Chapter 2 Update juga setelah melalui berbagai rintangan, semoga puas dengan chapter yang satu ini.

Tittle : Please, Leave Me Alone

Cast : [Main Cast Sakura Haruno x Uchiha Sasuke] [karakter dan pair yang lain Cuma numpang Eksis..]

Genre : Romance,Hurt/Comfort & Friendship.

Rated : T

Disclaimer : Anime Naruto itu punya Masashi Kishimoto dan ngak akan pernah jadi punya saya..

Warning : OOC, Typo bertebaran

Don't Like Don't Read...

Happy Reading


Please, Leave Me Alone Chapter 2

Hari ini Sakura dan Ino telah masuk sekolah baru mereka,jauh dari kehidupan mereka yang sebelumnya,mereka berdua mengambil jurusan yang sama yaitu kedokteran.

"Hari ini kita kedatang siswa baru..., silahkan perkenalkan diri kalian"ucap sang guru

"Hajimemashite watashi wa Haruno Sakura , douzo youroshiku" ucap Sakura

"Watashiwa Yamanaka Ino, yorusiku onegaisimasu" ucap Ino

"Baiklah silahkan menempati tempat duduk yang tersedia"ucap sang guru

Hari pertama yang baik bagi mereka,mereka tetap menjalani hidup mereka selama disana. Tak terasa 6 tahun telah terlewati, dan sekarang Sakura dan Ino telah lulus dari kuliah, mereka kembali ke kota mereka atas perintah kakak Sakura yaitu Haruno Sasori . Mereka pertama-tama mereka pergi ke restoran untuk bertemu dengan teman-teman mereka.

"Hai, lama gak ketemu, Sakura and Ino" ucap Tenten

"Hai..." balas Ino

"Ternyata walau fisik kalian berubah tapi ternyata sifat kalian tidak berubah ya" ucap Temari

"Gitu deh..." jawab Ino

"Jidat, dari tadi diem mulu ngomong dikit dong" ucap Ino

"Mungkin dia lagi mikir gimana sikapnya saat Matsuri dan Sasuke besok melangsungkan pertunangan" sahut Tenten

"Meybe..." ucap Ino, Temari, Hinata bersamaan

"Kalian ini mana mungkin aku seperti itu aku sudah melupakannya koq" ucap Sakura

"Owh, jadi siapa yang menggantikan Sasuke dari Hatimu Sakura- chan?" ucap Hinata

"Mungkin Saudaramu Temari..."goda Ino

"Siapa, Gaara?" ucap Temari, Ino langsung mengangguk

"Hei jangan bercanda, mana mungkin aku menyukai Gaara, maksudku aku hanya menganggapnya sebagai teman saja dan satu lagi aku akan baik-baik saja besok" ucap Sakura

"Kita lihat saja besok..." ucap Ino

Akhirnya tiba hari dimana Sasuke akan bertunangan dengan Matsuri, 5 sahabat ini datang dengan gaun yang cocok untuk mereka apalagi Sakura dia tampak anggun walau tanpa make-up.

"Baiklah hadirin sekalian sekarang acara akan di mulai dengan simbol penyerahan cincin dari Sasuke pada Matsuri" ucap pembawa acara

Sorak sorai mewarnai acara itu, selepas tukar cincin para tamu di ijinkan untuk menyantap hidangan yanga tersedia. Sakura dan kawan kawan sedang mengobrol yang tiba – tiba didatangi oleh Sasuke dan Matsuri.

"Hai..., lama ndak ketemu ? bagaimana kabarmu?" ucap Matsuri.

"Baik..., selamat ya kalian sekarang sudah resmi" ucap Sakura

"Terima kasih, Bay The Way kamu kapan pulang kesini?" ucap Matsuri

"Kemarin..." ucap Sakura

"Oh ya aku ingin tanya sesuatu, dulu kamu dan Sasuke pernah pacaran kan dan kalian putus karena kamu pindah sekolah, apa itu benar?" perkataan Matsuri sontak membuat Sakura dan Sasuke kaget, tapi Sakura lebih pintar menyembunyikan ekspresinya.

"Benar, tapi itu sudah jadi cerita lama Matsuri-san dulu ya dulu sekarang ya sekarang, lagi pula aku sudah punya jalan hidup sendiri, yang tak akan pernah kembali ke masa lalu, karena itu bisa membuat kita tidak bisa berkembang" ucap Sakura tanpa ada celah.

"Benar yang kau katakan , tapi bukan itu yang mau ku tanyakan"

" Lalu apa yang ingin kamu tanyakan"

"Apakah kalian masih ada perasaan satu sama lain?" pertanyaan itu membuat Sakura dan Sasuke tersentak kaget "aku hanya ingin tak ada yang di sembunyikan lagi sebelum aku dan Sasuke-kun menikah" lanjutnya, hati Sakura bimbang dengan dirinya sendiri, kalau boleh jujur dia masih mempunyai rasa suka kepada Sasuke, tapi kalau jujur dia akan menyakiti hati Matsuri yang begitu sudah dia anggap sebagai kakaknya sendiri, tapi kalau berbohong pasti akan terjadi sesuatu yang buruk, setidaknya itulah pikirannya. Setelah memantapkan hati Sakura pun menjawab...

"Aku tidak akan merebutnya darimu, bahkan tak mungkin , itu karena aku sudah punya orang yang aku cintai saat ini" dusta Sakura

"Baik aku percaya padamu Sakura-chan, kalau begitu aku pergi dulu ya" ucap Matsuri, Matsuri pun pergi bersama Sasuke, setelah sekitar 20 langkah Sasuke berkata

"Kau pergi dulu aku ada urusan mendadak" ucap Sasuke

"Baik hati-hati Sasuke-kun" ucap Matsuri, tak berapa lama Matsuri pun membututi Sasuke, ternyata Sasuke menemui Sakura, dan menyeretnya ke atap rumah.

"Aku ingin sebuah jawaban nona" ucap Sasuke agak membentak

"Jawaban apa maksudmu?" ucap Sakura, ia ingin cepat pergi dari tempat itu

"Kenapa kau meninggalkanku nona?"

"Untuk menjadi seorang Dokter"

"Hanya karena itu kau pergi, kalau begitu jawab pertanyaanku yang ini, apakah kau masih mecintaiku ?"

"Sudah ku jelaskan tadi bukan"

"Aku bertanya padamu jadi jawab saja" ucap Sasuke sambil meremas tangan Sakura hingga memerah

"Lepasin sakit tau..." rintih Sakura

"Baiklah jika kau tak mau menjawab, akan ku buat kau mengatakannya" ucap Sasuke dan memojokkan Sakura ke dinding

"Mau apa KAU ..."

"Membuatmu menjawab pertanyaanku..." tanpa aba aba Sasuke mencium Sakura, tapi Sakura hanya diam dan tak berniat membalas ciuman itu. Tak lama kemudian Sasuke melepaskan ciuman itu.

"Kenapa kau hanya diam..." ucap Sasuke dengan nada tinggi

"..." Sakura hanya diam dengan menundukan kepalanya

"Oh jadi sekarang kau menjadi cewek murahan yang gampang di godai laki-lak..."

PPPPPLLLLLLLLAAKKKKKKKKKKKK

Sebuah tamparan dengan sukses mewarnai wajah tampan Sasuke,sebuah tamparan yang dilakukan Sakura itu tidak membuat Sasuke sakit tapi ia malah menyeringai.

"Asal ku tau saja aku memang sakit hati saat kakak akan memindahkanku, itu karena saat itu aku bertengkar dengan mu dengan orang yang ku cintai, aku kembali hanya untuk mengucapkan kata perpisahan, karena dia akan menikah dengan orang lain, hatiku hancur mengetahui hal itu namun aku berusaha tabah akan semua itu, dan aku memutuskan untuk melupakannya, namun aku salah aku memang harus benar-benar melupakannya karena dia sudah berubah, menjadi lebih overprotektif, memmangnya dia siapa? mengaturku, memangnya dia itu siapa" ucap Sakura , tak terasa setetes air mata jatuh begitu saja, membuat Sasuke merasa bersalah akan semua itu.

"maaaf... aku tak bermaksud untuk-"

"Baiklah aku pergi dulu..., sampai jumpa" ucap Sakura dan pergi dari tempat itu, tanpa diketaui mereka berdua Matsuri mengintip mereka dan mendengar semuanya

"Jadi begitu ..., ternyata mereka masih saling mencintai ya, aku harus melakukan sesuatu" ucap Matsuri

Setelah kejadian itu Sakura menjadi rapuh, dan bahkan dia tak mau makan meski hanya sesuap selama 3 hari, sehingga membuat kondisi fisiknya yang menurun drastis apalagi dengan penyakit jantungnya membuat keadaan dia semakin parah saja. Kakak sakura akhirnya membawanya ke rumah sakit.

"Bagaimana keadaannya dok?" ucap Sasori (kakak Sakura)

"Lebih baik dari beberapa hari terakhir, dia sudah makan meski hanya beberapa sendok saja, tapi akibat itu jantungnya menjadi sangat mudah kambuh, jadi saya sarankan anda segera menandatangani ini" ucap dokter itu pada Sasori

"Astaga operasi total, apa maksudnya ini, bukannya anda bilang hanya jantungnya saja"

"Memang tapi karena dia susah makan sehingga sistem pencernaannya harus bekerja extra kuat sehingga membuat lambungnnya berlubang, dan harus segerah dioprasi, selain itu sistem pernafasaannya juga terganggu, dan kekebalannya tidak mampu berbuat apa-apa"

"Berapa kemungkinan keberhasilan operasi itu"

"Hanya 80 dibanding 20 Untuk selamat"

"Baiklah berapapun biayannya akan aku bayar asalkan adikku selamat, karena aku tak ingin sendirian lagi"

"Iya aku tau perasaanmu, Sasori-kun" ucap (Karin) Dokter itu

"Terima kasih , Karin" ucap Sasori

"Sama-sama..."

Oprasi berlangsung sekitar 12 jam lamanya , akhirnya dokter keluar dari ruang operasi

"Bagaimana keadaannya ...?" ucap Sasori pada Karin

" operasinya sukses dia sedang tidur sekarang" ucap Karin

"Syukurlah..., apa boleh aku menjenguknya?"

"Tentu saja..."

Sasori bersama Ino dan Hinata pun pergi ke ruangan Sakura di rawat,sesampainya disana meraka harus memakai baju khusus.

"Ino dan Hinata , aku ingin kalian menyembunyikan ini dari anak itu" ucap Sasori

"Maksud kak Sasori , Sasuke-kun ?" tanya Ino

" Ya, karena aku tidak ingin adikku satu satunya juga meninggalkan ku seperti kedua tua kami"

"Kami tau tapi..." ucap Hinata

"Tidak ada tapi tapian, dan ketahuilah aku tak akan pernah mengijinkan dia mendekati adikku lagi"

"Baik Kak Sasori, kami akan menjaga Sakura-chan sebisa kami" ucap Hinata , setelah pamitan mereka pergi ke luar, Ino dan Hinata pun membuat janji dengan Tenten dan Temari untuk membicarakan soal Sakura. Di sebuah kafe di tengah kota, mereka berkumpul.

"APPPPPAAAAAAAAAAAAA?" ucap Tenten dan Temari

"Katakan Ino , tidak mungkin kita melakuukan itu" ucap Tenten

"Sudahlah Tenten, kita hanya merahasiakan kalau Sakura masuk Rumah sakit gara gara terlalu memikirkan Sasuke, tidak terlalu susah kan" ucap Ino

BBBBBRRRRRRRRRRRAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKKK

"Apa yang kalian bilang barusan , Sakura-chan masuk rumah sakit karena Sasuke , apa benar itu semua, kalau iya aku ingin menjenguknya sekarang dan minta maaf pada Sasori tentang ini dan kejadian waktu itu" ucap wanita paruh baya yang diketaui adalah ibu Sasuke, Mikoto Uchiha.

"Ti...tit..dak... kami hanya-.."ucap Hinata

"Sudahlah Hinata percuma menymbunyikannya jika nyoya Mikoto memang mendengar semuanya apa boleh buat" ucap Ino "Nyonya akan kuantar ke sana" lanjut Ino

"Ino, apa kau sudah gila?"ucap Tenten

"Percayalah padaku, aku tau kalian ingin Sasuke dan Sakura bersatu seperti dulu kan , aku juga ingin itu terjadi jadi aku ingin menemui Sasori untuk itu semua, meskipun sulit tapi tak ada salahnya berusaha " ucap ibu Sasuke

Semua terdiam dan akhirnya mereka ke rumah sakit, sesampainya di rumah sakit, mereka langsung menuju ke kamar Sakura.

CCCCEEEKKKKLLEEKK

"Ada apa kalian-" Sasori tak melanjutkan perkataannya, setelah melihat ibu Sasuke " apa yang anda lakukan disini ?" tanya Sasori

"Aku hanya igin melihat calon menantuku, apa aku salah" jawab Ibu Sasuke (Mikoto).

"Anakmu sudah bertunagan bukan, kau ingin membuat adikku menderita lebih dari ini? maaf adikku tak akan pernah kuijinkan kembali dengan anakmu itu"

"Apa karena kejadian saat kedua orangtuamu kecelakaan waktu itu sehinngga kau sangat membenci keluarga kami"

"Tak perlu ku jawab anda pun juga sudah tahu bukan?"

"Jangan bersikap seperti anak kecil Sasori-san , kau juga tidak mau terpisah dengan kekasihmukan. Jadi biarkan Sasuke dan Sakura bersatu lagi, Sasori - san..."

"Jangan sok mengaturku kau, kau bukan siapa-siapa , pergi kau dari sini. Dan aku tekankan sekali lagi kalau AKU TAK AKAN PERNAH MENIKAHKAN ADIKKU DENGAN ANAK DARI KELUARGA PEMBUNUH SEPERTIMU. MAAF KAN SIKAPKU INI TAPI ANDA KKKEEELUUUARRR SEKARANG" Ucap Sasori [Author : Caps Locknya ketekan kucing Author] . Ibu Sasuke pun pergi dari situ dan menuju rumahnya. Sesampainya dirumah ia segera membuat makan malam untuk keluarganya. Saat dinner selesai ia menyinggung masalah Sakura di rumah sakit tadi.

"Sasuke-kun ..." panggil ibu Sasuke

"Iya kaashan, ada apa?" jawab Sasuke

"Apa kau sudah menentukan tanggalnya?"

"Belum kaashan, mungkin besok aku dan Matsuri membahasnya"

"Yang kumaksud bukan kau dan Matsuri"

"Apa yang kaashan maksud ?"

"Kapan kau akan melamar Sakura-chan ?"

"Akk—kkuu-u"

"Dia sudah bertunangan dengan Matsuri , Mikoto" sahut ayah Sasuke (Fugaku Uchiha)

"Tapi bukankah itu keputusan ayah yang menjodohkan Sasuke-kun dengan Matsuri, sebenarnya Sasuke-kun masih menyukai Sakura-chan ayah, ibu juga dari awal tidak setuju tapi ayahkan yang melanjutkan" ucap ibu Sasuke

"Kalau aku juga sudah tau tentang itu" ucap Fugaku

"Lalu kenapa ayah menjodohkan Sasuke-kun dengan Matsuri?" tanya Mikoto

"Karena jika aku meminangkan Sakura dan Sasuke apakah Sasori mau menerimanya? Pasti dia tidak mau. Karena itu aku menjodohkan Sasuke dengan Matsuri, selain itu Sasuke harus mempunyai pendamping untuk menggantikanku " Ucap ayah Sasuke, semua orang terdiam.

Keesokan harinya di rumah sakit, Sakura terbangun setelah oprasinya, disampingnya ada kakaknya Sasori yang sedang tidur di sofa ruangan VVIP itu.

"Lagi-lagi seperti ini... hahh" keluh Sakura

"Kau sudah bangun, bagaimana keadaanmu ?" ucap Sasori yang baru bangun dari tidurnya.

"Baik, kakak..."

"Ada yang ingin kubicarakan"

"Apa kakak?"

"Apa kau masih mencintainya?"

"Kalau yang dimaksud kakak itu Sasuke-kun , kurasa tidak. Ayolah kak, aku sudah pernah bilangkan kan, lagipula aku sedang membuka hati untuk seseorang sekararang"

"Siapa?"

Tiba-tiba seorang pemuda berambut coklat ikal masuk ke ruangan itu, pemuda itu tampak seperti sedang panik.

"Sakura-chan , kamu ngak apa-apa kan?" ucap Mark

"Mark, lama tidak bertemu , apa yang kamu lakuakan disisni?" ucap Sakura [note : Mark itu karakter buatan saya]

"KAU INI MEMBUATKU KHAWATIR SAJA"

"Jangan lebay deh..."

"Mana Stevanie ?"

"Dia masih sibuk dengan pekerjaannya jadi aku yang menjengukmu"

"Ohhh, begitu.."

Sudah 7 hari Sakura dirawat dan sekarang dia akan pulang kerumahnya, setelah menempuh perjalanan selama 30 menit. Akhirnya mereka sampai di Lord Haruno Manor (kediaman keluarga Haruno).

"Akhirnya kita pulang juga" ucap Mark

"Seharusnya aku yang bilang begitu" ucap Sakura

"Ngomong - ngomong aku kesini karena ingin memberimu misi "

"Misi apa?"

"Kau tau keluarga ini?" Mark menyerahkan selembar foto ke Sakura, betapa terkejutnya ia saat melihat foto itu, itu adalah foto keluarga dari Sasuke.

"Aku menolak..."ucap Sakura

"Tidak bisa Sakura-chan, kau harus mau karena mereka membutuhkan orang sepertimu"

"Apa maksudmu ?"

"Mereka adalah keluarga pengusaha yang tersohor di seluruh dunia, mereka ingin kita para Exorcist untuk melindungi mereka" ucap Mark, [note : Exorcist itu kayak Shadow Hunter atau bisa dibilang pemburu Hantu, ingin tau lebih lanjut nonton Ao no Exorcist #authorpromosi hehehe...].

"Merekakan bisa cari bodyguard! Kenapa harus kita yang melindungi mereka?"

"Karena mereka meminta kita untuk mengawal anak – anak mereka dan calon menantu keluarga itu"

"Jadi yang harus dilindungi sebenarnya siapa sih?"ucap Sakura kesal

"Itachi Uchiha , Sasuke Uchiha dan Matsuri"

"Walaupun begitu aku tetap tidak mau"

"Ayolah Sakura-chan selain kau tidak ada yang bisa melindungi keluarga"

"Berikan aku alasan yang masuk akal, kenapa harus aku yang melindungi mereka?"

"Karena kau satu satunnya Exorcist yang menguasai 3 bidang sekaligus di umur yang sangat muda"

"Itu tak masuk akal"

"Sebenarnya pusat memilihmu karena menghemat orang sih"

"Beritahu pusat aku tidak bersedia melakuan misi ini"

"Tapi Sakura-chan mereka sudah memberitahu keluarga itu tentang dirimu, yah walau tidak memberi tahu namamu sih"

"Aku tak peduli, sebaiknya kau segera kembali ke negaramu Mark keluargamu pasti merindukanmu"

"Kau mengusirku? Oke sampai ketemu lagi".

Mark pun pergi dari rumah itu, Sakura segera pergi dan mengurung diri, sang kakak berusaha membujuknya keluar namun gagal, 3 hari kemudian Bos Sakura datang ke rumahnya. Sakura mau tidak mau harus keluar dari kamarnya. Di ruang tamu bos Sakura sudah menunggunya.

"Maaf membuat anda menunggu" ucap Sakura

"Tak perlu seformal itu aku dan kamu kan seumuran"

"Baiklah , Gaara-kun kenapa kamu kemari?"

"Seperti biasa Sakura-chan yang tidak suka basa basi, baiklah aku kesini untuk memberikan misi yang telah disampaikan oleh Mark padamu"

"Maaf sekali tapi aku menolak, misi tersebut"

"Tenang saja aku tidak akan memaksamu tapi aku ingin membuat tantangan dengan mu"

"Terserah..."

"Pertama aku yang akan menjadi patnermu, kedua kau dan aku berpura pura pacaran, yang ketiga aku tak akan membiarkan MANTANMU mendekatimu, bagaimana kau mau menerima tantangan ku"

"Menurutku itu bukan tantangan bagiku tapi itu lebih dominan kepadamu, Gaara-kun"

"Kalau begitu kau tak perlu khawatir akan kalah dari tantanganku ini kan Sakura-chan"

"It's okey i will do it..."

Keesokan harinya mereka menuju ke kediaman keluarga Uchiha, perlu waktu 30 menit untuk sampai ke kediaman keluarga Uchiha, setelah 30 menit mereka sekarang tiba di sana dan langsung dipersilahkan masuk oleh pemilik rumah.

"Perkenalkan saya adalah Mikoto Uchiha, saya yang telah meminta bantuan dari organisasi kalian"ucap Mikoto

"Perkenalkan saya Gaara Sabaku ketua cabang Jepang, dan ini adalah patner kerja sekaliagus hidup saya Sakura Haruno" ucap Gaara

"Sejak kapan kalian menjalin hubungan?" ucap Mikoto kaget mendengar penjelasan Gaara.

"Itu tidak penting nyonya sekarang sebaiknya, kita bicarakan tujuan kami kemari,apa yang harus kami lindungi? Atau lebih tepatnya siapa?"ucap Sakura

"Baiklah, sebenarnya aku ingin kalian melindungi Putra keduaku saja"ucap Mikoto

"Baik nyonya, Siapa namanya?" ucap Gaara

"Sasuke Uchiha, aku ingin kalian menjaganya agar dia tidak terluka sampai hari pernikahannya tiba, karena saudara suamiku ingin sekali merebut perusahaan yang akan di wariskan ke tangan Sasuke "

"Anda membohongi kami, anda hanya ingin aku kembali bersama Sasuke-san saja kan?" ucap Sakura

"Ti...tidak, bukan begitu-"

"Aku bisa membaca pikiran seseorang melalui mata dan gerak geriknya, jadi maaf aku tak bisa dibohongi dengan mudah dan maaf akan tindakanku yang kurang sopan ini"

Keadaan menjadi tegang seketika setelah pengakuan Sakura, saat yang bersamaan Hikari putri dari Nyonya Uchiha yang berumur sekitar 13 tahun datang dari halaman belakang. [note : Hikari juga karakter buatan saya]

"Eh ada Sakura-neechan, apa kabar neechan? Aku kangen banget sama neechan, kenapa neechan ngak pernah main kesini kayak dulu?" ucap Hikari sambil memeluk Sakura

"Neechan pindah sekolah dan kuliah di kota lain, emm bisa lepaskan pelukanmu? aku ngak bisa bernafas nihh"ucap Sakura

"Cepat lepaskan pelukanmu dari dia"ucap Mikoto

"Mama, koq ngak bilang kalau ada Sakura-neechan, ya udah deh neechan mau nemenin aku berkebun ngak, Sasuke-niisan ada di kebun sekarang"ucap Hikari sambil menarik tangan Sakura, karena ngak tega dan Hikari sudah dianggap sebagai adiknya jadi Sakura pun menerimanya.

"Apa tidak apa-apa?"ucap Gaara kepada Sakura

"Aku akan baik-baik saja Gaara-kun"

"Apa aku boleh membantu juga Nona"ucap Gaara ke Hikari

"Tentu saja semakin ramai semakin bagus" ucap Hikari

Mereka pun akhirnya menuju ke halaman belakang, meninggalkan nyonya Mikoto sendirian, sesampainya di kebun, sesampainya di kebun ternyata Sasuke sedang menyiapkan pupuk.

"Ni-san..., Sakura-neechan dan kakak ganteng mau bantuin kita loh"ucap Hikari

"Terserah lah" ucap Sasuke

"Kakak jangan cuek mulu dong, ntar malu loh kan ada Sakura-neechan"

"Berapa kali kakak bilang kalau kakak sama kak Sakura itu ngak ada hubungan lagi, sudah jangan dibahas sekarang ayo cepat kita segera selesaikan kakak ada janji" bentak Sasuke

Mereka segera melakukannya , Gaara dan Sakura selama berkebun saling bantu dan terlihat romantis, dan timbul rasa cemburu di hati Sasuke, tapi dia tetap cuek aja, sementara Hikari yang tadi di bentak Sasuke diam tak bersuara, mereka mengahiri kegiatan berkebun dengan diam. Mikoto menghampiri mereka yang barusan berkebun.

"Gaara-san, saya tetap meminta kalian untuk melindungi keluarga saya"ucap Mikoto

"Tentu, melindungi siapa, nyonya?"ucap Gaara

"Aku memintamu untuk melindungi Sasuke dan Calon Istrinya."ucap Mikoto

"Tentu dengan senang hati kami akan melakukannya"ucap Gaara

"Aku tidak meminta kalian , tapi hanya kau saja Gaara-san"

"Kalau saya sendiri, saya tidak masalah tapi menurutmu bagaimana, Sakura-chan?"

"Kalau memang sanggup kenapa harus bertanya kepadaku"ucap Sakura cuek

"Baiklah, aku terima tugas ini, tapi bukan aku yang melindunginya"ucap Gaara

"Siapa?"Ucap Mikoto

"Sabaku Kankuro, kakak ku . Baik kurasa pembicaran kita cukup sampai disini saja, kami pamit dulu"

Gaara dan Sakura pergi dari situ dan menuju mobil, mereka segera menuju ke kantor pusat exorcist di Tokyo, perlu waktu 45 menit untuk ke sana. Sesampainya di kantor , Gaara dan Sakura segera menuju ke ruang kerja Gaara.

"Sakura-chan ..." ucap Gaara

"Iya, ada apa?" ucap Sakura

"Kau tak marahkan..."

"Marah kenapa? soal apa?"

"Aku menerima tawaran keluarga itu..."

"Tidak, untuk apa aku marah , lagipula yang kau tugaskan kan Kankuro-san"

"Jujur saja tentang tantangan yang ku utarakan kemarin itu hanya keinginanku"

"Apa maksudmu?"
"Sebenarnya aku ingin hubungan kita ini murni, bukan pura-pura Sakura-chan"

Sakura kaget mendengar pengakuan dari Gaara, ia berfikir kalau memang ini adalah waktu yang tepat untuk move on, dan perlakuan Gaara selama sekolah, kuliah sampai saat ini membuatnya nyaman dan melupakan kesedihannya.

"Sebenarnya Anda sudah membuatku melupakannya, selama kita menempuh pendidikan bersama. Jadi aku menerima mu Gaara-kun, tapi kamu harus berjanji tidak akan meninggalkanku seperti dia"

"Benarkah, aku akan selalu bersamamu dan menjagamu"

"Arigatou, Gaara-kun" ucap Sakura


TBC... dengan gak jelas

Terimakasih bagi yang sudah membaca ini dan terimakasih atas Reviewnya

LANJUT or STOP?

Saya membutuhkan pendapat anda untuk chaps selanjutnya

Jadi

Review Please...