Jungkook berjalan dengan tergesa-gesa melalui koridor sekolahnya."sangat sepi sekali",piker jungkook. beruntung Mr. Yoon, penjaga sekolahnya mengizinkannya masuk. Karena ia tahu bahwa Mr. Yoon hanya merasa kasihan kepadanya,Bagaimana tidak, Mr. Yoon tahu bahwa seorang jeon jungkook adalah siswa berprestasi di sekolahnya,selain mendapatkan beasiswa di sekolah itu,Mr yoon juga tahu Jungkook hanya hidup sebatang kara di itu merupakan hal yang sangat sulit bagi anak Mr. yoon.,maka dari itu dia sudah menganggap Jungkook seperti anaknya sendiri.

Dari jauh jungkook sudah melihat Guru Lee hendak masuk ke dalam kelasnya, Gurunya yang terlalu asik menelpon seseorang tidak sadar dia menabrak tempat sampah yang ada di depan pintu masuk kelas 1a,Dengan kesal akhirnya guru Lee pun membereskan sampah-sampah kertas yang tadi ia tabrak,"Aish, mengganggu saja sampah-sampah ini" Gerutu Mr. Lee . Jungkook yang melihat guru Lee sedang sibuk tak menyia-nyiakan kesempatan dengan sangat kencang ia berlari menuju kelasnya. 5 . 4 . 3 . 2. 1 sebelum guru lee selesai membereskan sampahnya , Beruntung, jungkook sudah masuk. dengan cepat Jungkook pun duduk di bangkunya.

"Yah, jungkook,kau selalu saja telat,sudah kubilang jangan terlalu over saat bekerja." Ucap Hanbin pada seseorang yang duduk di belakangnya, dilihatnya jungkook yang masih mengatur deru nafasnya.

" Tenang, aku masih baik-baik saja," Ucap jungkook santai,

"Dasar kau ini, memangnya kau kira …" ucapan hanbin terputus saat dilihatnya guru Lee masuk kelas. Murid-muridpun mengehntikan aktifitas mereka. Guru Lee memandang wajah murid-muridnya lalu ia pun tersenyum.

"Baik anak-anak, hari ini kita akan mengadakan test," Ucap guru Lee yang disambut dengan suara riuh murid-murid di kelasnya.

"Tapi songsaenim,ini terlalu mendadak" ucap salah satu siswi di kelas tersebut, Jungkook hanya menggelengkan kepalanya lalu tersenyum melihat tingkah dan protes teman-temannya mengenai test tersebut. Bagi jungkook tidak ada masalah dengan test itu, Memang dasar otak jungkook yang terlalu pintar sehingga walaupin ia sibuk bekerja part time ia masih bisa mendapatkan nilai yang bagus. senyumnya semakin lebar ketika melihat hanbin yang juga ikut-ikutan mengeluh dengan test tersebut.

Hanbin yang sadar jungkook tersenyum dan tertawa kecil ke arahnyapun langsung merayu jungkook dengan aegyo andalannya, "jungkook-ah, kau bantu aku ya,hehe". "Ani,aku tidak mau" ucap jungkook sambil menjulurkan lidahnya , mengejek hanbin. "aish,bocah ini cute sekali" pikir hanbin

Beruntung sekali setelah test tadi guru Lee memulangkan muridnya lebih awal,karena ada sesuatu hal yang sangat penting menurutnya untuk dan jungkook memutuskan untuk sekedar mengobrol di café cozy yang pernah mereka kunjungi dulu. tiba tiba jungkook menghentikan langkahnya ia ragu masuk ke dalam café tersebut. "Kenapa berhenti jungkook?"Hanbin menatapnya heran. "Ani, aku hanya jadi ingat kejadian waktu itu"Ucap jungkook yang terus menatap kebawah. "kau Tak perlu khawatir,manusia itu tidak akan menampakkan dirinya lagi disini."ucap hanbin sambil menggenggam tangan jungkook sambil menariknya masuk kedalam café.Pipi jungkook memerah karena hanbin yang menggenggam yangannya begitu Jungkookpun hanya mengangguk dan mengikuti hanbin ke dalam.

"Apa aku boleh bertanya sesuatu,jungkook?" Tanya hanbin.

"Ada apa denganmu hyung, kau ini seperti baru mengenalku saja,tanyalah jika kau ingin bertanya hyung" jawab jungkook, Ia merasa bahwa hanbin masih saja terus memandanginya. Akhirnya Jungkookpun memutuskan memandang balik hanbin sesaat lalu kembali melihat cangkir yang ada di genggamannya.

"Hmm, ini mengenai monster yang kita temui di café ini" ucap hanbin sambil memandangi terus wajah jungkook. "Monster?" Tanya jungkook polos."Yah, tentang kim taehyung," hanbin masih menatap jungkook serius. Melihat jungkook yang masih terdiam hanbin melanjutkan pertanyaannya."siapa dia?apa dia hyungmu,saudaramu ?ahh atau teman lamau?" , Jungkook terdiam dan akhirnya berkata,"Kenapa kau begitu ingin tahu?"wajah jungkook berubah menjadi sedih. Hanbin menggenggam lagi tangan jungkook "Ani, lupakan saja jungkook. Maaf aku seharusnya tak perlu ikut campur atas masalahmu". Jungkook terdiam mendengar perkataan hanbin. "Kau suka dengan café ini jungkook,kita harus sering sering kemari kalau begitu."ucap hanbin mencairkan suasana mereka berdua.

"dia ada tunanganku,hyung." Hanbin terkejut. Matanya melebar dan mulutnya menganga karena terlalu kagetnya."what the hell,jeon jungkook,kau ? kau sudah bertunangan? Sejak kapan?dimana? kenapa kau tak pernah cerita padaku?". Jungkook memandang heran hanbin. Matanya yang lucu berkedip berkali kali lalu berkata "ada apa denganmu hyung? Apa kau terlalu terkejut mendengar ini semua?". "Damn,jungkook. Bagaimana aku tidak terkejut, menyebalkan sekali dirimu,Bahkan kau tak pernah cerita padaku tentang monster itu,kookie-ah,". Jawab hanbin lesu. "Ani,bukan begitu hanya .." jungkook menghentikan memandang secangkir kopi yang ada di genggamannya. Entah semenjak kapan air matanya menetes,lalu ia merasa air matanya mengalir di kedua pipinya. "Kau kenapa,kookie-ah? Ceritalah padaku,Kau sudah kuanggap sebagai adikku sendiri," hanbin memandang jungkook khawatir. "ku mohon,bicaralah, sampai kapan kapan kau akan memendam ini sendiri?" hanbinpun kembali menggenggam tangan jungkook.

Jungkook tiba-tiba merasa hangat, Hanbin menggenggam tangannya dengan hangat dan itu membuatnya nyaman. "Karena, …" Jungkook mencoba mengatur .Melihat Hanbin yang masih memandangnya , jungkook akhirnya melanjutkan perkataannya. "Karena pertunangan ini hanya kebohongan hyung, pertunangan ini tanpa di dasari rasa cinta. Kim taehyung tak akan pernah mencintaiku, Dia tak pernah menggap aku adalah tunangannya. Dia sangat membenciku,Hanbin hyung, " jungkook masih menangis lalu melanjutkan perkataannya.

"bagiku, Dia terlalu sempurna, begitu Kaya sehingga apapun yang ia mau dapat ia dapatkan,dia juga Tampan setiap orang yang dia suka bisa ia miliki, sedangkan aku, ? aku hanya …. " Jungkook tak sanggup melanjutkan perkataannya. Ia menundukkan kepalanya,Tangisnya semakin jadi."Aku hanya seorang jeon jungkook, A looser, Poor boy, and my life full of shit.

- Flashback-

"Aku kim taehyung jungkook-ah" Taehyung tersenyum kepada jungkook, jungkook masih ingat bagaimana saat itu taehyung tersenyum kepadanya, senyum yang sangat manis pikir tak percaya bahwa seseorang didepannya adalah kim taehyung. Sahabat kecilnya dulu. Orang yang pernah jungkook suka.

"Kau kim taehyung?" Tanya jungkook dengan kaget, Taehyung hanya mengangguk , senyumnya masih menghias wajahnya." Kau tahu, ibuku bilang kita akan di jodohkan, kau tau tae hyung, aku begitu senang saat mendengar itu semua," jungkook berkata ,

"oh ya, apa Kau masih ingat dulu kau sering sekali menggodaku,hyung?. Bahkan kau pernah bilang menyukaiku dan mengajakku menikah ketika kita sudah besar dan aku tak menyangka bahwa semua ini akan menjadi kenyataan."pipi jungkook memerah dengan perkataannya sendiri. senyumnya yang lebar dan begitu ceria membuat taehyung terdiam,ia memejamkan matanya lalu menggelengkan kepalanya. "Ani, bukan itu maksudku jungkook-ah.". Senyum jungkook tiba-tiba menghilang,keceriaanya yang tadi ia tunjukkan berubah menjadi keheningan. "Apa maksudmu, Tae hyung?" Tanya jungkook heran. Hatinya berdebar-debar menunggu jawaban dari taehyung.

Taehyung menghela nafas memandang wajah jungkook. Sambil memegang kedua bahu jungkook ia berkata,"Dengarkan \aku jungkook,aku tak bisa menerima pertunangan ini" di lihatnya jungkook yang terkejut, Matanya membesar,air matanya terlihat menggenang di kedua sudut matanya. bocah itu hanya bisa diam . Taehyung bisa melihat perubahan raut wajah anak itu. Matanya yang semakin memerah menahan tangis, Nafasnya yang menderu-deru seperti sesak nafas. Taehyung melepaskan kedua tanganny dari atas bahu jungkook" Maaf, aku tidak mengerti kenapa orang tua kita melakukan ini semua. Tapi kau tahu jungkook, pertunangan atau pun pernikahan tidak akan pernah bahagia bukan, jika tidak didasari cinta?kau pasti tahu itu kan jungkook?Dan aku, …" Taehyung menahan perkataanya, dilihatnya jungkook yang menundukkan kepalanya. Airmatanya jatuh tak terbendung, Taehyung tidak tega, tidak tega ,tapi ia harus tetap melakukannya. Karena bagiamanapun juga ia tak mau makin melukai perasaan anak , Di sisi lain ia juga tak mau melukai perasaan jinhwan kekasihnya. Kekasih yang sudah 1 tahun bersamanya. Ia begitu mencintai jinan- Nya.

"Aku tidak mencintaimu, jeon jungkook , aku tahu mungkin dulu memang kita sangat dekat, atpi itu hanya kenangan,kan?dan seharusnya Kita tak hidup dalam kenangan jungkook, Kau harus menyadari itu. Disamping itu aku juga memiliki seorang kekasih. Kau pasti tau bagaimana perasaan kekasihku,jika ia tahu bahwa aku ternyata memiliki seorang tunangan?" Jungkook yang mendengar perkataan taehyung hanya bisa mengangguk pelan. Ia mengusap airmata yang jatuh dari pipi nya. Lalu berusaha menahan tangis Ia berkata "Aku tahu hyung, tidak seharusnya kita hidup dalam bodoh dengan semua kenangan masa kecil kita." Jungkook tersenyum. Matanya yang sembab dan Air matanya yang tertahan membuatnya jatuh hanya setes demi setetes. Taehyung memandang mata jungkook dengan dalam. Ia bisa merasakan bagaimana sakit hatinya di posisi jungkook. Ia merasa telah menjadi orang yang paling jahat karena telah membuat jungkook menangis. Bocah ini tak pantas menagis, Fuck kim taehyung, Kau adalah orang yang sangat jahat. Paling jahat di dunia ini. Batin taehyung.

"Lalu,? "Jungkook kembali melanjutkan perkataannya "Apa yang akan kau lakukan? Kau akan membatalkannya?"

Taehyung terdiam mendengar pernyataan jungkook kemudian ia menggeleng "Bukan aku jungkook, bukan aku yang harus membatalkannya tapi kau. "Jawab taehyung dingin.

Jungkook terkejut matanya melebar "Kenapa harus aku, orang tua mu yang meminta orang tuaku untuk menjodohkan aku dengan kau kim taehyung ssi?" jawab jungkook yang menahan amarah. Menahan rasa sakit dan sesak yang kini menyelimuti dadanya.

Kim taehyung ssi?Taehyung terkejut mendengar namanya di pangil oleh anak ini begitu formal. Bukankah baru saja ia masih memangilnya dengan sebutan hyung? Apakah kali ini jungkook benar-benar marah? Pikir Taehyung.

"kau bisa bilang bahwa kau memiliki pacar,taehyung ssi. Jadi kita tak perlu menerima pertunangan ini." Jungkook smirked lalu menatap taehyung "Apa kau terlalu egois untuk mengakui kekasihmu itu pada ayahmu,? Taehyung yang melihat raut muka jungkook menjadi bagitu menyeramkan, bahkan dia bisa melihat jungkook menatapnya dengan tatapan penuh kebencian.

"Bukan begitu jungkook, tapi Aku tahu, ayahku tak akan membatalkan semua ini jika bukan kau yang menolaknya jungkook. Berkatalah sebaliknya jungkook,berkata lah bahwa kau yang sudah memiliki kekasih, dan batalkan pertunangan kita .Ku mohon, jungkook" Pinta taehyung.

"maaf, aku tak bisa, Taehyung ssi." Jawab jungkook dengan dingin.

Entah sudah keberapa kalinya jungkook memanggil nama taehyung dengan sebutan ssi dan Taehyung benci mendengar jungkook memanggil dirinya dengan sebutan mencoba sabar dan kembali memegang bahu jungkook lagi dan berkata denga tajam "Mengapa, kookie-ah?"

Jungkook kaget mendengar taehyung menyebut namanya dengan sebutan pun tersenyum sambil berjalan meninggalkan taehyung yang masih mematung. "maaf, taehyung ssi, aku tak bisa menerima tawaranmu,aku tak ingin membuat orang tuaku sedih hanya karena aku membatalkan pertungan ini,Pertunangan yang diajukan oleh sahabat orangtua ku sendiri."

Taehyung menahan amarah dalam dirinya. Menarik nafas dalam-dalam lalu berkata "Kau tahu jungkook ,aku tidak akan pernah mencintaimu. Dan kau juga tidak akan pernah bahagia bila bersamaku. Simpan mimpimu untuk bertunangan dengaku. Apa kau sadar bahwa dirimu dan keluargamu tak pantas bersanding denganku jeon jungkook" Taehyung terpaksa berkata seperti itu agar jungkook merasa sakit hati dan benci kepada dirinya. Karena sungguh,Taehyung tak pernah menganggap seseorang lebih rendah atau tak pernah memilih teman berdasarkan kekayaannya. Tapi kali ini ia terpaksa berkata seperti itu."Batalkan pertunangan ini atau kau akan menyesali semuanya". Jungkook menghentikan rasa luka yang begitu sangat menyayat hatinya. Taehyung menghampiri jungkook yang terdiam di tempatnya berdiri. Memastikan agar jungkook kali ini menerima tawaran nya.

Jungkook lagi-lagi memandang taehyung dengan smirk yang menghias wajahnya.

" Sayang sekali,semua sudah kubilang Aku tak ingin membuat orang tuaku menderita. Tak ingin membuat mereka sedih karena menolak pertunangan ini taehyung ssi. Karena bagiku senyum dan bahagia kedua orang tuaku sudah cukup untuk bisa membuat diriku bertahan hidup. Aku tak takut dengan akan tetap menerima pertunangan ini. Maaf kim taehyung ssi, Tapi aku tak punya pilihan lain. Dan Jika kau ingin membuat hidupku menderita lakukanlah. Aku tidak akan menyesali semuanya" ucap jungkook dingin kepada taehyung. Dan Sebelum ia benar –benar pergi meninggalkan taehyung ia berkata lagi "Tapi satu hal yang kau tahu kim taehyung ssi, Kenangan adalah sesuatu yang pernah kita lewati selagi hidup di dunia iniTak ada satupun orang hidup yang tak memiliki orang tersebut mati. Jika kau terus berpura-pura melupakan itu semua,maka sampai kapanpun kau tak akan pernah merasa benar-benar hidup,Kim taehyung I'm sick with such a people like that" Jungkook smirked and whispered in taehyung's ear "Ingat itu, kim taehyung ssi " Taehyung hanya bisa membeku,diam mendengar ucapan jungkook, ia tak menyangka bocah yang begitu manis, lugu dan ceria bisa berkata begitu tajam hingga Ia menangis dalam hati,ia begitu marah atas perkataan bocah itu kepadanya. Hatinya seperti terbakar. Dan taehyung bersumpah mulai hari itu ,ia sangat membenci jungkook. Mmebenci segalanya yang ada pada bocah itu.

-FLASHBACK END-

Hanbin masih menggenggam tangan jungkook yang bergetar karena menangis. Begitu banyak beban yang di alami jungkook, " Apakah Tuhan tidak memberinya kebahagiaan 1 hari saja" batin hanbin. "kau tak pantas menangis kookie-ah. Kau terlalu berharga untuk menangisi seseorang seperti kim taehyung." Hanbin berkata. Ia,masih menggenggam tangan jungkook "Aku yakin dia akan menyesali semuanya jungkook,Dia akan menyadari kesalahannya yang telah menyakiti dirimu,Menyakiti hati seorang jeon jungkook. jadi berhentilah menangis .Kau tahu tidak,kau terlihat sangat jelek jika menangis"

jungkok berhenti menangis,Lalu meminum kopi yang ada pada suddenly smirked. Smirked yang pernah ia tunjukkan kepada taehyung dulu. Smirked yang bisa membuat orang lain begitu takut saat melihatnya. Hanbin terkejut melihat perubahan raut wajah pada jungkok "Kau tahu hanbin hyung, Semut yang kecil juga bisa menggigit bukan?" ucap jungkook

Hanbin yang kagaet mendengar ucapan jungkook hanya bisa mengangguk lalu tersenyum hangat pada jungkook. Hanbin mengacak-ngacak rambut jungkook lalu berkata,"Yeah kau benar. bAhkan semut itu pun bisa begitu seksi saat menggigit, jungkook" hanbin bilang. Kemudian ia berlari keluar cafe Meninggalkan jungkook yang masih terbengong-bengong "Yah,!kenapa kau meninggalkanku? Hyung! lagipula kau ini tadi bicara apa sih?" Ucap jungkook lalu mengejar hanbin keluar.

Jungkook merasa lega karena bebannya sedikit berkurang. Ia tak pernah menyesal telah bercerita tentang masa lalunya dengan kim taehyung pada hanbin. Karena ia tahu hanya hanbin orang terdekatnya saat ini yang ia punya selain orang tuanya. Jungkookpun tersenyum dan berfikir bahwa ia harusnya lebih berterima kasi pada tuhan karena setidaknya tuhan telah membiarkan hanbin berada di sisinya .menjadi sahabat yang selalu mendengarkan keluh kesahnya.

Karena begitu lelah,Jungkookpun akhirnya tertidur di dalam mobil yang di kendarai hanbin. Hanbin yang melihat jungkook tertidur pulas di Sepanjang perjalanan hanya bisa tersenyum dan berkata pada dirinya sendiri "Aku akan terus berada di sampingmu kookie-ah. Aku tak akan membiarkan dirimu terluka dan menagis lagi. Aku janji. Janji seorang hanbin pada Jeon Jungkook dan dirinya sendiri.

To be continued.