Title : All is Lie
Cast : KyuMin Slight KyuWook, GS for Uke
Chapter : 7 of ?
.
.
.
Mata ini tak pernah buta karena cintamu, Jantung ini tak pernah berhenti berdetak karena kasihmu. Tapi tangan ini terlalu lemah untuk merengkuhmu kembali ke dalam pelukku, hingga cintaku terasa membeku di sini.
- Lee Sungmin -
.
.
.
Yesung menyeringai seolah tak takut dengan apa yang akan dihadapinya nanti, baginya rasa takut itu hanya untuk orang orang yang lemah dan tak punya harga diri. Yesung merasa dirinya terlalu tinggi untuk merasakan rasa takut, walau ada secercah hatinya merasa khawatir akan orang yang bekerja sama dengannya. Seorang yeoja yang sudah ia nikahi 2 tahun lebih lamanya, dan ia juga telah punya seorang anak darinya, siapa lagi kalau bukan Kim Ryeowook. Yeoja yang juga istri dari Cho Kyuhyun dan berpura pura lembut di hadapannya tanpa tahu kalau sebenarnya hatinya sama jahatnya dengan Yesung.
Anak yang Kyuhyun kira adalah anak Jungmo, sebenarnya itu adalah anak kandungnya. Sejak awal Jungmo memang sudah masuk ke dalam perangkap pintar seorang Kim Jongwoon atau sekarang dia lebih suka di panggil Kim Yesung. Jungmo memang terlalu bodoh hingga mengira semua omongan Ryeowook itu benar bahwa Ia mengandung anaknya. Jungmo yang sudah dibutakan cinta palsu dari Ryeowook mempercayai semuanya dengan mudah. Tangan Yesung mengepal mengingat itu semua, dulu dongsaengnya meminta pertanggung jawaban Jungmo dan malah berakhir dengan kematiannya. Sedangkan Ryeowook langsung disambut rentangan tangan lembut.
"kau masih bisa tersenyum, ck kau benar benar bukan manusia Kim Jongwoon" kata Hankyung yang berada di sampingnya kini. Tapi Yesung hanya menatapnya sekilas lalu tersenyum meremehkan ke arahnya.
"kau hanya berani melawanku di saat aku jatuh, benar benar pengecut" kata Yesung dengan santainya dan itu membuat Hankyung mendidih.
"ck, kau memang seharusnya jatuh Kim Jongwoon atau harus aku panggil kau Tuan Kim Yesung yang terhormat" kata Hankyung lagi, dia sebenarnya juga menaruh rasa dendam terhadap Yesung. Tentu saja karena Yesung telah membunuh anaknya yang sangat ia sayangi, penerus utama keluarganya.
"kau masih bisa bicara seperti itu setelah perusahaanmu bangkrut Tuan Cho" sepertinya melawan Yesung adu bicara itu adalah hal yang sangat mustahil untuk menang. Setiap kata kata yang Yesung keluarkan seperti peluru yang tepat menembak sasarannya, apalagi untuk orang emosional seperti Hankyung. Emosinya pasti gampang meledak sekarang.
"Lebih baik kau diam Kim" kata Hankyung kemudian, tak ingin berlama lama berbicara dengan Yesung.
"Kau merasa kalah kan Tuan Cho hingga menyuruhku diam, tenang saja aku akan diam karena mulutku ini terlalu berharga untuk bicara dengan orang kotor seperti anda" kata Yesung begitu lancarnya, tapi sepertinya Hankyung sudah terbakar emosi hingga Ia mencengkram kerah kemeja Yesung yang memang sudah kusut itu.
"Jangan merasa kau lebih baik dariku Kim, karena kau sama kotornya denganku" kata Hankyung penuh penekanan, tapi Yesung hanya tersenyum meremehkan lagi.
"berarti anda mengakui kalau anda ini orang kotor, ck" kata Yesung lagi. Hankyung mengeratkan cengkraman tangannya. Melawan Yesung memang benar benar sia sia untuknya, karena Yesung akan langsung menjawabnya dengan kata kata yang pasti tepat dan menyudutkannya.
"Hei ada apa ini, Hankyung~ssi lepaskan tangan anda" kata salah seorang polisi yang berada di depan kemudi. Hankyung segera melepaskan pegangan tangannya dengan sedikit menghempaskan. Yesung hanya tersenyum lagi mendapatkan perlakuan itu.
Sepertinya Yesung memang benar benar santai dalam bertindak, dia bahkan tak khawatir kalau Ia mendapatkan hukuman mati. Karena baginya, ini adalah resiko yang harus ia ambil bila ingin membalaskan seluruh dendamnya. Dan Ia sudah siap menerimanya, karena Ia adalah Kim Jongwoon, namja yang tak pernah takut terhadap apapun.
"Aku terus mengawasimu Kim Yesung" kata Hankyung sengit.
"Aku sangat senang kalau anda mengawasiku Tuan Cho" kata Yesung membalas tak kalah sengit. Hankyung mengepalkan tangannya dengan erat, Ia tidak mungkin memukul Yesung saat ini karena itu adalah ide yang sangat buruk apalagi sekarang Ia berada di mobil polisi. Yesung masih menatap Hankyung dari sudut matanya, senyumnya kembali tersungging.
'Bodoh' Batin Yesung.
.
Pintu ruang rawat anak Sungmin terbuka dan nampak seorang Dokter keluar dengan tersenyum lega. Sepertinya mereka berdua akan mendapatkan kabar baik darinya.
"anak anda selamat, eemm apakah anda istri Kim Yesung agashi?" tanya Dokter itu pada Sungmin, karena memang dokter itu belum tahu yang sebenarnya.
"Bukan Dokter Jung, dia putra mereka berdua, Cho Kyuhyun dan Cho Sungmin" kata Junsu menjelaskan karena takut ada kesalahpahaman di antara mereka. Dokter yang bermarga Jung itu hanya tersenyum kikuk karena telah keliru.
"Ah Mianhae agashi saya tidak tahu" kata Dokter Jung kemudian.
Sungmin hanya tersenyum dan menangguk setidaknya kabar yang Ia dengar ini termasuk kabar baik. Dia sudah benar benar lelah untuk merasakan rasa kehilangan lagi. Sudah cukup yang ia alami hari ini dan Ia tak ingin lagi merasakannya.
Sekilas Ia memandang Kyuhyun yang tampak tersenyum tipis, walau wajahnya terlihat sangat lelah tapi senyum bahagia itu masih bisa terlihat dengan jelas. Tapi ada sesuatu yang masih mengganjal hatinya, dia harus mencari tahu yang sebenarnya tentang Yesung dan yeoja itu, lagi lagi Sungmin tak ingin menyebut namanya.
"bisa kami melihatnya?" tanya Kyuhyun pada Dokter Jung, tapi sepertinya dia akan mendapat jawaban yang mengecewakan karena Dokter Jung menggeleng perlahan.
"biarkan kondisinya normal dulu, baru kalian bisa melihatnya" kata Dokter Jung kemudian.
"Ah ne" kata Kyuhyun kecewa, pasalnya dia sangat ingin melihat anak kandungnya. Lalu pandangan matanya kembali menatap putranya yang tengah terlelap di sana. Tapi bayangan kejadian beberapa hari lalu kembali datang, ketika Ia malah membiarkan Sungmin pergi dan Ia hanya diam.
Seandainya Ia mengejar Sungmin, pasti semuanya akan baik baik saja, mereka tak akan pernah bertemu dengan Yesung hingga seperti ada hal lain yang sejak tadi Ia pikirkan, kenapa Sungmin menyebut nama Ryeowook. Apa yang sebelumnya terjadi dan Ia tidak tahu, Kyuhyun sangat ingin menanyakan itu tapi kenapa mulutnya terasa kelu untuk mengucapkan pertanyaan itu.
"Kalau begitu saya permisi dulu, Junsu~ya bisa ikut saya" kata Dokter Jung berpamitan pada Kyuhyun dan Sungmin lalu menatap Junsu.
Kyuhyun dan Sungmin mengangguk perlahan lalu menyalami Dokter Jung dan Dokter Kim bergantian. Mereka merasa begitu berhutang budi pada kedua Dokter itu, karena telah menyelamatkan nyawa putra mereka.
Sungmin menatap kedua Dokter itu hingga punggung mereka tak lagi terlihat, kemudian Ia memandang putranya yang sangat ingin ia sentuh tengah tertidur di sana. Lagi, Sungmin menghembuskan nafasnya berat. Entah ini sudah keberapa kalinya Ia menghela nafas, tapi mungkin ini bisa meringankan sedikit beban yang sejak kemarin Ia tanggung.
"Min, sebaiknya kau hubungi Appamu" Suara merdu Kyuhyun tampak mengalun lembut dan masuk ke telinga Sungmin hingga Ia langsung menatap Kyuhyun.
"Ne kurasa kau benar Kyu, aku masih menyimpan ponsel Yesung" kata Sungmin sambil mengeluarkan ponsel yang berada di saku bajunya, dengan segera Ia mengetikan beberapa angka.
Cukup lama Sungmin menunggu panggilan teleponnya diangkat oleh Appanya, karena Sungmin cukup yakin kalau Appanya pasti akan bingung dengan nomer tidak dikenal menghubunginya. Hingga akhirnya sebuah suara menyahut dari seberang sana.
"Yeoboseyo?"
"Appa" kata Sungmin perlahan.
"Astaga Min, kau baik baik saja? Sekarang kau di mana? Kau bersama Kyuhyun? Bagaimana dia?" tanya KangIn, Appa Sungmin berturut turut. Sepertinya dia begitu cemas dengan keadaan putrinya itu.
"Min dan Kyuhyun baik baik saja Appa, kami sekarang berada di Seoul International Hospital" jawab Sungmin dengan perlahan. Suara hembusan nafas lega, Sungmin dengar dari seberang sana.
"Appa akan ke sana, tapi kenapa kalian di Rumah Sakit? kalian benar baik baik saja?" tanya KangIn lagi pada Sungmin.
"Nanti Min jelaskan Appa" Jawab Sungmin singkat.
"Baiklah kalau begitu, Appa akan segera ke sana" kata KangIn lagi lalu mematikan sambungan teleponnya.
.
.
.
Ryeowook di bawa paksa menuju ke kantor polisi yang berjarak cukup jauh dari Rumah Sakit itu. Dia terlihat pasrah di bawa ke sana tanpa ada perlawanan sedikitpun, lagi pula jika ia melawan pasti usahanya akan sia sia saja. Dua orang Dokter dan seorang security tak mungkin bisa Ia lawan dengan mudah.
Mata Ryeowook bergerak gerak gelisah saat melihat sebuah mobil polisi melintas di samping mobil yang Ia tumpangi. Dengan samar Ia dapat melihat siapa yang ada di dalam mobil itu. Jantungnya berdetak lebih cepat sekarang, tangannya terasa gemetar. Apa yang di takutkannya benar benar terjadi.
'Sungie' batin Ryeowook dengan pandangan matanya yang masih terus melihat mobil polisi itu berlalu semakin jauh.
Ryeowook semakin cemas ketika mobil yang ia tumpangi telah sampai dan masuk ke area parkir Kantor Polisi. Salah seorang Dokter langsung menariknya keluar dengan segera dan membawanya masuk ke dalam kantor.
"Akh" rintih Ryeowook perlahan karena Ia ditarik dengan cukup kasar, mungkin saja sekarang pergelangan tangannya memerah.
Tanpa peduli dengan rintihan Ryeowook kedua Dokter serta Security itu tetap membawa Ryeowook dengan kasar dan langsung mendudukannya di kursi untuk di proses.
"Permisi pak, saya mau melapor, yeoja ini tertangkap basah sedang mencoba membunuh seorang bayi di Rumah sakit kami" kata Dokter itu pada polisi yang ada di dihadapannya.
"baik saya akan memprosesnya, Shindong tolong bawa yeoja ini ke dalam penjara di sana bersama dengan Yesung" kata Polisi itu pada polisi yang lainnya bernama Shindong itu. Dengan segera Shindong membawa Ryeowook dan memasukkan ke dalam penjara sementara bersama Yesung.
Mata Ryeowook tak lepas dari sosok Yesung di hadapannya kini. Seolah mata itu berbicara banyak ketika melihat luka di kepala Yesung dan seluruh pakaian Yesung yang nampak berantakan. Yesung pun terus memandang Ryeowook dengan pandangan sendu. Ia tak menyangka kalau ternyata Ryeowook juga tertangkap.
"gwenchana?" akhirnya suara Ryeowook keluar dan memecah keheningan di antara mereka berdua.
"ne" jawab Yesung singkat. Tapi sepertinya Ryeowook masih tidak percaya dengan apa yang baru saja Yesung katakan, karena ucapan Yesung tak sesuai dengan apa yang Ia lihat sekarang. Tak mungkin Yesung baik baik saja bila melihat keadaanya sekarang.
"Sepertinya kalian memang sudah saling mengenal ne" suara Hankyung tampak terdengar dan langsung mendapat tatapan jengah dari Yesung.
"Ku kira anda sudah pergi Tuan Cho, ternyata anda malah menemani saya di sini atau anda ingin menggantikan posisi saya di sini" kata Yesung berbasa basi sambil tersenyum tipis, atau lebih cocok disebut seringai. Ryeowook hanya menunduk tak ingin berlama lama melihat orang yang pernah membentaknya beberapa waktu lalu.
"Ck, karena buronan sepertimu memang harus di jaga Jongwoon~ssi" kata Hankyung dengan sengit.
"Dan kau, dasar yeoja tak punya harga diri, bagus kalau kau membusuk di penjara" kata Hankyung lebih sengit lagi ke arah Ryeowook. Tapi kini Ryeowook tak lagi menunduk, ia menengakkan wajahnya dan berani menatap kedua manik mata Hankyung.
"Sepertinya anda yang harus membusuk di penjara Hankyung~ssi" kata Ryeowook dengan berani sekarang. Yesung kembali tersenyum puas sekarang.
"Apa maksudmu yeoja jalang" kata Hankyung dengan penuh penekanan.
"Kau pikir aku tidak tahu apa yang ada di otak busukmu itu, kau telah menghancurkan kehidupan orang lain dengan wajah tanpa dosamu, apa kau tidak ingat dengan marganya Tuan Cho, Kim Jongwoon" kata Ryeowook kemudian.
"Cih, marganya tidak penting bagiku yeoja tak tahu malu" kata Hankyung membalas, karena memang marga Yesung tak pantas untuk Ia ketahui. Lagipula apa hubungan marga Yesung dengannya, jelas jelas itu tidak penting.
"Sepertinya anda berpura pura tidak tahu Tuan Cho" kali ini Yesung yang berbicara dengan sombongnya, seolah Ia sekarang tidak berada dalam penjara.
"Apa maksudmu heh" kata Hankyung kemudian.
"Anda akan mengingatnya sendiri Tuan Cho" kata Yesung sambil tersenyum misterius.
.
.
.
KangIn menatap seorang bayi yang masih berada di ruangan rawat itu dengan tetesan air mata yang tak kunjung berhenti. Status namjanya tak lagi membuatnya untuk bisa kuat setelah mendengarkan semua yang telah dialami Putrinya beserta keluarga kecilnya itu.
Bahkan Ia begitu terkejut dengan luka di alami oleh Kyuhyun terutama pada bagian lengannya. Walau mungkin luka itu sudah cukup terlambat untuk diselamatkan tapi untung saja Tuhan berkata lain.
"Dia berada di penjara sekarang" kata KangIn perlahan, Kyuhyun dan Sungmin tak nampak terkejut dengan berita yang baru saja mereka dengar ini. Walau hati mereka terasa lega ketika mendengar berita itu.
"Kalian pergilah ke sana, mungkin dia akan menjelaskan semuanya pada kalian, biar Appa yang menjaga putra kalian" kata KangIn sambil menghapus air matanya lalu memeluk Sungmin dengan erat. Tak lama Ia melepas pelukannya dan menepuk bahu Kyuhyun seolah Ia merasa bangga dengan Kyuhyun, tentu saja dengan mengesampingkan sikap bodoh Kyuhyun beberapa saat kemarin.
"Ne Appa" kata Sungmin kemudian.
Sepanjang perjalanan ke kantor polisi, pikiran Sungmin tak lagi tenang seolah menuntut begitu banya penjelasan yang cukup masuk akal untuk menjelaskan apa yang telah terjadi beberapa hari ini. Walau semuanya sebenarnya sudah cukup jelas baginya.
Kim Jongwoon datang kembali sebagai Kim Yesung untuk membalaskan dendamnya pada Jungmo. Tapi bukankah Jungmo sudah Ia bunuh waktu itu, jadi untuk apa lagi Yesung masih datang kepada mereka dan menghancurkan keluarganya dengan sangat mudah. Tidak mungkin rasanya kalau Yesung hanya menaruh dendam pada Jungmo, pasti ada banyak hal yang belum Yesung katakan padanya dan Kyuhyun. Kalau memang semua itu benar, berarti ini semua masih belum selesai.
Tiba tiba Sungmin merasakan sesuatu menyentuh tangannya dan memegangnya dengan erat. Segera saja Sungmin langsung melihat Kyuhyun yang nampak tersenyum tipis ke arahnya. Namun rasanya bibir Sungmin terlalu kaku untuk membalas senyum tulus Kyuhyun itu hingga Ia lebih memilih untuk melihat ke arah luar.
Senyum Kyuhyun memudar begitu saja, apa sebegitu sulitnya untuk mendapatkan hati Sungmin kembali. Hello, sadarlah Cho Kyuhyun apa yang telah kau lakukan pada Sungmin jauh lebih menyakitkan daripada yang terjadi padamu. Apa mungkin Sungmin dapat dengan mudah memaafkanmu.
Mobil Kyuhyun telah berhenti dan terparkir rapi di halaman Kantor Polisi yang cukup besar. Walau begitu Sungmin rasanya masih enggan untuk turun dan menuju ke dalam Kantor itu.
"Kajja Min" ajak Kyuhyun tapi Sungmin masih tetap diam dalam keengganannya.
"Min, kau ingin tahu semuanya kan?" tanya Kyuhyun kemudian, dengan perlahan Sungmin memandang ke arah Kyuhyun dan mengangguk. Tentu saja Ia sangat ingin tahu segalanya.
"Kalau begitu kajja turun Min dan kita temui mereka" kata Kyuhyun lagi.
Sungmin menghembuskan lagi nafasnya, menghapuskan segala keengganannya untuk beranjak dari dalam mobil. Tak lama kemudian, Sungmin membuka pintu mobil itu dan berjalan perlahan menuju ke dalam Kantor.
.
.
.
"Hmmm, haruskah aku yang menjelaskannya Tuan Cho?" Kata Yesung kemudian, setelah Hankyung tak mengatakan apapun sejak tadi. Hankyung lagi lagi tak membalas perkataan Yesung. Apa kau sedang memikirkan sesuatu Cho Hankyung.
"Sepertinya kamu benar benar harus menjelaskannya Sungie" kata Ryeowook sedikit menekankan kata 'Sungie', menunjukkan kalau mereka memang punya sebuah hubungan khusus.
Mata Hankyung memicing ke arah mereka, menelisik lebih jauh ke dalam mata dua orang yang ada di hadapannya kini walau terhalang teralis penjara.
"Cih, lihatlah wookie ingatannya sangat buruk, mungkin karena dia sudah tua" kata Yesung lagi lagi. Kali ini wajah Hankyung sudah benar benar merah karena marah, sebenarnya apa lagi yang diinginkan namja yang ada dihadapannya ini.
Yesung berhenti tersenyum dan sekarang matanya menatap tajam ke arah Hankyung. Hankyung masih di sana tak bergeming sama sekali dengan tatapan tajam Yesung.
"Appa" panggil seseorang dari arah belakang Hankyung.
"Kyuhyun?" Kata Hankyung sedikit terkejut kenapa putranya itu tiba tiba ada di Kantor Polisi.
"Bagus sekali" tiba tiba Yesung berkata dengan nada mengejek.
Kyuhyun berjalan mendekat ke arah Yesung dan Ryeowook yang ada di penjara itu. Sebelumnya Kyuhyun sedikit terkejut kenapa Ryeowook ada di sana. Tapi sepertinya itu sudah cukup menjawab satu lagi pertanyaan yang ada di dalam otak jeniusnya. Karena sepertinya mereka berdua terlihat begitu akrab di dalam sana.
"Wookie, suamimu datang" kata Yesung lagi dengan senyum tipisnya. Sungguh Kyuhyun muak melihat senyum itu sejak tadi.
"Butuh penjelasan Tuan Cho Junior?"kata Yesung lagi, benar benar tidak ada nada takut dari setiap kata kata yang keluar dari mulutnya, malah terlihat semakin menantang dan menyombong.
"Kau sudah berada di penjara, dan kuharap kau selamanya berada di sana" kata Kyuhyun membalas.
"Oh terimakasih kasih Tuan Cho Kyuhyun atas do'anya, aku hargai itu dan seharusnya kau mendo'akan hal itu juga untuk Appamu yang berada di sana" kata Yesung sambil menunjuk Hankyung dengan dagunya. Kyuhyun langsung menatap Appanya dengan pandangan tak mengerti begitu pula dengan Hankyung. Dia benar benar tidak tahu sejak tadi maksud dari Yesung itu apa.
"Apa maksudmu?" tanya Kyuhyun.
"Mungkin aku telah kalah sekarang tapi aku bukanlah seorang namja pengecut yang tak punya rasa tanggung jawab, aku tak pernah menghancurkan hidup orang lain hanya untuk kesenangan pribadi" Kata Yesung setelahnya.
"Apa yang kau bicarakan heh" kata Hankyung kemudian.
"Apa kau tidak sadar, sejak tadi aku membicarakan keburukanmu Tuan Cho, apa kau benar benar lupa tentang sebuah keluarga yang kau hancurkan hanya untuk kebutuhan pribadimu" kata Yesung lagi dan semakin tak ada rasa takut di sana. Dia bicara dengan lantang seolah mengeluarkan semua yang ada di hatinya selama ini.
Mata Hankyung bergerak gelisah, dia sepertinya mulai mengingat apa yang pernah Ia lakukan beberapa saat lalu. Kali ini semua pandangan mata tertuju pada Hankyung. Bahkan Kyuhyun sendiri nampak percaya dengan omongan Yesung, tentu saja dia sudah cukup belajar dari kejadian yang baru saja Ia alami. Semua omongan Yesung itu benar dan tidak pernah mengada ngada.
"Sebuah keluarga yang kau renggut kebahagiaannya, kau ambil seluruh hartanya, dan kau tertawa di atas mereka. Tanpa pernah kau tahu, mereka sangat menderita karena kau" kata Yesung dengan menatap tajam Hankyung yang kini mulai berkeringat dingin dan Ia terus menghindari tatapan mata dari siapapun yang melihatnya sekarang.
"Kenapa diam Tuan Cho, apa kau merasa mengingat sesuatu ha?" kata Yesung lagi dan kali ini padangan matanya tampak meremehkan Hankyung.
"atau perlu aku kembali menjelaskan kepadamu Cho Hankyung?" Tanya Yesung lagi, tapi tampaknya Hankyung masih tetap bertahan dalam posisi diamnya.
"Beberapa tahun lalu kau datang pada keluargaku, mengambil paksa Harta kedua orang tuaku bahkan kau meniduri ibuku. Kau membuat keluargaku hancur dan jatuh miskin, tapi apa yang kau lakukan, kau hanya tertawa menang di sana sambil melihat rendah ke arah kami. Hingga akhirnya . . . . " kata Yesung sedikit menggantungkan ucapannya, sepertinya banyak sekali rahasia yang tersembunyi dengan rapinya pada Keluarga Cho yang sangat terhormat itu. Dan sekarang Yesung datang untuk membuka semua aib yang sudah ditutupi dengan sempurna itu.
"kedua orang tuaku memilih untuk bunuh diri" kata Yesung dengan datar tapi tatapan matanya terlihat lebih menusuk sekarang ke arah Hankyung.
Tangan Hankyung lagi lagi mengepal, matanya terus melirik ke sana kemari mencoba mencari celah untuk keluar dari situasi yang sangat tak Ia sukai ini. Bahkan sekarang Kyuhyun tampak berjalan menjauh dari Appa yang sangat Ia banggakan itu, pasalnya Ia tidak tahu tentang semua itu. Satu lagi rahasia yang terungkap hingga membuat batin Kyuhyun terguncang.
"Oh iya satu lagi, dan aku yakin kalian berdua masih mengingatnya kan Cho Kyuhyun?" kata Yesung sambil mengalihkan pandangan matanya ke arah Kyuhyun yang terlihat semakin jauh dari Appanya itu.
"Anakmu yang paling kau banggakan, bernama lengkap Cho Jungmo, anak yang selalu kau didik dengan baik kau bela kau sanjung, tapi kau tidak tahu dia sama bejatnya dengan mu Cho Hankyung" kata Yesung menggebu gebu, dia sudah tidak tahan lagi untuk mengatakan yang sebenar benarnya pada keluarga yang begitu Ia benci itu.
Yesung tiba tiba mengeluarkan pistol yang masih tersimpan dengan indah dan nyaris tak terlihat di dalam jasnya, lalu dengan cepat Ia melemparkannya tepat ke arah kaki Hankyung. Yesung sudah tak bernafsu lagi untuk menggunakan senjata itu, lagipula untuk apa dia repot repot keluar dari Penjara dengan cara yang konyol. Semua yang Ia mau sudah Ia dapatkan, keluarga Cho bangkrut.
Hankyung menatap tak berkedip ke arah pistol yang terdapat kalung yang sangat ia kenal itu karena kalung itu pernah ia berikan pada Jungmo. Dan ia juga sangat ingat kalau Jungmo pernah berkata padanya kalau Ia kehilangan kalung itu.
"Kalung itu aku temukan tak jauh dari tempat Dongsaengku terbunuh, kau ingin tahu kenapa? Karena Jungmo, anak kesayanganmu itu yang telah membunuhnya secara kejam" Hankyung tampak menatap tak percaya pada Yesung, apa benar yang di katakan namja bermuka dua ini padanya. Atau dia mengatakan itu hanya untuk memojokkan keluarganya.
"Sepertinya kau tidak percaya ne Tuan Cho, kalau begitu silakan tanyakan kepada putra bungsumu itu dan istrinya, mereka pasti akan menjawab dengan sangat tepat" kata Yesung dengan seringai yang kembali menghiasi wajah tampannya. Hankyung kini menatap ke arah Kyuhyun yang jauh di sana lalu menatap Sungmin yang ada di sebelah kanannya dan cukup jauh.
Kemudian ia melangkah mendekat ke arah Kyuhyun lalu menatap putranya itu seolah meminta jawaban atas setiap kata kata Yesung baru saja. Kedua tangannya memegang bahu Kyuhyun dan masih terus menatapnya untuk menuntut penjelasan, berharap bahwa yang baru saja Ia dengar itu adalah bohong.
"Dia benar Appa, aku melihatnya sendiri" kata Kyuhyun kemudian, kedua tangan Hankyung jatuh bebas bersama dengan dirinya sendiri ke lantai. Kakinya serasa tak lagi kuat untuk mendengar jawaban yang sangat menyakiti hatinya itu.
Hankyung tak pernah menyangka, anak yang selalu ia banggakan di depan semua orang. Selalu Ia nomor satukan ternyata tak lebih baik darinya, yah dia mengakui kalau Ia memang namja yang tak punya rasa tanggung jawab. Ia ingat semua yang pernah di katakan Yesung tadi, karena memang ia pernah melakukannya.
"Kau pikir aku membunuh Jungmo bukan tanpa alasan, kau salah besar Tuan Cho" kata Yesung kemudian.
"Dan seharusnya kau beruntung karena aku tak membunuh seluruh keluargamu" lanjut Yesung lagi sambil membalik badannya dan duduk di sudut penjara. Melepaskan jas hitamnya lalu melemparnya ke sembarang arah. Bahkan Ia tidak peduli dengan darah yang sedikit mengering di kepalanya. Ia sudah pernah merasakan hal yang lebih sakit dari itu.
.
.
.
Kini giliran Ryeowook yang berbicara, sepertinya dia masih punya banyak lagi rahasia yang sangat ingin Ia bagi kepada dua orang yang telah Ia sakiti itu, walau Ia sangat menikmatinya. Melihat Kyuhyun yang nampak bodoh karena membela dirinya, dan juga Sungmin yang nampak seperti sampah yang terbuang, bahkan tak dibutuhkan.
"Apa hubunganmu dengannya heh?" Kata Sungmin setelah diam membisu sejak tadi.
Ryeowook tampak tersenyum sinis, akhirnya kata kata yang ingin Ia dengar itu keluar juga. Karena Ia sudah menyiapkan sebuah jawaban yang pasti akan sangat mengejutkan mereka.
"Aku tak suka basa basi, jadi silakan dengarkan penjelasanku dengan baik ne Tuan dan Nyonya Cho" kata Ryeowook kemudian.
"Aku istri dari namja yang kalian kenal dengan nama Kim Yesung, aku ikut serta dalam permainan indah yang dia buat untuk kalian, bahkan sejak awal aku sudah menipu Jungmo dengan setiap kata kata yang aku keluarkan dari mulutku ini" Jelas Ryeowook yang benar benar tanpa basa basi. Dan itu cukup membuat setiap telinga yang mendengarkan tercengang kaget.
"Kalian kira aku seorang yeoja innocent yang tak tahu apa apa, aku jauh lebih tahu daripada kalian, oh iya satu lagi, anak yang aku kandung itu sebenarnya adalah anak Yesung oppa dan bukan anak Jungmo, sejak awal aku tak pernah menyukai namja itu" kata Ryeowook lagi dengan santainya.
Bagus, satu lagi rahasia yang terbuka, dan langsung membuat wajah Sungmin berubah karena sangat terkejut. Jadi anak yang di bawa Ryeowook beberapa hari lalu bukan anak Kyuhyun, Sungmin langsung melihat ke arah Kyuhyun yang sekarang juga melihatnya. Sungmin menggeleng perlahan, kenapa tak sejak awal Kyuhyun menjelaskan hal yang sangat mengejutkan ini. Kenapa dia malah memilih untuk menikahi Ryeowook diam diam, kalau saja Kyuhyun jujur padanya sejak dulu pasti kejadian buruk ini tak pernah terjadi. Tapi sepertinya tak hanya Sungmin yang begitu terkejut, Kyuhyun pun tak kalah terkejutnya.
"Cih, kau benar benar yeoja jalang hah" umpat Kyuhyun dan langsung disambut dengan senyuman oleh Ryeowook.
"Terimakasih pujiannya Cho Kyuhyun" kata Ryeowook dengan sinisnya.
Kyuhyun menatap sinis Ryeowook yang masih bisa tersenyum sinis di hadapan mereka. Sepertinya sikap anti takut Yesung telah menular pada Ryeowook hingga mereka seolah tidak sedang dalam masalah yang serius. Hei, siapapun pasti bisa melihat dengan jelas siapa yang berada di penjara dan siapa yang berada di luar. Tapi sepertinya itu tidak mempengaruhi Yesung dan Ryeowook.
"Aku benar benar akan menceraikanmu Kim" desis Kyuhyun kemudian. Tapi sayangnya Ryeowook hanya tersenyum menantang.
"Yakin? Bagaimana dengan janjimu pada Hyung tercintamu itu Kyu?" kata Ryeowook dengan cepat, bagus, mereka benar benar pasangan yang sangat cocok.
"Persetan dengan semua itu, aku tak peduli lagi, jadi silakan kau sendiri yang mengingat janji yang seharusnya tak pernah ada itu" Kata Kyuhyun menggebu gebu.
"Baiklah terserah kau saja, lagipula kan kehidupan kalian sudah hancur jadi aku tak perlu repot repot untuk cepat keluar dari sini" kata Ryeowook lalu berbalik ke belakang dan ikut duduk disamping Yesung, suami sahnya. Menatap ketiga orang yang masih diam di hadapannya, seolah sebuah tontonan gratis.
"Selamat membusuk di penjara" kata Kyuhyun sambil berlalu meninggalkan Appanya yang sama sekali tak ia pandang, rasa sakit hati dan kekecewaannya lebih kuat dari pada rasa sayangnya padanya. Tangan Kyuhyun langsung menggandeng tangan mulus Sungmin dan menariknya keluar dari kantor polisi. Sudah cukup penjelasan yang Ia terima sekarang.
Sungmin mengikuti dalam diam dan tanpa berniat untuk melawan namja yang benar benar dicintainya itu. Rasa kecewanya berangsur angsur hilang, atau mungkin Ia paksa untuk hilang. Setelah mendengar dari mulut Ryeowook secara langsung, Sungmin cukup tahu kalau Kyuhyun tak salah.
Mereka berdua sekarang sudah berada di dalam mobil, dan sepertinya tak ada niatan untuk cepat cepat pergi dari sana. Keheningan yang terasa sepertinya sudah cukup untuk menjelaskan keadaan mereka berdua.
"Mianhae" satu kata keluar dari mulut Sungmin, segera saja Kyuhyun menatap sendu yeoja yang begitu Ia sayangi.
"untuk?" balas Kyuhyun. Bodoh kau Cho Kyuhyun, kenapa kau malah mengatakan itu.
"Tak mempercayaimu" kata Sungmin datar.
Mereka kembali diam tapi Kyuhyun masih menatap Sungmin dalam, senyum tipisnya tampak menghiasai wajah kusutnya. Apakah semuanya akan berakhir bahagia? Apakah ini tanda kalau Sungmin telah memafkannya.
"Kau memaafkanku Min" kata Kyuhyun. Sekarang ganti Sungmin yang menatap Kyuhyun, kosong, itu arti tatapan dari Sungmin sekarang. Entah kenapa Kyuhyun bisa melihat kalau tatapan mata itu kosong.
"Beri aku waktu Kyu, aku masih begitu kecewa padamu, pada semuanya" kata Sungmin setelah menarik lagi wajahnya untuk tak melihat Kyuhyun terlalu lama. Dia merasa tak bisa menahan dirinya untuk memeluk Kyuhyun bila Ia tak segera menarik wajahnya.
Tapi secara tiba tiba Kyuhyun memeluk Sungmin dengan erat, memperlihatkan padanya kalau Kyuhyun sangat merindukan yeojanya. Merindukan wangi tubuhnya serta hembusan nafasnya. Sungmin diam tak bergeming, dia juga merasakan hal yang sama dengan Kyuhyun. Dia sangat merindukan namjanya, dan itu sangat terlihat dengan Ia membiarkan Kyuhyun memeluknya lama, membiarkannya menumpahkan air matanya di bahu Sungmin hingga tanpa sadar Ia pun menangis juga dipelukan hangat Kyuhyun.
TBC
Akhirnya tinggal satu chapter lagi dan FF ini akan berakhir #bahasanya
Tapi tenang saja, Author sudah buat ceritanya nggak berakhir sad ending kok. Karena author sendiri nggak kuat kalau lihat KyuMin pisah. Sudah satu hati untuk mereka :)
Mungkin Author nggak bakal terlalu banyak ngomong sekarang, jadi silakan baca ne soalnya dan reviewnya jangan lupa ya. Auhtor juga udah panjangin lagi nih ceritanya, tapi moga aja nggak mengecewakan dan juga alunya nggak lagi kecepatan.
Buat yang masih kaget sama pasangan YeWook nya kok jadi jahat gini, alasan author masih sama kok. Biar ada variasi gitu, jadi nggak melulu orang yang wajahnya imut imut itu nggak bisa jadi jahat. Kan kasian kalau aku make Siwon, wajahnya udah ganteng ganteng eh jahat.
Buat yang masih tetap baca fanfic ini, jeongmal gamsahamnida chingu
- Shu Qiao Lian -
