Antara Kamu dan Dia

Kuroko no Basket by Tadatoshi Fujimaki

Pair: KisexKuroko

Rate T

Fict ini Kuu punya, meskipun mungkin isi dan jalan ceritanya pasaran, tapi ini asli hasil ketikan Kuu. Makasih. :]

.

Chapter 2

.

.

.

"Kise-kun, kenapa ada disini?" tanya Kuroko, saat ini Kise berada di depan rumah Kuroko, padahal kemarin kekasihnya ini bilang kalau hari ini dia ada pemotretan.

"nggak boleh ya-ssu?"

"hahh... bukan begitu, tapi bukankah Kise-kun ada pekerjaan?" tegur Kuroko, dia sedikit kesal juga dengan sikap Kise yang kadang kekanakan ini.

"habisnya, kangen-ssu." Ucap Kise manja, bahkan dirinya kini sudah mendekap Kuroko dengan erat.

"lalu pekerjaan Kise-kun?"

"aaa... lupakan pekerjaan, ayo kita kencan-ssu..." ajak Kise, kelihata sekali kalau pemuda bersurai kuning ini tengah kabur dari pekerjaannya.

"Kise-kun... bukankah kasihan orang-orang yang saat ini mencarimu? Kenapa Kise-kun selalu membuat orang lain repot sih." Komentar pedas dari Kuroko berhasil menghempaskan Kise dari imajinasi singkatnya.

"tapi kan aku mau bersama Kurokocchi-ssu.." rengeknya lagi.

"aku nggak suka saat Kise-kun membuat orang lain repot. Aku benci itu." Biasanya kalau Kuroko memakai kalimat ini, maka Kise akan menyerah dan kembali bekerja.

"kalau begitu, Kurokocchi harus menemaniku-ssu. Ayo~" berhasil sih, tapi Kuroko sama sekali tidak memperhitungkan ajakan Kise ini. Dengan pasrah, akhirnya Kuroko rela diseret Kise pergi menuju ketempat pemotretan.

.

Akuma Kurama

.

"Kise-kun, darimana saja? Pemotretan sudah dimulai 30 menit yang lalu..."serbu manajer Kise saat melihat Kise memasuki area pemotretan.

"tolong maafkan sikap kekanakan Kise-kun, pak manajer... dia tadi datang kerumahku..." Kurokolah yang meminta maaf atas sikap Kise pada manajer juga para kru.

"ah... Kuroko-kun, bukan kamu yang salah kok.." sahut manajer Kise yang merasa tidak enak dengan kekasih Kise ini. Bisa dibilang kalau hampir semua kru yang biasa menangani pemotretan Kise mengenal Kuroko, bahkan fotrografer juga. Maklum kekasih model terkenal.

"tidak... ini salahku kalau Kise-kun bersikap seperti itu... maaf kan aku.." Kuroko kembali membungkukan badannya meminta maaf, sedangkan Kise langsung menarik Kuroko berdiri tegak.

"bukan salah Kurokocchi kok. Ini salahku-ssu. Maafkan aku manajer, minna…" Kise membungkuk untuk meminta maaf, dia tidak suka saat melihat Kuroko memohon maaf untuk dirinya.

"sudah, sudah… sebaiknya kita segera mulai pemotretannya. Kuroko-kun, terima kasih karena sudah membawa Kise kemari…" Kuroko mengangguk kecil. Kise mengajak Kuroko untuk duduk bersamanya, Kise saat ini sedang di make-up untuk prepare pemotretan dari awal.

"apa Kise-kun sangat manja saat hanya berdua denganmu, Kuroko?" tanya orang yang me-make-up Kise.

"iya iya, aku penasaran. Apa sifat Kise-kun berbeda saat hanya berdua denganmu." Sahut hair-stylelist yang tengah menatap rambut Kise sedemikian rupa.

"Kise-kun memang selalu kekanakan kan? Sejak SMP dia selalu bersikap seperti itu.." jawab Kuroko.

"ah, jadi nggak berbeda dong dengan hari-hari biasanya." Kuroko mengangguk.

"jadi Kise-kun hanya serius saat menyangkut basket ya.."

"iya."

"nggak kok-ssu... aku selalu serius kalau menyangkut Kurokocchi. Aku kan sangat menyukai Kurokocchi.. jadi kalian jangan pernah mencoba untuk merayu Kurokocchi ya-ssu.." ancam Kise. Membuat keudanya tertawa, sedangkan Kuroko hanya melihat interaksi Kise dengan para kru dengan tatapan datar seperti biasa.

Pemotretan yang dilakukan Kise berjalan sekitar 2 jam, setelahnya Kise mempunyai waktu free untuk digunakannya pergi berkencan dengan Kuroko. Pemuda bersurai kuning ini menggandeng tangan Kuroko dan berjalan menyusuri taman dekat tempatnya bekerja tadi.

"akhirnya bisa pergi berdua juga-ssu..." ucap Kise, senyuman tak lepas dari wajah tampannya.

"iya, kalau saja sedari awal Kise-kun tidak terlambat, mungkin kita sudah berkencan dari tadi..." gumam Kuroko lirih, wajahnya yang merah merona kini menunduk.

"eh? Eehh?! Kurokocchi, bisa tolong diulang tadi kamu bilang apa?" pinta Kise dengan wajah berseri-seri dan semangat yang berlebihan, dirinya tadi tidak salah dengar kan?

"nggak. Lupakan saja..." tolak Kuroko, membuat Kise jadi ingin semakin menggoda kekasihnya ini. Terkadang sikap manis Kuroko memang keluar, dan Kise selalu senang saat itu terjadi. Sepasang kekasih ini menikmati waktu berdua mereka dibangku taman yang ada dibawah pohon sakura.

"ne, Kurokocchi... liburan musim panas nanti, ikut aku ya-ssu.." ajak Kise. Ace dari SMA Kaijo ini sudah merencanakan perjalanan liburan musim panasnya bersama sang kekasih, tinggal mendapatkan ijin dari pemuda manis disebelahnya ini.

"memang Kise-kun mau kemana?"

"kita berlibur ke Okinawa. Bagaimana?" Kuroko terlihat memikirkan ajakan Kise sejenak.

"uhmm.. baiklah." Mendengar jawaban Kuroko, Kise langsung memeluk pemuda manis yang ada disampingnya ini dengan erat.

"yey! Kurokocchi memang kekasih tercintaku deh!"

"Kise-kun... se-sak.. tolong le-paskan.." keluh Kuroko yang sedari tadi berusaha untuk melepaskan pelukan maut ala Kise Ryouta.

"hehehe, gomen-ssu... habisnya aku senang sekali-ssu, kan jarang Kurokocchi mau menuruti kemauanku..." sahut Kise dengan wajah tanpa dosa, model bersurai kuning ini merangkul Kuroko dengan mesra.

"karena kemauan Kise-kun selalu membatku malu. Makanya kutolak." Elak Kuroko, dirinya tak mau dicap kekasih yang buruk karena tidak mengabulkan permintaan pasangannya. Kise menatap Kuroko dengan wajah terluka, seolah-olah apa yang dituduhkan Kuroko itu salah.

"jangan menatapku seperti itu, Kise-kun.."

"memangnya salah ya-ssu, kalau aku minta ciuman dari kekasihku sendiri" rajuk Kise, teringat akan keinginannya yang dulu pernah ditolak mentah-mentah oleh pemuda baby blue ini.

"mana mau aku melakukan hal itu ditempat umum, dasar Kise-kun nggak tau malu.." sungut Kuroko kesal. Salahkan pemuda kuning ini, karena meminta cium saat keduanya berada didalam bus, padahal kondisi bus tengah ramai.

"kenapa harus malu? Itu akan menunjukan pada semua orang, bahwa Kurokocchi hanya milikku seorang-ssu..." klaim Kise, seolah Kuroko adalah sebuah barang yang dibuat khusus untuk dirinya.

"dasar posesif menyebalkan..." keluh Kuroko, sedikit kesal meskipun terdapat rona merah diwajahnya.

.

-Akuma Kurama-

.

Liburan musim panaspun tiba, hari yang sangat dinanti-nantikan oleh seorang Kise Ryouta. Karena liburan musim panas kali ini dia akan menghabiskan waktu berdua dengan kekasih tercintanya, siapa lagi kalau bukan pemuda bersurai baby blue manis yang saat ini berada disampingnya. Sebagai kekasih yang baik, maka Kise rela membawakan koper Kuroko yang berukuran sedang. Kise bilang mereka akan menginap di rumah pantai milik teman kecilnya dan selama liburan musim panas ini dia akan berada di Okinawa bersama Kise, maka dari itu Kuroko membawa cukup banyak baju.

"Kise-kun, kamu nggak lupa bawa paspor kan?" tanya Kuroko, saat ini mereka ada di taxi yang membawa keduanya menuju bandara.

"nggak kok... aku sudah menyiapkan semuanya sejak lama…" sahut Kise dengan nada riang. Kentara sekali kalau dirinya sudah merencanakan liburan ini matang-matang. Kuroko menghela napas kecil mendapati sikap pemuda yang duduk disampingnya ini.

"begitu ya..." sahut Kuroko kecil, tak lama taxi yang mereka tumpangi sudah tiba dibandara. Penerbangan menuju Okinawa masih sekita 15 menit lagi, jadi Kise memutuskan untuk langsung menuju keruang tunggu saja. Bersantai disana bersama Kuroko yang ada dirangkulannya.

"Kise-kun..."

"ya?" Kuroko langsung melepaskan lengan Kise yang berada dipundaknya.

"jangan merangkulku... dari tadi kita dilihati orang lain, Kise-kun..."

"apa salahnya? Kita kan nggak ganggu aktivitas mereka." Elak Kise, kembali merangkulkan lengan kanannya dibahu Kuroko, yang mendapatkan desahan napas dari kekasihnya. Kuroko lelah memberitau kekasihnya ini untuk tidak mengumbar kemesraan dimuka umum. Mungkin hal itu tidak menjadi masalah buat Kise, tapi beda dengan Kuroko yang tidak begitu suka menjadi pusat perhatian.

"terserah padamu sajalah.." dan detik berikutnya, Kuroko merasakan sentuhan lembut dipipi kirinya, dia baru saja mendapatkan kecupan singkat dari kekasihnya ini. Membuat wajah putihnya perlahan berubah warna menjadi merah.

"ahh... Kurokocchi memang yang paling manis-ssu... hehehe." Kise memeluk tubuh mungil Kuroko dengan erat, tidak lupa menggesekan pipinya dengan pipi kekasihnya ini, membuat Kuroko merasa seperti boneka yang dipeluk erat oleh anak kecil.

"mohon perhatian, bagi semua penumpang dengan tujuan penerbangan Okinawa—"

"Kise-kun, ayo…" Kuroko melepaskan pelukan Kise.

.

-Akuma Kurama-

.

Setelah perjalanan selama hampir 2 jam, akhirnya Kuroko dan Kise tiba juga di Okinawa, tepatnya dirumah pantai tempat mereka berdua akan tinggal selama sebulan kedepan. Pemilik rumah pantai tersebut menyambut keduanya dengan senang hati.

"Ryouta... selamat datang, dan ini pasti Kuroko Tetsuya..." sapa pemilik rumah, menyalami Kuroko tapi saat hendak memeluk pemuda ini, Kise sudah terlebih dulu memblokir akses si pemilik rumah.

"jangan asal peluk kekasihku, Akicchi." sela Kise pada teman kecilnya ini.

"dasar protective bastard! Apa salahnya hn? Ini hanya pelukan sambutan, bukan hal lain. Hahh… ne, ne Kuroko, kenapa kau bisa tahan sih pacaran dengan pemuda macam dia.." Aki sudah mengajak Kuroko berdiskusi tentang Kise, merangkulnya dan membawa pmuda bersurai biru tersebut duduk disalah satu kursi yang kosong, sama sekali tidak memperdulikan Kise yang kepanasan karena sang pacar yang dirangkul orang lain.

"aku juga nggak tau, Aki-san.." keluh Kuroko, ikut andil mengerjai Kise yang saat ini sudah menguap.

"chotto! Kalian terlalu dekat-ssu..." rutuk Kise kesal, memisahkan secara paksa rangkulan Aki di bahu Kuroko. Kise langsung mendekap Kuroko erat, menjauhkan kekasihnya ini dari gapaian teman kecilnya. Pemuda bersurai coklat yang sudah mengenal Kise sejak lama ini mencibir sikap Kise yang kelewat protektif.

"yare-yare... kau sama sekali nggak asik diajak bercanda, Ryouta..."

"bercanda? Jangan pernah menggunakan Kurokocchi-ku untuk bercanda, Akicchi! Dasar kau menyebalkan! Ayo Kurokocchi.." Kise menarik Kuroko menuju kamar yang akan mereka tempati, meninggalkan Aki yang sudah hampir meledak karena tawa.

"Kise-kun memang nggak bisa diajak bercanda ya."

"bercanda sih bercanda, tapi kan nggak usah rangkul-rangkul segala... Kurokocchi itu cuman milikku.." kalau sudah dimode seperti ini, Kuroko hanya bisa diam dan menuruti apa kata Kise saja, dia terlalu malas untuk berdebat masalah kepemilikan seperti ini.

"baiklah, maaf Kise-kun" ucap Kuroko,

"nggak, Kurokoccchi nggak salah-ssu. Yang salah Akicchi, si menyebalkan itu..." gerutu Kise, jelas sekali kalau dia masih kesal dengan teman kecilnya itu.

"hm, sebaiknya kita istirahat dulu Kise-kun. Jangan marah-marah terus..." Kuroko mendudukan dirinya diranjang queen size yang ada dikamar tersebut, melihat ke jendela yang mengarah langsung pada pemandangan lautan yang terpampang luas diluar sana.

"indah bukan?" Kise memeluk Kuroko dari belang, ia menyandarkan dagunya dibahu Kuroko.

"iya... indah dan tenang..." seulas senyum terukir di wajah Kise kala pemuda ini melihat raut senang dan damai diwajah Kuroko. Dia tentu saja senang karena berhasil membuat hati kekasihnya ini terkesan. Dan Kise akan terus membuat Kuroko terkesan dan semakin mencintainya, sampai jejak seorang Akashi Seijuro menghilang dari dalam hati Kuroko Tetsuya.

.

.

.

.

. to be continued...

Hahh... akhirnya kelar jua...

Beberapa waktu terakhir ini kuu sama sekali nggak ada mood buat lanjutin cerita-cerita kuu. Ditambah kegiatan kuu yang makin ribet, udah masuk persiapan buat system mutu sih, jadi harus lebih fokus lagi. Makanya kuu bakal jarang update deh. Hehehe.

Tapi kalau ada kesempatan kuu bakal lanjuin cerita-cerita kuu kok. Sayang juga kalau mau discontinue… tapi mungkin ada yang bakal kuu discontinue sih, hahaha…. #nggakkonsistennih.

Oh iya, diatas tadi kuu masuki OC, dia temen kecilnya Ryouta, akrab. Untuk penjabarannya, kalian bisa buat sendiri ya, hohoho… mungkin mulai chap depan, bakal ada konflik diimana Sei-kun mulai bertindak untuk mendapatkan Tetsuya lagi, dan Ryouta yang berusaha untuk mempertahankan cintanya. Hehehe, dan makasih buat semuanya yang udah mau baca dan review semua cerita kuu, terkhusus cerita ini. ^^

Last, review kudasai…?