Antara Kamu dan Dia
Kuroko no Basket by Tadatoshi Fujimaki
Pair: KisexKuroko
Rate M ?
Fict ini Kuu punya, meskipun mungkin isi dan jalan ceritanya pasaran, tapi ini asli hasil ketikan Kuu. Makasih. :]
a/n: ratenya kuu ubah. Kalian pasti bisa ngerti pas udah selese baca. Moga suka! #pokerface
.
.
Chapter 3
.
.
A-K
.
Kuroko Tetsuya bangun lebih awal pagi ini, dia bahkan sudah membantu Aki membereskan rumah pantai milik keluarga Aki. Sedangkan Kise Ryouta masih setia memeluk guling yang dia kira adalah Kuroko.
"dimana model kuning itu Kuroko?" tanya Aki, saat keduanya sedang menyiapkan meja-meja yang diletakkan diluar.
"masih tidur. Dia terlihat kelelahan."
"aih, kamu ini tipe pacar yang pengertian rupanya. Enak sekali Ryouta punya kekasih sepertimu." Cibir Aki dengan mimik yang dibuat selucu mungkin, menandakan bahwa dirinya hanya bercanda.
"sebenarnya, aku yang sangat beruntung menjadi pacar Kise-kun." Mendengar nada serius dari Kuroko, Aki memutuskan untuk tidak melanjutkan pembicaraan ini.
"oh iya, kalian ini sepasang kekasih, tapi kenapa saling memanggil marga sih?"
"kalau aku... aku memang tidak pernah memanggil teman-temanku dengan nama mereka. Kebiasaan dari dulu kecuali teman kecilku. Entahlah kalau Kise-kun."
"begitukah? Bukankah itu artinya kamu lebih dekat dengan teman kecilmu? Kenapa nggak coba panggil dia dengan namanya saja? Kau mencintainya kan?" pertanyaan beruntun dari Aki membuat Kuroko diam sejenak.
"haruskah?"
"ano ne, Kuroko... kalau kamu benar-benar mencintai Ryouta, sebaiknya panggil dia dengan namanya. Itu membuktikan kalau kalian saling menyayangi. Mana ada sepasang kekasih yang memanggil dengan nama keluarga mereka?" Kuroko terlihat memikirkan sejenak masukan dari Aki, lalu tersenyum kecil pada pemuda bersurai coklat tersebut.
"Aki-san, terima kasih atas saranmu. Aku akan coba nanti." mendengar jawaban Kuroko, Aki ikut tersenyum.
"berjuanglah, aku yakin kalau kamu memanggilnya Ryouta, dia pasti juga akan membalas panggilanmu."
"hum." Mereka berdua kembali melakukan pekerjaan mereka, membersihkan meja-meja tadi.
.
.
A-K
.
"Kurokocchi…. Ayo berenang dipantai-suu!" ajak Kise, model bersurai kuning bahkan sudah siap sedia dengan celana renang yang melekat ditubuh bagian bawahnya, google yang sudah terpasang di kepalanya dan pelampung karet ditangannya. Ia berlari kearah Kuroko yang duduk santai diatas pasir dibawah naungan payung besar.
"nggak mau. Panas." Tolak Kuroko, ia memakai celana selutut dan hoodie berwarna baby blue tanpa dalaman dibalik hoodie tersebut. (Kuu pernah liat Tetsuya dengan style ini. Tapi lupa dimana.)
"heeh? Ayolah Kurokocchi~ kita dipantai, jadi harus menikmatinya." Rengek Kise yang sudah duduk disamping Kuroko.
"kalau Kise-kun mau berenang silahkan. Aku disini saja."
"yah, kan nggak asik-ssu kalau nggak ada Kurokocchi." Kise kembali merengek dan menarik lengan kiri Kuroko.
"kenapa Kise-kun suka sekali memaksaku?" dan pertanyaan Kuroko ini berhasil membuat tarikan dan rengekan Kise berhenti.
"gomen-ssu yo. Aku hanya ingin menghabiskan waktu bersamamu, Kurokocchi.." setelah berkata seperti itu, Kise berjalan menjauh dari tempat Kuroko menuju pantai. Kuroko menatap punggung Kise dengan perasaan bersalah. Mereka kesini kan memang untuk menghabiskan waktu bersama, kenapa ia bisa lupa itu. Dengan sedikit tergesa, Kuroko menghampiri Kise.
"tapi jangan terlalu lama, Ryouta-kun..." ucap Kuroko, wajahnya yang sedikit merona karena memanggil nama Kise, ia alihkan dari wajah Kise.
"eh? Eeehh? Kamu tadi panggil aku apa, Kurokocchi? Ayo panggil lagi." Kise terlihat sangat antusias karena tadi mendengar kekasihnya ini memanggil namanya untuk pertama kali selama hubungan mereka.
"Ryouta-kun... aku nggak mau menemanimu berenang terlalu lama..." meski lirih dan dengan wajah yang menunduk, Kise tetap merasa sangat senang karena Kuroko mau memanggil namanya seperti ini.
"wakatta-ssu. Ayo kita berenang!" seru Kise senang. Dia menarik Kuroko untuk berjalan memasuki air dan memberikan pelampung yang ia bawa pada Kuroko. Mereka berdua mulai bermain didalam air, terlihat asik dan sangat menikmati waktu bersama mereka.
.
.
A-K
.
"ahh... hari ini menyenangkan sekali!" seru Kise, sedangkan Kuroko terlihat sedikit kelelahan.
"aku nggak mau menemani Kise-kun bermain lagi..." keluhnya. Seharusnya tadi dia tidak menemani Kise kalau akhirnya mereka bermain dipantai selama hampir seharian, membuat kulit mereka berdua terbakan sinar matahari.
"eh? Kenapa-ssu? Kurokocchi nggak memanggil namaku lagi?"
"aku lelah..." dengan sedikit terseok, Kuroko berjalan menuju kamarnya dan Kise berada. Badannya lelah, dan lengket karena air garam.
"eh? Eeehh?"
"dasar bodoh." Gerutu Aki yang ternyata sedari tadi mendengarkan mereka berdua.
"siapa yang bodoh?!"
"tentu saja kau. Yang kudengar dari Kuroko, dia tidak pernah memanggil nama seseorang sebelumnya, dan setelah dia mencoba memanggil namamu, kau masih tetap memanggilnya dengan nama keluarga? Sebenarnya dimana sih perasaanmuitu, Ryouta? Rasanya aku menyesal pernah mengenalmu." Penjelasan panjang dari teman kecilnya ini membuat Kise tersadar akan kesalahannya.
"Akicchi, sankyuu!" Kise segera bergegas menuju kamarnya, dia ingin bertemu dan bicara dengan Kuroko. Aki hanya bisa menghela napas lelah melihat kelakuan sepasang kekasih ini.
.
.
A-K
.
Kuroko Tetsuya saat ini tengah menikmati waktunya berendam di kamar mandi yang ada didalam kamar tersebut. Air hangat rasanya mampu menghilangkan semua rasa lelah yang melekat ditubuhnya, dia memang lelah, tapi Kuroko Tetsuya sama sekali tidak merasa keberatan menemani kekasihnya bermain. Bagaimanapun juga, Kuroko Tetsuya adalah kekasih seorang Kise Ryouta, jadi dia akan melakukan hal yang bisa membuat kekasih kuningnya tersebut senang.
"apa yang kamu lakukan, Kise-kun?" gerutu Kuroko saat Kise memeluk tubuhnya yang brsandar di bathtube dari belakang.
"memelukmu?" sahut Kise dengan nada ringan, tidak memperdulikan kalau dirinya akan basah oleh air.
"Kise-kun..."
"panggil namaku lagi... kumohon." Bisiknya lirih.
"ada apa denganmu, Kise-kun?"
"panggil namaku, Tetsuya..." pinta Kise lagi, namun kali ini dengan menyebutkan nama Kuroko untuk pertama kalinya. Bisikan lembut dari suara Kise membuat Kuroko sedikit terpesona.
"Ryouta-kun." Panggil Kuroko, menuruti permintaan kekasihnya.
"senang sekali mendengarnya... aku sungguh mencintaimu, Testuya. Sangat mencintaimu.." bisik Kise lembut, dia mengeratkan pelukannya.
"ada apa?" tanya Kuroko lagi. Dia memegang lengan Kise yang melingkar dilehernya.
"nggak ada. Aku mau mandi bareng-ssu!" seru Kise, pribadinya sudah kembali seperti semula, membuat Kuroko yang tadi bingung dengan tingkah aneh Kise, menghela napas lelah. Ternyata bagaimanapun juga, kekasihnya ini lebih cocok bersikap seperti biasanya.
"kamu sudah basah. Kenapa harus minta ijin lagi?" mendengar pernyataan Kuroko yang menandakan bahwa kekasihnya ini sama sekali tidak keberatan, membuat senyum cerah tercetak jelas diwajah tampan Kise. Dengan tergesa, Kise melepaskan seluruh kain yang membalut tubuhnya, lalu ikut masuk kedalam bathtube yang lumayan besar tersebut.
Air yang tadinya penuh, kini tumpah kemana-mana karena tubuh Kise yang memasuki bathtube tersebut. Kuroko yang melihat Kise tanpa tau malu bertelanjang ria didepannya, hanya mampu menolehkan wajahnya yang sudah merona merah. Meskipun dia berendam dalam bathtube, tapi Kuroko masih memakai handuk kecil umtuk menutupi bagian bawahnya. Sedangkan Kise tidak.
"hum? Ada apa Tetsuya? Wajahmu merah." Celetuk Kise, tapi saat menyadari Kuroko yang membuang muka seperti menghindari untuk menatap dirinya, Kise menyeringai tipis.
"nggak ada." Jawab Kuroko, berusaha menjaga nada suaranya agar tetap datar seperti biasanya.
"benarkah? Lalu kenapa nggak melihat kemari?" goda Kise, mendekatkan tubuh keduanya. Tentu saja hal itu membuat Kuroko panik dan secara reflek menatap Kise.
"ja-jangan mendekat.." cegahnya tercekat. Ia terlambat, karena kini Kise sudah memeluknya, membawa tubuh mungilnya untuk duduk diatas pangkuan Kise. Kise memeluk perut Kuroko lembut, membuat punggung pemuda bersurai baby blue tersebut bersandar di dada bidangnya. Bahkan Kise dengan sengaja melepaskan handuk kecil yang melingkar dipinggang Kuroko, hingga membuat kekasihnya ini bersentuhan langsung dengannya, bagian bawah mereka.
"manis sekali…" bisik Kise lirih, dengan lembut Kise menggigit cuping telinga kiri milik Kuroko, membuat pemuda dipangkuannya ini melepaskan sebuah desahan kecil.
"ja-jangan menggodaku, Ryouta-kun…" pinta Kuroko.
"kita sudah berpacaran enam bulan lebih, dan belum melakukan hal lebih dari pelukan dan ciuman Tetsuya. Apa kamu nggak mau kusentuh?" Kuroko menggeleng kecil.
"apa karena bayangan Akashicchi masih ada dihatimu, Tetsuya?" Kuroko membuka kelopak matanya yang tadi sempat terpejam, dengan gerakan lambat, Kuroko berbalik dan menatap langsung ke netra berwarna emas milik Kise. Tidak lupa sebuah elusan ia berikan dipipi sebelah kiri milik Kise.
"kenapa membawa-bawa nama itu Ryouta-kun? Aku hanya merasa gugup. Aku mencintaimu, jadi kumohon jangan bawa-bawa nama Akashi-kun lagi.." dengan keberanian yang entah ia dapat dari mana, Kuroko mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir Kise dengan pelan dan lembut. Kise yang mendapat perlakuan berani juga langka dari kekasihnya ini, membalas ciuman tersebut dan memeluk pinggang Kuroko, sebelah tangannya meraih tengkuk Kuroko untuk memperdalam ciuman keduanya.
.
-## LIME ALERT! ##-
.
.
"mmhm... nghh.." Kuroko mencoba untuk mendorong bahu Kise, dia merasa sesak karena sejak sepuluh menit lalu, Kise sama sekali tidak melepaskan ciuman mereka, yang ada malah semakin memperdalam ciuman tersebut. Mengerti akan kebutuhan oksigen sang kekasih yang sudah menipis, Kise melepaskan ciuman panas tersebut. Terlihat saliva yang mengalir dari sudut bibir Kuroko.
"kau mau membunuhku?" serak Kuroko, Kise terkekeh kecil. Dia bahkan sudah menjilati dagu dan sudut bibir Kuroko. Menggoda kekasihnya tersebut.
"mmnhh.. hentikan Ryouta-kun..." tolak Kuroko disela desahannya. Bagaimana dia tidak mendesah kalau tangan Kise yang ada dipinggangnya kini sudah meremas-remas tubuh bagian belakangnya?
"kenapa? Kulihat kamu menikmatinya, Tetsuya..." bisik Kise dengan suara rendah yang terdengar seksi dan sayu dipendengaran Kuroko. Perlahan tapi pasti, sorot mata berwarna baby blue tersebut mulai meredup dan menyayu. Sepertinya Kise berhasil membuat Kuroko tergoda.
"nghh… jangan remas…" bisiknya serak, Kuroko merasakan perasaan aneh ditubuhnya. Secara tidak sadar, tubuh bagian bawahnya bergerak random. Membuat Kise menggeram kecil karena sesuatu dibawah sana bergesekan dengan milik Kuroko, membuatnya tegang.
"gh… kau nakal sekali Tetsuya…" Kise mulai mengecupi leher putih milik Kuroko, meninggalkan jejak kemerahan disana. Dia juga ikut meggesekkan kejantanannya dengan milik Kuroko, membuat kedua benda tersebut kini berdiri tegak didalam air hangat.
"ngghh… aahh… Ryo-ta… unghh… -kun.." desah Kuroko. Seluruh kerja tubuhnya seolah menerima sengatan listrik. Membuat jantungnya berdetak cepat, ia juga merasakan sesuatu yang aneh berdesir diperut bagian bawahnya. Bohong kalau Kuroko tidak tau apa yang terjadi dengan dirinya, tapi Kuroko benar-benar merasa asing dengan perasaan aneh tersebut. Ini pertama kalinya.
"ngh... Tetsuya..." Kise kembali membungkam bibir mungil tersebut dengan ssebuah ciuman panas, tangannya ia gunakan untuk menuntun kedua tangan Kuroko menuju ke kejantanan mereka berdua. Membuat kedua tangan mungil tersebut untuk meraup dua benda panjang tersebut dan mengocoknya secara random. Setelah Kuroko mulai melakukan gerakan naik turun di kejantanan mereka, Kise melepaskan tangannya. Model kuning tersebut menggerakan tangan satunya untuk merai nipple Kuroko, mencubit dan meremasnya dengan gemas.
Keduanya saling memuaskan satu sama lainnya, hingga perasaan mendesak dan dorongan liar terasa dari keduanya, tanda kalau Kise dan Kuroko akan mencapai puncaknya. Dan benar saja, beberapa kocokan dari Kuroko di kenjantanan mereka membuat keduanya mengeluarkan sperma mereka bersamaan, dalam posisi masih berciuman.
.
.
.
A-K
.
.
To be continued….
Oh, oh no! apa ini? Apaaaaa?" #histerissendiri. Sumpah Kuu nggak bisa buat adegan yang ekhemmesumekhem. Meski dulu Kuu pernah buat yang rate M, tapi ini, ini pertama kalinya Kuu buat rate M yaoi version. Rasanya, malu sendiri. #nangismewek. Padahal Kuu sama sekali nggak ada masalah kalo baca rate M, tapi….
Udah ah, lupakan ocehan Kuu, yang jelas Kuu buat ini karena memang tuntutan alur, dan sepertinya Kuu harus ngeganti rate di cerita ini ya? Diatas itu masuk lime nggak sih? Kuu nggak yakin, tapi semoga kalian suka, dan nggak kecewa. Kalau kecewa ngomong aja, jadi biar chap selanjutnya Kuu bisa skip aja bagian lime/lemonnya.
Thanks udah mo baca, Review kudasai?
