Shin Sung Ah present

.

.

.

.

.


.

.

Malam ini acara itu datang. Choi siwon membawa kedua orangtuanya ke rumahku. Dan kini kami sedang menikmati makan malam. Obrolan di dominasi oleh orang tuaku -terutama eomma- dan orang tuanya. Kadang namja itu akan mengeluarkan suara,jika ada yang bertanya padanya dengan sopan. Dan aku,sama sekali tak diajak dalam perbincangan apapun. Aku bersyukur itu.

Yang kulakukan hanya menundukkan kepala memandangi piring yang diatasnya ada berbagai makanan dan memakan dengan perlahan. Sebenarnya ini bukan gayaku sekali. Tapi,apa boleh buat. Aku harus menjaga imagekan di depan orang lain. Di depan calon mertuaku. Calon mertua? Aigo~

Aku menghela nafas pelan.

Jujur saja,aku masih tak percaya choi siwon akan membawaku sampai disini. Memang saat hyukie bilang akan memperkenalkan sepupunya young woon oppa,aku sangat berharap bisa berada di situasi sekarang. Dimana orang tuanya choi siwon datang untuk melamarku. Tapi,saat aku bertemu dengannya...

Aku menghela nafas lagi.

Aku memandangi namja itu yang duduk di depanku,sedang makan dengan tenang layaknya pangeran. Dia sangat tampan,kuakui itu. Semua hal,semua kriteria namja idamanku melekat erat pada dirinya. Tapi,,,tapi,,, kenapa mulutnya harus begitu? Kenapa mulutnya seperti tak pernah diajak belajar? Belajar untuk mengucapkan kata-kata yang baik. Yah,memang kadang aku juga mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan. Tapi,tetap saja! Dia yang paling keterlaluan.

Diakan namja,aku kan yeoja. Harusnya dimana-mana namja itu memuji dan memuja yeoja kan? Kenapa dia malah sebaliknya? Kenapa dia menyindir dan menghina? Oh,aku benci harus mengingatnya.

Aku masih tak habis fikir dengan isi otak choi siwon ini. Kenapa dia ingin sekali menikah denganku? Aku tak ada kesan yang menunjukkan dia menyukaiku. Pandangan meremehkan,kata-kata kasar yang menghina dan menyindir. Lalu apa yang membuat dia tertarik untuk menikahiku?

"Untuk mengurus semua keperluan pernikahan,kurasa 1 bulan cukup. Tak terlalu buru-buru"

Aku mengerjapkan mataku dan memandang ke sekeliling layaknya orang linglung,saat mendengar perkataan eomma. Ini kan ruang tamu. Kapan kami pindah kemari? Kenapa aku tak menyadarinya?

1

2

3

Mwo? Apa yang tadi eomma katakan? Aku tak salah dengarkan? Pendengaranku tak bermasalahkan? "Apanya satu bulan eomma?"

Tidak hanya eomma yang memandangiku,tapi appa,tuan choi,nyonya choi dan choi siwon -yang duduk di sebelahku- juga ikut memandangiku. Aku tahu,ini suara pertama yang kukeluarkan di malam ini.

Eomma menghela nafas dengan memandangiku dengan malas," kenapa kau malam ini melamun terus kyunie? Iya,1 bulan lagi dari sekarang kau akan menikah dengan siwonie"

"Apa tak terlalu cepat eomma?"

"Eomma sih maunya seminggu lagi atau mungkin besok saja kau menikahnya. Tapi,mana ada proses secepat itu"

Seminggu? Besok? Keinginan eomma? Sebenarnya yang mau menikah siapa? Aku atau eomma? Kenapa malah eomma yang memiliki antusias yang tinggi?

Eomma kembali mengobrol dengan nyonya choi seakan-akan pertanyaanku tadi cuma angin lalu.

Nyonya choi atau choi ryeowook. Yeoja paruh baya yang sangat mungil. Cantik dan aura keibuannya sangat terasa. Aku melirik ke uri eomma,beda dengan yang ini. Aura setannya paling berasa apalagi kalau marah. Tuan choi atau choi jongwoon. Meski auranya agak menyeramkan seperti eomma,tapi namja paruh baya ini masih terllihat tampan di usianya.

Mereka semua lagi-lagi berbincang tanpa memasukkan aku ke dalamnya. Para eomma sedang mengobrol rencana pernikahan. Dan para appa dan choi siwon asyik mengobrol tentang bisnis. Obrolan yang sama sekali tak kupahami.

Kusenderkan kepalaku di lengan sofa yang sangat empuk. Membosankan. Dan memejamkan mata.

.

.

.

.

.

Dalam hitungan detik,kyuhyun terlelap. Dan siwon tahu itu. Siwon yang dari makan malam selalu memperhatikan tingkah laku kyuhyun diam-diam yang tentu saja tak di sadari oleh kyuhyun sendiri. Dia tahu,betapa bosannya yeoja cantik itu malam ini. Dia tersenyum menatap kyuhyun yang sangat manis saat tidur,di sampingnya. Tangannya terulur untuk merapikan rambut kyuhyun yang menutupi sebagian wajahnya.

"Kamarnya ada di lantai dua wonnie"

"Ne?" Siwon menatap heechul tak percaya.

"Gwencana"

Siwon perlahan mengangkat tubuh kyuhyun. Dan membawanya ke atas ke kamarnya kyuhyun.

Kamar kyuhyun yang agak berantakkan,dengan kaset-kaset game yang berserakkan di lantai di bawah tivi beserta kabel-kabel yang entah berfungsi untuk apa apa saja.

Dengan extra hati-hati yang berlebihan,seakan-akan tubuh kyuhyun sangat rapuh, siwon membaringkannya di atas tempat tidur. Menyelimutkannya hingga sebatas dada. Siwon duduk di pinggir tempat tidur dengan mata yang tak pernah lepas memandangi kyuhyun. Tersenyum. Tangannya mengelus helaian rambut kyuhyun.

"Maafkan aku,mungkin kata-kata yang pernah ku keluarkan padamu sangat kasar. Entah kenapa,saat aku berada di sampingmu. Otakku langsung blank. Dan sangat gugup. Kemarin saat pertama kali kita bertemu,aku sudah jatuh cinta padamu. Kau sangat cantik kemarin. Dan aku tak bermaksud untuk mengataimu pelajar high school. Otakku sudah ingin memujimu cantik,tapi entah kenapa mulutku malah mengataimu seperti itu"

Siwon membungkukkan badannya,bibirnya sudah berhenti di depan bibir kyuhyun. Tapi,kemudian di menaikkan hingga di depan kening kyuhyun dan mengecup dengan lembut. " Maafkan aku yang sudah mencuri ciuman di saat kau tertidur. Benar-benar tidak gentle. Tapi,aku sudah tak tahan. Babykyu. Ah,aku sudah tak sabar untuk memanggilmu seperti itu" siwon terkekeh. "Babykyu,mungkin sekarang kau membenciku. Tapi,dihari yang akan datang bisa kupastikan kau akan ku buat jatuh cinta padaku"

.

.

.

.

.

Aku membuka mata keesokkan harinya. Memandangi langit atap kamarku,berfikir. Sepertinya semalam aku tertidur di ruang tamu. Kenapa pagi ini aku sudah berada di atas tempat tidurku? Siapa yang memindahkanku? Mungkin appa.

Tanganku meraba kening. Aku bermimpi seorang pangeran menciumku. Jantungku berdebar dengan kencang ,kenapa wajah pangerannya tak kuingat ya? Pangeran? Kenapa setiap aku berkata pangeran yang kuingat mukanya choi siwon? Okey dia memang pangeran. Pangeran kegelapan.

Kubuka selimutkku,mengambil handuk dan berjalan ke kamar mandi. Tentu saja mandi. Aku ada kelas pagi hari ini.

.

.

Setengah jam kemudian aku turun ke bawah menuju ruang makan. Di sana sudah duduk appa dan eomma.

"Kau sudah bangun kyunie?" tanya appa,matanya masih asyik membaca koran.

"Ne. Appa,kau yang memindahkanku ke kamar?" tanyaku sembari mengambil roti dan mengoleskan selai coklat.

"Bukan appa mu yang memindahkanmu ke kamar,tapi siwon " jawab umma

Membuatku membatu.

"Kau harus berterima kasih padanya,yang mau mengendongmu yang berat itu ke kamar"

"Aku tak berat eomma!"

"Ya,kau tak berat. Tapi gendut"

"Gendut?" itu kata-kata yang haram bagiku. " Aku tak gendut eomma! Kenapa eomma suka sekali menghina anaknya sendiri sih? Sebenarnya aku ini anakmu bukan sih?"

"Dari dulu aku selalu bertanya. Kau ini anakku bukan sih? Kau tak mirip aku sama sekali. Lihat saja. Eomma sangat cantik,lalu kau? Eomma langsing,lalu kau?"

Aku terperangah mendengar kata-kata cinderella ini. Ibu mana sih yang menghina anaknya seperti ini? "Jadi maksud eomma aku ini jelek? Aku ini gendut?"

"Itu kau tahu. Kyunie sayang,eomma tak menghinamu. Tapi,ini fakta"

Fakta? Apanya?!

Aku memakan roti dan mengunyah ganas. Tak seperti semalam,aku harus mengunyahnya perlahan. Terlalu lama. Dan saat ini aku kesal. Eomma berhasil membuat moodku di hari yang cerah ini berubah menjadi kelam.

"Kalau aku bukan anakmu,lalu aku anak siapa?"

"Tentu saja anak kami,kyunie. Lihat saja,sifat kalian samakan? Sama-sama pemarah" ucap appa,sambil melipat koran dan memandangi aku dan eomma bergantian.

"Hannie!"

"Appa!"

.

.

.

.

.

"Chukae!"teriak hyukjae saat dia baru masuk ke dalam kelas dan memelukku dengan sangat erat. Membuatku kesulitan bernafas. "Aku sudah mendengarnya dari young woon oppa" dia tertawa "benarkan kata-kataku kemarin,kau pasti akan menikah dengannya bulan depan. Ckk,sepertinya aku berbakat menjadi peramal"

Aku memutar bola mata "bukan peramal,hyukie. Tapi dukun"

"Ey,jangan sinis seperti itu kyunie. Harusnya kau senang dong. Sebentar lagi akan menikah dengan siwon oppa. Mana senyumnya"

Ku lirik dia dengan sebal,"sudahlah hyukie jangan ngebahas soal ini. Okey"

"Wae? Kenapa kau tak mau membahas ini? Ini berita bahagia kyunie. Dan aku ingin membahasnya"

Kuhela nafasku,"ya ya ya terserah lah"

"Kapan kau akan fitting gaun pengantinnya?"

"Kata eomma hari ini"

"Geure? Siwon oppa akan menjemputmu kesini?"

"Eum"

"Aku ikut ya" seru hyukie dengan sangat antusias. Melihatnya begini,seperti melihat eomma.

"Untuk apa kau ikut?"

Hyukie nyengir,"aku mau lihat,bagaimana prosesnya. Kau harus selalu mengajakku apabila kau ingin mengurus pernikahanmu. Aku ingin ikut andil dalam prosesnya. Dan aku akan mengajak hae oppa. Siapa tahu dia akan punya pemikiran akan melamarku juga"

"Terserah kamu hyukie. Kau ikut silahkan. Aku tak peduli"

"Lalu bagaimana dengan konsep pernikahanmu?"

Aku mengangkat kedua bahuku,"aku tak tahu. Semuanya diurus oleh eomma dan eommanya choi siwon"

"Kalau bulan madunya?"

"Bulan madu?"

"Iya,bulan madu. Pasti setelah menikah akan ada bulan madunyakan. Kau sudah siapa belum?"

"Siap untuk apa?"

"Siap untuk malam pertama" hyukie menaik turunkan alisnya. " Mau kupinjamkan video padamu tidak? Aku punya banyak video 'itu'. Kau mau yang biasa atau yang tidak biasa? Ayo,katakan saja padaku"

Video? Video ap... "yak Lee hyukjae!"

.

.

.

.

.

TBC

.

.

Chapter 3 datang ~~~

.

.

Makasih ya yang udah mau ngeriview :D

Makasih untuk ~ riika - WonKyuPet - Kayla WonKyu - - rikha-chan - dyayuda - Allyna Kyuzumaki - dazzledaisy - Augesteca - Cera - kyunda chan - Meseds - gaemgyu0321 - Choihyun93 - evil kyu- clouds06 - lea - dee - Guest - vira - ChoiChahyun - Guest - ratnasparkyu - wonnie - bulan ~

.

.

Maaf,lagi-lagi aku nggak bisa ngebalas reviewnya satu-satu :(

.

.

Ini aku repost ulang. Banyak typo yang menyebar. Untuk reader yang udah ngasih tahu. Makasih banyak ya.

Aku jadi malu O/O