Author : Nakajima Hikari
Title: Comedy Gagal(?) HSJ
Type : Multichapter
Story Language : Indonesia, little bit Japanese
Genre : Friendship, Comedy(garing)
Cast: all member HSJ
Disclaimer : Hope you enjoy it XD
Kepleset!
Siang itu saat member JUMP sedang asik dengan kesibukan masing-masing, Yabu kelaparan. Dia pun menuju dapur untuk mengambil beberapa makanan yang ada di kulkas. Tiba-tiba…
Brukkk…
"Wadaaww sakit!" teriak Yabu.
"Yahelah elu. Lantainya jadi kotor lagi kan? Gue kan lagi ngepel. Lu kaga liat ape?" ucap Hikaru kesel yang ternyata si Hikaru sedang asik ngepel sambil dengerin lagu dangdut milik bang Rhoma.
"Yaelah elu yang salah. Ngapain coba lu ngepel? Rajin amat jadi orang!" balas Yabu tak mau kalah.
"Yahelah masbro.. jaman sekarang mana ade cuma cewek yang ngepel? Lagian ni berkat si mungil Chinen noh numpahin susu gue. Gue lagi asik minum susu nasional juga. Udeh minggir sane lu! Gue mau lanjutin ngepel nih!" Jawab Hikaru kesal.
"Wezzt… santai dong masbro. Maklumin aje sih gue udah tua, mata gue udah rabun. Ckck." Ucap Yabu sambil berjalan. Sesaat sebelum Yabu akhirnya sampai di dapur, ia pun mencium aroma wangi dari dalam dapur.
"Waah wangi bener neh… siape yang lagi masak?" tanya Yabu dalam hati. Ia pun berjalan dengan cepat karena penasaran.
"Wah ternyata elu Noo yang lagi masak. Masak ape lu? Tau aja gue lagi lapar." Kata Yabu sambil mendekati Inoo. Namun…
Bruukkk
"Eh Kou-chan awas…" belum selesai Inoo ngomong Yabu sudah terjatuh.
"Wadaawww sakit!" ucap Yabu kesakitan.
"Daijoubu desuka, Kou-chan? Maaf…" jawab Inoo sambil membangunkan Yabu yang sedang terjatuh sambil tengkurap seperti seorang habis disuruh push up 600x.
"Iie… daijoubu… tunggu… ape nih?" ucap Yabu sambil melihat tangannya yang berlumuran mentega Blueband.
"Ahh itu… itu mentega. Gomen, tadi tanpa sengaja menteganya jatuh dan belum kuberesin. Habis ayam di wajan hampir gosong. Entar kalo gosong ga ada yang makan. Entar di buang-buang. Entar kasian ama orang di luar sana, mereka nyari makan aja susah. Entar—"
"Iye iye gue tau kok. Udah cukup cukup… ah elah, celana gue jadi kotor gini. Gue ganti celana dulu dah baru gue makan." Ucap Yabu memotong pembicaraan Inoo sebelum Inoo mulai lagi manja padanya. Yabu pun mulai meninggalkan dapur dan menuju kamar mandi.
"Gue kenape hari ini? Duuh mulai ga benar…" keluh Yabu dalam hati.
Yabu pun selesai mengganti celananya dengan celana yang baru dibelinya kemarin. Saat hendak keluar kamar mandi…
Gubrakk!
"Wadaaww sakit!" teriak Yabu. Mendengar teriakan itu, Yuto yang sedang berada di kamar sebelah langsung menuju kamar mandi.
"Uwooh Yabu-kun, kau kenapa bisa seperti itu?" tanya Yuto kaget.
"Arrgghh sial… ini siapa coba yang numpahin shampoo di mana-mana? Kan lantainya jadi licin!" ucap Yabu sebel.
"Sudah sudah.. sebaiknya kau ganti baju sana Yabu-kun. Bajumu basah semua." Ucap Yuto menenangkan.
"Haah… ganti lagi…" ucap Yabu sambil kesal dan meninggalkan Yuto. Namun…
"Ano, Yabu-kun?" celetuk Yuto.
"Hmmm?" jawab Yabu.
"Itu celana baru dibeli kemarin ya bukannya?" tanya Yuto.
"Iya. Emang kenapa?" tanya Yabu heran.
"Hmm… ano… sebaiknya kau ganti baju secepatnya…" ucap Yuto rada takut karena ternyata celana yang dibeli Yabu kemarin sobek bekas ia jatuh tadi.
"Ah sial. Robek ya?" tanya Yabu polos.
"Iya." Jawab Yuto datar.
"Hahaha, baguslah. Sankyuu Yuto." Ucap Yabu sambil berjalan santai ke kamarnya. Yuto pun hanya bisa geleng-geleng kepala sambil menahan ketawa.
Sementara itu…
"Kayaknya tadi aku naro shampoo itu di posisi yang bener deh. Kok bisa tumpah sih?" tanya Yuto dalam hati.
Akhirnya Yabu pun terpaksa mengganti bajunya lagi.
"Haah, ada apa dengan hari ini. Kenapa aku bisa sial sih!?" ucap Yabu kesal. Yabu pun akhirnya memutuskan untuk keluar kamar. Dan ternyata…
Gubrakkk!
"Wadaaaww sakit!" teriak Yabu.
"Ahh Yabu-kun maaf. Aku tak sengaja." Ucap Keito rada takut.
"Hadooh kamu ini kayak anak kecil aja Keito! Ngapain coba kamu main hotweel di depan kamarku!?"
"Gomen… habis seru lintasannya panjang. Aku hari ini akan membuat rekor di dunia! Aku ingin membuat arena hotweel terpanjang sedunia. Pertama aku akan membuat mulai dari kamarku hingga kamarmu ini." Ucap Keito menjelaskan.
"Haaah sudah sudah! Jangan main di depan kamarku! Atau kutendang ini semua!" ucap Yabu kesal.
"Hiii… baiklah…" ucap Keito sedikit sedih sambil membereskan mainan-mainannya.
"Huh dasar bocah. Masih aja main mobil-mobilan. Enakan juga main pesawat kertas atau perahu kertas di kamar mandi." Ucap Yabu dalam hati.
Yabu pun memutuskan untuk kembali ke dapur. Namun ia yakin si Inoo pasti belum membereskan sisa mentega yang tadi jatuh. Akhirnya Yabu memutuskan untuk ke teras untuk menghirup udara segar. Saat Yabu hendak menuju teras…
Brukkk…
"Wadaaw sakit!" teriak Yabu. Mendengar suara itu Yamada keluar sambil melihat keadaan.
"Yabu-kun kau tak apa-apa?" tanya Yamada dengan khawatir.
"Buuh sialan yang naro ni kulit pisang! Ngapain coba naro kulit pisang di teras? Kurang kerjaan amat!" ucap Yabu kesal.
"Daijoubu ka Yabu-kun? Kau bisa berdiri?" tanya Yamada khawatir sambil membantu Yabu bangun.
"Huh.. makasih Yamachan. Awas aja ni yang buang kulit pisang. Gue sumpahin dia jatuh juga karena kulit pisang." Ucap Yabu sambil meninggalkan Yamada.
Sementara itu…
"Ahelah gagal kan rencana gue! Gue kan pengen ngerjain Chinen! Kenape yang muncul malah Yabu-kun? Mana make sumpahin biar gue jatuh juga! Rghhh sial!" batin Yamada.
Yabu yang frustasi karena dari tadi kepleset memutuskan untuk pergi ke taman di belakang rumah.
"Haah… tenangnya di sini…" ucap Yabu sambil menghirup udara segar. Yabu berjalan selangkah demi selangkah tanpa memperhatikan kemana ia jalan. Tiba-tiba…
Gedebukk!
"Wadaawww sakit!" teriak Yabu.
"Yah ampun Yabu. Lu kalo jalan liat-liat nape." Ucap Daiki.
"Elu tuh yang harus hati-hati!" teriak Yabu sampai-sampai Daiki harus menutup kupingnya rapat-rapat.
"Berisik lu! Ga usah teriak-teriak juga bisa kan! Minggir! Gue mau ngambil bola gue!" usir Daiki. Saat daiki hendak mengambil bola yang ternyata didudukin Yabu secar tak sengaja…
"Yabu…bola gue…" ucap Daiki sambil mengambil bola yang tadi didudukin Yabu.
"YABU! GANTI BOLA GUE!" teriak Daiki kesal sampai-sampai kaca jendela tetangga sebelah retak! Namun ternyata saat Daiki sadar…
"Eh? Kemane lo Yabu? Awas aja lu! Ganti bola gue! Huee…" ucap Daiki sambil mengelus-elus bola kesayangannya yang selalu bersamanya semenjak TK, hadiah dari kakeknya.
"Yah elah… demi apa gue jatuh seharian? Huaaa benci gue!" ucap Yabu menggerutu ga jelas. Saat mau menuju ruang tamu…
Gubrakk!
"Wadaaaww sakit!" teriak Yabu.
"Huaaa Yabu!" teriak Yuya panik.
"Adooh sekarang ape lagi!?" ucap Yabu kesal.
"Yabu lo jalan liat-liat kek! Liat kan! Balon air gue pecah semua! Padahal gue susah payah bikinnya!" ucap Yuya sambil menangis.
"Cengeng lu! Yaelah beli begituan di pasar minggu juga banyak kali! Ngapain lo repot-repot!?" ucap Yabu sewot.
"Ahh gue gamau tau lo harus ganti!" isak Yuya sambil memungut balon-balonnya yang pecah.
"Serah lu!" kata Yabu sambil pergi meninggalkan Yuya yang menangis kayak ank bayi ga di kasih makan 3 bulan.
Yabu pun memutuskan untuk pergi ke ruang makan. Ternyata makanan sudah siap dari tadi.
"Ah elah… seharian ini gue bener-bener sial. Kenapa coba gue harus benar-benar kepleset seharian!?" ucap Yabu kesal.
Saat sampai di ruang makan ternyata di sana ternyata sedang ada Chinen yang sedang duduk termanyun sambil menatapi makanannya. Yabu yang penasaran akhirnya mendekati Chinen.
"Chinen kau kenapa? Kok lemes amat? Tu makanan dimakan. Jangan diliatin doang." Ucap Yabu menasehati.
"Yabu-kun kau kenapa marah-marah tak jelas gitu?" tanya Chinen penasaran.
"Ahh… tau nih… yang benar saja aku sudah kepleset 8x hari ini!" ucap Yabu kesal.
"Ah.. souka… gomen…" jawab Chinen pelan.
"Kau kenapa? Kenapa kau sedih gitu?" tanya Yabu penasaran.
"Ano… aku ingin curhat…" jawab Chinen pelan.
"Curhat… so' atuh monggo. Kau mau curhat apa?" tanya Yabu heran.
"Ano… aku sedang suka dengan seorang gadis. Dia manis sekali." Jawab Chinen pelan.
"Lalu?" tanya Yabu semakin penasaran.
"Tapi entah kenapa gadis itu mirip sekali dengan Yamachan. Aku takut itu Yamachan." Jawab Chinen ragu.
"Hah? Maksudmu?" tanya Yabu. Chinen pun mengeluarkan sebuah foto yang dari tadi ternyata ia pegang.
"Ini… foto dia… kawaii… tapi kenapa mirip dengan Yamachan?" tanya Chinen polos. Yabu-kun pun melihat foto itu dengan mata dibuat lebar-lebar dan meneliti dengan baik.
Saat Yabu sudah mengetahui siapa yang ada di foto itu muka Yabu berubah pucat dan hendak meninggalkan Chinen.
"Eh? Yabu-kun kenapa?" tanya Chinen heran.
"Itu mah Yamachan KEPLESET!" ucap Yabu kesal. Jelas saja. Orang foto itu ga mirip Yamada kok dibilang mirip? Saat akan meninggalkan Chinen…
Gedebukk!
"Wadaaww sakit!" teriak Yabu.
"Eh? Daijoubu? Yabu-kun kau bisa berdiri?" tanya Chinen khawatir.
"Erghhh siapa coba yang numpahin minyak goreng di sini!? Cukup! Gue capek kepleset mulu!" ucap Yabu sambil menangis.
"Ah itu… tadi aku tak sengaja menumpahkannya. Saat aku mau mengambil sirup di meja makan ternyata yang kuambil malah botol minyak goreng. Karena botol minyaknya licin jadi botolnya tiba-tiba jatuh dari tanganku." Ucap Chinen dengan polos.
Yabu dari tadi hanya terdiam… dia pun menolehkan kepalanya ke belakang…
"Chii…" ucap Yabu…
"Ya?" jawab Chinen polos.
"…" tanpa berkata-kata Yabu pun meninggalkan Chinen sendirian di ruang makan.
Sementara itu…
"Sial… gue ga bisa marahin Chii… mukanya terlalu polos untuk gue marahin. Haaah…" ucap Yabu kesal.
To be continued~
