Hyahooiii! Kembali dengan saia, Author gaje yang sudah hiatus selama 2 abad (?) Entahlah. Saia nggak ngitung. Betewe, yang baca ini pasti bingung, kenapa masih 3 review saia masih ngelanjutin? Ini alasan saia:

1. Saia hanya memenuhi target awal, tak peduli berapapun revienya. Alias, saia MAKSA! *ditabok

2. Ini juga story pertama saia. Kan amat disayangkan kalo saia cuma ngasi 2 chapter.

Diantara 2 alesan ini, pasti pembaca menemukan 1 inti: Saia MAKSA! *ditimpuk

Oke. Walopun cuma ada 1 review *hantam kayu* dari chap sebelumnya, saia masih maksa nge-reply:

xtreme guavaniko:

Oh, Ling Tong pernah jadi Long Tong? Baru tau saia *ditendang Ling Tong* sepertinya Gan Ning kurang saia latih jadi kucing kali ya... *dilempar Gan Ning* Kalo soal idenya... Hmmm... Saya akui, saya AGAK, bukan. bahkan SANGAT kesulitan dalam membuat ceritanya, jadi, mohon maap! *bungkuk 1 juta kali*

Berhubung bentar lagi Idul Adha, saia ucapkan selamat Idul Adha bagi yang menjalankan... Termasuk saia :)

Well... Happy reading!


Disclaimer: Dynasty Warriors punyanya KOEI, saia cuman punya fic ini ^_^

Warning: Gaje, abal, (maybe) typo(s), lalu kalau-kalau ini jelek, mohon maaf ya :) soalnya cerita ini sebenernya udah selese sebelum pembuatan Iseng ^^


Story 3: Snow White

Suatu saat, sang Musketeer, Zhang Fei, menikah dengan seseorang. Mereka memiliki anak perempuan. Mereka memberinya nama Zhang Xingcai alias Xing Cai. Namun, karena ibunya meninggal, Zhang Fei nikah lagi. Tanpa Zhang Fei ketahui, rupanya istri barunya punya niat jahat pada Xing Cai.

"Wahahahaha… Lihat padaku, cermin ajaib. Siapakah yang paling cantik seantero negeri ini?" Tanya istri baru Zhang Fei, alias Zhang Chunhua(ampuni saya Oom Sima Yi).

"Ngg… Siapa yah? Kasih tauk gak yah?" Tanya Si cermin ajaib. Silahkan bayangkan kalau cermin itu di dalemnya ada Xu Shu.(dilempar)

"Kalau nggak…." Zhang Chunhua udah mau megang pinggiran cerminnya, yang pertanda bahwa dia bakal merusak alias membanting cermin itu.

"Aaahhh… Iya iya… Maap.." Xu Shu langsung make baju ala pembawa acara. "Headline news, wanita tercantik saat ini adalah Zhang Xingcai, Putri anda." Layar pun kembali normal jadi cermin yang menampakkan wajah Zhang Chunhua lagi.

"APAAA?" Tanya Zhang Chunhua. Sejak saat itu, dia selalu berusaha mencelakai Xingcai, mulai dari mengubah arah jalan, memasukkan racun ke makanannya, dll. Tapi sayangnya, itu semua gagal. Hingga sampai suatu hari, saat Zhang Chunhua sudah mencapai batas kestresannya karena gagal menyingkirkan Xing Cai, kali ini dia menyuruh Xingcai untuk berjalan-jalan.

"Tumben ya ibu memperbolehkanku jalan-jalan…. Ah, biarin aja!" Kata Xingcai. Dia kebetulan ngeliat rumah gaje yang berbentuk jamur. Ia pun memutuskan untuk istirahat sejenak di bawah situ. Saat dia tertidur…

"Unggghhh… Uh!" Saat Xingcai bangun, tanpa dia ketahui, ada Guan Ping yang abis pulang kerja jadi akuntan(What?). Guan Ping yang ngeliat Xingcai langsung komentar.

"Tumben banget ada anak di sini…. GUAN XING! ZHANG BAO! WEN YANG! LI DIAN! YUE JIN! ZHU RAN!" Guan Ping manggil anak buahnya. "Iye nyak?" Tanya Zhang Bao dengan logat lupa-dari-mana nya.

"KOK KALIAN DIEM AJA SIH?! KALIAN NGAK TAU KALO ADA GADIS KECIL DI DEPANKU?" Tanya Guan Ping.

"Ya nggak lah. Wong dialangi sampeyan…" kata Wen Yang.

"Oh, iya juga ya." Kata Guan Ping baru sadar akan kebakaannya.

"Terus ini mo diapain?" Tanya Li Dian.

"Disate… Ya DIBAWA MASUK LAH! Masak mau ditinggal di sini?"

"Siap, bos! Kata 6 kurcaci itu. Saat Xingcai sadar…

"Loh, aku dimana?" Tanya Xingcai.

"Kamu ada di rumah kami, para kurcaci yang ganteng, kece, lucu, imut, uny-"

"Intinya, kamu ada di rumah kurcaci." Kata Zhu Ran sambil mbekep mulutnya Yue Jin.

"Oh, gitu. Omong-omong, terima kasih ya!" Kata Xingcai. "Tapi aku harus segera pulang…"

"Tidak masalah." Kata Guan Ping. "Pulanglah, orangutanmu pasti mencarimu."

"Orangtua, kak Ping.." Kata Guan Xing yang normal sendiri termasuk Zhu Ran.

"Oh, iya. Orangtuamu pasti mencarimu."

"Kalau begitu, aku pergi dulu!" Kata Xingcai sambil memberikan salam perpisahan. Saat dia keluar pagar..

"Uhuk… Uhuk… Uhuk…"

"Loh, nek? Kenapa ada di sini? Di sini kan hutan!" Kata Xingcai. Siapa juga yang bilang itu kota?

"Uhh..." Si nenek cuma batuk-batuk ria. Xingcai yang baik pun akhirnya memberikan bekal pemberian emaknya ke nenek itu. Tanpa ia sadari, kalau nenek itu sebenarnya adalah emaknya.

"Terimakasih ya cu. Sebagai tanda terima kasih, makanlah ini." Kata si nenek sambil memberikan sebuah pisang kepada Xingcai.

"Pisang?"

"Iya… Makanlah.." Kata nenek itu.

"Oke. Kumakan, ya!" kata Xingcai sambil melahap pisang pemberian si nenek. Dalem ati, si nenek tu ketawa kayak Oom Sima Yi…

Setelah makan itu, Xingcai jatuh bangun. Maksud saya jatuh ambruk.

Kira-kira, gimana caranya Zhang Chunhua bisa berpakean kayak nenek-nenek? Gini ceritanya….

FLASHBACK

Ini terjadi saat Xingcai keluar rumah.

"Mmmm… Kira-kira, gimana, ya?" Tanya Zhang Chunhua.

"Mau mbunuh Xingcai toh?" Tanya Xu Shu si cermin ajaib.

"Iya… Aku hanya punya kostum, minjem Wang Yuanji!" Kata Zhang Chunhua.

"Gimana kalo…. Kamu kasih dia ini?" Tanya Xu Shu sambil ngelempar sesuatu ke dia, dan entah bagaimana bisa nembus.

"Pisang?"

"Yap, pisang. Pisang ini punya racun, yang membuat si pemakai bisa tidur selamanya…"

"Kenapa nggak apel? Biasanya kan apel!" Kata Zhang Chunhua sambil berkacak pinggang.

"Ada dua alasan." Kata Xu Shu yang sejak kapan udah pake kostum ala guru, . "Yang pertama, karena apel sudah terlalu MAINSTREAM!"

"Lalu yang kedua?"

"Karena…. DIKASIH GRATIS NGGAK BOLEH KOMPLEN!" Kata Xu Shu sambil mengubah layarnya lagi.

"Dasar cermin nggak guna! Yang penting aku bisa mengalahkan Xingcai… Muahahahaha!" Kata Zhang Chunhua yang ketawanya ketularan suaminya(Oom Sima Yi). -_-

Akhirnya, berangkatlah Zhang Chunhua mencari Xingcai.

END FLASHBACK

Di dalam rumah kurcaci….

"Hompimpah!" Para kurcaci lagi menentukan siapa yang akan membeli bahan untuk makan malam. Dan yang kena adalah Zhang Bao dan Yue Jin.

"Udah, pergi ya…. Ini uangnya." Kata Zhu Ran sebage bandahara(?) kumpulan kuracaci yang (katanya) ganteng, imut, keren, kece, dsb. Berangkatlah Zhang Bao dan Yue Jin ke pasar malem. Tapi, baru saja mereka mau menginjakkan kakinya keluar pager…

"Kayaknya gue nginjek sesuatu deh…" kata Zhang Bao.

"Apaan?"

"Entahlah, sesuatu yang… Mulus?" Tanya Zhang Bao. Ketika mereka mendongak ke bawah, rupanya Zhang Bao lagi nginjek muka Xingcai yang kehalang salju(anggaplah di sini lagi musim salju).

"WOEEE? MANUSIA!" Kata Zhang Bao yang perkataannya menunjukkan seakan-akan dia bau ketemu manusia pas itu.

"Inikan perempuan yang tadi… Kata Yue Jin. "Ayo masuk lagi!" Kata Yue Jin sambil membersihkan Xingcai dari salju. Zhang Bao pun menggendong Xingcai.

Saat di dalam rumah…

"Woy! Kok, kalian balik?" Tanya Zhu Ran.

"Ada orang!" Kata Yue Jin.

"Mana? Yang kalian bawa tu boneka?" Tanya Guan Ping dengan baka-nya.

"SERIUS LO NGOMONG INI BONEKA? INI KAN ORANG YANG LOE TOLONGIN! GIMANA SIH?" Tanya Zhang Bao.

"Ternyata, cuman kita berdua yang normal, Guan Xing..." Kata Zhu Ran sambil meluk-meluk Guan Xing gaje.

"Hiks... Hiks... Iya..." Guan Xing pun membalas pelukan Zhu Ran, dan jadilah Teletubbies *digampar*

"Lebih baik kita buat dia tinggal di sini dulu..." Kata Li Dian.

Setelah beberapa hari, entah kenapa Xingcai tak kunjung bangun.

"Ini orang kok nggak bangun-bangun, ya..." Kata Zhu Ran.

"Menurut buku, itu dikarenakan racun yang terdapat dalam buah yang dimakan Xingcai..." Kata Wen Yang, sambil megang buku.

"Heh? ITUKAN BUKU GUE!" Kata Guan Xing sambil ngerebut bukunya.

"Iya. Di pisang ini juga ditemukan bakteri yang namanya e. coli" Kata Li Dian sambil ngeliat pisangnya pake mikroskop. E. coli itu bukannya bakteri baik, ya? #abaikan

"Dan Li Dian, ITU MIKROSKOP GUEH! BISA NGGAK JANGAN NYENTUH BARANG GUE TERUS? BUKAN MUHRIM, WOY! BUKAN MUHRIM!" Kata Guan Xing.

"Nggak bisa... Soalnya barang kamu tuh aneh-aneh semua, kita jadi pengen megang terus!" Kata Yue Jin. Guan Xing cuman sweatdrop.

"Gini aja deh... Gimana kalau kita adakan sayembara? Yang bisa membuat dia bangun, maka dia bisa menjadi pangerannya!" Kata Guan Ping.

"TAPI KITA MALES NYEBARNYA!" Kata Li Dian sambil mendorong Guan Ping. Guan Ping jatoh lalu mendarat dengan mencium pipi Xingcai. Xingcai pun (diluar dugaan) Bangun.

"HAHHH?" Para kurcaci(ex Guan Ping) langsung shock semua.

"Yeeee... Kita nggak jadi nyebar brosur!" Kata trio baka(Yue Jin, Li Dian, Wen Yang*ditabok*) lompat-lompat. Trio waras(Zhu Ran, Guan Xing, Zhang Bao) pun cuman bisa diam di tempat.

"Eh? Eh? EH?!" Xingcai, yang bingung dimana dirinya, bertanya ke orang terdekat.

"Ohoho... berarti, sekarang Xingcai milik kak Guan Ping, ya!" Kata Li Dian. Li Dian pun mendapat hadiah satu tabokan dari Guan Ping.

"Oh, begitu..." Xingcai manggut-manggut setelah dijelaskan sama Zhu Ran kenapa dia ada di situ.

"Kak Xingcai... Ambillah dia! Aku merelakanmu, kak Ping!" Kata Guan Xing, nangis lebay(?).

"kau ini ngomong apaan, sih?" Tanya Guan Ping.

"Eh?" Xingcai ngeblush setelah diceritain apa yang barusan terjadi.

"Selamat ya, Xingcai.. Mulai besok, kami, d'kurcaci, gabungan dari trio kurcaci baka dan trio kurcaci waras, akan menyiapkan SEGALANYA!" Kata trio baka dengan banggnya. Trio waras cuman bisa sweatdrop.

"Lalu, ini gimana?" tanya Yue Jin. Rupanya trio baka udah mulai menyusun acara.

"Pertama, penutupan dulu, abis itu, pembukaan, blablabla-" Wen Yang mendapat satu timpukan dari Zhang Bao.

"DI MANA-MANA YANG ADA ITU PEMBUKA DULU, BARU PENUTUP!" Teriak Zhang Bao pake toak. Trio baka pun lanjut diskusi.

Keesokan harinya Guan Ping dan Xingcai bahagia, ever after~ ^^


Author: Ending yang gaje... *ngaku* oh iya. Zhang Fei, maafkanlah saia atas perbuatan saia yang telah menjadikan kedua anakmu ini nista, Zhang Fei...

Zhang Bao: *nendang author* EMAANGNYA AKU APAAN HAH? AKU? NGINJEK XINGCAI? DIGAMPAR AKU SAMA AYAH!

Xingcai: Kak Bao, tenang kak... Jalanmu masih panjang(?)...

Author: Betewe, plis ripiunya, yak! *kabur lagi*

Note:

Mungkin, fic ini bakal discontinued. Berhubung yang ke empat saia gagal bikin humornya... *krik* Tapi, tetep kasi review ya, siapatau bisa saia jadiin ide buat fic selanjutnya :)))

Lalu, saia ada perubahan sedikit. Mungkin para pembaca bingung, (mungkin)ada yang namanya beda. Sekali lagi, saia kasitau:

Trio Baka: Yue Jin, Wen Yang, Li Dian

Trio Waras: Zhu Ran, Guan Xing, Zhang Bao

Lalu yang mimpin mereka, Guan Ping :-D

Oke. Sekian note tambahannya. Sampai jumpa di project berikutnya!