Author : Nakajima Hikari

Title: Comedy Gagal(?) HSJ

Type : Multichapter

Story Language : Indonesia, little bit Japanese

Genre : Friendship, Comedy(garing)

Cast: all member HSJ

Disclaimer : Hope you enjoy it XD

Come On A My Hauss?

"Kenapa… aku harus memakai baju ini?"

"Sudah, percaya diri saja. Kau tampak bagus dengan baju itu." Ucap seseorang di seberang sana.

"Kau sungguh gila." Ucapku sambil menggaruk-garuk karena baju yang kupakai ini terasa sangat gatal.

"Sudah, lakukan saja yang kuperintah." Ucapnya.

"Hai, hai…" ucapku pasrah.

Hari ini tampak cerah sekali, dimana para member JUMP sedang bersantai di rumah. Takaki dan Yabu masih asik pergi ke pulau mimpinya. Yamachan duduk termenung di meja makan, Chinen dan Keito sedang berbincang-bincang tentang rencana acara buka bersama besok pada awal puasa. Yuto sedang asik dengan kucing peliharannya yang baru ia beli bulan lalu. Hikaru, Inoo, dan Daiki sedang asik memasak di dapur mempersiapkan untuk sahur.

"Hey, apakah yang lain sudah bangun?" Tanya Inoo.

"Belum. Yabu-kun dan Takaki-kun masih ngorok di kamar." Jawab Chinen.

"Haaah, dasar kebo mereka berdua. Sudah besar masa harus dibangunkan untuk sahur? Chinen, bisakah kau membangunkan mereka?" tanya Inoo.

"Tidak mau! Mereka kan susah sekali dibangunin." Ucap Chinen.

"Uhh, dasar pemalas. Yuto-kun, kau sedang apa di sa―"

"Aku tahu kau mau bilang apa. Kenapa tidak aku saja yang membangunkan Yabu-kun dan Takaki-kun daripada mengurus kucing kesayanganku ini bukan?" ucap Yuto sedikit kesal.

"E… he… he… onegai Yuto-kun." ucap Inoo.

"Haaah, yasudahlah…" ucap Yuto pasrah.

Sementara itu…

"Eh Chinen kira-kira menu buka puasa untuk bukber besok apa? Biar sebentar sore kita bisa menyiapkannnya." Ucap Keito.

"Hmm, bagaimana kalau mie goreng?" Tanya Chinen sambil tersenyum lebar.

"Haah, kau ini. Suka sekali sama mie goreng. Lagipula aku trauma dengan mie goreng buatanmu." Keluh Keito.

"Eheheh… lagian gak ada yang ngasih tau aku tuh kalau itu mie udah basi." Lawan Chinen. (ket: baca chapter 1).

"Hmm, sudah sudah. Mending kita pikirkan makanan untuk buka puasanya dulu, makanan berat bisa nanti. Kau ada ide lagi?" Tanya Keito.

"Hmm… es buah saja! Eh, atau… sop buah? Tapi aku mau pakai Surip Marijan rasa melon!"

"Sirup Marjan baka! Hmm, boleh juga. Tapi enakan sop buah ya? Kan buahnya lengkap." Ucap Keito.

"Iya. Tapi jangan kasih duren ya. Aku gak suka." Ucap Chinen.

"He? Duren kan enak!" ucap Keito.

"Iihh gak mau! Bukannya dulu kamu suka pisang, Keito?" Tanya Chinen.

"Pisang tetap makanan favoritku. Tapi duren juga enak loh! Coba deh minum pop ice duren, enak tau!" jawab Keito.

"Ihh pokoknya gak mau! Yang lain kan pada gak suka sama duren!" balas Chinen.

"Hei hei kalian, sahurnya sudah siap." Teriak Daichan.

"Haaai!" teriak Chinen dan Keito bersamaan.

Para member pun langsung menyerbu ruang makan, Yuto pun masih sibuk membangunkan dua kakek yang masih tertidur sambil ngorok.

"Hooi kakek-kakek tua, bangun napa.. ga malu apa sama cucunya yang udah pada semangat bangun sahur?" ucap Yuto.

"Erggh, aku malas puasa…." Ucap Yuya sedikit berdengung.

Yuto pun kesal dan memutuskan untuk mengambil baskom air di kamar mandi. Setelah mengambil baskom tersebut, Yuto pun langsung menyiram Yabu dan Yuya.

"WHAAAAAAAA!" teriak Yabu dan Yuya serempak.

"Apaan sih lu Yut?" teriak Yuya kesal.

"Abis keterlaluan lu pada! Masa tiap hari gue bangunin lo pada buat sahur?" ucap Yuto sambil pergi.

"Ahh kasur gue jadi basah gini…" ucap Yabu.

"Eh Ryuu kemana?" Tanya Daichan.

"Loh, bukannya dia nginap di temannya? Katanya kemarin temannya minta tolong sesuatu." Ucap Inoo.

"Tumben…" ucap Daichan.

"Eh kita sahur apa hari ini?" Tanya Chinen bersemangat.

"Telur dadar. Adanya cuma itu." Jawab Daichan.

"Yah, bosen… pasti dari ayamnya si Yamachan?" Celetuk Chinen.

"Eh? Awas aja ambil telur ayam gue! Gue masak lo pada entar!" jawab Yamada sambil kesal.

"Yah enggak lah, masa iya gue ambil ayam lo? Tapi kemarin aja lo makan ayam lo sendiri." Keluh Daichan.

"Ayam gue ini… ayamku…." Ucap Yamada.

"Eh si Yabu ama Yuyan mane nih?" Tanya Hikaru.

"Di belakang lu woy." Ucap Yabu.

"Waah, kenape lu? Abis kecebur got?" ucap Hikaru sambil tertawa.

"Tau noh si Yuto, mas ague disiram air?" ucap Yuya kesal.

"Lagian sih kalian berdua keterlaluan. Masa disuruh bangun sahur aja susah. Harusnya kalian ngasih contoh dong buat kita-kita. Kalian kan paling tua di sini." Ucap Inoo.

"Manee tua? Gue masih 17 tahun." Ucap Yuya. Serentak semua member pun terdiam…

"Udeh ahh sahur ayok gih." Ajak Yabu.

"Okeeeeee~~~" teriak anak-anak.

"Ayoo dibeli kaosnyaaaa… jika kalian beli, kalian boleh foto-foto dengan temanku yang cantik disebelah sana~" ucap seseorang.

"Kenapa gue mau coba nolongin ni orang…" keluh Ryuu terpaksa.

*flashback sehari sebelumnya*

"Ryuuuchan!"

"Ya? Ada apa?" Tanya Ryuu.

"Lo mau tolongin gue ga? Please please pleaseeeeeee….."

"Hmmm apaan?"

"Lo mau ga bantuin gue promosi kaos desain gue besok di Akihabara? Nanti gue traktir deh di mekdii sepuas lo deh~"

"Serius nih?"

"Ciyus mi ayam deh. Ya ya ya?"

"Okelah." Jawab Ryuu semangat.

*flashback end*

"WOOOII KENAPA GUE HARUS KAYAK CEWEK BUAT BANTU LO?" teriak Ryuu kesal.

"Sudahlah~ cocok kok ama lu hahaha. Ayooo dibeli kaosnyaaaa. Kalian bisa foto gratis dengan temanku ini~ cantik kan?" Ryuu pun tak bisa berkata apa-apa.

Setelah kaos terjual laku, Ryuu pun langsung meninggalkan temannya. Karena sudah tidak betah dia pun langsung ingin ganti baju. Hari pun sudah malam.

"Hai cewek, kamu manis juga ya~" ucap seseorang di sana.

"Siapa kalian?" Tanya Ryuu.

"Sudahlah tak perlu tau siapa kami. Ayo ikut om, kita main-main dulu."

"Ihh, ogah. Gue ini cowok!" ucap Ryuu.

"Ahh sudahlah, ayo ikut om." Ucap orang itu sambil memegang tangan Ryuu.

"TIDAAAAK!" teriak Ryuu sambil berlari.

"Hoi tunggu!" Ryuu pun akhirnya berlari sekuat tenaga. Ryuu takut untuk melawan. Pria tadi mempunyai muka seperti kena timpuk batu dan sangat sangar, dan juga punya tato. Karena tidak ada pilihan lain, Ryuu pun berlari pulang.

Sesampainya di depan rumah…

"Hooi! Buka pintunyaaa!" teriak Ryuu ngos-ngosan.

"Bentaaaarrr…" teriak seseorang dari dalam rumah. Setelah pintu dibuka, Ryuu pun langsung bergegas masuk dan mengunci pintu.

"HAAAAAHHH ORANG GILA!" teriak Ryuu sambil mengarah ke dapur. Namun…

"Ett ettt ett… kamu siapa?" Tanya Daichan heran.

"Haah? Lo kenapa?" Tanya Ryuu heran.

"Wah, ada tamu ya? Pacarmu ya, Daichan?" Tanya Chinen polos.

"Haah? Sejak kapan gue punya cewek?" Tanya Daichan.

"Cuitt cuitt, ada cewek cantik nih. Kamu dari mana?" Tanya Yabu sedikit genit.

"Ihh Yabu, ga boleh gitu." Cegah Inoo.

"Sudahlah berisik, gue mau ke dapur neh!" ucap Ryuu.

"Eits, memangnya kamu siapa seenaknya masuk rumah orang?" Tanya Yamada sinis.

"Gue Ryuu! Ryutaro! Gue haus nih woyy!" teriak Ryuu.

"Mana mungkin! Ryuu mana mau make baju cewek kayak gitu!" jawab Yamada. Ryuu yang tadi tidak sadar kalau dia masih memakai baju cewek akhirnya pun tersadar.

"WHAAAAAA! GUE LUPA GANTI BAJU!" teriak Ryuu kaget.

"Hahahaa, kamu cantik Ryuu pakai itu. Sebaiknya kita apakan dia…" ujar Yuto dengan senyum miring sambil melirik member lain.

"E-eh…" ucap Ryuu agak ragu.

"SERBUUUU!" teriak Yuya. Para member pun akhirnya berebutan untuk berfoto dengan Ryuu.

"WOOOIII! GUE HAUUUS TAAUUU!" member lain pun tak menghiraukan Ryuu yang sedang kesusahan itu.

To be continued…