Shin Sung Ah present
.
.
.
.
.
.
.
.
Aku sangat terkesan dengan butik yang di pilihkan wookie eomonim -aku harus biasa memanggilnya begitu-. Dari luar gedung butik terlihat tua dengan aksen bangunan eropa tapi di dalam butiknya -wuah- sangat mewah. Seumur hidup,aku pasti hanya kali ini saja aku menginjakkan kaki di tempat mewah seperti ini. Barang-barangnya terlihat sangat mahal,aku bahkan harus menelan saliva berulang kali.
Seperti yang kubilang,choi siwon datang menjemputku di kampus dengan mobil impianku itu. Dan hyukie dengan donghae oppa mengikuti kami dengan mobil donghae oppa. Begitu sampai disini,ternyata eomma dan wokkie eomonim sudah datang terlebih dahulu. Aku dan siwon di giring ke suatu ruangan yang dibagi menjadi 3 dengan kain putih. Aku memasuki salah satunya. Membuka pakaian -hanya memakai tangtop dan celana pendek- badanku mulai di ukur.
Hyukie masuk. Dia memperhatikan yeoja yang mengukur badanku. "Dadamu gede juga ya,kyunie"
Aku membelakkan mata mendengar kata-kata hyukie. Suaranya kencang sekali,pasti choi siwon itu mendengarnya.
"Cup C nde?"
"Pelan suaramu" bisikku
"Wae? Ah,kau takut siwon oppa mendengarnya? Tenang saja kyunie. Kau tak usah takut begitu. Sebentar lagi siwon oppa akan menjadi suamimu kan? Dia tahu ukuran dadamu kan tak apa,sebentar lagi dia juga akan melihat punyamu ini"
Ha-ah! Aku hanya bisa menghela nafas dan memejamkan mata. Kata-kata hyukie vulgar sekali.
Bahkan yeoja yang mengukur badanku menahan tawanya.
"Tunggu,kalau kalian sudah menikah siwon oppa tak akan hanya melihatnya kan? Dadamu pasti akan jadi mainan kesukaan siwon oppa"
"Lee hyukjae!"
.
.
Siwon membuka baju dan hanya menyisakan boxernya. Dia di ukur oleh namja,ini keinginan eommanya. Ryeowook tak mau siwon di ukur badannya oleh yeoja,bisa-bisa yeoja itu tak mengukur siwon tapi hanya memandang dan memegang badan indah siwon. Oh itu sangat berlebihan.
"Dadamu gede juga ya,kyunie" suara hyukie terdengar di ruangan samping.
Siwon membelakkan matanya,lalu wajahnya menatap tak percaya ke ruangan sebelah yang hanya di tutupi selembar kain putih.
"Cup C nde?"
"Tutup kupingmu!" Desis siwon ke namja yang ada di depannya. "rapat-rapat" tak lupa memberikan tatapan tajamnya.
"Wae? Ah,kau takut siwon oppa mendengarnya? Tenang saja kyunie. Kau tak usah takut begitu. Sebentar lagi siwon oppa akan menjadi suamimu kan? Dia tahu ukuran dadamu kan tak apa,sebentar lagi dia juga akan melihat punyamu ini"
Siwon mengangguk menyetujui perkataan hyukie.
"Tunggu,kalau kalian sudah menikah siwon oppa tak akan hanya melihatnya kan? Dadamu pasti akan jadi mainan kesukaan siwon oppa"
Siwon melotot dan lagi-lagi dia menatap ke ruangan sebelah dengan tak percaya. Apa sesama yeoja akan selalu mengobrol dengan vulgar seperti itu? Apa hanya hyukie saja yang perkataan nya sangat frontal?
"Lee hyukjae!"
Yah,sepertinya memang hyukie yang bicaranya terlalu vulgar.
.
.
.
.
.
"bagaimana dengan tempat pernikahannya?" tanya eomma.
Saat ini kami sudah pindah tempat dari butik ke restoran untuk makan siang. Kini kami sedang berada di restoran daging panggang.
Aku masih menekuk wajahku. Masih kesal dengan perkataan vulgar hyukie tadi. Aku tahu choi siwon itu mendengar semua,tapi dengan hebatnya dia seakan-akan tak tahu apa-apa. Tapi,tetap saja. Kenapa hyukie harus berkata seperti itu? Terserah lah dia boleh berkata vulgar di depanku,hanya di depanku. Tapi tidak di depan kuping namja itu kan?
"bagaimana kalau di ballroom hotel? Jadi selesai acaranya,kita bisa langsung tidur. Jadi tak akan repot jika ada sanak keluarga yang dari luar kota,mereka akan menginap di hotel saja" jawab wookie eomonim.
"ah,aku setuju" seru eomma. "kyunie,kau jangan makan terlalu banyak. Ingat,kau sudah gendut. Nanti ukuran gaun pernikahanmu akan berbeda"
Nah,ini lagi cinderella satu ini. Aku saja baru memakan beberapa potongan daging,bahkan masih bisa di hitung dengan jari tangan. Tak bisakah dirinya sehari saja tak menghina anaknya? Dan ini di depan orang lain. Di depan wookie eomonim,di depan choi siwon. Tak masalah kalau di depan duo monyet-ikan itu. Oh,eomma! Kenapa kau harus mengatai aku gendut? Gendut! Benar-benar. Hari ini aku di permalukan sekali.
Choi siwon memandangiku dari atas hingga bawah.
"berhenti memandangiku" desisku.
"kyuhyunie masih kurus eomonim,kecuali pipinya saja yang bengkak"
"ini bukan bengkak,ini chubby" sergahku
"sama saja" dia mengangkat kedua bahunya.
Kapan sih,namja ini tak membuatku kesal satu hari saja?
"Heechul eonni,siwon benar. Kyuhyunie masih terlihat kurus. Kalau saat ini dia tidak makan banyak,nanti beberapa hari sebelum pernikahan kyuhyunie akan stres dan tubuhnya akan semakin kurus. Jadi tak apa kau makan banyak kyuhyunie"
Oh,wookie eomonim. Kau memang malaikat! Aku tersenyum,senang. Dan melanjutkan makan. Eoh? Kemana perginya makan kambing -selada- itu? Setahuku tadi sangat banyak. Kenapa sekarang tak ada selembar pun? Dan lagi,daging panggang yang matang bayak sekali di bagianku? Aku melirik choi siwon yang makan dengan tenang di sampingku. Apa mungkin namja ini yang melakukannya? Benarkah? Sepertinya tak mungkin.
"kenapa kau tak makan? Dagingnya tak akan habis kalau hanya kau pandangi" ucap choi siwon.
"tanpa kau suruh,aku juga akan makan" aku memasukkan potongan daging panggang ke dalam mulut dan mengunyahnya.
"setelah menikah,kalian akan tinggal dimana wonnie?" tanya wookie eomonim.
"aku belum menentukannya eomma"
"bagaimana kalau di apartemen saja? Pasangan modern biasanya suka tinggal di apartemen" usul donghae oppa.
"apartemen hyung? Entahlah. Aku malah berfikir untuk membeli rumah"
Rumah? Wow. Seberapa banyak sih uang yang di miliki namja ini? Dia berfikir untuk membeli rumah? Harga tanah di seoul kan mahal. Apalagi membeli sekaligus beserta rumah? Harus menghabiskan berapa banyak uang? Aku langsung menyeringai. Yah,kalau dia memang kaya kenapa aku tak manfaatkan saja? Nanti aku akan mengikuti dia saat memilih rumah,akan aku pilih rumah yang sangat besar dan mewah yang memiliki taman yang luas dan juga kolam renang. Wuah,kau memang jenius kyunie!
.
.
.
.
.
Beberapa hari ini aku di buat sibuk,tentu oleh pernikahanku. Pernikahan? Yah pernikahan. Mau tak mau aku akan menikah dengan choi siwon itu. Pernikahan sudah di depan mata,mana mungkin aku membatal kan nya. Aku tak mau membuat malu keluargaku. Aku juga tidak seratus persen tak menginginkan pernikahan ini. Yeoja mana yang tak menginginkan pernikahan in? Menikah dengan namja tampan seperti choi siwon yang memiliki pekerjaan yang mapan. Keluarganya yang baik dan menyambutmu dengan tangan terbuka. Siapa yang tak mau? Aku pun sangat senang sekali,dan pastinya aku akan membuat semua para yeoja iri setengah mati padaku.
Asal mulutnya bisa di perbaiki. Yeoja mana yang akan tahan dengan hinaan tiap hari? Tak akan ada. Mereka akan langsung kabur,saat tahu bagaimana 'manisnya' mulut choi siwon. Tak akan ada lagi yang memujanya,aku yakin itu. Aku juga pasti akan kabur. Andai dirinya tidak 'menjilat eomma',aku sudah kabur dengan namja yang lain. 'Menjilat eomma' dengan wajah tampannya. Eomma kan pecinta namja tampan yang kaya.
Kembali ke sibukkan ku mengurus pernikahanku. Meski aku tak sepenuhnya yang menghandle,ada eomma dan wookie eomonim yag lebih sibuk ketimbang diriku. Aku hanya menganggukkan kepala,ketika di minta pendapat oleh mereka berdua.
Kami berempat aku-eomma-wookie eomonim-hyukie. Sedang berada di toko bakery. Memesan kue pengantin. Kami bermpat duduk bersejajar dan di depan kami duduk chef pastry -yeoja-
"jadi mau bagaimana dekorasinya?"
Sudah 10 menit kami membuka katalog kue.
"aku suka dengan dengan kue ini" wookie eomonim menunjuk ke salah satu gambar kue pengantin yang bertingkat 4.
"mau yang tingkat 4?"
"ne"
"bukannya sekarang ini sangat populer dengan hiasan kue orang-orang yang mirip dengan kita" kata hyukie. "Bagaimana kalau hiasaan kuenya dengan wajah kyunie dan siwon oppa?"
"ah,kau pintar hyukie. Itu sangat bagus"
Aku mengerutkan keningku. Bagus apanya? Hiasannya wajahku? Nanti wajahku akan di potong oleh diriku sendiri,lalu membagikan potongan-potongan wajahku dan ku bagi-bagikan ke para tamu. Dan mereka akan memakannya di depanku? Oh,no! Membayangkannya saja aku sudah bergidik ngeri,mana tega aku. Meskipun itu hanya coklat yang di bentuk menyerupai wajahku,tetap saja. Seakan-akan aku lah yang makan oleh mereka.
"kurang spektakuler kalau hiasannya wajah mereka" kata eomma.
Aku tahu apa yang akan eomma mau katakan. Eomma mau mengeksiskan dirinya.
"bagaimana kalau wajahku saja" Benarkan yang ku katakan.
Hening~ bahkan aku bisa mendengar suara jangkrik yang entah kenapa bisa berada di ruangan itu.
"ahjumma,ini kan pernikahan kyunie. Kenapa harus kue pengantinnya ada gambar wajahmu?" tanya hyukie bingung.
"benar eonni,kalau dirimu mau kue dengan adanya gambar wajahmu. Nanti aku buatkan saat ulang tahunmu" kata wookie eomonim.
Wajah eomma langsung masam. Aku menahan tawaku. Eomma~ eomma~ kau tak berkutik di depan orang lain eoh? Kekeke~
Chef yeoja itu hanya tersenyum memakluminya.
"jadi kuenya mau bagaimana?"
"4 tingkat dengan adanya wajah dia dan calon suaminya" hyukie menunjuk aku.
"boleh saya minta foto anda dan calon suami anda? Kalau bisa foto kalian berdua yang bersama"
"eh?" foto? Foto aku dan choi siwon yang bersama? Mana punya aku? Eomma menepuk dahinya pelan.
"wookie kita melupakan hal penting. Kyunie dan siwonnie belum membuat foto prawedding. Aigo~ ini kan paling penting. Mengapa kita melupakannya"
"kau benar eonni! Oh eotteohke?"
"kita harus mencari fotografer profesional,kau punya kenalan wookie?"
"ah,ada. Bagaimana kalau kita langsung kesana?"
"tapi,kuenya bagaimana ahjumma?"
"kami akan balik lagi setelah selesai dengan foto prawedding" ucap eomma yang langsung menggeret wookie eomonim.
Tinggal aku dan hyukie. Kami berdua saling bertatapan dan menghela nafas. "tak kusangka mempersiap kan pernikahan sebegini merepotkannya" ucap hyukie.
"tak akan merepotkan seperti ini,kalau yang mengurusnya bukan eomma"
"ah,kau benar. Chulie jumma,membuat semuanya menjadi kacau"
Aku hanya menganggukkan kepala.
.
.
.
.
.
Kami langsung pergi ke studio kenalan wookie eomonim. Dan fotografer yang dimaksud adalah adik dari young woon oppa,Kim kibum namanya. Masih sangat muda dan terlebih namja itu sangat tampan.
"imo,ada apa kesini?" kibum menaruh minuman di depan kami.
"kenalkan,ini cho heechul dan cho kyuhyun. Kyuhyunie calon istri siwon"
Matanya melebar menatapku. "oh,benarkah? Akhirnya siwon mau menikah juga? Wuah,chukae. Kau hebat kyuhyun-ssi bisa menahlukkan pangeran dingin itu"
Pangeran dingin? Pangeran kegelapan,baru benar.
"nah,kami ingin membuat foto prawedding. Kau bisa kan bummie?"
"tentu saja imo,aku bisa. Mana siwonienya?"
"siwon oppa Akan menyusul,kibum oppa" kata hyukie.
Kibum menganggukkan kepalanya,mengerti. "jadi kalian ingin tema apa?"
"kami akan melihatnya sebentar" Eomma dan wookie eomonim tampak serius memandangi tema-tema yang ada di laptop kibum. Dan hyukie pun mencuri-curi lihat.
"jadi,bagaimana kau bisa bertemu dengan siwonie?"
Aku mendongakkan kepala menatap kibum yang tersenyum padaku. Oh,senyumnya~ aku berdehem sebelum menjawab. "aku di perkenalkan oleh hyukie"
"lalu,siapa yang pertama kali jatuh cinta?"
Siapa yang pertama kali jatuh cinta? Mana aku tahu. Aku saja belum pasti,mencintai choi siwon atau tidak. Sedangkan choi siwon? Dia tak pernah mengatakan jatuh cinta padaku.
"ah,ini masalah pribadikah? Maaf kalau begitu. Bagaimana kalau aku bertanya,sudah berpa lama kalian mengenal satu sama lain?"
"2 minggu"
"ne? 2 minggu? Kau yakin? Dan kapan tepatnya kau akan menikah?"
"awal bulan depan"
"wuah,daebak! Kalian baru mengenal sebentar dan tak lama lagi akan menikah. Kurasa siwonie benar-benar menyukaimu. Karena yang kutahu,dia itu sangat tak ingin menikah. Dan ini,pernikahan tercepat. Kalau teman-temannya yang mendengar kabar pernikahan ini,pastinya mereka akan terkejut. Sangat terkejut dan tak percaya. Dan kau,kyuhyun-ssi akan menjadi orang yang pertama mereka cari"
"kenapa terdengar sangat mengerikan sekali?"
"oh,maaf. Bukannya aku menakuti. Hanya saja,teman-teman nya siwonie akan mencari. Hanya ingin tahu siapa yeoja yang telah membuat pangeran dingin itu memilih menikah secepat ini. Hanya penasaran. Kau tak usah takut atau cemas"
Aku jadi penasaran. "memangnya,dia tak pernah mempunyai kekasih?"
Kibum hanya menggelengkan kepala,"siwonie bilang,belum ada yeoja yang menarik perhatiannya. Mungkin dia belum bertemu denganmu
"ah,ini saja ahjumma!" seru hyukie membuat aku dan kibum mengalihkan pandangan ke arahnya.
"mm,sepertinya aku juga suka yang ini" kata eomma.
"apa tak terlalu..."
"tidak!"potong eomma.
"mau yang mana?" tanya kibum menghampiri ketiganya.
"tema ini,oppa" tunjuk hyukie ke layar laptop.
"tema malam pertama?"
"ne!"
.
.
Mwo? Tema malam pertama? Ada gitu tema seperti itu?
"bagaimana kyuhyun-ssi? Tema ini?" kibum membalik layar laptop untuk memperlihatkannya padaku. Di layar itu ada namja dan yeoja yang berbaring di atas tempat tidur. Sang namja sedang berada di atas yeoja. Aku tak tahu,di balik selimut itu mereka berdua memakai pakaian atau tidak. Tapi,yang pasti,itu sangat erotis. Apa aku harus berpose seperti itu? Dengan choi siwon? Di atas tempat tidur?! Oh,god!
.
.
.
.
.
TBC
.
.
Part empat datang~~~
Aku ngga pede dengan part ini,ancur sekali. Aku nggak dapat feel dengan part ini :( maaf mengecewakan kalian :(
.
.
makasih yang udah mau baca. dan makasih banyak yang pada ngereview. lagi-lagi nggak bisa membalas satu-satu.
Makasih untuk ~ shin min young - WonKyuPet - Augesteca - Allyna Kyuzumaki - sparkyumihenecia - vira - Guest - ratnasparkyu - gaemgyu0321 - Guest - ChoiCahyun - evilkyu - dazzledaisy - bulan - meotmeot - Anies Love Wonkyu - anin arlunerz - minnah ~
Maaf kalau ada yang belum di sebut
.
.
Makasih banyak yang udah ngasih tahu aku tentang typo di chapter 3 kemaren. makasih banyak. jangan segan-segan untuk memberitahukan ke aku lagi kalau banyak typo di part ini. aku akan cepet-cepet mem[perbaikkinya :D
.
.
