. Oh, tentu saja Yesung tak pernah lupa dengan siapa namja itu, namja yang beberapa saat lalu datang ke kantornya, yah namja itu adalah Cho Hankyung.

Tapi kali ini dia tidak sendiri, melainkan bersama beberapa orang namja yang berkedudukan sebagai polisi dan satu orang lagi yang Yesung cukup tahu siapa dia.

"gomawo KangIn~ssi sudah memberitahuku tentang ini, kalau bukan karena anda pasti Kim Jongwoon tak akan pernah tertangkap" kata salah seorang namja berpakaian polisi lengkap dan menjabat tangan namja yang berada di samping Hangkyung.

"cih, namja sepertimu tak akan pernah bertindak sendiri Cho, kau hanya bisa bergantung pada orang lain, ck bahkan kau kalah dengan besanmu sendiri" decak Yesung, seolah tak terancam dengan polisi yang mengepungnya, serta puluhan pegawai yang melihatnya di sana.

Ya, Lee KangIn adalah appa dari Sungmin. Sejak kontaknya dengan Sungmin hilang beberapa waktu lalu, dia tahu kalau ada sesuatu dengan putrinya itu. Dengan gerak cepat ia langsung menghubungi Hankyung dan polisi.

Yesung masih bisa tersenyum sekarang, walau dia sudah diseret keluar dari mobilnya dan masuk ke dalam mobil polisi itu. Walau masih ada rencananya yang gagal, tapi dia sudah cukup memberikan luka yang sama dengan yang pernah dia rasakan kepada keluarga Cho.

.

.

.

Sungmin masih menangis di pelukan Junsu. Hingga tak lama seorang namja tampan dengan perban di lengannya mendekat dan menyentuh pundaknya, sontak Sungmin langsung melepaskan pelukan Junsu dan memandang ke arah namja berstatus Suaminya itu.

"Kyu" kata Sungmin lirih.

"bagaimana kau tahu aku di sini" tanya Sungmin tanpa memandang Kyuhyun karena sekarang pandangannya kembali melihat ke arah putra kecilnya.

"itu tidak penting Min, sekarang yang penting anak kita selamat" kata Kyuhyun sambil ikut menatap putranya.

"Kim Ryeowook" tiba tiba Sungmin mengatakan sesuatu yang sebenarnya cukup menyakiti hatinya. Walau semua ini cukup mengejutkan untuknya tapi tetap saja, bayangan kelam beberapa hari lalu kembali menghiasai pikirannya.

Rasa sakit hatinya kembali hadir, tak kala Ia mengingat saat Kyuhyun lebih memilih untuk bersama Ryeowook dan tak menghiraukannya hingga ia malah bertemu dengan Kim Yesung. Kalau saja itu semua tidak terjadi pasti semuanya tidak akan seperti ini, dia pasti masih bisa menjaga bayinya hingga sampai masa lahirnya.

Sungmin seolah merasakan penderitaan putranya yang tengah dalam pengobatan itu, bagaimana bayi sekecil itu harus merasakan hal sesakit ini. Bagaimana anaknya harus terus bertahan untuk tetap hidup. Air mata Sungmin tetap tak berhenti mengalir, tangannya kembali terarah menyentuh kaca dihadapannya.

"Maafkan Appa mu ini baby, Appa tak pantas untuk menerima perjuanganmu seperti ini" Tiba tiba Kyuhyun berkata seperti itu dan membuat Sungmin langsung mengalihkan pandangannya ke arah Kyuhyun yang telah mengeluarkan air matanya.

"Min, jeongmal mianhae, aku sangat ingin mendengarmu memaafkanku Min" kata Kyuhyun sambil membalik wajahnya untuk melihat Sungmin yang masih setia menatap Kyuhyun.

Mata Sungmin berpandangan langsung dengan mata sendu Kyuhyun, dia sejujurnya tak pernah bisa untuk jauh dari Kyuhyun. Tapi hatinya terlanjur disakiti terlalu jauh oleh Kyuhyun, rasanya mengucapkan kata 'Maaf' itu terlalu sulit untuknya. Tapi ia juga tahu, Kyuhyun telah merasakan rasa sakit yang sama dengannya. Hati Sungmin bingung antara memaafkan Kyuhyun atau tidak.

"Mian Kyu, aku masih belum bisa memaafkanmu" jawab Sungmin sambil mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun, berusaha memutus kontak mata dengan Kyuhyun karena itu membuatnya merasa menyesal memberikan jawaban itu padanya.

Kyuhyun kembali meneteskan air matanya ketika ia mendengar jawaban yang keluar dari mulut Sungmin. Kenapa rasanya sangat sulit untuk menerima jawaban itu, apa ini jawaban benar benar dari hatimu Cho Sungmin. Tapi Kyuhyun tak semudah itu akan menyerah untuk mengambil hati dari Istrinya itu lagi.

Walau dia tahu kepercayaan yang sudah diberikan kepadanya dengan mudahnya ia nodai, tapi dia sadar ia telah mendapatkan balasan dari semua itu. Dan sekarang Ia ingin menebus semua kesalahannya.

'Aku tahu kesalahanku terlalu besar padamu Min tapi aku akan terus berusaha untuk mengambil hatimu lagi' batin Kyuhyun di sela sela tangisannya.

TBC


Thank's For Review :

Kyukyumin, PaboGirl, Kieah choyeki KMS, , liamaris12kyumin, .136, cludswan, abilhikmah, PandaPandaTaoris, Pricejoy, prfvkgyu, deviyanti137, puji, 1307, , elfishy09, noura, SSungMine, KobayasahiAde, gwansim84, danactebh, Heldamagnae, aey raa kms, Littleevil1367, NurLarasati13, gothiclolita89, JSJW407, ChoiMerry-Chan, WineKyumin137.


- Shu Qiao Lian -