#Previous

"Eonnie, wae?" Junsu sangat penasaran dengan bentakan Jaejoong terhadap clientnya. Tak pernah sekalipun yeoja cantik itu mebentak clientnyta. Tapi kali ini?

"Dia sudah tak waras, Suie. Dasar Jung gila."

"Eh, Jung ya? Namanya siapa eonnie?" Junsu pun penasaran dengan namja yang berhasil membuat mood eonnienya buruk.

"Jung Yunho." Jawab Jaejoong datar.

1

2

2

"OMONA?"

Tittle : Love Like This?

Genre : Romance, a bit humor, no Angst

Rate : T

Cast : Kim Jaejoong, Jung Yunho, and others

Warning : GS fanfiction, Typo(s), DLDR

Summary : Kim Jaejoong adalah seorang admin di situs biro jodoh online. Dan harus menghadapi seorang client yang sungguh menyebalkan, merepotkan, dan paling ajaib(?)
Siapakah client yang selalu membuat yeoja cantik tersebut uring-uringan? Let's check this^^

Chapter 2

The Way to Know You

Hahaha , suara gelak tawa menggelegar diruang mewah Presdir Jung. Nampaknya, sang presdir tengah gembira hingga tak mendengar atau mungkin mengabaikan ketukan pintu yang jelas-jelas membuat berisik telinga. Hingga sang tamu langsung melenggang masuk.

"Yakk! Hyung, apa benar yang selama ini aku pikirkan jika kau telah 'gila'?" Sosok namja berjidat lebar itu masuk sambil berkicau akan keadaan hyungnya yang sungguh err- I don't know.

"Yoochunnie, Ternyata dia sungguh lucu. Hihihi." sang presdir pun tetap cekikikan setelah bertelphone ria dengan seorang konsultan cinta.

"Nugu?"

"Si cantik admin biro jodoh."

"Mwo? Jadi kau benar-benar menghubunginya?" Yoochun nampak kaget dan langsung antusias dengan apa yang telah dikatakan sang hyung.

"Ne, Chunnie. Chunnie, si bebek pasti kenal kan dengan si admin cantik itu?" Yunho pun mulai penasaran kembali dengan sosok admin yang sungguh menyenangkan untuk dikerjai pikirnya.

"Apa kau benar-benar yakin jika dia memang cantik. Kalau jelek, otte?"

"Dia pasti cantik. Feelingku juga mengatakan jika dia seorang beautiful yeoja."

"Ne, terserah. Jangan sebut dia, ia punya nama 'Kim Jaejoong'."

"Ne, aku tahu. Aku tak butuh namanya, aku cuma butuh foto atau nomor ponselnya. Pasti kau punya nomor ponselnya kan?"

"Mau apa kau tuan Jung. Ani, aku tak akan membiarkan Joongie dekat-dekat dengan namja playboy sepertimu. Ingat hyung, umurmu itu sudah 26 tahun sudah tua, kau dengannya berjarak 5 tahun. Jadi jangan suka bermain-main." Yoochun mengingatkan Yunho akan umurnya yang sudah tua. Wajarlah, Yoochun itu masih seumuran yeojachingunya dan Jaejoong.

"Jebbal, Chunnie. Apa kau mau 'ini' sampai di tangan kekasih bebekmu itu?" Yunho mulai menedeng-nedengkan sesuatu yang sungguh membuat Yoochun shock seketika dan menggeram kesal.

"Yakk! Hyung, arraseo. Jangan sampai Junsuie tau soal itu. Ini nomor ponselnya." Yoochun pun akhirnya menyerahkan ponselnya, yang didalam telah tertera nama kontak Kim Jaejoong.

"Gomawo, Chunnie. Ada apa kau datang kesini? tumben."

"Eh, hehehe. Hyung, 10 menit lagi ada rapat." Yoochun hanya menjawab sambil tersenyum-senyum gaje.

"Mwo? 10 menit. Aigo kenapa kau tak bilang dari tadi? Aisshh"

Yunho pun nampak frustasi, ia mulai mondar-mandir menyiapkan keperluan meeting. Yoochun yang menyaksikannya hanya tertawa sambil membatin 'rasakan kau Hyung, hohoho'

.

.

.

"Eonnie, Jung Yunho. Katakan sekali lagi siapa namanya, eonnie?" Junsu frustasi mendengar nama yang disebutkan Jaejoong.

"Jung Yunho."

"Aigo eonnie, kenapa si playboy tua itu menelpon biro ini? Apa dia kekurangan stok yeoja?" Junsu tak pernah menyangka sahabat kekasihnya yang terkenal playboy itu menelpon biro jodoh tempat dimana ia dan Jaejoong serta beberapa temannya bekerja. Kenapa hanya beberapa? Karena biro ini didirikan Jaejoong dan Junsu secara cuma-cuma, maklum daripada mereka menganggur mereka kann anak orang kaya.

"Katanya dia diputuskan yeojachingunya, Suie."

"Yataaa, akhirnya mereka putus." Junsu yang mendengarnya kini berjingkrak-jingkrak di sebelah Jaejoong.

"Wae Suie?" Jaejoong pun penasaran kenapa Junsu malah senang mendengar kisah pilu sahabat kekasihnya itu.

"Itu sungguh kabar baik, eonnie. Aku dan Chunnie tak setuju jika Yunho oppa sampai berpacaran dan menikah dengan yeoja yang bernama Hyonmi itu. Dia itu hanya mengeruk harta Yunho oppa, eonnie. Padahal ya, dibelakang Yunho oppa Hyonmie berubah menjadi kucing liar dia rela tidur bersama ahjussi-ahjussi berdompet tebal agar ia mendapat uang banyak. Untung Yunho oppa tidak pernah tidur dengannya. Meski Yunho oppa sering menggrepe-grepe bahkan digoda olehnya. Tapi Yunho oppa daebak, hehehe."

"Oh, memang ada apa dengan si Jung itu?" Jaejoong pun mulai tertarik akan kisah cinta sahabat yeojachingu Junsu.

"Yunho oppa tidak akan pernah benar-benar serius dengan yeoja, karena dia punya yeoja yang selalu mengisi hatinya. Yeoja kecil yang selalu minta ice cream kepadanya ketika ia pulang dari sekolah dulu. Seorang yeoja yang telah memberi first kissnya sebelum Yunho oppa pergi ke Amerika."

"Kau tau banyak tentang dia, Suie."

"Ye, eonnie. Yasudah eonnie, sudah jam 5 ini aku keluar dulu. Apa eonnie mau pulang bareng?"

"Eonnie ikut kamu saja."

.

.

.

Junsu dan Jaejoong tengah menunggu Yoochun untuk menjemput mereka berdua di depan gedung tempat mereka bekerja. Ramai sesak memang masih menjamur di Seoul, meski salju tebal membungkus cantik kota tersebut.

Tiinnn..Tinn..

Bunyi klakson mobil Yoochun berbunyi, membuyarkan aksi berbincang-bincang kedua yeoja cantik tersebut.

"Baby, kajja masuk! di luar dingin." Yoochun membukakan pintu untuk Junsu, tapi tidak untuk Jaejoong. Wae? Iya, Yoochun membiarkan Jaejoong membuka pintunya sendiri.

"Huhh, Chunnie lama sekali. Untung mantel yang kami pakai sangat tebal." Junsu mulai mengomeli sang namjachingu yang telah telat menjemputnya.

"Mian, baby. Ini gara-gara si beruang sialan itu."

"Mwo, beruang hihihi." Junsu cekikikan

Deringan ponsel yang mengalun intro lagu Duet – Tohoshinki memecahkan lamunan Kim Jaejoong. Bunyi-bunyi lonceng yang menggema di intro lagu itu mengundang sang empu untuk segera membuka ponselnya.

"Eonnie, siapa yang sms?" Junsu menoleh ke jok belakang menghadap Jaejoong.

'Admin Cantik'

Itulah pesan yang dikirim nomor tanpa nama di ponsel Kim Jaejoong.

"Nomor nyasar, Suie." Jaejoong pun membiarkan hanphonenya.

"Kenapa tak di balas?" Kini giliran Yoochun yang bertanya. Yoochun mengetahuinya karena ia melihat Jaejoong dari kaca dashboard.

"Malas, tak penting"

Sweat jare atchattara taboo nante mono
wa kankenai ya
Sweat noe chatte odoreba massakasama
super summer
Sweat maji na burning love-tekina oh oh oh oh..

Handphone Jaejoong berbunyi lagi tapi ini bukan bunyi tanda pesan masuk melainkan telpon, Jaejoong pun akhirnya mengangkat telpon dari nomor yang barusan mengiriminya pesan.

"Yeoboseyo"

"..."

"Yeoboseyo"

"You're so beautiful"

"Maaf tuan Jung saya tidak ada waktu."

"Ternyata kau menghafal suara calon suamimu."

"Mwo? Saya tidak pernah bertemu anda."

"Kalau begitu ayo kita ketemuan, bagaimana baby?"

"Sudah tidak ada yang ingin dibacarakan? Aku tutup telponnya."

Pipppp..

Hahahaha.. Junsu dan Yoochun pun tertawa karena mendengar perbincangan Jaejoong dengan Yunho. Dan sepertinya Yoosu akan membuat ide untuk menyatukan sahabat mereka si Jomblo Jaejoong dan si Playboy Yunho.

"Kenapa kalian tertawa? Tidak ada yang lucu." Jaejoong berbicara dengan nada ketus.

"Ani." Jawab mereka berdua.

.

.

.

Setelah kepergian pasangan Yoosu yang telah mengantarnya menuju apartemennya, Jaejoong berjalan tergesa-gesa menuju apartemennya ia sungguh penat.

Jaejoong hendak membuka pintu apartemennya tapi diurungkan, karena sosok punggung lebar menghalangi jalannya serta kantong-kantong plastik sayuran dan buah-buahan yang menghalangi jalannya.

"Tuan, bisakah anda minggir saya tidak bisa lewat." Jaejoong berujar lirih.

Lalu orang tersebut menepi dan memungut kantong plastik sayuran yang ada disebelahnya tapi tidak dengan buah jeruk dan apel yang sedang ia bawa, jeruk dan apel itu berjatuhan lalu membuat sosok cantik Kim Jaejoong tergelincir karena apel yang telah meluncur membuatnya jatuh..

Dannn... Brukkkk...

Sosok namja tampan tengah menindih Kim Jaejoong dengan memegang bagian belakang kepala Jaejoong agar tak terbentur dan disusul dengan jatuhnya kantong-kantong plastik sayuran yang tadi dibawah oleh namja tampan tersebut.

Pemandangan yang indah, ani? Jaejoong ditindih seorang namja tampan dengan diselimuti berbagai sayuran hijau disekitarnya bahkan ditubuh keduanya.

"Yakkk!" Jaejoong memekik kesal.

.

.

.

Tbc

Tbc dulu, maaf chap ini tambah pendek. Saya usahakan chap selanjutnya akan lebih panjang. Thanks for reading^^

_Naem Naemmie_