Chapter 5 : Confession and Marriage
Hari sudah semakin sore, akhirnya Naruto berhasil membujuk Sasuke supaya mau datang ke acara pernikahan kakaknya.
"Tadaima!"
"Sasuke, kau darimana saja?" tanya gadis bersurai pink itu.
"Aku habis pulang berlibur dengan teman."
"Dengan siapa?"
"Naruto."
Untuk sesaat mereka saling menatap dan terdiam sejenak. Onyx bertemu emerald sudah lama mereka tidak bertatap wajah sedalam ini.
"Emm.. kau sudah makan? Mau kubuatkan makanan?"
"Tidak, terima kasih."
"Kau pasti lelah, kurasa berendam di air panas bagus untuk merilekskan tubuhmu."
"Sakura..."
"Ya?"
"Sebaiknya kau simpan saja perhatianmu untuk kakakku. Fokuslah untuk hari esok." kata Sasuke yang langsung menaiki tangga menuju kamarnya.
"Sasuke..."
.
.
Sasuke membuka pintu kamarnya dengan lelah, dia melemparkan tas kemahnya ke sembarang tempat. Sungguh saat ini dia hanya ingin tidur. Dia bahkan tidak mengganti bajunya, tidak memperdulikan sms dan telepon yang masuk dari orang tua dan kakaknya yang mengkhawatirkannya.
Itachi POV
Aku bersama Kaa-san dan Tou-san sedang berada di sebuah gedung yang akan menjadi saksi tentang hari bersejarahku besok, Sakura sengaja tidak ikut dan tetap di rumah bukannya tanpa alasan. Aku ingin membiarkan Sakura bicara pada Sasuke. Kuharap Sasuke mengatakan sesuatu yang selama ini ditutupinya dan juga yang membuatnya terkesan menjauh. Aku harap Sasuke sudah pulang, aku ingin dia datang di acara pernikahanku besok.
Rasa penasaranku semakin memuncak, aku mencoba menelepon Sakura.
"Halo, Itachi-kun?"
"Sakura, apa Sasuke sudah pulang?"
"Iya, dia baru saja pulang."
"Apa kalian sudah bicara?"
"Iya, sudah."
"Lalu bagaimana?"
"Dia terlihat sangat lelah tadi, dia tidak berkata apapun yang berarti, bahkan dia bersikap acuh."
"Oh begitu..."
"Kau masih di gedung?"
"Iya, sebentar lagi aku pulang."
"Baiklah, hati-hati."
klik.. (Sakura menutup teleponnya)
.
.
Hari yang ditunggu akhirnya tiba juga. Hari dimana putra sulung Uchiha dan putri tunggal Haruno akan melaksanakan acara sakral. Sejak jam 5 pagi Itachi dan Sakura sudah dijemput oleh keluarga masing-masing, Sakura pergi ke salon untuk mempersiapkan diri tampil sempurna di depan umum khususnya di depan pria yang akan menjadi suaminya. Sedangkan Itachi juga sedang mempersiapkan diri agar bisa tampil sempurna di depan wanita yang akan menjadi pendamping hidupnya.
"Kau terlihat sangat tampan, nak!" kata Mikoto.
"Terima kasih. Oh iya Kaa-san, Sasuke dimana? Aku ingin bertemu dengannya."
"Dia sudah berangkat ke gedung pernikahan, dia juga sedang membantu mengurusi tamu yang akan datang nanti. Jangan khawatir nanti juga kalian akan bertemu."
Sasuke POV
Aku sudah bersiap sejak tadi pagi bahkan sebelum para tamu datang. Kalau bukan karena Tou-san yang menyuruhku untuk membantu mengurusi tamu undangan tentu saja aku tidak akan mau. Aku tidak percaya kalau aku melakukan ini. Rasanya aku ingin sekali mengacak acak tempat ini, menghancurkan semuanya hingga tak tersisa satupun. Sudahlah itu tidak mungkin.
Aku lihat para tamu undangan sudah datang, keluarga besar Uchiha dan Haruno berdatangan tak henti-hentinya mengucapkan selamat kepada Kaa-san, Tou-san, dan Aniki.
Kami-sama tolong beri aku kekuatan untuk tetap bisa berada disini sampai acara ini selesai.
Semua tamu undangan sudah berkumpul dan duduk di tempatnya masing-masing. Aku memilih duduk di bangku pertengahan, terpisah oleh Kaa-san dan Tou-san. Aku melihat Itachi-nii yang berdiri di altar gereja bersama dengan seorang pendeta, wajahnya memancarkan aura yang sangat bahagia menungggu kedatangan sang mempelai wanita yang tak lain adalah dia. Sakura Haruno.
Terlihat dari depan gereja sebuah mobil hitam datang dan turunlah sesosok gadis bersurai pink memakai gaun putih panjang, kepalanya bermahkotakan perhiasan kecil dan tudung putih membuatnya terlihat semakin cantik dan anggun. Sakura diiringi ayahnya memasuki gereja, mengantarnya kepada mempelai pria.
Dan inilah saatnya...
"Pada hari ini, kita semua hadir di tempat yang indah ini untuk menyaksikan acara pernikahan. Acara yang bersifat suci dan mengikat 2 manusia dalam 1 ikatan, yaitu ikatan cinta. Itachi Uchiha bersediakah anda, berjanji untuk mencintai dan menghargai, baik dalam keadaan sakit maupun sehat, di dalam susah maupun senang, wanita di sebelah kanan anda yang sekarang sedang anda pegang? Apakah anda berjanji untuk menempatkan dia sebagai yang utama dari segala hal, menjadi suami yang baik, menjadi tempat bergantung bagi dia, dan hanya bagi dia, selama-lamanya hingga akhir hidup anda? Bersediakah anda?" sang Pendeta bertanya.
"Saya bersedia." Itachi menjawab.
"Sakura Haruno bersediakah anda, berjanji untuk mencintai dan menghargai, baik dalam keadaan sakit maupun sehat, di dalam susah dan senang, pria di sebelah kanan anda yang sedang anda pegang sekarang? Apakah anda berjanji untuk menempatkan dia sebagai yang utama, menjadi istri yang baik, menjadi tempat bergantung bagi dia, dan hanya bagi dia, selama-lamanya hingga akhir hidup anda? Bersediakah anda?" sang Pendeta bertanya lagi.
"Saya bersedia." Sakura menjawab.
"Apakah anda memiliki sesuatu yang anda bawa sebagai bukti kasih dan sayang anda untuk diberikan kepada pasangan anda?"
"Ya, saya membawanya."
"Apakah itu?"
"Sebuah cincin."
Akhirnya Itachi dan Sakura saling memasangkan cincin.
Adegan tukar cincin ini terlihat seperti slow motion, aku menatap apa yang sedang terjadi dihadapanku.
Sakit!
Kenapa dadaku sangat sakit?
Sakitnya menjalar hingga ke seluruh tubuhku. Kami-sama kuatkan aku... Tolong kuatkan aku... Aku menahan ini semua.
End of Sasuke POV
Setelah ikrar janji suci dan tukar cincin, pasangan pengantin itu pun turun dari mimbar. Semua orang menghampiri pengantin baru dan mengucapkan selamat. Pesta pun dimulai. Suasana yang penuh suka cita mendominasi tempat itu. Terlihat keluarga Uchiha dan Haruno saling bercengkrama, teman-teman dan sahabat dari Itachi dan Sakura pun datang memberi ucapan selamat.
"Sakura-chan, selamat yaa! Aku tidak percaya kau sudah menikah dan mendahuluiku." kata Ino.
"Hahaha... Kalau begitu cepatlah menikah."
"Hei Itachi! Selamat ya!" kata salah seorang teman Itachi berambut kuning kuncir satu.
"Deidara! Kupikir kau tidak akan datang."
"Baka! Tentu saja aku datang, aku jauh-jauh dari Iwa hanya untuk menemuimu!"
"Hehe.."
"Itachi selamat ya."
"Terima kasih, Konan. Kapan kau akan menyusul dengan Yahiko?"
"Ahaha.. mungkin nanti."
Itachi terlarut dalam kesenangannya sampai dia lupa tentang Sasuke. Apakah dia datang?
Sasuke POV
Disinilah aku..
Berada diantara kerumunan orang-orang yang bahagia atas pernikahanmu. Aku merasa seperti tenggelam dalam euforia mereka. Karena merasa tidak ada yang menggubris, aku pun memutuskan untuk pergi. Aku melangkah dengan pelan, berharap tidak ada orang yang menyadari kepergianku. Yang ingin kucari sekarang adalah tempat yang sepi dan tak berpenghuni.
Aku memutuskan untuk pergi ke taman tersembunyi di Konoha.
Setelah sampai aku menyenderkan punggungku dibawah pohon rindang, aku berusaha untuk tidak memikirkan hal yang baru saja terjadi. Tapi tidak bisa! Aku tenggelam dalam pikiranku lagi. Memori dulu yang pernah terjadi antara aku dan dia seolah seperti kaset yang terputar secara otomatis.
Flash back
12 tahun yang lalu
"Nii-chan, temani aku main."
"Baiklah Sasuke."
"Nii-chan!"
"Ada apa?"
"Gendong."
"Sasuke, ayo makan dulu." kata Mikoto.
"Tidak mau! Cacu mau nya dicuapi Nii-chan!"
"Kaa-san masak saja di dapur, biar aku yang mengasuh Sasuke."
8 tahun yang lalu
"Aaaaaaa!"
"Ada apa Sasuke?"
"Ni-Nii-san.. a-aku takut. Aku takut petir."
"Sini, tidur dengan Nii-san."
...
"Hiks.. hiks.. hikss.. sakit."
"Kau kenapa Sasuke."
"Nii-san, sakit."
"Ya ampun, lututmu berdarah! Sini nii-san obati."
6 tahun yang lalu
"Nii-san.."
"Ya Sasuke?"
"Aku tidak mengerti yang ini, bisakah kau ajari aku?"
"Tentu saja."
...
"Apa kau suka hadiahnya, Sasuke?"
"Iya, aku sukaaa sekali. Arigatou nii-san."
"Do itte."
...
"Nii-san aku sayang padamu."
"Aku juga sangat menyayangimu Sasuke. Meskipun kau sudah besar, bagiku kau adalah malaikat kecil yang harus selalu kulindungi."
...
"Nii-san maukah kau berjanji padaku?"
"Janji apa?"
"Janji untuk selalu ada di sisiku, disaat aku susah maupun senang."
"Tentu saja Sasuke, aku akan selalu ada untukmu."
End of Flashback.
Semua memori masa lalu tentang aku dan Itachi berputar. Semuanya... sejak aku masih kecil hingga sampai sekarang. Memori yang sangat manis untuk dikenang tapi disaat yang bersamaan begitu pahit.
Tes..
Tes..
Tes..
Tanpa sadar butiran asin mengalir di pipiku. Aku menangis...
Jujur, aku bukanlah orang yang mudah menangis apalagi menangisi orang lain bahkan ketika Kakek Madara meninggal aku merasa biasa saja dan tidak menangis. Tapi kejadian ini begitu menyakitkan hingga mampu mengiris jiwaku.
Flash back (3 tahun yang lalu)
Sesosok gadis bersurai pink tengah memperhatikan pemuda tampan berambut raven dari kejauhan, namun yang sedang diperhatikan tidak menyadarinya. Sakura, nama gadis pink itu mengigit bibir kecilnya sambil melangkahkan kakinya memberanikan diri menghampiri pemuda tampan berambut raven itu.
"A-ano… Sasuke-kun."
"Hn?"
"Bisa kita bicara sebentar?"
"Ada apa?"
"Ta-tapi jangan disini, kita bicara di tempat lain saja."
"Baiklah."
Sasuke mengerti bahwa Sakura ingin mengatakan sesuatu, jadi Sasuke membawanya ke tempat sepi yaitu di atap bangunan sekolah.
"Lalu apa yang mau kau katakan?"
"Eng.. Sudah sekian lama aku memperhatikanmu, sekian lama juga aku menaruh perhatianku padamu meskipun kau tidak menyadarinya selama ini, jadi kupikir aku memberanikan diri untuk mengatakannya secara langsung kalau aku… a-aku.. Aku menyukaimu! Sasuke-kun, suki dayo!"
"Maaf Sakura, aku tidak bisa menerima cintamu. Aku sudah terlanjur mencintai orang lain."
"Siapa? Siapa dia? Apa dia lebih cantik dariku? Apa dia lebih pintar dariku? Apa dia-"
"Sakura... Kalau kau ingin tahu siapa orang itu, maaf aku tidak bisa memberitahumu."
"Apakah dia sangat penting bagimu?"
"Tentu saja, meskipun perasaan ini gila dan mustahil. Kalaupun suatu hari nanti dia menikah dengan orang lain aku tidak perduli. Aku memutuskan untuk menyerahkan hatiku hanya padanya."
End of flash back
Tiba-tiba aku teringat ketika Sakura menyatakan cintanya padaku setelah itu aku menolaknya. Tidak kusangka dia secepat itu berpindah ke lain hati dan menyatakan cintanya kepada Itachi. Hingga pada akhirnya Itachi dan Sakura berpacaran lalu menikah...
Kenapa aku begini? Kenapa aku merasa seperti ini? Aku tidak tahu harus bagaimana! Seharusnya aku tidak berhak menangis, kesal, dan marah. Dia kakakku! Perasaan ini tidak wajar! Kenapa aku merasa seperti ini?! Perasaan terkutuk ini membuatku gila. Bisa dipastikan aku akan tenggelam begitu saja dengan perasaan ini. Aku bersumpah, aku tidak akan pernah menceritakan apa yang kualami saat ini pada siapapun! Dan saat ini aku hanya berdo'a pada Kami-sama semoga tidak ada satupun orang yang tahu kalau aku...
.
.
Mencintai kakakku sendiri
The End
A/N :Ayumi is BACK! Setelah 2 tahun vakum akhirnya kembali dengan membawa karya nista ini. YAP! This is PLOT TWIST! Ahh~~... Akhirnya selesai juga! Apakah ada yang ngerasa ketipu dengan alur ceritanya? Aku berusaha mati-matian menggunakan kata dan kalimat yang menurutku ambigu supaya ga keliatan kalo sebenarnya Sasuke suka sama kakaknya sendiri.
Karena udah lama vakum dan ga nulis ff, Ayumi jadi kaku dan maaf kalo misalnya di ff ini feels nya ga ngena. #nunduk
Di chapter terakhir ini entah kenapa jadi teringat sama lagunya DBSK - Why did I fall in love with you tapi yang yaoi version XD #emangada (?)
Sekali lagi, apakah ada yang merasa tertipu dengan alur ceritanya? Hah? Ga ada? Oh yaudah T.T
Mohon reviewnya dari para senpai dan kouhai #matagenit (?) Kalo ada yang silent reader nanti saya cium (?)
Makasih udah baca~..
