Title : All is Lie

Cast : KyuMin Slight KyuWook YeWook, GS for Uke

Chapter : 8 of ?


.

.

.


Cermin memberitahuku segalanya, apa arti diriku di mata dunia dan apa wujudku yang sebenarnya. Membuatku tersadar bahwa aku bukanlah sosok yang menghangatkan. Memberikan pantulan cahaya tentang wujudku yang begitu berbeda dengan dunia luar. Wujudku yang cukup memberikan kekuatan untuk membalas rasa sakitku.

- Kim Yesung / Kim Jongwoon -


.

.

.

Hankyung masih terdiam sambil bertumpu pada kedua tangannya, nafasnya nampak sesak dan matanya memerah. Dia masih setia berdiam di sana setelah melihat Kyuhyun berlalu dari hadapannya tanpa memandangnya sedikit pun. Hankyung sangat tahu kalau Kyuhyun telah kecewa padanya, kecewa akan semua kebohongannya. Dia tak pernah mengira, semuanya akan terbongkar secepat ini, rahasia besarnya yang sudah ia sembunyikan dengan rapat tapi ternyata itulah jurang untuk keluarganya. Anaknya seorang pembunuh, dan ia sama sekali tak tahu itu. Yah kebenaran itu yang sangat membuatnya begitu terpukul, tapi sepertinya keadaan seperti inilah yang begitu musuh besarnya inginkan.

Terbukti Yesung masih tetap setia bersandar di dinding penjara bersama istrinya, senyum tipisnya tak pernah pudar tak kala ia melihat Hankyung masih di sana. Otaknya bermain terlalu cepat dibanding hatinya. Permainan untukmu baru saja dimulai Cho Hankyung, sekarang tak ada lagi yang bisa membantumu. Anak kesayanganmu telah pergi meninggalkanmu sekarang, batin Yesung.

Perlahan Yesung bangkit dari duduknya mendekat ke arah Hankyung yang sepertinya tidak sadar kalau Yesung sudah berada tak jauh darinya.

"Akhirnya tinggal kita bertiga Tuan Cho" kata Yesung sembari menghembuskan nafasnya cepat.

Hankyung nampak tak begitu tertarik dengan omongan Yesung, walau sebenarnya ia nampak was was kalau ternyata Yesung punya rencana lain. Dia memang belum pernah merasakan berhadapan dengan Yesung dengan keadaan seperti ini. Walaupun ia berada di luar dan Yesung di dalam sekarang, ia punya feeling tidak baik tentang hal ini.

"Membuat Kyuhyun pergi dari sini cukup mudah ne Tuan Cho" kata Yesung lagi sambil menggulung lengan kemejanya hingga sebatas siku. Sejak tadi memang ia terlihat berantakan, apalagi kancing kemejanya lepas beberapa karena berkelahi dengan Kyuhyun.

"Apa maumu" akhirnya Hankyung bicara.

"Kau pikir sebegitu mudahnya aku membeberkan rahasia rahasia kecil kita Tuan Cho, jelas tentu saja tidak" Kata Yesung lagi. Mata Hankyung langsung melotot mendengar penjelasan Yesung, ternyata semua ini belum berakhir.

"Jaga saja bicaramu Kim, kau sekarang masih berada di kantor polisi dan kau juga tak bisa macam macam denganku" kata Hankyung sambil berdiri dan menatap langsung tepat ke mata Yesung. Mata teduh yang menyesatkan, pikir Hankyung.

"Ya aku tahu Tuan Cho, dan mungkin saja sejak tadi pembicaraan kita sudah ada yang mendengarkan" kata Yesung seolah tak takut, tentu saja buat apa dia takut. Ia memang buronan dan sekarang sudah tertangkap, sedangkan Hankyung dia masih namja bebas sekarang.

Hankyung terdiam, sepertinya ia termakan omongan Yesung yang baru saja ia dengar. Detak jantungnya mengatakan dengan jelas kalau memang sekarang ia sedang cemas. Apalagi raut wajahnya yang langsung berubah ketakutan.

'Kau terlalu takut pada ketakutanmu sendiri Cho' batin Yesung.

"Kau tahukan jarak antara penjara sementara ini tak terlalu jauh dengan ruang kerja mereka" lanjut Yesung lagi. Melihat wajah Hankyung yang langsung berubah membuatnya semakin berani untuk menakut nakuti Hankyung. Sepertinya otaknya sudah disetting untuk melakukan kejahatan.

'terlalu mudah' batin Yesung lagi.

"Aku tak peduli dengan semua omonganmu itu Kim, sekarang nikmati saja kehidupanmu dipenjara setelah ini" kata Hankyung sambil berbalik, rasanya ia ingin cepat cepat pergi dari sana.

"ah, nikmati juga kebebasanmu sekarang Tuan Cho Hankyung" kata Yesung setelahnya. Reflek kaki Hankyung berhenti, kedua tangannya bergetar. Apa maksud dari semua ucapannya itu? Apa dia berniat akan menjebloskanku ke penjara? Tapi itu tidak mungkin, dirinya sendiri saja masih berada di dalam penjara. Dan pasti ia akan dikurung cukup lama atas semua kejahatannya itu.

"Jangan berfikir kau manusia bebas Cho" kata Yesung lagi setelah melihat tak ada tanda tanda kalau Hankyung akan mengatakan sesuatu.

Tiba tiba Hankyung membalik badannya lagi dan melihat Yesung yang hanya menyeringai. Sepertinya ia sudah tahu kalau Hankyung akan berbalik dan tak akan meneruskan langkahnya pergi dari sana. Apapun yang Hankyung lakukan sepertinya sudah bisa terbaca oleh Yesung. Tapi sebaliknya, apapun yang Yesung lakukan sangat sulit untuk dibaca.

'kena kau' batin Yesung.

"Apa sebenarnya maumu hah" kata Hankyung sudah tidak sabar lagi, ia merasa seperti seorang yang terancam jiwanya sekarang.

Yesung hanya mengendikkan bahunya seperti tak peduli, lalu ia kembali duduk dipojok penjara beserta Ryeowook istrinya. Mereka berdua nampak tersenyum geli melihat Hankyung di sana. Lagi lagi Hankyung tersulut emosinya, ia langsung mencengkram erat teralis penjara itu. Mata merahnya semakin terlihat sekarang apalagi ditambah dengan pelototan manis darinya.

"Jangan membuatku emosi Kim" kata Hankyung kemudian.

Yesung masih setia menatap Hankyung tanpa berkomentar sedikitpun begitu pula dengan Ryeowook, benar benar pasangan yang sangat cocok. Sama sama iblis bermuka malaikat.

"Tak akan ada yang menolongmu Tuan Cho, posisimu sekarang sulit kan" kata Yesung setelah puas menikmati wajah penuh amarah dari Hankyung.

"Cih, sepertinya kata kata itu lebih cocok untuk kalian" kata Hankyung mencoba membela dirinya.

"Loh siapa bilang?" kata Yesung cepat sambil kembali berdiri dan sekarang ia mengajak Ryeowook untuk berdiri juga. Hankyung kembali terkejut dengan jawaban tak terduga dari Yesung.

Hankyung seperti selalu kalah dari Yesung, setiap kata kata bahkan apapun yang dilakukan Yesung, namja iblis itu selalu menang darinya. Dahi Hankyung tampak berkeringat, ia sudah tak tahu lagi harus berbuat apa. Rasanya semua bakat berdebatnya musnah seketika ketika ia berhadapan dengan Yesung.

"Kami akan segera bebas" kata Yesung lagi.

"Kalian tak akan pernah bisa bebas" desis Hankyung, tangannya semakin mencengkram erat teralis penjara. Bukan, ia tidak sedang menyalurkan amarahnya sekarang, tapi rasa cemasnya yang sangat mengganggu dirinya sendiri.

Yesung baginya seperti petir yang datangnya tak terduga, terus berusaha untuk menyambarnya dengan mengahancurkan apapun yang bisa jangkaunya. Sekarang anaknya telah tumbang olehnya, dan tiada lagi yang bisa melindungi dirinya kecuali dirinya sendiri. Dan Yesung seperti menyiapkan sengatan terbaiknya untuk Hankyung.

"Tentu saja kami akan bebas Tuan Cho, anda mau tahu kenapa?" kata Yesung lagi, tapi sepertinya Hankyung sangat tidak ingin mendengar jawaban dari Yesung. Walau begitu Hankyung tahu kalau Yesung akan berbicara tanpa perlu ia menganggukan kepalanya.

"Karena kau sendiri Tuan Cho yang akan mengeluarkan kami berdua dari sini" kata Yesung.

Benar kan, Yesung sudah menyiapkan sengatan terbaiknya dan baru saja dia menyengatkannya pada Hankyung. Langsung tepat sasaran, seperti anak panah yang jauh melesat menuju ke sasarannya. Menerobos tanpa peduli apapun yang dilewatinya.

"Jangan harap" kata Hankyung setelah tercekat beberapa saat. Tentu saja dia tidak akan pernah mau mengeluarkan Yesung dari penjara, itu sama saja memasukkan dirinya ke penjara setelahnya.

"Sepertinya anda belum mengenalku ne Tuan Cho dan sepertinya anda tidak berniat untuk mengenalku" kata Yesung sambil mendekat ke arah Hankyung yang sudah menghembuskan nafasnya secara brutal.

"Cih" hanya itu yang Hankyung keluarkan tapi malah itu yang membuat Yesung semakin berani untuk lebih mendesak Hankyung, karena semua kartu Hankyung ada ditangannya, kalau ia mau saat ini juga Hankyung masuk penjara.

"Kau seharusnya mau untuk mengenalku lebih jauh Tuan Cho, karena aku adalah kunci untukmu bebas" kata Yesung to the point.

Sudah, sepertinya ini akhir dari Hankyung sekarang. Dia merasa lebih baik mati dari pada harus mengeluarkan Yesung dari penjara, itu serasa lebih mengerikan dari pada melihat malaikat kematian yang asli datang menjemput nyawanya. Tapi bila ia mati, ia tak lebih dari seorang pengecut yang tak mau masuk penjara.

"waktuku tak banyak Tuan Cho, lebih baik cepat urus pembebasanku" kata Yesung kemudian.

Hankyung benar benar merasa sangat bodoh sekarang, dengan mudah ia bisa masuk ke dalam perangkap dari Yesung. Bahkan ia tak berfikir kenapa dengan mudahnya Yesung mengungkapkan semua kesalahannya dulu. Kalau tahu begini, seharusnya Hankyung membawa Kyuhyun dan Sungmin langsung keluar dari sana tadi. Aku terlalu bodoh, batin Hankyung.

"Anda sudah selesai Tuan Cho?" tiba tiba seorang polisi masuk ke dalam sana dan menepuk bahu Hankyung pelan.

"Eh anda tidak apa apa?" tanya polisi itu lagi karena khawatir dengan raut wajah Hankyung sangat berbeda sekarang. Tadi sebelum ia masuk ke dalam sana Hankyung nampak puas dan berkuasa tapi sekarang semuanya berubah.

"Hah, aku baik baik saja, beri aku waktu beberapa saat lagi" kata Hankyung kemudian, lalu polisi itu menepuk bahunya lagi dan mengangguk. Tapi sebelumnya ia melihat ke arah Yesung dan Ryeowook, wajahnya terlihat heran. Baru setelah itu ia berlalu meninggalkan Hankyung bersama mereka berdua.

"Aku tak akan pernah mengeluarkan kalian dari penjara, ingat itu Kim" kata Hankyung kemudian.

"baiklah kalau begitu silakan anda bersiap siap masuk penjara" kata Yesung.

Rahang Hankyung mengeras, berusaha menunjukkan kalau ia sama sekali tidak takut dengan ancaman Yesung. Karena bagaimana mungkin Yesung bisa langsung memasukannya ke penjara, sedangkan dia tak memiliki persiapan apapun saat di tangkap beberapa saat tadi. Bahkan Yesung sama sekali tidak bisa menggunakan ponselnya saat itu.

"Aku tidak takut pada ancaman kosongmu itu" kata Hankyung menanggapi.

"Oh begitu, ya sudah" kata Yesung sambil menengok ke pintu masuk penjara, lalu mengedipkan matanya sambil tersenyum tipis. Sontak Hankyung berbalik dan lagi lagi ia harus terkejut ketika melihat seseorang berdiri di sana sambil membawa sebuah tas yang tak ia tahu apa. Seperti sebuah kode, seseorang itu langsung mengangguk.

'aku hancur' batin Hankyung kemudian.

.

.

.

Kyuhyun melajukan mobilnya dengan santai, setelah memeluk Sungmin cukup lama tadi. Ia merasa sedikit tenang sekarang, walau sepertinya ada yang masih mengganjalnya sekarang. Sesuatu yang tak Kyuhyun tahu mengusik hatinya.

"Awas Kyu" jerit Sungmin saat mobil yang ia tumpangi hampir menabrak mobil lainnya, reflek Kyuhyun langsung banting stir ke kiri. Nyaris saja mereka mengalami kecelakaan.

"Mianhae Min" kata Kyuhyun dengan lirihnya, lalu ia menepikan mobilnya.

"Apa yang kau pikirkan Kyu?" tanya Sungmin saat melihat wajah gelisah campur terkejut dari Kyuhyun. Sebenarnya Sungmin cukup sadar kalau ada sesuatu yang mengganjal pikiran suaminya itu. Karena sekarang dirinya sendiri juga tengah memikirkan sesuatu.

"Aku tak tahu" jawab Kyuhyun singkat. Dia sendiri memang tidak tahu apa yang ia pikirkan walau itu sangat mengganggunya.

"Emm Kyu, sebenarnya sejak tadi aku memikirkan appamu" Jujur Sungmin begitu saja, langsung Kyuhyun memandang Sungmin raut wajahnya berubah pucat begitu mendengar kata appanya.

Apa mungkin ia memikirkan hal yang sama dengan Sungmin, apalagi ia tadi langsung pergi tanpa melihat appanya dulu. Tapi ia kecewa, kecewa dengan semua yang telah terjadi pada hidupnya, kecewa pada appanya terlebih lagi. Semuanya seperti api yang telah merenggut dengan singkat kebahagiaannya.

Bibir Kyuhyun masih mengatup, dia tidak ingin mengatakan sesuatu sepertinya. Perasaannya seperti telah dipermainkan sekarang, semua yang akan ia lakukan selalu menjadi pertentangan dalam dirinya. Tapi dia masih bingung, sebenarnya apa yang tengah ia pikirkan.

"tak perlu memikirkannya Min, dia bukan lagi appaku" kata Kyuhyun akhirnya dengan datar, mungkin ini lebih baik untuknya. Menghilangkan 'Appa' dalam kehidupannya kini. Sadar atau tidak, dirinya memang tak ada sangkut pautnya dengan persoalan yang tengah mereka hadapi. Appanyalah yang menyulut api hingga akhirnya dirinya sendiri terbakar. Kyuhyun hanyalah sesuatu yang terkena imbas dari semua itu.

Sungmin diam, dia tahu Kyuhyun sangat kecewa tentang semua yang terjadi baru saja. Kalau ia yang berada di posisi Kyuhyun, Ia pasti merasakan hal yang sama. Rasa lelah, terluka, marah, semua sudah ia dan Kyuhyun rasakan. Kalau boleh memilih, mereka sangat ingin istirahat untuk sejenak. Menemani putra mereka yang sangat ingin ia peluk.

.

.

.

"Kan sudah kubilang, lebih baik kau mengenalku Cho" kata Yesung dengan sombongnya. Bolehkan dia menyombong, tentu saja itu haknya.

Hankyung nampak lebih cemas sekarang, ia memikirkan banyak hal. Hartanya telah habis, perusahaannya telah hancur dan sebentar lagi ia akan masuk penjara. Sekarang dia harus minta bantuan dengan siapa lagi, seandainya Kyuhyun ada di sini apakah mungkin ia tak akan ditekan seperti ini.

Pasrah, apa mungkin semudah itu dia hanya pasrah dengan perlakuan Yesung padanya sekarang. Kalau dia menyerah sekarang itu sama saja dengan membiarkan Yesung tertawa menang. Dan sejak tadi Hankyung sudah cukup melihat senyuman dari Yesung, dia berharap tak akan melihat tawa menang darinya lagi.

"Kau takut kan Cho Hankyung?" kata Yesung lagi dengan menyilangkan kedua tangannya di dada. Seolah menunjukkan kalau dialah yang terkuat di sini. Dialah sang pemenang dan selamanya akan begitu.

"Tidak" satu kata yang Hankyung membuat kening Yesung sedikit mengerut.

"Aku tidak akan kalah darimu sekarang" kata Hankyung sambil menatap tajam Yesung, tangannya mengepal dengan erat.

"Kau sudah merasa salah, bahkan kau tidak mau mempertanggung jawabkan kesalahanmu, kau malah menantangku, benar benar hebat ne" kata Yesung dengan datarnya. Hankyung kembali diam, kata kata Yesung sebenarnya benar tapi sepertinya kata kata itu tidak tepat untuk dia dengarkan sekarang.

"Oke, aku memang salah tapi kau jauh lebih salah dariku Kim" kata Hankyung tak mau kalah. Yesung hanya tersenyum sinis mendengar penuturan Hankyung.

"Hmmm, mengambil harta keluargaku dan membunuh dongsaengku, apa itu masih bisa di maafkan Tuan Cho?" tanya Yesung pada Hankyung dan lagi lagi Hankyung hanya diam tak menjawab.

"Orangtuaku meninggal apa itu juga bisa dimaafkan Tuan Cho?" tanya Yesung lagi.

"Aku tinggal sendiri dan selalu kelaparan apa itu juga bisa untuk dimaafkan Cho Hankyung?" kata Yesung menambah lagi, sebenarnya masih banyak hal yang terjadi setelah kedua orangtuanya meninggal tapi ia tak ingin lagi mengatakannya pada Hankyung karena akan membuka kembali luka hatinya dulu.

Skakmat, lagi lagi Hankyung tak bisa menjawabnya. Dia sadar semua itu bukanlah sesuatu yang dapat dengan mudah untuk dimaafkan. Apalagi dia juga merasakan kehilangan seorang putra dan itu rasanya sangat tidak bisa dimaafkan. Posisi Hankyung menjadi lebih sulit sekarang, dia bingung harus berbuat apalagi. Sungguh Yesung benar benar namja yang terlalu pandai untuk mempermainkan keadaan serta perasaannya. Bahkan semuanya seperti sudah terencana di dalam otaknya itu, Hankyung mengakui Yesung memang bukan namja yang suka terlalu lama bermain dan dengan cepat ia sudah bisa menemukan permainan lain yang lebih menarik. Walau sekuat apapun dia mencoba untuk menang, tetap saja Yesung akan langsung membalikkan posisinya hingga akhirnya dia menang lagi.

"Sebutkan kesalahanku yang tidak bisa kau maafkan Tuan Cho maka aku akan mengaku kalah sekarang" kata Yesung menatang Hankyung. Wajahnya langsung berubah seperti seseorang yang sedang berfikir keras. Orang ini benar benar tidak bisa ditebak, batin Hankyung.

"Cepatlah jawab Tuan Cho aku sudah tidak sabar untuk melihatmu bersamaku disini" kata Yesung lagi semakin mendesak Hankyung.

'Cepatlah berfikir Cho Hankyung, kau tidak bisa berhenti sampai disini' batin Hankyung lagi sambil terus berfikir apapun itu. Tapi sepertinya dia tidak bisa menemukan jawaban itu, seandainya saja ada Kyuhyun pasti ia akan membantunya dengan cepat.

"sial" umpat Hankyung lirih tapi cukup jelas didengar oleh Yesung.

"kalau begitu selamat datang di penjara Tuan Cho" kata Yesung sambil tersenyum menang di sana, Hankyung semakin jengah dengan sikap Yesung.

Perlahan ia melangkah keluar dari ruangan tahanan itu, walau pun ia sedikit cemas apa yang akan dihadapinya diluar sana. Keringat dingin terus membasahi wajahnya, tangannya juga bergetar bahkan ia merasa tak bisa melangkah lagi. Dia terlalu takut untuk menghadapi apa yang akan terjadi nanti.

.

.

.

Kyuhyun kembali melajukan mobilnya dengan pelan, dia mencoba memfokuskan pikirannya lagi. Karena nyawa Sungmin berada ditangannya sekarang, ia salah sedikit saja mungkin mobil yang ia bawa ini akan merenggut nyawa keduanya.

"Kyu perasaanku tak enak" kata Sungmin dengan lirih, dia tidak ingin mengganggu konsentrasi Kyuhyun. tapi tetap saja konsentrasi Kyuhyun buyar ketika mendengar suara Sungmin.

Perasaan Sungmin bukan lah sesuatu yang bisa diabaikan begitu saja. Kyuhyun tahu itu, karena sejak tadi semua perasaan tak enak Sungmin memang terbukti dan benar adanya. Kejadian buruk selalu terjadi bila Sungmin sudah merasakan perasaannya tak enak.

"Lebih baik kita kembali ke kantor polisi Kyu, jebal" Pinta Sungmin pada Kyuhyun.

Kyuhyun bingung sekarang, saat ini atau mungkin beberapa saat nanti dia tidak ingin bertemu dengan Appanya. Tapi sekarang Sungmin malah memintanya untuk kembali ke kantor polisi. Itu sama saja dengan mempertemukannya dengan Appanya dan yang lebih jelas menyulut lagi kemarahannya pada Appa kandungnya itu.

"Tidak Min" jawab Kyuhyun tanpa memalingkan wajahnya dari jalan didepannya.

Sungmin diam lagi, tapi perasaannya tak bisa berbohong. Dia merasa sesuatu yang tidak ia inginkan terjadi, tapi ia sendiri juga tidak tahu apa itu. Yang jelas sejak tadi ia selalu memikirkan Appa Kyuhyun yang juga Appanya dan Yesung.

"Turunkan aku di sini Kyu" kata Sungmin kemudian, sontak Kyuhyun langsung memandang ke arah Sungmin.

"Wae" tanya Kyuhyun lembut.

"Kalau kau tidak mau kembali ke sana, biar aku saja sendiri Kyu, cepat turunkan aku di sini" pinta Sungmin lagi. Kyuhyun terdiam dan tidak menghentikan laju mobilnya.

"Cepat Kyu" kata Sungmin lagi, suaranya mulai menaik.

Dengan sigap Kyuhyun langsung berhenti dan membalik arah mobilnya tanpa memandang Sungmin sedikitpun. Bagaimanapun juga Kyuhyun tak akan bisa menolak permintaan Sungmin, walau itu bertentangan dengan hatinya sendiri.

Kyuhyun melajukan mobilnya dalam diam begitu pula dengan Sungmin. Sungmin yang memang tak berniat bicara karena ia sibuk menenangkan perasaannya sendiri yang semakin tidak karuan. Walau sesekali ia menengok ke arah Kyuhyun yang tampak serius. Wajah lelahnya semakin terlihat dan Sungmin merasa tidak tega sendiri.

Tak lama mereka akhirnya sampai kembali di kantor polisi. Sungmin sudah membuka pintu mobilnya tapi Kyuhyun masih berdiam diri duduk di kursinya. Sepertinya sekarang gantian Kyuhyun yang enggan untuk masuk ke sana.

"Bagaimanapun juga dia Appamu Kyu" kata Sungmin kemudian, Kyuhyun langsung menengok ke arah Sungmin. Melihat manik mata teduh dari istri yang begitu dicintainya itu. Dan itu seolah memberinya kekuatan untuk menatap Appanya lagi.

Perlahan Kyuhyun melepas sabuk pengamannya dan membuka pintu mobilnya. Sekarang mereka berdua berjalan perlahan masuk ke dalam kantor polisi yang entah kenapa bagi Kyuhyun itu seperti berjalan ke neraka. Rasanya dingin dan tak nyaman sama sekali.

Kyuhyun berhenti begitu saja ketika melihat sosok Appanya yang tengah tertunduk lesu di salah satu kursi. Rasa kecewanya kembali muncul begitu saja, dan ia marah. Tapi tangan Sungmin perlahan menariknya untuk mendekat, rasa hangat langsung menjalar kesetiap sisi ditubuhnya. Hingga kakinya bergerak mengikuti kemana Sungmin akan membawanya.

"Appa" panggil Sungmin pelan dengan sedikit senyum dibibir merahnya.

Hankyung langsung mendongak ketika mendengar suara Sungmin masuk ke dalam pendengarannya. Matanya menatap sayu Sungmin, kalian datang sangat terlambat, batin Hankyung kemudian.

Kemudian kedua matanya mengarah ke arah Kyuhyun yang nampak diam, tapi ada raut wajah kecewa di balik kelelahannya. Hankyung dapat melihat dengan jelas itu.

"Appa baik baik saja?" tanya Sungmin lagi.

Hankyung hanya tersenyum kikuk pada Sungmin lalu kembali menatap Kyuhyun yang juga masih menatapnya masih dalam diam. Hankyung menghembuskan nafasnya pelan, sebentar lagi ia tidak akan bisa menatap cucunya, putranya serta istrinya. Sebentar lagi ia hanya akan bisa melihat dinginnya tembok penjara bersama dengan musuhnya.

Tiba tiba beberapa orang polisi mendatangi Hankyung dan langsung menariknya untuk berdiri. Sungmin sangat kaget dengan apa yang barusaja terjadi, begitu pula dengan Kyuhyun. Walaupun dia bersikap dingin dengan Appanya tapi ia juga khawatir.

"Ada apa ini?" kata Kyuhyun setelah diam cukup lama.

"Saudara Cho Hankyung kami tangkap atas tuduhan penipuan, pencurian dan pembunuhan"

Kyuhyun dan Sungmin kaget sejadi jadinya mendengar beberapa tuduhan yang diberikan kepada Hankyung. Tapi Hankyung hanya diam dan pasrah, sepertinya ia memang sudah memikirkannya sejak tadi. Lebih baik ia mengalah masuk penjara bersama dengan Yesung daripada ia harus mengeluarkan namja itu dari penjara.

"Tapi apa kalian punya bukti" sanggah Kyuhyun sambil terus menahan Appanya agar tidak dibawa paksa.

"Bukti bukti sudah mengarah padanya, silakan tanya padanya" kata salah seorang polisi sambil menunjuk ke arah namja berkaca mata yang tampak berwajah datar.

"Kau siapa?" tanya Kyuhyun dengan penuh penekanan.

"Kenalkan saya Choi Siwon dan saya adalah pengacara Kim Yesung dan Kim Ryeowook" jawab namja itu masih dengan berwajah datar.

Kyuhyun terkejut bukan main, bagaimana bisa namja itu memanggil pengacara dan langsung menjebloskan Appanya ke penjara. Apa sebegitu mudahnya Kim Yesung melakukan apapun, kenapa selalu ada jalan bagi Kim Yesung.

Kyuhyun meradang dan langsung berjalan dengan cepat menuju ke penjara sementara yang sekarang dihuni oleh Kim Yesung dan Kim Ryeowook. Ketika ia datang Yesung langsung menyambutnya dengan senyum termanisnya. Tapi bagi Kyuhyun itu hanyalah senyum penuh kemunafikan dan sangat menjijikkan.

"Senang melihatmu kembali Cho Kyuhyun" kata Yesung masih dengan senyum manisnya dan langsung diberi pelototan tajam oleh Kyuhyun.

"Melihat ekspresimu seperti itu, aku yakin pasti Hankyung~ssi sebentar lagi akan bersama denganku di sini" kata Yesung lagi kemudian.

"Kau benar benar . . ."

"Benar benar apa, kau mau memanggilku iblis atau sejenisnya, terserah yang terpenting sekarang Appamu itu mempertanggung jawabkan kesalahannya" kata Yesung memotong kata kata Kyuhyun.

Tangan Kyuhyun mencengkeram dengan erat teralis penjara itu tapi Yesung hanya menatap jengah Kyuhyun. Mau bagaimanapun juga Hankyung tetap akan masuk penjara dan Kyuhyun tak bisa melakukan apapun. Bukti yang Yesung punya terlalu kuat untuk membebaskan Hankyung dari segala tuduhan.

"Kau tak akan pernah keluar dari sini Kim" kata Kyuhyun kemudian.

"Itu bukan masalah untukku" jawab Yesung enteng.

Kyuhyun mendengus sebal, sepertinya tak ada gunanya ia melawan bicara namja dihadapannya ini. Terkadang Kyuhyun berpikir apa namja dihadapannya tak punya perasaan lain selain rasa dendamnya, atau mungkin dia memang sama sekali tak punya perasaan.

Anaknya saja bisa dengan mudah ia culik dan akan ia bunuh, benar benar namja yang memang tidak punya hati. Dan sekarang Yesung hanya terus mengeluarkan senyum penuh kemenangannya.

"Yesung~ssi" tiba tiba pengacara Yesung masuk dan masih memandang Kyuhyun datar.

"Emm, ada apa Siwon~ssi?" tanya Yesung sambil mengalihkan wajahnya dari Kyuhyun.

Siwon memberikan kode pada Yesung untuk mendekat sebentar, sepertinya pembicaraan mereka ini cukup serius dan rahasia. Yesung menatap sekilas Kyuhyun baru setelah itu mendekat ke arah Siwon.

Kening Yesung tampak berkerut dan nampak tak senang. Sepertinya berita ini bukan berita bagus, tapi tetap saja Kyuhyun sangat penasaran dengan apa yang mereka bicarakan. Setelah cukup lama barulah mereka selesai bicara.

"kau boleh pergi" kata Yesung kemudian tapi wajahnya tetap menunjukkan ketidaksenangan. Bahkan Yesung sama sekali tidak menyadari kalau sekarang Kyuhyun yang gantian menyeringai. Setidaknya Kyuhyun berharap kalau ini benar benar berita yang sangat buruk dan cukup menguntungkan untuknya.

"Kau takut Yesung~ssi?" tanya Kyuhyun kemudian, sontak Yesung memandang Kyuhyun dengan sengit. Senyum menangnya tak lagi tampak di wajah tampannya.

"Kau seharusnya takut Kim" kata Kyuhyun lagi.

"Tak ada dalam kamusku kata takut Cho Kyuhyun, mungkin kau yang seharusnya takut karena sebentar lagi hidupmu dan keluargamu benar benar hancur" kata Yesung sambil menatap tajam Kyuhyun. Walaupun senyum kemenangan itu tak muncul tapi tetap saja kata kata Yesung seperti orang yang selalu menang.

"Aku bukan manusia lemah yang bisa menyerah begitu saja Kim, kalaupun keluargaku hancur aku tak akan membalas dendam pada siapapun" kata Kyuhyun tak kalah sengitnya dari Yesung. Namun sepertinya kata kata itu tak berpengaruh untuk Yesung.

"Hmm, benarkah, kalau begitu kenapa sekarang kau datang padaku?" tanya Yesung lagi.

Kyuhyun mendengus, kapan semua ini akan berakhir? kapan mulut besar Yesung akan berhenti mengoceh? atau apakah mungkin ini tidak akan berakhir? Kyuhyun langsung menggeleng, sesuatu yang sudah dimulai pasti akan berakhir juga. Dan Appanya sudah memulai untuk menghentikan semua ini sekarang gilirannya untuk meneruskannya.

"Aku hanya ingin melihat wajah sinis mu untuk terakhir kalinya sebelum kalian benar benar membusuk penjara" kata Kyuhyun dengan mantap. Tapi Yesung menggeleng dan masih menatap tajam Kyuhyun.

"Aku memang masuk penjara, tapi bukan berarti aku tak bisa melihat kalian lagi. Ingat Cho, dendamku tak akan pernah berhenti sampai di sini dan saat aku keluar nanti orang pertama yang aku temui adalah kalian" kata Yesung mengancam. Seperti orang yang telah kalah perang dan hanya berani untuk mengancam, begitu batin Kyuhyun.

"Aku akan bersiap siap untuk itu" kata Kyuhyun kemudian sambil ia berbalik menjauh dari penjara sementara itu. Tapi tatapan sinis Yesung terus mengikutinya sampai Kyuhyun benar benar menghilang dari pandangannya.

.

.

.

Kyuhyun menatap pengacara Yesung yang masih berdebat dengan salah satu polisi di sana, tapi sepertinya ekspresi dari pengacara Yesung sudah cukup menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya. Kyuhyun melangkah mendekat agar bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.

"Aku akan menjaminnya dengan banyak jadi bisakah kau bebaskan mereka berdua" Kata Siwon pengacara Yesung itu.

"Tidak bisa, kesalahannya terlalu banyak, kami sebenarnya tidak berhak untuk mengurusnya karena Kim Yesung adalah buronan yang cukup di cari dan dia di sini hanya sementara" jelas polisi itu pada Siwon.

Siwon menghembuskan nafasnya berat, sepertinya dia telah menyerah sekarang. Lagipula tak akan semudah itu mengeluarkan Yesung beserta istrinya itu dari penjara, itu terlalu mustahil dan tak akan mungkin.

"bukti bukti kejahatannya cukup memberatkannya Tuan Choi, bahkan saya sendiri termasuk korbannya, kesaksian saya dan keluarga saya cukup bisa menahannya di penjara" kata Kyuhyun menyela, rahang Siwon langsung mengeras. Dia tidak pernah bisa menerima kekalahan dalam kasusnya.

Siwon langsung memberesi berkas berkasnya dan berdiri dari duduknya, tanpa permisi ia berlalu dari sana tapi sebelumnya ia menatap Kyuhyun sebentar, tajam dan menusuk. Kyuhyun hanya tersenyum remeh, sejak kemarin dia sudah cukup mendapatkan banyak tatapan seperti itu jadi ia tak lagi kaget.

Setelah cukup puas melihat Siwon akhirnya dia berbalik dan mendapati Sungmin sendiri di sana sambil terisak. Seolah baru tersadar, ia tak mendapati Appanya di manapun dan keadaan kantor polisi in cukup lengang. Apa yang telah ia lewatkan sebelumnya di sini. Perlahan didekatinya Sungmin dan menyentuh pundaknya. Sungmin langsung menatap Kyuhyun dengan mata sembabnya, lalu memeluk Kyuhyun.

"Waeyo Min? Dimana Appa?" tanya Kyuhyun pada Sungmin.

"dia langsung dibawa keluar tadi Kyu saat kau masuk ke dalam, sepertinya Hankyung Appa akan langsung dipenjara" kata Sungmin disela sela isakannya.

Kyuhyun hanya diam, dia tak bisa berkomentar apa apa sepertinya. Walaupun begitu ia cukup terkejut dengan tindakan pihak polisi yang terlalu cepat membawa Appanya ke kantor polisi pusat. Apa kasus Appanya jauh lebih berat dibanding dengan Yesung. Kyuhyun melepas pelukannya pada Sungmin dan berlalu menghadap ke salah satu polisi yang cukup ia tahu adalah kepala polisi di sana.

"Kenapa kau biarkan mereka membawa Appaku, aku bahkan belum memanggil pengacara keluargaku" kata Kyuhyun pada polisi itu.

"Emm, mianhae itu permintaan Hankyung~ssi sendiri" jawab kepala polisi itu santai.

Kyuhyun kaget, jadi itu permintaan Appanya sendiri. Tapi kenapa Sungmin tidak tahu itu, bukankah sejak tadi Ia berada di dekat Appanya.

"Bagaimana dengan Yesung?" tanya Kyuhyun kemudian.

"Akan ada polisi dari kantor pusat yang datang ke sini untuk menjemputnya, kami tidak mau mengambil resiko dengan membawanya langsung ke sana" jawab kepala polisi itu dengan entengnya lalu kembali pada berbalik dan menghampiri Sungmin yang kini sudah mulai tenang.

"Kita temui Appa" ajak Kyuhyun pada Sungmin yang langsung diberi anggukan lemah darinya.

Mereka berdua bergegas keluar dari kantor polisi dan menuju ke dalam mobilnya. Kyuhyun langsung melajukan mobilnya cukup cepat karena mungkin Appanya sudah cukup jauh sekarang. Setidaknya ia ingin melihat Appanya terakhir kali.

.

.

.

Hankyung tampak berbeda dengan sebelumnya, matanya menatap datar dan tanpa ekpresi. Dia terlihat benar benar pasrah di tangan pada polisi yang membawanya. Bukankah tadi dihadapan Yesung ia bersikeras tidak akan mau untuk masuk penjara, tapi kenapa sekarang ia malah pasrah di tangan para polisi ini. Apa dia sudah memikirkan semuanya dengan begitu cepatnya. Apa kehadiran Kyuhyun dan Sungmin memberikannya pilihan yang cukup jelas.

'aku tak boleh egois lagi, aku tak mau keluargaku harus menanggung beban yang lebih dari ini' batin Hankyung kemudian. Sepertinya pikirannya sudah terbuka dengan jelas. Apa yang seharusnya ia lakukan dan tidak ia lakukan.

Tapi Hankyung cukup pintar dengan tidak membiarkan Yesung mempengaruhinya lebih jauh. Karena dia tahu, seorang pengacara sekalipun tidak akan bisa mengeluarkan Yesung sebegitu mudahnya apalagi dia. Orang yang tidak punya apa apa lagi sekarang. Mengingat itu membuat Hankyung sedikit sakit kepala, setelah ini bagaimana nasib keluarganya lebih jauh.

Hankyung menatap keluar jendela mobil polisi itu, masih dengan tanpa ekspresi. Semoga saja pilihannya ini cukup tepat untuknya dan keluarganya sekarang. Dia akan mempertanggung jawabkan semuanya dan berharap semua ini akan cepat berakhir.

TBC


Mianhae ne, ternyata author salah prediksi. Sebenarnya masih kurang dua chapter lagi baru FF ini akan selesai. Tapi author langsung update dua chapter sekarang, mumpung lagi ada ide. Dan semoga tidak mengecewakan ne update'an yang ini.

Oh ya, author sudah baca semua reviewnya kok, makasih yang masih tetep ngeriew. Dan buat yang ngebash FF ini, author minta maaf ne. Kan sebelumnya sudah author jelaskan kalau itu menurut author sendiri. Bukan secara global, kalau tidak berkenan ya sudah.

Semangat! Semangat! Semangat!
Author mencoba menyemangati diri sendiri nih, supaya tetep bisa lanjutin FF ini yang kurang satu chap :)


- Shu Qiao Lian -