#Previous
Setelah kepergian pasangan Yoosu yang telah mengantarnya menuju apartemennya, Jaejoong berjalan tergesa-gesa menuju apartemennya sendiri ia sungguh penat.
Jaejoong hendak membuka pintu apartemennya tapi diurungkan, karena sosok punggung lebar menghalangi jalannya serta kantong-kantong plastik sayuran dan buah-buahan yang menghalangi jalannya.
"Tuan, bisakah anda minggir saya tidak bisa lewat." Jaejoong berujar lirih.
Lalu orang tersebut menepi dan memungut kantong plastik sayuran yang ada disebelahnya tapi tidak dengan buah jeruk dan apel yang sedang ia bawa, jeruk dan apel itu berjatuhan lalu membuat sosok cantik Kim Jaejoong tergelincir karena apel yang telah meluncur membuatnya jatuh..
Dannn... Brukkkk...
Sosok namja tampan tengah menindih Kim Jaejoong dengan memegang bagian belakang kepala Jaejoong agar tak terbentur dan disusul dengan jatuhnya kantong-kantong plastik sayuran yang tadi dibawah oleh namja tampan tersebut.
Pemandangan yang indah, ani? Jaejoong ditindih seorang namja tampan dengan diselimuti berbagai sayuran hijau disekitarnya bahkan ditubuh keduanya.
"Yakkk!" Jaejoong memekik kesal.
Tittle : Love like this?
Genre : Romance, a bit humor, no Angst
Rate : T
Cast : Kim Jaejoong, Jung Yunho, and others
Warning : GS fanfiction, Typo(s), DLDR
Summary : Kim Jaejoong adalah seorang admin di situs biro jodoh online. Dan harus menghadapi seorang client yang sungguh menyebalkan, merepotkan, dan paling ajaib(?)
Siapakah client yang selalu membuat yeoja cantik tersebut uring-uringan? Let's check this^^
Chapter 3
My neighbour is an Angel, ani?
'Beautiful girl'
'Namja pabbo, tak punya mata'
'Malaikat tanpa sayap'
'Ahjussi mesum'
Perang batin antara keduanya saling melengkapi, ani?
Jaejoong yang kesal akhirnya mendorong dada namja yang berada diatasnya setelah aksi saling memandang hinnga perang batin.
"Mian, agashi." Yunho yang telah bangun dari jatuhnya akibat dorongan Jaejoong pun meminta maaf.
"Kau menghabiskan waktuku, ahjussi." Jaejoong pun berdiri dan melangkah pergi. Jaejoong sungguh capek dan sedang malas untuk meladeni orang lain.
'Ahjussi' Mwo? Setua itu kah seorang Jung Yunho.'
Yunho hanya bisa diam memandang punggung yeoja cantik yang baru saja ia tolong, lalu mulai memunguti satu per satu sayuran yang jatuh. Tapi, eitss Yunho dapat melihat yeoja cantik tersebut masuk kedalam sebuah kamar apartemen yang berada di sebelah kamar apartemennya.
"My neighbour is an Angel, ani?" Yunho bermonolog, lalu bergegas menuju kamar apartementnya.
.
.
.
"Yoboseyo, hyung."
"Chun, ada malaikat Chun."
"Mwo? Yak, hyung apakah kau habis bermimpi?"
"Aku serius, Chun."
"Hyung, sebaiknya kau cepat bangun dari tidurmu."
"She is my neighbour."
"Hyu—"
PIPPP—
Sambungan pun terputus.
Yoochun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Apakah benar hyung nya telah bertemu malaikat. Tapi, tadi hyungnya bilang kalau –ahaa tetangganya.
'Kim Jaejoong, aniya?'
.
.
.
Jam menunjukkan pukul 2 a.m waktu Korea Selatan, sosok namja tampan kini tengah terlelap damai diatas ranjang king sizenya. Tapi, tidur yang damai itu nampaknya terusik. Sang namja kini mulai menggeliat karena sayup-sayup ia mendengar-
Woo.. we're TVXQ
Party, let's party. It's party time
Freaky freaky boom track
Set the base... my sexy boo.. Hahh-ahaha—
Choosey lover, and starttttt... YEEEEEE WOOOO
Yunho pun nampak tersenyum, ia mendengar suara orang menyanyi dan ia pikir orang itu tengah mabuk. Karena orang tersebut bernyanyi sambil tertawa dan berteriak. Dan menurut Yunho, itu adalah suara malaikatnya. Tapi, sepertinya Yunho kenal dengan suara itu. Suara merdu yang selalu terngiang di indera pendengarannya.'Kim Jaejoong' Yunho langsung membuka matanya.
.
.
.
"Eonnie, sudah lah. Kau sudah mabuk eon, ini juga sudah malam. Apa eonnie tidak kasihan dengan tetangga sebelah apartemen eonnie?" Junsu mencoba menghentikan aksi gila eonninya yang tengah berulah dikarenakan yahh,, she is drunk.
"Aku tak peduli, Suie hihi. Dia orang gila, yuhuuuu.."
Jaejoong berbicara menggunakan mic yang ia pakai. Junsu nampak kesal dengan eonnie nya, eonnienya ini tiba-tiba menelponnya dan menyuruhnya untuk datang ke rumahnya tepatnya apartemennya dan menemaninya minum.
Wooo... Let's partyyy...
It's party time... YUHUUU..
Jaejoong masih terus melanjutkan acara karaokenya, tanpa memperdulikan omongan Junsu. Junsu hanya bisa pasrah, ia pun memilih keluar menuju balkon apartemen Jaejoong dan menelpon sang kekasih untuk menghilangkan penat melihat eonnie nya yang tengah mabuk berat.
Ting Tongg..
'Aish mengganggu' Jaejoong mendengar bel apartemennya berbunyi. Dengan berat hati, ia pun menuju sumber suara guna melihat siapa yang berani mengganggu acara bersenang-senangnya.
"Nuguya hik hik?"
Glup
Yunho— sang tamu hanya bisa meneguk salivanya melihat pemandangan indah di depannya. Sang malaikat yang kini tengah mengenakan gaun tidur tipis, dengan rambut acak-acakan dan dalam keadaan mabuk yang kini tengah berdiri depannya.
"Omo, kau tampan." Nampaknya Jaejoong telah melupakan kejadian tadi siang, yang ada di hadapannya kini adalah sosok namja tampan dengan kaos putih serta celana selutut dengan rambut yang sedikit acak-acakan. (Yunho's hair at Yawang, when he was teen there)
"Gomawo, noona. Tapi bisakah kau tak berteriak-teriak seperti tadi?"
"Mwo? Berteriak? Ani, aku hanya bersenang-senang hik. Mari masuk tampan, ayo kita berpesta bersama hik." Jaejoong pun merangkul bahu Yunho dan mengajaknya masuk ke dalam apartemennya.
Ahh, Yunho bermimpi apa tadi, hingga ia bisa memasuki apartemen sang malaikat. Yunho dapat melihat ruang tengah yang penuh dengan bungkusan makanan kosong, botol-botol soju, alat karaoke, dan suara dentuman musik yang memekakkan telinga.
"Yoo, partyy!" Jaejoong kembali berteriak sambil bernyanyi dan mengajak Yunho untuk menari bersama. Setelah asik dengan dunianya, mereka melupakan sosok yeoja yang masih asik berbicara dengan telepon yang kini melewati ruang tengah tanpa menoleh.
"Eonnie, cepat tidur. Yoochuniie sudah menjemput, Suie pulang dulu." Junsu berjalan lurus sambil sibuk mencari-cari sesuatu dalam tas tentengnya, dan masih menyempatkan diri berteriak terhadap eonniennya yang kini tengah mabuk bersama namja yang kelihatannya juga telah mabuk. Sungguh Junsu tak meyadarinya.
"Ne, hik."
"Nah, tampan."
"Ani, Yunho call me Yunho baby ah, hik." Yunho pun berbicara sambil menyeruput soju.
"Jaejoong, call me Jaejoong too baby." Jaejoong pun mulai berani melingkarkan tangannya di leher Yunho dan mncium bibir hati itu dengan ganas.
"Baby, touchh meeh..." Jaejoong pun memohon setelah mencium ganas bibir hati tersebut.
.
.
.
Sweat jare atchattara taboo nante mono
wa kankenai ya
Sweat noe chatte odoreba massakasama
super summer
Sweat maji na burning love-tekina oh oh oh oh..
Deringan ponsel yang berada di meja nakas, membangunkan salah satu seseorang yang tengah bergerumul di balik selimut. Tepatnya, Yunho. Ia nampak bingung kenapa nada deringnya berubah seperti ini. Dan, ia pun akhirnya menjawab telpon tersebut tanpa melihat siapa yang menelpon.
"Yeob—"
"YAKK! EONNIE, SEKARANG SUDAH JAM BERAPA HA? PPALIWA, CLIENTMU BANYAK YANG MENELPON, DAN KAU BELUM BERANGKAT JUGA. CEPAT BERANGKAT, ATAU KU BOCORKAN IDENTITASMU SEBAGAI BIRO JODOH KEPADA UMMA DAN APPA KIM."
"Jaejoong? Nuguseyo?"
"Eh, sejak kapan suaramu berubah menjadi suara namja eonnie. Dan, ehh.. Yunho oppa?"
"Ne, nuguya. Kim Junsu, aniya?
'Yak, oppa. Kenapa ponsel Jaejoong eonnie ada padamu?"
"Eh, ini handphonenya Jaejoong." Nampaknya Yunho belum sadar sepenuhnya.
"Terus Jaejoong eonnie kemana?"
"Ada, ini sedang tidur denganku."
"MWO!"
.
.
.
.
Tbc.
Tambah pasaran ceritanya, selalu begini. Saya blank, mian readers. Thanks for all . dan untuk chap ini memang masih pendek. Karena chap 1, 2, 3 itu udah saya buat dari tahun lalu. Dan chap 4 yang baru saya buat di tahun ini dan sudah selesai. Jadi, cerita mungkin agak melenceng dengan konsep awal saya. Saya sangat kesulitan untuk meluangkan waktu, untuk log in saja tidak ada waktu. Saya mem post ff ini saja meminta bantuan teman saya, dan saya harus mengirim file ini ke Karawang dahulu.
Thanks for read, review, follow, and fav this fic
_Naem Naemmie_
