Kembali dengan saya dan fic saia yang gaje ancur, dan typo ini. Setelah sembilan bulan, akhirnya fic ini bisa jadi! (emangnya hamil?)


Reply reviews:

xtreme guavaniko:

Terimakasi reviewnya... Tolong bantu saya yah, biar fic ini tambah ancur *yey*

Neneknya, silakan anggep siapa aja... Nganggep saya juga boleh -_-

Terimakasih dan salam kenal juga!

Nagi and Scarlett:

Hmm... Author's Note ya... Kalo saya akui, memang itu SALAH SATU dari SEKIAN BANYAK kekurangan saya... saya kadang-kadang suka tanpa sadar mengetik comment saya dalem ati -" tapi mungkin di chap 3 ato 4, Author's Note-nya sudah terkendali..

Referensi humor... Boleh juga... Tapi, yang ini rada ada sedikit serius di endingnya ^^ Saya sering lo liat cerita anda berdua, bagus banget! kadang juga jadi referensi bahan mentah yang nantinya saya olah lagi...


Disclaimer: Dynasty Warriors itu punya KOEI. Kalo punya saya, pasti itu game nggak bakal terbentuk

Warning: Gaje, typo, belom tentu sesuai dengan kisah di setorinya, dll.

Genre: Tidak jelas ini comedy ato angst, yang jelas ini parody.

.

.

Story 2: Alice In Wonderland

Saat itu, seekor(?) makhluk tak berdosa bernama Sun Shang Xiang(baca: Alice) lagi jalan-jalan. Tiba-tiba dia melihat selusin(?) Lu Xun(baca: kelinci putih) yang sedang buru-buru.

"Oh, tidak! Aku terlambat! Musti buru-buru, nih!" Kata sang kelinci, lalu mempercepat langkah kakinya. Akibat kekepoannya yang akut, Alice mengejar kelinci itu. Dan akibat kecerobohannya, dia masuk ke dalam lubang.

"Aaaaaaaaaa!" Teriakan Alice menggema di lubang itu. Saking dalamnya lubang itu, Alice sampai mengira kalau itu adalah lubang tanpa dasar. Tapi baru saja dia berpikir demikian, dia sudah jatuh ke dasar lubang itu. Saat Alice mulai membuka matanya, yang dia lihat adalah ruangan dengan banyak lubang untuk tikus Jerry di bawahnya. Hanya saja, diberi pintu. Alice mencoba membukanya satu-persatu. Namun gagal. Saat dia bingung tidak tahu kemana, sampai-sampai hampir mau masang lagu "A****t P***u"nya A** T*** T***, matanya melihat sesuatu. Sesuatu yang berwarna putih dan kuning. Rupanya si kelinci tadi. Dia masuk ke salah satu ruangan , lalu menutup pintu lagi. Alice mencoba membuka pintu tersebut, tapi gagal. Tiba-tiba, dia menyadari ada sesuatu di ! Alice mencoba mendekati kue itu. Air liur mulai membanjiri mulutnya. Selain karena dia lapar, di kue itu bertuliskan "Eat me!" di piringnya.

"Kayaknya lezat..." Kata Alice membatin. Akhirnya, tanpa pikir panjang lagi, langsung saja Alice memakan kue itu tanpa berpikir lagi. Namun setelah memakan kue itu...

Tubuhnya menjadi BESAR, BESAR SEKALI.

"Ba... Bagaimana ini? Huweeeeeeeee!" Alice akhirnya menangis. Akibat air matanya yang tergolong besar di kalangan manusia normal(bentul asli Alice), akhirnya air matanya itu lama-kelamaan menjadi laut. Sadar sekelilingnya basah, Alice menghapus air matanya dan segera berdiri. Karena Alice lebih tinggi dari tinggi ruangan itu, dia terjeduk, dan satu benjolan muncul di kepalanya.

Kali ini Alice mencoba lebih hati-hati. Dia mencoba mencari sesuatu, dan menemukan sebuah botol dengan tulisan "Drink me!" di permukaannya. Karena haus, Alice meminum itu, dan tiba-tibapenglihatannya semakin kabur, dan akhirnya dia menjadi tak sadarkan diri.


Saat sadar, badannya menjadi cukup kecil untuk masuk ke pintu itu. Tanpa pikir panjang lagi, akhirnya Alice masuk ke tempat si kelinci tadi masuk.

Saat masuk, yang dia lihat adalah lautan air. Mungkin dari air matanya tadi.

"Siapa sih yang bikin air sebanyak ini?!" Tanya seseorang yang bertopi.

"Udahlah….. Berisik! Jangan marah mulu!" kata sebelahnya yang membawa senjata.

"Iya, bantuin aja miaw…" kata seorang kucing (?)

Bingung lagi di mana, Sun Shang Xiang memberanikan diri untuk nanya ke mereka.

"Err… Permisi. Ini di mana, ya?" Tanya Sun Shang Xiang.

"Kau tidak tahu? Ini di negeri ajaib!" Kata orang yang bertopi.

"Iya, betul miaw…" Kata si kucing.

"Eng… Boleh tahu nama kalian? Aku tersesat di sini.." Kata Sun Shang Xiang.

"Aku Ling Tong, aku Mad Hatter. Yang berekor itu Gan Ning, Chesire Cat. Tapi dia tidak pernah berlagak sebagai kucing…" Kata Ling Tong, dengan kalimat akhir berbisik.

"Aku tahu apa yang kau bisikkan, miaw!" kata Gan Ning. Dia langsung melompat, mau menerjang Ling Tong, tapi dihentikan sama peluru orang bersenjata itu. Dan pelurunya itu berupa: sodokan toilet (maap kalo misalnya lagi makan)

"Sama orang asing jangan gitu! Oh iya, aku Lu Meng, Huntsman. Namamu?"

"Sun Shang Xiang, Alice."

"Wah, kalau begitu, salam ke-kyaaaaa!" Lu Meng langsung teriak bagaikan banci dikejar polisi.

"Ada apa sih, miaw?" Tanya Gan Ning.

"Itu! Anu... Anu!" Lu Meng jadi gagap.

"Anu apaan?" Tanya Ling Tong.

"Ada Lu Xun!" Rupanya yang dimaksud adalah benda putih-kuning-coklat yang melayang di udara. Lu Meng langsung membidikkan senjatanya ke arah benda(!) itu, alias Lu Xun. Berhubung Lu Xun itu kelinci, jadi kan lincah tuh. Wajar aja kalo tiap hari Lu Xun lewat, Lu Meng ga pernah bisa nangkep. Dan lagi, Lu Xun itu adalah kelinci terlincah sekaligus tercakep (?) di negeri ajaib.

Sun Shan Xiang yang melihatnya ikut ngejar.

"WOI! UDAH, NGGAK USAH DIKEJAR! ITU ORANG EMANG SUSAH DITANGKEP!" Sun Shang Xiang menoleh. Lalu, yang dia lihat itu adalah Ling Tong lagi duduk di kursi mewah dengan Gan Ning jadi pelayannya.

"EKH?! TUNGGU DULU! SEJAK KAPAN GUEH JADI PELAYAN LO?!" tanya Gan Ning

"Loh, kan kamu yang make sendiri…." Kata Ling Tong santai.

"OKE! KALO GITU, GUE LEPAS!" Gan Ning langsung membuka baju pelayannya itu. Terlihat badannya yang berbulu unyu(? *dicambuk Gan Ning*). Sedangkan Lu Meng dan Sun Shang Xiang Cuma bisa diam tanpa kata.

"Eng... Terima kasih. Aku harus pergi!" Sun Shang Xiang pergi meninggalkan mereka.


Setelah beberapa saat berjalan, dia menemukan sesuatu. Warnanya ijo, menggeliat gimana gitu, pas dia dekati, rupanya itu Guan Yinping lagi ngesot. *dilempar ke Pangandaran*

"Loh? Kamu siapa? Kenapa ngesot-ngesot gitu?" Tanya Sun Shang Xiang.

"Namaku Guan Yinping... Gua kan disini ceritanya jadi ulet... Authornya bilang getu..." Kata Guan Yinping.

"WOY GUAN YINPING! ELO KETINGGALAN KOSTUMNYA!" terlihat orang lari-lari bawa sebuah kostum.

"Ih, dasar Author. Bilang dong dari tadi kalo ada kostumnya! Baju gua kotor semua kan!" Kata Guan Yinping sambil nyabet kostumnya dari tangan Author.

"Elo sih... lagi penjelasan, malah ngacir siap di tempat." Kata Author nyantai.

"Katanya presiden kan lebih cepat lebih baik!" Kata Guan Yinping.

"Anu... Ini kan ceritaku..." Kata Sun Shang Xiang di pojokan. Dia lagi ditenangin sama suaminya tercinta.

"Eh iya, ya. Guan Yinping, cepet pake kostumnya!" cerita pun berlanjut.

"Si kadal jahat..." Kata Guan Yinping.

"Si kadal? Sapa?"

"GUAN XING!" katanya dengan semangat 45 sambil nunjuk ke salah satu jamur. Di atasnya ternyata ada kadal Guan Xing(sulit dibayangkan).

"Ohoho... Tunggu yah... Saya mo kentut..." Guan Xing ini cakep-cakep tapi kentutan *diserbu fens Guan Xing*

"Kabur!" Tapi mereka tidak sempat kabur, sehingga kentutnya Guan Xing membuat mereka semua tak sadarkan diri.


Sun Shang Xiang sadar, rupanya dia ada di tempat lain.

"Hei! Ada apa ini?" Sun Shang Xiang kaget begitu melihat keadaannya. Dia lagi digotong prajurit.

"Nggak usah banyak cincang!"

"Cincong kalee"

"Terserah! Pokoknya ikut kami sekarang!"

Prajurit itu lalu membawanya ke pengadilan.

"Cepat masuk!" setelah masuk, Sun Shang Xiang melihat sekelilingnya. Rupanya dia ada di pengadilan.

"Hei! Aku salah apa?!" Sun Shang Xiang mencoba memberontak, tapi para prajurit masih lebih kuat dari Sun Shang Xiang.

"Raja dan Ratu datang!" Zhou Tai, pemimpin dari prajurit itu, berteriak lantang. Setelah itu, muncullah raja dan ratu, alias Sun Quan dan Lian Shi.

"BERI SALAM UNTUK RAJA DAN RATU!"Hadirin di situ, termasuk pengawal menundukkan kepala, kecuali Alice. Alice dipaksa membungkuk sama Zhou Tai.

"Hmm... Enaknya dia kita apakan, ya?" Tanya Lian Shi pada suaminya.

"HENTIKAN! APA SALAHKU?!" Sun Shang Xiang mengertak.

"Hmm, kau tidak tahu apa salahmu?"Tanya Sun Quan. "Pengawal! Bacakan kesalahannya!"

"Baik." Zhou Tai lalu membuka gulungan kertas.

"Tersangka Sun Shang Xiang, lahir pada tanggal-"

"LANGSUNG AJA! NGGAK USAH PROFIL-PROFILNYA!"Sun Quan yang bete karena kebiasaan prajurit kepercayaannya itu yang hobinya membacakan semua dengan detil sedetil-detilnya.

"Baiklah. Tersangka telah menikahi salah seorang dari Musketeer, yaitu Liu Bei. Setelah dia mati-"

"LIU BEI MASIH HIDUP! AKU PERCAYA ITU!" Sun Shang Xiang berteriak kencang sekali. Dinding pengadilan pun retak.

"Tersangka membunuh banyak orang, dalam rangka (?) usaha untuk membunuh Sun Quan."

"Lalu?! Kalian tidak tahu rasanya kehilangan itu!" Sun Shang Xiang teriak lagi. Salah satu dinding pengadilan roboh.

"TIDAK TAHU?! APA KAU INGAT KETIKA KITA DITINGGALKAN KAK CE, KARENA DIA DIBALAS KEBAIKANNYA SAMA KURA-KURA?(what?) SELAIN ITU, AYAH UDAH LAMA GAK PULANG,KARENA DIA LAGI SYUTING (jaman itu udah ada syuting-syutingan ya?) JADI ODIN!"

"ITU KITA ALAMI BERSAMA! SEKARANG COBA BAYANGKAN, KALAU KAK LIAN SHI MENINGGAL! BAYANGKAN ITU! KAU TIDAK TAHU RASANYA DITINGGALKAN!"

"APA?! BERANINYA MENYURUH RAJA? PENGAWAL, PENGGAL KEPALANYA SEKARANG JUGA!" Tanpa ragu lagi, Sun Quan menyuruh pengawalnya memenggal Sun Shang Xiang.

Sun Shang Xiang ditundukkan paksa, lalu sebuah kapak melesat dari atas Sun Shang Xiang. Lalu...

SYUUT! BRAK!

Kapak itu membelah dasar lantai.

Dan sodara-sodara, rupanya yang memnuat suara melesat tadi adalah... AUTHOR! (*dihempas Guo Jia(?)* reader: ga nyambung thor...)

Bukanbukanbukan. Yang tadi itu adalah... LU XUN! *tepok kaki*

"Eh?! Lu Xun! Pengawal, tangkap dia!" Setelah Sun Quan kehabisan suara buat tereak, kini giliran istrinyalah yang tereak.

Pengawal langsung mempersiapkan senjatanya untuk menangkap kelinci kesayangan readers (?) ini. Lu Xun, yang merupakan kelinci telincah sekaligus terganteng seantero negeri ajaib, dengan mudah melewati mereka. Dengan lincah dan karisma(?)nya, dia bahkan membuat semua gadis yang ada di dalam istana itu klepek-klepek (?) bagai ikan yang abis ditangkep.

"Eh? Kau kan?" Tanya Sun Shang Xiang.

"Sudahlah, yang penting ikut aku!" Lu Xun membawa Sun Shang Xiang ke luar istana, lalu melewati hutan kabut. Tak lama setelah iu, kesadaran Sun Shang Xiang pun melemah.

Begitu sadar...

"Aku... Dimana?"

"Sun Shang Xiang!" Liu Bei yang dari tadi di sampingnya mulai bereaksi.

"Aku... Dimana?"

"Tadi ada seekor kelinci yang mengantarkanmu kesini. Aku kaget kau tidak sadarkan diri. Oh iya lalu ini dari kelinci"

Sun Shang Xiang membukanya, lalu ada tulisan.

"Terima kasih sudah terus mengikutiku."

Setelah itu, Sun Shang Xiang pun tersenyum.

THE END


Author:Nah, selesai!

Guan Xing & Guan Yinping:...

Author:Kalian kenapa?

Guan Yinping:BISA-BISANYA ELO JADIIN GUA ULET! LOE KIRA GUE APAAN?! *Musou Author*

Guan Xing:GUA JUGA! GUA EMANG CAKEP TAPI GUA KAGAK HOBI NGENTUT! *Bantai Author*

Guan Ping:Xing, Yinping, tenang! Si Suo nggak bisa konsen!

Guan Suo:Kasian dikit kek sama aku... *pundung*

Bao Sanniang:Cepcep.. *pukpuk Guan Suo*

Author:*tepar*Mungkin fic ini jelek ya... But review please? *kabur*