Shin Sung Ah present

.

.

.

.
.


.

.

.

.

.

"Shireo!"

.

Suara teriakkan yang terdengar saat aku memasuki salah satu ruangan di gedung studio milik sepupuku,kim kibum. Aku tahu siapa yang berteriak dengan sangat keras itu. Suara teriakkan yeoja. Seorang yeoja yang sudah membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama. Yeoja yang memiliki sifat tak biasa,tak seperti yeoja kebanyakan. Kelakuan dan perkataannya selalu membuatku tersenyum geli dan membekas di fikiranku. Yeoja yang kupaksa kuikat dengan tali pernikahan. Cho kyuhyun,nama yeoja yang telah berhasil menyita fikiranku akhir-akhir ini.

Dan sekarang,aku melihatnya sedang beradu argumen dengan chullie eomonim dan hyukie. Eomma dan kibum hanya diam,sepertinya mereka berdua hanya bertugas sebagai penonton yang baik.

"Aku tak mau,eomma. Kenapa tidak dengan tema yang lain saja? Kenapa harus tema itu? Itu namanya pornografi!"

Pornografi? Maksudnya?

"Anak bodoh! Kau ini sebenarnya anak siapa? Aku tak mungkin melahirkan anak bodoh sepertimu. Ini bukan pornografi,ini adalah seni. Se-ni!"

Kyuhyun menggembungkan pipi dan mengerucutkan bibirnya ke depan. Anak ini benar-benar sangat imut. Sepertinya tak salah juga dengan perkataanku yang kemarin,yang menyebut dia sebagai pelajar high school. Lihat saja tampangnya sekarang. Bagai remaja 17 tahun ke bawah. Aku masih tak percaya kalau yeoja ini sudah mahasiswa.

"Kyunie-ya,tema ini sangat jarang di pakai oleh pasangan lainnya"

"Tentu saja sangat jarang. Mana mau mereka memakai tema adult seperti itu! Eomma,kita memakai tema yang lain saja eoh? Masih banyak kan tema yang lainnya kibum-ssi?"

Kibum baru membuka mulutnya untuk menjawab,chullie omonim sudah berkata lebih dulu.

"Eomma ingin tema ini yang akan menjadi foto praweddingmu"

"Aku juga" seru hyukie.

Kyuhyun langsung menatap uri eomma. Dan eomma hanya meringis dan berkata,"aku ikut saja"

"Tiga lawan satu,kau kalah kyunie" ucap hyukie.

Aku berdehem,membuat semua orang yang berada di dalam ruangan memandangku,"kalian sedang membahas apa?" Aku melangkah mendekati mereka dan duduk di sebelah kyuhyun yang sedang merenggut dengan sangat imut. Ha-ah,aku semakin terpesona dengan dirinya.

"Ah,ini tentang tema foto prawedding kalian" jawab hyukie

"Lalu apa temanya?"

"Malam pertama"

Ne?!

Aku syok. Tema prawedding,malam pertama? Apa-apaan tema itu? Ini mau bikin foto prawedding atau mau bikin foto majalah dewasa? Ckk,kim kibum! Otakmu terlalu jenius ya. Sampai-sampai kau bisa membuat tema seperti ini.

"Eotte siwonnie? Kau setuju dengan kami kan?"tanya chullie eomonim.

"Apa tak ada yang lain?"

"Ada,tapi semuanya pasaran. Lebih baik tema ini. Kupastikan kau menikmati sesi pemotretannya siwon oppa" seru hyukie.

Menikmati sesi pemotretan? Benar kata youngwoon hyung,hyukie ini yeoja yang memiliki keyadongan yang luar biasa. "Aku tak suka memperlihatkan tubuhku di depan banyak orang"

"Oh,tenang saja wonnie. Kalian tidak akan bertelanjang bulat. Tema ini hanya menonjolkan keerotisan saja" kata kibum

Keerotisan? Apa aku harus berpose erotis dengan kyuhyun? Aku melirik kyuhyun,dia masih memberengut kesal. Jujur saja aku memang selalu membayangkan akan berpose mesra dengan kyuhyun. Bahkan sampai membayangkan melalukan yang 'iya-iya'. Hey,ini wajarkan! Aku ini namja dewasa,itu hal yang biasa dilakukan namja lajang sepertiku.

"Aku tak mau. Bumie,ganti temanya"

"Wae? Ini bagus siwonie"

"Yeah,bagus. Untuk pecinta seni. Dan sayangnya aku bukan salah satunya. Aku tak suka mengekpose badanku untuk orang lain,meski hanya tubuh bagian atas saja yang terlihat. Apalagi aku paling tak suka," aku melanjutkan. "Jika harus melihat yeoja yang akan kunikahi memamerkan tubuhnya di depanku untuk orang lain pandangi"

Hening.

Aku tahu kyuhyun menatapku dari samping,maka akupun membalas tatapannya.

.

.

Jantungku berdetak keras. Sangat keras. Hingga kedua telingaku mampu mendengarnya,betapa kencangnya jantung ini bekerja. Setiap aku mengingat perkataan choi siwon beberapa hari yang lalu. Kata-kata yang terdengar sederhana bagi orang lain. Tapi tidak untukku. Kata-kata itu sungguh sangat berarti. Dan membuatku yakin akan satu hal. Choi siwon,dia sangat menghargaiku. Aku memegang dada. Perasaan apakah ini? Apa aku mulai menyukai namja itu?
.

.

.

.

.

Tema prawedding kami adalah coupledate. Dimana aku dan choi siwon kencan bagai sepasang kekasih. Sepasang kekasih? Umm,anggap saja seperti itu. Atau lebih tepatnya sepasang calon mempelai? Yah,sama saja terdengarnya. Oke,abaikan.

Kami jalan beriringan dengan tangan saling bertaut. Dan melihat sekitar sekali-kali kami berdua akan berhenti dan melihat barang-barang yang dijual di pinggir jalan. Awalnya aku terlihat kaku dan tegang. Bagaimana tidak? Ini kontak fisik pertama kami. Sedangkan choi siwon terlihat santai sekali,seakan-akan aku dan dirinya sering bergandengan tangan seperti ini.

"Anggap saja kibum tak ada"

Kibum kadang berada di samping kiri-kanan atau depan-belakang kami berdua. Mencari angle yang pas untuk di foto olehnya. Aku mengulum senyum. Bukan itu yang membuatku kaku seperti ini. Dasar namja pabo. Tak peka kah dia? "Memangnya aku kenapa?"

"Yah,kau terlihat mm... tegang. Kerena kibum memfoto kita di tengah-tengah orang banyakkan?"

Aku tertawa,"bukan"

"Lalu?"

"Karena ini" aku mengangkat tanganku yang di genggam erat olehnya.

"Kau tak suka?"

"Bukan,aku tak biasa" ucapku jujur.

Dia mendorong kepalaku dengan jarinya,"dasar bodoh"

"Yak!" Ckk,mulai lagi dia. Mengataiku lagi. Dan apalagi dia melakukan tindakkan kekerasan padaku. Aku siap mengomel,tapi langsung terdiam saat mendengar kata-kata manisnya.

"Mulai sekarang kau harus biasa. Karena aku akan menggenggam tanganmu seperti ini setiap hari. Karena hanya tanganku yang pas untuk kau genggam. Lihat. Sela-sela jarimu memang terciptakan untuk kuisi dengan jemariku. Semuanya terlihat paskan"

Tubuhku langsung menghangat. Kedua pipiku,kuyakin sekarang memerah.

.

.

.

"kau harus jujur padanya,siwon. Bagaimana dia tahu akan perasaanmu padanya. Apalagi dengan pertemuan kalian yang seperti itu,kau terlihat sedang menggodanya. Bisa-bisa di beranggapan kau hanya ingin permainkan dirinya. Perlihatkan pada kyuhyun,kau memang ingin menikah dengannya"

.

.

.

.

.

"Kau ingin makan apa?"

Aku memandangi toko makanan di sekitar. "Sepertinya aku ingin memakan sup ayam pedas"

Choi siwon menarikku masuk ke restoran sup dan memesankan pesanan. kami duduk berdua. Kibum mengambil posisi duduk yang agak jauh dari kami.

Pesanan datang dan aku mulai memakannya dengan lahap. Ini makan siang yang kumakan di sore hari. Untung saja eomma-wookie eomonim-hyukie sudah pulang duluan. Mereka kecewa dengan keputusan siwon yang menolak mentajh-mentah tema yang mereka inginkan. Aku jadi tenang dengan ketidak-adanya mereka. Yah,kecuali wookie eomonim. Beliau pasti hanya mengikuti perkataan eomma yang super diktator.

"Makannya pelan-pelan" ibu jarinya mengusap ujung bibirku dengan lembut.

Aku mendongakkan kepalaku,menatapnya.

Choi siwon tersenyum. Benar dia tersenyum! Membuatnya berkali-kali lipat terlihat tampan. Oh,tuhan. Kau menciptakan manusia yang begitu sempurna ini.

Tanganku langsung memegang dadaku,disana jantungku bekerja dengan sangat cepat.

"wae?"

Aku langsung menggelengkan kepalaku,"aniya" lalu melanjutkan makan.

Apa aku sudah jatuh cinta padanya?

"Kau tak makan kimchinya?" Siwon meletakkan kimchi sawi putih di atas mangkok putihku. "Ayo,makan yang banyak"

Bagaimana aku bisa makan kalau kau terus saja memperlakukan diriku sebaik ini? Tunggu dulu! Ada apa dengan namja ini? Kenapa sikapnya berubah padaku? Ada apa? Kemana sikapnya yang selalu menghinaku itu. Ah,tapi tadi dia menghinaku juga kan? Yang menghinaku bodoh. Harusnya,aku bertanya. Kenapa sikapnya berubah menjadi semanis ini? Apa kepalanya terbentur benda berat?

Aku melihat kepalanya. Tidak. Kepalanya sepertinya tak terbentur apa-apa. Lalu apa yang membuatnya bersikap seperti ini? Apa ini hanya akting belaka karena kita berdua sedang melakukan foto prawedding?

"Ada apa dengan dirimu?"

Siwon menatapku dengan pandangan bertanya. Kedua alis tebalnya menyatu.

"Kau bersikap manis padaku saat ini,apa karena kita sedang melakukan foto prawedding?"

Siwon tertawa. Lama-kelamaan tawanya semakin keras. Membuat pengunjung yang lain menatap kami dengan pandangan bertanya. Setelah puas tertawa,dia berdeham. "Apa menurutmu aku sedang berakting?"

"Entah,aku tak tahu"

"Aku bukan aktor,kau tahu itukan" wajahnya langsung berubah menjadi serius.

"Lalu kenapa kau bersikap manis seperti ini tiba-tiba?"

"Kalau aku bilang aku telah menyukaimu dari awal kali kita bertemu. Apa kau percaya?"

.

.

.

.

.

"Sudah ku bilangkan siwon oppa itu menyukaimu. Kau sih yang tak mau mempercayaiku"

Kami berdua ada di salah satu kantin di kampus. Hanya duduk dan memesan minuman.

"Hyukie,sekarang kalau kau ada di posisiku kemarin. Kau juga pasti akan berfikiran sama denganku. Sikapnya dulu apa ada yang tersirat dia menyukaiku? Tidak ada kan?"

"Kau tahukan aku suka baca manga jepang"

Kenapa tiba-tiba dia bertanya ini? Melenceng jauh sekali dengan apa yang sedang dibicarakan. "Yah,aku tahu. Kau mempunyai banyak manga di kamarmu"

"Nah,di hampir semua manga yang kubaca. Namja yang menyukai seorang yeoja pasti akan berbuat sesuatu untuk menarik perhatian sang yeoja. Segala cara akan mereka lakukan,asal sang yeoja melihat mereka. Termaksud dengan cara yang siwon oppa lakukan terhadapmu. Siwon oppa katamu,dia selalu menghina akan dirimu kan. Itu adalah salah satu bentuk mencari perhatian"

"Masa iya?"

Hyukie menganggukkan kepala dengan semangat. "Namja yang mengeluarkan kata-kata hinaan di depan yeoja yang di sukai. Itu adalah kebalikkan dari setiap kata yang terucap. Maksudnya,jika namja itu bilang 'penampilanmu tak ada bagusnya'. Padahal dalam hatinya,dia memuji yeoja itu"

"Jadi,kemarin saat dia menghinaku dan mengatakan kalau diriku seperti pelajar high school itu adalah bohong?"

"Kemungkinan besar,dia tak mau mengakui kalau saat itu kau terlihat sangat cantik. Dan karena saat itu kau berpenampilan tidak seperti umurmu,makanya dia berkata kau pelajar high school" hyukie tampak berfikir. "Tak semua namja bisa memuji yeoja secara jujur,kadangkala mereka akan berbohong untuk menutupi perasaannya. Dan itu tipe siwon oppa!"

"Jadi,kalau choi siwon itu menghinaku. Aku harus beranggapan kalau apa yang dia katakan sebaliknya?"

Hyukie kembali mengangguk.

"Harusnya dia tahukan,kalau yeoja itu tak suka dihina"

"Kau tak suka dihina? Katakan saja padanya"

"Mengatakan secara langsung?"

"Tentu saja. Kalian ini akan menjadi sepasang suami istri. Kejujuran kan harus di nomer satukan"

Aku menyenderkan punggungku. Berfikir. Jujur? Akan seperti apa reaksinya?

"Bagaimana denganmu? Apa kau juga mulai menyukai siwon oppa?"

Aku terdiam,cukup lama. "Sepertinya"

"Itu bukan jawaban kyunie"

"Entahlah,aku saja masih bingung dengan perasaanku ini. Kemarin saat jalan dengannya,jantungku berdebar kencang saat choi siwon melakukan tindakkan yang tak biasa"

"Sepertinya kau sudah mulai jatuh cinta padanya"

"Sepertinya" aku akan bertanya pada namja itu. Bertanya secara detail tentang perasaanya padaku. Kalau memang apa yng dikatakan hyukie itu benar. Maka tak ada salahnya kan aku juga akan benar-benar jatuh cinta padanya.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

.Chapter 5 datang~~~

.

.

Makasih udah mau membaca fanfic ini,yang lama-lama aku bingung sendiri sama ceritanya. hahaha

Makasih udah mau repot-repot ngereview,, ~ WonKyuPet - rikha-chan - rii-ka - Kayla WonKyu - Allyna Kyuzumaki - everadit - ermagyu - vira - Guest - evil kyu - ratnasparkyu - Ryeona - lea - bulan - anin arlunerz - Kyukyu Wonkyu'90 - Choi Cahyun - meotmeot - Risa - wonniw - Anies Love Wonkyu ~

Maaf kalau ada yang belum kesebut :)

.

.

.

.

.