Shin Sung Ah present
.
.
.
.
.
"Choi siwon itu sakit jiwa ya,hyukie?" tanyaku to the point saat hyukie mengangkat panggilanku.
"Ne?"
"Iya,dia sakit jiwa kan?"
"Apa sih maksudmu kyunie? Siwon oppa kau bilang sakit jiwa? Yak,mana ada orang tampan seperti dia sakit jiwa. Kau ini ada-ada saja"
"Ya siapa tahukan. Setelah mendapatkan gigitan dari monyet dia jadi gila"
"Gigitan monyet? Yak,sejak kapan aku suka menggigit orang eoh? Lagian aku tak punya penyakit rabies kyunie"
.
.
Hening
.
.
"Hyukie,memangnya aku bilang kalau kau yang menggigit choi siwon? Aku kan cuma bilang,siapa tahu dia gila karena digigit monyet. Yak,jangan bilang kau merasa jadi monyetnya ya? Huahaha,jadi kau mengaku kalau dirimu itu monyet. Aigo kau memang tak bisa menutup diri ya"
Aku tertawa keras dan hyukie ngedumel. Entah apa yang dia katakan,aku tak mendengar.
"Berhenti tertawa bocah setan. kkkembali ke pertanyaan tadi. Jadi kenapa kau bertanya siwon oppa sakit jiwa?"
Aku berhenti tertawa,"kau tahu. Kemarin dia mengajakku ke rumahnya dan bertemu orang tuanya. Yang membuat aku syok adalah saat orang tuanya mengatakan kapan kami menikah? Siapa coba yang mau menikah?"
"Kamulah sama siwon oppa"
"Aku? Dengan dia? Ish,aku tak mau"
"Tapi siwon oppa mau"
Aku diam. "Kenapa dia mau menikah denganku? Kesan kemarin di kafe kan sangat buruk"
"Tidak terlalu buruk sih"
"Sangat buruk hyukie"
"Tapi bagiku itu tak terlalu buruk cho kyuhyun. Bahkan itu sangat lucu dan berkesan"
"Lucu bagimu"
"Bukan bagiku saja,tapi bagi young woon oppa dan siwon oppa"
"Choi siwon berkata seperti itu?"
"Yah,nggak bilang secara langsung padaku sih. Tapi,young woon oppa bilang setelah dari kafe siwon oppa langsung mengatakan ke orang tuanya kalau dia menyukai kamu dan ingin mengenalkanmu pada mereka. Dan karena itu,kau harus bersiap-siap menikah tahun ini kyunie"
"Menikah tahun ini? Kau gila? Aku sama sekali tidak tertarik dengan dia lee hyukjae. Kalau aku tak tertarik untuk apa aku menikah dengannya?"
"Tapi kyunie sayang aku punya insting..."
"Insting monyet"
"...kalau kau akan menikah secepatnya. Tahun ini. Anni,tapi bulan depan"
"Yak!"
.
.
.
Tok tok tok
"Kyunie,ada namja bernama siwon mencarimu"
.
.
.
Aku langsung membeku. 'Eomma tadi mengatakan apa? sepertinya telingaku bermasalah'
"Woah,siwon oppa cepat sekali. Baru setengah jam yang lalu dia meminta alamatmu padaku. Sudah datang saja dia di rumah"
Mataku melebar menatap tak percaya ponselku yang masih terhubung dengan hyukie. "Kau memberitahukannya alamat rumahku?"
"Eum. Katanya dia mau bertemu dengan orang tuamu"
.
.
.
"Kyunie,kau dengar eomma tidak? ada namja yang bernama siwon..."
Cklek,aku membuka pintu kamarku.
"Eomma,bilang padanya aku pergi atau apa gitu. Kyunie tak mau bertemu dengannya"
"Wae? Kenapa kau tak mau bertemu? Kyunie,namja bernama siwon itu sungguh-sungguh tampan. Eomma rasanya jatuh cinta pada pandangan pertama dengannya. Hihihi" eomma terkikik genit
Aigo~ eomma ingat umur. Mau dikemanakan appa?
"Siwon itu pacarmu kan? Hahaha,tak sia-sia kau kulahirkan. Kau pintar mencari namja kyunie. Hebat sekali. Ohya,apa dia anak orang kaya?"
"Eomma! Jangan bertanya-tanya padaku. Aku tak kenal dia. Bilang padanya aku tak ada di rumah"
Pletak!
Kepalaku di jitak oleh cinderella sadis yang mirip ibu tiri ini.
"Kau sudah berani memerintah eomma mu eoh? Bilang saja sendiri" geretu eomma yang langsung pergi.
Aish! Ku acak-acak rambutku kesal.
"Lee hyukjae,kau masih berurusan denganku" kumatikan sebelum hyukie menjawab.
.
.
.
.
.
"Mau apa kau?"
Choi siwon menatapku dari atas ke bawah
Aku benci sekali dengan cara menatapnya padaku. Rasanya pengen kucolok matanya itu. Okey itu terlalu sadis.
"Kau menyambutku dengan pakaian seperti itu?"
Aku memutar bola mataku. "Lalu aku harus menyambutmu seperti apa? Menyewa drumband? Atau aku harus memanggil super junior untuk menyanyikan lagu untukmu eoh?"
"Tak usah menyewa drumband atau memanggil super junior. Tapi setidaknya bajumu jangan seperti pembantu"
"Mwo? Pembantu? Yak! Kau mau ku jambak lagi eoh"
"Kau suka main kasar ya kyuhyunie? Main kasarnya nanti saja saat malam pertama"
"Yak!"
"Aigo~ kyunie. Kenapa kau berteriak seperti itu. malu dong" eomma datang membawa jus jeruk dan beberapa cemilan
"Ah,eomonim. Maaf merepotkan" choi siwon bangun dan membantu eomma meletakkan gelas dan piring ke atas meja.
Rasanya mau muntah saat choi siwon itu berkata lembut pada eomma. Dan apa-apaan eomma itu? Tersipu malu seperti anak gadis.
"Eoh? eomonim?"
"Ah,maaf kan aku memanggilmu eomeonim. Tapi aku ingin sekalli memanggilmu seperti itu. Karena aku akan menikahi kyuhyun,kurasa panggilan itu wajarkan?"
"Ne?"
"Eomma jangan mendengarkan namja itu. Dia gila"
Sialnya,eomma tak peduli. "Benarkah? Kau ingin menikahi kyunie?"
"Ne. Orang tua ku sudah setuju,bagaimana dengan eomonim? Kalau eomonim dan abeonim setuju,orang tuaku akan secepatnya melamar kyuhyun"
"Yak,choi siwon! Kenapa kau seenaknya memutuskan? Memangnya aku setuju menikah denganmu?"
"Kenapa kau tak mau menikah dengan siwon?"tanya eomma denagn wajah bingung.
"Eomma,aku tak suka dengannya. Aku benci dengannya"
"Tapi siwon sangat tampan kyunie"
Lalu kalau tampan aku harus meng-iyakan?
"Dia menghinaku eomma"
"Memang dia menghinamu apa?"
"Tadi dia bilang kalau penampilanku seperti pembantu"
Cinderella itu memandangiku,"benar kata siwon. kau seperti pembantu"
"Eomma! kenapa kau menghina anakmu juga?"
"Ckk,lagian kenapoa kau tidak berdandan sih sebelum turun. Kau harus terlihat cantik saat bertemu dengan siwon. Kau tak malu apa? Nanti kalau kau jalan dengannya,di sangka majikan dan pembantu. Ganti baju sana"
Siwon tertawa pelan. Sungguh menyebalkan.
"Untuk apa kau tertawa?" tanyaku kesal.
"Kau lucu"
"Kau kira aku badut?"
"Kau yang bilang"
Nyut!
"Pulang sana!" bentakku. Jengah sekali melihat tampangnya itu.
"Kyunie! Kenapa kau mengusir tamu. Itu tak sopan"
"Untuk apa aku bersopan santun dengan dia eomma"
"Siwon akan menjadi suamimu. Jadi kau harus sopan santun"
"Aku tak mau menikah dengannya eomma!"
.
.
.
.
.
"Jadi yang bernama siwon itu tampan sekali dan dia putra tunggal keluarga choi. Keluarga choi yeobo. Pemilik perusahaan hyundai. Wuah betapa kaya rayanya keluarga itu. Kyunie pintar sekali mencari suami yang seperti itu. Tujuh turunan harta keluarganya tak akan habis" oceh nyonya cho aka cho heechul kepada suaminya cho hankyung.
Hankyung hanya diam mendengarkan ocehan istrinya.
"Appa jangan dengarkan eomma. Aku tak akan menikah dengan namja itu"
Heechul memandangi anaknya. "Yeobo,kurasa otak anak kita kebentur sesuatu. Membuat otaknya bergeser. Mana mungkin ada yang yeoja menolak namja tampa dan kaya yang melamarnya kan? Apa lagi dia adalah choi siwon"
Kyuhyun menggertakkan giginya. Kesal. "Eomma aku tidak matre seperti eomma"
"Yak,anak kurang ajar. Mengatai eommanya sendiri matre"
Hankyung yang dari awal diam mendengarkan perdebatan ibu dan anak,lalu membuka suara. "Buah jatuh tidak jauh dari pohon"
Hening.
Kyuhyun menatap hankyung dengan tatapan -wuah,appa berani berkata seperti itu ke eomma?-
Heechul sebaliknya. Yeoja paruh baya yang masih tetap cantik di usianya sekarang,tersenyum sangat manis dan sangat mematikan. "Jadi kau mengataiku matre hannie?"
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
Okey,aku tahu. ini part yang membosankan :(
.
.
Masih buat yang udah ngeriview :D
.
moemoet - evil kyu - vira - craftie smile - guest - clouds06 - fitria Wonkyu - Choi Chahyun - wonnie - dee - Choihyun93 - bulan - lea - ryeona - ratna Sparkyu - anin arlunerz - kaka wonkyu - rikha-chan - Kayla Wonkyu - dazzledaisy - - kimfida61 - shin min young - Augesteca
.
Makasih buat dukungannya :D
