Title : All is Lie

Cast : KyuMin Slight KyuWook YeWook, GS for Uke

Chapter : 9 of 9 (Last Chapter)


.

.

.


Masa lalu akan terus menghantuimu dan mengukirkan kisah pahit yang seolah tiada akhir. Berharap kau akan terus hidup di sana selamanya, tapi bukan itu tujuan hidupmu. Karena setiap kisah yang terukir akan selalu memberikan akhir, entah itu baik atau buruk tergantung setiap langkah yang kau ambil.

- Cho Family -


.

.

.

Hankyung tiba di kantor polisi pusat yang jauh lebih ramai dari kantor polisi sebelumnya. Dia menghembuskan nafasnya berat sebelum akhirnya dia masuk ke sana. Hankyung meyakinkan dirinya sendiri, sekarang dia tak butuh lagi pengacara ataupun bantuan lain. Ia rasa cukup dengan dirinya masuk penjara semuanya akan berakhir. Tak akan ada lagi yang bisa menggangu keluarganya seperti Kim Yesung. Hankyung berharap Yesung cepat cepat dipindahkan dari sana.

"Kau tak membawa pengacara?" tanya salah seorang polisi yang mengurusnya langsung.

"Dia tidak butuh lagi pengacara, karena semua bukti sudah mengarah padanya" jawab Siwon yang tiba tiba muncul di sana. Dan sepertinya Hankyung tak lagi kaget denga kehadiran namja itu.

"Hmmm, benarkah begitu Siwon~ssi" jawab polisi itu pada Siwon yang langsung menyerahkan banyak sekali dokumen dokumen.

Polisi itu langsung mengambil dokumen itu dan mempelajarinya, dahinya langsung mengerut ketika semakin jauh ia membaca isi dari tiap dokumen itu semakin membuatnya terkejut. Tak lama akhirnya ia menutup dokumen itu dan menatap Hankyung dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.

"Kau bertanggung jawab atas pembunuhan Kim Jaerin yang dilakukan oleh Cho Jungmo juga?" tanya polisi itu dengan nada sedikit terkejut namun juga menuntut penjelasan.

"Cho Jungmo putramu sendiri" kata polisi itu lagi lalu menggelengkan kepalanya tak percaya atas kasus yang baru saja ia tahu siapa pelaku pembunuhan sadis itu.

Tak hanya polisi yang terkejut karena berita ini sebenarnya juga cukup mengejutkan Hankyung, dia tidak menyangka bahwa yeoja yang dibunuh anaknya adalah Kim Jaerin yang juga dongsaeng dari Kim Jonwoon, bahkan sampai sekarang beritanya masih ia ingat dengan jelas. Pembunuhan tersadis yang pernah ia dengarkan dan ia tidak menyangka kalau Cho Jungmo putranya yang melakukan itu semua.

"Hankyung~ssi" panggil polisi itu karena sedari tadi Hankyung hanya diam dan larut dalam pikirannya sendiri.

"Bukti sudah didepan mata, apa lagi yang akan kau tanyakan padanya, sudah segera saja masukkan dia ke penjara" kata Siwon tidak sabaran pada polisi itu kemudian.

"Kau sudah tahu peraturan di sini tidak semudah itu Siwon~ssi, jadi bersabarlah. Kalau memang bukti ini benar adanya kenapa kau begitu bernafsu untuk cepat cepat memasukkan Hankyung~ssi ke penjara" selidik polisi itu kemudian, Siwon sedikit tercekat dengan kata kata polisi itu. Hingga akhirnya ia hanya bisa menghela nafasnya pelan.

"Saya hanya tidak mau klien saya kecewa" jawaban yang cukup umum bagi seorang pengacara seperti dirinya. Polisi itu hanya manggut manggut mengerti lalu mulai mengurus berkas berkas Hankyung. Sebenarnya Siwon tahu, mengurus berkas seperti itu tidaklah lama lagipula semua bukti sudah ada dan benar adanya.

Hankyung masih diam, dia tidak peduli lagi dengan berapa lama masa hukumannya karena baginya yang terpenting sekarang adalah keselamatan keluarganya. Perlahan ia mengeluarkan kalung yang sempat ia ambil dari pistol yang dilemparkan Yesung padanya tadi. Dilihatnya bandul yang menggantung di sana. Ia tiba tiba merasa merindukan putranya itu yang sekarang tak mungkin lagi bisa ia rengkuh dalam peluknya, karena anaknya itu telah berpindah ke pelukan Tuhannya sekarang.

Siwon tampak masih mendampinginya sekarang, ia masih cukup ingat perkataan Yesung padanya tadi.

'Mianhae Yesung~ssi, aku tidak bisa mengeluarkanmu dari penjara'

'Bagaimana bisa, haissh coba kau desak lagi'

'Nanti akan ku coba lagi Yesung~ssi'

'Bagus, Hankyung sudah kau laporkan apa dia akan masuk ke sini bersamaku?'

'Tidak Yesung~ssi, dia meminta untuk diurus langsung ke kantor pusat dan akan sangat sulit untuk membebaskannya kalau dia sudah berada di sana'

'Tapi apa kau sudah yakin ia akan masuk penjara'

'Kalau itu aku masih belum yakin Yesung~ssi, tapi akan kuusahakan'

'Aku tak perlu usahamu yang terpenting sekarang kau harus bisa memasukkannya ke penjara'

'ne'

Siwon menghembuskan nafasnya dengan berat, setidaknya ia akan berusaha untuk terus memenuhi permintaan kliennya itu. Bukti yang sebenarnya bagi Siwon cukup mustahil untuk ia dapatkan tapi ternyata bisa semudah itu Yesung mengumpulkan itu semua. Siwon tahu kalau ia bekerja pada orang yang tidak main main dalam melakukan apapun, dan itu sudah ia buktikan.

"Sepertinya kau akan sangat lama mendekam di penjara Hankyung~ssi" kata polisi itu kemudian. Hankyung yang nampak masih terfokus pada kalung milik keluarganya itu hingga tak mengindahkan kata kata dari polisi itu.

Tapi sepertinya polisi itu juga tak mempermasalahkan kata katanya tidak ditanggapi oleh Hankyung, karena dia sendiri sudah larut pada kasus yang cukup menarik baginya. Yah dia juga tahu mengurus kasus ini tidak akan lama, karena tidak adanya pengacara dari Hankyung akan sangat memudahkannya mengurus segalanya.

.

.

.

Kyuhyun dan Sungmin tiba di kantor polisi, tapi mereka bingung dimana sekarang Appanya berada. Mereka berdua juga bingung harus bertanya dengan siapa sekarang. Hingga setelah cukup lama mereka mencari, mata Kyuhyun menangkap sosok yang cukup dikenalnya. Siwon, walau sedikit heran untuk apa namja itu berada di sana.

"Kau" panggil Kyuhyun setelah mereka cukup dengan Siwon. Siwon langsung menoleh dan memberikan senyum terbaiknya, melihat itu Kyuhyun sedikit curiga.

"kalian datang cukup terlambat" kata Siwon kemudian.

"Maksudmu apa?" tanya Kyuhyun dengan tidak sabar, sejak tadi ia selalu dibuat penasaran, entah itu oleh Yesung dan sekarang dengan Siwon. Ia sangat tidak suka dipermainkan dalam keadaan seperti ini.

"Appamu baru saja masuk penjara dan kalian tidak akan bisa membebaskannya" Kata Siwon dan langsung diberi tatapan terkejut oleh Kyuhyun dan Sungmin. Melihat itu Siwon malah semakin tersenyum menang sekarang, sepertinya sifat Siwon ini sangat cocok dengan Yesung.

"oh tapi tenang saja kalian masih bisa melihatnya, ikut aku" kata Siwon dengan santainya lalu mulai beranjak dari sana, Kyuhyun dan Sungmin mengikutinya dengan perasaan yang entah mereka sendiri bingung untuk menjelaskannya.

Hingga tak lama mereka sampai di sebuah ruangan dengan dua pintu yang bersebrangan dan ditengah tengahnya berbatas kaca. Setelah itu Siwon keluar dari ruangan itu dan sekarang tinggallah Kyuhyun dan Sungmin saling berpandang. Mereka cukup lama duduk di sana dan tak saling bicara satu sama lain.

Tak lama, pintu di ruangan di depannya terbuka, dan betapa terkejutnya Kyuhyun begitu melihat Appanya keluar dengan baju orange khas tahanan di sana. Senyum tipis tampak terlihat di wajah Hankyung tapi Kyuhyun tidak, air matanya menetes keluar melihat Appanya sekarang berada di penjara.

"Annyeong Kyu" kata Hankyung masih dengan tersenyum tipis. Tangan Kyuhyun terarah menyentuh pembatas kaca yang ada dihadapannya.

"Appa" kata Kyuhun masih menatap sendu Appanya.

"Appa baik baik saja Kyu, tenang saja kau tak perlu khawatir ne, sekarang yang perlu kau lakukan adalah menjaga keluarga kecil kalian dan juga Ummamu" kata Hankyung pada Kyuhyun.

Sungmin langsung membenamkan diri ke dada Kyuhyun ketika mendengarkan kata kata yang cukup membuatnya sedih. Dengan sigap tangan sebelah kiri Kyuhyun langsung menyentuh bahu Sungmin dan mengelusnya pelan.

"Kau tak malu Kyu menangis di depan istrimu itu" kata Hankyung lagi setelah terdiam cukup lama. Kyuhyun menggeleng perlahan, menangis itu bukan sesuatu yang memalukan baginya. Karena Appanya tahu atau tidak, sejak kemarin Kyuhyun sudah menangis di depan Sungmin.

"Sudahlah Kyu, kau itu masih keluarga Cho yang selalu kuat, kenapa sekarang kau menangis hng" kata Hankyung lagi tapi sekarang tatapannya berbeda, tatapan yang seorang Appa berikan untuk menenangkan anaknya. Tatapan yang selalu membuat Kyuhyun kuat.

Perlahan Kyuhyun menghapus air matanya dan tersenyum memandang Hankyung. Rasa kecewa yang tadi sempat dirasakannya seolah lenyap begitu saja ketika melihat Appanya sudah berada di penjara. Yang ada sekarang Kyuhyun merasa bangga atas keberanian Appanya untuk mempertanggung jawabkan semuanya.

"Kyu bangga sama Appa" kata Kyuhyun kemudian masih dengan senyumnya.

"Tak ada yang terlambat kan Kyu, oh iya saat kau keluar nanti mintalah pada pengacara Yesung benda yang aku titipkan tadi" kata Hankyung kemudian, kening Kyuhyun mengerut penasaran dengan benda yang dimaksud Appanya itu.

"Memang apa Appa?" tanya Kyuhyun.

"Lihatlah nanti Kyu, nah Cho Sungmin" kata Hankyung kemudian, Sungmin perlahan menatap Hankyung, matanya terlihat merah dan sembab.

"Maafkan Appa ne Min karena membuatmu harus terlibat dalam semua ini, semoga setelah ini semuanya akan baik baik saja, dan saat Appa keluar nanti Appa ingin melihat kalian berhasil membangun lagi hidup kalian" jelas Hankyung pada Sungmin. Sungmin langsung tersenyum manis mendengar kata kata Hankyung begitu pula dengan Kyuhyun.

Hankyung langsung tersenyum lega setelah mengatakan itu semua, setidaknya untuk saat ini semuanya akan baik baik saja. Walaupun sebenarnya Hankyung menunggu kehadiran Yesung di sini yang tak lama lagi. Bukan, dia tidak bermaksud untuk membalaskan dendamnya juga tapi dia hanya ingin memastikan kalau semuanya benar benar berakhir dan tak ada lagi yang akan mengganggu keluarganya.

"Waktunya sudah habis Hankyung~ssi" kata salah seorang polisi jaga di sana.

"Nah Kyu, sekarang kau yang bertanggung jawab pada keluarga kita, buatlah Appa bangga Kyu, dan juga jaga cucuku baik baik kalau tidak . . ." Hankyung sedikit menggantungkan kata katanya lalu wajahnya berubah garang sambil menatap Kyuhyun.

"Kau masih ingat tamparan Appa kemarin kan, kau akan merasakannya lagi kalau kau tidak bisa menjaga keluarga kita" kata Hankyung lagi setelah jeda beberapa saat. Kyuhyun langsung menelan ludahnya ketika mendengar kata kata terakhir dari Appanya itu. Kyuhyun sangat tahu kalau Appanya ini sosok yang tak pernah main main dengan kata katanya, sedikit mirip dengan Yesung.

Tapi tak lama senyum manis kembali menghiasi wajah Hankyung, senyum yang sungguh membuat Kyuhyun merasa ingin ikut tersenyum bersamanya.

"Appa baik baik di sana ne" kata Sungmin kemudian.

"Tenang saja Min, kau juga harus baik baik" kata Hankyung lalu berdiri dari duduknya.

Dengan langkah perlahan ia melangkah menjauh dari sana, sebenarnya Hankyung sangat ingin meneteskan air matanya sekarang. Ia ingin menunjukkan kalau di balik sikap egoisnya selama ini, ia masih punya kasih yang besar untuk keluarganya. Hankyung membuka pintu ruangan itu perlahan, tapi ia kembali menengok ke arah Kyuhyun dan Sungmin yang juga telah berdiri dari duduknya.

Kyuhyun menatap Appanya yang sekarang berada jauh di sana, ia berusaha memberikan senyum terbaiknya kepada Appanya sebelum ia benar benar tidak bisa melihatnya lagi. Hingga akhirnya Appanya menghilang dari balik pintu coklat penjara itu.

'Aku akan sangat merindukan mu Appa' batin Kyuhyun masih dengan menatap pintu coklat itu.

.

.

.

Hankyung sebenarnya masih berada di balik pintu coklat itu, dia masih belum sanggup untuk membiarkan senyuman putra satu satunya itu hilang dalam ingatannya. Rasanya ia sangat tenang ketika melihat senyum terbaik dari Kyuhyun tadi walau nyatanya sekarang ia malah menangis lirih. Rasanya ia tak sanggup untuk beranjak dari sana.

Tapi sepertinya keadaan tak bisa memberinya sedikit waktu lagi untuk membiarkan senyuman Kyuhyun itu menghangatkannya. Karena sekarang seorang polisi sudah bersiap untuk membawanya kembali ke dalam sel tahanannya. Mau tak mau ia harus kembali ke sana dan berharap suatu saat nanti keluarganya masih mengingatnya.

"Sudah siap?" kata seorang polisi yang sepertinya sedikit iba melihat Hankyung seperti ini. Oh tentu saja polisi masih manusia kan.

Hankyung menghapus air matanya lalu menghembuskan nafasnya pelan, ia menggangguk dan tersenyum pada polisi yang akan membawanya ini.

Dan tanpa mengulur waktu lagi polisi itu langsung membawa Hankyung menjauh dari ruangan itu menuju ke dalam selnya. Tempat yang akan ia huni selama 20 tahun lamanya. Beberapa kali Hankyung menengok ke belakang, mencoba merasakan kehadian Kyuhyun walau tak dapat ia lihat. Hankyung yakin Kyuhyun masih di sana dan enggan untuk beranjak, sama sepertinya. Bahkan sekarang senyumnya masih terukir indah di wajah menuanya.

'Appa menyayangi kalian' batin Hankyung lalu ia mulai menjauh dari sana dan hilang disudut lorong, mempertanggung jawabkan sesuatu yang seharusnya ia lakukan sejak dulu.

.

.

.

Kyuhyun masih di sana, rasanya tak ingin cepat cepat beranjak dari ruangan itu walau ia tahu Appanya tak ada lagi di sana. Hingga tak lama Siwon masuk ke dalam sana dan menatap Kyuhyun sedikit lama. Wajahnya tak mencerminkan kemenangan lagi, tapi ada sesuatu yang sepertinya namja itu pikirkan. Hingga tiba tiba Siwon menyerahkan sesuatu pada Kyuhyun.

Sesuatu yang masih sangat Kyuhyun tahu dan hapal siapa pemiliknya. Segera diambilnya benda itu dari tangan Siwon, ditatapnya lekat lekat benda yang begitu mengingatkannya pada sosok Hyung yang begitu ia sayangi dan selalu melindunginya.

"Hankyung~ssi menitipkan ini padaku" kata Siwon kemudian.

"Ne" jawab Kyuhyun tanpa melepas pandangannya dari kalung dengan bandul persegi itu.

Siwon segera pergi setelah mendengar jawaban yang cukup untuknya dengar sekarang. Sungmin menatap Siwon yang pergi menjauh lalu kembali menatap Kyuhyun yang masih terfokus pada kalung yang pernah ia lihat di kantor Yesung.

Kyuhyun mengamati dengan serius tiap inci dari kalung indah itu, kalung yang menggambarkan tentang keluarganya. Kalung yang selalu ia impikan untuk ia pakai dan berbangga diri sebagai keluarga Cho. Dan sekarang kalung itu ada di tangannya, menjadi miliknya. Ia berjanji akan menjaganya sampai akhirnya akan ada yang menggantikannya untuk menjaga kalung itu.

Tiba tiba matanya berhenti dan terpaku pada sesuatu yang berada di balik bandul kalung itu. Di lihatnya lebih jelas dan air matanya kembali jatuh menetes. Sebuah kata yang membuatnya merasakan sesak di dadanya, seolah menahan air matanya untuk tidak keluar sekarang.

'Cho Kyuhyun'

Hanya itu yang ia baca tapi rasanya itu cukup membuatnya menangis, rasanya seperti ada perasaan bahagia yang terselip di antara jutaan perasaan sakit yang ada di hatinya.

"Pakailah Kyu" kata Sungmin setelah melihat tulisan dibalik bandul persegi itu.

Kyuhyun masih terus memandang tulisan itu lalu dengan perlahan ia memakai kalung itu. Senyum Kyuhyun kembali terukir di wajah lelahnya, senyum bangganya menjadi seorang Cho. Senyum yang juga ia tujukkan untuk Appa dan Hyungny walau mereka tak bisa melihatnya sekarang.

Sungmin ikut tersenyum melihat senyum yang sangat ia suka dari Kyuhyun. Senyum yang begitu memabukannya, dan ia selalu berharap Kyuhyun akan terus tersenyum seperti itu. Karena sekarang yang Sungmin mau hanyalah Kyuhyun dan putranya hidup tenang dan bahagia, baginya semua yang sudah terjadi tak perlu lagi untuk diingat seberapapun menyakitkannya. Bagi Sungmin, mereka hidup bukan di masa lalu tapi di masa depan yang telah menyambutnya.

Kyuhyun dan Sungmin segera beranjak keluar dari ruangan itu. Mencoba memulai kehidupan mereka dari awal bersama putra kecil mereka. Kyuhyun sekarang tahu, keluarga bukanlah hanya untuk membagi kasih tapi juga seberapa kuatkah kita untuk mempertahankannya.

"Kita bertemu lagi Cho Kyuhyun" Kyuhyun dan Sungmin langsung berhenti dan menatap namja yang ada dihadapannya kini. Namja yang cukup memberi warna pada kisah mereka, siapa lagi kalau bukan Kim Yesung. Tapi sekarang dia tak akan bisa melakukan apapun karena beberapa polisi menjaganya dengan ketat, begitu pula dengan Kim Ryeowook.

"Senang bertemu denganmu" jawab Kyuhyun singkat sambil tersenyum sekarang. Yesung seperti akan mengatakan sesuatu tapi beberapa polisi itu langsung membawanya dan Ryeowook menjauh dari Kyuhyun dan Sungmin.

"Kita belum berakhir Cho" Teriak Yesung akhirnya. Kyuhyun hanya tersenyum menatap Yesung begitu pula dengan Sungmin, lalu mereka berdua segera pergi dari sana juga.

Kyuhyun berjalan sambil menatap Sungmin dalam dalam, begitu pula dengan Sungmin. Senyum tampak terkembang di wajah mereka berdua. Sepertinya mereka berdua telah menemukan akhir dari kisah yang mereka jalani bersama. Kisah yang begitu penuh rasa sakit dan kecewa, tapi mereka berhasil melewatinya bersama. Dan mereka berharap kisah ini akan berakhir di sini. Karena mereka telah siap dengan lembaran kisah baru yang penuh dengan kebahagiaan.

END


Akhirnya Author berhasil menyelesaikan Fanfic ini juga, buat para pembaca yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca Fanfic ini, gamsahamnida ne.

Author juga buat ini tidak terburu buru kok gara gara ada yang ngebash sana sini, kalau soal ngebash sih itu urusan mereka. Kalau mereka tidak suka ya itu hak mereka. Dan juga bukan maksud saya untuk menutup telinga atas komentar mereka yang sedikit menyakiti hati, saya mendengarkan dengan cukup jelas kok.

Author tidak mau kalau sampai Fanfic ini sampai berhenti di tengah jalan juga, rasanya mengganjal di hati.

Sekali lagi gamsahamnida chingudeul buat reviewnya. Positif atau Negatif


- Shu Qiao Lian -