Chapter 1 (SHU) Genre:Romance,Friendship
Titile:Delayed Feeling Author:Athifah
Pagi hari, dikerajaan Shu, ada seorang perempuan cantik nan imut, sedang duduk termenung dibawah pohon orang yang berlalu lalang melewati gadis itu, yang sering disebut kucing gayanya seperti kucing, hingga makan pun mirip kucing (?).
Perempuan itu, termenung hingga seorang lelaki tiba-tiba itu terkejut hingga teriak sekeras mungkin.
KYAAAAAA!
Teriakannya dapat membuat orang tersambar petir.(?)
"Kenapa kamu disini?" Tanya perempuan kucing itu yang masih dalam keadaan terkejut.
"Ya~~ Mau ketemu kamu lah!"Jawab lelaki itu PE-DE.
BLUUUSSSSHHHHHH!
Wajah perempuan kucing itu tiba-tiba -akan ia mau mati rasa.
"Kenapa?" Tanya cowok yang disebelahnya.
"Enggak, ahahahaha..." Jawab perempuan kucing itu sambil tertawa paksa.
"?"
Perempuan itu langsung pergi dari tempatnya dan pergi menuju kamarnya.
Sesampainya di kamar perempuan itu, ia langsung menuliskan kisah yang dialaminya pada hari itu didiary kesayangannya.
Dear Diary
Hari ini, aku merasa gembira ketika temanku Guan Suo berkata "Ya~~ Mau ketemu kamu lah!".Dari situ, aku merasakan bahwa Guan Suo , aku merasa dia sepertinya menyukai orang lain, , aku ingin punya kekasih seperti , aku bingung karena Guan Suo pernah bilang dia tidak ingin punya dari itu, aku sembunyikan perasaanku dia tidak merasa terganggu oleh perkataanku yang menyatakan perasaan sebenarnya.
"Selesai!" Kata perempuan kucing itu yang bernama Bao Sanniang sambil menutup buku dyarinya.
Lalu, ia pun keluar dari kamarnya dan bergegas pergi ke taman (di tengah perkotaan) di taman, ia melihat banyak sekali pasangan kekasih yang asyik berduaan di taman itu.
Ia melihat-lihat pasangan kekasih yang berada di taman itu dengan rasa , tiba-tiba pandangannya tertuju pada salah satu temannya yang sedang asyik mengobrol berdua.
Ia perjelas penglihatannya demi melihat pasangan kekasih , ia langusng mengendap-ngendap dibalik pohon dan mendengar perkataan mereka.(untungnya temannya Bao Sanniang yang sudah mempunyai kekasih sedang duduk dibawah pohon.).
"Nee~~ Lu Xun! Sebenarnya, sejak kapan kamu menyukaiku?" Tanya Shang Xiang sambil mengelus kepalanya Lu Xun yang tiduran di atas pangkuannya.
Sambil membaca buku dan mendengarkan musik dengan earphone, Lu Xun bertanya lagi pada Shang Xiang karena tidak kedengaran, "Apa?!".
"Aku bertanya, sejak kapan kamu menyukaiku?" Tanya Shang Xiang dengan wajah cemberut.
"Hah?!" Tanya Lu Xun yang kedua kalinya.
"Sejak kapan kamu menyukaiku, Lu Xun?" Tanya Shang Xiang kesal.
Lu Xun menuliskan sebuah pesan melalui SMS menuliskan pesannya, ia langsung berikan hpnya pada Shang Xiang untuk membacanya.
"Hmm!" Gumam Shang Xiang dan langsung menoleh kebelakang.
Tanpa sadar Bao Sanniang terkikik Xiang semakin curiga pada orang yang berada dibelakang pohon yang curiga, Shang Xiang bergegas melihat orang yang berada dielakang , tanpa sadar Bao sanniang tidak merasakan kehadiran Shang Xiang yang berada dihadapannya.
"Oi!Bao Sanniang!" kata Shang Xiang dengan wajah kesal hampir marah.
"A!" Bao Sanniang terkejut kalau dihadapannya ada Shang Xiang.
"Kenapa kamu disini? HAH!" Tanya Shang Xiang dengan nada tinggi.
"Hiiiii~~~ a~aku akan balik sekarang!" Ujar Bao Sanniang dan langsung berlari menghindar dari tempat itu.
Sambil berlari, tiba-tiba ia bertemu dengan Guan Suo.
"Hai, Bao Sanniang!" Sapa Guan Suosambil tersenyum.
"Hiiiiii~~~ " Bao Sanniang terkejut dan berlari menghindar dari Guan Suo.
Setelah lama berlari, ia pun beristirahat di sebuah kursi yang dekat dengan air mancur.
"Hhhh...hhh...hhh..." Napas Bao Sanniang masih terengah-engah karena berlari tadi.
"Nih!" Kata seorang lelaki sambil menglurkan botol minuman kepada Bao Sanniang.
"Hah!" Bao Sanniang terkejut."Kore..." Lanjut Bao Sanniang.
"Ya!Ini pasti lelah karena berlari tadi,kan?" Tanya lelaki itu dengan tampang serius.
" kamu tahu tadi aku berlari?" Tanya Bao Sanniang penasaran.
"Percaya pada orang yang dipedulikan, adalah sesuatu yang sangat kamu tidak pernah merasakannya?" Tanya lelaki itu.
"Hmm..." Bao Sanniang berpikir.
"Ma~ iiyo~ aku pergi ya... Bao Sanniang." Kata lelaki itu sambil mengelus-elus kepala Bao Sanniang.
Lelaki itu beranjak dari kursi dan hendak pergi dari tempat , tiba-tiba Bao Sanniang memegang tangan lelaki itu sambil mengatakan, "Guan Suo!Tunggu!".
"Ada apa?" Tanya Guan Suo penasaran sambil menaikkan salah satu alisnya.
"Ah! Enggak." Jawab Bao Sanniang sambil melepaskan tangannya yang digenggam tadi.
"Bao kamu ingin ikut bersamaku?" Tanya Guan Suo.
"Kemana?" Tanya Bao Sanniang penasaran.
"Ikut aja." Ajak Guan Suo sambil menarik tangannya Bao Sanniang.
Mereka pun pergi ke tempat yang ingin dituju Guan , ketika tiba di tujuan Guan Suo itu, pikiran Bao Sanniang masih dipenuhi oleh tanda ia tidak tahu untuk apa ia berada bingung, Bao Sanniang bertanya pada Guan Suo, "Kenapa kamu membawa aku kesini?".
"Lihat matahari itu!Sebentar lagi akan terbenam." Kata Guan Suo sambil menunjuk matahari.
"I~ , kenapa kamu mau membawa aku kesini?" Tanya Bao Sanniang penasaran.
"Sepertinya, sekarang bukan waktunya..." Ujar Guan Suo.
"Hah!Kamu ngomong apa?"
"Tidak!Tidak ada apa-apa."
Lalu, Guan Suo duduk diatas rerumputan sambil menikmati pemandangan matahri Sanniang pun ikut duduk disebelah Guan Suo.
"Apa kamu tahu, kalau aku sering melihat matahari terbenam?" Tanya Guan Suo agar suasana tidak hening.
"Tidak!Maaf aku tidak , aku tahu karena kita berteman." Jawab Bao Sanniang dengan rasa menyesal.
Guan Suo melirik Bao Sanniang yang menunjukkan rasa , tiba-tiba ia tersenyum.Sepertinya, ini saatnya batinnya.
"Bao Sanniang, kamu tidak perlu menyesal begitu." Kata Guan Suo sambil mengelus-elus punggung Bao Sanniang.
"Habisnya, aku tidak tahu kalau kamu suka melihat matahari kamu suka melihat pemandangan seperti ini, yang aku sukai, kita bisa melihatnya berdua,kan?" Tanya Bao Sanniang sambil cemberut.
"Ahahaha... tapi, sekarang kita melihatnya berdua, kan?Bao Sanniang?"
"Apa kamu tahu, Guan Suo? Aku suka melihat matahari terbenam seperti ini berdua denganmu, rasanya, aku jadi ingin lama-lama bersamamu ketimbang dengan orang lain." Kata itu tak sadar diucapkan oleh Bao Sanniang.
"Be~benarkah?!" Tanya Guan Suo terkejut.
"Are!Benar apa?" Tanya Bao Sanniang.
Sepertinya kamu tidak menyadari perkataanmu tadi batin GuanSuo.
Bao Sanniang terdiam memikirkan perkataan Guan Suo tadi "Be~benarkah?".Tersadar ia mengatakan "Aku jadi ingin lama-lama bersamamu ketimbang dengan orang lain." Mukanya langsung memerah.
Selama menatap matahari terbenam, diantara mereka berdua tak ada yang berbicaraa satu sama terdiam saking senangnya menatap matahari , ketika malam tiba, Guan Suo berkata, "Ternyata, sudah selesai.".
"Un!" Angguk Bao Sanniang.
