Shin Sung Ah present
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"pagi appa,pagi eomma" aku duduk di samping appa satu lagi.
"pagi,sayang" balas appa.
Aku menuangkan nasi goreng ke dalam piringku. Nasi goreng beijing,tentu saja appa yang membuatnya. Mana mungkin eomma.
"kau selesai kuliah jam berapa kyunie?"
"aku hanya ada 2 jam kelas pagi" aku memasukkan nasi goreng banyak-banyak ke dalam mulutku. Masakan appa memang paling enak!
"berarti nanti siang kau senggang?"
Aku hanya mengangukkan kepala.
"kau tak mau kemana-mana kan nanti siang?"
Aku menggelengkan kepalaku.
"kalau begitu kau antar bekal makan siang untuk siwonnie ne"
.
Satu detik...
.
Dua detik...
.
Tiga detik...
.
"ne?" aku bertanya lagi. Takut apa yang kedengar salah.
"aish,kau masih muda tapi pendengaranmu sudah seperti seorang haelmeoni" gerutu eomma. "eomma ulangi,kau dengarkan baik-baik"
Bisakah eomma tak menghinaku sehari saja? Aku harus membiasakan diri untuk menerima hinaan eomma sepertinya. Yang seperti haelmeoni itu siapa? Aku atau eomma? Eomma kan sering kali marah-marah tak jelas. Dan mendumel panjang kali lebar.
"kau siang nanti ke kantor siwonie mengantar bekal"
Otakku memproses. Untuk apa eomma menyuruhku mengantar bekal? Ya ampun bekal? Seperti anak TK saja harus dibawakan bekal. "shireo!"
"kau kira eomma menerima penolakkan?"
"tapi,eomma. Untuk apa membawakan dia bekal? Memang nya choi siwon itu anak kecil apa? Lagian eomma,kau tahu sendirikan anakmu ini tak bisa memasak apalagi membuat bekal yang harus diisi dengan lebih dari satu masakan"
"ckk,eomma tahu. Kau sangat bodoh untuk memasak. Masak ramen saja seperti sungai han yang meluap. Maka karena itu,ini sudah ada bekal yang eomma siapkan" eomma menaruh tempat makanan yang bertumpuk menjadi 4 tumpukkan ke atas meja makan.
Aku memandang takjub tempat makan yang kini ada di depanku. Oh,eomma sudah pintar masakkah? Hebat! Bisa membuat beberapa macam makanan. Jam berapa eomma bangun untuk menyiapkan bekal ini? Apa jangan-jangan eomma tak tidur semalam? "eomma,kau yang membuat semua ini?"
"tentu saja appa. Eomma mu kan persis sekali dirimu kyunie. Kalian berdua sifatnya 11-12"
"hannie,kau makan saja. Jangan komentar apapun!" desis eomma.
Appa melanjutkan makan.
Aku hanya bisa menggelengkan kepala. Sepertinya tadi eomma mengatakan kalau dirinya yang menyiapkan bekal? Tapi,ternyata tetap saja appa yang membuatnya. Eomma juga sama bodohnya kan seperti diriku. Benarkan?
"kata wookie,siwonie itu tak pernah memikirkan makan. Sering sekali siwonie telat makan bahkan tak makan jika tak ada yang mengingatkan dirinya. Sebulan siwonnie bisa masuk rumah sakit dua kali,karena telat makan. Jadi mulai sekarang dan seterusnya. Kau harus menemani siwonie untuk makan. Kalau kau sibuk,kau tinggal menelepon atau mengirim siwonie pesan untuk menyuruhnya makan"
Huh? Makan saja perlu diingatkan? Ckk,umur sudah setua itu. Aish,malas sekali diriku. Membuang-buang waktuku yang berharga. Kalau aku tak sibuk,aku kan bisa mendekam di kamar dan memainkan psp sampai malam.
"kau harus ingat itu"
"ne" tentu saja aku menjawab 'iya'. Kalau aku menolak,eomma pasti akan menceramahiku macam-macam. Bilang kalau aku sebentar lagi jadi istrinya lah dan bla bla bla.
.
.
.
.
.
Aku menghampiri meja resepsionis,disana duduk yeoja dengan makeup tebal dan pakaian yang ketat yang sangat kurang bahan.
"ada yang bisa di bantu?" bahkan suaranya pun pura-pura ramah. Lihat senyumnya itu,tidak ikhlas sekali. Apalagi dengan matanya. Mengamatiku seakan-akan aku makhluk asing dari planet mars.
"dimana ruangan choi siwon?"
Senyum hilang,mata mendelik tak suka dan suaranya langsung tak ramah,"nugu?"
"cho kyuhyun"
"cho kyuhyun? Kau siapanya manager choi? Pembantu barunya?"
Aku menatap tak percaya yeoja yang sudah berdiri di balik meja resepsionis. Apa-apaan yeoja ini? Seenaknya mengatakan orang pembantu. Kenapa dia persis choi siwon? Mengataiku sebagai pembantu. Apa semua karyawan disini tak memiliki sopan santun?
Aku menarik nafas dan menghembuskannya perlahan. Sabar kyu sabar! Jangan permalukan dirimu disini. Apalagi untuk siluman rubah itu. Ya benar,siluman rubah. Panggilan itu sangat cocok untuk yeoja ini.
"saya bukan pembantu choi siwon. Bisakah anda memberitahu saya dimana letak ruangan choi siwon?"
"saya tak akan memberitahu kepada nona. Lebih baik nona pulang saja"
Pulang? Yeoja siluman rubah ini menyuruhku untuk pulang? Aish! Tanganku gatal sekali ingin mencakar-cakar mukanya yang bagai badut pasar malam."jadi anda tak mau memberitahu dimana letak ruangan choi siwon?"
"tidak!"
"kenapa?"
"karena saya tak mau" lihat,lihat yeoja ini menatapku menantang.
"kyuhyunie?"
Aku berbalik saat ada yang memanggil diriku dengan nada yang ragu-ragu. "sungie aboenim!" Aku langsung berlari menghampiri yesung aboenim yang berdiri tak jauh dariku dan dirinya sedang di kelilingi beberapa namja paruh baya berjas seperti dirinya. Aku langsung memeluk lengan yesung abeonim dengan manja dan tersenyum lebar padanya.
"kau kesini ingin bertemu wonnie?"
"ne" aku langsung ingat dengan yeoja siluman rubah. Diam-diam aku menyeringai. "tapi,tadi aku tak boleh masuk dan tak dikasih tahu dimana ruangan siwon oleh ahjumma itu" aduku sambil menunjuk yeoja siluman rubah,dengan tampang sangat memelas.
Yesung aboenim langsung memberi pandangan tajam ke yeoja siluman rubah,sedangan yeoja siluman rubah hanya menundukkan wajah yang sudah pucat. Hu-uh,rasakan itu siluman rubah!
"manager park,anda urus bawahan anda itu" ucap yesung aboenim dengan suara datar. "ayo,kyuhyunie. Aboenim akan mengantarkanmu"
Aku memeletkan lidahku ke siluman rubah itu.
.
.
.
.
.
"masuk" suara bass choi siwon terdengar dari dalam setelah aku mengetuk pintu yang tertutup di depanku itu.
Cklek!
Choi siwon mendongakkan kepala,lalu tersenyum saat melihatku yang memasuki kantornya. "oh,hai!"
Dengan hanya melihatnya tersenyum dan berbicara lembut padaku,jantungku berdetak dengan sangat kencang. Aku menggigit bibir bawahku,debaran jantung yang sangat menyenangkan.
Mungkin aku yang sedang melamun atau aku yang tak melihat choi siwon yang kini sudah berdiri di depanku persis dan tangannya meraih salah satu tanganku dan menariknya dengan lembut. Dan aku di tuntun untuk duduk di salah satu sofa yang berada di dalam ruangan. Dan dirinya pun duduk di sebelahku.
"aku senang melihatmu datang kesini"
Dengan choi siwon yang duduk miring menghadapku dengan jarak yang sangat dekat. Apalagi tangan kananku masih di genggam olehnya,di tambah elusan ibu jarinya pada punggung tanganku. Membuatku meremang. Dari sudut mataku,aku bisa melihatnya menatapku dengan sangat intens. Ha-ah,tuhan! Aku hanya bisa duduk dengan sangat tegap dengan posisi badan menghdap ke deapan. Tak berani sama sekali menatap langsung choi siwon. Posisi seperti ini saja membuatku sangat susah untuk bernafas.
"kau datang kesini ingin makan siang denganku?"
Ah,matta! Makan siang. Apa karena posisi yang menurutku sangat intim ini yang membuatku lupa akan tujuanku datang kemari? Sepertinya. "aku bawakan makan siang"
Tak ada tanggapan. Aku memberanikan diri menolehkan kepalaku menatapnya. Dan ternyata choi siwon sedang menundukkan kepala menatap tangan kami yang saling tertaut.
"kau tak suka?"
"aku suka. Tentu saja aku suka. Tapi,aku tak suka kalau kau memaksakan dirimu,babykyu. Pasti dirimu mengikuti perintah chullie eomonim."
Eoh? Bagaimana dia tahu? Aku langsung mengalihkan pandangan tak berani menatap choi siwon. Suasana menjadi sangat canggung.
Sampai dirinya membuka suara memecahkan kecanggungan diantara kami "ah,aku lapar. Bagaimana kalau kita mulai memakannya?" choi siwon membuka satu persatu kotak bekal yang kubawa. "wuah,banyak sekali. Apa chulli eomonim yang membuat semua ini?"
"tentu saja tidak. Uri appa yang membuat semua ini"
Choi siwon tertawa "geure? Wuah,han abeonim hebat sekali. Mm,ini enak sekali" dia memakan satu suapan daging sapi. "kau juga harus memakannya"
Aku mengerutkan dahiku. Saat dirinya memilah-milah dan menyingkirkan segala bentuk sayuran yang terdapat di dalam. Dan menyuapi diriku. Aku mengunyah makanan dengan perlahan. Memandang choi siwon dengan bertanya. "kau tahu aku tak suka dengan sayuran?"
Choi siwon menoleh memandangku dengan tatapan mata yang sangat lembut dan tersenyum. "tentu saja. Kitakan sudah pernah beberapa kali makan bersama. Dan aku selalu memperhatikanmu yang selalu menyingkirkan sayuran yang berada di piringmu"
Satu kalimat yang kutangkap,membuat perasaanku tiba-tiba menghangat. 'Aku selalu memperhatikanmu'
"Ini makan lagi" kembali diriku di suapi. "Kau sangat menyukai daging sapi kan?"
"Bagaimana kau tahu?"
Choi siwon terkekeh,"ey sudah kubilang padamu. Aku selalu memperhatikanmu babykyu. Boleh aku memanggilmu babykyu? Aku suka sekali dengan panggilan itu. Sangat cocok denganmu"
"Cocok? Apa karena menurutmu aku seperti anak kecil,jadi kau memanggilku seperti itu?" Aku ingat dia pernah menghinaku,kalau aku seperti pelajar high school.
"Karena wajahmu sangat imut dan manis babykyu"
Wajahku memanas. Okey,yeoja mana sih yang tak akan tersipu seperti diriku saat ini? Di puji seperti itu oleh namja yang kadar ketampanannya seperti malaikat? Aku tertawa dalam hati. Sepertinya kemarin-kemarin aku masih menyebut choi siwon sebagai pangeran kegelapan? Kenapa sekarang aku menyebutnya malaikat? Entahlah. Mungkin aku sudah benar-benar masuk ke dalam pesona dirinya.
"Kalau aku memanggilmu babykyu,kau memanggilku apa?"
"Ne?"
"Mm,bagaimana dengan chagiya? Atau yeobo?"
"Shireo!"
"Wae itu panggilan yang sangat manis kan?"
"Geumanhe! Habiskan saja makan siangmu" seruku dengan wajah merona hebat.
Choi siwon terkekeh lagi dan menyuapkan banyak-banyak bekal yang kubawa. "Kau sangat manis saat tersipu seperti itu,babykyu"
"Berhenti menggodaku!"
.
.
.
.
.
"Wonnie,kau sudah mau pulang jam segini?" Tanya youngwoon hyung saat aku melewati ruangannya untuk pulang.
Aku melihat jam yang terpasang di lengan kiriku,pukul lima sore. "Ne,hyung. Aku ada janji makan malam dengan babykyu"
Kulihat youngwoon hyung terbelak tak percaya. "Apa? Kau memanggilnya apa? Babykyu? Wuah,sudah ada kemajuan yang sangat pesatkah?"
Aku tersenyum sangat lebar. "Ne,berkat saranmu hyung"
"Saranku? Ah,yang menyuruhmu untuk berkata jujur akan perasaanmu pada kyuhyunie?"
Aku menganggukkan kepala. "Ne. Awalnya terasa sangat kaku. Tapi,kelamaan aku mulai terbiasa untuk jujur memperlihatkan perasaanku,hyung"
"Baguslah kalau begitu"
"Tapi,hyung. Kenapa rasanya babykyu masih belum bisa menerima perasaanku ya hyung? Padahal aku sudah berusaha untuk menunjukkan semua hal yang kurasa padanya. Dia masih ragu padaku"
Youngwoon hyung diam,berfikir. "Kau,sudah melamarnya?"
"Sudah hyung! Bahkan aku sudah meminang dirinya"
"Bukan itu bodoh! Maksud aku,kau sudah benar-benar melamarnya belum? Bukan sudah meminangnya"
Aku mengerutkan dahiku,"bukannya itu sama saja hyung? Melamar dengan meminang?"
"Itu berbeda! Meminang itu melamar dirinya pada orang tuanya. Sedangkan melamar itu secara personal. Kau dengan kyuhyunie saja"
"Secara personal? Belum hyung"
"Ah,kemarin itu kau kan memaksa kyuhyunie. Bukan meminang secara benar"
Aku menganggukkan kepalaku membenarkan perkataan youngwoon hyung. Benar,kemarin itu aku memaksa kyuhyun untuk menikah denganku. Aku belum melamarnya dengan benar. Apa mungkin karena aku yang kemarin memaksanya untuk menikah denganku,membuatnya belum benar-benar yakin akan perasaanku padanya? "Apa karena itu,babykyu ragu padaku hyung?"
"Sepertinya iya,wonnie. Kau harus melamar kyuhyunie dengan benar. Baru dia yakin akan dirimu yang mencintainya"
"Melamar? Bagaimana caranya?"
Kami terdiam. Sama-sama sibuk dengan fikiran masing-masing.
"Bagaimana kalau kau melamarnya di saat makan malam nanti?"
"Nanti malam hyung? Tapi,aku... aku belum ada persiapan apapun" ucapku panik. Bagaimana tidak panik. Aku diharuskan melamar anak gadis orang di malam ini juga tanpa persiapan apapun. Dan dalam hitungan beberapa jam.
"Tenang saja,aku akan membantumu" aku melihat cengiran youngwoon hyung yang sangat lebar.
Ide apa yang melintas di benak youngwoon hyung? Kuharap bukan ide gila.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
Chapter 6 datang ~~~
.
Makasih udah mau membaca dan ngreview :D
.
Makasih ~ anin arlunerz - evil kyu - meotmeot - ChoiChahyun - vira - lea - wonnie - ratnasparkyu - Shin jira - dazzledaisy - MoonGyuWoon - miszshanty05 - everadit - Kayla WonKyu - Augesteca - Wonkyudee - shin min young - AniesLoveWonkyu - riikha-chan - yoshiKyu - Allyna Kyuzumaki - ermagyu - WonKyuPet ~
.
Maaf kalau ada yang belum aku sebut namanya atau aku menulisnya dengan salah :D
